[Freelance] Endless Love (Oneshot)

Title : Endless Love

Author : Jessy Cavendish (@lusyznt)

Main Cast :

–                     Baekhyun [EXO-K]

–                     Jessica [SNSD]

Support cast :

–                     D.O [EXO-K]

Genre : Romance, Angst, AU

Rating : PG -15

Length : One shot

Disclaimer : Inspired by Seventeen – Selalu Mengalah. Cast belong to God and themself. Storyline belong to me, I’m not take a profit.

.

 Teruntuk kekasihku tersayang, percayalah bahwa aku mencintaimu lebih dari yang kau kira…

===

jessycavendish©

Mereka berdua—pria dan wanita—duduk berhadapan di bawah sebuah pohon sakura yang sudah cukup tua dekat danau. Suasana yang hening menambah nilai plus keheningan yang sejak tadi tercipta. Mereka sibuk dengan dunia masing-masing.

“Kali ini apa?” tanya seorang pria. Kentara sekali dari suaranya yang rendah dan ditekan kalau pria itu sedang menahan amarahnya.

Sedangkan gadis yang sedari tadi duduk di hadapan pria itu justru diam sembari menunduk. Tangannya yang bebas ia gunakan untuk meremas ujung rok—saking gugupnya. Sesekali terdengar suara sesenggukan dari bibir mungil gadis itu.

“Jawab pertanyaanku Jess…” Baekhyun—nama pria itu—mendesah lemas. Kini tangannya ia gunakan untuk meremas lembut kedua tangan gadisnya yang tampak tak baik-baik saja.

Perlahan wajah Jessica yang semula menunduk ia dongakkan untuk menatap langsung kedua mata Baekhyun. Di mata itu terlihat jelas bahwa ada sebersit rasa kecewa dan amarah yang tercampur menjadi satu. Jessica merasakannya. Dan itu membuat perasaannya sendiri campur aduk; antara sedih, bersalah, dan… takut.

“Baekhyun-ah…”

“Jawab Jessica.”

“Dia… menamparku,” jawab Jessica sedikit ragu.

Pria itu membulatkan matanya yang sipit, kaget. “APA? Dasar brengsek! Akan kubalas dia!” Baekhyun sudah berdiri dan bersiap pergi untuk membalas perlakuan ‘pria itu’.

Tapi belum sempat ia berjalan tangan Jessica menahannya dan memaksanya untuk duduk kembali. Jessica menggelengkan kepala pertanda tak setuju dengan pandangan sarat akan ketakutan. Takut. Takut membuat Baekhyun lebih kecewa padanya jika ia menghampiri ‘pria itu’.

Baekhyun menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan. Hembusan napas itu terdengar begitu berat dan penuh dengan keputusasaan dari sang empunya. Jessica merasakan sebelah tangan Baekhyun menyentuh permukaan pipinya, mengelusnya perlahan. “Masih sakit?”

Gadis itu menggeleng lemah. Kali ini ia mencoba membalas perlakuan Baekhyun dengan menggenggam tangan pria itu yang memegang pipinya. Tatapannya sendu.

“Sampai kapan kau akan seperti ini, Jess? Kau terluka.”

Mendengar perkataan seperti itu yang terlontar membuat Jessica sedikit merasa… salah. Ia menurunkan tangan Baekhyun dari wajahnya kemudian menautkan kelima jarinya dengan jari-jari pria itu. “Kita sudah pernah membicarakannya Baek.”

“Tapi sampai kapan? Sampai kapan kau harus seperti ini? Sampai kapan kau harus menerima perlakuan buruknya? Sampai kapan kau bisa terlepas darinya?”

“Sampai semua tujuanku tercapai.”

“Tapi kapan?! Dia hanya memanfaatkanmu selama ini tanpa berniat melepasmu!”

Jessica terkejut mendapati suara Baekhyun yang terkesan membentaknya. Baekhyun sendiri tak sadar suaranya naik beberapa oktaf. “Maaf, aku tak bermaksud,” ucapnya menyesal.

Jessica tersenyum memaklumi. “Seharusnya aku yang minta maaf. Karena keegoisanku, hubungan kita jadi seperti ini.”

“Kalau begitu hentikan. Hentikan semua ini. Aku bisa membantumu kalau kau mau. Aku bisa meminta Appa untuk membantu perusahaan keluargamu. Kau tak perlu berpura-pura di depan pria brengsek itu untuk—”

“Baekhyun!”

“Aku bisa Jess, aku bisa membantumu. Mengertilah…” Baekhyun mendesak Jessica agar gadis itu menurutinya. Ia mampu, ia bisa. Tapi halangan terbesar untuk membantu gadis tersebut justru orang itu sendiri.

Selama beberapa bulan terakhir perusahaan keluarga Jung yang bergerak di bidang sandang memang mengalami kemunduran besar-besaran dikarenakan kalah tender dengan perusahaan lain. Sebab itu Jessica yang merasa bertanggung jawab atas perusahaan keluarganya pun mencari berbagai cara agar perusahaan yang telah dititipkan Appa-nya yang telah berada di surga tetap berdiri. Apapun caranya. Termasuk menyetujui hal gila yang ditawarkan oleh pimpinan perusahaan saingannya untuk menjadi ‘kekasih sementara’. Tawaran itu ia setujui begitu saja dengan jaminan bahwa Wu Cooperation akan membantu mengembalikan saham yang telah dikuasai oleh investor yang tak lain adalah Wu Cooperation itu sendiri.

Tentu saja setiap keputusan yang Jessica ambil pasti memiliki konsekuensi dan yang Jessica ambil adalah harus menyakiti perasaan kekasih aslinya juga dirinya sendiri. Dan sungguh seorang malaikat yang melekat di tubuh Baekhyun, pria itu memahami posisi Jessica walau harus menelan bulat-bulat rasa pedih di hatinya saat melihat atau bahkan membayangkan gadis yang dicintainya sedang bersama pria lain.

Kembali memikirkannya saja sudah membuat Baekhyun mengepalkan satu tangannya dan menggeram marah. “Kris…” desis Baekhyun. Tautan tangannya terhadap Jessica semakin erat saat merasa emosinya kembali tersulut hanya dengan menyebut nama pria tersebut.

“Aku tahu kau bisa, tapi… aku mohon biarkanlah aku mengambil semuanya dengan caraku. Aku tak ingin merepotkanmu lebih dari ini, kau sudah terlalu baik untukku Baekhyun-ah,” kata Jessica lirih.

Selalu seperti ini. Setiap kali pemuda itu meminta si gadis untuk menghentikannya Jessica selalu menolak. Tak tahukah gadis itu bahwa dirinya juga terluka? Terluka menghadapi kenyataan karena dirinya tak bisa mejaga kekasihnya dengan baik dan hanya bisa berdiam diri menenangkan gadisnya ketika ia datang padanya.

Bunyi dering ponsel Jessica membuyarkan kesunyian yang sejenak tercipta itu.

Yeoboseyo…” Sekilas Jessica melirik ke arah Baekhyun dengan tatapan was-was. “…Kris.”

“Baiklah, aku akan segera menemuimu di kantor. Ne…”

Klik. Telepon ditutup membuat keduanya kembali saling berpandangan.

“Aku harus pergi,” pamit Jessica.

“Aku tahu. Pergilah,” tanggap Baekhyun dingin.

Jessica terkejut mendengar nada dingin yang terkandung pada perkataan Baekhyun. Sebenarnya, jika saat ini Baekhyun melarangnya untuk pergi maka Jessica tak akan pergi. Untuk kali ini dia ingin menurutinya dan lebih memilih kekasihnya itu, tapi ternyata justru Baekhyun sendiri yang menyuruhnya untuk segera pergi. “Baek…”

Baekhyun mendesah pelan, mencoba menetralisir perasaan kalut yang ada di dadanya kali itu. Tangannya bergerak menuju puncak kepala Jessica, mengelusnya pelan. “Pergilah Jess… aku tidak mau kau terlambat dan mendapatkan perlakuan buruk darinya lagi.”

Lagi-lagi Jessica harus sangat bersyukur karena mempunyai kekasih seperti Baekhyun. Ia tak tahu harus mengungkapkan rasa syukurnya dengan apa. Saat dirinya menganggap Baekhyun marah padanya, ternyata pria itu justru mengkhawatirkannya.

Ia meraih kedua tangan Baekhyun dan mencium punggung tangannya. “Terima kasih. Terima kasih untuk segalanya Baekhyun-ah. Aku pergi.”

Jessica melangkah pergi meninggalkan Baekhyun yang masih menatap kepergian gadisnya. Jauh di lubuk hati terdalam Baekhyun ia merasa sedih karena membiarkan Jessica pergi begitu saja. Ayolah, siapa pria yang rela membiarkan wanitanya pergi ke pelukan pria lain? Tidak ada. Termasuk Baekhyun. Walaupun lisannya berucap ‘ya’ tapi hatinya berkata ‘tidak’.

Pernah terpikirkan olehnya untuk menyudahi hubungan dengan Jessica. Tetapi tidak bisa, sekalipun Jessica telah membuat hatinya perih pada akhirnya ia akan memaafkan gadis itu, kembali ke pelukan gadis yang telah menjerat hatinya. Beginilah cinta, membutakan segalanya. Termasuk membutakan logika dan hati seorang Byun Baekhyun.

Baekhyun masih terus menatap punggung Jessica yang semakin menjauh dari pandangannya. Beberapa langkah lagi hingga gadis itu memasuki mobilnya ia justru berhenti berjalan. Dan dalam sekejap gadis bermarga Jung itu berbalik dan berlari menuju Baekhyun. Menerjang tubuh pria di hadapannya dan memeluknya erat. Di rasakannya tangan Jessica mengalungi lehernya dan wajahnya ia sembunyikan di dada Baekhyun. Walaupun merasa sedikit terkejut atas perlakuan Jessica pada akhirnya Baekhyun membalas pelukannya, melingkarkan tangan kokohnya di pinggang ramping gadisnya.

