Bloody To The End (Oneshoot)

Bloody To The End

Bloody To The End

 

Author:

IcePrincessEXO

 

Rating:

PG

 

Length:

Oneshoot

Genre:

Action, Friendship, Romance, & Sad

Main cast:

          Kris Wu

          Jessica Jung

          Byun Baekhyun

          Xi Luhan

          Oh Sehun

 

Support cast:

          Kim JaeJoong

          Jung YunHo

          Elison Kim

 

Author Note:

FF ini terinspirasi dari MV MYNAME – BABY I’M SORRY, tapi cast & alur banyak banget yang author rubah. NO BASH, OKE!!! ^.^

DON’T FORGET TO COMMENT ^^

 

*****

 

Author POV

 

“Perusahaan JXPro akan jatuh ke tanganku, liat saja. Kau akan berakhir sebentar lagi Jung YunHo”

 

“Cih~ jangan terlalu percaya diri kau Kim Jaejoong. Kita lihat saja siapa yang menang dan siapa yang harus selsai sampai disini”

 

*****

*****

 

Kris POV

 

“assssh~ segarnya udara hari ini” sahut Jessica, satu-satunya perempuan dalam grup kami.

 

Sore itu aku dan ke tiga temanku sedang duduk di pinggir pantai, seperti sore-sore sebelumnya pantai ini tempat kita menghabiskan penat seusai jam pelajaran usai. Disini kami menunggu salah satu teman kami yang sedang membeli beberapa cemilan dan minuman. Tak lama kemudia temanku itu pun datang membawa bungkusan pelastik, yaaa dia memang sering kita suruh-suruh untuk membeli ini dan itu.

 

“yaaa~ makannan…” seru Luhan kegirangan sambil berlari menghampiri Baekhyun dan merebut kantung belanjaan itu.

 

“asikkk….” ucap Sehun seraya memancarkan mata yang berbinar namun masih tetap duduk manis dipinggir pantai.

 

“Ya! Kemana semua belanjaan ki…” belum sempat Luhan menjawab, dia menyadari bahwa ada yang tidak beres dengan keadaan Baekhyun. Ku palingkan wajahku dan Jessica yang sedang asik bercanda ke arah Luhan dan Baekhyun.

 

“OMONAAAA” Jessica terlihat terkejut. Lantas aku berdiri menghampiri Baekhyun.

 

“siapa yang membuatmu seperti ini?” tanyaku pada anak mami yang satu ini –Baekhyun-. Namun dia hanya menunjuk-nunjuk ke arah jalan yang ia lewati tadi. Segera aku menelusuri jalan itu.

 

***

Sesampainya di tempat yang ku tuju, benar saja. Beberapa pereman sedang asik menikmati makanan dan minuman yang sebenarnya sudah ada dalam perut kami. Segera saja ku berjalan memasuki tempat itu dan menghajar 2 orang yang paling dekat dengan tempatku berdiri. Mereka mulai melawan. Si pria berambut merah mengunci tubuhku dari belakang dan si pria berambut pirang buru-buru ingin menghajarku namun dengan gerakan gesit aku menengdang perut pria berambut pirang itu dengan kakiku yang tidah terkunci. Melihat si pirang jatuh tersungkur, lantas aku langsung menghatam si merah dengan kedua diku dan tanganku. Melihat hal itu, ke 7 orang yang dari tadi sibuk menonton sekarang beralih mengepungku. Dengan nyali yang besar dan ilmu beladiri yang ku dapat, aku melawan mereka semua namun sialnya aku kalah jumlah. Seketika itu aku tersungkur ke tanah dengan ujung bibir berdarah akibat dantaman dari tangan-tangan mereka.

 

“Ya! Menyingkirlah dari teman kami” tiba-tiba muncul Sehun dan ketiga temanku yang lain.

 

“Yaks~ dasar bocah tengik. Serang….” ucap peria berbadan kekar kepada teman-temannya yang lain dan menghacar teman-temanku. Melihat hal itu, aku bangkit dan langsung memukul kepala pria berbadan kekar itu yang paling dekat posisinya denganku menggunakan batang kayu dan menendang perutnya serta memukul wajahnya. Seketika dia roboh.

 

“Yaaa…….. BUGH” ku lihat Jessica memukul kepala pria berambut keemasan sepertinya dengan sebuah tongkat kasti besi dengan keras. Seketika ku bisa lihat darah mengucur keluar melewati dahi pria itu.

