You’re My Destiny | Part 2

ymd

Title      : You’re My Destiny

Genre   : Romance, Sad(ga yakin-_-), Angst (ga yakin_-_), Comedy (?)

Main Cast        :

Jessica Jung

Xi Luhan

Support Cast :

Xiumin Kim

Kim Hyoyeon

Sunny Lee

Chen Kim

Choi Sooyoung

Pairing : HanSica – LuYoung – XiuSica – XiuSun – HyoChen

Rating   :  PG-13

Author  : CJH

Disclaimare :This is my own storyline. I don’t copy this from other fiction,this is my pure imaginaton. Don’t Be a plagiator, don’t bashing and in this fiction i just borrow the cast’s name.

Note : FF ini hanya fiktif belaka jika ada kesamaan mohon dimaklumi hwhw._.

Dan satu lagi.-. tebakan kalian semua salah._. kk~

Created By Choi Jung Hee

Part 2

.               .               .                               .               .               .                               .               .               .

Luhan menutup telinganya karena mendengar teriakan maut(?) Jessica. “Ya, aku akan di jodohkan oleh Ba Ba dan Ma Maku. Aku tidak tahu apa yang telah di pikirkan oleh mereka. Tapi survey telah membuktikan(?) kalau mereka ingin melihatku bahagia tanpa Sooyoung” jelas Luhan. Namja itu menggaruk-garuk rambutnya frustasi. Ingat, ini zaman modern. Bukan zaman purbakala yang masih menggunakan perjodohan.

“Lalu kau menerimanya?” tanya Jessica polos. Luhan melirik sahabatnya itu kesal. “Tentu tidak pabo. Tapi jika aku menolaknya ada syaratnya” ujar Luhan serius.

Jessica mendekatkan dirinya kepada Luhan. Gadis berdarah Korea – Amerika itu mulai tertarik dengan perjodohan Luhan. “Aku harus mendapatkan yeojachingu secepatnya. Terakhir besok” ujar Luhan dengan nada bergetar. Ucapan Luhan sukses membuat Jessica menjauh dari Luhan. “Kau kenapa?” tanya Luhan bingung. Jessica menggelengkan kepalanya.

“Dan aku berfikir yeoja itu kau Jess” kata Luhan disertai smirk nakalnya. Jessica memandang Luhan datar. Lalu gadis itu memukul kepala Luhan. “Tenang Jess hanya pura-pura” ucapnya menenangkan. Jessica menyembunyikan wajahnya di bawah bantal bulu angsa(?) milik nya.

“Kau kenapa? Aku fikir kau sangat senang sekali menjadi yeojachingu pura-puraku. Haha” ledek Luhan. Jessica bangun dari tempat persenyembunyiannya. “Siapa bilang?” desis Jessica kesal.

“Besok malam kita akan peri ke Busan untuk menemui orang tuaku” jelas Luhan pada yeocachingu ‘pura-puranya’ itu. jessica mengangguk mengiyakan. Beberapa detik kemudian gadis itu memukul kepalanya gusar.

“Luhan aku tidak bisa” gerangnya seperti balita berumur lima tahun. Luhan melirik sahabatnya itu datar. Ada apa dengan gadis aneh ini?

“Luhan aku tidak bisa. Aku harus berkencan dengan Xiumin. Boleh ya? Mungkin lain kali kita bertemu dengan orang tuamu” pinta Jessica dengan menunjukkan puppy eyesnya. Bagi Luhan itu semua sama sekali tidak mempan. Meskipun itu lucu.

“Tidak bisa, besok tetap besok. Kau sudah berjanji untuk membantuku. Biarkan saja si Xiumin itu, namja cantik sepertinya mengapa kau menyukainya?” bentak Luhan kepada Jessica yang sekaligus meledek atasannya, Xiumin.

Jessica melirik Luhan sinis. “Apa boleh buat kalau begini. Aku yakin kesempatan emas seperti ini tidak datang hanya sekali kepadaku. Dan menurutku kau lebih cantik dari pada Xiumin” ujar Jessica santai tapi menusuk(?)

“Aku tidak cantik. Aku imut dan tampan” bangga Luhan. Jessica menatap jijik sahabatnya. Imut? Tampan? Benarkah itu? kurasa tidak.

