Hot Game | Chapter 1 |

Hot game

Title : Hot Game

Author : Жin Genie

Cast : Jessica Jung

Xi Luhan

Suport Cast : Tiffany Hwang

Kwon Yuri

Rating : PG-15

Genre : Romance

Lenght : Chapther

Back Sound : A-Jax – Hot Game

Part 1

 

 

***Hot Game by Жin Genie ***

Tiga orang yeoja cantik tengah berkumpul di sebuah cafe ternama di daerah Kangnam. Ketiga yeoja cantik itu adalah Jessica Jung, Tiffany Hwang dan Kwon Yuri.

“Ahh bosan, eh bagaimana kalau kita memainkan sebuah permainan?”usul Yuri tiba-tiba. Jessica dan Tiffany saling bertukar pandang lalu mengangguk dengan kompak. Mereka cukup tertarik dengan usul dari Yuri.

“Permainan ini adalah Truth or Dare. Tentu kalian berdua sudah tahu kan seperti apa Truth or dare itu”tanya Yuri. Kembali Jessica dan Tiffany menganggukkan kepalanya kompak dan terlihat cukup antusias.

“Bagus!”seru Yuri senang seraya menjentikkan jarinya.

Yuri menggunakan ponsel hitamnya sebagai alat untuk menunjuk di permainan Truth or dare”Siapa yang ingin memutarnya terlebih dahulu?”tawar Yuri.

“Dengan satu syarat, siapapun yang yang memilih dare maka dia harus menuruti apapun perkataan yang memutar ponsel”Yuri mengingatkan sebelum ada yang mengambil ponselnya.

Jessica langsung mengambil ponsel Yuri”Aku tahu itu dan aku yang akan memutarnya terlebih dahulu”ujar Jessica lalu langsung memutar ponsel Yuri. Ketiga yeoja cantik itu harap-harap cemas, menunggu ponsel Yuri yang di putar Jessica berhenti dan ponsel itu berhenti ke arah—Tiffany.

“Ah kenapa harus aku yang mendapat giliran pertama kali”keluh Tiffany. Yuri dan Jessica hanya tersenyum singkat mendengar perkataan Tiffany.

“Ayo Jessie kau boleh tanya apa saja kepada Tiffany”ujar Yuri seraya melirik Tiffany yang sedang mengerucutkan bibirnya.

Jessica nampak berpikir dengan keras”Apa ya?”gumamnya bingung. Sementara Tiffany menunggu Jessica dengan cemas takut Jessica bertanya yang aneh-aneh.

“Apa kau pernah menghianati ku?”tanya Jessica.

“Deg”

Tiffany langsung membulatkan matanya mendengar pertanyaan Jessica”Truth or dare?”tambah Jessica.

Tiffany menggigit bibirnya”Truth”ujarnya sedikit ragu.

Ok, katakan lah”perintah Yuri. Kini giliran Yuri dan Jessica yang menunggu Tiffany mengatakan yang sebenarnya.

“Sebelum aku mengatakannya aku ingin minta maaf terlebih dahulu kepadamu Jessie dan ku harap setelah permainan ini selesai kau tidak marah padaku”ucap Tiffany seraya menundukkan kepalanya.

“Katakan lah”ujar Jessica tenang.

“Saat kau dan Donghae masih berpacaran, Donghae pernah mengajakku berkencan dengannya dan pada saat itu aku baru putus dari Wooyoung”cerita Tiffany.

“Lalu apa kau menerima ajakan Donghae?”selidik Jessica seraya menatap Tiffany yang menunduk kan kepalanya.

Tiffany menganggukkan kepalanya singkat “Aku dan Donghae bahkan sempat berpacaran selama seminggu di belakangmu, tapi aku sadar kalau aku salah dan aku memutuskan untuk meninggalkan Donghae dan memilih persahabatan kita”Jelas Tiffany.

Tiffany menatap Jessica lalu menggenggam tangan Jessica”Sungguh Jessie, aku menyesal telah menghianatimu”ucap Tiffany tulus.

Jessica tersenyum “Aku tahu kau pernah berhianat dengan Donghae dan aku senang kau akhirnya mau mengakuinya”ujar Jessica santai.

“Kau tidak marah padaku?”tanya Tiffany bingung.

Jessica menggeleng. “Untuk apa? Kejadian itu kan sudah sangat lama dan aku tahu saat aku bilang aku menyukai Jinki kau pun menyukainya, sebenarnya aku tidak menyukai Jinki aku hanya mengetesmu saja, tapi kau merelakannya untuk ku dan itu sudah sangat membuktikan kalau adalah sahabatku”jawab Jessica.

“Jadi?”

“Aku sudah memaafkanmu sejak lama”ucap Jessica.

