Drabble : Jessica’s Diary

Jessica's Diary

Title : Jessica’s Diary

Author : Lyviamidul

Genre : Romance, Fluff

Rating : PG15+

Main Cast :

  • Kris Wu
  • Jessica Jung

Author’s Note :

  • Halo! Jangan bosan-bosan sama fiction singkatku ya!! Enjoy all!

Lyviamidul’s New Fiction, Jessica’s Diary

                Kini Kris sedang mengubrak-abrik rak buku yang rapi tersebut menjadi berantakan. Sang istrinya, Jessica dari tadi sudah menggerutu kesal karena kelakuan aneh suaminya itu. Bahkan Jessica sudah menanyakan apa yang Kris cari sedari tadi tapi malah diacuhkan oleh Kris.

“Kau cari apa Kris?” Tanya Jessica entah sudah keberapa kalinya. Lagi-lagi Kris mengacuhkan Jessica. Jessica malah tambah kesal.

“Ya! Jika kau tidak menjawabku kali ini kau tidur diluar!” Ancam Jessica. Kris langsung berdiri sambil mengacak-acak rambutnya frustasi.

“Aku mencari novel yang aku beli kemarin. Kau tahu? Harga novel itu hampir seperempat dari gaji karyawan kita di kantor.” Jawab Kris. Jessica mendengus kasar setelah mendengar jawaban Kris. Bisa-bisanya dia mengacuhkan pertanyaan Jessica karena novel yang katanya hampir seperempat gaji karyawan di kantornya?

“Pilih aku atau novel itu?” Tanya Jessica dengan nada dinginnya. Kris yang mendengar itu langsung merasakan aura es di sekitarnya yang membuat tubuhnya merinding seketika.

“Jessie..” Panggil Kris.

“Jawab pertanyaanku. Bisa-bisanya kau mengacuhkanku karena novel sampah itu?” Tanya Jessica. Jessica memang sedang marah sekarang. Tapi dia masih bisa mengontrol emosinya dengan baik agar suara melengkingnya itu tidak memenuhi ruangan demi ruangan di rumahnya.

“Kau tahu betul apa yang akan aku jawab Jess. I will choose you, babe.” Jawab Kris. Jessica masih belum merasa puas dengan jawaban Kris. Lagi-lagi yeoja itu mencari alasan untuk mengelak Kris.

“Tapi kau tidak memperlakukan aku seperti itu. I’m your princess. You should treat me well.” Pinta Jessica. Kris menghela nafasnya sembari mendekati Jessica yang beridir tidak jauh darinya.

“Aku akan jujur padamu,” Kata Kris menggantung. “Aku mencari bukan sesuatu yang bisa disebut novel.” Lanjut Kris. Jessica kebingungan. Apa yang sedang dicari oleh Kris?

“Jadi apa yang kau cari?” Tanya Jessica.

“Aku mencari sesuatu yang pasti sudah tidak penting lagi bagimu.” Jawab Kris. Jessica semakin tampak kebingungan karena jawaban Kris yang tidak bisa dia cerna di otaknya.

“Maksudmu?” Tanya Jessica.

“Tunggu sebentar.” Balas Kris sambil berlari ke arah gudang rumah mereka. Ntah apa yang dia cari, yang pasti dia mengingat sesuatu. Sedangkan Kris pergi ke gudang, Jessica duduk sambil berpikir sejenak. Apa yang dicari Kris sehingga dia bersemangat seperti itu? Jessica meraih setoples penuh dengan makanan ringan yang baru dia beli dua hari yang lalu bersama Kris di salah satu supermarket di kota yang mereka tinggali, Canada. Ya, Kris dan Jessica pindah ke Canada karena perushaan utama Kris berada disana. Sedangkan perusahaan cabang miliknya berada di Korea dan China.

“Jessie!” Panggil Kris dengan kencang dari arah gudang. Jessica meletakkan toples yang baru saja dia buka tutupnya dengan kasar ke atas meja.

“Ada apa lagi sih?!” Keluh Jessica sambil berjalan dengan hentakan kaki yang kencang.

“Ada apa Kris?!” Tanya Jessica kasar kepada Kris yang sedang berjongkok dengan kardus berdebu tebal di depannya, tepat di depannya. Penglihatan Jessica beralih kepada sebuah buku using yang di tangan Kris sekarang. Terdapat tulisan bercetak miring Jessica’s Diary disana.

