Series : Untouchable Love Chapter 2

Judul               : Untouchable Love Chapter 2

Author             : Flawless Jung

Main Cast        : Kris Wu (EXO) – Jessica Jung (SNSD)

Supporting      : Yoona , Yuri (SNSD) – Baekhun , Chanyeol , Luhan (EXO) – Hyuk Jae (SJ)

Genre              : Romance , Horror , Comedy

Length             : Series

Rating             : PG-15/17

Disclaimer       : Semua cast hanya pinjaman tapi cerita adalah ciptaan saya . Terinspirasi dari beberapa novel , terutama Seoulm*te jadi maaf apabila ada kesamaan alur cerita . Author hanya mencoba membuat cerita dengan genre baru . ^^

Chap 1  

Anyway , maaf untuk keterlambatan postingan chapternya . Author sibuk UTS dan penyakit bosan disertai malas yang berlebihan membuat FF ini hampir saja menjadi sampah . Tapi karena author membaca banyaknya komentar dan dukungan dari reader sekalian , maka author memutuskan untuk mencoba membangun chermistry antara para casnya yang sempat hilang ditiup angin(?) .

Notes               : Jangan lupa komennya ya ^^ . Jika responnya bagus , mungkin ada sequelnya .

Summary         :
“aku hanya bayang semu . Bayang yang tak akan pernah jadi nyata .  apa kamu akan tetap disini ? memperjuangkan semuanya ? cinta kita ?”

Last Chapter Preview

Jessica memicingkan matanya . Ia menangkap sesuatu pada sudut ruangan di lantai dua itu . seorang Pria yang berambut keemasan yang juga sedang menatapnya . Jessica memberanikan diri untuk mendekatinya . Sebenarnya ini adalah pemandangan biasa . tapi kali ini , ia merasa tertarik pada objek didepannya itu .

“Berhenti menatapku seperti itu “ Jessica menatap pria itu tajam .

“kau .. kau bisa melihatku ?” Pria itu terkejut dan membuka lebar matanya .

Angin tiba-tiba berhembus kencang malam itu. Mengungkap sebuah misteri aneh tentang manusia dan yang didalamnya . Sekarang Jessica sudah duduk dikursi yang berada tak jauh dari pria yang masih menatapnya dengan pandangan takjub .

“tentu saja..” Hanya itu yang keluar dari bibir tipis Jessica , seolah menggantungkan teka teki pada ujung kalimatnya .

===

Author POV

Makhluk yang sedari menjadi teman bicara Jessica kaget mendengar pernyataan Jessica yang dapat melihatnya yang notabene bukanlah seorang makhluk yang berbentuk . Bagi orang lain mungkin ia hanyalah hembusan angin yang tak berharga .

“kalau begitu bantu aku!” pria tadi berrjalan kearah Jessica dan menatap harap pada yeoja yang sedari tadi menatap lurus kearah luar balkon kafe dilantai dua club ini .

“tidak bisa . Aku hanya bisa melihatmu , bukan membantumu .” Jessica hanya menyambut dingin harapan dari seorang hantu ? err~ mungkin semacam itu .

Hantu atau roh yang tidak tau mengapa ia bisa meninggal seperti manusia yang kehilangan ingatan . Ia tak bisa menuju cahaya seperti roh pada umumnya . Bukan tidak bisa , mereka bisa saja . Tapi mereka harus menyelesaikan dulu “pekerjaan” mereka yang tertinggal didunia baru bisa melangkah menuju cahaya .

“setidaknya , bantu aku mencari siapa aku . Itu sudah cukup” roh yang berbentuk seorang lelaki tinggi dengan rambut pirang itu menatap Jessica sekali lagi penuh harap . Dan sekarang Jessica menatapnya . Masih dengan tatapan dinginnya yang tak berubah sama sekali . masih sama deinginnya .

Sekarang Jessica malah melengos dan bangkit meninggalkan pria yang menatap kepergiaanya . Ternyata roh itu tidak tinggal diam . Dengan kemampuan terbangnya , ia mendekatkan dirinya kearah Jessica .

