[Jessica Drabble Collection] Some Love Stories

some love stories drabble

Some Love Stories||Fwld||Jessica Jung with EXO-K

Drabble Collection||PG+13||Romantic-Angst-Friendship

[maaf kalo ceritanya maksud atau dipaksakan. ini murni hasil otak saya yang bekerja keras untuk memikirkan beberapa scene manis. maaf kalo gak terlalu romantis. maklum gak berpengalaman//what. haha, silahkan baca dan jangan segan untuk memberi kritik! diakhir sertakan cerita dari pairing mana yang kalian mau baca lanjutannya yaa❤]

***

Baekhyun—Jessica

***

i fall in love with my senior

but she said she won’t fall in love

with someone younger than her

***

“Ini adikmu? Lucu sekali” pria berambut mangkok dan bermata sipit itu menekan-nekan pipi anak kecil yang ada dihadapannya.

Jessica mengangguk tanpa melepaskan pandangannya dari layar ponsel miliknya tersebut

 

“Hai, namamu siapa?” pria yang bernama Baekhyun itu berjongkok dihadapan adik perempuan Jessica yang masih menggunakan seragam kanak-kanak.

 

Rata-rata anak kecil kalau belum mengenal orang, akan merasa malu dan tidak berani menjawab pertanyaan yang diberikan. Dan Aleyna, adik dari Jessicapun begitu. Dia hanya memainkan tangannya, karena baru pertama kali melihat Baekhyun.

 

“Hmm?” Baekhyun masih menunggu jawaban dari adiknya Jessica, “namamu siapa?”

 

“Ka-kata kakak, aku gak boyeh jawab peltanyaan dali olang yang ga dikenal” ucap anak kecil itu dengan kalimat khas seperti anak-anak seumurnya.

 

Baekhyun tertawa kecil lalu mencubit pipinya pelan, “Haha, aku adalah teman kakakmu. Atau, calon kekasihnya”

 

Jessica meliriknya tajam dan menendang bokong Baekhyun yang membelakanginya, “Ya! Jangan berkata macam-macam pada adikku!”

 

Mengaduh kesakitan, Baekhyun mengusap-usap bokongnya dan bangkit dari jongkoknya. Dia mengacak rambut Jessica pelan, “Aku hanya mengatakan yang sebenarnya, nuna”

 

“Ish, anak kecil ini. Berhenti mengacak-acak rambutku! Dan ingat, aku tidak akan menjalin hubungan dengan orang yang lebih muda dariku”

 

“Kita lihat saja nanti, nuna. Jangan sampai kau termakan oleh ucapanmu sendiri” bisiknya tepat ditelinga Jessica

***

Chanyeol—Jessica

***

I could stay awake just to hear you breathing

Watch you smile while you are sleeping

While you’re far away dreaming

[David Cook-I don’t wanna miss a thing]

***

Bunyi gitar yang dimainkan oleh Chanyeol sangat tenang dan meluluhakn dinginnya angin malam. Ditambah lagi mereka sedang duduk didekat api unggun. Suara berat Chanyeol menambah hangat suasana, sehingga membuat kekasihnya, Jessica terlelap dibahunya.

 

Sudah sejak 15 menit yang lalu, mata foxy Jessica tertutup dan kepalanya memberati bahu kanan Chanyeol. Melihat kekasihnya sudah tertidur, dia meletakkan gitarnya diatas permukaan tanah tanpa membuat Jessica terbangun.

 

 

Hembusan nafas Jessica yang teratur terasa sangat jelas di lehernya. Hangat, batin Chanyeol. Diliriknya wajah damai Jessica yang sedang menikmati indahnya mimpi. Khayalnya pasti sedang menuju tanah mimpi yang indah.

