You’re My Destiny | Part 1

ymd

Title     : You’re My Destiny

Genre  : Romance, Sad(ga yakin-_-), Angst (ga yakin_-_), Comedy (?)

Main Cast        :

Jessica Jung

Xi Luhan

Support Cast :

Xiumin Kim

Kim Hyoyeon

Sunny Lee

Chen Kim

Choi Sooyoung

Pairing : HanSica – LuYoung – XiuSica – XiuSun – HyoChen

Rating :  PG-13

Author : CJH

Also published ini exoshidaefanfic.wordpress.com

Disclaimare :This is my own storyline. I don’t copy this from other fiction,this is my pure imaginaton. Don’t Be a plagiator, don’t bashing and in this fiction i just borrow the cast’s name.

Note : FF ini hanya fiktif belaka jika ada kesamaan mohon dimaklumi hwhw._.

Created By Choi Jung Hee

Part 1

.               .               .                               .               .               .                               .               .               .

Brakk..

“Kau bodoh Jessica Jung!” geram seorang namja terhadap yeoja yang disebutnya ‘Jessica Jung’ itu. sedangkan yeoja itu hanya menatap namja itu malas. “Ada apa lagi tuan Xi? Tidak cukupkah aku membuatkan laporan ini? Kau tahu kalau aku tidak tidur tiga malam karena mengerjakan laporan ini huh?” dengusnya.

Sedangkan si ‘tuan Xi’ hanya mengacak rambutnya frustasi. “Kau melakukan banyak kesalahan dalam laporan ini Jessica” bentak namja itu—Luhan. Jessica menatap Luhan malas. “Kau itu bukan atasanku tuan Xi, kau hanya partnerku” ujar Jessica dengan tanpa dosa. Luhan menatap Jessica datar. Ya memang benar, Luhan bukan atasan Jessica. Hanya patner.

“Kau terlalu berharap menjadi atasanku Lu” kata Jessica dengan memakan cemilan yang ada di mejanya. “Ya aku tahu itu Jess, tapi setidaknya kau tidak membuat kesalahan sebanyak ini” jelas Luhan. “Kesalahan? Oke jika salah maafkan aku” ucapnya enteng. Luhan menatap patnernya itu malas. Sudah berpuluh-puluh kali Luhan menghadapi Jessica yang seperti ini.

“Ah sudahlah jess, aku tidak akan meminta bantuan kepadamu”. Luhan akhirnya menyerah. Namja itu mengangkat tangannya keatas seperti penjahat yang sedang menyerah karena ketahuan polisi.

Jessica terkekeh pelan melihat Luhan. “Kau memang aneh” gumamnya. Luhan memelototi Jessica. “Lihatlah matamu seperti akan keluar dari sarangnya lu, hahaha” tawa Jessica meledak seketika membuat ruangan kerjanya ber-gema karena tawa yang cetar membahan itu(?).

“Kau sedang melihat apa?” tanya Luhan penasaran yang sedari tadi melihat Jessica dengan lihainya memainkan laptopnya. “Em? Biasa tentang fashion” jawabnya cepat. Luhan mengembuskan nafas kasarnya. “Fashion, fashion dan fashion. Tidakkah ada waktumu untuk bekerja? Aku lelah menjadi patnermu!” keluhnya. Jessica dengan buru-buru menutup laptopnya. “Mianhae Lu” sesalnya. Luhan hanya menjawab dengan senyuman, lalu mengacak-acak rambut jessica.

***

Luhan memasuki apartemennya dengan gontai. Ia lelah. Lelah menghadapi patner dan tetangganya—Jessica—tiada hari tanpa beradu mulut dengan gadis periang itu. luhan duduk di tepi ranjangnya, ia mengambil sebuah album foto yang telah usang. Ia mulai membuka album foto itu.

“Luhann~” sebuah suara muncul dari balik pintu apartemen Luhan. Sudah pasti kalau itu Jessica, tetangga sekaligus patnernya dalam kerja. Jessica tahu password apartemen Luhan, begitu pula sebaliknya. Jadi mereka tidak usah repot-repot jika ada keperluan mendadak.

Luhan masih tidak memperdulikan Jessica yang kini tengah berada di dekatnya. Namja itu masih saja memperhatikan album foto usangnya. Jessica semakin penasaran tentang apa yang sedang di perhatikan tetangganya itu. luhan sedang melihat foto gadis berpostur tinggi. Jessica tidak tahu gadis itu siapa. Tetapi di atas foto itu terdapat tulisan ‘Choi Sooyoung’.