Oh ya perlu dijelaskan . Setiap hantu atau roh mempunya kelebihan bisa melayang atau terbang dan menembus apapun itu . Maka melayang kearah Jessica sudah seperti berjalan bagi lelaki itu .

Langkah Jessica membawanya ketempat Yoona dan Yuri yang sedang berkumpul dengan Luhan cs . Waktu sudah menunjukkan pukul 3 pagi . Sepertinya ia harus merengek kepada kedua temannya untuk segera pulang .

“kalian masih tidak ingin pulang ?” pertanyaan Jessica mengejutkan Luhan yang berdiri membelakanginya .

“eoh ? kami baru saja ingin mencarimu . Kau dari mana saja ?” Tanya chanyeol .

“dari lantai dua . kau tau sendiri aku benci suasana berisik seperti ini . Sudahlah , ayo pulang”

Jessica menyeret tangan Yuri dan Yoona diikuti oleh Chanyeol , Baekhyun , Luhan dan roh tadi . Yah , Roh tampan itu masih saja mengikuti Jessica . Jessica menyadari kehadiran roh itu , tapi ia hanya diam . Yah , tidak mungkin ia mengusirnya , bisa-bisa ia dianggap aneh karena berbicara dengan angina kosong .

“Jess , kau ikut aku saja” Luhan menarik tangan Jessica yang baru saja akan melangkah kedalam mobil baekhyun .

“eoh ? pestamu bagaimana Luhan-ssi ??” Jessica menatapnya bingung sekaligus curiga .

Bukannya membalas Jessica , Luhan hanya tersenyum padanya dan beralih menatap temannya yang lain . “YoonYul-ah , serta ChanBaek , aku pinjam priuncess kalian sebentar . Tenang , dia akan selamat sampai dirumahnya .”

Sedangkan keempat lainnya hanya menatap Luhan dan Jessica penasaran . Lalu serempak menganggukkan kepala mereka , seperti sudah di komando .

“silahkan Luhan-ah , pastikan ia baik baik saja . Kami percaya padamu” Baekhyun menepuk pundak Luhan menandakan ia mengijinkan Jessica dipinjam(?) Luhan .

Sedangkan Yuri dan Yoona hanya memberikan seringai aneh . “nikmati saja waktu hingga pagi ini dengan Jessica , kau harus membuatnya normal . Karena selama ini ia hanya cinta pada cerita karangan-karangannya .” Yuri tersenyum aneh kearah Jessica . Sedangkan Jessica tidak tau harus bagaimana .

===

Jessica POV

Apa yang kulakukan ? aku harus bagaimana ? menerima saja ajakan Luhan ? ottee ?? sedangakn mereka sudah mengikhlaskan(?) aku untuk dibawa Luhan .

Kulihat Yuri duduk bersama Chanyeol di bagian kemudi dan dibelakang Yoona dan Baekhyun . Aku masih mematung disini menatap mereka .

“a..andw..” baru saja aku akan menolak kesepakatan ini , tetapi Yoona malah memotong ucapanku .

“sudahlah eonni , terima saja . Luhan itu lumayan loh” selesai mengatakan itu ia mengedipkan sebelah matanya dan Chanyeol mulai menancapkan gas mobilnya . Jadinya sekarang hanya tinggal Luhan disampingnya . Oh ya , kemana hantu itu ? sudah pergi ? eoh . Baguslah . begini lebih baik .

“mobilku yang disebelah sana . ayo ..” Luhan meraih tanganku dan menautkan jarijari manisnya pada celah jari kosongku . Masih sama rasanya seperti dulu .

Sekarang kami telah sampai didepan Ferrari miliknya . Ia membukakan pintu penumpang yang berada disebelah bangku kemudi . Aku hanya menurut dan masuk . Entah apa yang menghipnotisku untuk menurut semua yang ia arahkan . Jujur saja , aku masih bisa merasakan kehangatan yang sama dengan dua tahun lalu .