 

“Kyaaaaaa…. Hyungggg… Noonaaaaa help me…” teriak Baekhyun histeris sambil menghindari lawan tandingnya. Anak itu memang kalah jauh dengan Jessica.

 

“BUGH.. BUGH” kulihat Jessica memukul pria gempal itu dengan membabi buta, dan terahkir dia pegang kepala pria itu dan memutar kepalanya kasar untuk mematahkan leher pria itu. Tidak salah kalau dia didikan salah satu tempat latihan bela diri ternama di Korea.

 

****


****

Mobil hitam classic yang kutumpaki berhenti di sebuah pub yang tidak terlalu banyak di kunjungi orang yang biasa untuk di jadikan markas bagi orang tertenty. Malam ini seperti biasa, aku Kris Wu di panggil atasanku Jung YunHo untuk mengobrak abrik markas anak buah dari pesaingnya. Setelah sampai di dalam pub tersebut, Zelo dan Himchan partner kerjaku sudah lebih dulu menghantam orang-orang berjas hitam dengan pita berwarna silver di saku jasnya. Beberapa orang yang ada di depanku juga mulai menghajar mereka. Aku yang berada di belakang bertugas untuk melumpuhkan ketua dari centeng-centeng pesaing bossku.

 

Dengan sekali lihat, aku tau ketua dari mereka. Yaaa, pria dengan rambut klimis dengan cincin silver di jari telunjuknya itu. Aku berlari mendekatinya dan kutusuk orang itu dengan pisau belati pemberian bossku itu tepat di dada kirinya yang sedikit demi sedikit mengeluarkan darah segat. Ku cabut  pisau itu dari dadanya dan ku potong ibu jari sebelah kanan pria itu dan mengambil HP miliknya, ku masukkan ibu jari & HP pria tadi ke dalam plastik transparan dan ku masukkan kedalam saku jas yang ku kenakan. Aku akan menyerahkan ini pada boss-ku.

 

****

 

****

 

Author POV

 

Seorang yeoja berambut keemasan sedang menikmati tidurnya di kasur empuk milik yeoja itu. Tiba-tiba HP yeoja tadi berdering, buru-buru dia mengangkat panggilan tersebut tanpa melihat nama si penelfon.

“Ya! Jessie~ Sudah ku telfon berapa kali kau tak mengangkatnya. Kau sedang apa, HUH??” cerca si penelfon dengan lantangnya.

 

“Oh, mianhae songssaenim…” ujar Jessica merendahkan suaranya di hadapan sang guru.

 

“hari ini jam 8 kau ke tempat latihan, jangan telat”

 

“bukannya hari ini aku tidak ada jadwal latihan?”

 

“ada yang mau memakai jasamu”

 

“jinjja?”

 

“ne, maka dari itu jangan telat”

 

“arraseo”

 

Tutttttttt….. Sambungan itu pun terputus.

 

Yeoja yang di panggil Jessie itu melihat jam di dalam kamarnya dan dengan sigab dia berlari kearah kamar mandi dan bergegas ke tempat latihan.

 

****


“Maaf… aku terlambat” ujar Jessica saat sudah masuk ruang pribadi Mr. Elison Kim songssaenim.

 

“duduk lah” Mr.Elison mempersilahkan Jessica duduk. Jessica pun duduk di tempat yang sudah di sediakan.

 

“tepat seperti yang ku mau” ucap lelaki berparas lembut namun mematikan yang berada di depan Jessica itu.

 

“iya, dia Jessica Jung. Satu-satunya yeoja yang lulus pelatihan di tahun ini” ucap Mr.Elison memperkenalkan Jessica pada pria berkulit pucat tersebut.

 

“Oke… Perfect” ucap pria itu sambil menyunggingkan smirk kearah Jessica.

 

*****

 

*****

 

Pagi ini aku akan memberikan hasil kerjaku tadi malam, dengan ibu jari yang sudah ku awetkan terlebih dahulu sebelum memberikannya ke bossku. Setelah sampai di ruangan bossku, aku segera memberikan itu semua. Dia tersenyum kearahku dan memberiku bayaran. Lebih banyak dari yang biasanya.

 

“kerja bagus, kau memang pintar Kris” katanya sambil menyeringai.

 

“trimakasih.. apa aku ada pekerjaan lagi?” tanyaku sambil terus menatapnya.

“hanya pekerjaan biasa. Cek gudang penyimpanan berkas di daerahmu. Sesudah itu, kau boleh pulang” katanya. Mendengar hal itu akupun berlalu dan tak lupa memberi salam hormat padanya lalu keluar ruangan.

