[Jessica Drabble Collection] L.O.V.E

rwgwrg

Author             : Park Jea/Kwon Namjoo

Cast                 : Jessica SNSD, BaekHyun EXO, L Infinite, KyuHyun Super Junior, Sehun EXO, Eunhyuk Super Junior, DaeHyun, JaeJoong JYJ, Tao EXO

Rating             : PG

-oOo-

Baekhyun – Jessica

I Hate You

“Kenapa kau selalu mengejekku?” Tanya Jessica. Baekhyun memandang sinis kearah Jessica, “Memang kenapa? Apa itu masalah untukmu?”

“Bukan begitu. Hanya saja, telingaku panas mendengar ejekanmu itu”

“Mungkin itu karena dia menyukaimu, Sica-ah?” Celetuk Chanyeol tiba-tiba datang. Baekhyun memukul kepala Chanyeol dengan buku yang ada ditangannya. Wajahnya tampak memerah. “Diam kau Park Chanyeol”

Jessica menatap bingung Chanyeol, “Oppa, kenapa oppa ada disini? Bukankah kelas oppa ada dibawah?”

“Memangnya Oppa tidak boleh mengunjungi adikku tercinta?” Tanya Chanyeol jahil. Baekhyun mencubit pinggang Chanyeol, “Aww”

“Oppa? Oppa kenapa?” Tanya Jessica khawatir. Baekhyun mencibir pelan. Ia memandang kearah lain saat Jessica memeluk lengan Chanyeol.

“Oppa baik-baik saja? Kenapa berteriak?”

“Aku tidak apa-apa. Kalau begitu oppa kembali kekelas, ya? Bye BabySic. Bye Baekhyun-ah” sepeninggalan Chanyeol kini Jessica dan Baekhyun saling memandang sinis.

“Jadi?” Baekhyun menaikkan alisnya. Ia bingung apa yang harus ia katakan, “Apa?”

Jessica menggeram kesal, “Jadi, apa alasanmu membenciku?”

“Aku membencimu karena kau selalu menang dariku. Aku membencimu karena kau lebih unggul dariku. Aku membencimu karena kau lebih pintar dariku dan…”

Baekhyun menghela nafas berat, “Aku membencimu karena kau, aku tidak dapat membencimu”

-oOo-

Myungsoo – Jessica

Regret

“Cukup Oppa! Aku sudah muak dengan semua ini. aku ingin pergi dari sini. aku tidak mau melihatmu lagi!”

Kalimat itu kembali muncul dikepalanya. Sebuah kalimat terakhir darinya. Kalimat yang sudah membuatnya kacau. Kalimat terakhir dari seseorang yang selalu ia abaikan.

“Sica-ah. Maafkan oppa, sayang. Oppa benar-benar menyesal. Oppa berjanji tidak akan pernah melakukan ini lagi. Dimana kau sekarang, sayang?” Kim Myungsoo. Lelaki itu terlihat sangat menyedihkan. Semenjak ditinggal oleh kekasihnya, Jessica, ia menjadi seorang pemabuk. Ini semua karena ulahnya sendiri.

“Oppa? Aku pulang” Kata Jessica. Ia masuk kesebuah apartement yang ditinggalinya bersama Myungsoo. Ia dan Myungsoo memang satu rumah. Tapi mereka memiliki kamar masing-masing dan tidak pernah melakukan apapun kecuali kegiatan normal mereka.

Jessica masuk dan sedikit terkejut melihat ada sepatu seorang wanita. ‘Aku tidak pernah memiliki sepatu ini, ini milik siapa? ah, mungkin ini milik ibunya’, pikirnya berusaha positif. Ia kembali melangkahkan kaki menuju kamarnya.

Samar-samar ia mendengar suara seorang wanita, “Myungsoo-ya. Kau ini lucu sekali”. Ia berhenti sejenak. Tampaknya suara itu berasal dari kamar Myungsoo. Tetapi ia tidak begitu yakin bahwa ini suara ibu Myungsoo. Suaranya terdengar melengking. Tidak seperti ibu Myungsoo.

