Case Closed (Oneshoot)

Title                       : Case Closed

Author                  : Flawless Jung

Main Cast            : Jessica Jung (SNSD) – Kai Kim (EXO)

Other Cast          : EXO & SNSD member

Genre                   : action , romance , angst , sad

Length                  : Oneshoot

Rate                       : PG-15

Disclaimer           : I’m not own the cast , but the story is mine .

Author Note      : Nahh~ Author begadang demi FF finclet ga jelas ini . Semoga ada yang suka yaa ^^ . dan jangan lupa komentnya reader . Karena disini siders dilarang keras ! hati-hati typo >o< ^^

Summary             :

                Apakah kebahagiaan sangat jauh dari kami ? Bahkan disaat ia sudah menyatakan cintanya , bahagia masih sulit kami gapai . Mengapa kau rebut paksa kebahagiaan yang hampir kami rasakan ?

===

Author POV

Lelaki berparas tegas dengan kulit yang agak kecoklatan sedang sibuk dengan pekerjaannya . Banyak kertas yang menumpuk dimeja kerjanya .  Ini merupakan pilihan hidupnya . Dunia yang mengancam jiwanya . Tapi ia mencintai semua yang telah menjadi pilihannya .

Dia , Kim Jong In , atau lebih sering di panggil Kai adalah satu dari segelintir orang yang menjalani profesi berbahaya ini . Resiko yang ditanggung sangat besar . Teman , Keluarga dan orang terkasih akan menjadi taruhan . Ya , Kim Jong In adalah seorang Detektif.

Bukan detektif biasa . Ia sudah terjun kedunia ini sejak 4 tahun lalu . Sekarang namanya semakin harus karena banyaknya kasus yang selesai berkat tangan dinginnya yang memuaskan pihak korban . Dan sekarang ini , ia lagi-lagi bergelut dengan kasus criminal . Pembunuhan seorang eksekutif muda oleh anaknya sendiri .

Kemudian ia menutup map yang sedari tadi dibacanya . Sekarang ia telah menemukan pelaku dan bukti yang menguatkan tersangka . Ia memejamkan matanya sebentar lalu membukanya kembali . Ia meraih ponsel yang terletak disamping tumpukan kertas dan menelfon seseorang.

“Yeoboseyo , Detektif Kai imnida” sahut kai setelah mendengar panggilannya diangkat oleh penerima panggilan .

“ah , Kai-ah . Ada apa malam-malam begini melefon ?”

Kai melirik jam dinding . Ternyata ia baru menyadari kalau jam sudah menunjukkan pukul 02.17 dini hari .

“aku sudah menemukan pelaku dan bukti yang memberatkannya inspektur . Sekarang saya minta tolong supaya ketiga tersangka dikumpulkan diruang investigasi . Saya akan segera sampai 10 menit lagi”

“wah ,benarkah itu ? baiklah . segera”

PIP. Kai memutuskan sambungan telefon . Beranjak meraih jas kebiruan dan kunci mobil yang terletak asal di salah satu sofa ruang kerjanya . Ia keluar dari ruangannya dengan setumpuk berkas kerja yang digandengnya . Lalu ia menutup pintu ruang kerjanya . Beralih keruang depan menuju pintu keluar.

Langkahnya terhenti saat melewati sebuah ruangan yang memperlihatkan seorang pria dan wanita menggunakan pakaian pengantin sedang tersenyum bahagia . Dalam foto itu adalah dia dan istri tercintanya , Jessica .

Pandangannya berubah sendu selama beberapa detik . Detik selanjutnya ia menggeleng kepalanya , seolah berusaha untuk mengingat tujuan awalnya . Setelah melirik sekilas pada foto itu , ia tersenyum dan langsung beranjak kearah pintu keluar .

Kai langsung masuk kedalam mobilnya setelah keluar dari rumahnya . Ia mengendarai Audi hitamnya membelah jalan sepi Seoul saat itu . Pandangannya terpusat penuh pada jalanan didepan matanya . Sesekali ia menguap karena sudah dua hari ini ia belum menutup matanya untuk tidur .

Ia meraih ponselnya yang tadi sempat ia masukkan kedalam saku jasnya . Didalam foto menampilkan senyum bahagia ia dan Jessica . Senyum yang sangat ia rindukan . Tak sadar ,Kai ikut tersenyum saat melihat foto saat bahagianya itu .

