My Noona, My Sweet Love

Gambar

Judul:

My Noona, My Sweet Love

 

Author:

Claudy Zhang (IcePrincessEXO)

 

Rating:

PG 18

 

Length:

Drable

 

Genre:

Family, Romance, & Sad

 

Main cast:

Jessica Jung

Byun Baekhyun

 

Support cast:

    Kris Wu

   

Author Note:

Maaf kalau banyak TYPO. Males ngedit #sad

Semua jalan cerita di ambil dari sisi Baekhyun

NO BASH, OKE!!! ^.^

DON’T FORGET TO COMMENT ^^

*****

Baekhyun POV

 

Saat aku membuka kedua mataku, sayup-sayup ku rasakan hembusan nafas di dekatku. Ku tengokkan wajahku ke arah tersebut. Ku lihat wajah yang sangat damai sedang tertidur dengan pulasnya di sampingku. Wajahnya sangat manis, ku pandangi terus wajah damai itu. Wajah yang mampu mengubah hidupku, mengubah jalanku, mengubah pikiranku. Yeoja berambut coklat terang ini telah mencuti semua pikiranku.

 

Kusibakkan rambut yang menutupi sebagian wajah cantiknya, ku rengkuh tubuh mungilnya. Terus ku dekap seakan aku tak ingin kehilangan dirinya. Ku hirup aroma rambutnya yang memabukkan lalu turun menghirup aroma di lehernya. Sesekali ku kecupi leher putihnya, tiba-tiba suara lenguhan terdengar di telingaku. Buru-buru ku akhiri aksi gilaku itu. Beberapa detik setelah itu ku perhatikan lagi wajahnya. Ku cium pelan bibir mungilnya. Aku mabuk, mabuk akan manisnya bibir mungil milik yeoja di hadapanku ini. Tanpa sadar aku terus melumat bibirnya, ku pejamkan mataku, kurekam semua rasa manis dan indah ini di otakku. Sesaat aku merasakan dorongan di pundakku, ku buka ke dua mataku dan betapa terkejutnya aku saat melihat yeoja ini bangun.

 

“Ya! Baekhyun. Apa yang kau lakukan Huh?” dia memarahiku lagi seperti biasa.

 

“Aku hanya mencium orang yang ku sayang, apa itu salah?” jawabku sambil terus menatap matanya. Terlihat olehku raut wajah frustasi bercampur kesedihan dan amarah di wajah cantiknya.

 

“Jelas salah, aku ini noona mu Baekhyun-ahh” lagi-lagi dia melontarkan kalimat itu.

 

“lalu kenapa? Hanya kecupan, salah kah?” jawabku.

 

“ini salah, sangat salah. Kita saudara, adik dan kakak. Tidak seharusnya kita….” belum sempat dia melanjutkan ucapannya segera ku rengkuh tubuh mungilnya dan ku lumat bibirnya. Ku kuncin tubuh kecilnya di pelukanku, namun tiba-tiba dia menggigit bibirku dan aku melepaskan pelukan ini dan memegangi bibirku.

 

“cukup Baekhyun” cupanya sambil meneteskan air mata.

 

“Bodoh! Kau yang membuatku bodoh karna menyukai kakakku sendiri. Sakit rasanya saat tau semua yang kita lewati sampai saat ini hanya kau anggap angin lalu. Kau anggap aku apa? Pelarianmu? Ingatkah kau saat tibuh kita bersatu? Kau meneriakkan namaku di sela-sela lenguhanmu? Selalu mengecup bibirku di pagihari? Selalu mengatakan “saranghae” setiap kita melewati malam-malam panas itu? Kau…..” belum sempat aku melanjutkan ucapanku, tangan halusnya telah mendarat di pipi mulusku. Dia menamparku.

 

PLAK……

 

“sadar lah Baekhyun, ini salah. Maaf” ucapnya sambil berlalu pergi meninggalkan alpartemen kita –aku dan dia-.

“Noona! Jessica noona!” teriakku namun tidak ia gubris.

