Hot Game | Chapter 2 |

Hot game

 

Title : Hot Game

Author : Жin Genie

Cast : Jessica Jung

Xi Luhan

Suport Cast : Tiffany Hwang

Kwon Yuri

Rating : PG-15

Genre : Romance

Length : Chapther

Backsound : A-Jax – Hot Game

***Hot Game by Жin Genie ***

 

 

Part 2

 

 

Luhan masuk ke dalam kamar Jessica begitu saja“Hi yeoja mesum”sapanya dengan senyum manis yang mengembang di wajah tampannya.

 

Jessica yang sedang asik menyandar di sandaran tempat tidur seraya memainkan ponsel putihnya itu pun kaget mendengar suara Luhan terlebih saat mendapati Luhan ada di dalam kamarnya.

 

Ya! Siapa yang menyuruhmu masuk eoh?”omel  Jessica galak seraya menunjuk Luhan serta dengan memasang wajah seram andalanya berharap Luhan akan takut dan keluar dari kamarnya.

 

Luhan terkekeh pelan melihat reaksi Jessica yang sedikit berlebihan itu. “Tidak ada”ucap Luhan santai seraya mengankat bahunya.

 

“Lalu kenapa kau masuk eoh?”tanya Jessica ketus seraya melipat tangannya di dada. Jessica melirik Luhan sinis.

 

“Salahmu sendiri kenapa pintu kamar tidak di tutup, jadi ya jangan salahkan aku kalau aku masuk ke dalam kamarmu”jawab Luhan cepat seraya berbaring di kasur queen size Jessica—tepat disebelah Jessica.

 

Jessica mendengus sebal melihat kelakuan Luhan yang seenaknya itu. “Keluar!”usir Jessica cepat seraya mendorong tubuh Luhan dari kasur queen size miliknya. Namun tenaga Jessica tidak cukup kuat untuk mendorong Luhan dari kasurnya.

 

“Kamarmu nyaman”komentar Luhan tidak nyambung seraya tetap berbaring di kasur Jessica. Ia melirik Jessica dengan senyum yang mengembang. “Aku ingin tidur disini”ucap Luhan lagi lalu memejamkan matanya—berpura tidur.

 

Jessica berdecak kesal melihat kelakuan Luhan yang seenaknya saja di kamarnya. “Keluar atau aku akan teriak!”ancam Jessica serius.

 

“Teriak saja, di rumah ini hanya ada kau dan aku. Pelayanmu sedang tidak ada di rumah, ikut belanjan dengan Victoria ahjumma dan ah yah kalau tidak salah ada Park ahjussi pengurus kebun yang tuli itu”ujar Luhan santai.

 

Jessica mengerang kesal. “Sebenarnya maumu apa eoh?”tanya Jessica lembut. Ia berusaha keras menahan emosinya agar tidak menghajar Luhan sekarang juga. Jika bukan karena perkataan mommynya semalam sudah ia pastikan sekarang Luhan sudah mendarat dengan sempurna di lantai kamarnya.

 

Luhan masih berpura-pura tertidur di kasur Jessica. Ia senang membuat yeoja cantik di sebelahnya itu kesal karena menurut Luhan setiap ekspresi yang Jessica keluarkan itu sangat menyenangkan untuk dilihat.

 

“Actingmu buruk!”cibir Jessica.

 

“Sudahlah, cepat katakan keinginanmu. Aku tidak punya banyak waktu mengurusimu”ujar Jessica malas.

 

Luhan melirik Jessica menggunakan sebelah matanya lalu bangun dari tidurnya namun tidak beranjak dari kasur Jessica.“Ah rupanya kau tipe yeoja yang terburu dan tidak sabaran ya”komentar Luhan seraya berbisik di telinga Jessica dan di akhiri meniup tengkuk Jessica membuat Jessica meremang.

 

YA!”teriak Jessica kesal.

 

Dengan cepat Luhan beranjak dari kasur Jessica agar tidak terkena amukan Jessica lalu terkekeh pelan melihat Jessica yang marah padanya. Melihat Luhan tertawa begitu senang membuat kekesalan Jessica kepada Luhan semakin bertambah saja.

