Remember Our Pinkie Swear[2 Of 2] [Sequel Of HanSica(Jessica Drabble Collection)]

pp

Title : Remember Our Pinkie Swear Part 2

Author : miazzura

Cast : Jessica, Luhan, etc…

Genre : Fluff, Romance, Sad

Length : TwoShoot

A/N : Annyeong^^ Ini second shoot nya^^ Semoga kalian gak pada ngamukin author ya ._.v Udah deh, happy reading^^ jangan lupa RCL\(^o^)/

Poster by http://luminosky.wordpress.com/

Previous Chapter : 1

“Remember it, chagi…”

“Agassi…”aku tersadar saat namaku dipanggil oleh dokter dihadapanku ini. “Mungkin Luhan hanya akan mengingat biografinya saja. Selain itu, kami perkirakan bahwa dia tidak akan mengingatnya.”aku menunduk mendengar penuturan dokter. Tes! Setetes air mata sukses lolos membasahi pipiku. “Anda boleh menemani Luhan didalam kamarnya, agassi.”aku tersenyum getir mendengar perkataan dokter. “Ka… Kamsahamnida.”aku berjalan gontai menuju kamar rawat Luhan oppa.

Cklek! Dengan hati-hati, aku membuka pintu kamar Luhan oppa. Aku sempat memperhatikan wajahku dicermin, sebelum melihat Luhan oppa. Kacau. Kata itulah yang sanggup menggambarkan keadaanku saat ini. Rambut acak-acakkan, baju yang lusuh, piyama pula, ditambah lagi dengan sendal rumah dan wajah pucatku. Mungkin orang awam akan mengira kalau aku yang seharusnya dirawat disini.

Aku tersenyum kecut melihat keadaanku sekarang. Perlahan, aku berjalan gontai menuju kursi kecil disebelah tempat tidur Luhan oppa. Kugenggam tangannya lembut, lalu perlahan mengistirahatkan mataku.

In the morning…

Author POV

Sinar matahari menembus masuk di celah-celah tirai penutup jendela. Luhan yang tengah berbaring lemas pun mulai merasa terganggu dengan sinar matahari yang terlalu menusuk matanya. Diputuskannya untuk membuka matanya perlahan walaupun bagian belakang kepalanya masih terasa sakit.

Asing. Itulah kesan pertama yang Luhan rasakan begitu melihat tempat nya berada sekarang. Ruangan serba putih dengan berbagai macam alat kesehatan dimana-mana, ditambah lagi dengan seorang gadis yang sedang tertidur sambil memegangi tangannya erat.

“Err… Agassi, ireona.”Luhan pun memutuskan untuk mengguncang tubuh Jessica pelan. Jessica yang cukup merasa terganggu akhirnya membuka perlahan matanya meski dengan berat hati. “Ah~ Luhan oppa sudah bangun ya? Kau mau makan apa biar kupesankan.”ujar Jessica sembari tersenyum ramah kearah Luhan. “Siapa kau?”Glek! “Kau benar-benar tidak mengingatku oppa?”tanya Jessica memastikan. “Tidak. Lagipula memangnya apa pengaruhmu dalam hidupku.” ‘Ucapan dokter benar’gumam Jessica dalam hati. Lagi… Tak terasa, air mata sudah menggenang di pelupuk mata gadis cantik ini.

Jessica pun menceritakan semua kejadian yang membuat Luhan lupan ingatan seperti sekarang ini.Tapi Luhan selalu memegangi kepalanya yang terasa berdenyut. Mungkin Luhan mencoba mengingat semuanya, tapi mungkin juga usahanya gagal.

“Aku ingin pulang.”ujar Luhan singkat lalu mencoba bangkit dari tempat tidurnya. “Ne, oppa. Tapi aku harus mandi dulu, baru aku akan mengntarkanmu pulang ne?”Jessica tersenyum manis lalu berbalik menuju kamar mandi. “Kamsahamnida, Jessica-ssi.”ujar Luhan sambil kembali berbaring di tempat tidurnya. Jessica berhenti lalu berbalik menghadap Luhan. Namun beberapa detik kemudian Jessica sudah kembali melanjutkan aktivitasnya. ‘Bahkan kau tak ingat siapa aku, oppa. Jika kau tidak ingat siapa aku, bagaimana kau bisa ingat janji kita?’batin Jessica sambil menyeka air mata yang hendak jatuh lagi.

