Remember Our Pinkie Swear[1 Of 2] [Sequel Of HanSica(Jessica Drabble Collection)

pp

Title : Remember Our Pinkie Swear Part 1

Author : miazzura

Cast : Jessica, Luhan, etc…

Genre : Fluff, Romance, Sad

Length : TwoShoot

A/N : Annyeong^^ Karena banyak yang minta sequel ‘Jessica Drabble Collection’,  jadi aku bikinin deh TwoShoot nya satu-satu^^ Semoga kalian suka ya^^ Happy Reading^o^ jangan lupa RCL nya\(^o^)/

Poster by http://luminosky.wordpress.com/

“Remember it, chagi…”

Author POV

Seorang namja berambut blonde kecoklatan tengah mengenggam erat tangan seorang yeoja manis berambut coklat. Kedua insan itu tengah menikmati ice cream masing-masing sambil menatap indahnya langit senja di hamparan rerumputan hijau.

“Eumm… Oppa, mau kah kau berjanji padaku?”sang yeoja bernama ‘Jessica’ menatap lekat manik mata namjachingunya yang bernama ‘Luhan’ itu. “Berjanji? Berjanji apa, chagi?”Luhan tersenyum lembut kepada Jessica sambil mengusap pelan puncak kepala gadis itu.

“Janji ya kau tidak akan melupakanku maupun meninggalkanku.”mendengar perkataan Jessica, Luhan hanya mengangguk pasti sambil tersenyum. Merasa kurang puas dengan jawaban Luhan, Jessica langsung mengacungkan jari kelingkingnya dihadapan Luhan. Sementara Luhan hanya menatap jari Jessica bingung. “Pinkie swear. Dengan itu kau benar-benar berjanji padaku.”Luhan tersenyum lalu sedetik kemudian menautkan jari kelingkingnya pada kelingking Jessica. “Pinkie swear?” “Ne, pinkie swear.”

“Sudah, ayo kita pulang.”Luhan menarik tangan Jessica lembut lalu berjalan menuju motor sport merahnya.

Motor Luhan melaju diantara padatnya jalanan Seoul. Tidak begitu lama, Luhan segera memberhentikan motornya tepat di halaman sebuah rumah yang cukup besar dengan halaman yang bisa dibilang asri. Ya, itu adalah rumah Jessica.

“Gomawo, oppa. Hati-hati dijalan.”Jessica melambaikan tangannya yang dibalas dengan senyuman lembut dan lamabaian tangan pula dari Luhan. Setelah memastikan Luhan sudah keluar dari gerbang rumahnya, Jessica mulai berjalan menuju kamarnya dengan senyum yang sedari tadi mengembang di wajahnya.

“Yak! Eonnie, waeyo? Kenapa kau senyum-senyum begitu? Aah… Aku tau, pasti karena ‘Luhan Oppa’mu itu kan?”Krystal-adik Jessica-langsung menyerbunya dengan berbagai macam pertanyaan ketika Jessica sudah sampai di ruang tengah. “Hehehe… Ne, Kryssie.”Jessica mengacak rambut Krystal lalu langsung berlari kecil menuju kamarnya, meninggalkan Krystal yang sedang memperbaiki rambutnya sambil mengumpati kakaknya pelan.

Jessica POV

“Aah~ Luhan oppa.”aku menghempaskan tubuhku diatas kasur sambil menatap kearah langit-langit kamarku yang berwarna putih bersih itu. Aku melihat jam yang melingkar manis di tangan kiriku. ‘Mwo?! 18.30 KST?! Aku bahkan belum mandi dan masih menggunakan seragam sekolah.’pikirku lalu dengan cepat mengambil piyama putihku lengkap dengan handukku yang juga berwarna putih dan segera berlari menuju kamar mandi.

Tok… Tok… “Eonnie! Ppali! Kita makan malam dulu! Eomma dan appa akan pulang malam lagi hari ini!”cih… Suara Krystal. “Ne, sebentar lagi!”balasku dengan sedikit berteriak juga. Setelah kurasa sudah selesai, aku segera berlari kecil menuju ruang makan. “Cih… Sejak dia jatuh cinta, dia jadi terlalu mementingkan penampilan.”aku langsung menatap Krystal tajam, karena kurasa kata-katanya itu ditujukan untukku.