“Kau terlalu percaya diri Lu. Lihat saja tidak ada yang mengidolakanmu di kantor. Kalau Xiumin hampir semua karyawan mengidolakannya” ejek Jessica lagi

“Lihat saja, sebentar lagi kau pasti akan mengidolakanku” celetuk Luhan percaya diri.

Jessica mengabaikan kepercayaan diri Luhan, gadis itu sibuk menekan keypad ponselnya.

To : Xiumin^^

Xiumin-ah, mianhae besok malam aku tidak bisa makan malam denganmu. Aku ada keperluan mendadak dengan Luhan. Namja sialan itu terus saja membuatku susah, mianhae Xiumin-ah L

Jessica mengirim pesan permintaan maaf pada Xiumin. Sungguh. Jessica sangat menyesal tidak mepergunakan kesempatan emas itu dengan baik-baik. Tapi apa boleh buat, membantu sahabat mungkin yang paling utama baginya.

Tidak perlu menunggu lima menit, Xiumin sudah membalas pesan singat Jessica

From : Xiumin^^

Ne Jess, tidak apa. Aku juga punya keperluan mendadak. Ku harap Luhan, si namja cantik berubah, keke^^

Jessica menahan tawanya setelah membaca kalimat terakhir pesan singkat dari Xiumin. Luhan mengetahui itu, namja itu mendekat kearah Jessica. Sepertinya namja blonde itu penasaran atas percakapan pesan singkat Jessica.

“Kau sedang berkiriman pesan dengan siapa?” tanya Luhan penasaran. “dasar kepo” batin Jessica.

“Mau tau aja atau mau tau banget?” #ketahuan author alay-_-/ goda Jessica yang terdengar alay(?)

Luhan meraih dahi Jessica. Jessica tampak bingung dengan perlakuan aneh Luhan.

“Sepertinya otakmu sudah miring 360 derajat, badanmu juga panas” kata Luhan yang ‘sok’ seperti dokter. Jessica terkikik geli melihat tingkah konyol Luhan.

“Lu, jangan bermimpi. Kau tidak mungkin menjadi dokter. Mungkin kalau menjadi dokter pasti jadi dokter kejiwaan haha” ujar Jessica diseiringi dengan tawanya.

Kesempatan bagus bagi Luhan. Namja China itu meraih ponsel Jessica dan membuka pesan satu persatu.

Luhan diam membeku setelah membaca beberapa pesan singkat Jessica. Jessica yang melihat perubahan air muka sahabatnya itu berlalu dan mendekati Luhan. “Wae?” tanya Jessica cemas. Sepertinya perasaan Luhan sedang tidak baik.

Luhan menatap Jessica datar. Terkesan mengerikan mungkin. “Kau membicarakanku di belakangku, eoh?” teriak Luhan yang sukses membuat apartemennya bergetar(?)

Jessica tersentak kaget melihat kemarahan Luhan yang menggebu-gebu. “Bukan aku Lu, aku tidak bermaksud” sesal Jessica dengan raut wajah takut. Luhan sudah menjelma menjadi monster sekarang.

“Lalu?”

“Aku hanya bilang pada Xiumin kalau aku tidak bisa tapi..” penyataan Jessica menggantung. Sepertinya gadis itu tidak mau menjelaskan yang sebenarnya.

“Tapi Xiumin menganggapku namja cantik?” bingo! Namja itu benar. Ya benar karena Luhan men-stalk pesan singkat di ponsel Jessica.

Jessica semakin takut dengan Luhan, aura imutnya sudah hilang. Xi Luhan sudah dewasa sekarang.

“Lu, mianhae aku tidak bermaksud untuk memakimu. Itu hanya candaan Lu. Jeongmal mianhae” sesal Jessica. Luhan mengabaikan permohonan maaf Jessica. Namja ‘imut’ itu lebih memilih menutup kedua telingnya dengan earphone. Mendengarkan lagu jauh lebih baik dari pada mendengarkan ocehan Jessica.

Jessica merasa bersalah terhadap semua yang telah ia lakukan. Meskipun gadis bule itu tidak bermaksud menyakiti hati luhan, yaa nasi sudah menjadi bubur.

