Untouchable Love Chapter 4

Judul                     : Untouchable Love Chapter 4

Author                  : Flawless Jung

Main Cast            : Kris Wu (EXO) – Jessica Jung (SNSD)

Supporting          : Yoona , Yuri (SNSD) – Baekhun , Chanyeol , Luhan (EXO)

Genre                   : Romance , Horror(?) , Comedy(?)

Length                  : Series

Rating                   : Teen

Disclaimer           : Semua cast hanya pinjaman tapi cerita adalah ciptaan saya . Terinspirasi dari beberapa novel , terutama Seoulm*te jadi maaf apabila ada kesamaan alur cerita . Author hanya mencoba membuat cerita dengan genre baru . ^^

Notes                    : ternyata kambek UL(untouchable love) dipercepat ! dan lagi FF ini punya poster baru . gimana ? suka kah ?? eheyyy !! buat readers yang menunggu ini FF . langsung saja baca yaa ^^ . author ga bakal banyak bacotnya kok . okeoke *wink* ingat komen dan like-nya yaaaa~~

Summary             :
“aku hanya bayang semu . Bayang yang tak akan pernah jadi nyata .  apa kamu akan tetap disini ? memperjuangkan semuanya ? cinta kita ?”

Last Chapter Preview

Ponsel Jessica berdering . Ada seseorang yang menghubunginya , tapi tanpa nama . Hanya sederet angka yang terlihat . Jessica meraih ponselnya dengan alis yang bertautan .

“nugu ?” gumamnya sebelum mengangkat telefon .

Kris hanya mengedikkan bahunya . “bukan aku” canda Kris .

“tentu saja . Pabo” Kris terkikik geli melihat ekspresi Jessica yang berubah kesal .

Tak menunggu lama , ia mengangkat panggilan masuk tersebut .

“yeoboseyo ..”

“…..”

“nee , Jessica imnida . Nuguseyo ?”

“…..”

“Luhan-ssi ..?”

===

Jessica POV

Luhan menelfonku . Tau darimana ia nomor ku ? oke . mungkin dari Yoona , Yuri atau bahkan dari dua namja abstrak itu , Chanie dan Baekie .Aku melihat sekilas , Kris sedang menatapku dengan tatapan penasaran .segera kufokuskan kembali pada Luhan yang sedang berbicara diujung telefon .

“ah , ada apa Luhan-ssi?”

“err .. tidak , hanya saja .. apa aku mengganggu waktumu Jessica ?”

“ani.. aniyo”

“selasa malam nanti , kau ada acara ?”

Apa lagi kali ini ? Luhan mengajak aku berkencan ? Aku ? Yang benar saja ? Oke , bukannya aku terlalu senang . Tapi semakin aku akrab dengannya mungkin dia akan mengetahui siapa aku . Lalu aku harus bagaimana ? Selasa , bearti dua hari lagi .

“kau.. keberatan ..?” sepertinya Luhan mengambil kesimpulan sendiri Karena aku mendiamkannya .

“tidak . baiklah , sampai ketemu selasa malam nanti” akhirnya aku menerima ajakannya . Entah kenapa , tapi aku hanya ingin . Menikmati kencan dengan seorang Xi Luhan sebagai Jessica Jung bukanlah sesuatu yang salah . Jika rahasiaku ternbongkar , biar sajalah . Karena sampai kapan aku harus pura-pura tidak mengenalnya ?

“gomawo Jessica . Selasa nanti , tepat pukul 7 malam aku akan menjemputmu . Bersiaplah .”

“nee Luhan-ssi . Annyeong”

“annyeong” aku pun mematikan sambungan telefon . Kuletakkan ponselku kembali keatas kasur . Kris , hantu itu menatapku dalam . Entah apa yang dia pikirkan sekarang .

“yah ! berhenti menatapku seperti itu !” aku membulatkan mataku . Berharap ia kaget dan jatuh berguling kebelakang . tapi apa , arwah penasaran ini malah tertawa terbahak-bahak sambil memegang perutnya .