Thank you Jessie”seru Tiffany senang.

“Ya”sahut Jessica singkat.

“Ayo lanjutkan lagi permainannya”intrupsi Yuri.

“Ah baiklah, sekarang giliranku”Ujar Tiffany lalu memutar ponsel hitam Yuri. Tiffany memutar ponsel hitam Yuri dengan semangat sekarang giliran Jessica dan Yuri yang harap-harap cemas dan akhirnya ponsel hitam Yuri berhenti tapat di depan pemiliknya sendiri—Yuri.

Ok, kau mau tanya apa Hwang Miyoung”ujar Yuri santai seraya meledek Tiffany dengan memanggil nama Koreanya yang sangat tidak di sukai oleh Tiffany.

“Berhenti memanggilku seperti itu Kwon Yuri atau kau akan menyesal!”ancam Tiffany kesal.

“Aku tunggu”balas Yuri santai.

“Mengakulah kalau kau pernah merayu Siwon!”ujar Tiffany ketus seraya menatap Yuri sinis.

Yuri terkekeh mendengarnya”Ayolah Tiff, waktu itu aku hanya bercanda Siwon saja yang menanggapinya terlalu serius”balas Yuri membela dirinya.

“Aku tidak percaya kau kan memang pernah menyukai Siwon”tukas Tiffany cepat.

“Tidak hanya aku, Jessica juga pernah menyukai Siwon. Siapa juga yang tidak menyukai Siwon si manusia sempurna dan bintang sekolah waktu kita Senior High School”sergah Yuri cepat. Yuri memang punya seribu cara untuk mengelak.

“Eits aku tidak ikutan Yul, aku hanya mengagumi Siwon karena dia sangat baik itu tidak bisa di masukkan kedalam menyukainya”Jessica ikut menimpali karena tidak ingin ikut di salahkan oleh Tiffany.

“Hwang Miyoung giliranmu sudah selesai, sekarang saatnya aku mengendalikan permainan”ucap Yuri.

Mwo? Selesai? Tapi aku masih belum puas Yul”protes Tiffany seraya menahan ponsel Yuri yang di gunakan sebagai alat penunjuk.

Yuri menghela napas pasrah. “Baiklah, aku mengaku aku memang pernah menggoda Siwon. Puas kau?”ujar Yuri ketus. Tiffany terseyum tiga jari.

“Puas”balas Tiffany.

Yuri segera mengambil ponsel hitamnya lalu memutarnya. Sekarang hanya sisa Jessica yang belum mendapat giliran. Yuri memberikan smirk andalannya kepada Jessica. Jessica hanya bisa pasrah sekarang. Saat ponsel Yuri berhenti berputar semua mata langsung menuju Jessica karena ponsel Yuri tepat menunjuk Jessica.

“Siapa namja yang saat ini kau sukai?”tanya Yuri langsung. Yuri sangat penasaran dengan namja yang saat ini Jessica sukai masalahnya dianatara mereka bertiga hanya Jessica yang masih sendiri dan Jessica tidak mau memberi tahu siapa namja yang saat ini tengah ia sukai. Jika Yuri atau Tiffany bertanya ia langsung bungkam seribu bahasa lalu mengalihkan pembicaraan dan selalu seperti itu.

Jantung Jessica berdegup dengan kencang mendengar pertanyaan Yuri. Seharusnya ia sudah menduga dari awal kalau Yuri akan menanyakan hal itu.

Dare”jawab Jessica.

Tiffany kaget mendengar jawaban Jessica sementara Yuri hanya tersenyum tipis. “Apa kau yakin Jess?”tanya Tiffany ragu. Jessica hanya mengangguk pasrah.

“Baiklah jika itu yang kau pilih. Aku mau kau mencium namja yang masuk ke kafe ini—selama sepuluh detik. Jika kurang kau harus mengulanginya dengan namja yang berbeda”Jelas Yuri santai. Mata Jessica dan Tiffany melebar dengan sempurna.

“Itu terlalu berlebihan Kwon Yuri”komentar Tiffany.

Yuri tidak memperdulikan Tiffany. “Bagaimana Jessie? Kau setuju? Atau kau memilih truth?”tanya Yuri ke Jessica.

Jessica nampak berpikir keras“Baiklah aku akan melakukannya”jawab Jessica akhirnya.

“Jessie”panggil Tiffany. Jessica hanya tersenyum sekilas ke arah Tiffany.

“Bagaimana kalau yang datang itu namja yang bersama istrinya? Tidak mungkin jika Jessica menciumnya Yul”tanya Tiffany. Ia masih berusaha menyelamatkan Jessica karena ia merasa hukuman dari Yuri terlalu berlebihan.