 

*****

 

Setelah kejadian di pagi itu, dia tidak pernah datang ke alpartermen kami. Sepertinya ia memilih tidur di rumah sahabat laki-lakinya itu. Si pria sombong asal China itu. Cih~ menjijikan. Aku sangat benci jika benar Jessica noona menginap di rumah namja sialan itu. Cemburu? Oh tentu saja.

 

Saat di sekolah pun, Jessica noona selalu menghindar dari ku. Dia selalu menempel pada Kris sahabatnya yang sombong itu. Mereka selalu bersama, dan selalu mengumbar kemesraan di depanku. Mereka selalu bersama sampai-sampai Aku jadi susah mendekati Jessica noona untuk sekedar minta maaf. Jujur, aku sangat lemat tanpa dia di sisiku. Jessica noona sudah seperti candu untukku. Sehari tidak menyentuhnya seperti hidup tanpa nyawa.

 

*****

 

Malam ini seperti biasa, aku melangkah kan kaki ku gontai melewati ruangan demi ruangan sepi di kampusku. Sudah 3 hari ini aku mendapatkan jam kuliah tambahan mengingat nilaiku yang turu. Ini semua gara-gara Jessica noona. Kau membuat aku gila. Fuck you, noona!

 

Saat aku sedang meruntuki nasip ku, samar-samar ku mendengar suara teriakan tertahan. Ku tajamkan pendengaranku dan ku ikuti asal suara tersebut. Dan sampailah aku pada ruang ganti pria, pintu ruangan itu sedikit terbuka. Ku dorong pintu itu perlahan hingga tidak ada suara yang di timbulkan. Ku langkahkan kaki ku perlahan untuk masuk makin dalam ke dalam ruangan tersebut dan betapa kagetnya aku saat mendapati pemandangan yang membuat hatiku hancur seketika. Ku lihat Jessica noona sedang bercinta dengan Rasa Park salah satu sunbae di kampusku yang juga leader dari organisasi kemanusiaan LC9. Seketika rahangku mengeras, tanganku mengepal, satu kaki ku melangkah maju. Namun bayangan tentang Jessica noona yang menyuruhku untuk menjauhinya terlintas di benakku. Akhirnya aku mundur meninggalkan ruangan itu.

 

*****

 

Di hari minggu ini aku memilih untuk berjalan-jalan di mall sekedar menghilangkan rasa kesepianku. Sudah 2 jam aku hanya berkeliling di Mall pusat kota Seoul ini. Hingga langkahku terhenti saat aku melihat sosok yeoja yang sangat ku rindukan. Ingin aku menyapa Jessica noona namun apa boleh buat, aku hanya bisa memandanginya dari jauh. Ku ikuti kemana pun ia melangkah di Mall ini. Tumben sekali dia jalan-jalan sendirian di Mall. Entahlah, mungkin dia sama sepertiku. Bosan.

 

Dan di sini lah aku sekarang berada, duduk di barisan ke 10 dalam bioskop. Tepat 1 sap di belakang Jessica noona. Film mulai di putar dan lampu sudah di matikan sedari tadi tapi untungnya aku bisa melihat dan memantau Jessica noona. Adegan-adegan mencekam mulai berputar, film yang kami tonton hari ini adalah film horror Amerika. Tumben dia berani menonton sendiri. Namun beberapa kali aku bisa mendengar teriakan tertahannya dan saat aku mengintip aku bisa liat dia beberapa kali menutup matanya dengan kedua tangan mungil miliknya. Merasa kasian, aku memberanikan diri duduk di sebelahnya dan memeluk tubuh mungil itu. Dia sedikit terkejut namun dia tetep memelukku.

 

“kyaaaaaaaaaaa” teiaknya lantas memelukku, ku peluk balik tubuhnya. Oh tuhan aku merindukan saat-saat seperti ini

 

Tiba-tiba suasana yang gelap menjadi terang karna lampu sudah kembali menyala dan Jessica noona masih saja memelukku. Aku hanya bisa tersenyum melihat tingkah lakunya yang seperti anak kecil ini. Ku elus rambut panjangnya dan berbisik.

 

“filmnya sudah selesai noona” bisikku tepat di telinyanya. Dia terkejut dan melepaskan pelukanku lalu berdiri meninggalkanku. Ku kejar dia.