 

*****

 

*****

 

Luhan POV

 

Hari ini seperti biasa, setiap pagi-pagi sekali disetiap hari libur aku menbantu Park ahjusshi di kedainya mengangkat-ngangkat beras atau minuman. Aku yang sedang asyik mendorong troli berisi beberapa dus minuman kaleng di buat terpana dengan mobil hitam classic berhenti tidak jauh dari tempatku terdiam. Tiba-tiba pintu belakang mobil itu terbuka dan keluarlah Kris dari dalam mobil itu yang di kawal oleh beberapa orang berbaju serba hitam dengan sepatu mengkilap. Oh~ Sepertinya ia masih melakukan tugas menjijikan itu.

Kris adalah tulang punggung di keluarganya, dia rela menjalani pekerjaan hina itu untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Aku satu-satunya dari klompok kami yang mengetahui pekerjaan Kris. Kris juga mampu bersekolah di sekolah ternama di Korea bersama aku, Jessica, Baekhyun, dan Sehun. Aku saja harus bekarja banting tulang untuk membiayai hidup dan untuk biaya sekolah, walau sebenarnya aku masuk ke sekolah elit itu dengan jalan beasiswa. Beda halnya dengan Baekhyun dan Sehun yang asli benar-benar orang kaya, kalu Jessica karna dia dibiayai oleh guru di tempat ia berlatih bela diri maka Jessica bisa masuk ke sekolah itu. Ku rasa, Kris yang paling memiliki banyak beban di bandingkan aku dan Jessica yang notabennya hanya orang biasa saja.

 

*****

 

*****

 

Author POV

 

Kris, Luhan, & Sehun sedang asyik bervengkrama di kedai makanan pinggirjalan. Luhan & Sehun saling bertukar lelucon sambil menunggu kehadiran Jessica & Baekhyun. Namun saat sedang asyik tertawa, ketiga namja tersebut kaget saat salah satu dari dua pria memarahi Baekhyun dan hampir memukulnya karna Baekhyun tanpa sengaja menyenggol meja orang tadi yang menyebabkan kuah mie pesanan dua namja tadi tumpah. Saat Kris hendak menahan pukulan pria tadi tiba-tiba datang seorang pria sengan stelan classic dengan beberapa centeng di belakangnya. Seketika itu pula dua pria yang maraah-marah tadi tunduk dan pergi dari situ bersama pria yang baru datang tadi.

 

“lain kali hati-hati Baekie-ahhh” ucap Kris sambil mengacak rambut Baekhyun.

 

“maaf hyung, aku tak sengaja” sesal Baekhyun sambil menundukkan  wajahnya.

 

“kau sih main HP terus” celetuk Sehun.

 

“bukan, tadi aku baru saja mau membalas sms dari Jessica tapi… malah menabrak” jawabnya.

 

“ngomong-ngomong, dimana gadis strong itu?” tanya Luhan pada Baekhyun.

“dia bilang tak bisa hadir, ada urusan mendadak bersama gurunya itu” Baekhyun menjawab sambil menduduki kursinya.

 

“oh, yasudah kalau begitu. Mari makan…” ujar Kris.

 

*****

 

*****

 

Siang ini di gedung pertemuan perusahaan JXPro, Jung YunHo dan Kim Jaejoong menghadiri pertemuan guna membahas tentang penyerah terimaah beberapa saham milik JXPro. Kubu masing-masing pesaing bisnis itu telah menempati tempat duduknya masing-masing. Kini tibalah untuk pengumuman hasil diskusi dari pihak JXPro. Dan pihak JXPro memberikan prusahaan induk kepada Kim Jaejoong dan memberikan beberapa saham kecilnya ke Jung Yunho. Kim Jaejoong yang senang dengan kemenangannya itu melayangkan sebuah senyum kemenangan ke arah musuhnya dan sengan sigap menandatangani surat perpindah tangannan kepemilikan. Setelah semua proses selesai, dengan amarah yang memuncak Jung YunHo buru-buru ke luar ruangan guna mendinginkan kepalanya yang panas itu. Denga perasaan yang meluap-luap Jung YunHo memanggil Kris.

 

“beri sedikit hadiah pada keparat itu” biasik YunHo di telinga Kris sambil mengeluarkan smirk andalannya.