Luhan sekarang sudah berada di bangku kemudi . Ia mulai menancapkan gas nya dan mulai menjalankan mesin beroda empat ini . Kami hanya diam dan aku tidak berniat untuk mencairkan suasana ini .

“Jessica-ssi .. kau mau kemana ?” Dia memulai pembicaraan , tapi pandangannya masih menatap kedepan .

Jalan diluar masih sepi , tentu saja . Aku melirik sekilas , rupanya sekarang pukul 3.41 pagi . Pantas saja jika sepi . Aku sedang memikirkan pertanyaan Luhan barusan . Aku ingin kemana ? Aku juga tidak tau .

“molla , terserah kau saja ..”

“baiklah , kita kesuatu tempat yang berarti buatku nona Jung”

===

Luhan POV

Aku memarkirkan mobilku pada tepi jalanan yang masih sepi ini . Udara sejuk langsung menerpa wajahku ketika aku keluar dari dalam mobil . Aku menyenderkan badanku sebentar pada mobil kesayanganku ini . Menutup mataku dan menghirup dalam-dalam udara damai ini . Rasanya , aku benar-benar merindukannya .

Pandanganku kualihkan pada yeoja yang bersamaku sedari tadi . Dia masih diam didalam mobil . Apa dia tidak berniat keluar ? Aku pun melangkah kearah pintu mobil dan membuka pintu mobilnya .

“kau tak ingin keluar ? Udara disini benar-benar bagus”

Dia hanya diam dan menbatap lurus kedepan . Tak berniat mengalihkan sebentar saja pandangan matanya . Apa ia terpesona dengan tempat penuh kenanganku ini ?

Siapapun yang kemari juga bisa merasakan damainya alam disini . Seoul bukan hanya tempat ramai yang menyesakkan . Disudut lain , seoul memiliki area kecil yang masih subur dengan hamparan bukit yang ditumbuhi banyak bunga matahari dan ialang tinggi . Aku dan DIA sering kemari dan ini menjadi tempat favorit berkencan untuk kami .

Yah DIA , seseorang yang beararti , bahkan lebih dari nyawaku sendiri .

Jessica sekarang beranjak keluar dari bangkunya . entah kenapa , mukanya mengingatkanku pada seseorang . sekarang kami berdua kembali terdiam . Menikmati pikiran masing-masing . Keadaan disekitar masih gelap . Hanya diterangi oleh kedua lampu dari mobilku . Dimanamana hanya terdengar suara jangkrik yang bernyanyi .

***Flashback

Sudah sekian kali kami kesini pada saat malam menjelang pagi seperti ini . Sama seperti pasangan muda lainnya . Kami sering keluyuran malam hingga menjelang pagi . Tapi tentu saja , aku dan pasanganku tetap bersikap sewajarnya dalam berpacaran .

Aku bisa melihatnya sekarang terduduk diantara hamparan ilalang . Kepalanya menatap langit yang dihiasi taburan bintang . Serta ditemani terangnya bulan purnama mala mini . Aku beranjak dan terduduk disebelahnya . Ia menatapku dan tersenyum , sangat manis .

“apa yang kamu lihat ? bintang?” aku merangkul bahunya dan meletakkan kepalanya di bahuku mengucap kepalanya lembut dan sayang .

Ia tersenyum kecil lalu menjawab “lebih tepatnya aku menghitung bintang”

“mwo ? untuk apa ?? bintang diatas sangat banyak , apa tidak sulit menghitungnya ??” Aku mengerutkan keningku menatapnya heran .

“saat kita bisa menghitung bintang dari satu hingga seratus pada hari yang sama , tuhan akan mengabulkan permintaan kita” Dia masih menatap atas , sama sekali tak mengalihkan pandangannya kepadaku .

“jeongmal ? sekarang sudah hitungan keberapa?”