“kau , jelek sekali dengan wajah seperti itu . Lebih baik , saat berkencan dengan Luhan , jangan kau tunjukkan wajah itu . hahahaha”

Hzzz ! Kris membuatku kesal sekarang . Rasa kantukku yang tadi terganggu oleh telefon dari Luhan kembali menyerang . kali ini lebih parah , yah selain hobi tidurku yang parah , sejak kemarin malam aku belum sempat tidur . Biarlah Kris disini , toh dia tidak bisa menyentuhku . Baiklah , aku mau tidur !

===

Kris POV

Jessica merangkak keatas kasurnya yang empuk ini . Mengambil guling dan memeluknya . Dan ia membelakangiku . Siluet tubuhnya sangat indah . Apakah aku boleh mengaguminya ?

Yak ! berhenti memikirkan hal yang bodoh ! Sekarang Jessica tidur , lalu apa yang harus aku lakukan ? Aku tak perlu tidur karena aku tak butuh itu . Aku berjalan , oh tidak . Kali ini aku melayang . Mengitasi kamar minimalis Jessica . Aku bosan .

Aku menatap jendela yang ditutupi oleh kain putih tipis . Menembuskan kepalaku didalamnya . jangan kaget , aku bisa menembus apapun , karena aku hantu . Matahari hari ini sedang bersemangat . Untung saja hantu itu tak berwujud , bagaimana kalo hantu berwujud es , mungkin mahkluk sepertiku hanya aka nada di kutub utara atau selatan . Dan hanya muncul pada saat musim dingin . Menggelikan .

Aku memutuskan untuk keluar dari apartment Jessica . Tak masalah bukan ?

Jalanan siang ini luamayan ramai , penduduk kota masing-masing sibuk dengan aktivitasnya . Hah .. aku seperti seorang pengangguran . Terbang kesana kemari semakin membuat rasa bosanku bertambah .

Bagaimana caranya agar bisa mengetahui kewajiban tertinggalku ya ? ah .. aku semakin pusing . sedangkan tanda pada punggungku belum terlihat , sama sekali belum . Aku harus bagaimana ??

Aku memutuskan untuk duduk disalah satu kursi yang tersedia di taman yang kusinggahi ini . Tidak ramai , juga tidak sepi . Kebanyakan anak-anak yang sedang bermain dengan teman usianya . Aku melihat sebentar kemudian membenamkan wajahku kedalam kedua telapak tanganku .

“hyung ..” seorang anak kecil menyapaku . Tunggu , bagaimana ia bisa menyapaku ? Aku mengalihkan pandanganku kesekitar . Tidak ada siapa-siapa . Hanya aku dan anak kecil ini .

Dengan ragu pun aku menaikan tanganku dan dengan jari telunjuk aku menunjuk kearah hidungku sendiri . anak kecil itu mengangguk antusias .

“hyung..” panggilnya lagi .

“ah .. nde ?”

“apa yang hyung pikirkan ?” anak itu sekarang duduk disebelahku . Aku menatapnya penasaran sekaligus bingung . Sebenarnya siapa anak ini ?

“aku .. aku hanya memikirkan aku harus bagaimana . hehehe”

“ahh .. hyung , kadang sesuatu yang mudah itu tampak sulit . Dan sesuatu yang sebenarnya sudah benar tapi diperumit .”

Aku semakin mengerutkan keningku . Apa sebenarnya arah pembicaraan anak ini .

“intinya , berpikirlah simple . jangan terlalu jauh , sebab sesuatu yang pertama selalu lebih berate bukan ? ini hyung ..” anak kecil itu memberikan beberapa biji permen kepadaku . aku menatap telapak tanganku yang sudah penuh dengan permen sedangkan otakku sedang berpikir keras maksud dari ucapan anak kecil itu .

“apa mak..” ucapanku terhenti . anak kecil itu menghilang . Aku langsung berdiri dan menatap sekitarku . Tidak ada . Kemana anak itu ? siapa dia ?