“Lu mianhae, jeongmal mianhae” ucap Jessica lirih. Luhan pergi meninggalkan apartemen Jessica. Tanpa mengucapkan salam atau pamit sekalipun. Namja China itu sudah sangat marah mungkin. Bisa di bilang juga, Luhan kecewa karena Jessica yang telah berjanji menjadi sahabatnya. Bukan karena itu,tetapi Jessica telah menyakiti hatinya.

Jessica menatap punggung Luhan lirih. “Apakah aku menyakiti hatinya?” gumam Jessica kepada dirinya sendiri.

***

Jessica memasuki ruang kerjanya. Di dalam ruangan bernuansa putih itu hanya ada seorang namja berkulit putih pucat, Luhan. Yaa, patner sekaligus tetangganya itu.

Jessica, yeoja itu masih mengingat kejadian semalam. Disaat dirinya dan Luhan bertengkar hebat. Jessica berniat untuk minta maaf kepada Luhan. Ya Jessica harus bisa menghadapi Luhan yang mengerikan di saat marah.

“Lu, mianhae” kata Jessica yang sedang berjalan mendekati Luhan berada. Luhan hanya melihat Jessica sekilas, lalu mengabaikannya.

Jessica tidak sanggup membendung air matanya. Air mata Jessica tumpah dengan sendirinya.

“Bukankah nanti malam kita akan ke rumah orang tuamu? Ayolah Lu, jangan seperti ini. Aku tahu aku salah, aku janji tidak akan membicarakanmu di belakangmu. Aku janji akan menjadi sahabat terbaik untukmu. Trust me” ucap Jessica lirih.

Luhan mengumpat tawanya. Sebenarnya ini semua hanya akting belaka untuk mengerjai Jessica. Mungkin kalian mengira Luhan adalah namja jahat. Tetapi baginya membuat Jessica menangis itu adalah suatu kebanggan tersendiri, bagi Luhan. Tentunya.

“Aku akan memaafkanmu. Tapi ada syaratnya” ujar Luhan serius. Tetapi dalam hatinya, ia ingin tertawa sekeras-kerasnya. Bahkan di depan Jessica, kalau perlu.

“Apa Lu? Katakan saja. Aku pasti akan menurutinya” jawab Jessica antusias. Luhan menggaruk dagunya, menandakan bahwa namja itu sedang berfikir.

“Kau ‘kan yeojachingu ‘pura-puraku’. Tetapi itu semua hanya di depan orang tuaku ‘kan?” kata Luhan mengisyaratkan. Sepertinya ia memberikan kode kepada Jessica. Jessica merasa perasaannya mulai tidak enak. Yeoja itu berfikir bahwa syarat dari Luhan itu pasti aneh. Jessica yakin itu.

“Aku ingin kau menjadi yeojachinguku di depan semua orang” ujar Luhan tiba-tiba. Jessica membulatkan matanya selebar-lebarnya.

“WHATT?????????? JANGAN BERCANDA LU!” #Caps jebol._.V. teriak Jessica. Yeoja itu ingin sekali melempari Luhan batu kerikil yang tajam. Untuk menyadarkan otak konsletnya.

“Ralat, yang ku maksud adalah ‘yeojachingu’ pura-puraku. Mengerti? Jika kau tidak mau. Kita tidak akan menjadi sahabat selamanya” ancamnya. Jessica menggigit bibir bawahnya. Sangat sulit memilih pilihan aneh itu.

“Jika aku menerima syarat Luhan, Xiumin pasti mengira aku adalah yeojachingu aslinya” fikir Jessica. Tapi jika gadis berdarah Korea – Amerika itu menolak syarat itu, maka dia dan Luhan bukan sahabat lagi.

Dengan berat hati, Jessica menerima syarat Luhan. Namja itu—Luhan—tersenyum kemenangan. Yaaa, namja itu bisa merebut Jessica dari Xiumin. Eh? Luhan tertarik pada Jessica?

Tanpa basa-basi lagi Luhan menarik tangan mungil Jessica. Jessica sempat meronta, yeoja itu menolak perlakuan Luhan. Tapi apa boleh buat. Luhan adalah namja yang keras kepala.

“Kita mau kemana?” tanya Jessica disela-sela rintihannya. Luhan mendekatkan kepalanya ke telinga Jessica. “Kita akan ke cafe, chagi” ujar Luhan lembut. Namja itu mengembangkan senyum evilnya. Jessica ‘agak’ takut dengan perlakuan Luhan barusan. Seperti monster.