Karena penasaran, ia malangkahkan kakinya menuju kamar Myungsoo. Saat ia sudah berada di depan kamar Myungsoo ia berhenti. Dengan ragu ia membuka pintu kamar Myungsoo. Ia terkejut bukan main. Jantungnya seakan berhenti berdetak. Ia mendapati Myungsoo tengah bercumbu dengan seorang wanita yang sangat dikenalnya, Im Yoona. Barang yang semula ia pegang terjatuh begitu saja menimulkan suara yang berisik. Myungsoo dan Yoona menghentikan aktifitas mereka dan menoleh. Mereka terkejut dan segera menjauhkan diri.

“O-oppa” Kata Jessica dengan mata berkaca-kaca. Ia tidak menyangka Myungsoo akan melakukan ini. Lagi. Dan yang lebih menyakitkan adalah dengan sahabatnya sendiri.

“Sica-ah, ini tidak seperti yang kau pikirkan” Ujar Myungsoo mendekati Jessica. Ia mencoba memegang tangan Jessica namun dengan kasar ditepis oleh perempuan itu.

“Cukup! Aku tidak mau mendengar penjelasanmu”

“Sica-ah, ini ti-“ ucapan Yoona terhenti saat tangan Jessica mendarat di pipi mulus Yoona.

“APA YANG KAU LAKUKAN?!” Teriak Myungsoo murka. Jessica tersenyum sinis, “Bahkan kau membentakku hanya karena wanita ini”

“Bu-bukan ma-“

“Cukup Oppa! Aku sudah muak dengan semua ini. aku ingin pergi dari sini. aku tidak mau melihatmu lagi!” dan dengan itu Jessica pergi tanpa membawa barang apapun. Ia benar-benar marah, kecewa, dan sedih disaat yang bersamaan.

Myungsoo hanya bisa menatap kepergian Jessica tanpa mengejarnya. Kakinya terasa sulit untuk di gerakkan.

“Sayang~ maafkan aku. Dimana kau? Aku merindukanmu. Apa kau juga merindukanku? Jika iya, datanglah padaku. Aku tidak dapat hidup tanpamu, sayang” Racau Myungsoo.

Kini ia menyesal. Ia menyesal telah memperlakukan Jessica seperti itu. Tapi apa daya, penyesalan hanyalah penyesalan.

-oOo-

KyuHyun – Jessica

What Is Love?

“Oppa. Kau mau pergi ke taman?” Tanya Jessica kepada Kyuhyun yang tengah menatap langit. Kyuhyun menoleh, “Boleh. Sudah lama aku tidak keluar”

Jessica berjalan ke arah Kyuhyun. Ia mendorong kursi roda yang yang diduduki oleh lelaki itu. Selama ini Kyuhyun menderita sebuah penyakit langka. Dokter belum mengetahui apa nama penyakit itu dan obatnya. Dan Jessica adalah seorang perawat yang selama ini merawat dan menjaga Kyuhyun. Ia senantiasa melakukan apapun untuk Kyuhyun.

“Oppa, kenapa oppa tidak percaya pada cinta?” Tanya Jessica saat mereka sudah sampai di taman. Ia membantu Kyuhyun agar dapat duduk di kursi taman.

“Karena setiap orang yang aku cintai selalu meninggalkanku.” Kyuhyun meletakkan kepalanya di pundak Jessica. Jessica terdiam. Ia merasa iba. Perempuan itu merasa bahwa yang diinginkan Kyuhyun hanyalah cinta.

“kenapa oppa berkata seperti itu?”

“memang kau tau arti cinta?”

“Setahuku, cinta adalah saat seseorang merasa berdebar setiap kali berada didekat orang yang ia cinta,” sama sepertiku, tambahnya dalam hati.