===

Luhan POV

Jessica mengiyakan ajakanku , dengan itu berarti rasa penasaranku akan terjawab . ah , sebenarnya aku juga ingin mengencaninya sih . hahaha . Terimakasih untuk Baekie yang berhasil memintakan nomor ponsel Jessica dari Yoona . Ternyata mereka bisa diandalkan dalam hal begini .

Aku membaringkan badanku kembali pada kasur kamarku . Memandang sekeliling kamar yang sudah kutinggalkan hampir 2 tahun lamanya . Yah , sebelumnya aku kuliah ke Cina . Tak banyak yang tau mengenai ini memang . Hanya beberapa orang terdekatku . Tapi tidak gadis itu .

Aku merindukannya ..

Mataku menutup perlahan . Lalu kenangan kami berputar layaknya roll film pada bioskop . Beberapa scene romantic terasa begitu nyata . aku merindukannya .

Pertama , akun mengenalnya sebagai gadis yang ceria dengan suara emas . Tapi tak banyak yang tau akan suara emasnya , kenapa ? karena ia sangat minder akan hal itu . Entah kenapa , tapi ia tidak suka menyanyi .

Tapi , saat kelulusan SMA ia bernyanyi . Walaupun hanya beberapa menit , tapi suaranya mampu mendiamkan ricuhnya suasana kala itu . Masih ingat dalam kepalaku dengan jelas nyanyiannya saat itu . Seperti kaset yang terekam , suaranya kembali terasa nyata di daun telingaku .

Someday , lagu milik Nina itu dinyanyikan olehnya saat itu . Begitu bagusnya suaranya hingga bisa membuat hampir seluruh orang tidak percaya , karena sebelumnya ia tidak suka menyanyi .

Jung Sooyeon . Aku masih hapal betul namanya . Nama dari yeoja yang pernah menjalin kasih denganku hampir 1 tahun saat tahun terakhir SMA . Betapa bangganya aku ketika melihat pandangan sirik dari namja satu sekolah karena berhasil memacari penyanyi tercantik sekolahan .

Jung Sooyeon , kema aku harus menemukanmu ?

TOKTOKTOK

Suara ketukan pintu membuyarkan lamunanku dari gadisku . aku menatap pintu kamar sebentar lalu menjawab , mengijinkan si pengetuk untuk masuk .

“luhan-ah .. Sudah 2 tahun , bagaimana ?” eomma rupanya . Dan hanya ini yang ingin ia tanyakan .

“belum , aku belum mencintainya eomma .. Dan tidak akan bisa ..”

“mengapa ? karena wanita miskin itu lagi ? oh ayolah sayang , apa kurangnya Tiffany eoh ?”

Hah , aku ingin tertawa mendengar pertanyaan eomma . Kekurangannya ? tentu ada . Kekurangannya adalah ia bukan Jung Sooyeon .

“tidak eomma , tidak bisa . Hanya karena perjanjian konyol itu , mengapa sampai harus perasaanku yang dikorbankan ?” aku menatap eommaku gusar . Aku paling tidak suka dipaksa . Termasuk dalam urusan perasaan .

Siapa tiffany ? ok ku jelaskan . Tiffany adalah gadis yang dijodohkan padaku dua tahun lalu , sehingga aku harus menyakiti gadisku . Dia gadis yang dibilang appa dan eomma pantas untukku . sederajat untukku . Bukan Sooyeon .

Selama dua tahun ini aku dikirim ke China untuk menuntut ilmu dan pendekatan dengan Tiffany . Tapi lihat , sama sekali taka da perubahan bukan ? Bahkan selama2 tahun , Sooyeonku masih membekas jelas di hatiku .

Hanya karena perjanjian konyol yang beralasankan kesederajatan membuat orangtuaku seakan sangat kejam karena mengorbankan perasaanku begitu saja . Aku memandang eomma yang menatapku kecewa . Biar saja , aku lebih kecewa pada eomma , dan juga appa .

Aku langsung bangun dan meraih sebuah jaket dari dalam lemari , berjalan keluar meninggalkan eomma yang masih duduk terpaku di atas kasurku .

