This Is My Secret (1/2)

Author             : Park JeA

Genre              : Romance, Friendship, Little bit Comedy, Sad

Length             : TwoShoot

Rating              : PG

Cast                 : Jessica SNSD || Lay EXO || Tao EXO

Disclaimer       : Cerita murni dari ide saya. Lay milik saya juga ya^^

-oOo-

Di pagi hari yang cerah. Seorang gadis tengah duduk bersantai dengan buku tebal di hadapannya. ia tampak serius membaca buku tersebut. Tetapi terkadang ia terkikik pelan membuat orang-orang di sekitarnya menatapnya dengan pandangan apa-ia-sudah-gila atau oh-sudah-biasa. Tapi nampaknya ia tidak peduli dengan tatapan orang-orang itu. Ia tetap membaca buku yang ada ditangannya.

Ini masih sangat pagi untuk sesorang menendang mejanya hingga ia hampir terjungkal. Gadis itu menatap orang-yang-sudah-menggangu-paginya-yang-indah itu dengan kesal. “Ya! Sebenarnya apa masalahmu?”

“masalahku? Masalahku adalah kau mengabaikanku hanya untuk novel bodohmu yang sudah kau baca berulangkali, Jessica Jung”

Jessica hanya diam dan membenarkan posisinya. Ia tampak sibuk menggerutu. Dapat ia lihat ada seorang lelaki seumurannya berada dihadapannya tengah duduk sambil menyilangkan tangannya di depan dada. Like A Boss, pikirnya.

“A-“

“Jangan mulai lagi, Jessica Jung!”

“…”

Lay, itulah nama lelaki berwajah manis dengan lesung pipi ini. ia dan Jessica sudah berteman sejak kecil. Bahkan mungkin dari mereka dilahirkan. Lay lebih muda 3 bulan dari Jessica. Namun ia tidak mau dan tidak akan pernah memanggil Jessica dengan sebutan ‘Noona’. Itu dikarenakan Lay merasa sifat Jessica yang selalu sama dari dulu hingga sekarang. Kekanak-kanakan, polos, lugu dan errr… lucu?. Lay dan Jessica selalu bersama-sama. jika ada Lay pasti ada Jessica, dan begitupun sebaliknya.

“Kau tahu? Adik sepupuku akan datang kemari besok” ujar Lay. Wajah Jessica yang awalnya kusut menjadi berseri-seri seketika. Ia menatap Lay dengan tatapan yang sulit di artikan. “Sepupu? Apa yang kau maksud adalah lelaki kecil berwajah imut itu?”

“Lelaki kecil? Yang benar saja? Dia hanya berbeda 1 tahun dari kita, Jess. Dan lagi ia tampak jauh dari kata ‘imut’. Kau mengerti?” jawab Lay.

“apa maksudmu? Jauh dari kata imut? Dia itu sangaaaaaat imut. Dia mirip panda kekeke”

“kau sudah diracuni olehnya”

“kalau aku diracuni. Dari dulu aku pasti sudah mati”

“…” Lay tidak menjawab. Ia sibuk memikirkan bagaimana nasibnya jika adik sepupu kesayangan Jessica itu datang. Lay tahu bahwa Tao-adik sepupunya itu- sama seperti Jessica. Terlalu mudah percaya dengan sesuatu yang sebenarnya hanya bersifat fiktif. Kemungkinan besar, ia akan diabaikan oleh Jessica dan Tao yang sibuk berhalusinasi tentang ‘dunia sihir’ milik mereka.

“hey” lamunan Lay terhenti saat Jessica menepuk pipinya. “apa?”

“apa adik sepupumu itu akan benar-benar datang?” Tanya Jessica.

“tentu saja. Mana mungkin aku berbohong” jawab Lay seraya tersenyum kecut. Sedangkan Jessica tersenyum senang. Ia sungguh tidak sabar menunggu kehadiran Tao.

“Guru Kang datang!”

>>>

Jessica’s POV

Haaaaah. kemana Lay? kenapa lama sekali? Apa dia tidak tahu kalau seorang Jessica Jung tidak bisa menunggu? Tapi kenapa ia tidak tahu? Bukankah aku dan dia sudah bersama sejak kecil? Aih sudahlah. Jika sampai 5 menit ia tidak juga muncul, terpaksa aku meninggalkannya.

“Hey” sesorang menepuk pundakku. Yayaya. