Only For You [1/3Shoots]

ck9t9sk8jkokid2uxlc4qbehjdifhv7l

***

Jessica Jung//Jeon Jungkook//Seok Jinah
Romantic//Angst//+13
Cerita ini terinspirasi dari salah satu novel Dewi Lestari, Rectoverso. Kebanyakan line para cast disini diubah.

***

“Curr” sebotol anggur putih dituang kedalam segelas kecil milik perempuan berambut cokelat dengan wajah yang cantik. Sisanya, botol wine itu diletakkan di sebuah tempat yang berisi bongkahan es untuk menjaga kedinginannya.

 

“Kamsahamnida” gadis itu sedikit menunduk.

 

Dengan menggunakan tanktop putih yang dibalut dengan patterned cardigan, beserta rok tulip yang juga berwarna putih. Dia tampak sangat cantik.

 

“Jadi, sudah siap untuk mendengarkan keluh kesahku untuk beberapa jam kedepan?” tanyanya padaku.

 

“Selalu siap, Jessica jung” aku menjawabnya dengan mantap.

 

“Baiklah” dia menuangkan wine itu kedalam gelasku, “Huh. Sebaiknya kita mengawali perbincangan ini dengan meminum beberapa teguk wine putih yang sudah tersaji”

 

Kami mengangkat gelas tidak terlalu tinggi, lalu bersulang sehingga membuat dentingan kecil diakibatkan peraduan gelas kami.

 

Wajahnya sedikit kecut, mungkin karena efek awal minum minuman beralkohol seperti ini, “Wel, Jadi…” kalimatnya menggantung dan wajahnya meredup, serta menunduk.

 

Aku mengangkat alisku perlahan, menantikan kelanjutan kalimat itu.

 

“I’m broke up with Jimin” akhirnya, selama ini yang kunantikan tiba juga. Bisa dibilang aku jahat, tetapi tidakkah kalian merasa senang saat orang yang kalian sukai kembali berstatus lajang?

 

Disisi lain, aku juga sedih. Karena bagaimanapun, Jessica tetaplah sahabat terbaikku sehingga aku merasakan betapa sedihnya perasaannya saat ini.

 

“I’m sorry to hear that Jess” aku menepuk pundaknya pelan, disertai anggukan darinya.

 

“I had enough, Kook. Kebohongannya, dia selingkuh, dia minta maaf, kembali melakukannya. Bodohnya seorang Jessica jung dimatanya. Disaat aku menjaga perasaannya, disaat itu pula dia menyayat hatiku, perlahan. Betapa kejam otaknya” kristal bening mulai menghiasi sudut matanya.

 

Aku memilih untuk terdiam, malam ini aku harus menjadi pendengar yang baik untuknya.

 

“Aku tahu aku tersakiti. Tapi bodohnya, aku membiarkan semua itu. Kupikir dengan memaafkan cukup untuk meredakan segalanya, memperbaiki kondisi. Namun salah, semakin banyak aku memaafkan, semakin banyak aku dibodohi olehnya. Dia memanfaatkanku, menjadikanku mainannya disaat kekasihnya yang lain tidak ada disampingnya”

 

Tangan mungilnya terus menerus mengisi gelas kecil itu dengan wine. Aku menatapnya cemas, aku sebelumnya belum pernah melihatnya minum sebanyak ini.

 

“Dia menjadikanku sasaran tipu dayanya. Aku hanyalah kelinci percobaannya yang berhasil menurutnya. Dimatanya aku hanyalah boneka yang bisa sebebasnya ia mainkan, ia pakai. Aku, ohok” dia mulai terbatuk dan aliran air matanya semakin menjadi.

 

Aku menepuk-nepuk punggungnya lembut, dia kacau malam ini. Kondisinya sudah mabuk, dan kini ucapannya mulai aneh, aku membisikkan pelan ditelinganya, “Patah hati dibuat untuk jatuh cinta, lagi”

 

Sebelum kondisinya tambah parah, aku segera membopongnya menuju mobil untuk kuantar pulang. Aku bukan orang yang suka memanfaatkan masa-masa seperti ini untuk kegiatan hina.

 

Sepanjang perjalanan pulang, dia tidak berhenti mengoceh dan menghina-hina kris dengan bahasa inggris maupun bahasa korea.

***

 

Kepalaku kuletakan diatas meja. Huft, rasanya lelah sekali setelah harus pergi semalaman, dan esoknya harus kembali ke kampus. Kulirik bangku disebelahku, masih kosong. Jessica belum datang.

 

Aku memilih untuk mengirim pesan singkat kepadanya.

 

To : Jessica

Kau tidak ke kampus hari ini?

Selang beberapa menit, pesanku langsung dibalas.

 

From : Jessica

Sepertinya tidak, Kook. Aku ingin beristirahat dan menenangkan pikiranku. Selamat bertemu dosen yang membuat kita sangat ngantuk itu! Jangan tidur dikelas karena tidak ada aku disampingmu ㅋㅋㅋ

 

Aku tertawa kecil melihat balasan darinya. Sehabis kelas ini, kuputuskan untuk menjenguknya.

 

“Selamat pagi Jungkook-ah~” tunggu, suara siapa itu? Aku menoleh dan mendapati Hyosung sedang tersenyum. Ah sial, gadis ini lagi.

 

“Ya, pagi” balasku dengan dingin.

 

“Hari ini aku duduk disebelahmu, ne?” dia izin tetapi sudah menduduki kursi itu terlebih dahulu, izin macam apa itu.

 

Aku mengangguk sedikit tanpa menoleh kearahnya sedikitpun.

 

“Gadis centil yang biasa bersama mu kemana?” ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling kelas.

 

Gadis centil? Aku tau pasti yang ia maksud adalah Jessica. Tapi, aku orang yang tidak suka berdebat. Lebih baik berbohong daripada berdebat, “Aku tidak tau siapa gadis centil dan aku merasa tidak pernah dekat dengannya”

 

“Kau tidak tahu Jessica jung?”

 

“Aku tau”

 

“Itu gadis centil yang kumaksud!” memang mereka berdua merupakan rival besar sejak SMA.

 

“Tarik ucapanmu atau kau angkat tempat dari kursi itu” kesabaranku mulai habis, kutatap matanya dengan dingin.

 

“Ya-Jungkook-ah! Bagaimana bisa kau—“

 

Dosen Kim sudah memasuki ruang kelas, semua anak kembali ke tempat duduknya. Dan Hyosung, gadis itu memilih diam daripada harus diceramahi oleh guru yang sudah sepuh itu. Untuk kali ini, aku berterima kasih padamu, Dosen Kim.

***

 

Dengan sebuket bunga mawar putih, aku mengetuk pintu rumah Jessica. Krystal, adik yang berumur 2 tahun lebih muda dari Jessica yang membukakan pintu untukku.

 

“Wah, ternyata Jungkook Oppa! Kau mencari Jessica unni kan?” tebakan yang tepat sasaran. Atau itu bukan lagi rahasia, karena memang aku selalu datang untuk mencari Jessica.

 

“Kau pintar sekali menebak, Krystal. Baiklah, sekarang dimana kakakmu itu?”

 

“Dia dikamar bersama, uhm. Siapa tadi, pria bermata bulat dan berbinar. Rambutnya cokelat, siapa tadi namanya, aku lupa” dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena bingung, lupa dengan nama pria itu.

 

Tunggu, siapa pria itu?

 

“Apakah dia sekampus denganku?”

 

“Hmm, entahlah. Lebih baik kau masuk dan melihatnya sendiri, Oppa”

 

Dengan langkah yang cepat aku masuk ke rumahnya dan menaiki tangganya. Kuketuk pintu kamar Jessica. Dari luar terdengar suara tawa-nya. Ternyata keadaannya jauh lebih baik dari yang kusangka.

 

“Jessica” kuketuk pintu kamarnya sekali lagi, sambil memanggil namanya.

 

“Masuk saja Jungkook-ah!” teriaknya dari dalam kamar.

 

Kubuka pintu kamarnya. Siapa dia? Aku belum pernah melihat sebelumnya. Melihatku yang menatap ‘pria asing’ itu, Jessica segera membuka mulutnya.

 

“Oh iya, Jungkook. Kenalkan, ini sahabatku, Seok Jin Ah. Dan Jin, kenalkan ini sahabatku juga, Jungkook”

 

Pria itu mengulurkan tangannya, kusambut salam perkenalan darinya dengan hangat. Kuakui, wajah lelaki ini memang tampan, tampak seperti orang yang baik. Dan kuyakin umurnya masih dibawahku.

 

“Jin ini dulunya sunbae kita semasa SMA. Kau ingat?”

 

Oke, dugaanku salah. Mukanya terlalu muda untuk seorang sunbaenim. Apalagi matanya yang berbinar itu, benar-benar tampak seperti anak kecil.

 

Tunggu, aku peringatkan aku masih normal. Aku memujinya karena memang benar realitanya seperti itu, bukan karena aku gay. Aku masih mencintai seorang Jessica jung!

***

 

Setelah hari itu, Jessica sudah mulai menjalani rutinitasnya seperti biasa. Akan tetapi ada sedikit perbedaan. Ya, dia jadi lebih dekat dengan Pria Barbie itu. Pria Barbie? Itu panggilan dariku untuk Seok Jin Ah hyung.

 

Terkadang aku kesal, disaat aku bersama Jessica. Karena kini pandangannya lebih sering menatap layar ponsel daripada menghargai kehadiranku disini.

 

Dan sekarang, kemana dia? Sudah 1 jam aku menunggu di halte tempat biasa kita bertemu. Kau mengajakku untuk menemanimu ke toko bukukan, Jess?

 

Tiba tiba ponselku bergetar, ada pesan masuk.

 

“Jungkook-ah maafkan aku! Tiba-tiba Jin Oppa memintaku untuk menemuinya di taman dekat rumahku. Kuharap kau tidak marah. Jangan datang kerumahku karena aku sedang menemui Jin Oppa saat ini. Sekali lagi mianhae Jungkook-ah~><”

 

Sial. Aku keduluan rupanya.

***

Gimana, gimana? Mengecewakan-kah? Ini aku ngebawain ff req yang minta castnya gak mainstream, yaudah aku coba anak BTS. Biar Jessica gak terkesan pedo, jadi line-nya aku samain bahkan aku tuain si cowok wahah.

Oh iya cerita pertama yang mungkin aku bikin cerita dari some love stories, baek-sica sepertinya. Harap menunggu karena otak sering bumpet hehe. Jangan lupa comment dan makasih supportnya di drabble collectionku yang pertama! Ily<3

29 thoughts on “Only For You [1/3Shoots]

  1. kasihan jungkook memendam rasa sama sica, heran kalo suka napa ga nyatakan perasaannya saja yah takut d dahului sama jin ah…. huaaa…. penasaran nih siapa yg bakal dapetin sica

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s