“Yak! Kenapa eonnie menatapku seperti itu? Jangan-jangan kau mengira aku membicarakanmu ya? Aku membicarakan tentang serial TV terbaru kok.”cih… Jawaban macam apa itu?! Kau tidak pandai berbohong Krystal Jung.

“Sudah, silahkan duduk nona Jessica. Silahkan dimakan.”aku tersenyum kepada Song ahjumma lalu mengambil tempat duduk dihadapan Krystal. “Eomma dan appa kemana?”tanyaku memecahkan keheningan diantara kami berdua sambil memotong beef steak dihadapanku. “Entahlah, mereka hanya bilang akan pulang malam hari ini. Mungkin mereka akan pulang tengah malam.”aku mengangguk-angguk kecil mendengar penjelasan Krystal, dan selanjutnya kami hanya melanjutkan makan dalam hening.

 Geobuga geu sokdoron meolli mot domangga. Gedaga geu gireun deo meolgo heomhajanha
Sangcheoga amulgo da-~

Aku langsung mengangkat telpon yang masuk ke iPhone ku tanpa melihat nama penelponnya.

“Yeoboseyo?”

“Yeoboseyo. Apa anda mengenal Xi Luhan?”

“Luhan oppa? Ne, dia namjachinguku. Ada apa?”

“Bisakah anda datang ke daerah Gangnam sekarang. Baru saja terjadi tabrakan hebat disana, antara motor yang dibawa tuan Luhan dengan sebuah mobil.”

“A… Apa?! Baiklah!”

Pip! Aku segera memutuskan sambungan telpon dan mengambil kunci salah satu mobil appaku.

“Yak! Eonnie! Kau mau kemana?! Kau yakin mau pergi dengan piyamamu itu?! Kau bahkan belum menyelesaikan makanmu! Yak!”aku sempat mendengar teriakan Krystal yang lebih terdengar sebagai ocehan di telingaku, tapi aku tak memperdulikannya. Yang ada dipikiranku saat ini hanya ada Luhan oppa. Bagaimana keadaannya sekarang?

Kulajukan mobilku diatas kecepatan rata-rata biasanya. Sudah cukup lama aku berkendara, sampai akhirnya aku melihat kerumunan orang dan mobil polisi di daerah Gangnam. Aku segera berlari keluar dari mobil. Dan betapa terkejutnya aku melihat Luhan oppa tengah terkulai lemas dengan darah segar mengalir dari kepalanya.

“Mi… Mianhamnida, ahjussi. Boleh aku meminta bantuan mu untuk membawanya ke mobilku?”tanyaku pada seorang polisi sambil menyeka air mata yang sedari tadi membasahi pipiku. “Tapi agassi. Ambulance sebentar lagi datang.”aku mengepalkan kedua tanganku geram mendengar jawaban polisi dihadapanku ini. “Sudah tidak ada waktu ahjussi! Bantu aku membawanya!”teriakku, sang polisi pun langsung menuruti perintahku untuk membawa Luhan oppa masuk ke mobilku. “Kamsahamnida.”ujarku cepat lalu langsung menancap gas menuju rumah sakit terdekat.

Author POV

@Gangnam Severance Hospital

Sesampainya di rumah sakit, Luhan langsung dibawa beberapa dokter dan suster kedalam ruang operasi. Sementara Jessica? Gadis itu sedang duduk di depan ruang operasi sambil menangis sesegukan. Cklek! Jessica segera mengalihkan pandangan pada pintu ruangan operasi yang baru saja dibuka oleh seorang dokter.

“Ba… Bagaimana keadaan Luhan oppa dokter?”Jessica langsung menghampiri dokter lelaki itu sambil tetap menagis sesegukan. “Luka dibagian kepalanya sangat parah. Kami akan mengoperasinya. Sambil kami melakukan opersasi, agassi harus menyelesaikan uang administrasi terlebih dahulu. Baru kami dapat menjamin semuanya. Terima kasih.”dokter itu pun langsung kembali masuk kedalam ruangan operasi, meninggalkan Jessica yang sedang mengacak rambutnya kasar.

