Songfic : Right Next To You

Right Next To You

Right Next To You

by Lyviamidul

Starring

Kris | Jessica

Genre

Romance | Sad | Angst

Rating

PG 15+

Length

Oneshot

Author’s Note

Ini aku buat sebelum live in di Kebumen. Ada yang tahu live in? live in itu tinggal di desa, tinggal di rumah orang tua asuh, dan ikutin kegiatannya. Ini adalah songfic dari lagu Chris Brown ft. Justin Bieber – Next To You. Enjoy reading!

Lyviamidul’s New Fiction, Right Next To You

#nowplaying Next To You by Chris Brown feat Justin Bieber

You’ve got that smile

That only heaven can make

I pray to God everyday

That you keep that smile

                Seorang namja baru terbangun dari tidur malamnya. Matanya mengerjap beberapa kali. Sinar matahari sudah masuk menusur ke kedua matanya yang membuat matanya segar seketika. Dia mengubah posisi kepalanya yang tadinya menghadap ke sebuah jendela menjadi menghadap ke seorang yeoja yang ada di sebelahnya.

Morning Kris.” Sapa yeoja itu dengan senyum paginya itu. Ah, senyum itulah yang berhasil membuat Kris mau bangun dan melanjutkan hidupnya setiap hari. Yap, tujuannya untuk melihat senyum indah itu. Senyuman yang berasal dari Surga.

Morning Jessica.” Balas Kris lalu mengecup bibir Jessica dengan cepat.

“Jorok! Kau kan belum menyikat gigimu!” Oceh Jessica. Kris terkekeh pelan.

“Tapi kau menyukainya kan?” Tanya Kris menggoda. Jessica mendengus pelan. Siapa yang akan menolak ciuman dari kekasihnya sendiri? Babo namja!

                Whatever.” Jawab Jessica seraya tidak peduli dan kembali tidur lagi di sebelah Kris. Kris menggelitik pinggang Jessica pelan yang berhasil meledakkan tawa Jessica yang melengking itu.

Tuhan, tolong kau jaga senyuman itu. Senyuman indah yang dimiliki oleh Jessica Jung. Selamanya.

Yeah, you are my dream

There’s not a thing I won’t do

I’ll give my life up for you

Cos you are my dream

                Kris dan Jessica sedang menikmati makan malamnya di ruang makan apartement Kris. Mereka memang tinggal satu atap tapi tidak pernah melakukan hal lebih dari sebuah ciuman singkat. Tiba-tiba Jessica menghentikkan acara makannya dan menatap mata Kris yang sedang memandangi Tenderloin steak dan salad buatan Jessica.

“Jadi kau akan kerja apa nanti Kris seusai kuliah nanti?” Pertanyaan yang dilontarkan Jessica itu cukup membuat Kris tersentak. Kenapa tiba-tiba Jessica membahas pekerjaan Kris nanti? Apakah dia masih belum siap?

I don’t know. Mungkin ayahku akan memasukkanku secara paksa ke perusahaan miliknya dengan alasan mencari pekerjaan di Canada itu bukanlah hal mudah,” Jawab Kris yang hanya dibalas oleh anggukan oleh Jessica. “Kalau bisa aku tidak mau bekerja.” Lanjut Kris yang hampir membuat semua makanan yang sedang dikunyah Jessica keluar dan menyiram wajah tampan Kris begitu saja.

“Kau gila Kris! Setidaknya kau harus mempunyai sebuah pekerjaan.” Kata Jessica sambil meletakkan garpu dan pisaunya agak keras ke atas piring. Berbeda dengan Kris yang meletakkan garpu dan pisaunya dengan pelan ke atas piring.

“Mimpiku bukan menjadi pengusaha, pegawai, atau semacamnya.” Balas Kris sambil membersihkan mulutnya dengan tissue yang ada di sebelah piring yang sudah kosong karena dihabisinya tadi.

“Jadi apa? Mimpimu apa?” Tanya Jessica penasaran. Kris tersenyum mendengar pertanyaan Jessica itu. Sepertinya Kris benar-benar mencintai kekasihnya itu.

“Mimpiku adalah kau, Jessica Jung.”

You had my child

You make my life complete

Just to have your eyes on little me

That’d be mine forever

                Kris dan Jessica baru keluar dari ruang dokter yang menangani Jessica. Ya, Jessica mual-mual selama tiga hari ini secara berturut-turut. Mereka pikir Jessica sakit biasa. Tapi..