 

Bibir pink yang tipis, kini sedikit terbuka. Membuatnya menjadi tampak seksi, sebelum timbul hawa nafsu milik Chanyeol, dia menutup bibir Jessica menjadi rapat dengan jari telunjuk dan ibu jarinya. Seperti ini saja, Jessica tampak lebih imut. Chanyeol tidak ingin tertidur, atau sekedar menutup matanya.

 

I don’t wanna close my eyes. I don’t wanna fall asleep, cause i’d miss you baby. And i don’t want miss a thing” Dia membisikkan lirik lagu dari salah satu band barat yang terkenal.

 

Kepalanya perlahan diletakkan diatas kepala Jessica. Menambahkan datu beban lagi di bahunya, tapi membawa kebahagiaan dihatinya. Malam ini, biarkan dilalui bersama.

 

Perlahan bibir Jessica tersenyum begitu saja

 

***

D.O—Jessica

***

Don’t miss a foolish love that’s already passed

One who looks at only you and needs only you

Meet someone who loves you so much

[Super Junior-Let’s Not]

***

“Cklek” Kyungsoo membuka pintu untuk menuju atap dari kampusnya. Tujuannya kesana adalah menemui kekasih yang sangat ia cintai, seniornya sendiri, Jessica jung.

 

 

Dengan kaus putih, celana jeans, dan tas selempang serta rambut yang digerai membuat gadis itu terlihat simple namun memukau. Dengan senyuman dibibirnya, Kyungsoo menghampiri Jessica yang sudah menunggunya disudut kanan atap.

 

“Ada apa nuna?” dengan suara indahnya, Kyungsoo membuyarkan lamunan sekaligus tangisan Jessica.

 

“Nuna, kenapa nuna menangis?” ia terkejut saat melihat ada bekas air mata di pipi gadisnya itu. Bahkan selama ini, dia benar-benar berusaha menjaga perasaan Jessica.

 

“Nun?” sekali lagi ia memanggil Jessica karena panggilannya yang tadi tidak dapat respon.

 

Jessica meraih kotak yang diletakkan disampingnya dan menyerahkannya kepada Kyungsoo, “Kyungsoo maafkan aku”

 

“Maaf? Maaf untuk apa?” ia semakin tidak mengerti apa maksud Jessica. Diputuskannya untuk membuka kotak itu. Isinya adalah hadiah darinya untuk Jessica serta foto foto mereka.

 

Apakah ini pertanda bahwa hubungan mereka berakhir?

 

“Maaf bahwa selama ini aku bukanlah yang terbaik untukmu. Maaf aku sering membuatmu cemburu. Maaf selama ini aku memaksamu untuk menuruti segala kemauanku. Maaf kalau sifatku yang kekanak-kanakan. Maaf aku tidak bisa memberikan hal yang berharga kepadamu. Maaf aku belum bisa selalu ada disisimu” ucap Jessica dengan tempo cepat serta air mata yang mengalir deras.

 

“Maaf aku sudah mencintaimu lalu menyakitimu. Maaf kalau dari awal aku tidak bilang padamu bahwa hari ini aku akan mematahkan hatimu. Maaf karena hari ini aku harus pergi meninggalkanmu. Maaf kalau aku dan kau sudah tak lagi menjadi kita. Maaf aku terlalu sering menyakitimu” lanjut Jessica lagi.

 

Kyungsoo menatap bola mata Jessica yang sedari tadi menghasilkan banyak air mata. Dia juga tahu bahwa matanya sudah mulai memerah.

 

“Maaf aku telah menduakanmu” kalimat terakhir dari bibir Jessicalah yang sangat mencekat nafas Kyungsoo.

 

“Nu-nuna. K-kau b-ber-bohong k-kan?” rasanya bibir itu sangat susah mengeluarkan kata. Nafasnya sudah tertahan untuk mengucapkan itu semua.

 

“Maafkan aku” langkah Jessica meninggalkan Kyungsoo begitu cepat. Dia tidak tahan melihat orang yang sangat ia sayangi menangis, terluka karenanya.