Tak lama , mobilnya sudah masuk kearea parkir kantor pusat kepolisian Seoul . Ia segera memarkirkan mobilnya dan memasukkan ponselnya kedalam saku jasnya kembali . Sekarang ia membuka pintu mobil untuk keluar dan menutupnya kembali sebelum beranjak masuk kedalam kantor polisi tersebut .

Kantor polisi sudah menjadi rumah keduanya . Ia sudah sangat sering kemari , hingga ia sudah sangat hafal arah dalam bangunan ini . Tak sulit baginya untuk menemukan ruang investigasi .

Saat masuk kedalamnya , sudah ada seorang pria berpakaian inspektur dengan name tag Kim JunMyeon beserta seorang polisi junior , Hwang ZiTao . Tampak juga tiga orang yang menjadi tersangka dalamkasus kali ini .

“ah , sudah sampai rupanya . Baiklah , langsung saja . Bagaimana analisismu Kai ?” pria bernama JunMyeon itu langsung menyuruh Kai untuk mengungkap pelakunya .

Kai mendengus kasar sambil membuka map yang dibawanya . “baiklah , korban Choi Siwon telah dibunuh dengan cara diracunkan menggunakan sianida yang dicampurkan pada kopinya malam itu . Dan tersangkanya , Hwang Miyoung istri korban , Choi Minho putra tunggal korban dan Im Yoon Ah pembantu rumah tangga .”

Kai menarik nafasnya sebentar . Ketiga tersangka didepannya menatapnya tak sabar . “pelakunya , kau Choi Minho” seru Kai seraya mnenunjukkannjari telunjuknya kearah Choi Minho . Pria yang ditunjuk sebagai tersangka membulatkan matanya .

“yah ! kau detektif amatiran ! apa kau punya bukti eoh ? dan kenapa aku harus membunuh appa ku sendiri ?”

“kau mempunyai tujuan dari membunuh korban . Sudah , mengaku saja Choi Minho-ssi”

“Kenapa aku ? Kenapa bukan wanita sialan ini saja ? Hampir setiap hari ia menangis karena melihat pria tua itu membawa wanita pulang dan bercinta dengannya . Kemudian ia sakit hakit hati dan membunuhnya . Bagaimana analisisku ?” Minho menyeringai sambil menatap wanita paruh baya yang duduk disebelahnya , Hwang Miyoung .

Sedangkan Hwang Miyoung hanya tertunduk diam . Ia tak bisa membalas , lebih tepat tidak tega . Meski ia tau bahwa pembunuhnya adalah anaknya sendiri tapi ia tak tega untuk membocorkannya kepada pihak polisi .

“jaga bicaramu Minho-ssi ! Nyonya mungkin sakit hati . Tapi bukan Nyonya yang membunuhnya ! Bisa aku pastikan itu !” sekarang pembantu rumah tangga mereka , Yoona yang menyahut protes .

“lalu siapa ? kau eoh ? jangan-jangan kau yang menaruh sianida kedalam kopi appa saat kau membuatnya . Benarkan ? Mengakulah !”

Sekarang malah terjadi adegan saling serang didalam ruang investigasi . Inspektur sudah tidak tahan dan naik pitam . Ia kemuadian mengebrak meja .

BRAK !

“kalian bisa tenang ? biarkan Kai menyelesaikan analisisnya !” Teriakan inspektur menggema didlama ruangan .

Kai kembali menatap lembaran pada mapnya . Lalu memulai kembali analisisnya yang terhenti karena protes dari para tersangka .

“pelakunya Choi Minho . Kau dan ayahmu sedang berada didalam ruang kerja ayahmu saat itu . Berdasarkan saksi mata kau bersikeras menyuruh korban menandatangani berkas surat kuasa . Kau menuntut hak warisnya sebelum ia tua , anak macam apa kau ini ? Karena korban tak juga mengabulkan permintaanmu kau sengaja mencampurkan sianida kedalam kopi korban saat ia lengah dan langsung berbalik meninggalkan ruangan yang saat itu istri dan pembantu baru saja masuk untuk membersihkan ruang kerja korban”

Susana sepi didalam ruang semakin mencekam . Semua pasang mata menatap kearah Choi Minho . Sedangkan ia hanya bisa menunduk dengan keringat bercucuran .

“Miyoung bukan pelakunya , kau tau kenapa ? Meski ia sudah mendapati suaminya berselingkuh puluhan kali didepan matanya ia tetap bertahan . Kenapa ? Karena ia yang menyuruh suaminya untuk bercinta dengan wanita lain . Miyoung baru saja mengidap penyakit jantung ringan , sehingga dokter menyarankannya untuk tidak berolahraga atau melakukan hal-hal yang bisa membuatnya lelah.”