 

“Noona tunggu” teriakku sambil mensejajarkan langkahnya dan ku genggam tangan mungilnya. Tunggu. Dia tidak menolak.

 

“gomawo” ucapnya di sela-sela perjalanan santai kami di Mall ini.

 

“eo~” jawabku. Ku tarik tangannya ke kedai ice cream kesukaannya. Ku belikan dia ice cream rasa chochorry favoritnya. Dia memakan ice cream itu dengan senyum menghiasi wajahnya. Sesudah menikmati ice cream dan berkeliling Mall serta berbelanja kebutuhan dapur, kami pun pulang ke rumah. Jessica sudah mau tinggal bersama ku lagi setelah kejadian hari ini.

 

Waktu menunjukan pukul 7 malam, namun kita masih berjalan menuju alpartermen yang hanya beberapa blok dari Mall yang kami kunjungi. Kebetulan aku dan Jessica noona tidak membawa kendaraan. Di tengah perjalanan menuju rumah, hujan deras tiba-tiba turun. Kami yang yang sudah terlanjur basah kuyup akhirnya terus berlari tanpa berteduh terlebih dahulu.

 

 

*****

 

Sesampainya di rumah, kami lansung membersihkan tubuh kami masing masing. Baru saja aku ke luar kamar mandi sehabis membersihkan badanku, aku sudah di sambut oleh Jessica noona dengan 2 cangkir coklat hangat di tangannya.

 

“ini, minumlah dulu” katanya sambil memberikan cangkir berwarna biru muda berisi coklat hangat padaku.

 

“gomawo” jawabku sambil mulai meminum coklat itu.

 

Setelah menghabiskan coklat hangatnya. Jessica noona menyuruhku untuk duduk di pinggir ranjang kami. Dia mulai mengeringkan rambutku yang basah dengah handuk kering. Meliatnya yang sepertinya kelelahan berdiri sambil mengeringkan rambutku. Ku tarik tubuhnya yang ramping itu untuk duduk di atas pangkuanku. Aku bisa liat kerisihan di wajahnya namun beberapa saat kemudian dia tersenyum dan kembali mengeringkan rambutku. Di posisi yang seperti ini aku bisa lebih jelas mengamati wajah cantiknya, merasa di perhatikan dia menatapku.

 

“w-wae?” tanyanya terbata-bata, sepertinya menahan malu kkkkk~

 

“anniya” kataku sambil menyunggingkan senyum ke arahnya.

 

Jessica noona pun kembali mengeringkan rambutku. Ku pandangi lagi wajahnya, entah dorongan dari mana tanganku melingkar di pinggang rampingnya dan menariknya untuk lebih dekat denganku. Saat ini wajah kami sangat dekat, dan tiba-tiba kurasakan Jessica noona melumat bibirku. Ku pejamkan mata, ku rengkuh tubuhnya. Bibir kami masih bertautan dan ciuman kami lama-lama semakin panas. Ku jatuhkan tubuh kami di atas ranjang. Ku tindih tubuh munglnya. Ku ciumi bibir mungilnya, ku rabai semua tubuhnya. Namun tiba-tiba pipiku terasa basah. Jessica noona menangis?. Ku lepas ciumanku.

 

“ada apa noona?” tanyaku sambil memegang kedua pipinya yang basah.

 

“mianhae~” ucapnya sambil terisak.

 

“maaf untuk apa?” ucapku pulai cepas.

 

“mianhae… mianhae…. saranghaeyo. Noona tidak bisa berbohong. Jeongmal nan pabboya, saranghae” ucapnya. Airmatanya terus bercucuran. Ku peluk tubuh rampingnya.

 

“gomawo…. nado jeongmal saranghaeyo. Persetan kita adalah saudara, nan saranghaeyo noona” ucapku sambil terus mendekap erat tubuhnya. Tubuh kecil dengan aroma yang memabukkan untukku.

 

-The End-

 

Akhirnya selsai juga ini cerita. Cerita terpendek yang pernah saya buat ==”

Don’t forget to comment ^^

Kritik dan sarannya selalu saya tunggu ^^

Love u all :*

36 thoughts on “My Noona, My Sweet Love

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s