Another World (Chapter 2)

Teaser | Chapter 1

 

Yunho menatap Victoria sinis. Ia membenci wanita yang satu ini. Sangat benci. Sedangkan wanita berusia 27 tahun itu dengan santai mendudukan diri di hadapan Yunho.

“Untuk apa kau kemari, eoh?” Tanya Yunho. Victoria tersenyum kecil dan mencondongkan tubuhnya kearah Yunho. “Tentu kau sudah tahu, sayang.”

“Mana mungkin aku kembali padamu. Setelah apa yang kau lakukan pada Boa-ku. Kau lupa itu?!” Ujar Yunho dengan amarah disetiap katanya. Lagi-lagi Victoria tersenyum kecil. “Apa yang aku lakukan? Aku hanya memberi hukuman kecil padanya karena telah merebut kamu dariku.” Sahutnya dengan wajah yang dibuat polos. Membuat Yunho semakin muak melihatnya.

“Hukuman kecil katamu? Kau sudah membunuhnya! Dan sekarang kau datang untuk memintaku kembali. Kau sudah membunuh Boa-ku!”

Victoria bergumam pelan, dan menatap Yunho sedih. “Kenapa? Apa hebatnya dia? Ia hanyalah wanita berpenyakitan. Ia tidak pantas untukmu. Yang pantas denganmu hanyalah aku. Jung Yunho hanya pantas dengan Song Qian.” Ucapnya lirih, seraya mengelus pipi Yunho. Namun ditepis dengan kasar oleh pria itu. “Walaupun ia berpenyakitan, Setidaknya ia masih lebih baik darimu.”

“Apa? Apa yang kau harapkan darinya? Ia sudah mati, Yunho. Ia sudah mati!” teriak Victoria. Ia tidak dapat lagi menahan semuanya. Matanya berkaca-kaca, dan mengeluarkan air mata. Yunho menarik Victoria kedalam pelukannya. “Aku sangat mencintainya. Dia segalanya bagiku. Seharusnya yang kau bunuh itu aku, bukan dia. Ia tidak tahu apa-apa.” Bisiknya.

>>>

Sehun  tersenyum jahil. Sempurna. Ia meniup pelan setumpuk dedaunan. Wush. Dedaunan itu beterbangan. Lay yang melihat itu seketika panik. Ia berlari kearah Sehun, dan menarik telinga lelaki bermbut pelangi. “Apa yang kau lakukan, eoh? Aku sudah bersusah payah membersihkan, dan sekarang kau justru menerbangkannya?”

“Aww. Sakit, Hyung.” Ujar Sehun meringis, Ia memukul tangan Lay untuk melepaskan telinganya. Namun tarikan Lay semakin kuat. “Aaaaa! Luhan Hyung, Tolong aku.”

Lay melepaskan tangannya, dan menghela napas. “Aku tidak mau tahu. Saat aku kembali kemari, dedaunan itu harus seperti sediakala.” Kata Lay, seraya pergi dari tempat itu. Meninggalkan Sehun yang terus memaki Lay. Dalam hati tentunya.

Tiba-tiba saja muncul Kai dari arah belakang dan menepuk pundak Sehun. Sehun terlonjak, dan membalikkan badan. “Kau. Kau sudah membuatku hampir jantungan. Jika aku benar-benar jantungan, apa kau mau bertanggung jawab?”

“Hehehe. Maaf. tadi aku lihat kau sedang dihukum oleh Lay Hyung. Jadi aku datang kemari.”

“Kau datang kemari untuk membantuku?” Ujar Sehun dengan mata berbinar. Kai menggeleng. “Aku datang kemari untuk memberimu semangat. Semangat!” Wush. Kai kembali menghilang, dan Sehun kembali memaki Lay dan Kai.

Luhan bersenandung pelan. Ia mengedarkan pandangannya hingga ia menemukan sebuah bayangan hitam yang mendekat. Luhan bergerak mundur dan memberi kode pada teman-temannya. Yang lain mengangguk paham dan kembali menekuni aktivitas mereka. Luhan pun begitu, ia menaiki pohon dan bertingkah seolah ia tidak melihat bayangan tadi.