Banyak sekali para karyawan atau staff kantor membicarakan mereka berdua, Jessica dan Luhan. Ada yang mengatakan mereka berkencan ‘lah, berpacaran ‘lah, dan sebagainya. Whatever.

“Whoaa, apa yang sebenarnya terjadi di sini?” tanya Hyoyeon antusias kepada ‘pasangan baru’ itu, Luhan Jessica.

“Kami menyusul kalian berdua” ucap Luhan dengan mengembangkan senyum kemenangannya. Jessica hanya bisa mendesah kasar melihat perlakuan Luhan yang semakin hari semakin menyerupai monster.

“Aigoo, chukkae Luhan dan Jessica” teriak Hyoyeon dan Chen bebarengan. Yaa karena teriakan mereka berdua, semua penghuni cafe memberikan perhatian mereka kepada tempat duduk dimana Hyoyeon, Chen, Luhan dan Jessica berada.

Cafe menjadi ramai. Semua banyak yang memperbincangkan ‘pacaran’ pura-pura Luhan dan Jessica. Meskipun mereka tidak tahu semua dibalik itu.

***

“Kau sudah siap Jess?” tanya Luhan kepada Jessica. Yeoja lawan bicaranya itu hanya mengangguk lesu. Malam ini seharusnya yeoja bule itu berkencan dengan Xiumin, bukan menemui orang tua Luhan dan bersandiwara.

Luhan mengetahui perubahan raut wajah Jessica. Namja itu menyadari bahwa tindakannya itu licik dan jahat. Tapi itu semua nafsunya yang mendorongnya melakukan semua hal ini.

Luhan menggenggam tangan mungil Jessica. “Kita sudah sampai, fighting” bisik Luhan. Jessica hanya bisa tersenyum tipis menanggapi Luhan.

Sebenarnya, Gadis itu sangat-sangat gugup. Gugup karena menghadapi orang tua Luhan. Yaa, semoga saja rencana mereka berdua berhasil. Semoga.

Luhan dan Jessica melangkahkan kaki mereka memasuki rumah kediaman keluarga Xi. Keluarga Luhan memang sudah pindah ke Korea sejak lima tahun lalu. Tepatnya di Busan. Tetapi karena pekerjaan Luhan, jadi ia harus membeli sebuah apartemen di Seoul.

“Kalian sudah datang, masuklah” sambut Nyonya Xi, eomma Luhan dengan ramah. Mereka semua berjalan menuju ruang makan. Tepat mereka akan berbincang.

“Jadi kau yang bernama Jessica Jung?” tanya eomma Luhan to the point. Jessica menganggukkan kepalanya, “Ne”

Sekejap kemudian eomma dan appa Luhan tertawa. Ada apa dengan mereka?

“Ba Ba, Ma Ma. Ada apa? Mengapa kalian tertawa?” tanya Luhan heran. Sepasang suami istri itu hanya saling berpandangan lalu menghentikan tawanya.

“Tidak perlu investigasi lebih lanjut pada Jessica, Ba Ba dan Ma Ma langsung setuju tentang hubungan kalian. Kalian di restui. Perjodohan Luhan dengan anak teman Ba Ba di batalkan. Pernikahan kalian akan segera di selenggarakan” ujar Ma Ma Luhan sambil tersenyum senang. Jessica membulatkan matanya.

“WHATT?”

TBC

Jangan demo untuk kalian karena ini terlalu pendek._. maaf ‘kan author ya /sujud/. Dan mengapa akhir-akhirannya selalu What?.-. author juga tidak tahu._. lagi suka sama kata itu #plakk. Untuk tebakan kalian yang ada di comment kalian semua pada salah.-. enta kenapa kalian bisa janjian/? Berkomentar seperti itu.-. jangan-jangan kalian di sogokin sama Arya/?. Oke sekian ocehan dari saya. See you next part~

4 thoughts on “You’re My Destiny | Part 2

  1. kalau aku duga dr prang tua luhan lho ya pst yg mau dijodohkan sm luhan itu jessica sdr huahahaha xD #readerssoktahu._.V next thor cepetan eak :3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s