 

“Temani aku mengelili Seoul”ujar Luhan setelah usai menertawai Jessica.

 

“Cih, tidak mau!”tolak Jessica langsung seraya menatap Luhan sinis.

 

“Yakin tidak mau menemaniku?”tanya Luhan meyakinkan.

 

“Tentu saja!”balas Jessica kesal.

 

Luhan memasang wajah kecewanya. “Ah begitu rupanya”serunya sedih. “Kira-kira bagaimana ya reaksi Victoria ahjumma kalau tahu anaknya mencium seorang namja di dalam café”gumam Luhan dengan suara cukup kencang agar Jessica mendengarnya.

 

Jessica membulatkan matanya mendengar perkataan Luhan yang secara tidak langsung sedang mengancamnya itu.

 

Luhan menoleh ke arah Jessica dengan wajah tanpa dosanya. “Menurutmu bagaimana reaksi Victoria ahjumma Jessica-ssi?”tanya Luhan dengan santainya.

 

Jessica menghela napasnya dengan begitu berat. “Ba—baiklah. Aku akan menemani..mu kemana pun yang kau mau”jawab Jessica dengan nada suara yang begitu terdengar tidak rela.

 

“Ah aku tahu selain kau yeoja mesum kau juga yeoja yang baik”puji Luhan dengan senyum manisnya.

 

Jessica membalas senyum Luhan walau dalam hatinya ia sedang sibuk mengutuki Luhan dengan sumpah serapah. “Bahkan aku akan mengantarmu sampai ke neraka”tambah Jessica bergumam.

 

“Ah tadi kau bicara apa?”tanya Luhan berpura tidak mendengar gumaman Jessica.

 

Jessica tersenyum paksa kepada Luhan. “Tidak ada”jawabnya. “Silahkan keluar tuan jika sudah tidak ada urusan lagi!”usir Jessica halus.

 

“Baiklah, aku tunggu kau di bawah”ujar Luhan seraya berjalan keluar kamar Jessica. Jessica mendesah lega melihat Luhan mulai menuju pintu kamarnya, tapi sebelum ia keluar dengan gerakan cepat Luhan membalikan badanya dan menghampiri Jessica lalu mencium bibir Jessica dengan singkat. “Morning kiss”ucapnya dengan senyum tiga jarinya lalu dengan cepat ia berlari dari kamar Jessica setelah berhasil mencuri ciuman dari Jessica.

 

Jessica terdiam mematung di tempatnya karena perbuatan Luhan yang tak terduga itu.

 

Satu detik

 

Tiga detik

 

Lima detik

 

Jessica mengerjapkan matanya beberapa kali. “LUHAN!!!”teriak Jessica murka.

 

 

>>>

 

 

Sekarang ini Jessica tengah duduk di dalam mobil sport mewah Luhan dengan wajah yang di tekuk. Ia masih sangat kesal dengan perbuatan Luhan pagi ini yang dengan berani mencuri ciuman darinya.

 

Apapun yang terjadi aku harus membalas Luhan si namja kurang ajar itu. Pikir Jessica kesal.

 

“Kita akan kemana terlebih dahulu?”tanya Luhan seraya focus menyetir.

 

Diam. Jessica terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri hingga tidak mendengar perkataan Luhan yang duduk di sebelahnya.

 

“Jess”panggil Luhan dengan mata yang masih focus menyetir.

 

Masih tidak ada jawaban dari Jessica, ia terlalu asik dengan pikirannya itu.

 

Tapi bagaimana caranya membalas Luhan ? Jessica masih berpikir keras membalas perbuatan Luhan.

 

“Nona mesum!”panggil Luhan dengan suara cukup kencang seraya menoleh ke arah Jessica.

 

YA! Jangan berteriak. Aku tidak tuli dan jangan memanggilku dengan sebutan itu. Aku tidak suka!”omel Jessica yang merasa terganggu Luhan memanggilnya dengan suara kencang terlebih Luhan memanggilnya nona mesum. Luhan hanya mengangguk mendengar omelan Jessica.