>>>

Kibum menyeringai lebar. Ia yakin bahwa orang-orang itu mengetahui kehadirannya, tetapi mencoba bersikap tidak tahu. Lelaki bermata kucing itu semakin mendekat. Dapat ia rasakan detakan jantung yang seakan-akan berlomba dengan langkah kakinya. Bahkan lebih cepat.

Hingga akhirnya ia berada tepat dihadapan orang-orang itu dengan Jessica dipunggung yang tertidur lelap. Ia tersenyum manis. Sangat manis hingga membuat para lelaki itu menelan ludah dengan sudah payah. Mengerikan. Itulah kesan pertama mereka terhadap Kibum. Kibum yang mengetahui itu semakin mengembangkan senyumnya.

“Hai,” Ucap Kibum, dengan senyum yang masih terpahat diwajah manisnya. Mereka  tersenyum kecil –dipaksakan. “H-hai.”

“Ah! Bolehkah aku menumpang dirumah kalian?” Tanya Kibum, masih dengan senyum manisnya –yang terlihat mengerikan. Suho sebagai perwakilan maju, dan menatap Kibum. “Apa yang membuat anda ingin menumpang dirumah sederhana kami ini?”

Kibum berdecak kagum. Berani juga dia, batinnya. “Aku tidak tahu tempat ini. Dan lagi aku terlalu lelah membawa dia.” Ujar Kibum, seraya menunjuk Jessica dengan dagunya.

Suho mengangguk paham. Ia tersenyum, dan merentangkan tangannya. “Selamat datang dirumah kami.” Yang lain menatap Suho tak percaya. Kibum tersenyum manis. Dalam hati ia tertawa sinis.

“eng? Sudah sampai?” Semua mata tertuju pada Jessica. Merasa dipandangi, Jessica mengerjapkan matanya beberapa kali.

Luhan mencoba membaca pikiran perempuan itu. Tetapi yang ia dapat hanyalah sebuah benturan keras dikepalanya. Lagi dan lagi Kibum menyeringai.

Hyung, kau tidak apa-apa?” Luhan menggeleng. Ia menatap Jessica takut.

Itukah keturunan Jung?

>>>

Yunho menatap Victoria yang terlelap dalam pelukannya. Semalaman Victoria menangis tanpa henti. Walaupun ia sudah berusaha menenangkan, tetapi hasilnya tetap saja. Dan kini bajunya basah karena air mata wanita itu.

Ia menghela napas kasar. Bayangan saat ia menemukan Boa tergeletak tak bernyawa kembali menghantuinya. Ia sungguh menyesal tidak dapat menjaga wanita-nya dengan baik. Seandainya ia ada disana saat itu, mungkin yang ada disurga saat ini adalah dirinya. Ah! Sepertinya tidak juga. Ia adalah dewa. Tetapi ia juga memiliki darah manusia. Yang berarti ia adalah setengah manusia, dan setengah dewa. Ayahnya seorang dewa sedangkan ibunya adalah manusia biasa. Aneh memang.

“Sica, maafkan aku. Seharusnya tugas itu adalah tugasku. Tapi aku justru memberikannya padamu. Maaf.” Bisiknya.

>>>

Kibum melempar bola itu menuju ring basket. 3 points. Ya, saat ini ia dan para lelaki itu tengah bermain basket. Sedangkan Jessica? Ia masih saja tertidur.

“Wah. Kau hebat juga, ya.” Kibum hanya tersenyum simpul menanggapi hal tersebut.

Luhan menghela napas kasar. Kemarin aku bisa membaca pikirannya, tetapi mengapa sekarang tidak?. Ia mengacak-acak rambut frustasi. Luhan tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Kini ia teringat dengan perempuan yang dibawa oleh Kibum. Lelaki itu merasa bahwa perempuan tersebut adalah keturunan Jung. Mungkin saja ia dan teman-temannya mati ditangan perempuan bernama Jessica itu. Dan ia tidak mau hal itu terjadi.

“Apa yang harus kulakukan?” Gumam Luhan.