Tidak begitu lama untuk menunggu seorang Jessica Jung terlihat cantik kembali. Kini Jessica sudah terlihat jauh lebih segar dibanding sebelumnya, Jessica juga sudah mendapat izin dari dokter untuk membawa Luhan pulang. Dan kini mereka berdua sudah berada di dalam mobil Jessica.

“Jadi sebenarnya siapa kau?”tanya Luhan, entah untuk keberapa kalinya. “Aku yeojachingu mu oppa. Apa kau tak mengingatku?”walaupun menurut orang biasa pertanyaan Luhan sangatlah menjengkelkan, namun menurut Jessica pertanyaan Luhan adalah sebuah pintu menuju ingatannya. “Tapi bagaimana bisa aku tidak bisa mengingatmu? Hanya ada sekelebat bayangamu saja.”ujar Luhan polos. “Itu karena kau lupa ingatan, oppa.”gumam Jessica kecil, tapi siapa sangka kalau Luhan masih dapat mendengarnya. “Apa kau bilang tadi?”tanya Luhan yang membuat Jessica menggeleng cepat sambil tetap tersenyum.

Tak sampai 20 menit, Jessica sudah sampai di depan gedung apatemen Luhan. “Jika 2 hari lagi kepalamu masih terasa sakit, jangan memaksakan masuk sekolah ya oppa.”saran Jessica yang hanya dibalas senyuman oleh Luhan. “Gomawo, Jessica-ah.”

Jessica sempat kaget mendengar ucapan terima kasih Luhan yang menurutnya sudah mulai akrab. Ya, semoga saja ingatan Luhan cepat pulih. Jessica pun melajukan kembali mobilnya hingga sampai di depan rumah megah miliknya.

“Eonnie, bagaimana keadaan Luhan oppa?”tanya Krystal begitu Jessica menghempaskan tubuhnya di sofa ruang tengah. “Hhh… Dia tidak mengingatku Kryssie.”jawab Sica lemas sambil tersenyum getir menatap adik semata wayangnya itu. “Mak… Maksud eonnie, Luhan oppa hilang ingatan?”tanya Krystal yang hanya dibalas dengan senyuman miris dari Jessica. “Aah… Yang tabah ya eonnie.”Krystal menepuk-nepuk pundk Jessica pelan, ya setidaknya berharap agar eonnie nya menjadi lebih baik.

Jessica POV

Hhh… Ya, setidaknya aku hanya bisa berusaha agar Luhan oppa kembali seperti semula. Oppa…. Ingatlah janjimu.

Sangcheoga amulgo da naeumyeon tteonaga. Jinsimiya geureom geu ttae bonae jul tenikka~
Aku melirik handphoneku yang berbunyi. “Ah! Luhan oppa!”seruku senang setelah melihat tulisan ‘My Lovely LuLu Oppa’ lah yang tertera di layar tipis handphoneku. Dengan cepat aku langsung mengangkatnya.

“Yeoboseyo, ne oppa?”

“Yeoboseyo, oh kau Jessica ya?”

“Ne, oppa. Kenapa kau menelponku?”

“Tidak. Aku hanya ingin mengecek, karena di handphoneku namamu tertulis ‘My Sweet Ice Princess’. Apa aku ganti saja namanya?”

GLEK! “Ah! Jangan oppa! Biarkan saja!”
“Tapi…”

“Sudahlah, oppa. Biarkan saja, itu salah satu dari masa lalu mu.”

“Jinjja? Gomawo, annyeong!”

“N… Ne, annyeong!”