 

“Kita mau kemana?”tanya Luhan sekali lagi dengan nada lembut kepada Jessica.

 

“Eoh?”seru Jessica bingung. Ia berpikir sejenak dan beberapa detik berikutnya ia tersenyum lebar.

 

“Bagaimana kalau kita makan dulu, aku lapar”ucap Jessica terdengar semangat.

 

Luhan melirik Jessica curiga namun ia mengangguk kecil. “Baiklah nona me—Jung, jadi kita akan makan dimana?”tanya Luhan lagi.

 

“Bagaimana kalau di resto itali yang ada di Gangnam, makanan disana ku dengar sangat enak”jawab Jessica.

 

“Baiklah”

 

 

 

>>>

 

 

 

Jessica keluar dari mobil Luhan dengan senyum yang mengembang. Ia sudah memiliki rencana untuk membalas Luhan dan ia yakin rencananya ini akan berhasil.

 

Rasakan kau namja menyebalkan. Pikir Jessica senang.

 

“Ini dia saatnya”ucap Jessica pelan.

 

“Bruk”

 

“Ah sorry, tadi aku tersandung”seru Jessica karena menabrak Luhan. Posisi Jessica sekarang adalah memeluk pinggang Luhan sebagai tumpuan agar tidak terjatuh.

 

Luhan menyeringai. “Bilang saja kau ingin memelukku nona mesum tidak usah berpura-pura tersandung. Itu trick kuno dan murahan”ledek Luhan lalu terkekeh puas dan berjalan mendahului Jessica masuk ke dalam resto.

 

“Tsk, apa dia bilang? Trick murahan dan kuno? Ingin memeluknya? Jangan mimpi!”maki Jessica seraya menatap punggung Luhan yang semakin menjauh dengan tatapan membunuh. Tapi setelah itu Jessica tersenyum senang. “Sekarang kau bisa menertawaiku, tapi rasakan pembalasanku tuan menyebalkan!”ujar Jessica lalu terkekeh senang. Ia segera menyusul Luhan masuk ke dalam resto sebelum Luhan curiga.

 

 

>>>

 

Luhan mengerutkan keningnya bingung sekaligus heran. “Kau yakin ingin memakan semua ini nona mesum?”tanya Luhan ragu melihat Jessica memesan begitu banyak makanan dengan porsi besar.

 

Jessica menatap Luhan mantap. “Tentu saja”jawab Jessica seraya tersenyum manis, tapi senyumnya langsung pudar begitu sadar Luhan memanggilnya dengan sebutan ‘nona mesum’ lagi.

 

“Sudah ku bilang jangan memanggilku seperti itu!”omel Jessica untuk kesekian kalinya hari itu kepada Luhan.

 

“Ya ya ya”balas Luhan malas lalu mulai memakan pesanannya.

 

Jessica melirik Luhan yang kini tengah memakan pesanannya dalam hati ia tersenyum senang karena sebentar lagi rencananya akan berhasil.

 

Luhan menoleh dan mendapati Jessica yang sedang menatapnya. “Apa aku begitu tampan sehingga membuatmu terpesona seperti itu eoh?”ujar Luhan dengan begitu percaya diri.

 

Jessica tersadar dari pemikirannya dan menatap Luhan sinis seraya merutuki Luhan dalam hati. ‘Ya tuhan mengapa ada orang dengan tingkat percaya diri begitu tinggi seperti dirinya’pikir Jessica kesal.

 

Luhan tersenyum jahil. “Aku tahu kau malu untuk mengakuinya, jadi kau tenang saja. aku mengerti”ucap Luhan lalu terkekeh senang.

 

Jessica menyeruput Strawberry juice pesanannya dengan perasaan kesal. Sementara Luhan masih asik saja menertawainya. “Menyebalkan”maki Jessica. Saat Jessica hendak menaruh kembali strawberry juice miliknya tidak senagaja minumannya itu tumpah dan mengenai celana Luhan.