 

*****

 

Saat menuju pintu keluar prusahaan ini, Kim Jaejoong beserta empat pengawalnya yg berada di depan dan di belakannya bertemu Kris yang berjalan sendirian untuk memberi “hadian” kepada Kim Jaejoong. Dengan cekatan Kris melayangkan hantaman ke dua orang pengawal Jaejoong dan seketika empat orang tersebut terkapar. Kim Jaejoong sedikit shock namun dia menyembunyikan perasaannya itu. Dengan santainya Kris meninggalkan Kim Jaejoong sendirian dan merlalu pergi.

 

*****

 

*****

 

_Coffe Shop_

 

“ku kira pria bertubuh tinggi itu hebat juga, kau beli dia mana?” ucap Kim Jaejoong yang tiba-tiba duduk di kursi dekat dengan kursi Jung Yunho berada.

 

“kau sudah menerima hadiah dari ku rupanya” ujar Jung Yunho sambil menyeruput coffe pesanannya.

 

“trima kasih atas hadiahnya, dan see? I’m king, right?” smirk Jaejoong mengembang saat mengatakan hal tersebut.

 

“jangan senag dulu Mr.Kim…. Kau akan menyesal sebentar lagi” ucap Yunho menantang.

 

“whatever~” seru Jaejoong sambil berlalu pergi meninggalkan Yunho yang sedang mengepalkan tangannya.

 

*****

 

*****

 

Jessica POV

 

Hari ini aku di panggil oleh boss baruku itu ke tempatnya, ku penuhi undangannya tersebut. Sesampainya aku di ruangannya ku lihat beberapa namja berjejer di berhadapan dengan boss baruku itu, sepertinya boss ku ini sedang menyeleksi “the next pengawal” untuknya.

 

“permisi…” ucapku sambil mengetuk pelan pintu ruangannya yang sedikit terbuka. Ku lihat bossku itu tersenyum ke arahku dan menyuruhku masuk.

 

“si lahkan duduk Jessica-ssi, emmm…. mau minum apa?” tawar Jaejong sambil menatap Jessica intens.

 

“tidak perlu berbasa-basi tuan, apa tugas pertama saya kali ini?” tanya Jessica to the point.

 

“sepertinya kau wanita yang suka langsung ke inti ya? Baik lah… Tugasmu cukup mengirim Jung Yunho. Aku tak mau dia berbuat lebih gila lagi dan merebut perusahaanku ini’ ujar Jaejoong.

 

“ne, aku mengerti…” sahut Jessica.

 

“ini, gelang untukmu” ucap Jaejoong seraya beranjak dari tembat duduknya dan mendekati Jessica.

 

“apa ini?” tanya Jessica sambil sedikit menggeser duduknya menjauh dari Jaejoong.

 

“pakai lah saat menjalankan misi itu nanti” bisik Jaejoong di telinga kiri Jessica sambil tangannya pengelus paha putih Jessica yang terlihat jelas itu.

 

“oh, oke. Saya permisi dulu kalau begitu” kini Jessica buru-buru pergi meninggalkan tempat itu.

 

*****

 

*****

 

Kris POV

 

Hari ini adalah hari ulang tahun salah satu sahabatku, Jessica Jung. Sudah 3 tahun kami berteman walau pun begitu aku belum pernah memberi hadiah ulang tahun special untuknya. Aku dan dia memang memiliki hubungan lebih namun kita tak mau meresmikan hubungan kita. Biarkan semuanya berjalan dengan semestinya, mengalir begitu saja seperti air, toh kalau jodoh tak akan kenama. Lagi pula, aku juga tidak enak dengan Luhan & Baekhyun. Walau mereka tidak terang-terangan mengungkapkan rasa sukanya pada Jessica namun aku tahu sebenarnya mereka menyimpan rasa dengan satu-satunya perempuan dalam kelompok kami. Kalau soal Sehun, dia sudah berpacaran dengan hoobae kita si Krystal. Krystal juga sangat dekat dengan Jessica, mereka memiliki ekspresi wajah yang sama yaitu “dingin”. Mereka juga termasuk dalam daftar yeoja terpopuler sesekolahan. Saat aku sedang asyik melamun tiba-tiba nangan mungil itu menutup kedua mataku. Ku raba jari-jari kecilnya, aku tau itu kau Jess.

 

“Jessie, lepas. Sudah jangan seperti anak kecil” ucapku, lalu ia melepaskan tangannya itu dan ikut duduk di bangku taman bersama ku.

 

“issss, tak asyik” katanya sambil memajukan bibir mungilnya.

 

“jangan sepertui itu Jessie, kau terlihat lebih jelek” kataku sambil memerhatikan wajahnya.