“jeongmalyo oppa ~ Sekarang , err .. 88 , 89 .. sudah , jangan menggangguku , nanti aku salah menghitung oppa”

Lucu sekali melihat wajahnya yang ditekuk begitu . Wajahnya yang walaupun sedang kesal sangat cantik dimataku . Bahkan  terlalu cantik . Walaupun taka da yang menyadari cantiknya yeoja-ku ini .

Tiba-tiba datang hembusan angin kencang . Bulan yang terang sebelumnya sekarang tertutup awan gelap . Dan langsung saja tetes-tetes berkah tuhan yaitu hujan membasahi bumi . Sontak aku menarik tangan yeojaku dan membwanya masuk kembali kedalam mobilku .

Setelah masuk kedalam mobil aku meraih handuk kecil yang memang kusiapkan didalam mobil . Kuusapkan handuk kering itu kekepala yeoja-ku mencoba mengeringkan rambutnya . Yeoja-ku bisa sakit karena hujan yang membuatnya dingin ini .

Sentuhan-sentuhanku pada setiap helaian rambutnya sangat kunikmati . Rambutnya yang lurus hitam sangat indah . Ditambah dengan wajah cantik yang sangat diberkahi . Aku sangat beruntung bisa memiliknya seperti sekarang .

“kenapa kau menarikku tadi oppa ? bahkan hitunganku hampir saja selesai , aku telah sampai pada hitungan ke 98” Yeojaku menatapku kesal dengan bibir yang dimajukan . Ia masih saja tampak cantik walau sudah menekukkan mukanya berkali-kali .

“aigoo , kau lihat sendiri chagi , diluar hujan . Kau bisa sakit kalau terlalu lama terkena hujan.” Aku menatap matanya dengan kedua telapak tangan yang menangkup diwajahnya mencoba memberikan kehangatan pada setiap ruas jari agar ia bisa merasakan kehangatan yang sama .

“tapi oppa , tuhan hampir saja mengabulkan permohonanku” dia masih kesal rupanya .

“baikalh , biar aku yang mengabulkannya untukmu . Apa permohonanmu chagi-ah” ada kehangatan yang sangat terasa , bahakan mulai memanas saat dia menatap mataku intens . Tangannya sekarang beralih meraih tangaku yang masih setia pada kesua sisi pipinya .

“bahagia selamanya bersamamu” hanya kalimat pendek itu yang meluncur dari bibir tipisnya tapi mampu memberikan sengatan listrik ribuan volt dalam tubuhku . Wanita yang menjadi ratu dihatiku sedang berusaha untuk melakukan permohonann untukku , oh bukan untuk kita . Aku dan dia . Ia menginginkan kami bahagia .

Aku bahagia , sangat bahagia mala mini . Paling tidak , karena hujan diluar yang semakin deras membuatku menyadari perasaan yeoja-ku . ternyata dia juga sama menginginkanku . Bukan aku saja . Ternyata dia juga ingin bersamaku , yah .. berbahagia bersamaku . Kurasa taka da yang lebih baik dari ini .

Aku tersenyum hangat dan menganggukan kepalaku kecil . Kurasa ia sangat mengerti bahasa tubuhku barusan . Karena bisa kulihat senyum manisnya kembali terukir didepanku dan hanya untukku mala mini .

Entah bagaimana , sekarang jarak nkami semakin dekat dengan kedua tanganku masih dikedua sisi pipinya dan tangannya yang berada di tanganku . Kumajukan kepalaku perlahan . Sekarang kami sangat dekat , bahkan aku bisa mendengar deru nafasnya sekarang . Ia menutup matanya , dan kurasa ia akan menerimanya .

CHU~

Awalnya aku hanya mengecup bibir mungilnya , dan ia tak melakukan penolakan , sehingga kuberanikan diriku untuk mulai melumat kecil dan lembut . Tampak ia sedikit kaku , mungkin ini yang pertama untuknya . Tapi dia tidak menolak , bahkan ia mencpba untuk mengimbangi permainanku . Derasnya hujan diluar mobilku mungkin menjadi saksi bisu indahnya malam itu .

