Series : Untouchable Love Chapter 3

Judul                     : Untouchable Love Chapter 3

Author                  : Flawless Jung

Main Cast            : Kris Wu (EXO) – Jessica Jung (SNSD)

Supporting          : Yoona , Yuri (SNSD) – Baekhun , Chanyeol , Luhan (EXO) – Hyuk Jae (SJ)

Genre                   : Romance , Horror , Comedy

Length                  : Series

Rating                   : Teen

Disclaimer           : Semua cast hanya pinjaman tapi cerita adalah ciptaan saya . Terinspirasi dari beberapa novel , terutama Seoulm*te jadi maaf apabila ada kesamaan alur cerita . Author hanya mencoba membuat cerita dengan genre baru . ^^

Kesekian kalinya mian , juli kemarin author ke Singapura-Johor (MY) 2 mingguan . Jadilah , rencananya mau nerusin posting FF di sana . Tapia pa daya , author keganjenan shopping jadi FF-nya terlantar ._. . mian readers . Jadi kalau takut lupa dengan ceritanya , baca Chapter sebelumnya aja ya ^^

Chapter 1Chapter 2

Notes                    : Jangan lupa komennya ya ^^ . Jika responnya bagus , mungkin ada sequelnya .

Summary             :
“aku hanya bayang semu . Bayang yang tak akan pernah jadi nyata .  apa kamu akan tetap disini ? memperjuangkan semuanya ? cinta kita ?”

Last Chapter Preview

Luhan POV

Pandangan kami bertemu . Matanya memancarkan kehangatan . Kehangatan yang kurindukan . Kehangatan yang menghilang dengan hilangnya yeoja-ku . aku merindukan tatapan damai seperti yang Jessica berikan sekarang .

Jessica juga menatapku , matanya indah dan sama sekali tidak berkedip . Apa kami sama-sama terhipnotis ? molla . Tubuhku bergerak maju sendiri . Sekarang jarak kami mendekat . kelopak mata Jessica menurun . Entah ia menutup mata atau membuang pandangan kebawah . Yang jelas , tubuhku semakin maju . Dan entah keberanian yang berasal dari mana , sekarang aku berani menempelkan bibirku padanya .

Jessica tidak merespon , begitu juga denganku . Hanya menempel . Tidak menolak , tidak juga melumat kasar . Hanya menempel . Oh Tuhan , biarkan waktu berhenti kali ini .

===

Author POV

Mobil yang dikendarai Luhan dan Jessica sekarang telah berhenti manis di depan apartmen yang Jessica tempati . Waktu menunjukkan pukul 5.56 am . Hampir pagi . Mereka hanya terdiam begitu saja . Jessica yang merasa harus turun mulai melepaskan seatbeltnya . Sedangkan Luhan ? Tangannya masih mencengkram setir mobil dengan pandangan lurus kedepan .  Taka da yang tau apa yang dia pikirkan , termasuk Jessica .

“Luhan-ssi..” Jessica menepuk lengan Luhan perlahan . Mungkin untuk menyadarkannya dari lamunan singkat .

Luhan menatap Jessica . Matanya yang terbingkai indah di wajah manisnya sangat meneduhkan wanita manapun , termasuk Jessica . Jessica terdiam sesaat ketika Luhan menatapnya intens . Hingga sebuah dehaman membuyarkan titik fokusnya .

“ehemm .. wae Jessica-ssi ? apa ada yang aneh dengan wajahku ?”

Jessica sekarang seperti maling yang tertangkap basah sedang mencuri . Pipinya sekarang sudah semerah tomat . Alih-alih menjawab pertanyaan Luhan , ia hanya cepat-cepat menunduk dan menggeleng cepat sebagai respon dari pertanyaan Luhan .

“aah. Aku kira ..”

“aku turun dulu Luhan-ssi . Terima Kasih tumpangannya .” Jessica membuka pintu mobilnya dan segera turun dari mobil Luhan . Luhan menatap punggung wanita yang berapa jam lalu baru saja diciumnya itu .  Saat Jessica hampir mencapai halaman apartmen , Luhan membuka pintu mobilnya cepat dan meraih tangan Jessica . Menariknya dalam pelukannya .

Jessica yang tentu saja kaget dengan perlakuan Luhan hanya bisa terdiam dalam pelukan Luhan . Jujur saja , ia menikmati pelukan hangat yang sangat ia rindukan waktu dulu . Ya , waktu dulu . Tepatnya 2 tahun lalu .