===
Author POV

Jessica mengeliat kecil diatas kacurnya . Lalu mengucek matanya yang masih terpejam . Menari tangan dan kakinya . Kebiasaan setiap orang saat bangun tidur . Ia menatap sekeliling dan menemukan langit yang sudah gelap .

Sudah 8 jam ia tidur , sekarang pukul 7 malam . Perutnya berbunyi mengingatnya akan alasannya bangun disaat tidurnya sedang enak-enaknya .

“Uh .. aku lapar..” dia memegangi perutnya . Lalu turun dari singasananya menuju dapur . Matanya terbelalak kaget saat menemukan sesuatu di ruang tamunya . Dan tiba-tiba ia seperti ingat sesuatu .

“ah , ternyata hantu itu . Kukira maling” Dengan santainya Jessica kembali berjalan kearah dapur , mencari setidaknya sekotak susu untuk mengganjal perutnya yang minta diisi ini .

Merasa ada suara , Kris , hantu yang dimaksud Jessica tadi menoleh kebelakang . Ia menemukan Jessica yang berjalan limbung seperti orang yang tidak bertenaga dengan memegang perutnya . “pasti ia lapar” gumam Kris pada dirinya sendiri .

Hantu itu bangkit , melayang menuju dapur . Ia menemukan Jessica yang sibuk mengobrak-abrik seisi kulkas . Dan kemudian ditutupnya dengan wajah kecewa . Jessica tidak menemukan apapun yang bisa dimakannya saat ini juga didalam kulkas .

“kau lapar ?”

Kris menatap Jessica dan pertanyaannya hanya dibalas dengan anggukan singkat dari pemilik rambut kecoklatan bergelombang itu . Jessica terduduk lemas diatas kursi meja makan dengan meletakkan kedua wajahnya pada kedua telapak tangannya yang bertumpu pada badan meja .

“kau harus makan Jess . Keluarlah , dan beli makanan . Apa kau mau mati kelaparan dan menjadi hantu sepertiku ?”

“kau cerewet Kris”

“yah , setidaknya aku mencoba untuk peduli . Dasar manusia dingin , keras kepala , cantik .. eh ?” Kris buru-buru menutup mulutnya yang ia rasa kurang ajar saat itu . Bagaimana kata “cantik” bisa dengan mulusnya meluncur dari bibirnya .

“kau mengataiku cantik ?” Jessica tampak tersenyum menang . Kali ini Kris terpaksa diam .

“hahaha , terimakasih Kris . Kau hantu pertama yang memujiku cantik” Jessica tersenyum puas , dan Kris sekarang merasakann kedua pipinya memanas . Ia merutuki ucapannya sendiri sekarang .

“jangan terlalu senang , setidaknya kau bukan wanita yang paling cantik dalam hidupku . Eommaku masih lebih cantik .” balas Kris sambil membusungkan dadanya , sombong .

“mwoya ? eomma ?? kau tau eomma mu siapa ? kau mulai mengingatnya ??” Jessica membulatkan matanya dan menatap Kris antusias . Kalau Kris bisa mengingat Eommanya , maka peluang untuk membantu Kris akan semakin besar .

Kris tampak sedikit gelapan . Ia menggaruk belakang lehernya dengan kening yang sedikit berkerut . Dan bola matanya sibuk berputar . Sepertinya ia salah bicara .

“ahh .. ani Sica . Aku hanya berpikir , jika aku saja tampan begini , bagaimana dengan eomma dan appaku , pasti akan sangat tampan . hehehe ..” Kris terlihat mencoba melucu atau memang ia bermaksud untuk sombong lagi . Tapi tatapan Jessica seolah menunjukkan bahwa ia dapat melihat sesuatu dibalik perkataan Kris tadi .