“Maafkan aku.” Samar-samar Baekhyun dapat mendengar gumamman Jessica.

“Jess…”

“Maafkan aku Baekhyun-ah, maafkan aku.” Kini suaranya terdengar parau.

Jessica mendongak dan menatap wajah Baekhyun. “Maafkan aku karena telah membuatmu sedih dan kecewa atas perbuatanku selama ini. Aku tahu kau pasti marah denganku. Tapi aku mohon percayalah padaku, aku tidak akan pernah menduakan hatiku untuk pria lain. Aku—”

Perkataan Jessica terpotong dengan tindakan Baekhyun. Pria itu mencium bibirnya. Tak ingin menolak, Jessica hanya pasrah dan menikmati segala perlakuan Baekhyun. Hingga berakhirnya ciuman itu Jessica tak kunjung mengeluarkan sepatah kata apapun.

“Aku percaya padamu,” bisik Baekhyun.

Tiga kata dari sang kekasih dapat membuat seluruh kupu-kupu di sekitar perutnya beterbangan saking bahagianya mendapatkan kepercayaan orang terkasih. Jessica tersenyum manis menanggapi.

“Terima kasih. Aku mencintaimu,” ucapnya cepat dan langsung mengecup pipi kiri Baekhyun. Setelah itu Jessica melepaskan pelukan mereka dan kembali berlari-lari kecil menuju mobilnya. Kali ini ia benar-benar pergi meninggalkan Baekhyun sendirian di bawah pohon Sakura.

Walaupun Jessica telah pergi, pandangan Baekhyun masih terpaku pada tempat terakhir Jessica berdiri. Tangannya mengusap tempat di mana Jessica mengecup pipinya.

“Aku juga mencintaimu Jessica. Sangat mencintaimu lebih dari yang kau kira,” tuturnya pelan lalu pergi meninggalkan tempat itu menggunakan motor sport hitam yang terparkir tak jauh dari tempatnya berdiri.

jessycavendish©

.

.

.

EPILOG

“Kau tidak melihatnya?” tanya Kyungsoo.

“Apa?”

Kyungsoo yang gemas dengan tingkah sok tidak peduli Baekhyun menunjuk langsung objek yang sedang ia bicarakan. Terlihat dua orang yang sangat dikenalinya kini sedang duduk berhadapan di meja yang tak jauh dari tempatnya kini.

Tentu saja Baekhyun melihatnya, mana mungkin dirinya tak melihat perempuan yang dia cintai berada dalam satu ruangan dengannya. Bahkan dari pertama dua orang itu melangkah memasuki kafetaria ia sudah menangkap sosoknya. Dua orang itu saling duduk berhadapan, si pria duduk membelakangi tempat Baekhyun berada sedangkan si wanita duduk mengadap tepat ke arah Baekhyun. Dan ketika mata mereka bertemu si wanita tersenyum manis ke arahnya, pertanda ia melihat Baekhyun.

“Aku melihatnya,” jawab Baekhyun sekenanya.

“Kau tidak marah?!” tanya Kyungsoo lagi yang terkesan tidak percaya dengan respon Baekhyun yang terlihat… tak peduli?

Marah, ya?

“Tidak, aku tidak marah padanya. Karena aku percaya padanya…”

Sejenak Baekhyun mengambil napas sebelum melanjutkan ucapannya, “…percaya pada cintanya. Karena dia sendiri yang memintaku untuk percaya padanya. Maka aku akan percaya padanya.”

Kyungsoo terkekeh mendengar jawaban Baekhyun. “Yah, kau memang tidak akan bisa marah padanya. Karena sejahat apapun dia padamu pada akhirnya kau akan tetap kembali padanya. Cintamu tak berujung, Baekhyun-ah.

Baekhyun hanya tersenyum mendengarnya.

.

FIN

.

.

Huh… haaahhh… akhirnya selesai juga :’)

Emmm, entah mau gimana sama ini ff, sebenernya akhir ceritanya rada melenceng sama outline yang aku buat, tapi daripada entar kepanjangan yaaa akhirnya jadi gini deh ._.

Maaf kalau masih kurang dapet feel-nya ya. Aku udah berusaha memunculkan kesan angst-nya semaksimal mungkin, tapi kalo masih kurang ya maap ._.v

Terus kalo menurut kalian ada yang kurang nyambung antara judul sama isi maaf juga ya, itu kata-kata di akhir juga kesannya maksa bangets

Jangan lupa untuk feedback ya, komentar+like aku terima dengan lapang dadaaaa. Kritik dan saran sangat diharapkan untuk perkembangan tulisan aku.

Sorry for typo(s)

.

Salam,

kembaran Jessica :*

 

29 thoughts on “[Freelance] Endless Love (Oneshot)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s