“Gadis itu cantik” kata Jessica. Luhan menatap jessica bingung. “Gadis yang bernama Choi Sooyoung itu cantik” katanya lagi. Luhan tersenyum. “Ya ia memang cantik”

“Siapa dia?” tanya Jessica yang sepertinya mulai penasaran. Luhan mengembalikan album foto itu ke tempat asalnya. “Bukan siapa-siapa” elaknya. Jessica tahu kalau luhan bohong kepadanya. Sangat jelas karena sorot matanya.

“Ayolah Lu, kita ‘kan teman, masa kau tidak ingin curhat dengan temanmu ini?” bujuk Jessica sambil menarik tangan luhan, gadis itu menaik turunkan alisnya. Terlihat aneh mungkin. Tapi itu sangat biasa oleh Luhan.

“Choi Sooyoung adalah mantan kekasihku. Aku berpacaran dengannya dari kelas satu sekolah menengah atas hingga kuliah di semester akhir, saat aku masih di China” ucap Luhan dengan tatapan kosong. Jessica mulai tertarik dengan cerita luhan.

“Lalu mengapa kalian berdua putus?” tanya Jessica spontan. Luhan menatap Jessica dengan mata yang berkaca-kaca. “Aku tidak putus dengan Sooyoung. Hanya kami berpacaran jarak jauh dan di dimensi yang berbeda” ujarnya seraya menundukkan wajah imutnya.

Jessica tersentak kaget. “Kau kuat Lu, kau pasti mendapatkan pengganti Sooyoung. Ia pasti tenang di sana” ucap Jessica menenangkan. Jauh dari lubuk hatinya Jessica merasa sangat bersalah karena ia membuat Luhan mengingat masa lalu pahitnya.

“Aku akan menceritakan semuanya”

Flashback On (Luhan’s POV)

“Youngie, kau tidak ingin melihatku wisuda, eoh?” tanyaku yang bermaksud menggoda Sooyoung, yeojchinguku.

“Tentu saja Lunnie, aku akan tunjukkan kepadamu betapa aku mencintaimu haha” ucapnya dengan tertawa. Aku tersenyum tipis

“Baiklah akan aku tunggu kedatanganmu nyonya Xi” godaku. Aku yakin pipi Sooyoung berubah menjadi merah sekarang, aku tidak bisa membayangkan hal itu haha.

“Baiklah kau calon menantu Choi aku akan membawakan sesuatu padamu, tunggu saja”

“I’ll wait, haha”

Klik

Aku menunggu kedatangan yeojachinguku di dekat air mancur yang terletak di tengah kampusku. Aku melirik arlojiku. Jam menunjukkan angka empat sore pada waktu China. Aku sudah menunggu tiga jam untuk menunggu Sooyoung. Terbelesit pikiran aneh melayang di otakku. Aku tidak mau berfikir jauh, Sooyoung tidak apa-apa. Aku yakin.

Drttt..

Handphoneku berbunyi, aku menatap layar handphoneku yang aku harap pesan singkat itu dari Sooyoung. Ah dugaanku salah itu dari Ba Baku.

From : Ba Ba

Luhan, bisakah kau datang ke rumah sakit di daerah Tianjin sekarang? Sooyoung mengalami kecelakan setelah membeli bunga untukmu, saat ia sedang dalam perjalanan ada truck yang remnya macet. Kondisi Sooyoung sekarang sangat parah. Ba Ba mohon jaga Sooyoung.

Tubuhku melemas setelah membaca pesan singkat dari Ba Ba. Aku langsung pergi ke tempat parkir dan menuju ke mobil sportku. Menancap gas secara gusar. Apapun akan aku lakukan demi Sooyoung.

Di rumah sakit

“Ba Ba, apa yang terjadi dengan Sooyoung? Bagaimana Ba Ba? Ma Ma? Shu Shu?” tanyaku lirih. Sedangkan manusia-manusia yang aku tanyai hanya menatapku sendu. Apa yang sebenarnya terjadi?

Kulihat Ba Baku berjalan dengan langkah gontai menuju ke tempatku berdiri. Beliau menatapku sayu. Aku semakin tidak mengerti.

“Luhan, ikhlaskan Sooyoung. Ia sudah tenang disana”

Deg..

“Ba Ba bohongkan? Ini semua tidak mungkin terjadi. Sooyoung tidak apa-apa. Aku yakin Sooyoung tidak pergi. Bukankah dua bula lagi aku dan Sooyoung bertunangan? Itu tidak mungkin terjadi Ba Ba. Sooyoung tidak akan meninggalkanku. Ia mencintaiku” teriakku frustasi. Sooyoung tidak mungkin pergi.