 

“haisss. Oya, untuk  apa kau mengajakku kemari. Malam-malam begini dan kau tau disini dingin sekali” keluhnya sambil mengusap-usapkan kedua telapak tangannya.

 

“aku ingin memberikan ini” kataku sambil memberikan sebuah kotak kecil berwarna ungu muda dengan pita pink di atasnya. Jessica sedikit terkejut semnari menerima kado dariku.

 

“ini apa Kris?” tanyanya.

 

“buka saja” kataku sok misterius. Jessica pun membuka kotak itu dan mengambil benda di dalamnya.

 

“ahhh… cute, I like that Kris. Thanks” katanya sambil memegangi cincin yang kuberikan dan langsung memakainya.

 

“kau suka Jess?” tanyaku sambil menatap mata indahnya. Dia melihat kearahku, tersenyum dan menganggukkan kepalanya cepat.

 

“Iya, aku suka sekali Kris” katanya sambil tersenyum senang. Mata kami bertemu, Jessica sedikit mengerjab-ngerjabkan matanya. Betapa lucunya dia saat ini. Ku majukan wajahku mendekat ke wajahnya dan…

 

CHU~

 

Bibirku sukses mendarat tepat di bibirnya. Hanya mengecupnya dingkat tanpa ada lumatan. Selama 20 detik posisi kami seperti itu hingga ku dengar sebuah deheman dari seseorang. Ku tolehkan wajahku dan aku mendapati Sehun sedang memerhatikan kami.

 

“Oh…. jadi ini yang kalian lakukan?” tanyanya dengan wajah datar khas seorang Oh Sehun.

 

“emm… k-kami.. h-hanya…” jawab Jessica terbata-bata.

 

“kau mengganggu kami, Hun” ketusku padanya.

 

“Sorry, aku mengganggu moment kalian. Lanjutkan saja kalau begitu” katanya sambil terkekeh pelan. Seketika itu juga tangan mungil Jessica memukul kepala bocah itu.

“Awwww, sakit nun” keluhnya sambil memegangi kepalanya itu.

 

“rasakan” ujar Jessica sambil menatap Sehun.

 

“haissss… Oya, kapan akalian jadian?” pertanyaan Sehun membuat aku dan Jessica sedikit kaget.

 

“kami tidak jadian” jawabku.

 

“lalu, buat apa kalian berciuman? Mau mengelak dari ku eoh? Mengaku saja lah. Aku tak akan membocorkan rahasia kalian pada Luhan & Baekhyun” kata Sehun sambil melipat kedua tangannya di perutnya itu.

 

“bukan… kita hanya~” ucapan Jessica ku potong.

 

“kita belum jadian, namun kita saling suka. Kita tidak mau pacaran karna….” aku menggantungkan kalimatku.

 

“takut Luhan & Baekhyun patah hati, benar begitu kan Hyun?” selak Sehun.

 

“iya” jawabku, Sehun mengangguk mendengar jawaban singkatku.

******

 

*****

 

Jessica POV

 

Hari ini misi yang di berikan bossku untuk menbunuh saingan bisnisnya itu akan ku jalankan. Aku sedang berada di pub, malam ini aku sedikit risih untuk menjalankan tugasku. Hanya sendirian karna partnerku berada jauh dariku dan hanya mengintaiku saja. Dengan dandanan dan baju yang sedikit terbuka ini aku trlihat enar-benar seperti wanita penghibur saja. Mini dress mereh dengan punggungku yang terbuka membuat aku agak kedingian disini. Aku duduk di salah satu bar dan memesan satu gelas russia vodka dan meneguk habis minuman itu tanpa sisa. Untung saja aku tidak pusing dan dengan ujung mataku aku dapat melihat pria jangkun berjalan ke arah tempat membilas tangan pada pub ini.

 

“Jess…. mangsa sudah masuk kedalam. Segera eksekusi” suara pria terdengar melalui alat komunikasi tanpa kabel di telingaku. Aku segera masuk kedalam toilet tersebut. Dengan pisau yang sudah kusiapkan dan ku sembunyikan di dekat tas tangan berwarna senada dengan dressku malam ini.

