[Drabble] Partner, Uh?

Title: Partner, uh?

Genre : Action, Romance

Rating : G

Cast : Kai – Jessica – Luhan

Summary : people said we are perfect…. as partner?

=== Partner, uh? ===

Kai dan Jessica adalah pasangan rekan kerja yang dinilai paling cocok oleh semua orang. Mereka mempunyai kelebihan dan kekurangan yang jika disatukan, membentuk sebuah kesempurnaan. Itu lah kenapa mereka selalu ditugaskan bersama. Orang-orang selalu melihat mereka yang tidak terpisahkan dan selalu kompak. Kenyataan, mereka tidak selalu kompak. Mereka sering berselisih pendapat. Tentu saja mereka melakukan itu saat hanya berdua saja. Itu sebabnya orang lain tidak tahu hubungan mereka yang sebenarnya.

Seperti sekarang, mereka berdebat tentang siapa yang memfoto TKP dan siapa yang menginterogasi para saksi mata untuk kasus pencurian sebuah karya seni di sebuah galeri besar. Mereka berdua sama-sama ingin mendokumentasikan tempat kejadian dan tak ada yang mau menginterogasi. Padahal tugas asli mereka adalah menginterogasi para saksi mata. Selain karena mereka lebih berpengalaman dibandingkan agen-agen lain yang dikirim bersama mereka, juga karena pangkat mereka yang lebih tinggi.

Stop! Tugas kalian bukan dokumentasi! Tugas itu adalah tugas para junior, bukan kalian!” omel Taeyeon, salah satu agen senior yang ikut ditugaskan ke kasus tersebut. Tentu saja hanya Taeyeon yang tahu soal ke’tidak-kompak’an tim ini.

Jessica dan Kai saling melirik tidak suka. Akhirnya mereka menuruti Taeyeon. Kamera yang tadinya berada di tangan Kai dan Jessica pun berpindah ke tangan salah satu anak buah mereka dan berganti sebuah buku dan pulpen. Taeyeon melototi mereka yang belum juga berbuat apapun. Bagaimana pun tugas itu dikerjakan oleh 3 orang, bukan dirinya saja. Jessica dan Kai mendengus kemudian mengerjakan tugas mereka.

Sebuah tim sempurna didampingi seorang agen yang intelejennya tidak diragukan, membuat tugas itu terlihat mudah. Tidak sampai 3 jam, saksi mata yang berkisar 13 orang pun telah selesai diinterogasi. Taeyeon dan Jessica sudah bersantai karena tugas mereka sudah selesai. Tinggal Kai yang masih menginterogasi 1 orang saksi mata terakhir di ruangan khusus. Kai pun sudah hampir selesai dengan tugasnya.

“Terima kasih atas kerja samanya,” kata Kai sambil mengulurkan tangannya yang langsung disambut oleh saksi mata terakhir itu. Tidak lupa, Kai memberikan kedipan mata menggoda.

Kai yang terkenal sebagai cassanova itu tentu saja melancarkan aksinya kepada saksi matanya yang cantik dan seksi. Terlihat wanita itu tersenyum tersipu. Kai menyeringai tipis karenanya. Wanita itu mendekatkan tubuhnya ke Kai dan menyelusupkan jari-jari tangannya ke rambut Kai.

“Sepertinya kita akan bertemu lagi,” gumam wanita itu agak mendesah.

Kai tersenyum lebar saat wanita itu mengecup pipinya sekilas. “Tentu, Hyorin-ssi.”

“Lihatlah, agen kesayangan kita malah menggoda saksi mata!”

Kai terlonjak kaget mendengarnya. Dia menoleh dan baru sadar kalau pintu ruangan itu sudah terbuka, memperlihatkan Taeyeon dan Jessica yang sedang melipat tangan dengan kesal. Kai tersenyum polos.

***

Jessica menghempaskan dirinya di sofa ruang kerjanya dan Kai. Kai menyusul masuk dengan napas tersenggal-senggal. Berbeda dengan wajah muram Jessica, Kai malah berwajah bahagia juga bangga. Kai melemparkan pistolnya ke atas meja lalu menatap Jessica sambil menyeringai, merendahkan Jessica.

