Social Media Love Story (Chapter 1)

req42

Social Media’s Love Story

||Staring SNSD Jessica and EXO M Luhan||

||With SJ Donghae, SNSD Yoona, and SNSD Seohyun||

||Genre : Romantic, Friendship, etc||PG+13||

((Terima kasih banyak Eurawr untuk posternya. Sangat suka!))

.           .           .                       .           .           .                       .           .           .

 

Cklek. Dengan berjalan gontai, gadis keturunan Korea-Amerika ini memasuki apartement yang menjadi tempat tinggalnya dan juga seorang sahabatnya.

 

Ia meraih secangkir gelas dan mengisinya dengan air, lalu menenggaknya hingga habis tak bersisa. Sepertinya dia kehausan. Setelah usai menghilangkan dahaganya, dia segera melemparkan tubuh idealnya ke sofa hitam yang ada di depan televisi.

 

Kepalanya bergerak ke-kanan-ke-kiri, tampak mencari seseorang. Karena tidak menemukan siapapun, dia merogoh sakunya dan mengeluarkan ponsel dan dengan cepat jarinya mencari sebuah nomor.

 

“Yoona kau belum pulang?” tanya gadis itu saat sang penerima telepon sudah mengangkatnya.

 

“Sepertinya aku pulang terlambat malam ini, Sica. Ada tugas yang harus kukerjakan karena temanku tidak masuk”

 

Gadis yang bernama Jessica itu menghela nafas kasar, “Temanmu itu merepotkan saja”

 

Terdengar kekehan dari seberang sana, “Berhenti menyalahkan orang lain, lagipula saling bantu membantu itu hal yang baik bukan? Oh iya aku harus kembali bekerja, jangan tidur sebelum aku pulang, karena aku akan membawakan sesuatu untukmu, Annyeong~”

 

Seketika telepon diputuskan dari seberang sana. Jessica memutar bola matanya jengah dan meletakkan ponselnya itu diatas meja kaca kecil.

 

 

Akhir-akhir ini acara televisi banyak yang membosankan, bahkan dia tidak tahu acara apa yang menarik untuk ditonton selain film-film barat. Seperti, acara variety show menurutnya itu terlalu membosankan. Meskipun kebanyakan orang menganggap hal itu lucu, tapi menurut Jessica, itu tidak lucu sama sekali. Konyol, membuang waktu saja.

 

Sudah 20 menit dia duduk di depan televisi dan yang dilakukan hanya menggonta-ganti channel menggunakan remote. Lumayan, olahraga jari menurutnya. Sebenarnya selera Jessica itu bisa dikategorikan kedalam perempuan unik.

 

Disaat para gadis sering menonton drama romantis jaman sekarang dengan menyuguhkan aktor-aktor korea tertampan yang kini menjadi pujaan para wanita dunia, dia lebih memilih menonton film-film barat tahun 80-an.

 

Saat boyband dan girlband menjadi trending topic dunia saat ini, dengan dandanan yang menggemaskan dan dapat membuat para remaja mengikuti gaya mereka, dia lebih memilih ke cafe dan mendengarkan para penyanyi cafe yang bernyanyi.

 

Menurutnya, di zaman sekarang ini lebih mementingkan penampilan, bukan kelihaian dalam berakting atau menyanyi. Dengan modal tampang saja, mereka bisa menjadi artis top papan atas.

 

Dia hanya memakai kaos dan celana jeans disaat para wanita berburu gaun. Dia bermain sepak bola disaat para gadis sibuk mencari cara untuk merebut hati para pria idamannya. Kalau saja Yoona tidak memaksanya untuk ke salon setiap minggu, dia yakin rambutnya tidak mungkin terawat seperti ini.

 

 .           .           .                       .           .           .                       .           .           .

 

Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, tapi Yoona tak kunjung pulang. Ia memilih untuk menyalakan laptopnya dan mencari teman di salah satu social media yang cukup menarik perhatian publik.

 

Di kolom interest, dia menuliskan kata ‘anjing’. Hingga muncul-lah beberapa nama pria. Oh bahkan dia tidak tertarik untuk mengajak salah satu dari mereka untuk berkenalan. Dan akhirnya, seseorang menyapanya terlebih dahulu.