“ah sudahlah . Kau terlalu kepedeean Kris . Mungkin saja wajahmu adalah hasil operasi plastik . Yah , kau taulah , dinegara kita oh tidak . Dikota ini , disetiap sudut kita bisa melihat klinik khusus plastic surgary dengan mudah dan harga yang bersaing . Siapa tau wajahmu adalah salah satu dari hasil pisau bedah .” kata Jessica sambil melipat tangannya di depan dadanya dan menatap Kris dengan muka menyelidik .

“:tidak mungkin . Aku tidak melakukannya dan tidak akan pernah Sica~” Kris membantah mentah-mentah asumsi dari Jessica , seolah dia tau betul kalau ia memang terlahir tampan . Padal , ia sendiri tidak mengingat masa lalu . Ia hanya mengingat namanya . Kris .

“bagaimana kau seyakin itu ? kau kan hantu yang amnesia”

“tapi , ..”

“sudah sudah . aku lapar . mungkin aku akan menelfon delivery order . emm .apa ya ??”

Jessica mengambil famplet yang terletak diatas meja . Di famplet itu terdapat berbagai jenis makanan yang bisa diantar langsung kerumah konsumen . Meskipun sedikit lebih mahal dan butuh sedikit kesabaran , setidaknya ia tidak harus keluar apartment . Ia sedang malas .

“baiklah , JJajangmyeon !! ah , kau mau Kris ?”

“kau sedang mengejekku ? aku hantu . dan hantu tidak butuh makan , Jessica Jung”

Kris tampak semakin kesal dengan tampang yang tampan tapi berlipat-lipat disana sini . Bibirnya yang sudah kissable itu semakin maju sekarang . Jessica tampak senang mengerjai  Kris , karena sekarang ia sedang tersenyum puas melihat tingkah Kris yang ternyata bisa kesel dan semberut seperti itu .

“ahahaha .. kau lucu sekali dengan tampang seperti itu Kris . Hahahaha..”

“berhenti mengataiku Jessica” suara Kris sekarang terdengar dalam . Jessica kaget dengan perubahan ekspresinya . Raut muka Jessica yang senang tadi berubah datar .

“ah , ne ne .. mian Kris . aku hanya bercanda .. baiklah , aku akan menelfon restoran jjajangmyeonnya dulu .”

Kris yang masih terlihat meski tak sekesal tadi memilih untuk terbang , meninggalkan Jessica yang sedang mengorder makanannya  . Ia memilih untuk keatap apartment itu sebentar . Mungkin disana , ia akan merasa sedikit baik . Paling tidak , ia ingin meredakan emosinya dulu . Baru kembali ke apartment Jessica .

===

Jessica POV

Akhirnya pesananku datang juga . Untung aku belum sempat pingsan karena radang kelaparan . Aku segera membuka plastik putih transparent yang menjadi penutup mangkok jjajangmyeonku . Kuangkat dan kuhirup sedikit aromanya . ahh~ membuatku semakin lapar .

Saat aku sedang melahap jjajangmyeonku , aku baru sadar kalau Kris menghilang . Kemana ia ? pergi seenaknya , tidak pamit sama sekali . Cih , seenakknya .

“aku tidak kemana-mana , hanya keatap . Kau mencariku ?” tiba – tiba suara rendah itu terdengar . Itu suara Kris . Tak lama setelah itu , ia muncul didepanku . Aku sempat kaget , bagaimana ia bisa ..

“kau bisa membaca pikiranku ?” aku membulatkan mataku untuk yang kesekian kalinya hari ini . Dan Kris hanya mengangkat bahunya sebagai tanda ia juga tidak mengerti .

“entahlah , sepertinya kita bisa bertelepati . Coba kau memikirkan sesuatu , dan biar kutebak apa yang kau pikirkan . Bagaimana ?”

Aku meletakkan mangkok jjajangmyeonku , dan mengelap sudut bibirku dengan tissue yang tersedia . “baiklah , kita coba .”

Aku mulai memusatkan pikiranku , aku sedang memikirkan sesuatu . Hal yang sekarang penting buatku . oh bukan sesuatu , tapi seseorang . Dengan tampangnya yang senantiasa berhiaskan senyumannya yang bisa melelehkan setiap wanita .