Jessica menghela nafas berat lalu melanjutkan, “Cinta itu saat seseorang rela berkorban demi orang yang dicintainya. Tidak peduli itu menyangkut hidup dan mati,”

“…”

“Cinta dapat membuat seseorang terbangun dari mimpi buruk yang terus menghantuinya. Cinta itu dapat memotivasi diri. Cinta dapat membuat seseorang selalu senang. Apalagi jika berada didekat orang yang dicintainya,”

“…”

“Tetapi ada kalanya cinta itu menyakitkan. Jika kau jatuh cinta, maka kau harus siap untuk patah hati.”

“…”

“Oppa? Apa kau mendengarku?” Tanya Jessica yang merasa Kyuhyun hanya diam.

“Terima kasih. Karena kau, aku mengerti apa itu arti cinta.”

“Ya. Sama-sama oppa.”

“Jessica”

“Ya?”

“Aku mencintai mu.” ucap Kyuhyun. Jessica menoleh dan mendapati Kyuhyun tengah menutup mata. Ia meraih kepala Kyuhyun dan mencium keningnya. “Aku juga mencintaimu.” Detik itu juga Kyuhyun terlelap. Untuk selamanya.

-oOo-

Sehun – Jessica

Police

“Hah. Menjadi polisi tidak menyenangkan. Tidak menantang.” Ujar Sehun menghempaskan tubuhnya disamping Jessica. Sedangkan perempuan itu tersenyum kecil. “Jangan seperti itu.”

Sehun dan Jessica adalah patner kerja terbaik ditempat mereka bekerja. Maka dari itu mereka selalu bersama. Tidak setiap hari. Hanya saat sedang bertugas. Jessica sangat hapal dengan kebiasaan Sehun. Setelah selesai bertugas, lelaki itu pasti akan mengeluh. Dan ia hanya dapat mengatakan ‘Jangan seperti itu’. atau berceramah.

“Hay, kau mau pekerjaan yang menantang?” Tanya Jessica. Membuat Sehun yang hampir terlelap kembali membuka matanya. “Apa itu? apa?”

Jessica mendekatkan wajahnya pada Sehun. Dan membuat lelaki itu memundurkan tubuhnya, takut dengan apa yang akan dilakukan Jessica.

“Kau benar-benar ingin tahu?”

Sehun mengangguk.

“Yakin?”

Sekali lagi Sehun mengangguk.

“Pekerjaannya adalah… menghitung semut-semut yang ada di kota Seoul. Menantang bukan?”

“Ya!”

-oOo-

Eunhyuk – Jessica

LoveSick

“Oppa~” Hyukjae menatap kearah seseorang yang sedang menghampirinya, Jessica. Dilihat dari tatapannya, Hyukjae yakin bahwa Jessica sedang bahagia.

“Kenapa?” Tanya Hyukjae saat Jessica duduk disampingnya. Secara tiba-tiba Jessica memeluk Hyukjae. Tentu ini membuat Hyukjae terkejut dan salah tingkah. Ia belum pernah di peluk oleh Jessica selama menjadi sahabat perempuan itu. Dan jujur, ia sangat bahagia.

“A-ada apa denganmu?” Tanyanya gugup. Ia gugup karena orang yang selama ini ia cintai memeluknya. Ya, Hyukjae memang mencintai Jessica. Hanya saja ia tidak mau mengungkapkannya dengan alasan tidak mau merusak persahabatan mereka.

“Oppa, kau tahu Sungmin?” Tanya Jessica. Hyukajae mengangguk, “Memang kenapa?”

“Dia menyatakan perasaannya padaku. Kyaaaa”

Hyukjae terdiam. Ia tahu ini akan terjadi. Jessica menyukainya hanya sebatas ‘Oppa’ dan ‘Sahabat’. Jessica tidak akan pernah menganggap Hyukjae lebih dari itu. Jessica sangat menyukai Sungmin. Dan ia pun tahu bahwa Sungmin juga menyukai Jessica. Ia memang tidak dekat dengan Sungmin, Tetapi ia tahu karena Sungmin seringkali bertanya tentang Jesssica. Apa yang disukai Jessica, Apa yang tidak disukainya, Dan masih banyak lagi.

