[Series] Another World (Chapter 1)

vbsbrwgbw

Teaser |

 

            Jessica memandang kearah kakaknya, Jung Yunho. Pria itu tengah mengambil sesuatu di dalam sebuah lemari buku. Jessica hanya diam dan memandang sekeliling. Walaupun ia dan Yunho adalah adik-kakak, tetapi Jessica tidak pernah atau mungkin tidak diperbolehkan masuk kedalam ruangan kakaknya tersebut. Dan ia cukup tercengang dengan dekorasi ruangan ini.

            “Ini.” Ujar Yunho menyodorkan sebuah buku tebal dengan sampul bertuliskan ‘Jung Klan’. Jessica mengerutkan kening dan menatap Yunho bertanya-tanya, “Apa itu?”

            Yunho membuka buku tersebut. Kemudian menutup dan menyodorkannya kembali pada Jessica. Ia memutarkan jarinya tepat di hadapan wajah sang adik. “Kau akan tahu nanti.”

            Jessica memasukan buku tersebut ke dalam tasnya. Dilihatnya Yunho kembali menyodorkan sesuatu. Kalung. Kalung itu memiliki sebuah Kristal berwarna biru. Dengan wajah berbinar-binar, ia ambil kalung tersebut. Indah.

            “Kau harus memakai kalung itu. Jangan sampai hilang. Ingat itu!” Seru Yunho.

            “Tentu.”

            Yunho melirik Kibum yang sedari tadi menunggu di ambang pintu. Lalu kembali pada Jessica. “Pergilah. Kibum sudah menunggumu”

            “Baiklah. Jangan merindukanku ya~”

>>> 

            “Kibumie, apa yang harus aku lakukan pada kalung ini?” Tanya Jessica pada Kibum. Kini mereka tengah berada di tengah hutan. Dalam perjalanan untuk menyelesaikan tugas. Sedari tadi tidak ada yang bersuara. Hanya ada suara hewan hutan.

            Kibum menoleh. Ia menatap kalung yang disodorkan Jessica. Seketika matanya terbelalak. “K-kalung ini.”

            “Kenapa? Kenapa dengan kalung ini?” Tanya Jessica bingung. Ia merasa ekspresi terkejut Kibum terlalu berlebihan. Sedangkan Kibum mengusap matanya berkali–kali, tidak percaya dengan apa yang ia lihat.

            “Hey. Ada apa denganmu?” Kibum kembali tersadar. Ia menatap Jessica serius. “Dari mana kau dapatkan ini?”

            “Yunho.”

            Kibum mengerutkan keningnya. “Apa kau tahu manfaat kalung ini?” Tanya Kibum.

            “Jika aku tahu, aku tidak perlu menanyakannya padamu”

            “Baiklah, lupakan. Jadi sekarang kita ada dimana?” Jessica berhenti melangkah. “Hey. Jika kau tidak tahu, berarti kita tersesat?”

>>> 

            “Hyung, tangkap!” Teriak seorang lelaki berambut pelangi. Sedangkan orang yang dimaksud tetap santai dan tidak bergeming sama sekali. Matanya ter-fokus pada bola basket yang dilempar lelaki berambut pelangi tadi. Seketika bola tersebut bergerak menuju ring basket dengan sendirinya. 3 point.

            “Kau licik, Xiao Lu Han. Jangan pakai kekuatanmu saat bermain basket dengan kami” Ujar lelaki berperawakan sangat tinggi. Yang lain mengangguk setuju.

            Luhan tertawa kecil. “Lebih baik bermain curang, daripada harus berhadapan dengan kalian. Para penjahat tulang”. Sahut Luhan.

            “Daripada kau, penjahat umur.” Ledek lelaki berkulit hitam. “Kai, lebih baik kau salahkan Sehun. Ia adalah penjahat warnat kulit putih.” Kai merenggut kesal. Tiba-tiba saja ia menghilang, dan kembali muncul dibelakang Sehun. Memegang lehernya seolah-olah mencekik lelaki yang lebih muda tiga bulan darinya.

            “Hey. Jangan bertingkah seperti anak kecil! Sebaiknya kita kembali ke dalam, Kyungsoo sudah menyiapkan makanan untuk kita,” Kata Suho mencoba untuk menengahi keduanya. Sehun, dan Kai bersorak-sorai dan berlari ke dalam rumah mereka.

            Ya, selama ini mereka tinggal bersama. Mereka tinggal di sebuah rumah sederhana yang berada tidak jauh dari kota seoul. Namun sangat terpencil. Ini bertujuan agar tidak ada yang mengetahui rahasia mereka. Rahasia yang hanya mereka tahu. Dan untungnya diantara mereka ada yang dapat memasak, jadi mereka tidak perlu repot memikirkan bagaimana caranya makan.

            Semua masuk kedalam dengan tertib. Namun ada satu yang masih tetap dalam posisinya. Xi Luhan. Lelaki itu tidak bergerak sama sekali. Ia seperti sedang mendengarkan sesuatu. Ia tidak peduli. Namun yang membuat ia tertarik adalah, apa yang sedang ia atau mereka bicarakan. Tapi yang ia dengar hanya seorang. Jika lelaki tersebut sedang menelfon, pasti Luhan juga bisa mendengar suaranya. Namun ini tidak. Tidak mungkin jika orang itu berbicara sendiri, itulah yang ada dikepalanya.