Pip! Luhan oppa memutuskan sambungan telpon antara kami. “Jangan oppa… Jangan kau ganti nama contact ku, kumohon.”arrgh!!! Sial! Air mata sialan ini jatuh lagi! Asal kau tau oppa, dulu kau pernah memintaku untuk tidak pernah menangis karenamu. Tapi nyatanya sekarang? Semua air mataku terkuras hanya karena mengingatmu, oppa.

Cklek!

“Eonnie, tolong belikan obat flu, ne? Hachiii….. Aku habis berenang, tapi diluar hujan. Jadinya begini deh, hachiii!”aku langsung cepat-cepat menghapus air mata sialan ini lalu mengangguk kearah Krystal. “Lagipula kau ini, sudah tau diluar hujan masih mau berenang. Cih… Eh? Memangnya diluar hujan?”aku menatap Krystal bingung sambil menggunakan cardigan pastel ku. “Yak! Eonnie… Hachii! Tadi aku sudah bilang kalau diluar hujan kan? Hachii….”ujar Krystal dengan hidung yang sudah memerah, hahaha…. Lucu sekali wajahnya. “Aah… Ne, Miss Red Nose. Hahaha…”godaku sambil mencubit hidungnya membuat nya berteriak sebal. Hhh… Setidaknya ini sudah bisa membuatku sedikit lebih baik.

Aku menyalakan mesin mobilku. Ya, memang jarak dari rumahku ke toko obat cukup jauh. Jadi mau tidak mau, aku harus menggunakan mobil. Aah…. Sudahlah! Lebih baik aku berangkat sekarang, kasihan Kryssie dirumah dengan hidung seperti itu.

30 menit aku berkendara, barulah aku sampai di sebuah toko obat langganan keluarga Jung. “Mwo?!”teriakku begitu melihat Luhan oppa tengah keluar dari mobil berwarna hitamnya dengan tergopoh-gopoh. “Oppa!”panggilku llau berjalan menghampirinya, tentunya dengan payung berwarna bening digenggamanku.

“Ah! Jessica-ah, sedang apa disini?”tanya Luhan oppa sambil memaksakan tersenyum dengan wajah pucatnya itu. “Aku mau membeli obat flu untuk adikku, oppa. Kalau kau? Kau terlihat pucat.”aku merangkulnya lalu kami berjalan bersama menuju kedalam  toko. “Ti… Tidak apa, tadi kepalaku sakit. Oh iya, kenapa kau terlalu baik dan perhatian padaku. Sebenarnya apa hubunganmu denganku?”aku terbelalak mendengar pertanyaan Luhan oppa. ‘Oppa berapa kali harus aku menjelaskan kepadamu?’batinku sambil menghapus air mata yang hendak meluncur dari pelupuk mataku.

“Sudah kubilang, bukan? Aku kekasih mu, oppa. Aku yeojachingu mu. Kau tidak mengingatnya? Bahkan apa kau tidak mengingat janji kita, oppa?”aku memutuskan untuk membawa Luhan oppa duduk di salah satu kursi panjang di dalam toko. “Arrgh! Jessica Jung! Berhentilah berbicara tentang kau adalah yeojachinguku dan berhentilah mengatakan tentang janji yang sama sekali tidak kuingat!”a… Apa ini? Baru kali ini Luhan oppa membentakku.

“Tapi oppa….”air mata mengalir deras sampai ke daguku. Untungnya disini sepi, jadi tidak ada orang yang memperhatikan kami selain sang penjaga toko. “Arrgh! Sudahlah…”Luhan oppa keluar dari toko ini mendahuluiku. Aku pun mengikutinya karena tak mau hal buruk terjadi lagi padanya, sekaligus ingin meminta maaf.

“Yak! Oppa! Awas!”teriakku panik lalu berlari mendorong tubuh Luhan oppa agar menjauh dari truk pasir yang terguling.

Author POV

Jessica mendorong tubuh Luhan sehingga namja itu hanya terbentur sudut toko dengan darah yang bercucuran dari kepalanya. Sedangkan Jessica? Gadis itu tertimpa muatan yang dibawa dari truk pengangkut pasir yang baru saja terguling akibat jalanan yang licin. Darah yang bercucuran serta luka memar terlihat diseluruh tubuh Jessica.