 

“Akh”seru Luhan.

 

“Cepat bersihkan”perintah Jessica.

 

“Kau pasti sengaja”tuduh Luhan.

 

Jessica hanya tersenyum manis. Luhan segera menuju toilet untuk membersihkan celananya yang terkena jus strawberry Jessica.

 

 

>>>

 

 

“Loh kemana perginya dia”seru Luhan bingung ketika ia kembali ke mejanya dan mendapati mejanya kosong—tidak ada Jessica.

 

“Pelayan”panggil Luhan kepada pelayan yang berada tidak jauh dari tempatnya.

 

“Iya tuan”seru pelayan itu ramah.

 

“Apa kau melihat kemana perginya nona berambut cokelat terang yang tadi duduk bersamaku?”tanya Luhan.

 

“Ah nona tadi sudah keluar tuan dan ia bilang kalau semua pesanan tuan yang bayar”jawab pelayan itu.

 

“Dia mengerjaiku”gumam Luhan sedikit kesal.

 

“Aku minta billnya”ucap Luhan.

 

“Ah ini tuan”ujarnya seraya menyerahkan bill kepada Luhan.

 

Setelah melihat jumlahnya Luhan langsung meraba kantung celananya untuk mengeluarkan dompetnya namun dompetnya tidak ada. “Kemana dompetku”gumam Luhan bingung seraya meraba seluruh kantung celananya namun tetap saja hasilnya nihil. Dompetnya tidak ada. Tiba-tiba saja Luhan ingat kejadian di parkiran saat Jessica jatuh memeluknya.

 

“Ah, ia pasti sudah merencanakannya”seru Luhan kesal.

 

“Ponselku”seru Luhan panik dan ia tidak mendapati ponselnya berada di meja—tempat semula ia meletakan ponselnya.

 

“Arrghh Jessica Jung!!”seru Luhan kesal.

 

“Ada apa tuan?”tanya pelayan itu.

 

Luhan menatap pelayan yang kini tengah menatapnya aneh. “Apa bisa aku membayarnya nanti?”tanya Luhan dengan wajah memelasnya.

 

Tiba-tiba saja wajah pelayan yang tadinya ramah langsung berubah datar. “Kalau tidak punya uang jangan berlaga dengan memakan makanan di tempat mahal”maki pelayan tersebut saat mengetahui kalau Luhan tidak bisa membayar makanan yang sudah ia pesan.

 

Luhan mengehela napas pelan. Ia sedang mencari jalan keluar. Ia melirik jam tangan hitam kesayangannya. Dengan berat hati ia melepaskan jam tangannya. “Ini jam tangan asli buatan dari Swiss dan harganya empat kali lebih mahal dari harga makanan yang aku pesan”ucap Luhan seraya menyerahkan jam tangan kesayangannya kepada pelayan tadi.

 

“Jika kau tahu barang mahal pasti kau tahu jam ini”ucap Luhan.

 

Pelayan itu melihat jam tangan yang kini berada di tangannya. Ia memperhatikan dengan cermat jam tangan Luhan dan benar itu adalah jam tangan asli yang harganya 2 juta Won.

 

“Baiklah, anda bisa membayarnya dengan ini”ucap pelayan tersebut dan meninggalkan Luhan.

 

“Jessica Jung tunggu pembalasanku”geram Luhan.

 

 

>>>

 

 

“Uhuk uhuk”

 

Tiba-tiba saja Jessica tersedak walau tidak sedang makan atau minum.

 

 

 

 

 

 

13: 45 WIB

Senin, 12 Agustus 2013

***Hot Game by Жin Genie ***

 

 

 

 

A/N : gua sadar kok ff ini gaje banget dan bertele-tele, tapi berharap respon kalian semua.

 

66 thoughts on “Hot Game | Chapter 2 |

  1. Luhan main masuk2 kamar sica aja ‘-‘ waah sica dapet morningkiss O.o hahaha luhan kasian jam tangan melayang akibat dikerjain sm nona jung wkwkwk sabar yaa tuan xi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s