“Jessie, apakah kau masih membutuhkan ini?” Tanya Kris.

“Tentu! Itu milikku!” Kata Jessica sambil berusaha mengambil buku diarynya itu.

“Tidak bisa! Aku yang menemukannya. Ini milikku sekarang!” Balas Kris sambil mengangkat buku diary itu tinggi-tinggi, tidak membiarkan sedikit kesempatan untuk Jessica agar bisa meraih buku diary itu.

It’s okay, fine. You can have it.” Jessica mengalah. Kris heran dengan kelakuan Jessica yang tiba-tiba menjadi alim seperti itu.

What happened with you? Kau terluka?” Tanya Kris kepada Jessica.

“Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja. Ambillah buku diaryku itu. Kau bisa memilikinya.” Kata Jessica. Kris mengarahkan buku diary yang dia pegang itu ke hadapan wajah Jessica.

“Ini? Kenapa tiba-tiba mengalah seperti itu? Semakin membuatku penasaran saja.”

“Ambillah. Kalau kau membacanya kau juga bisa mati cemburu. Isi diary itu ketika masa-masa pacaranku dengan Luhan.” Jelas Jessica, Kris langsung memasang wajah lecaknya dan memberikan diary itu kepada sang pemiliknya.

“Simpanlah. Aku tidak akan menyentuh buku using dan jelek itu. Apalagi isi kertasnya, disgusting. Kalau bisa lenyapkan itu, kau sudah bersamaku sekarang. You’re mine.” Oceh Kris sembari keluar dari gudang yang kotor itu, Jessica mengikutinya dari belakang dan segera menyembunyikan buku diary itu. Menyembunyikan? Mungkin tidak bisa dibilang seperti itu. Lebih tepat melenyapkan buku diary tersebut entah kemana.

***

                “Kris, berhentilah bersifat jutek kepadaku.” Mohon Jessica kepada Kris yang sedang menonton acara American Football di televisi rumahnya yang tipis itu.

“Kris, jebal..” Mohon Jessica lagi. Kris masih setia pada pendiriannya, dia tidak mengubah posisi dan pandangannya dari tempat yang sekarang dia tempati.

“Well, aku akan jujur padamu.” Kata Jessica. Kris masih tidak bergerak, sebenarnya ingin sekali dia melihat wajah dingin Jessica itu. Kris sangat merindukannya walaupun baru saja bertekad untuk mengambek sementara.

“Buku diary itu tidak ada tentang Luhan sama sekali.” Pengakuan Jessica itu berhasil membakar pikiran Kris. Yeoja aneh yang satu ini memang selalu berhasil membuat Kris bingung karena tingkahnya.

“Semuanya tentang kau Kris. Aku menumpahkan perasaan sebelum ataupun sesudah kau menjadi milikku.” Lanjut Jessica. Kris langsung menoleh ke wajah dingin istrinya itu.

“Kenapa tidak bilang dati tadi? Gimme your diary now.” Minta Kris, Jessica tersenyum penuh kemeangan sekarang.

“Bukankah kau yang menyuruhku untuk melenyapkannya? Sudah lenyap. It’s gone.” Balas Jessica.

Jeongmal? Kau melakukan hal itu? Aku hanya bercanda Jess. Ayo buat diary itu ada lagi!” Minta Kris lagi. Jessica tersenyum lagi, senyuman indah yang berhasil membuat semua orang luluh.

It’s in your heart. Diaryku ada di hatimu, seutuhnya ada dihatimu. Percayalah.” Kata Jessica sambil menyentuh dada bidang Kris itu.

How lucky I am to have a wife like you! Maafkan aku yang sedang jutek tadi. Kau tahu? Itu hanya acting.” Kata Kris sambil memeluk Jessica.

My diary is you, Kris.

The End

17 thoughts on “Drabble : Jessica’s Diary

  1. Nice ff thor!

    Ciee~ :33
    Kris cemburu sama luhan XDD
    Ahiw~ Sica so sweet bener ‘-‘

    Sebenernya sih aku udah baca di esff, cuman aku pengen ninggalin jejak juga disini xD
    Pokoknya keep writing ya thor~😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s