“L-lalu? K-kau.. Kau menerimanya?” Jessica mengangguk dan melepas pelukannya membuat Hyukjae kecewa. Ia menatap langit dengan tatapan menerawang, “Tentu saja, Oppa. Ini adalah saat yang paling aku impikan”

“Ka-kalau begitu… Selamat ya? Tidak kusangka ia juga menyukaimu”

“kenapa begitu?”

“aku pikir tidak ada yang mau denganmu. Secara, kau ini sangat jelek”

“Hyaaaa. Oppa. Beraninya kau berkata seperi itu!”

Hyukjae memang tidak dapat memiliki Jessica. Tetapi setidaknya biarkan ia dapat melihat Jessica bahagia. Walau tanpanya.

-oOo-

Daehyun – Jessica

New Life

“Jung DaeHyun!!” Teriak Jessica. Ia tampaknya terlihat sangat kesal. Sedangkan Daehyun hanya tersenyum tanpa dosa, “Kenapa?”

“Apa yang kau lakukan pada Minnie-ku?” Tanya Jessica menunjuk kucing putih kecil yang malang yang sudah kusam dan bau. Yang ditanya hanya tersenyum tiga jari.

“Jung Daehyun!!” Teriak Jessica-lagi-. Ia mulai menghampiri Daehyun sambil menyisihkan lengan bajunya. Seakan-akan siap untuk membantai lelaki itu kapan saja. Mengetahui apa yang akan dilakukan Jessica, Daehyun segera berlari dengan cepat,

Dan kini terjadilah aksi kejar-kejaran yang dilakukan antara Daehyun, Jessica, Minnie, dan Tere-anjing kecil milik Daehyun. Tidak ada satupun yang berhenti dan mengalah. Walaupun lelah, senyum terus menghiasi wajah mereka. Sebenarnya Jessica masih menaruh rasa kesal dan sedih dihatinya. Tetapi ia terus menyembunyikannya.

“Ah! Aku lelah.” ujar Jessica. Ia mendudukkan dirinya di atas padang rumput. Matanya menelusuri tempat itu. Indah, gumamnya. Daehyun, Minnie dan Tere menghampiri perempuan itu.

“Sica-ah. Kau tidak apa-apa?” Tanya Daehyun saat ia melihat mata Jessica berkaca-kaca. Jessica menggeleng pelan. Rasa sakit mulai muncul kembali seiring ia mengingat masa lalunya. Masa lalu yang coba ia lupakan. Masa lalu yang membuatnya tidak percaya pada cinta.

Daehyun menarik Jessica kedalam pelukannya yang hangat, “Jika kau ingin menangis, menangislah. Aku akan selalu ada disini. Disampingmu” ucapnya mengelus rambut panjang Jessica.

“Kenapa? kenapa ini semua harus terjadi? Hiks” Daehyun mengangkat bahu. Ia merasa sedih melihat sahabatnya seperti ini.

Yang ia tau, Jessica adalah perempuan yang kuat. Perempuan yang tidak mudah menyerah. Namun Jessica juga manusia. Ia bisa saja menjadi rapuh. Seperti saat ini. Jika boleh, ingin rasanya ia membunuh lelaki yang sudah dengan teganya mengkhianati Jessica. Sejujurnya Daehyun sangat menyukai Jessica. Bahkan mencintai perempuan itu. Pernah sekali ia mengungkapkannya pada Jessica, tetapi Jessica menganggap itu hanyalah lelucon belaka.