“Kau gila!” desis Jessica yang masih sibuk mengatur napasnya. “Harusnya kau jangan bertindak seenaknya! Untung saja tadi kita berhasil.”

Ya, Kai baru saja hampir menarik kelompoknya masuk ke dalam kuburan masing-masing lebih cepat dari waktu yang seharusnya. Kai mengacaukan rencana saat beberapa agen spesial Korea Selatan itu sedang menyusup masuk ke markas mafia. Kai malah sibuk menggoda seorang gadis dan tidak sengaja membuka identitasnya sendiri sebagai agen spesial KCIA. Untung saja teman-temannya bertindak cepat sehingga mereka selamat dari tempat itu.

“Kenapa? Kau takut mati?” ejek Kai.

Jessica mendengus tak terima. “Aku? Kau becanda?”

“Aku serius.. kau takut mati?”

“Dengar, Kim Jongin! Seorang agen spesial Korea Selatan dilarang takut dengan kematian. Mereka malah menantang kematian!” tegas Jessica. “Tetapi cara kami menantang kematian bukan dengan cara bodoh sepertimu!”

Kai mengibaskan tangannya santai. “Itu hanya sebuah kecelakaan kecil. Setidaknya kita berhasil mendapatkan beberapa tersangka, kan?”

Jessica menatapnya tajam. Kai malah tertawa karenanya.

“Sudahlah, jangan marah. Lebih baik kau urus orang-orang itu dan semua barang bukti secepatnya,” ucap Kai seraya pergi meninggalkan Jessica.

***

“Kai, apa aku harus menambahkan warna lain?” tanya Luhan.

Kai memutar matanya. Pria pelukis itu terkadang menyusahkan jika imajinasinya sudah mentok. Luhan pasti akan meminta pendapat orang sekitarnya, paling sering ya pada Kai dan Jessica. Yang paling parahnya adalah walaupun Luhan tahu seberapa parahnya selera Jessica tentang seni-seni semacam lukisan, Luhan tak pernah kapok meminta pendapat Jessica. Jadi Kai akan selalu ada untuk menyelamatkan karya Luhan dari pendapat neraka Jessica.

“Sesuaikan saja dengan imajinasimu sekarang. Atau dengan moodmu,” jawab Kai.

Luhan mengangguk dan mulai memegang kuasnya lagi.

“Ku pikir kau harus menambahkan warna putih, Lu,” usul Jessica.

Kai dan Luhan menoleh cepat ke arah Jessica yang asik memakai snacknya sambil menonton film di televisi. Ya, mereka memang sering menghabiskan waktu di rumah Luhan sambil menonton film jika tidak ada kasus.

“Jangan dengarkan Jessica. Bahkan dia tidak melirik karyamu sedikitpun. Bagaimana dia tahu apa yang bagus atau tidak untuk karyamu?” sahut Kai cepat.

Jessica merengut kesal. “Jangan remehkan aku! Lagian apa salahnya jika aku mengusulkan warna putih? Putih adalah warna kesukaanku.”

“Ah, ya.. boleh!” seru Luhan girang.

Kai menatap keduanya seakan dia sedang melihat 2 orang teraneh di dunia. Baiklah, itu kenyataannya sekarang. Jessica dan Luhan adalah orang yang sangat berbeda. Bagaikan kutub selatan dan utara. Itu sebabnya jika disatukan, mereka akan menjadi paduan yang sangat amat zenius! Ingat. Bukan jenius melainkan zenius. Itu lah menurut Kai. Mungkin karena tidak kata lain yang bisa mendeskripsikan betapa anehnya karakter mereka jika dipadukan.

Seabstrak apapun mereka, itu lah takdir mereka sekarang. Semua orang yang mengenal keduanya pasti tahu jika mereka sudah berpacaran selama beberapa tahun. Perbedaan mereka malah membuat mereka semakin dekat. Kai tidak tahu pasti kapan mereka saling kenal. Yang pasti, mereka sudah saling kenal sejak sebelum ia mengenal Jessica.