 

“sepi” ucapku dalam hati. Segera ku masuk kedalamnya dan pura-pura sempoyongan akibat mabuk dan mencoba membilas wajahku dan merapihkan rambutku yang ku buat berantakan. Aku bisa melihat dari ujung ekor mataku namja ini melirikku sekilas. Dengan rasa percaya diri yang tinggi ku jalankan aksiku. Bandanku ku buat seperti masih mabuk dan sedikit oleng ke arahnya, pada saat itu aku mengeluarkan pisau belati dari balik tas merahku dan menancapkan pisau itu di dada kirinya namun sesuatu di luat dugaan-ku. Tiba-tiba pria ini memegang tanganku yang menggenggam pegangan pisau ini dan membalikannya ke arahku. Aku kaget bukan main, dia menghimpitku ke arah tembok. Mati sudah riwayatku namun dengan sekuat tenaga ku tendang kakinya, dia sedikit oleng dan ku manfaatkan ini untuk menusuknya namun kakinya menendangku dan aku pun jatuh tersungkur. Bodoh sekali dia, aku jatuh tah jauh dari kakinya. Segeta kutancapkan pisau itu di kaki kirinya, darah mulai mengucur keluar melewati celana hitam miliknya.

 

“sialan kau wanita jalang” ucapnya. Dia berdiri dan mencabut pisau itu sedangkan aku mencoba bangkit lalu pergi namun tangannya memegang kakiku. Ditariknya kakuku dan dia menindih tubuh kecilku.

 

“Kau… berani-beraninya melukai kakiku HUH?” katanya penuh emosi, antara cemas dan takut aku hanya menatapnya sinis.

 

“kau bosan hidup rupanya. Rasakan ini” dia pun mengacungkan pisau itu ke arahku. Segera ku tutup mata ini dan tiba-tiba yang terasa menda lunak menempel di bibirku. Bodoh, pria ini malah melumat habis bibirku. Ku tendang dia, dia sedikit tersungkur debelakang aku ingin bangkit namun dia menarik kakiku dan mengoreskan ujung pisau itu ke kaki mulusku. Seketika darah keluar, aku pun hanya dapat meringis menahan sakit yang kurasakan. Tak bisa berdiri, aku hanya menghindar sampai aku terjebak di atara dinding kamar mandi ini.

 

“kau mau lari kemana sayang?” kata pria itu yang sekarang berada didepan wajahku, terlihat olehku dia menampakkan smirknya. Ku lihat pisau di tangannya segera ku tendang tangannya dan pisau itu terlepas dari tangan pria tadi, dia terlihat panik dan ku manfaatkan kesempatan ini untuk memukul wajah dan dadanya. Dia tersukur dan buru-buru ku ambil pisau itu dan menancapkannya namun lagi-lagi usahaku gagal dan pisau itu sekarang malah berbalik ke arahku.

 

“this game is over, sexy” katanya sambil menyunggingkan sebuah smirk. Ujung pisau itu mulai mengarah dan menembus bajuku aku terus menahannya namun sial, dia sangan kuat. Perlahan-lahan namun pasti pisau itu mulai melesak ke dalam dadaku, sakit, perih, ku lihat separuh pisau itu telah menancap dadaku dengan sekali hentakan dan darah mengenai wajahnya. Dapat ku lihat dia memberikan smirk kemenangan dan meninggalkanku yang masih berjuang menahan rasa sakit. Darahku semakin banyak keluat menembus baju merehku. Mungkin ini memang takdirku, dan aku merasakan mataku mulai terpejam dan semuanya gelap.

 

*****

 

*****

 

Kris POV

 

Tiba-tiba ponselku berdering, ku lirik jam dikamarku. Jam 2 pagi. Ku angkat segera telfon itu. Betapa kagetnya saat aku sadar bahwa yang menelfon adalah bossku. Dia menyuruhku ke pub langganannya sekarang juga. Kurapihkan penampilanku dan segera kesana.

 

Sesampainya aku disana, aku melihat beberapa rekanku membawa bungkusan mayat ke luar pub ini melalui jalur belakang. Oh mungkin itu orang yang mencoba membunuh bossku. Aku kesini juga disuruh untuk mensterilkan tempat ini, mungkin masih ada bukti tentang orang tersebut. Saat kantung berisi mayat itu digotong aku bisa melihat tangan keluat dari kantung itu, tangan kecil dan mungil dengan cicin putih yang melingkar di jari tengahnya.

 

“sepertinya aku pernah melihat cincin itu” gumamku, namun segera ku tepis perasaan aneh itu dan segera ke tempat boss ku berada.

 

****

 

“Kris, cepat kau sterilkan lokasi tadi. Bawa semua barang yang mencurigakan padaku. Aku akan pulang sekarang” kata bossku dan berlalu pergi meninggalkanku. Dengan sigap aku langsug kembali ketempat tadi. Sesudah aku sampai di lokasi aku merasakan ponselku bergetar saat itu juga aku mengangkatnya.