“biarkan seperti ini sebentar Jessica-ssi…” Luhan mempererat pelukannya . Ia meresapi wangi dari tubuh Jessica . Menghirupnya dalam-dalam , seakan wangi tubuh Jessica adalah oksigennya . Sedangkan tangan Jessica yang tergantung bebas di kanan – kiri sisi tubuhnya sekarang terangkat memeluk tubuh mungil Luhan .

Waktu berlalu cepat . Tak terasa matahari yang sekarang mulai terbit menjadi background dari dua manusia yang masih sibuk berpelukan . Sinar hangatnya menerpa punggung Luhan , sehingga tampak seperti Luhan sedang melindungi Jessica dari teriknya panas matahari .

Merasa cukup memenuhi paru-parunya dengan oksigen istimewanya –bau tubuh Jessica- , Luhan perlahan melepas pelukannya . Walau bisa dipastikan dari gerak-geriknya , ia sangat keberatan melepaskan sumber oksigennya itu .

Sekarangf kedua telapak tangannya meraih kedua sisi pipi Jessica . Ia menarik wajah Jessica agar menatapnya . Dan mata mereka bertemu . Luhan terkesiap . Ia merasa pernah melihat mata itu . Mata yang ia rindukan . Mata yang selalu ada untuk dia saat itu .

Jessica yang merasakan Luhan mulai curiga segera membuang mukanya . Disatu sisi ia menyukai , bahkan masih sangat ingin ceritanya dengan Luhan dapat kembali dirajut . Tapi ketakutannya akan rasa kehilangan untuk kedua kalinya membuatnya bersusah payah membuat perasaannya itu .

“maaf Luhan-ssi ..” Jessica melepaskan kedua tangan Luhan dari pipinya . Ia tak tau apa yang harus dilakukan sekarang . Kakinya melangkah mundur beberapa langkah . Kemudian ia membungkukkan punggungnya sebagai rasa terimakasih .

“gomawo , tapi sekarang aku harus masuk .. Pulanglah , ini sudah pagi .”

Jessica menatap Luhan yang masih berdiri kaku didepannya . Dan ia langsung memutar badannya dan masuk kedalam apartmen . Luhan masih saja menatap Jessica meski dari kejauhan hingga anita itu benar-benar hilang dari pandangannya .

===

Luhan POV

“Hhhh~ Aku yakin aku pernah bertemu dengan Jessica sebelumnya . Tapi dimana ? mengapa mata itu sangat familiar ? mengapa mata itu bisa membiusku begitu saja ” Aku membuang nafasku kesal . Meski sekarang aku sudah berada didalam kamarku , tapi tetap saja rasa penat ini tak bisa membuatku terpejam dan melupakan wanita itu , Jessica Jung .

“apa yang harus aku lakukan sekarang? Ah! Sial!” aku hanya bisa meremas rambutku gemas . Hingga sekarang tak ada petunjuk dimana aku pernah melihat mata itu .

“lebih baik aku mandi” aku beranjak dari atas kasur yang sedari tadi kududuki dan meraih handuk berwarna biru yang terlipat rapi diatas kasur .

“mungkin kepalaku akan lebih baik setelah mandi..”

===

Jessica POV

Sama halnya dengan Luhan , Jessica juga belum terpejam hingga sekarang . “Semalaman bersama Luhan membuatku was-was tapi jujur saja aku merindukan hal itu semua .”

CKLEK!

Aku memutar bola mataku kearah pintu kamar . Siapa sekarang yang berani masuk kekamarku begitu saja ?

“annyeong~”

“kau.. !!”

“apa aku mengganggu ?”

“SANGAT MENGGANGGU ! bagaimana kau bisa tau apartmentku?”

“oh well , bagaimana ya ? jujur saja aku dari tadi mengikuti kalian dari jauh , apa kau tidak menyadarinya ? ah aku tau , kau terpesona dengan ehemm , ciuman dan pelukan pria imut itu hingga kemampuanmu mendadak lumpuh beberapa saat ?”

“kau tidak perlu ikut campur . sekarang , pergi dari apartmentku !”

“tidak bisa . aku butuh bantuanmu ..”

“sudah kukatakan aku tidak bisa . Aku bukan spesialistnya . Cari saja manusia yang bersedia menolong hantu pirang sepertimu .”

Yah . Hantu itu datang lagi . aku kira setelah penolakanku untuk membantunya ia akan bverhenti mencariku . dan , VOILA ! sekarang ia berada tepat didepan mataku . Apa yang harus aku lakukan kepadanya ? aku benar-benar kesal sekarang .

“aku bukan hantu pirang , aku hantu yang punya nama . Namaku, Kris Wu . Setidaknya hanya itu yang kuingat .” Hantu itu sekarang malah memperkenalkan namanya . Dan apa-apaan nama itu . Nama yang sangat langka . Apa ia benar-benar terlahir dengan nama seperti itu ?