“Luhan..” kata Kris memecahkan konsentrasiku .

BINGO ! ia menebaknya dengan tepat , tapi bagaimana bisa ? Maksudku mengapa kita , aku dan Kris bisa bertelepati ? sebenarnya apa yang terjadi diantara kami ?

“aku bingung .. bagaimana ini bisa , apa kau tau jawabannya Kris ?”

“tidak . Hm .. jjajangmyeon akan semakin dingin . Habiskan dulu dan lanjutkan berpikir nanti. Aku mau jalan jalan dulu . Jika ada sesuatu , telepati saja seperti tadi .”

“ah , nee . baiklah Kris .”

Kris sekarang kembali melayang . Ia terbang lalu keluar melalui jendela yang terbuka . Aku menatap jjajangmyeonku yang memang sudah dingin . tiba-tiba seleraku hilang , bukan karena jjajangmyeonya dingin , tapi karena rasa penasaranku tentang ikatan aku dan Kris . sungguh aneh , maksudku , aku belum pernah mengalami hal seperti ini dengan arwah / hantu lain . Tapi , mengapa justru aku bisa melakukannya dengan Kris ?

===

Luhan POV

Aku memarkirkan audi-ku di halaman parkir sebuah kelenteng tua . Meskipun sepi , tapi kelenteng ini akan ramai pada saat hari-hari penting . Aku keluar dan menatap sekeliling , masih sama seperti 2 tahun lalu . Saat aku disini bersama gadis itu .

“Namaste..” ucap seoarang biarawan yang menggunakan jubah abu-abu sambil menangkupkan kedua tangannya . Namaste adalah ucapan salam mereka kepada sesama . Sama halnya seperti “hallo” .

“Namaste ..” aku pun membalas salamnya dengan tangan tertangkup dan badan sedikit dibungkukkan .

“anda , pria tampan yang datang dua tahun lalu bersama gadis cantik itu bukan ?” Tanya biarawan itu ramah . Sepertinya , gadis yang ia maksud adalah Sooyeon . Aku dan Sooyeon memang pernah kesini 2 tahun lalu , tapi bagaimana ia bisa mengingatnya ?

“ia . tapi bagaimana anda bisa mengingatnya . 2 tahun itu cukup lama , anda bisa saja lupa karena pengunjung disini bukan aku dan Sooyeon saja .”

“ah , jadi gadis itu bernama Sooyeon ? nama yang cantik seperti orangnya . Hmm . benar , saya bisa saja melupakannya . Tapi kenangan kalian bersama saya saat didepan altar itu tidak akan terlupakan .. apakah anda tidak ingat siapa saya ?”

Aku mengernyit sebentar . Kuperhatikan wajah biarawan satu ini . Dengan kepala gundul khas biaraan kebanyakan dan kedua alis yang tebal dan senyum yang mendamaikan . ah , sepertinya aku tau siapa biarawan ini .

“hmm , anda Jung Yunho-ssi ? Biarawan yang membantu aku dan Sooyeon saat dialtar ? benarkah ?”

“rupanya anda bisa mengingat saya . haha . Ia benar , ingatanmu cukup bagus Luhan-ssi”

“aigoo , rupanya anda masih mengingat namaku Yunho-ssi ..”

“bagaimana saya bisa melupakan satu dari sedikit pasangan yang sudah dipastikan adalah mate disini . Tak banyak pasangan yang bisa menjadi mate disini .”

Mate . Pasangan . Aku dan Sooyeon memang pernah disini dan sedikit iseng untuk membaca masa depan kami . Dan kebetulan , Yunho-ssi adalah biarawan yang membantu aku dan Sooyeon dalam prosesi itu . Dan kami mendapat hasil yang sungguh memuaskan . Mate . Pasangan . Kami ditakdirkan untuk menjadi pasangan . Betapa bahagianya kami waktu itu .

“dimana Sooyeon-ssi ? apakah dia tidak kemari bersama anda , Luhan-ssi ?”