 

“yeoboseo” kataku.

 

“Kris, aku mendapat telfon dari umma Jessica. Katanya hari ini dia belum pulang kerumah. Aku sudah menghubungi ponselnya namun tak diangkat. Bagaimana ini Kris?” ucap luhan terlihat panik.

 

“oke, aku akan berusaha menelfon dan mencarinya. Oya, jangan lupa hubungi Kristal. Mungin ia tahun Jessica ada di mana” sambungku lalu mematikan sambungan telfon luhan padaku. Segera ku dial nomor Jessica. Namun tibatiba suara alunan lagu yang tak asing bagiku terdengar. Segera ku telusuri tempat itu dan betapa shocknya saat aku tau ponsel Jessica yang sedikit retak dan terkena noda darah berada di situ. Pikiranku mulai melayang ke mana-mana. Apa mungkin tangan mungil itu….

 

Aku mengejar mobil yang membawa mayat orang itu, segera ku masuk kedalamnya. Dengan was-was ku buka kain yang menutupi wajahnya. Ku pejamkan mataku, dan saat ku buka benar wajah yag ku lihat wajah sahabatku Jessica Jung. Ku gigit bibir bawahku untuk meredam amarah dan tangisanku. Kakiku terasa lemas, tanganku gemetar. Segera ku keluar mobil itu dan masuk ke dalam mobil pribadiku.

 

“BODOH, Jessica kau bodoh sekali. Jadi ini yang kau kerjakan sehingga kau jarang berkumpul dengan kami” ucapku lirih sambil memukul stiran mobilku ini. Aku mengacak-acak rambut ku frustasi.

 

Tiba-tiba ponselku bergetar lagi, segera ku angkat tefon ini.

 

“yeob…” belum sempat aku menyudahi kalimatku Luhan memotongnya dengan tergesa-gesa.

 

“Jessica meninggal” ucap luhan. Aku hanya bisa tersenyum getir, aku tahu semuanya.

 

“kau tahu dari mana?” tanyaku.

 

“Elison, guru tertinggi disekolah beladirinya menghubungiku. Dia berkata itu. Kau tau, Jessica selama ini berkerja sebagai pembunuh bayaran sepertimu dan….” Luhan menggantungkan kalimatnya.

 

“dan apa Lu ?” tanyaku sedikit membentaknya.

 

“dan…. aku tau pekerjaannya itu” katanya.

 

“oh, benar dugaanku” kataku dalam hati.

 

“Bodoh, kenapa ku tak beri tahu aku dulu HUH ?” aku benar-benar membentaknya sekarang.

 

“Jessica bilang, tak ada yang boleh tau selain aku” katanya dengan nada rendah.

 

“kau tau siapa yang membunuhnya”

 

“boss mu Kris”

 

“aku akan menghabisi JUNG YUNHO keparat itu”

 

*****

 

*****

 

Hari ini aku datang ke markas Jung Yunho, aku tahu dia dimana. Sebelumnya ku sudah menelfon YunHo namun dia hanya menanggapiku tanpa respon yang baik. Dengan emosi yang memuncak ku dobrak ruangannya, aku dihadang dua orang yang berada dekat denganku dengan beberapa pukulan aku bisa merobohkan mereka. Namun saat aku ingin menendang salah satu dari lima pesaingku tiba-tiba punggungku di pukul oleh balok kayu hingga kesadarannku mulai berkurang. Dengan keadaanku yang sekarang lemah ini aku di tarik paksa oleh dua orang di belakanku, dipeganginya tangannku. Dua orang lainnya memukuli wajah dan perutku bertubu-tubi. Darah pulai keluar dari mulut dan ujung bibirku. Oh Tuhan, kalau ini hari terakhirku, aku siap. Aku akan menyusuk Jessica-ku. Saat kesadaranku mulai hilang tiba-tiba muncul ketiga sahabatku.

 

“lepaskan Kris” ujar Sehun lantang.

 

“lepaskan dia” kata Yunho kepada anak buahnya. Aku dilepaskan dan tubuhku langsung tersungkur kebawah namun aku cepat-cepat bangkit dan tersenyum ke arah mereka. Baru selangkah kakiku ingin mendekati Sehun tiba-tiba….

 

******

 

Author POV

 

DORR~

 

Suara tembakan menggema diruangan luas tersebut. Darah mulai keluar dari punggung Kris dan akhirnya Kris pun jatuh tersungkur. Melihat itu emosi Sehun memuncak dia berteriak dan memukul orang-orang berjas hitam di dekatnya. Melihat tingkah Sehun, Luhan juga melakukan hal yang sama namun berbeda dengan Baekhyun yang penakut dan malah bersembunyi.