“dan kenpa bukan Yoona ? Karena Yoona adalah putri pertamanya dengan istri pertamanya dulu , Kwon Yuri . Yoona jatuh ketangan Yuri saat siding memperebutkan hak asuhnya . Lalu mereka lost contact , dan entah takdir kembali membuat lelucon lucu dengan mempertemukan Yoona dan Korban dengan status yang berbeda”

Miyoung dan Minho membelalakan matanya dan langsung menatap Yoona kaget . Yoona tidak kaget , karena dari awal ia telah mengetahui bahwa ia adalah putri korban . Saat membersihkan ruang kerjanya , ia tanpa sengaja menemukan selembar foto saat ia masih kecil dalam gendongan Yuri dan Siwon .

“korban juga sudah mengetahui ini dan mereka berdua sudah bertemu dan berbicara soal ini dibelakang kalian . Korban tidak ingin Miyoung dan Minho membenci Yoona karena kehadirannya yang tiba-tiba , maka dari itu ia memutuskan untuk merahasiakan ini dari kalian.”

Setelah selesai dengan kalimat terakhirnya Kai menutup mapnya dan meletaknya kasar keatas meja investigasi . Matanya mengarah tajam kearah Minho . “apa da yang terlewat Choi Minho-ssi?”

Yang ditanya hanya diam . Sekarang semua sudah jelas . Ia beranjak hendak meninggalkan kantor polisi dan meninggalkan sisanya kepada pihak yang berwajib karena kewajibannya telah ia lakukan .

Saat ia hamper menyentub lantai luar kantor polisi , sebuah tangan menahan bahunya . Ternyata Tao yang menahannya . Tao adalah temannya dan Jessica semasa kuliah dulu . Tao mengetahui dengan persis kehidupan Jessica dan Kai .

“maaf merepotkanmu bahkan dihari sepenting ini Kai”

“gwenchana , ini sudah tugasku” Kai tersenyum simpul dan kembali beranjak menuju parkiran dan menggas mobilnya kesuatu tempat .

===

Kai mermarkirkan mobilnya pada tepi pemakaman . Ia berjalan kearah yang sudah dihapalnya . Sekarang ia sudah berjongkok disebelah nisan bertuliskan Jessica Jung .

“annyeong chagi , apa aku menganggumu terlalu pagi ? bahkan matahari belum bersinar . Maaf mengganggumu . Hehehe” Kai mengelus nisan didepannya dengan sayang . Seolah Jessicalah yang dielusnya .

“maaf , kali ini aku tak membawa apa apa . Toko bunga langgananmu belum buka sesubuh ini . aku .. Aku merindukanmu chagi ..” tak terasa mata Kai memanas . Ia paling tidak suka menangis tapi sekarang ia sudah tak sanggup algi menahan matanya yang pedih .

Air mata menemaninya sekarang .

***FLASHBACK

“Kai ! hari ini kita ada pemotretan untuk prewedding ! jangan lupa eoh !” Jessica muncul dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah dan  langsung memeluk Kai dari belakang .

Mereka akan segera menikah bulan depan , dan hari ini mereka akan melakukan pemotretan untuk foto preweddingnya . Mereka sudah tiga bulan ini tinggal bersama dalam sebuah rumah kecil yang dibeli Kai dari gajinya .

“arrasseo nona Jung . Nanti kujemput jam 2 siang ya. Aku berangkat dulu , ada kasus lagi” Kai mencium kening Jessica sebentar sebelum meninggalkan Jessica didalam rumah dan beranjak keluar .

*

Tepat jam 2 mobil Kai terparkir didepan ruma , ia membunyikan klakson . Tak lama , Jessica sudah keluar dengan mini dress bermotif bunga opink dan kuning . Sangat cantik . Kai bahkan tak pernah bosan dengan kecantikan Jessica selama 4 tahun menjadi kekasihnya .

Sesi pemotretan berjalan sesuai rencana . Mereka mengangkat tema detektif sebagai tema foto prewedding mereka , sesuai dengan pekerjaan kai . Jessica tampil sempurna dengan gaun putih yang membungkus tubuhnya hingga mata kaki . kai sendiri yang memilih gaunnya .