“Baiklah aku ralat, hanya namja yang sendiri”Yuri terpaksa merubahnya kalau tidak Tiffany akan terus protes padanya.

“Ting”

Bel di depan kafe berdenting sontak ketiga yeoja cantik itu menoleh ke arah pintu dengan penasaran terutama Jessica.

Yeoja!

 

Yang baru masuk adalah yeoja. Jessica menghela napas lega untuk sementara.

“Ting”

Bel di kafe kembali berdenting dan yang masuk kali ini adalah namja!

“Glek”

Jessica menelan salivanya dengan susah payah. Namja yang barusan datang adalah seorang ahjussi yang sudah berumur dan terlihat dari wajahnya bahwa ia adalah orang yang mudah marah dan mesum.

“Ayo Jessie”seru Yuri.

“Yul~ itu seorang ahjussi apa aku harus menciumnya selama sepuluh detik bagaimana kalau setelah ini aku di buru oleh istrinya?”ucap Jessica seraya memasang wajah melasnya, berharap Yuri meringankan permintaanya.

Yuri nampak berpikir. “Baiklah hanya menempel saja”serunya merasa kasihan dengan sahabatnya itu.

Jessica menarik napasnya dalam seraya memikirkan alasan apa yang akan ia gunakan setelah nanti ia mencium ahjussi itu. Jessica bangkit dari kursinya dan dengan perlahan ia menghampiri ahjussi yang tengah berjalan mencari meja kosong. Jessica dan ahjussi itu kini hanya berjarak lima langkah. Jessica memejamkan matanya seraya berdoa ‘Tuhan tolong selamatkan aku’ dengan takut Jessica terus melangkah menuju sang ahjussi. Kini jarak Jessica dengan ahjussi itu sekitar tiga langkah lagi. Jessica terus saja memejamkan matanya—tidak berani menatap wajah ahjussi di depannya yang baginya sangat menakutkan itu. Jessica memajukan bibirnya dan Chu.

Bibir Jessica dan bibir ahjussi itu bertemu. Jessica merutuki dirinya yang mau mengikuti permainan bodoh Yuri.

“Deg”

Jantung Jessica berpacu dengan sangat cepat tak kala ia merasakan bahwa ahjussi itu membalas bibirnya yang hanya menempel saja. Ahjussi itu melumat bibir Jessica dengan bernapsu seraya menarik tengkuk Jessica agar memperdalam ciumannya. Jessica berontak! Ia memukul punggung ahjussi itu kencang agar melepaskan tautan bibir mereka. Tapi ahjussi itu tidak melepaskan tautan bibirnya dengan Jessica. Panik! Itu yang Jessica rasakan sekarang. Dengan gerak reflex cukup tinggi ia langsung menginjak kaki ahjussi mesum itu dengan kencang.

“Akh”ringis ahjussi itu seraya melepaskan tautan bibir mereka.

Jessica memberanikan dirinya untuk membuka matanya dan betapa terkejutnya ia saat ia membuka matanya ternyata yang ia cium bukanlah ahjussi yang tadi ia lihat melainkan seorang namja, muda dan tampan. Jessica mengerjapkan matanya berkali-kali karena terlalu terkejut.

Namja itu menyeringai ke arah Jessica“Nappeun Yeoja”ucap namja itu seraya menghapus air liur di bibir Jessica. “Tapi aku suka fuhh~”lanjutnya seraya berbisik tepat di telinga Jessica dan meniupnya lalu pergi begitu saja.

Panas. Wajah Jessica langsung panas dan merah merona karena perbuatan namja tadi. Dengan secepat kilat Jessica keluar dari kafe karena ia terlalu malu dengan kejadian yang baru saja ia alami.

“Jessie~!”teriak Tiffany dan Yuri bersamaan saat Jessica keluar. Jessica tidak memperdulikan teriakan kedua temannya itu, ia terus berlari ke arah parkiran tempat mobilnya di parkirkan.

***

“Kenapa tidak ada yang memberi tahuku kalau yang kucium adalah namja tadi bukan ahjussi yang sebelumnya?”tanya Jessica marah saat ia dan kedua sahabatnya—Yuri dan Tiffany sudah berada di dalam mobilnya.

“Aku pikir kau tahu dan sengaja melakukannya”ucap Tiffany polos.

Jessica menoleh ke arah Tiffany dengan kesal. “Mana mungkin aku sengaja Tiff, mau di taruh di mana wajahku kalau aku bertemu dengan namja itu lagi?”seru Jessica frustasi seraya mengacak rambutnya.

“Kalau aku  jadi kau aku akan mensyukurinya. Tidak jadi mencium ahjussi tua tadi malah mencium namja tampan bukankah kau sangat beruntung Jessie”ucap Tiffany senang.