 

“Maaf Kyungsoo. Aku terlalu mencintaimu sehingga aku takut semakin menyakitimu. Apalagi setelah tahu tentang perjodohanku. Kyungsoo, berjanjilah padaku untuk menemui orang yang sangat mencintai dan membutuhkanmu. Sekali lagi, maafkan pecundang cinta yang benar benar bodoh ini” batin Jessica sebelum benar-benar menutup pintu atap

 

***

Sehun—Jessica

***

Until the day the ocean

Doesn’t touch the sand

Now and Forever

I will be your man

[Richard Marx-Now And Forever]

***

Deburan ombak di sore hari disertai semilir angin yang menerbangkan rambut setiap insan manusia yang ada di pantai itu memang merupakan suasana yang menenangkan, juga menyenangkan.

 

Tetapi tahukah mereka bahwa pemandangan pantai dikala fajar jauh lebih indah dibandingkan senja? Biarkan aku dan Jessica saja yang menikmatinya. Agar kami terus berdua ditempat ini. Tanpa diusik seorangpun.

 

“Sehun” suaranya yang cempreng itu benar-benar menggemaskan.

 

“Ne?”

 

Kepalanya mulai bersandar dibahuku. Kakinya diluruskan dan membiarkan pasir putih pantai menghiasi kaki jenjangnya. Beberapa helai rambut yang tertiup angin menutupi wajah cantiknya.

 

“Kau tahu bahwa setiap pertemuan selalu ada perpisahan” ucapnya sambil menatap langit

 

“Dan kau juga tahu bahwa waktu tidak akan tega memisahkan cinta”

 

“Kau tahu bahwa cinta juga punya tenggang waktu”

 

“Namun tidak ada yang tahu dimana ujung kisah cinta kita. Karena waktu adalah salah satu rahasia terbesar yang dipelihara Tuhan”

 

“Aku tidak tahu siapa pendamping hidupku dimasa depan”

 

“Terkadang aku lebih suka menjalani realitas daripada membayangkan hal yang belum pasti terjadi”

 

“Takdir merupakan hal yang tetap. Tidak akan berubah sejak ruh seorang manusia ditiup. Begitu juga dengan jodohnya”

 

Kali ini aku tidak dapat menjawabnya.

 

Kepalanya sedikit bergeser, batang hidungnya menyentuh leherku. Dia menghembuskan nafasnya perlahan dengan lembut disana.

 

“Kau dapat merasakan nafasku, bukan? Tetapi kau tidak dapat melihatnya. Terasa hangat dan menenangkan. Itulah cintaku padamu”

 

Aku tersenyum, “Tahukan kau, kapan ombak berhenti menyentuh pasir di pantai?”

 

“Uhm, tidak. Mungkin tidak akan”

 

“Selama itu pula aku akan mencintaimu, dan terus bersamamu. Selama air pantai masih menyentuh pasir, selama itu pula aku akan tetap menjadi milikmu”

 

***

Suho—Jessica

***

Musim upacara kelulusan

Didalam dadapun angin bertiup

Bunga sakura hari ini

Tercerai berai

Di tempat memikirkanmu

[JKT48-Boku No Sakura]

***

Tiupan angin yang akan memasuki musim gugur membuat helaian rambutku beterbangan. Sehingga membuat rambutku tampak sedikit berantakan, padahal tadinya sudah kusisir rapi. Dengan baju seragam khas sekolah, aku memegang setangkai bunga sakura.

 

Besok, adalah hari kelulusan. Ya, Joonmyun. Itu berarti kau akan lulus dari sekolahmu. Disini, dibawah pohon sakura ini. Dengan satu tangkai bunga sakura yang telah layu karena sudah jatuh tergeletak ditanah. Disini kita bersumpah, bahwa akan terus bersama. Dan kau, semoga kau menyusulku ke universitas yang sama denganku.