Daehyun segera melepaskan pelukannya saat ia rasa Jessica mulai tenang dan memegang kedua bahunya, “Sica-ah, dengarkan aku. Kali ini aku serius. Aku. Jung Daehyun. Ingin mangatakan bahwa aku… aku sangat mencintaimu. Mencintai Jessica Jung. Seseorang yang sangat kuat, ceria dan ramah,”

Daehyun memberi jeda sebelum akhirnya melanjutkan, “Aku merasa putus asa saat tau bahwa kau lebih memilih lelaki sialan itu daripada aku. Tapi justru kau pulang dengan air mata yang menghiasi wajahmu karena lelaki itu,”

“Dan aku. Jung Daehyun. Berjanji akan membuat Jessica Jung bahagia. Selamanya. Sampai malaikat maut menjemputku.”

Jessica terdiam. Ia terpana dengan kata demi kata yang dilontarkan lelaki dihadapannya itu. Ia tidak pernah menyangka bahwa selama ini Daehyun tersiksa karenanya. Sungguh ia menyesal telah menyia-nyiakan seseorang seperti Daehyun.

“Tapi kupikir ini terlambat, Hyunnie.”

“Tidak. Ini belum terlambat. Kita masih bisa memulainya dari awal, bukan? Saat kau menjadi Jessica yang ceria dan aku menjadi Daehyun yang jahil.”

“kau janji?” Tanya Jessica mengacungkan kelingkingnya seperti anak kecil. Dan dengan semangat disambut oleh Daehyun, “Aku berjanji!”

-oOo-

ChunJi – Jessica

Rose

Jessica mendengus kesal. Ini adalah kesekian kalinya Chunji menyatakan cinta padanya. Dan untuk kesekian kalinya juga Jessica menolak. Namun sepertinya Chunji tidak akan pernah menyerah.

“Harus kukatakan berapa kali, eoh? Aku tidak mau!” Kesal Jessica pada Chunji yang saat ini tengah menyodorkan bunga padanya.

“Oh, ayolah. Hanya menerima bunga saja. Apa susahnya?” Keluh Chunji. Entah berapa uang yang sudah ia habiskan untuk membeli bunga. Walaupun pada akhirnya bunga-bunga tersebut dibuang sia-sia.

“Hih. jika aku menerima bunga itu, kau pasti memintaku untuk menerimamu juga, bukan?”

Chunji memamerkan cengiran khasnya, “Kau selalu tau, Noona

“Tentu. Itu sudah seperti keseharian untukku”

Chunji membetulkan posisinya dan memasang wajah serius, “Sebenarnya apa yang membuatmu selalu menolakku?”

“Karena a–“

“Pasti ada alasan lain kau menolakku selain karena usia, bukan?” Ujar Chunji memotong ucapan Jessica

Jessica meringis pelan, “Baiklah. Memang ada alasan lain aku selalu menolakmu”

“Apa itu?”

“Sebenarnya aku juga mencintaimu. Hanya saja–“

“Hanya saja apa?” Kata Chunji lagi-lagi memotong ucapan gadis itu. Jessica menatap Chunji tajam, “Jangan memotong ucapanku, Lee ChanHee!”

“Baiklah”

Jessica menghela nafas berat, “Aku juga mencintaimu. Hanya saja, cintaku ini seperti bunga mawar merah. Indah sekarang. Tetapi duri tajamku akan menyakitimu. Aku mungkin harum. Tetapi semakin kau mendekat, semakin aku akan menyakitimu. Jika kau menginginkan hatiku, kau harus merasakan sakit juga. Karena suatu hari nanti kau akan tertusuk oleh duriku. Itu sebabnya aku selalu menolak dan menjauhimu”

-oOo-

JaeJoong – Jessica

Lonely

“Jessy, apa kau mau es krim?” Tanya Jaejoong pada kekasihnya, Jessica. Tidak ada respon. Ia tampak melamun. Entah apa yang ia lamuni.

“Jessy” Kali ini Jaejoong menepuk pundaknya sehingga gadis-nya itu tersadar. “Ah? Oppa? Ada apa?”

Jaejoong menatap Jessica heran, “Seharusnya aku yang bertanya seperti itu, sayang”

Suasana menjadi canggung. Tidak ada yang membuka pembicaraan. Hingga akhirnya Jessica lah yang berbicara.