 

“yaaaaa~” luhan memukul dan menendang pria kekar di depannya namun tiba-tiba dari belakang pria lain berbadan tegab memukul kepala Luhan dengan tongkat besi dan seketika melumpuhkan Luhan. Darah mulai mengalir keluar melewati dahi hingga turun ke wajahnya.

 

Di tempat tak jauh dari ditu Baekhyun menutup mulutnya dengan kedua tangannya melihat Luhan yang sudah tak bernyawa lagi. Baekhyun bisa menangkap sosok pria mendekatinya dengan ekot matanya dan dengan sigap ia langsung mengambil batang kayu yang ada di depannya dan memukul ke arah sembarang namun naas tongkat kayu itu malah menghanta pilar yang ada di dekatnya membuat balik kayu itu patah. Mengetahui hal itu si pria yang mengincar Baekhyun memberikan smirk mematikan. Dia terus mendekat ke arah Baekhyun dan Baekhyun terus mundur dan dia tersandung balok kayu yang lain. Sebelum Baekhyun menggambil balok kayu yang lain untuk memukul pria itu, pria yang membawa pisau di tangannya dengan cepat menghujapkan mata pisaunya ke arah jantung Baekhyun. Seketika Baekhyun terkapar disana namun sepertia ia masih bertahan.

 

Ditempat lain, Sehun dengan cekatan menghacar tiga lawannya dengan brutal namun naas sebuah tembakan mendarat persis di jantungnya yang menyebabkan dia roboh seketika. Baekhyun yang masih bisa melihat kejadian itu hanya tersenyum getir. Dilihatnya ponsel miliknya bergetar, dia bisa melihat kalau ibunya menelfon. Dengan sekuat tenaga Baekhyun merangkak menuju ponsel miliknya, Baekhyun menyentuh dadanya yang bercucuran darah itu, menahan rasa sakit dan berusaha sekuat tenaga untuk mengambil ponselnya. Sebelum ia benar-benar menutup mata ia ingin mendengan suara ibunya. Berhasil…

 

Klik…

 

“y-yo..bos..s..seoh~” ucap Baekhyun menahan sakit yang ia rasakan.

 

“kau kenapa nak? kau dimana? Kenaoa belum pulang?” cemas ibu Baekhyun. Baekhyun yang mendengar itu hanya tersenyum getir. Dan mulai menjawab pertanyaan ibunya.

 

“a-ku ba..baik-b-baik saja… b-baekhyun enghhh~ sa-sayang i-bu. I l..love u m..m..mom..” ucapan Baekhyun terbata-bata, ia merasa idak kuat lagi.

 

“Kau kenapa nak? Kau…..”

 

Tutttttttttttt~ sambungan telfon sengaja Baekhyun matikan. Sebelum ia bear-benar menutup mata ia tersenyum membuka matanya lebar-lebar, memasukkan semua memori indah bersama teman-temannya dan kedua orangtuanya. Air mata yang sedari tadi di tahannya akhirnya keluar juga membasahi pipi Baekhyun yang sudah terkena noda darahnya sendiri.

 

“I’m STRONG. I LOVE U, M…mom~” ucap baekhyun sebelum benar-benar menutup matanya dan semua gelap.

 

*****

 

-The End-

 

Akhirnya selsai juga kkkkk
Jangan lupa COMMENT oke, kritik dan sarannya aku tunggu ^^

21 thoughts on “Bloody To The End (Oneshoot)

  1. huwaaa… btak konflik bertebran… gk nyangka bkal mati semua. tp bgys koq thor. wlaupun ending’a sad…
    ok ditggu krya2 lain’a.

  2. Huwaaaa andweeeee knp smuanya pd mati T_T ?? Tragiis
    Utg ªjª krissica smpat dpt moment romantis..
    Btw itu baekie emang anak mami sejati ya, mpe detik terakhir msh inget mama’a, nice boy haha..
    gud job chingu..
    Keep writing, hwaiting ^o^)9

  3. wow Daebak…
    ky.y kris blum bisa ngajak sica pacaran atau hubungan yg lbh, why, kris kan kerja.y ky gitu mungkin dia takut da yg ingin bls dendam trus ngancam dia lwt sica, bner ga>,, #ngarang
    wah perjuangan mereka sbg shabat patut diancungin jempol , walau maut menantangnya..
    lanjut
    hwaiting(Y)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s