Tak terasa mereka sudah menjalani pemotretan hingga pukul 7 malam . Dan sekarang  mereka berada didalam studio pengeditan untuk memilih foto terbagus untuk dijadikan foto utama . Mereka berdua serentak menunjuk foto saat Jessica dan Kai tersenyum sambil menatap satu sama lain dengan tatapan cinta . Besarnya cinta mereka terlihat jelas dalam setiap foto .

*

Foto yang terpilih menjadi foto utama baru saja dikirimkan kerumah Kai . Jessica sedang sibuk memilih tempat untuk menggantungkan lukisan ini .

“Oppa , bantu aku” seru Jessica yang sedang kesusahan memasang foto pada sebuah dinding dengan berjinjit . Kai dating dari belakang dan langsung menggendong Jessica dari belakang sehingga tubuh mungilnya terangkat dan memudahkannya memasang foto mereka .

“begini lebih mudah bukan ?”

“nee oppa , Gomawo”

“segalanya untukmu chagi~” Kai mengecup kilas bibir Jessica . Mereka tersenyum bahagia satu sama lain .

*

Hari ini adalah hari dimana mereka akan bersumpah satu sama lain . Mencintai , menghargai , menghormati , menjaga satu sama lain . Menjadikan kau dan aku satu .

Kai menunggu didepan altar , sedangkan Jessica sedang melangkah dengan anggun bersama ayahnya menuju altar . Kali ini Jessica menggunakan dress putih yang memiliki ekor sangat panjang . Bagian atas gaun memperlihatkan bahunya yang mulus . Kai menatapnya seolah melihat bidadari dari surga .

Kini Jessica telah sampai didepan Kai . ayah Jessica pun menyerahkan jemari lentik puterinya kepada Kai . Kai tersenyum cerah saat meraih tangan calon istrinya .

Pendeta memulai upacara sakral . tibalah saat yabg penting bagi keduanya . Bagi Kai dan Jessica.

“Kai Kim Jong In , apakah kau bersedia mencinta Jessica , menyayangi dan menjaganya seumur hidup ?”

Tak perlu menunggu lama , Kai dengan lantang menyerukan “Ya, aku bersedia”

Sekarang pendeta beralih bertanya kepada Jessica . Jessica tampak sekali gugup dengan tangan yang sedikit gemetar . Kai menatapnya seolah berbicara “tenanglah , aku disini” . Dan Jessica pun tersenyum lega seolah mendapat kekuatan baru .

“Jessica Jung Soo Yeon , apakah kau bersedia menghormati Kai , menghargai dan melayaninya seumur hidup ?”

Jessica tertegun sebentar . Detik detik untuk menyatukan mereka semakin dengan . Baru saja Jessica membuka mulutnya untuk menjawab , tiba-tiba …

DOR !

Semua mata beralih kearah tamu upacara suci . Seorang pria berdiri diantara tamu dengan pistol ditangannya sambil tersenyum menyeramkan kearah Kai . Kai tau persis siapa itu , Ia adalah Oh Sehun . Oh sehun adalah namjachingu dari Seohyun yang ditemukan tewas bunuh diri pekan lalu diapartmentnya . Meski sudah dijelaskan bahwa semua adalah bunuh diri , tetapi sehun tidak puas dengan keputusan polisi yang menutup kasus ini .

“kau juga tidak akan pernah bahagia dengan orang yang paling kau cintai Kai !”

DOR !! DOR !!

Peluru meluncur bebas dan salah satunya mengenai Jessica . Kai sontak kaget dan meraih Jessica yang terjatuhdengan gaun putih berlumuran darah . Peluru itu tembus ke bagian vitalnya , jantung . Mata Kai memanas . Ia marah , kesal ,sedih .

“rasakan ! rasakan sakitnya kehilangan orang yang kau sayangi ! kau pantas mendapatkannya !”

Air mata kai akhirnya jatuh . ia menatap Jessica yang tak berdaya dengan nafas yang tersenggal .

“K..Kai .. Oppa .. Jangan me..nangis..” Jessica menahan tangisan Kai dengan tangannya yang sudah lemah . Keadaan disekitar menjadi panic . Banyak wanita dan anak kecil berlarian keluar , sedangkan yang pria sibuk menelfon ambulans dan menangkap Oh Sehun .

“opp..pa .. ak..aku belum .. ber..jan..ji  . se..sekarang di ha..hadapan Tuhan .. a..aku”

Jessica dengan susahb payah mengeluarkan suaranya . Ia tau bahwa waktunya tak lama lagi . Ia tak ingin mati sia-sia .

