Someday

someday


Someday

SNSD Jessica-EXO K Chanyeol

Entah Songfic entah drabble

Friendship-Angst//gayakin

Rating G

Cuap cuap sedikit. Tau gak, aku susah buat bikin klimax. Jadi maklumin kalo ff aku kurang greget dan klimaxnya ga dapet. Oh iya sebenarnya kelemahan aku itu bukan karena kekurangan ide, tapi kurang tau cara menyampaikan ide ideku dengan kalimat yang nyaman untuk dibaca wkwk. Maafkan atas segalanya, btw selamat puasa!

***

Dengan dress feminineku yang berwarna krem dengan motif bunga-bunga kecil dan rambut yang dikepang dua, aku berjalan sambil melihat ke toko-toko yang berderet rapi.

Tubuh yang mungil membuatku bersyukur, karena mudah menyelinap diantara orang-orang yang lebih besar dari diriku. Sudah 3 kali aku masuk kedalam toko dan masih dikira anak sekolah menengah atas, mungkin karena postur tubuhku yang mungil.

Langkahku terhenti saat melewati sebuah cafe mini dipinggiran jalan kota lama bagiku, Gwangju. Tempat berkumpul bersama teman-teman dimasa SMA.

Ditemani sepiring waffle yang sudah dipadukan dengan ice cream vanila, kami menghabiskan waktu paling cepatnya 1 jam untuk berbincang. Masa-masa yang sangatku rindukan. Akhirnya, aku memutuskan untuk singgah di cafe itu sebentar.

Baru saja aku duduk di salah satu meja yang ada cafe itu, terdengar suara seorang pria memanggil namaku,
“Jessica!”

Dengan cepat aku menoleh, mencari-cari sumber suara.

Seorang pria berambut hitam dengan senyuman khas miliknya. Matanya yang bulat menambah kesempurnaan dimataku. Setengah berlari, aku menghampiri meja yang ditempati Chanyeol, pria yang tadi memanggilku.

***

Sudah 2 tahun aku meninggalkan bangku sekolah dan memasuki jenjang yang lebih serius, universitas. Dan lebih tepatnya, sudah 2 tahun kita tidak bertemu, Yeol. Dan sudah 2 tahun pula namamu masih berputar di pikiranku.

Dari masalah fisik, dapat terlihat jelas kesempurnaanmu. Mata besar dan bulat serta berbinar, sekali menatap langsung membuatku meleleh. Rambut hitam dengan potongan rambut yang tidak pernah berubah, membawaku kembali ke masa lalu.

Saat kita masih didalam lingkungan sekolah dan bersama dengan sahabat lainnya. Pentingnya, saat kau masih menyandang gelar sendiri. Aku tahu, sekarang sudah ada perempuan yang berhasil mencuri hatimu, selamat.

“Hey, bagaimana kabarmu?” Park Chanyeol atau yang lebih akrab disapa Chanyeol menjentikkan tangannya didepan mukaku. Membuyarkan lamunan singkatku.

“As you can see” jawabku singkat sambil tersenyum simpul.

“Well. Gimana? Sudah mendapatkan kekasih?” ledeknya sambil menaikkan alisnya. Ah, benar-benar khas. Kebiasaan yang tidak akan bisa dia lupakan.

Bagaimana mau mendapat pacar kalo calonnya aja udah diambil orang, huh. Ingin rasanya berterus terang kepadanya, tapi bagaimanapun harga diri tetap harus diutamakan, “Nggak. Masih mau fokus kuliah” balasku dengan alasan selogis mungkin untuk menutupi kebohongan.

“Masih saja jadi anak rajin. Gak capek belajar terus?”

Sedikit tersanjung dipuji olehnya, “Haha nggak sih kalo kamu udah niat sama ikhlas mah. Kamu mah kalo belajar capek karena ogah-ogahan”

“Tapi gini-gini aku juga pintar”

“Oh aku baru tau pinter itu yang sering diomelin guru, bolak-balik masuk ruang BP, sama suka ngoleksi kertas bertulisan merah dari guru”

“Shht” dia menempelkan telunjuknya di bibir sambil menahan tawa. Begitupun aku, salah satu telapak tanganku sudah menutupi mulutku. Menyenangkan rasanya bisa bercanda lagi seperti dulu,

“Nanti kekasihku tau masa-masa suramku” tawa lepasku langsung mereda dan menjadi senyuman palsu. Aku harap dia tidak mulai menceritakan tentang gadis itu, kekasihnya.

“Oh iya, kau belum mengenalnya ya? Namanya bla bla bla” oh sial. Dia akan memulai penjelasan panjangnya yang menurutku hanya membuang-buang waktu dan menurutkan mood.

Aku harap ada topik baru yang menarik melintas dikepalaku, dan mengganti topik sampah ini. Argh!