“ok , Kris-ssi , silahkan cari manusia yang mau menolongmu. Aku sibuk .” Aku membalikkan tubuhku dan meraih laptopku untuk menyalakannya . Melanjutkan pekerjaanku yang dihentikan oleh Yoona dan Yuri kemarin malam .

“apa yang kau sibukkan ? omo ! kau seorang penulis ? wahh . Aku baru tau jika ada penulis yang berjawah cantik . Seharusnya kau itu menjadi idol , model , atau artis . Kau punya aset untuk itu semua .”

Aku mengangkat sebelah tanganku membuatnya berhunti berbicara . Matanya menatapku bingung seolah meminta jawaban dari tindakanku .

“KAU-HANTU-PALING-CEREWET-YANG-PERNAH-AKU-TEMUI” ucapku sambil menekan suaraku pada setiap kata .

Bisa kulihat sekarang Kris menutup bibirnya dengan kedua telapak tangannya secara refleks .  Tampangnya yang dingin sangat tidak cocok dengan bibirnya yang cerewet . ah , itulah manusia , pasti ada kekurangan . Termasuk hantu , tunggu . Hantu juga manusia dahulunya , kan ?

“baiklah , aku diam dan akan mencoba kalem . Tapi aku tidak akan pergi .”

Apa yang akan dilakukan mahkluk ini sebenarnya . Aku memang bisa melihat bangsa mereka , tapi tidak untuk dalam kategori membantu . Aku sama sekali tidak tau bagaimana membantu mereka . Oh , ayolah tak adakah organisasi yang bisa membantu mahkluk sejenis Kris agar ia menjauh ?

“jogiyo~ kita belum berkenalan secara layak . Aku Kris” Dan sekarang hantu pirang ini mengulurkan tangannya . Berkenalan . Hantu ini minta untuk berkenalan . Apa ia tidak tahu bahwa manusia dan hantu tidak dapat bersentuhan . hhh~~ baiklah ,

“aku Jessica Jung..” ucapku sembari meraih telapak tangannya yang mengambang . Dan tentu saja , tanganku menembus telapak tangannya . Kami memang tidak bisa bersentuhan . Memang sudah kodratnya bukan ?

“baiklah , Kris-ssi..”

“panggil aku Kris saja , jangan sungkan” Ia memotong ucapanku . Dan apa itu ? menggunakan banmal ? baiklah . Jujur saja aku tak terbiasa menggunakan banmal dengan orang ramai . Hanya kepada segelintir orang saja .

“Kr..Kris . Baiklah , Kris . Aku akan mencoba mencari tau , bagaimana untuk menolongmu . Tapi dengan syarat .”

“apa itu ? katakan Jess..~” matanya sekarang benar-benar berbinar . Seolah banyak bintang didalamnya seperti orang kebanyakan saat menang lotre .

“pertama . jika ingin muncul didepanku kau harus meminta izin padaku dulu . jangan menampakkan wujudmu , hanya perdengarkan suaramu . Dan jika aku mengangguk kau baru boleh muncul . Jika aku menggeleng . Jangan pernah muncul .”

Tentu saja ini menjadi peraturan penting . Aku tidak mau hantu ini muncul saat aku menukar pakaianku . walaupun dia hantu , tetap saja ia seorang pria . dan lagi , aku tidak mau tanggung jawab jika ia muncul bintitan di matanya , karena aku tidak tau apakah ada hantu yang berprofesi sebagai dokter .

Kris tampak mencerna ucapanku kemudian mengangguk antusias . Ia lalu mendekatkan tubuhnya dengan matanya yang masih tetap bersinar itu  . aku sangat rishi ! . Apakah hantu ini tidak diajarkan untuk bertindak sopan saat masih menyandang predikat sebagai manusia ?

“apa selanjutnya ?”

“kedua , jangan mendekatkan badanmu seperti ini denganku . Kau seperti akan memakanku , kau tau ? minimal 1 meter dariku . itu batasannya .”

Kris langsung menarik badannya dan kembali duduk manis di atas kasur yang sama kududuki .

“baiklah , mianhe Jessie~” dan sekarang ia menatapku dengan puppy eyes . yah ! tidak pernahkah ia bercermin bahwa mimic wajahnya sekarang sangat tidak cocok dengan wajah dinginnya itu ?

“baik , kumaafkan . Sekarang aku akan mencoba googling untuk mencari tau , adakah cara untuk menolongmu .duduklah manis disitu . mengerti ?”