Oppa?”

“Ya?”

“Aku… aku ingin kita berpisah” Ujarnya lirih. Jaejoong menoleh dengan terkejut. ”Apa? Kau sedang bercanda, bukan?”

Jessica tersenyum kecut. “Sayangnya tidak”

“T-tapi… Tapi kenapa?”

“Karena aku selalu merasa kesepian. Bahkan ketika aku bersamamu” Jaejoong mengatup mulutnya saat melihat Jessica kembali berbicara. “Kau tidak melakukan kesalahan, akulah yang aneh. Sepertinya aku telah bersiap sejak dulu, untuk perpisahan kita”

“Aku benar-benar tidak pantas untukmu. Aku selalu merasa kesepian. Tolong maafkan orang yang mengerikan ini. selamat tinggal”

-oOo-

Tao – Jessica

Thank You

Noona” Panggil Tao pada Jessica yang sedang bermain video game bersamanya. Jessica menoleh sekilah dan kembali focus pada layar dihadapannya. “Ya?”

Tao menggaruk tengkuknya untuk menhilangkan rasa gugup. “Ada yang ingin aku bicarakan”

“Apa itu?””

“Apa noona menyayangiku?”

Jessica mem-pause­ permainanya dan menatap Tao bingung. “Apa maksudmu?”

“Jawab saja”

“Kalau aku tidak menyayangimu, mana mungkin aku mau selalu berada disampingmu” Jawab Jessica tersenyum manis. Terlalu manis hingga membuat wajah Tao berubah menjadi merah merona. Jessica menaikan sebelah alisnya bingung. “Kenapa wajahmu memerah?”

“T-tidak. Hanya saja aku terharu padamu, noona

Kali ini Jessica tertawa kecil. “Kau ini ada-ada saja”

“Aku sangat berterima kasih padamu, noona. Jika tidak ada noona, aku tidak tahu harus berbuat apa. Aku juga ingin berterima kasih, karena noona selalu berada disisiku, Mendengar keluh-kesahku, memberi nasihat yang baik padaku, melindungiku, dan masih banyak lagi. Aku sangat menyayangimu, noona.”

Jessica tersenyum lembut seraya mengelus rambut Tao. “Aku juga menyayangimu. Itulah gunanya seorang kakak”

-oOo-

Ini FF pertamaku disini. Jadi maaf ya kalau banyak kesalahan, membosankan dan gaje*bow*. Kata-kata yang di Rose sama Lonely aku ambil dari cuplikan lirik lagu aslinya. Oh. Ada beberapa yang aku remake dari yang aslinya. Yaitu I Hate You, Thank Kyu, Lovesick, Regret, sama New Life. Versi aslinya ada di wp aku. Ada juga yang ceritanya nyambung. Yang mana? Liat aja sendiri J

27 thoughts on “[Jessica Drabble Collection] L.O.V.E

  1. Aaaa keren2 smua critanyaaa…
    Tapi plg suka kyusica, wktu endingnya itu huwaaaa dpt bgt feel’a..
    Daebak chingu, Ditunggu krya slnjutnya, hwaiting ^o^)9

  2. ceritanya menarik apalagi couple”nya sebagian ada yg jarang dipasangin sama jessi😀 suka deh.. apalagi pas bagian kyuhyun eunhyuk cukup sedih bacanya..
    Keep Writing thor ^^

  3. Yaampun Kyusica bikin terharu, kasian jess udah bilang I love you tapi Kyu nya malah meninggal..
    Bikin drabble collection lagi ya, meskipun cowonya ada yang beberapa aku gak tau, hwaiting!

  4. hahaha
    pairing sica yg biasanya ada di asisnfanfics hampir semua ada >_<
    tp sumvehh jaesica nya tragis amat masa -_-
    chunji jg endingnya gk enak sih tpvdia masih mending soalnya sica jg suka sama dia kkkk~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s