“Jadi apakah kita harus mempersiapkan nama untuk anak kita?” Tanya Kris sambil mengelus-elus puncak kepala Jessica.

“Menikah dulu Kris. Kita harus mempersiapkan pernikahan kita.” Jawab Jessica.

“Hei, kau lupa? Kita sudah menikah di Canada satu bulan yang lalu dan lusa adalah hari pernikahan kita di Korea ini Jess.” Jelas Kris.

“Sama saja Kris.” Jessica tak mau kalah. Tetap saja yeoja yang bersifat dingin ini selalu berdiri kokoh pada pendiriannya.

“Ah yah, hari ini kita lihat apartement baru kita ya?” Ajak Kris sambil mengambil alih handbag yang dibawa oleh Jessica.

“Maaf Kris, aku sudah ada janji dengan Tiffany.”

“Janji apa?”

“Menginap di rumahnya malam ini.”

“Tapi kau..” ucapan Kris terpotong karena sudah ditatapi Jessica dengan death glare-nya. “Okay, kau bisa menginap di rumah Tiffany mala mini. Malam ini.” Ulang Kris. Ya, Kris harus mulai memahami sifat Jessica yang berubah drastic menjadi seperti ini. Harus.

And baby, everything that I have is yours

You will never go cold or hungry

I’ll be there when you’re insecure

Let you know that you’re always lovely

Girl, cos you are the only thing that I got right now

                Kali ini Kris akan tidur tanpa dirinya, tanpa Jessica. Kris menggigit bibir bawahnya dengan kesal. Kenapa yeoja harus bersikap itu ketika sedang hamil muda? Tiba-tiba dia mengingat masa-masa dirinya bersama Jessica. Jika Jessica berada disini sekarang pasti mereka sedang makan seloyang pizza besar dengan topping kesukaan Jessica. Sayangnya Jessica tidak ada disini sekarang. Kris mendapatkan ide.

Kris mengambil ponselnya lalu menelepon ke sebuah restoran pizza di Korea.

“Selamat malam. Saya mau pesan seloyang pizza dengan topping fish and chips.

“……………………………………….”

“Ya, tolong antarkan ke alamat ************. Atas nama Jessica. Aku akan mentransfer pembayarannya sekarang dengan m-banking. Terima kasih.” Kris menutup sambungan teleponnya lalu merebahkan tubuhnya ke atas kasur miliknya.

Dia menolehkan kepalanya kesebelahnya. Kosong. Tidak ada Jessica disana. Kris mengacak rambutnya frustasi. Dia membutuhkan Jessica sekarang. Kris mengambil ponselnya lagi dan mengirimkan sebuah pesan ke Jessica.

To : My J

                Hei, aku merindukanmu. Ingat selalu itu. I love you, my lovely.

One day when the sky is falling

I’ll be standing right next to you

Nothing will ever come between us

I’ll be standing right next to you

Right next to you

                Kris bangun dari tidurnya. Tak ada morning kiss dari Jessica. Jelas, Jessica masih berada di rumah Tiffany sekarang. Kris beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan ke arah dapur. Dia mengambil sebuah cangkir dan sendok kecil. Di buatnya kopi hitam lalu dituangkan ke dalam cangkir itu sebagai wadahnya.

Kris membaca berita lewat ponsel canggihnya di ruang makan ini. Kris mengangkat kakinya satu sambil membaca berita itu dengan amat serius. Ah, ada meeting hari ini, pikir Kris di tengah acara membacanya. Tiba-tiba terdengar suara aduan antara sendok kecil dan cangkir milik Kris.

Trk! Trk!

                Kurang lebih seperti itu suaranya. Kris memerhatikannya dengan seksama. Apa yang salah dengan benda kecil di hadapannya sekarang?

Trk! Trk! Trk! PRANG!

                Akhirnya, sebuah piring jatuh dari kediamannya. Kris sadar apa yang terjadi di Korea sekarang. Gempa, itu yang terjadi. Dengan sigap dia memasukkan ponselnya dan berlari keluar dari rumah orang tuanya yang berada di Korea. Kendaraan? Sepertinya tidak ada waktu untuk menunggu kemacetan di jalan ini agar cepat sampai di kediaman Tiffany.