===

Author POV

Kris menggangguk sekilas . Sekarang ia harus tenang , diam , dan duduk manis sembari menunggu Jessica yang sedang mencoba untuk membantunya . Ia mengedarkan pandangannya keseluruh seluk beluk kamar Jessica .

Dengan dinding yang berwarna biru cerah , dan atap berwarna putih membuat nuansa kamar ini hangat . Lalu dengan ranjang cantik milik Jessica yang berwarna kuning tembaga serta sprei yang berwarna putih bersih dengan aksen gambar bunga krisan kuning yang mempercantik disetiap sudutnya .

Sedangkan di depannya ada sebuah meja kerja yang terbuat dari kayu lengkap dengan kursi kayunya . Tak banyak benda diatasnya , hanya beberapa kertas kosong , peralatan menulis dan sebuah foto lama dari seorang gadis .

Kris menatap foto tersebut intens , keningnya berkerut seolah dengan begitu penglihatannya akan menajam beberapa kali lipat .

“jess .” Ia memberanikan diri untuk bertanya kepada Jessica tentang rasa penasarannya .

“hmm ?” Jessica hanya merespon dengan berdehem pelan .

“foto itu , siapa gadis itu ?” Kris mengangkat tangannya dan jari telunjuknya mengarah pada foto yang membuatnya penasaran itu . Jessica mengalihkan pandangannya dari laptopnya sebentar dan menatap arah yang ditunjuk Kris dengan telunjuknya .

“itu aku..” hanya jawaban singkat yang meluncur dari bibir tipisnya . LAlu ia kembali berkutat pada laptopnya .

Kris seolah tak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Jessica . Ia memandang foto itu , lalu beralih kewajah Jessica yang duduk disebelahnya . Ia melakukannya berkali-kali seperti ingin memastikan bahwa dalam foto itu adalah wanita disampingnya ini .

“benarkah ? Tapi mengapa sepertinya .. err.. berbeda . maksudku , kau terlihat sangat cantik  sekarang daripada difoto itu .” Kris sangat berhati-hati dalam bertanya . Ia tak ingin kalimatnya malah menyakiti Jessica .

“kau adalah orang yang kesekian kalinya yang mengatakan demikian Kris . Anyay , terimakasih atas pujiannya ” Jessica hanya tersenyum tipis untuk menanggapi pernyataan Kris .

Kris kembali menatap foto itu . Foto yang berisi ajah seorang gadis remaja , berambut hitam sebahu , dengan susunan gigi yang kurang rapi dan badan yang .. sedikit berisi (jangan bash saya , saya hanhya menggunakan fakta untuk keperluan cerita TT^TT . saya gorjess . sumpah dah)

“ah , aku rasa aku menemukan cara untuk membantumu Kris .” Ucapan Jessica menarik perhatian Kris , sehingga ia mengalihkan pandangannya pada laptop Jessica .

“disini tertulis , tidak semua arwah bisa melangkah ketahap selanjutnya jika ia masih memiliki hal yang belum ia selesaikan di dunia . satu-satunya yang bisa dilakukan adalah menemukan hal apa yang tertinggal di dunia yang menjadi kewajibannya . Dalam hal ini , para arwah harus bertemu dengan manusia yang bisa melihat dan berkomunikasi dengan mereka agar para manusia tersebut bisa membantu mereka dalam menunaikan kewajibannya .”

Jessica menatap Kris . Seolah bertanya “hal apa yang menjadi kewajiban yang tertinggal didunia ini untuk mu , Kris ?”

Kris yang seolah mengerti tatapan Jessica langsung mengedikkan bahunya disertai kepala yang menggeleng cepat . “molla , nan molla” tambahnya .

“baiklah , kulanjutkan . Dalam beberapa kasus , arwah yang gentayanga dan tak tau arah pulang(?) akan kehilangan ingatan . akan tetapi hal ini dapat dibantu dengan beberapa petunjuk yang mungkin dapat membantu ia menemukan jati dirinya. Hal yang paling umum menjadi petunjuk biasanya terlukis pada punggungnya secara bertahap.”

Jessica kembali menatap Kris . Apakah ia harus menyuruh Kris untuk bertelanjang dada ? Ia menelan ludahnya saat membayangkannya . Sedangkan Kris sekarang sedang sibuk meraba-raba punggungnya .

“Buka”

“mwo ?” Kris terbelalak dengan ucapan Jessica barusan . Walaupun ia hantu tetap saja ia akan merasa malu jika punggungnya dilihat oleh orang lain , apalagi wanita .

“kau ingin aku membantumu kan ?”