 

Seragam ini, masih bisa digunakan. Apakah itu pertanda bahwa aku tidak tumbuh? Tidak. Meskipun tubuhku ini masih kecil dan belum bisa menyusul tinggimu, tapi aku selalu ingat ucapanmu,

 

“Satu hal yang dapat kupelajari dari mengamati orang berlari dari belakang, dari punggung. Bahwa, semua orang berlari dengan tempo yang berbeda-beda. Pertumbuhan bukanlah hal yang selalu cepat, ada juga yang lambat. Intinya adalah satu, sampai digaris finish. Mencapai titik kemenangan”

 

Apakah kau merindukanku seperti aku merindukanmu, Joonmyun-ah?

 

Tidak ada orang sepertimu dikampusku. Tidak ada yang bisa menemaniku di kantin kampus. Tidak lagi aku menunggu seorang adik kelas manis ditangga seperti saat aku menunggumu.

Tidah ada tangan putih nan lembut yang akan menggenggam sembari menenangkanku saat aku cemas. Tidak ada senyuman tulus dan indah yang dapat menghapus air mataku. Tidak ada lagi wajah sedamai malaikat yang selalu menyambutku disekolah.

 

Aku sendiri

 

“Joonmyun!” panggil seseorang yang tak asing lagi suaranya, oh Krystal. Dia adalah adikku yang juga teman sekelas Joonmyun.

 

Sambil tersenyum tipis, dia mempercepat langkahnya mendekati Krystal. Dengan 5 tangkai bunga sakura ditangannya.

 

“Aku sudah sangat merindukannya!” Krystal berjongkok dipohon sakura ini.

 

Aku hanya diam memandangi mereka berdua. Lama-kelamaan suasana menjadi sunyi. Semua tenggelam dengan mata bening Joonmyun yang mengeluarkan air mata.

 

“Selamat sore, nuna”

 

Dia menarik nafasnya panjang dan mulai berkata-kata, “2 tahun yang lalu. Kita berjanji bahwa akan selalu bersama bukan? Besok adalah hari kelulusanku. Seharusnya kita sekampus, berangkat bersama, dan jajan dikantin sambil bercerita tentang pengalaman masing-masing”

 

“Joon—“

 

“Andaikan saja kau tak berlari menghampiriku saat itu, andaikan saja aku tak memanggilmu saat itu. Andaikan saja, pengemudi tak bertanggung jawab itu tidak muncul dan menabrakkan truk besar itu ketubuhmu. Pasti, pasti…”

 

Mataku ikut mengeluarkan air mata. Aku benci saat menyadari bahwa kami telah berada di alam yang berbeda.

 

“Joonmyun, sudah” Krystal ikut merasakan sedih yang dirasakan Joonmyun saat ini.

 

“Nuna, aku masih mencintaimu” dia mengecup batu nisan itu singkat.  Batu nisanku lebih tepatnya.

 

Aku bejongkok dihadapannya, menangkupkan kedua tanganku ke pipi Joonmyun, meskipun tidak menyentuh kulitnya. Aku yakin ia pasti merasakannya.

 

“Aku juga mencintaimu Joonmyun. Tuhan memberkatimu”

 

Beberapa kali Joonmyun mengerjap, lalu memegang pipinya.  Menatap mata Krystal dengan pandangan yang menyatakan bahwa ia terkejut.

 

Krystal mengangguk, “Sica unni ada disini”

***

Kai—Jessica

***

We’re just common people with an ordinary looks

We’re just common people with an ordinary love

And once upon a time

When i fell in love with you

[Mocca-Once Upon A Time]

***

“Ttok, ttok, ttok” untuk kesekian kalinya ia mengetuk-ngetukkan pensil miliknya ke meja yang kami pakai untuk belajar bersama.

 

Sambil mendumal, matanya bergerak membaca ulang soal-soal budi pekerti yang menjadi pekerjaan rumah. Sesekali ia berdecak karena tidak mengerti, lalu mulai bertanya padaku.