“Bukankah kau menikmati ciuman dari namja tadi?”goda Yuri dengan senyum jahilnya.

“Berhentilah menggodaku!”seru Jessica kesal.

“Ah bagaimana kalau aku bertemu dengan namja itu lagi?”seru Jessica semakin frustasi.

“Kalau sampai kau bertemu lagi dengan namja itu mungkin saja dia jodohmu”ucap Tiffany asal dan mungkin saja benar.

“Mungkinkah ada second kiss?”ledek Yuri seraya melirik Jessica hajil.

“Arghh!!”teriak Jessica kesal dengan kedua sahabatnya yang terus saja menggodanya.

***

“Mobil siapa ini?”gumam Jessica bingung ketika ia melihat ada sebuah mobil sport mewah berwarna hitam dengan merek ternama terparkir dengan rapi di halaman rumahanya.

“Apa daddy membeli mobil baru?”ujar Jessica menebak-nebak. Tidak mau ambil pusing dengan masalah mobil yang terparkir di halam rumahnya Jessica langsung masuk ke dalam rumahnya karena ia sudah sangat lelah dan butuh istirahat di kamarnya yang nyaman.

“Aku pulang”seru Jessica.

“Ah akhirnya kau pulang juga Jessie”sambut mommynya—Victoria.

Mom and dad sudah lama menunggumu”tambahnya Victoria.

“Memangnya kenapa mom and dad menungguku? Apa ada hal yang penting?”tanya Jessica bingung sekaligus penasaran. Sekilas melintas di kepala Jessica tentang mobil yang terparkir di halamannya. Apa daddy membelikannya mobil baru?

Mom ingin mengenalkanmu dengan anak teman mom yang datang dari China”ucap Jessica seraya membawa Jessica menuju ruang santai keluarnya.

“Nah ini anak teman mom yang dari China itu”ucap Victoria seraya menunjuk seorang namja yang tengah asik berbincang dengan daddynya. Posisi namja itu memunggungi Jessica sehingga Jessica tidak dapat melihat wajahnya. Mendengar ucapan Victoria namja yang dimkasud oleh Victoria langsung membalikkan badanya dan betapa terkejutnya Jessica melihat wajah namja itu.

Neo!”seru Jessica histeris seraya menunjuk namja di depannya tapat di wajahnya.

“Jessie turunkan tangamu! Tidak sopan”omel daddy Jessica—Jung Yunho. Jessica segera menurunkan tangannya karena dimarahi oleh Yunho.

“Senang bisa bertemu denganmu lagi”ucap namja itu seraya tersenyum manis yang penuh arti.

“Nah Luhan kenalkan ini anak ahjumma namanya Jessica dan Jessie kenalkan dia Luhan anak teman mom yang dari China”ucap Victoria memperkenalkan.

“Nama yang indah seperti orangnya”puji Luhan. Jessica menatap Luhan muak.

“Kau jangan terlalu memuji Jessica nanti dia bisa besar kepala”ujar Yunho seraya tertawa. Luhan ikut tertawa sebagai bentuk penghormatan atas candaan yang Yunho ucapkan.

Dad!”protes Jessica tidak suka. Yunho langsung berhenti tertawa.

“Luhan akan tinggal di rumah kita selama ia sedang liburan semester dan mom mau kau menemani Luhan selama ia di Seoul”ucap Victoria.

Mom”protes Jessica.

“Kalau kau menolak mom akan menyita kartu kreditmu”ujar Victoria tegas. Jessica mengerucutkan bibirnya mendengar ancaman mommynya itu. Jessica melirik Luhan menggunakan ekor matanya.

Menyebalkan!ucap Jessica dalam hati.

11: 39 WIB

Selasa, 25 Desember 2012

***Hot Game by Жin Genie ***

A/N : FF ini akan gua lanjut setelah lebaran. ditunggu komentarnnya ^^

66 thoughts on “Hot Game | Chapter 1 |

  1. Jessie… main sosor2 aja.. untung yg disosor ganteng😀
    Luhan juga, ga kenal jessica malah main dibales aja..
    Jessica sama luhan tinggal serumah?? Oh No x_x

  2. ya ampunn serrru deh ini ceritanya😀 aku malah penasaran sendiri sama lanjutannya 😀 aku suka crita yg kek gini gak bikin bosen min😀

  3. permainanya ekstrim banget aduh haha
    jessica kenapa ngga milih truth aja padahal haha
    luhan juga mainin bibir orang aja haha
    luhan kayanya roman romannya bakal di jodohin sama jessie haha

  4. Sica gila juga yaa nurutin apa perintah yuri wkwkwk niatnya nyipok ahjussi eh dapet lumat dari namja tampan >< wah wah beruntungnya *o*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s