“Luhan percayalah. Sooyoung sudah tenang di sana jika kau tidak seperti ini. Jangan membuat Sooyoung sedih di sana. Ikhlaskan dia Lu” ucap Ba Ba berusaha menenangkanku. Aku diam. Aku menangis sebisaku. Tak perduli air mataku terkuras banyak atau tidak. Aku hanya ingin Sooyoung kembali. Itu saja.

Flashback Off

“Luhan, mianhae karena aku sudah mengingatkan masa lalu pahitmu. Semoga kau di beri kesabaran Lu. Kau orang baik” kata Jessica sembari mengelus pelan punggung Luhan. Luhan tersenyum tipis. Namja itu berusaha untuk tidak mengeluarkan air matanya.

“Gomawo Jess. Dia sudah tenang di sana”

Jessica tersenyum tipis mendengar tanggapan Luhan.

“Aku berjanji akan menjadi sahabatmu Lu” ujar Jessica tiba-tiba. Luhan membulatkan matnya bingung. Ada apa dengan orang ini?

“Aku tidak ingin melihatmu yang begitu menyedihkan seperti ini. Tersenyumlah” kata Jessica sambil mengedipkan matanya lucu.

Luhan terkikik geli melihat tingkah lucu Jessica. Jessica tidak tinggal diam. Gadis itu sedang menunjukkan aegyo terhebatnya sekarang.

“Dasar gadis aneh” ejek luhan sambil mengacak-acak pelan rambut cokelat Jessica. Jessica mengerucutkan bibirnya kesal.

“Ah Lu sepertinya aku harus kembali ke apartemenku. Hari sudah mulai gelap. See you tomorrow” pamit Jessica kepada Luhan. Luhan mengantarkan Jessica sampai depan pintu apartemennya.

***

“Pagi semua~ selamat bekerja” sapa Jessica kepada rekan-rekan kantornya. Termasuk Luhan. Rekan-rekan Jessica membalas sapaan Jessica dengan ramah. Terkecuali Luhan. Namja itu sedang sibuk dengan laptopnya.

“Lu, patnermu sudah datang. Tidak menyambutnya eoh?” tanya rekan kerja Luhan, Hyoyeon. Luhan menatap Hyoyeon malas. “Tidak terima kasih. Aku sudah bosan melihat wajah gadis jelek itu” jawab Luhan sembarangan. Hyoyeon menahan tawanya mendengar jawaban Luhan yang sama sekali sangat tidak masuk akal. Bisa di bilang juga aneh.

Jessica mendengar semua percakapan Luhan dan Hyoyeon. Tanpa basa-basi. Gadis itu melayangkan sebuah jitakan kasar tepat pada dahi Luhan. “Rasakan itu Xi Luhan” desisnya. Luhan merintih kesakitan. “Yak, ada apa denganmu Jessica Jung? Ini sakit” rintihnya lagi. Jessica mengabaikan rintihan itu. “Whatever”

“Aigoo kalian sangat pantas sekali” sahut Chen yang tiba-tiba muncul dari balik Hyoyeon. Hyoyeon mengangguk mantap.

“Cocok?” tanya Luhan dan Jessica bersamaan. “Iya kalian sangat cocok. Punya banyak kesamaan, tiada hari tanpa adu mulut. Haha” seketika tawa Chen meledak. Entah apa yang ada di pikiran namja bersuara khas itu. sepertinya otaknya udah konslet.

Jessica dan Luhan hanya bisa mencibir atas tanggapan rekan kerjanya itu. ya sepertinya itu semua bisa mereka anggap sebagai hiburan.

“Luhan kau mau kan makan siang di cafe seperti biasa? Tenang saja aku juga akan mengajak Jessica” ajak Hyoyeon pada kedua rekan kerjanya itu. luhan dan jessica hanya mengerutkan dahi mereka bingung. “Jadi begini. Kami akan menraktir kalian untuk memberi kalian pajak jadian. Kemarin aku dan Hyoyeon resmi menjadi sepasang kekasih” jelas Chen. Hyoyeon menundukkan kepalanya malu.

“Aigoo, chukkae untuk kalian. Longlast ya~” ujar Jessica kepada pasangan baru itu. Luhan menatap sekelilingnya malas. Sepertinya namja itu sensitif dengan kata ‘pacaran’

“Lu, kau tidak mau ikut? Kau jangan menyianyiakan waktu seperti ini. Sangat jarang dirimu dapat traktiran” bujuk Jessica. Luhan hanya menganggukkan kepalanya malas. Mood namja itu sangat tidak bagus sekarang.