 

XiaoBoo          : “Are you korean  or chinese?”

 

kirim seseorang dengan nickname, Xiao Boo itu. Avatarnya tidak menggunakan foto profilnya sendiri, melainkan foto seekor anjing putih dengan bulu yang lebat.

 

Kalau saja bukan faktor avatar dari orang itu, Jessica yakin dia pasti tidak akan menanggapinya.

 

Syjung             : “Korean. The dog on your avatar belongs to whom?”

 

XiaoBoo          : “Perempuan? Terima kasih, itu anjingku”

 

Syjung             : “Apa namaku lebih cocok untuk seorang pria? Anjing yang menggemaskan. Aku benar benar ingin membungkusnya”

 

XiaoBoo          : “Tidak, aku hanya memastikan. Sekali lagi terima kasih, kau juga suka anjing?”

 

Syjung             : “Ya, aku suka anjing. Hanya saja disini aku tidak dapat memeliharanya, karena        semua orang tau, tidak ada apartement yang mengizinkan penghuninya untuk memelihara hewan peliharaan”

 

XiaoBoo          : “Oh, ternyata kau tinggal di apartement, haha. Dulu sempat memelihara anjing apa?”

 

Syjung             : “Bulldog”

 

XiaoBoo          : “Apa?”

 

Syjung             : “Bulldog. Haruskah aku mengejanya agar kau bisa membaca tulisan ini?”

 

XiaoBoo          : “Tidak perlu. Ah kalau begitu, kau cukup unik”

 

Syjung             : “Ya, beberapa orang berkata seperti itu”

 

XiaoBoo          : “Haha, kau juga terlihat menyenangkan. Bisa aku meminta akun Yahoo Messenger-mu?”

 

Syjung             : “Untuk?”

 

XiaoBoo          : “Hmm, berinteraksi lebih lanjut. Lagipula, kesukaan kita sama. Bisa?”

 

Syjung             : “Syjungg@yahoo.com”

 

XiaoBoo          : “Ah, baiklah aku akan menginvitemu. Aku menggunakan email yg sama dengan username ini. Sampai jumpa jung!”

 

*XiaoBoo has signed out*

 

 

Jessica tersenyum kecil saat mengetahui bahwa dia mempunyai teman baru. Akhir-akhir ini dia mulai jarang menemui orang yg masih perduli dengan mengurus anjing, selain manula. Karena kebanyakan orang sibuk dengan pekerjaan masing-masing

 

.           .           .                       .           .           .                       .           .           .

 

Pandangannya terarah pada pintu saat terdengar seseorang membuka pintu tersebut. Tampak Yoona yg sedang berdiri membawa 2 plastik belanja. Sebagai teman yg baik, Jessica langsung bangkit dari tempat duduknya dan membantu sahabatnya itu untuk membawakan belanjaan tersebut ke dapur mini mereka.

 

“Ah, terima kasih sica-ya. Ugh, tubuhku benar-benar sakit sekarang” dengan cepat Yoona menghempaskan tubuhnya diatas sofa. Merenggangkan otot-otot tubuhnya yg terasa remuk akibat banyaknya pekerjaan yg harus ia lakukan hari ini

 

Sambil membawa segelas air putih, Jessica duduk disebelah Yoona dan menyerahkan gelas tersebut. Yoona meraihnya dan tersenyum, “Terima kasih lagi”

 

Jessica membalasnya hanya dengan senyuman tipis. Baru saja dia ingin menceritakan tentang teman, atau lebih tepatnya kenalan barunya. Tetapi Yoona langsung bertanya saat melihat layar laptop Jessica.

 

“XiaBoo teman barumu?” mata indah Yoona dengan cepat membaca teks percakapan singkat antara keduanya.

 

“Baru saja kenal. Belum menjadi teman” balas gadis berambut blonde tersebut sambil memainkan kukunya. Saat mengamati kukunya yang sudah kurang terawat karena pekerjaannya. Dia berfikir untuk pergi ke salon di esok hari, saat jam istirahat makan siang. Lebih baik dia merawat kukunya sambil beristirahat daripada harus makan siang yg dapat menambah berat badannya.