Kris berlari sambil berusaha menelepon Jessica. Gagal. Gagal. Gagal. Selalu suara operator yang membalas telepon Kris. Sial, pikirnya. Kris terus berlari. Menghindari beberapa bangunan runtuh yang hampir menimpahnya. Beberapa polisi keamanan juga sudah menghadang acara berlarinya. Tapi semuanya sia-sia. Perasaan cinta Kris jauh lebih besar dari guncangan gempa ini. Jauh lebih besar dari semua hal yang menghadangnya sekarang.

We’re made for one another

Me and you

And I have no fear

I know we’ll make it through

Senyuman sedikit terukir di ujung bibir Kris. Dia sedang melihat Jessica sekarang di depan rumah Tiffany bersama Tiffany. Kris berlari ke arah Jessica.

“Jess!!” Panggil Kris. Jessica menoleh dengan mata yang sudah basah. Ya, Jessica menangis.

“Kris!!” Panggil Jessica.

“Sica!” Panggil Tiffany. Baru saja Jessica mau berlari ke arah Jessica tapi Tiffany menariknya lebih dulu. Tiffany melihat mobil yang sedang melaju kencang ke arah Jessica. Di lain arah Kris yang baru saja hampir sampai di tempat Jessica malah terserempet oleh mobil yang tadi hampir menabrak Jessica. Karena tidak beruntung Kris langsung jatuh dan masuk ke dalam lubang besar akibat gempa tadi. Gempa tadi sudah membuat tanah terbelah sebenarnya.

“KRIS!!” Teriak Jessica histeris. Air sudah mengalir deras seperti air terjun yang mengalir. Tiffany tidak menahan Jessica lagi. Jessica langsung berlari ke arah lubang besar itu. Untung saja ada penjaga keamanan yang menahan Jessica.

“KRIS!!” Panggil Jessica lagi. Tangisannya semakin mengeras sampai-sampai matanya memerah, wajahnya sudah memucat dan Jessica langsung ambruk seketika. Jessica pingsan. Penjaga keamanan dan Tiffany membawa Jessica ke tempat lebih aman dari tempat kejadian perkara ini.

***

Sampai langit runtuh aku tidak akan membiarkan apapun menghalangiku untuk datang ke dirimu. Kita tercipta untuk melengkapi satu sama lain. Walapun aku sudah tiada, aku akan selalu disampingmu. Menjagamu, melindungimu, dan setia menemanimu kapanpun itulah tugas dari seorang suami.

Suamimu,

Kris Wu

Kira-kira itu yang dibaca Jessica di depan pemakaman Kris. Pemakaman itu kosong. Tidak ada Kris di bawah tanah sana. Mayat Kris tidak di temukan. Mungkin mayatnya sudah di telan bumi sekarang. Tapi keluarganya tetap membuat pemakaman untuk Kris.

“Aku merindukanmu.” Kata Jessica dengan suara yang lirih. Air matanya mulai mengalir lagi. Sudah tiga bulan dia tinggal di apartement barunya tanpa Kris disana. Seharusnya mereka tinggal bersama. Bukan satu di bumi dan satu di surga.

Jessica melipat kertas dan menyimpannya ke dalam amplop. Ya, surat itu sudah di tulis oleh Kris ketika dia sudah resmi menjadi suami Jessica saat di Canada. Jessica tersenyum. Dia memegang perutnya yang sudah mulai membesar dibanding perut ratanya tiga bulan yang lalu. Sepertinya hidup dengan satu anak tanpa suami itu sudah menjadi jalan hidupnya.

THE END

10 thoughts on “Songfic : Right Next To You

  1. Huooo kenapa sad ending T-T kukira bakal bahagia selamanya(?)😦 hehe tapi bagus kok, feelnya dapet, dan bahasanya enak dibaca^^

  2. kris nya meninggal,,
    kasian sica lagi hamil,,

    buat krisica lg dong thor tpi happy ending kalo bisa married life,,,

  3. Kris ama Jessica nakal ih tidur bareng tapi belum nikah -_- makanya kalau mau pacaran belajar dulu sana sama ppany supaya gak salah gaul *plakkk
    Dan nasib Sica yampun kasian banget. Lagi hamil ditinggal Kris kan… tuh kan sad ending deh jadinya… TT.TT
    But overall, nice ff🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s