Drabble | Not Alone |

Not Alone

 

Title : Not Alone

Author : Жin Genie

Cast : Jessica Jung

Xi Luhan

Suport Cast : Member SNSD and EXO

Genre : Romance

Rating : PG – 15

Lenght : Drabble

Back Sound : SNSD – Not Alone

A/N : FF ini terinspirasi dari Jessica yang katanya di jauhin Taeng!!!

***Not Alone by Жin Genie***

 

Hari ini adalah jadwal SNSD mengadakan konser di Taiwan. Semua member sedang bersiap untuk keberangkatan mereka ke bandara. Seorang yeoja berambut cokelat terang terlihat keluar dari dorm mereka terlebih dahulu dengan koper Pink yang ia tarik. Yeoja itu adalah Jessica Jung.

 

Jessica segera memasukan kopernya kedalam mobil yang memang khusus untuk membawa barang-barang mereka selama mereka berada di Taiwan.

 

“Grep”

 

Tiba-tiba saja ada yang menarik tangan Jessica cukup kencang dan membawanya menuju bohon besar yang berada tidak jauh dari tempat awal Jessica. Tanpa sempat protes orang yang menarik tangan Jessica kini memeluk Jessica dengan erat.

 

“Lu”gumam Jessica pelan yang mengetahui orang yang memeluknya adalah Luhan—kekasihnya. Ia kenal betul dengan aroma tubuh Luhan yang memang tidak berubah itu.

 

Diam. Luhan tidak menjawab panggilan dari Jessica. Ia terus memeluk Jessica semakin erat menyalurkan rasa sayang dan kekuatan untuk Jessica.

 

“Ada apa?”tanya Jessica bingung.

 

Luhan melepaskan pelukkannya dan menatap Jessica marah.

 

“Seharusnya aku yang mengatakan itu!”seru Luhan kesal. Jessica mengerutkan keningnya bingung.

 

“Aku tidak mengerti”ucap Jessica seraya menggelengkan kepalanya.

 

“Berbagilah..”ucap Luhan lembut seraya mengelus kepala Jessica lembut.

 

“Apa?”tanya Jessica semakin bingung dengan sikap Luhan sekarang. Pikirannya sekarang sedang kacau dan ia sedang tidak ingin bermain tebak-tebakan dengan Luhan.

 

Luhan menghela napas pelan. Beginilah Jessica—kekasihnya. Tidak akan mau berbagi masalah yang tengah ia hadapi walaupun itu dengan kekasihnya sendiri. Ia lebih suka menderita sendiri dan Luhan benci itu.

 

Luhan memegang kedua sisi bahu Jessica seraya menatap kedalam dua bola mata Jessica. “Dengar, apapun yang terjadi aku akan selalu disisimu. Apapun itu”ucap Luhan tegas.

 

Jessica hanya terdiam mencerna perkataan Luhan dengan baik.

 

“Kau tidak sendiri, ada aku. Ada aku yang akan selalu bersamamu. Ada aku yang akan selalu mendukungmu. Ada aku yang akan menemanimu dalam keadaan apapun. Ada aku. Ada aku. Ada aku untukmu. Ada aku Xi Luhan untuk Jessica Jung”lanjut Luhan panjang lebar.

 

Jessica meneteskan air matanya. Sekarang ia mengerti dengan maksud perkataan Luhan. Melihat kekasihnya menitikan air matanya Luhan langsung kembali memeluk Jessica. Memberikan dukungan dan kekuatan lebih untuk Jessica.

 

Kini Jessica terisak kecil dalam pelukkan Luhan. Membuat baju yang Luhan kenakan basah, tapi Luhan tidak perduli akan hal itu, yang ia perdulikan hanya Jessica—kekasihnya.

 

“Aku tidak tahu Lu..aku tidak tahu kenapa mereka menjauhiku”ujar Jessica seraya terisak dalam pelukkan Luhan.

 

Luhan mengelus kepala Jessica lembut. “Walaupun seluruh manusia di dunia ini menjauhimu kau masih memilikiku yang akan ada disisimu”ucap Luhan tulus.

 

“Kumohon jangan sedih lagi”ucap Luhan pelan.

 

Perlahan Jessica mulai tenang lalu melepaskan pelukkannya untuk menatap mata Luhan.

 

“Kau sangat jelek jika menangis”ledek Luhan seraya menjulurkan lidahnya.

 

Jessica terkekeh pelan seraya mengerucutkan bibirnya.

 

“Seperti itu semakin jelek”ledek Luhan lagi.

 

Jessica memukul bahu Luhan pelan. “Aku memang selalu jelek dimatamu”ucap Jessica pura-pura kesal.

 

“Tapi kenapa aku sangat mencintai manusia jelek ini ya”ujar Luhan lalu kembali memeluk Jessica. Menciumi puncak kepala Jessica berkali-kali.

 

Lalu keduanya terkekeh pelan. Perlahan Jessica mulai melupakan sedikit kesedihannya karena Luhan sudah menghiburnya.

 

Jessica melepaskan pelukkannya dari Luhan. “Aku beruntung memilikimu”ucap Jessica tulus.

 

“Tentu saja”balas Luhan percaya diri.

 

“Dasar”cibir Jessica. Jessica hendak menghapus jejak air matanya, tapi Luhan mencegahnya.

 

Jessica bingung, namun ia hanya terdiam menunggu reaksi Luhan selanjutnya. Perlahan Luhan mendekatkan wajahnya ke wajah Jessica. Luhan mencium mata kanan Jessica lalu ke mata kiri Jessica.

 

“Sudah hilang”ucap Luhan riang. Ternyata Luhan berniat menghapus jejak air mata Jessica.

 

Wo ai ni Luney”ucap Jessica tulus seraya mencium bibir Luhan singkat.

 

Luhan tersenyum kecil. “Saranghae Buby”balas Luhan lalu mencium kening Jessica lama.

 

 

“Drrtt drtt”ponsel Jessica bergetar membuat Luhan menarik diri dari Jessica.

 

“Siapa?”tanya Luhan.

 

“Seo”ucap Jessica.

 

“Angkatlah”perintah Luhan. jessica mengangguk pelan.

 

“Ada apa seo?”tanya Jessica langsung.

 

Eonni dimana? Kita sudah akan berangkat”ucap Seohyun lembut dari sebrang telpon.

 

“Oh sebentar lagi aku kesana”balas Jessica.

 

Baiklah eonni”ucap Seohyun lalu mematikan sambungan telpon.

 

“Ingat, kau tidak sendiri”ucap Luhan dengan senyum manis yang menghiasi wajahnya.

 

Jessica mengangguk mantap. “Aku akan selalu ingat”balas Jessica dengan senyum manis andalannya.

 

Sekali lagi Luhan mencium kening Jessica namun kali ini tidak terlalu lama. “Pergilah, nanti mereka terlalu lama menunggumu”ucap Luhan.

 

Jessica kembali mengangguk dan perlahan berjalan menjauhi Luhan.

 

I’m not alone. Ucap Jessica dalam hati seraya tersenyum cerah.

 

Wo ai ni Xi Luhan.

 

 

 

 

08 : 40 WIB

Senin, 22 Juli 2013

 

***Not Alone by Жin Genie***

31 thoughts on “Drabble | Not Alone |

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s