 

“Tampaknya kau mudah cukup percaya padanya“

 

Jessica memutar kedua bola matanya, “Ayolah, kami sama-sama tertarik pada anjing”

 

“Ah, aku melewatkan kalimat itu saat tadi membaca”

 

Sambil bangkit, kedua tangan Jessica meraih tubuh Yoona untuk ikut berdiri disampingnya, didorongnya gadis berambut cokelat sebahu itu hingga ke depan kamar. Lalu membuka pintunya, “Sepertinya kau harus istirahat. Kau tampak sangat lelah”

.           .           .                       .           .           .                       .           .           .

 

Pria berambut blonde dengan potongan mangkok yg memang menjadi model khasnya sejak masih sekolah itu menyeruput kopi hitam miliknya. Memang sudah kebiasaan baginya, meminum kopi pahit untuk menghilangkan kantuk, persepsinya. Meskipun pada akhirnya dia juga akhirnya ketiduran di depan kertas-kertas kerjanya.

 

Semakin banyak client, semakin banyak pekerjaan, dan untungnya terkadang dia mendapat gaji tambahan dari bos-nya yg baik hati.

 

Victoria, kakak-nya menatap dirinya yg lebih sibuk memandangi laptop sambil menyeruput kopi dibandingkan menyentuh pekerjaannya. Saking sibuknya, dia sampai tidak sadar bahwa Victoria yg tadinya berdiri kini sudah mengambil duduk disampingnya, dan ikut memperhatikan apa yg menarik perhatian adiknya sejak tadi.

 

Hingga akhirnya saat Luhan—pria yg sedari tadi diceritakan—meletakkan cangkir kopi, dia terkejut menyadari kehadiran Victoria.

 

“Sejak kapan kau disini?” pria chinese itu menautkan kedua alisnya, bertanda dia bingung.

 

“Sejak kau sibuk dengan duniamu, XiaoBoo~” jawab kakaknya dengan wajah imut yg dibuat-buat. Dengan niat menyindir ceritanya. Ya, dia paling kesal kalau sudah diabaikan.

 

“Ck, jangan memanggilku dengan nama itu” gerutunya. Entah kenapa dia merasa sedikit jijik dengan panggilan itu, padahal dia sering menggunakan nama itu di social media. Tapi menurutnya, jika nama itu dilafalkan agak terdengar menjijikan.

 

Dengan kedua tangannya, Victoria menggeser posisi laptop Luhan menjadi di hadapannya, “Well, sepertinya adikku sudah kembali mempunyai teman—ow wanita rupanya”

 

Luhan berdecak kesal, “Kami sama-sama tertarik pada anjing. Jadi tidak ada salahnya untuk berteman”

 

“Siapa yg bilang kau salah? Aku hanya senang saja. Akhirnya kau mulai mau berteman lagi dengan wanita, setelah kejadian 3 tahun silam”

 

“Aku harap kau tidak lagi mengungkit kisah itu, noona” diliriknya dengan sinis sang kakak yg malah menahan tawa karena gurauannya sudah membuat adiknya kesal.

 

 .           .           .                       .           .           .                       .           .           .

Hai, gimana gimana? Maksud gak? Haha maaf ya baru bawa fanfiction baru. Abis aku belagu, kekeuh pengen bikin fanfiction berchapter dan doakan semoga tuntas ya!:-3

Akhir-akhir ini terlalu terbuai dalam roleplayer world. Tapi janji masih pengen jadi bagian dari fanfiction world kok! Jadi, untuk menambah semangatku, jangan lupa like sama comment ya;-D

46 thoughts on “Social Media Love Story (Chapter 1)

  1. Menarik loh ! penulisan nya mudah di mengerti . aku suka
    Moga ide ceritanya ngalur terus ya thor . biar cepat update nya😄 kekeke~ Hwaiting (‘o’)g

  2. Menarik loh ! penulisan nya mudah di mengerti . aku suka
    Moga ide ceritanya ngalur terus ya . biar cepat update nya😄 kekeke~ Hwaiting (‘o’)g

  3. eeeyy imut bangett sih mreka berdua itu,always hansica🙂
    nicknamenya luhan,hahha konyol banget
    aku nantiiin gmana selanjutnya mereka,fighting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s