***Flashback END

“Luhan-ssi , apa yang kau lakukan ?  cepat masuk . apa kau mau kehujanan diluar sana ?” Seruan Jessica menyadarkanku dari lamunanku . Hujan . Ternyata saksi malam itu dating lagi , tapi dengan pelaku yang berbeda . Bukan aku yang berbeda , tapi yang satunya lagi . Pelaku wanitanya yang berbeda . Sekarang aku malah berharap yeoja-ku berada disini , agar kami bisa mengenang malam itu , tapi itu mustahil .

“luhan-ssi !” seruan Jessica kembali menyadarkanku . Aku segera melangkah kedalam mobil . dan seperti kebiasaanku , aku meraih handuk yang tersedia dimobil dan mengeringkan kepalaku . aku tidak mau sakit .

“apa yang kau pikirkan , hingga hujan sederas itu tidak kau sadari eoh ?”: Jessica menatapku heran . Apakah yeoja ini akan mengerti permasalahanku jika kuceritakan padanya ?

“tidak ,aku hanya memikirkan hal yang sudah lewat” aku hanya tersenyum pahit kearahnya . Sekarang tiba-tiba ia beralih menarik handukku . Baru saja aku ingin bertanya dia sudah menahan bibirku dengan telunjuknya .

“diam saja , dan berbalik . Bagian punggungmu sangat basah , aku akan membantumu mengeringkannya”

Aku hanya menurut perintahnya . Sekarang aku duduk membelakanginya . Dia sekarang sedang sibuk mengelap punggungku yang masih terbungkus baju dengan handuk tadi . Kami kembali diam , taka da yang memulai percakapan . Jessicamasih sibuk dengan usahanya untuk mengeringkan punggungku .

“sudah agak mendingan?”

“nee , gomawo Jessica-ssi” aku berbalik dan meraih kembali handuk yang berada ditangannya . Tapi entah kenapa handuk itu malah jatuh dan saat ingin meraihnya , ternyata Jessica juga sedang berusaha meraihnya . Jadinya tanganku sekarang menggenggam tangannya yang sedang meraih handukku yang terjatuh .

Pandangan kami bertemu . Matanya memancarkan kehangatan . Kehangatan yang kurindukan . Kehangatan yang menghilang dengan hilangnya yeoja-ku . aku merindukan tatapan damai seperti yang Jessica berikan sekarang .

Jessica juga menatapku , matanya indah dan sama sekali tidak berkedip . Apa kami sama-sama terhipnotis ? molla . Tubuhku bergerak maju sendiri . Sekarang jarak kami mendekat . kelopak mata Jessica menurun . Entah ia menutup mata atau membuang pandangan kebawah . Yang jelas , tubuhku semakin maju . Dan entah keberanian yang berasal dari mana , sekarang aku berani menempelkan bibirku padanya .

Jessica tidak merespon , begitu juga denganku . Hanya menempel . Tidak menolak , tidak juga melumat kasar . Hanya menempel . Oh Tuhan , biarkan waktu berhenti kali ini .

===

TBC

OHEYY !  kembali TBC . ^^ bagaimana part kali ini ? masih sangat pendekkah ?  Mianhee . Karena keterbatasan ide . Oh ya , maaf jika banya typo . Author malas baca lagi soalnya :p . Readers jangan lupa , tinggalkan jejak yaaa . karena itu sangat membantu untuk kemajuan FF ini . kekekeeke .. next chapternya akan segera rilis , so .. stay tune readers <33 Annyeong~ *bow*

23 thoughts on “Series : Untouchable Love Chapter 2

  1. kris hello ghost….
    ih hansica so sweet,q duka wktu luhan handukin rmbut sica,bner2 scene yg bkin greget…
    thorrt lnju3xxxxxxx..
    gk sbr sm part slnjut’a…
    & cpa sbenar:a wnita yg luhan mksud dimsa lalu’a? sica kn? knpluhan msih gk sdar law itu sica mntan’a?!!
    msih teka-teki ni. next ea!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s