Kris menahan ujung T-shirt yang ia kenakan . Ia berpikir keras apakah ia harus benar-benar melakukannya . dan akhirnya , ia menarik pelan ujung kaosnya keatas . Sekarang mulai tampak perut kotak-kotak(?) Kris yang tersusun rapi .

Plop!

Dan sekarang Kris benar-benar bertelanjang dada (ok , author mimisan bayanginnya <3) . Kedua tangannya ia tangkupkan pada dadanya , mungkin ia sedang malu .

“berbalik” perintah Jessica . Kris hanya menuruti tanpa berkomentar .

Setelah memperhatikan setiap detail punggung Kris , Jessica menghela nafas berat . Nihil . Tidak ada petunjuk disana .

“mungkin belum saatnya petunjuk itu muncul Kris , kau harus bersabar . Pakai kembali kaosmu ”

Kris mengangguk dengan tampang sedih . Tentu saja , jika begini terus ia tidak akan bisa mengetahui apa kewajiban yang menahannya di dunia . Ia memakai kembali kaosnya dan menatap Jessica .

“selanjutnya bagaimana ?”

“mungkin kau harus lebih banyak berinteraksi dengan dunia luar , mungkin suatu saat petunjuknya akan muncul .”

Kris menunduk lemas . Baiklah , mungkin ia memang harus bersabar . Setidaknya , Jessica sudah bersedia membantunya . Bukankah ini hal yang baik ??

Jessica menekan tombol hibernate pada laptopnya . Lalu ia meletakkan laptopnya begitu saja diatas kasur . Kemudian menutup matanya .

“aku ngantuk Kris ..”

“tidurlah Jessie , akan kupastikan tidak ada nyamuk yang berani menciummu”

“cih , dasar..” Jessica hanya menunjukkan smirknya dalam menanggapi ucapan Kris . Sekarang ia benar-benar menutup matanya . Sedangkan Kris ? Ia menatap Jessica . Jessica bagaikan magnet baginya sekarang . Walaupun galak , ternyata Jessica memiliki sisi yang hangat .

Sarangiran ireon geongayo
Halsurok deo apeun geongayo
Dagagamyeon galsurok
Keojineun maeume
Nan geobi nayo

(That One Person , You – ost. Dating Agency ; Cyrano by Jessica)

Ponsel Jessica berdering . Ada seseorang yang menghubunginya , tapi tanpa nama . Hanyasederet angka yang terlihat . Jessica meraih ponselnya dengan alis yang bertautan .

“nugu ?” gumamnya sebelum mengangkat telefon .

Kris hanya mengedikkan bahunya . “bukan aku” canda Kris .

“tentu saja . Pabo” Kris terkikik geli melihat ekspresi Jessica yang berubah kesal .

Tak menunggu lama , ia mengangkat panggilan masuk tersebut .

“yeoboseyo ..”

“…..”

“nee , Jessica imnida . Nuguseyo ?”

“…..”

“Luhan-ssi ..?”

-TBC

===

Aseekkkkk .. akhirnya lanjutannya kelar juga . setelah ini mungkin aku akan post next chapter dari “be My Last And Forever” . Hayoo . siapa yang nunggu FF ini ? kekekeke~

Anw , Aku juga mau bikin oneshoot . Tapi aku mulai jenuh dengan pair Krissica dan Lusica , Tapi tenang , aku masih akan tetap selalu nge-ship mereka kok . Hanya saja , aku ingin coba bikin pairing baru . Nah , readers yang baik hati , kira-kira member EXO yang ingin kalian pairkan dengan Unnie kita yang cantik satu ini siapa ?? Aku tunggu ya respon kalian .

Dan tentu saja , setelah baca FF yang super ga nyambung ini , tolong di like dan comment yaa ^^ .

Ps : author ga baca ulang FF ini , jadi kalo typo bertebaran , maafkan jari author yang ga punya mata yaa TT^TT .

31 thoughts on “Series : Untouchable Love Chapter 3

  1. haha…. sica bnar… kris adalah hantu yg plig crewet. tryata hantu bs brcnda ea. “”tdurlah jess,akn kupstikan tdk akn afa nyamuk yg brani mncium mu:;,
    haha…
    ok q tggu jg ff yg 1 itu ea thor.

    nah law q bgi sran s’x2 pke pairing laysica jg bleh thor atau yeolsica….
    ok dutggu oneshoot’a!!

  2. waaa baguusss” penasaran deh siapa yeoja d masa lalu luhan eonni mw buat ff baru? aq mw xiumin-sica boleh???? jarang bgt ad couple ini d ff pdahal aq lmayan ska sm couple ini stelah krissica n lusica tentunya ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s