Aku tersentak dari lamunanku dan raut wajahku berubah . Mungkin Yunho akan menangkap perubahan rautku ini . Tapi biarlah . Sooyeon memang tidak datang .

“nee .. Ia .. Ia sedang sibuk . Lain kali saya pasti akan membawanya kesini . Ah , tidak . Saya akan sedikit memaksanya . hahaha..” aku tertawa . tawa yang dipaksakan keluar . sedikit aneh memang .

Yunho-ssi ikut tergelak mendengar ucapanku . mungkin lucu menurutnya . Tapi tidak untukku . Seandai saja akumemang isa sedikit memaksa Sooyeon untuk kesini . Tapi pada kenyataannya , aku bahkan tidak tau dimana Sooyeon sekarang .

“hahaha .. baiklah Luhan-ssi . Silahkan berkeliling dulu . Panggil saya jika anda perlu bantuan . Namaste…”

“Namaste..”

Setelah mengucapkan salam , Yunho-ssi meninggalkan aku sendiri disini .  aku menatap bangunan yang menjadi bangunan utama disini . Bangunannya masih sama , hanya warnya yang bertambah kusam . Ingatanku kembali berputar pada saat dua tahun lalu .

=Flashback=

“mate .. apa artinya ini oppa ?”  Sooyeon menatapku dengan matanya yang berkilau indah itu . Aku bahkan bisa terhipnotis setiap menatap matanya itu .

“mate . pasangan .. itu artinya kalian ditakdirkan berpasangan ..” ucap Yunho-ssi yang menjadi pemandu kami .

Aku bisa melihat raut muka bahagia Sooyeon dan tentu saja aku juga bahagia , sangat bahagia . Bagaimana tidak , aku dan Sooyeon ditakdirkan untuk bersama . Senyum dari bibir tipisnya tidak pernah hilang . dan terlihat rona sedikit merah pada kedua belah pipinya . Ia semakin tampak menggemaskan .

“kita pasangan oppa . Kau tau ? aku sangat senang . Itu artinya , bagaimanapun dan sehebat apapun halangan , kita pasti akan bersama suatu hari nanti . Kau percaya oppa ??”

“percaya .. bagaimana dengamu ?”

“sangat percaya ..”

=Flashback End=

Aku menghela nafasku . Ingatan yang benar-benar indah . Lalu harus kemana sekarang ? aku harus benar-benar mencari Sooyeon . Dia mate-ku . Bagaimanapun Tiffany bukan mate-ku . Hanya Sooyeon .

===

TBC

Bagaimana readers ? baguskahhh ????? aigoo .author punya masalah sekarang . FF be mine and last forever sepertiny tidak bisa dilanjutkan ? L bagaimana ? apa kalian marah padaku ? ku mohon jangan . Karena idenya benar0benar hilang . Mianheyoo~😥

Dan seabagi gantinya aku akan membuat oneshoot / drabble secara rutin . ottheo ? bukan sesuatu yang buruk kan ? lagipula , FF Untouchable Love akan terus kubuat . Sepertinya endingnya akan lama . Kalau readers mulai bosan dengan FF abal-abal ini , kasih tau ya .. L

Ok , setelah baca , ingat komen dan like yaa readerss .. ketemu lagi di oneshoot mendatang . Annyeongg~~

ps : maaf buat typo yang mengganggu . oha ya , sekalian dinilai posternya yaa xD kekeke dari 1-10 nilai berapa untuk poster ini ? gomawo ^^

17 thoughts on “Untouchable Love Chapter 4

  1. Annywong thor aku reader baru nih.maaf baru komen di chap 4 ya’-‘)/ ceritanya bagus banget. Feelnya dapet aaa;;;;; lanjut thor.jadi penasaran ntar sica sama kris apa luhan heee

  2. waa posternya baguuss! kece bgt! kris lucu deh jdi hantu gt >,< smoga endingnya krissica😀 Tpi apa bisa ya? kris kan udh jadi hantu O.o ayo lanjut~~ banyakin moment krissica klo boleh ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s