            ‘Kau yakin dengan jalan ini?’

            ‘Jika jalan ini salah, bagaimana kita bisa menyelesaikan tugas?’

            ‘Ish, baiklah. Bagaimana jika Noona memakai kekuatan untuk keluar dari tempat ini?’

            ‘Aku tahu, aku ini Guardian-mu. Tapi aku tidak suka tempat seperti ini,’

            ‘Buku apa itu?’

            ‘Ah! Aku ingat. Itu adalah buku peninggalan ayah Noona, bukan?’

            ‘Jung Klan.’

            Setelah itu, Luhan tidak mendengar apa-apa lagi. Ia menghela nafas dan beranjak pergi. Tunggu dulu! Jung Klan? Apa… apa yang dimaksud lelaki tadi adalah Jung Klan, keluarga dewa-dewi Itu? keturunan Jung berada disini? Bagaimana bisa?, ucapnya dalam hati.

            Ia berlari untuk menemui teman-temannya. Saat sudah sampai didalam, ia menatap teman-temannya itu dengan serius. “Ada apa, Hyung?” Tanya Tao dengan mulut penuh makanan. Luhan mengambil kursi disamping Lay dan mendudukinya. “Apa kalian tahu Jung Klan?” Yang dijawab dengan anggukan.

            “Ada salah satu keturunan Jung Klan berada disini. Aku tahu, karena aku tidak dapat membaca pikiran dan apa yang dia ucapkan.” Luhan memberi jeda dan kembali melanjutkan. “Aku hanya tidak mau kita berurusan dengannya. Aku tidak mau mati muda.”

            Chen mengankat sebelah alisnya. “Tapi bukankah kita berjumlah 12, sedangkan ia sendiri? Apa yang harus ditakutkan? Kita bisa mengalahkannya bersama.” Luhan menatap Chen tajam membuat lelaki itu menunduk. “Yang menjadi masalah adalah, tidak mungkin kita melawan seorang dewa atau dewi. itu sama saja masuk kedalam kandang singa yang sedang kelaparan. Dan ia juga tidak sendiri. Ia bersama seorang lelaki.” Ucap Luhan.

            “Jadi, apa yang harus kita lakukan?” Tanya Minseok. “Melarikan diri?” Usul Baekhyun.

            “Itu tidak mungkin, Bacon. Ia pasti akan mengetahui hal itu, dan mengejar kita.”

            “Lalu?”

            Kali ini Kris angkat bicara. “Sebaiknya kita tetep berada disini. Aku yakin, jika kita tidak mencari masalah dengannya, ia tidak akan membunuh kita.”

            “Baiklah. Kita akhiri rapat mendadak ini. Aku yakin kalian sudah mengerti. Jadi, yang kita lakukan adalah bersikap seolah-olah tidak tahu mengenai Jung Klan, dan bersikap baik padanya.”

            “Selesaikan Makanan Kalian!”

            “Baik, Eomma.”

>>> 

            Jessica menguap lebar. Ini sudah malam. Tetapi Kibum tetap ingin melanjutkan perjalanan mereka. Jessica sudah merengek bahkan merajuk untuk istirahat. Namun tampaknya Kibum terlalu getol hingga tidak mau beristirahat walaupun hanya sebentar.

            “Bummie~”

            “Tidak, Noona. Kita harus tetap melanjutkan perjalanan.”

            “Tapi–“

            Kibum menghentikan langkahnya membuat senyum Jessica mengembang. Tetapi senyum itu berganti dengan ekspresi bingung saat Kibum berjongkok dihadapannya. “Naiklah. Kau bisa tidur dan aku mencari jalan keluar. Dengan begitu kita bisa cepat keluar dari sini.”

            “Kibummie, kau begitu baik. Aku terharu padamu.” Ujar Jessica dramatis. Ia menaiki punggung Kibum dan menyenderkan kepalanya pada bahu Kibum. “Kau tahu? Kau itu terlalu baik padaku.”

            Kibum tersenyum tipis dan kembali melangkah. “Tentu saja. Aku harus menemani nona muda sampai tugas ini selesai. Ah! Tidak hanya menemani, aku juga harus melindungi nona muda. Walaupun dengen mempertaruhkan nyawaku.” Sahut Kibum.

            “…”

            Kibum kembali tersenyum. Namun senyumnya lenyap saat ia merasakan aura yang kuat. sangat kuat karena aura ini tidak hanya ada satu. Banyak. Lebih dari 2.

            “Kita menemukannya, Noona. Tetapi… aku tidak yakin apa kau akan merasakannya juga.” Bisiknya.

-oOo-

Hihi :3 kependekan ya? Maaf deh. Nanti aku panjangin lagi. Sekarang aku lagi gak mood. Lagi sakit masa ._. oh iya. makasih ya. aku sempet mikir kalo responnya jelek. tapi… sekali lagi makasih *bow*

40 thoughts on “[Series] Another World (Chapter 1)

  1. Daebak !! Hehehe
    Tapi kok pendek yaa
    Kutunggu part selanjutnya ya thorr kalo bisa lebih panjangg and publish’nya jangan lama-lama udah gak sabar mbaca kelanjutanya hehehe *cerewet*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s