“Jessica, My-Sweet-Ice-Princess….”ujar Luhan parau dan seketika pandangannya mengabur dan akhirnya menjadi gelap seketika. Semua orang langsung bergegas menelpon ambulance untuk mengantarkan Jessica dan Luhan ke rumah sakit.

Luhan POV

@Wooridul Spine Hospital

“Arrrgh…”erangku saat merasakan kepalaku seperti terasa terkoyak. “Wah… Kau sudah sadar. Kurasa kau akan mengingat semuanya akibat benturan itu.”aku memperhatikan dokter lelaki yang sedang menatapku dengan tatapan bingung“Jessica….. Aku mengingatnya. Ne, aku mengingat semuanya. Dimana dia, dok?”aku mencoba bangkit dari tempat tidurku, tapi dokter itu menahan pergelangan tanganku.

“Dia sedang di kamarnya, kau harus melihat keadaannya. Sebelum mengalami operasi dia terus memanggil namamu dan meminta maaf jika dia tidak dapat menepati janjinya walaupun kau hilang ingatan dia harus tetap menepati janjinya bersamamu, begitu katanya. Kau tau? Aku tidak mengerti maksudnya. Tapi kau harus menemuinya.”dokter itu menepuk pundakku pelan. Bisa kurasakan kesakitan Jessica selama aku hilang ingatan.

Aku sadar saat aku membentaknya, aku sadar saat aku hendak menghapus contact nya. Tapi aku tak mengingat apa-apa sebelumnya. Dan aku merasakan kesakitan saat aku mengbentaknya. Rasanya sakit, sakit sekali.

Aku mengerti lalu segera berjalan menuju kamar rawat Jessica dengan tongkat infus sebagai peganganku. “Kamar nya tepat di sebelah kanan kamarmu. Kisah cinta kalian sungguh mengharukan. Hiks….”aku sempat menoleh kearah dokter itu sambil tersenyum tipis, lalu melanjutkan jalanku menuju kamar Jessica.

Cklek! Aku membuka pintu kamar Jessica perlahan. Dapat kulihat, seorang gadis sedang menangis sambil memegangi tangan Jessica. Yang kutau gadis itu adalah Krystal, adik Jessica. “Krystal-ssi, bisa tinggalkan aku dengan Sica sebentar?”tanyaku lembut yang dibalas anggukan dari Krystal yang langsung saja berjalan keluar ruangan.

“Chagi-ya…. Ireona. Aku sudah mengingatmu, chagi. Aku akan menepati janji kita, sekarang tinggal kau. Kau juga harus menepati janji kita, ne? Jadi kau harus bangun, ireona.”aku menggengam tangan Jessica erat sambil menangis tanpa suara. “O… Oppa…”aku segera menoleh ketika mendengar suara manisnya, suaranya yang membuatku ingin selalu mendengarnya.

“Chagi-ya, kau sudah bangun? Lihat, aku akan menepati janji kita. Sekarang kau juga harus menepati janji kita ya?”aku mengerat kan genggaman ku pada tangannya, sempat kulihat dia terkekeh pelan. “Tentu saja, oppa. Aku akan menepatinya sekarang dan selamanya.”ujarnya sambil menghapus sisa air mata yang membasahi pipiku. “Gomawo…”aku mengecup keningnya cukup lama lalu mengecup bibirnya sekilas. Membuat semburat merah muncul di pipi chubby nya, dan mungkin di pipi ku juga.

“Saranghae, Jessica Jung” “Nado saranghae, Xi Luhan.”

END~

Huahahaha…. Udah selesai^^ Gimana? Jelek ya? Maaf deh ._. Tadinya aku mau buat Sd Ending, lho… Tapi karena takut kena amukan para reders jadinya gak jadi deh .-.v  Ya udah, kutunggu RCL nya^^

29 thoughts on “Remember Our Pinkie Swear[2 Of 2] [Sequel Of HanSica(Jessica Drabble Collection)]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s