 

Dia, gadis berambut blonde yang sudah lama menjadi sahabatku. Yang tidak pernah bertingkah layaknya seorang perempuan. Baik pergi ke pesta, mall, atau olahraga pakaian yang ia gunakan pasti kaos dan celana jeans. Pasti

 

Mata foxynya yang sering membuat mataku terperangkap didalamnya. Yang tajam dan mematikan. Wajahnya yang terlihat sangat dingin, namun saat kau disekitarnya, ia akan memancarkan aura yang hangat.

 

Sebenarnya, ia adalah wanita penyayang yang sangat perduli. Namun sayang, itu hanya berlaku bagi orang-orang tertentu, bagi orang yang dapat dekat dengannya. Dan untuk dekat dengannya, butuh tahapan yang memakan waktu cukup lama dan menguras kesabaran

 

Kau harus mau berhadapan dengan sifat dinginnya yang benar-benar membuatmu ingin menelannya. Cara bicara dan kalimatnya yang benar-benar menjengkelkan. Serta sifat pemalasnya yang membuatmu harus menunggu lama jika ingin pergi dengannya. Dia tidak mau menunggu, tapi selalu terlambat. Menjengkelkan, bukan?

 

Tapi, ayolah aku hanyalah orang biasa yang juga dengan rupa yang juga biasa saja. Aku juga manusia biasa yang dikaruniai cinta sederhana yang sepertinya kali ini kupersembahkan, kepadamu. Sepertinya aku sudah jatuh terlalu dalam ke lubang hatimu.

 

“Aah. Aku tidak mengerti, Kai” dia menggaruk kepalanya yang kuyakin bukan disebabkan karena gatal, tetapi kesal.

 

Aku mengambil bukunya, “Nomor 38” ucapnya.

 

“Ooh ini. Negara Indonesia itu merupakan, C. Negara Demokrasi” aku mengembalikan bukunya agar ia dapat menjawab soal itu.

 

Tangannya mulai menyilang jawaban yang benar, “Hmm. Apa itu negara demokrasi?”

 

“Negara yang membebaskan setiap warga negaranya untuk berpendapat. Karena itu merupakan Hak asasi manusia, hak yang ada dalam diri manusia sejak lahir bahkan saat masih didalam kandungan” jelasku yang ditanggapi anggukan olehnya.

 

“Menurutmu, apakah menyampaikan perasaan sama dengan berpendapat?” entah apa yang terpikir olehku sehingga berkata seperti itu.

 

Dia mengerutkan keningnya, “Maksudmu?”

 

“Apakah aku boleh menyatakan bahwa aku mencintaimu?” aku sendiri tidak tahu keberanian darimana sehingga aku bise berkata seperti itu.

 

Dia ternganga mendengar ucapanku. Sementara aku menggaruk tengkukku yang sama sekali tidak gatal. Lalu bibirnya mulai bergetar menahan tawa, ia mengangguk kecil sambil tersenyum

 

44 thoughts on “[Jessica Drabble Collection] Some Love Stories

  1. aww violent sic=_= byunbaek ya jgn dibully gitu dong xD chanyeol dan sehunnya disini super duper so sweet sekali =3 yg bag kyungsoo nya kasian ih, sini kyungsoo nya sama aku aja =’3 yg pling aku suka, ofc susica<3 angst nya lumayan dpet, gk nyangka aja sicanya meninggal disini ;; kaisica nya dri teman jdi cinta yah, daebak deh! good job, authornim~

  2. baru baca ini dan sukses bikin uh, no comment untuk ceritanya :” feel nya oke punya dan bahasanya gak belibet. kata-katanya juga so sweet. isi ceritanya apalagi…
    Buat kelanjutannya sih maunya Suho, tapi kok angst banget gitu ya… sediihhh
    jadinya aku milih Baekhyun aja deh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s