Di Cafe..

“Kalian mau memesan apa?” tanya Hyoyeon kepada tiga orang yang ada di dekatnya. “Sama seperti kalian saja” jawab Luhan dengan nada tidak semangat.

“Baiklah, kami pesan empat porsi bruschetta dan empat leci squash” pinta Hyoyeon ramah. Pelayan itu tersenyum lalu pergi ke dapur. 15 menit kemudian makanan dan minuman mereka datang.

“Lu, kau kenapa? Kau seperti tidak bersemangat sekarang” tanya Jessica. Luhan hanya mengaduk-aduk minumannya malas.

“Cih” desis Jessica. Ia merasa kesal karena Luhan tidak menjawab pertanyaannya. “Kenapa kau ingin tahu sekali?” sahutnya kemudian. Jessica menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. “Kau lupa kalau aku sahabatmu, eoh?” tanya Jessica kesal. Luhan sepertinya tidak mau beradu mulut dengan gadis cerewet di sebelahnya.

“Jess, Lu. Ayo kita kembali ke kantor. Mungkin kita sedang di cari oleh Tuan Kim” ajak Hyoyeon dengan menggandeng tangan kekasihnya—Chen.

Jessica dan Luhan hanya menurut dan mengekor mengikuti Hyoyeon dan Chen.

Di Kantor..

“Jessica Jung dan Xi Luhan, kerja kalian bagus. Tidak ada kesalahan dalam laporan kalian. Teruslah bekerja seperti ini” puji Tuan Kim, Xiumin Kim.

Luhan membungkukkan badannya hormat.

“Ne, gamsahamnida Tuan Kim” ucap Jessica sopan. Tuan Kim memandang Jessica bingung. “Untukmu, kau boleh memanggilku Xiumin” kata Tuan Kim—Xiumin—lalu tersenyum tipis.

“Ne Xiumin-ah” kata Jessica gugup. Luhan memandang percakapan itu dengan tatapan—Xiumin—menyukai—Jessica?.

“Eum, Jess. Kau punya waktu besok malam?” tanya Xiumin basa-basi. Jessica memperhatikan atasannya itu dengan tatapan bingung. “Jadi begini, aku akan mengajakmu makan malam di resaurant Jepang daerah Gwangju. Kau mau?” ajak Xiumin. Jessica mengangguk. “Sampai ketemu besok”

Jessica menatap Luhan dengan senyum. Dua detik kemudian..

“Yeay aku akan makan malam bersama Tuan Kim~. Dia menyuruhku memanggilnya Xiumin. Ah yang benar saja. Ini tidak mimpi kan?” teriak Jessica senang. Ia meloncat-loncat seperti anak kecil. Luhan memandang aneh Jessica. “Kau menyukainya?”. Jessica mengangguk mantap. “Tentu saja, Xiumin sangat tampan. Aku sudah menyukainya dari dulu” kata Jessica girang. Luhan hanya menggelng-gelengkan kepalanya melihat sahabatnya itu. Yaa sahabat..

***

Tok tok tok..

Cklek..

“Luhan, ada apa kau kemari?” tanya Jessica bingung saat melihat Luhan berada di ambang pintu kamar apartemennya. “Aku ingin mengatakan sesuatu padamu” ucap Luhan serius.

Jessica semakin bingung dibuatnya. “Kau ingin mengatakan apa? Cepat katkan” desak Jessica. Luhan mengela nafas kasar.

“Aku akan di jodohkan Jess” kata Luhan lirih. Jessica membulatkan matanya.

“WHATTTT???”

TBC

Muahaha~ Author kece cetar membahana(?) kembali membawa FF abalnya, entah kenapa aku ingin sekali membuat FF gaje seperti ini. Author tahu kalau ini kependekan._.V harap dimaklumi ya readers~ hehe. Oiya readers._. author mau tanya, ff ini di lanjutin apa nggak?._. hehe tapi mohon di tunggu sampai jamuran-_-V #plak. See you next part.

6 thoughts on “You’re My Destiny | Part 1

  1. Aaa tidaakkk!!>< Luhan dijodohin T-T atau jangan2….Jessica itu calonnya?._. Eumm thor, bikin xiusica moment dulu dong😄 biar Luhan cemburu(?)

    • bukan jamur. emang ini udah ga di lanjutin. maaf, author gabisa ngelanjutin. tapi author janji kalo sempat aku bikin ff lain. bukannya aku ga punya feel sama ff ini , banyak banget siders, percuma aku bikin ff kalo ada pencurinya. bukannya aku marah, tapi ini kenyataan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s