***

Daritadi posisiku berubah-ubah. Mulai dari tiduran, duduk, dan berdiri. Telingaku sudah mulai merah mendengar ceramah Hyoyeon, sahabatku.

Dia tidak bosan-bosannya menceramahiku untuk beralih hari dari Baim. Padahal, sekuat apapun kamu mencoba, jika rasa itu masih ada, tidak akan berhasil bukan?

“Jessica, kamu seharusnya berhenti suka sama dia, ngejar-ngejar dia. Apalah motto kamu yang katanya menunggu akan membuahkan hasil. Ah, itu semua bullshit, dear. Ikan di lautan gak cuma ada satu. Jadi jangan kayak orang bodoh menunggu cinta yang belum pasti” bahkan aku tidak mendengar dia berhenti untuk jeda bernafas.

“Well, ikan dilaut memang bukan cuma satu, bintang dilangit juga bukan cuma satu. Tapi ada bintang yang paling bersinar dimata kita, kan?” balasku.

Dia terdiam sejenak, mungkin memikirkan apa lagi yang harus didebatkan, “Terserah kamu, yang penting udah aku ingetin. Aku gak mau kamu jadi perawan tua yang kehausan cinta sang pujaan hati yang telah berbahagia dengan wanita lainnya”

Aku tersenyum singkat mendengarnya, meskipun dia sangat cerewet tapi sebenarnya niatnya baik, “Iya, makasih Hyo. Bumi berputar, realita akan berubah sepanjang waktu berjalan”

***

Kicauan burung gereja disore hari ditambah bumi yang mulai teduh karena dipayungi gumpalan awan putih yang berarakan membuat hatiku cukup tenang. Di taman kecil dekat rumah, aku duduk dibawah pohon ditemani dengan buku cerita favorit ditangan kananku.

Hendaknya aku duduk di ayunan yang ada dihadapanku. Tapi baru beberapa langkah, kaki ini terhenti.

Tampak dua orang, maksudku sepasang kekasih yang bergandengan tangan sambil tertawa. Hingga sang perempuan mengambil tempat di ayunan dan sang pria mengayunkannya pelan sambil bercengkrama.

Tunggu, sepertinya aku mengenal siapa pria itu. Berambut hitam, alis tebal, dan senyuman khas hanya ia yang punya, Chanyeol. Beruntung dia tidak melihatku.

Aku segera menjauhi mereka, entah kenapa dada ini terasa sesak melihat orang yang selama ini kita puja bahagia bersama orang lain, bukan kita.

***

Aku pergi duduk dibawah pohon, lagi. Tapi jaraknya cukup jauh dari tempat sepasang kekasih yang membuatku cukup sesak. Biasanya, ada seorang perempuan yang bernyanyi didekat sini, bersama gitarnya. Dan sekarang, dia ada dihadapanku. Baru datang sepertinya.

Dia mengambil tempat di kursi taman yang tidak jauh dari tempatku. Setidaknya, aku masih bisa mendengar suaranya darisini karena dia bernyanyi menggunakan microphone dan dilengkapi audio mini.

Katanya setiap lagu yang dibawakan mewakili perasaannya, karena itu banyak orang yang ingin menonton penampilannya yang memang mengesankan.

Dilantunkannya tembang lagu yang masih asing ditelingaku, sampai akhirnya aku menaruh perhatian saat ia menyanyikan lirik bagian,

“By then i won’t even be there. I’ll be happy somewhere. Even if i cared”

Aku mulai memasang telinga, mendengarkan dan menerjemahkan liriknya dengan cepat.

“’Cause someday, someone’s gonna love me . The way I wanted you to need me. Someday, someone’s gonna take your place. One day, I’ll forget about you . You’ll see, I won’t even miss you . Someday, someday”

Mataku mulai terpejam. Menikmati sembari menghayati. Suaranya yang tenang dan penuh perasaan berhasil mengusikku. Ditambah lagi liriknya yang benar-benar tepat dan cocok dengan keadaanku sekarang.

Ya, suatu saat nanti, seseorang akan mencintaiku seperti caraku mencintaimu. Suatu saat nanti, seseorang akan menggantikan posisimu dihatiku.

Suatu hari lagi, yang paling tidak ingin kulakukan adalah melupakanmu, tapi hal itu adalah pasti. Aku tidak melupakanmu, mungkin waktu yang membuatku lupa akan pernahnya kau singgah dihatiku.

Dan suatu hari nanti, aku tidak akan merindukanmu lagi. Tapi itu suatu hari, suatu hari nanti, Chanyeol.

***

24 thoughts on “Someday

  1. Ini udah end? Kalau iya buat sequelnya dong….. Buat Jessie bahagia😀 sama Kai or Sehun😄
    Tapi kalau tebece berarti wajib Chansica! Hahahahahahhaahha #evillaugh
    Fighting!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s