“Arrrgh!! Sial! Aku lupa bawa dompet lagi!”maki Jessica lalu mengambil iPhon nya, berniat menelpon Krystal.

“Yeoboseyo, waeyo eonnie?”
“Yeoboseyo, Kryssie. Tolong kau ambilkan dompet eonnie dan pakaian eonnie ya, lalu kau antarkan ke Rumah Sakit Gangnam Severance. Kau bisa kan? Cepat ya.”

“Ne, eonnie. Tapi kena-“

Pip! Jessica langsung memutuskan sambungan telpon dengan adiknya lalu mulai berdo’a untuk namjachingunya, Luhan.

10 menit… Krystal belum kunjung datang. 20 menit… Baiklah, Jessica masih menunggu. 35 menit… “Eonnie!”akhirnya… “Ah! Kryssie, akhirnya kau datang.”Jessica langsung memeluk adik kesayangannya itu. “Ada apa eonnie? Kau terlihat kacau. Ini dompet dan pakaianmu.”Krystal menyerahkan dompet dan pakaian Jessica.

“Tidak apa. Nanti saat appa dan eomma pulang, bilang pada mereka kalau hari ini aku akan menginap di rumah sakit. Lagipula besok weekend, aku harus menjaga Luhan oppa. Arraseo?”ujar Jessica panjang lebar lalu berjalan menuju bagian administrasi untuk membayar biaya operasi Luhan.

Yang Jessica tau, Luhan hanya tinggal sendirian di Seoul. Keluarganya tinggal di China. Oleh karena itu, Jessica berniat menginap di rumah sakit untuk menunggu Luhan. “Tapi eonnie, tidak apa jika eonnie disini sendirian?”Krystal menarik lembut lengan Jessica. “Tidak apa. Sudah, kau pulang saja. Jika appa dan eomma pulang tapi tidak ada satupun dari kita yang berada di rumah, bisa-bisa kita berdua terkena amukan mereka berdua. Oke?”Jessica mengelus lembut puncak kepala adik kesayangannya ini setelah gadis itu selesai menyelesaikan administrasi. “Oke. Baiklah, eonnie. Jaga dirimu ya, annyeong!”Krystal pun berjalan meninggalkan Jessica yang kembali duduk di hadapan ruangan operasi Luhan.

Jessica POV

1 jam… Sepertinya operasi masih berlangsung. 2 jam… Lampu operasi masih menyala. 3 jam… Hhh, kenapa lama sekali? 4 jam… Cklek! “Ah!”seruku lalu menghampiri seorang dokter yang langsung mengisyaratkanku masuk kedalam ruangannya.

“Silahkan duduk nona…”dokter itu menggantungkan kata-katanya yang langsung kubalas dengan “Jessica Jung.” “Ah! Ya, silahkan duduk nona Jessica Jung.”aku pun menuruti perintah dokter tersebut dengan duduk dihadapan dokter itu. “Jadi bagaimana keadaan Luhan oppa, dok?”tanyaku langsung to the point. Sempat kulihat, dokter itu mendesah berat sebelum berkata. “Nyawanya dapat diselamatkan. Tapi akibat benturan keras dibagian kepalanya, membuat tuan Luhan mengalami gegar otak.”a… apa?! “Ge… Gegar otak?”Jleb! Rasanya seperti ada ribuan pedang tajam yang tertancap diseluruh bagian tubuhku.

Luhan oppa. Bagaimana dengan janjimu? Baru saja kita membuat janji ini, tapi kita sudah mengingkarinya. Luhan oppa, haruskah ini terjadi padaku?

TBC~

Gimana? Ini sequel yang HanSicanya^^ Rencananya ini bakal jadi TwoShoot^^ Oke… Jangan lupa RCL nya ya^^

32 thoughts on “Remember Our Pinkie Swear[1 Of 2] [Sequel Of HanSica(Jessica Drabble Collection)

  1. Pingback: Remember Our Pinkie Swear[2 Of 2] [Sequel Of HanSica(Jessica Drabble Collection)] | Jessica Jung Fanfiction

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s