Itu lah yang disayangkan oleh Kai. Tidak ada yang sepenuhnya murni di persahabatan antara pria dan wanita. Ini yang terjadi dalam hubungan persahabatan Kai dan Jessica. Setelah sekitar 2 tahun kenal dan menjadi rekan Jessica, dia seperti terfokus pada wanita itu. Cassanova juga bisa merasakan cinta.

Mengenaskan. Di saat semua orang mengatakan dia dan Jessica adalah pasangan yang sempurna, kata-kata itu tidak bisa menjadi kenyataan. Dia dan Jessica tidak akan bisa menjadi pasangan yang sempurna dalam kehidupan nyata. Tapi Luhan dan Jessica lah yang akan menjadi pasangan sempurna untuk cinta.

“Sempurna, uh?” gumam Kai lirih.

Jessica mengangguk. “Ya, putih pasti sempurna untuk lukisan Luhan!”

Kai tertawa. Bukan itu maksudku, Jess. Tapi ya terserah lah. Setidaknya kita masih tetap bersama.

=== Partner, uh? ===

Sebenarnya aku mau buat oneshoot action. Tapi karena lagi krisis feel, aku nyerah dan jadi lah drabble ini.

Awalnya aku mau buat cerita tentang Kai dan Jessica yang jadi agen yang semacam FBI. Kai dijebak Hyorin sehingga harus mencuri sebuah karya di galeri besar. Makanya tuh ada nama Hyorin di atas. Nah nanti aksi Kai ketahuan sama Jessica. Jessicanya mau marah. Tapi Kai melakukan ‘sesuatu’ yang membuat Jessica ga terlalu kecewa. Kai buat itu terlihat alami padahal itu adalah rencana Kai agar Kai bisa mendapatkan semuanya tanpa resiko dipenjara. Nyatanya Jessica tahu tapi ga bilang apa-apa. Kalo Luhan sih emang jadi pacarnya Jessica. Pacar aneh yang suka menceletukkan sesuatu yang aneh. Hampir semacam autis. Tapi sesuatu yang aneh itu lah yang selalu membantu Jessica menyadari kesalahannya. Sayang otakku lagi malah berkhayal lebih lanjut~_~

Aku buat ini karena aku kangen buat ff action semacam cheonsa team. Sayang banget aku udah ga bisa ngefeel sama suju jadi ff itu ga bisa aku lanjut T_T

14 thoughts on “[Drabble] Partner, Uh?

  1. Aku uda baca ff ini sebenernya di wp pribadi author.
    Tp mudah2an ada lanjutan terbarunya. hehee
    Ditunggu yaa. Soalnya aku suka sama ceritanya. Tentang kepolisian gitu. hahaa

  2. woaaah pemilihan kata per kata kamu kayak ada magic yg bikin pengen baca lagi dan lagi…
    sifat masing2 karakter bisa kebayang jelas gimana.
    tapi Kai kasian banget ya terjebak antara Jess dan Luhan
    cinta bertepuk sebelah tangan lagi ;-;

    by the way aku baca yg cheonsa team di ffindo dan…… beneran itu ga di lanjut lagi? :”)
    padahal suka juga ada Heechul dgn karakter 4d nya huhuhu

    • Ahay terharu (/_\) makasih
      Iya kai kasian. Kenapa pula harus suka sama sica? Kenapa ga hyorin aja? Kan hyorin sekseh. Cocok sama kai :3

      Iya cheonsa ga dilanjut. Maaf banget ya😦 tapi di sequel ff ini, heechul ada lagi kok. Aku tergila-gila sama karakter heechul sih. Hehe

  3. Anyeong eoni, Xi Jung Myeon imnida 98L
    Readers bru dsini🙂
    Wah keren banget eon ff nya
    Btw kai ska ma sica ya?? Tpi sica nya udah pnya nc😦 sbar ya kai.
    Sequel dong eon😉

    Keep writting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s