Tidak ada yang dapat kau lakukan.

Deg

Ia menoleh kesegala arah, dan Bingo! Tebakannya berhasil. Kibum menatapnya sinis. Ia semakin yakin bahwa Jessica adalah keturunan Jung. Luhan menaiki pohon, dan bersikap biasa. Namun pikirannya masih bergelut. Disatu sisi ia ingin pergi dari situ. Namun disisi lain ia masih ingin tetap berada disini.

“Lebih baik aku mati.”

Kau memang akan mati.” Luhan mengerang kesal, dan memilih untuk meninggalkan lapangan itu.

>>>

“Kibum-ah~” Luhan menghentikan langkah. Suara perempuan yang dibawa oleh Kibum. Ia mencoba membaca pikiran perempuan itu. Dan lagi, benturan keras yang ia dapat. Karena kesal, ia memutuskan untuk menemui perempuan itu. Tidak peduli dengan akibat yang akan didapatnya. Yang ia inginkan adalah mengetahui mengapa perempuan itu selalu membuatnya kesakitan.

‘Cklek’

Jessica mendongkak menatap Luhan. “Apa yang kau lakukan disini?”

“Aku hanya ingin bertanya, sebenarnya kau ini siapa?” Luhan menggaruk pipinya yang tidak gatal. “Aku? Aku Jessica… Ya, Jessica. Kau tahu dimana Kibum?”

“Kau tidak memiliki marga?” Luhan kembali bertanya. Ia menatap Jessica yang sedang memainkan jari dengan pandangan menyelidik. “T-Tidak… Maksudku Ya. Margaku… Err… Margaku… Kwon. Ya. Margaku Kwon. Ada apa memang?”

Luhan bergumam pelan, dan menggeleng. “Oh. Kau mau menemui lelaki bermata kucing itu? Dia ada dilapangan.”

“Terima kasih.” Jessica tersenyum manis dan berlari meninggalkan Luhan sendiri.

Deg

“Manis sekali.”

Kau tidak boleh jatuh cinta padanya, Xi Luhan!

Luhan kembali mengerang kesal. Apa yang diinginkan lelaki itu? kenapa lelaki itu selalu membaca pikirannya? Dan… Tunggu. Kwon? Tadi kau bilang Kwon? Hanya ada satu orang yang tersisa bermarga Kwon. Kwon adalah keluarga Guardian untuk keluarga Jung. Tetapi Kibum juga bermarga Kwon, bukan? Jadi, yang bermarga Kwon itu siapa?

>>>

Victoria terbangun dari tidurnya. Wajahnya terlihat ketakutan. Ia menatap Yunho yang juga menatapnya heran. “Kau kenapa?”

“Yunnie… I-itu… Sooyeon…”

Mendengar nama adiknya Yunho menatap Victora tajam. Tidak biasanya Victoria memanggil Jessica dengan nama asli. “Apa? Apa yang terjadi pada adikku?”

“Aku. Aku bermimpi sesuatu terjadi pada Sooyeon.dan disana ada… Boa.”

Rahang Yunho mengeras. Urat-urat pada lehernya terlihat jelas. “Apa maksudmu, eoh? Kau mau aku membenci Boa? Itu tidak akan pernah terjadi.”

“Tapi aku…”

“Pergi!!”

“Yunho…”

“Aku bilang pergi!!!”

“Baiklah. Aku akan pergi. Tetapi jangan salahkan aku jika mimpiku ini benar.” Yunho menatap kepergian Victoria dengan pandangan dingin. Tetapi ia kembali tersadar. Bukankah Victoria memiliki kemampuan melihat masa depan dengan mimpinya? Jadi? Itu semua akan terjadi? Dan… Boa?

-oOo-

Hah. Aku kembali. Hoho. anggep marga Kibum itu Kwon ya? Oh. Aku mau ijin menghilang ya? Bukan hiatus loh, cuma menghilang aja. hehe. Nanti abis lebaran aku balik lagi kok^^ dan apa ini sudah panjang?

39 thoughts on “Another World (Chapter 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s