“jangan bicara . Kau harus bertahan sebentar lagi sayang . Jangantinggalkan aku . tetap disini” Kai berbicara cepat karena panic . Ia mempererat pelukannya pada yeoja tercintanya .

“ti..tidak oppa . A..aku , Jessica Jung .. bersump..pah a..kan mencin,,tai Kai Kim .. Jong In..seumur hi..dup..” Jessica masih saja bersikeras untuk mengucapkan sumpahnya . Sedangakan Kaiterus mengeluarkan air mata .

“saranghae.. jeongmal sarang..hae oppa~” setelah kalimat itu tangan Jessica yang sedari tadi berada di pipi Kai jatuh lemas . Kai bisa merasakan Jessica tak berada dalam tubuhnya lagi . Tangisnya semakin menjadi .

“Jessica !! Bangunsayang ! Arghhh !! Bangun ! Jangan tinggalkan aku ! Jess ! Chagi-ah~!” Kai menepuk sayang dan mengelus rambut Jessica . Bahkan ia berkali kali mengecup bibir Jessica berharap ia akan terbangun setelah ia mengecup bibir wanita tercintanya seperti didongeng-dongeng yang ia baca .

“selamat tinggal..”

DOR !! ternyata Sehun bunuh diri setelah melihat dengan mata kepala sendiri Jessica tewas karena pistolnya . Ia bunuh diri didalam gereja dan juga membunuh wanita tercinta Kai . Kai hanya focus pada Jessica . Sirine ambulan baru saja terdengar dari arah ,luar , tapi terlambat . Jessica sudah tidak ada .

“saranghae , saranghae , saranghae .. jeongmal saranghae~” Kai melumat sebentar bibir Jessica dalam tangisnya lalu memperat pelukannya . Tangisnya menjadi lagu dalampernikahannya . Dan gereja ini menjadi saksi pembunuhan kejam . Dan di gereja ini pula janji dan cinta mereka terukir meski pahit .

***FLASHBACK END

Kai mengahpus airmatanya yang mengalir deras . Bayangan masa lalu berputar layaknya film . Sudah 3 tahun berlalu . dan hari ini tepat 3 tahun hari pernikahan sekaligus 3 tahun hari kematian perempuan tercintanya . Kadang cinta perlu pengorbanan , bahkan mengorbankan cinta itu sendiri .

Cinta Kai dan Jessica mungkin akan berakhir bahagia jika tidak ada Oh Sehun saat itu . Jika tak ada dendam yang menyesatkan Oh Sehun dan jika Kai bisa melindungi Jessica . Sampai sekarang , Kai masih etrus menyalahkan dirinya . Dirinya yang tak bisa melindungi satu-satunya wanita tercintanya .

Sebelumnya ia sudah tau pasti resiko dari pekerjaannya . Tapi Jessica sangat mendukungnya . Itulah mengapa ia terus belajar mengejar impiannya dengan Jessica yang selalu mendukungnya . sekarang tanpa Jessica ia masih bisa bernafas tapi tidak dengan hatinya yang sudah ikut mati semenjak kepergian Jessica . Kebahagian mereka terengut paksa . Kebahagian yang hamper saja mereka rasakan hilang bersama perginya Jessica .

“jeongmal , sarangheyo” Kai memeluk nisannya semakin erat dengan tangis yang belum berhenti . Mungkin malam ini ia akan menghabiskannya lagi dengan tidur disebelah Jessica seperti tahun-tahun sebelumnya

END

===

Annyeong~ ottheo ?? cukup sadiskah ? atau belum puas ? \(‘o’ )

Komen juseyooo~ ^^

 

57 thoughts on “Case Closed (Oneshoot)

  1. annyeong aku reader bru😀
    agak kaget pas tau jessica udh meniggal, sedih sma nyesek jga bcanya.
    Ga nyangka Oh Sehun setega itu, OMG!😦
    you doing well thor, nice fanfic.🙂

  2. Eotthe???? Ini cukup menyedihkan chingu T-T
    Aku sedih kenapa si Sehun nembak bagian Jessica.. Aaaa.. kenapa beberapa hari ini Sehun terkesan jelek dipikiranku (?)
    Bagus banget chingu😀 Ini kayak baca komik Conan ._____. hehehe🙂
    Seru pokoknya..
    Hwaiting buat FF lainnya😀

  3. Annyeong aku reader baru🙂
    ff-nya bagus, aku kira Jessica masih hidup, ternyata….. Yaampun thor nyesek bnget pas baca bagian Jongin meluk nisan Jessica, sampe mewek ih😥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s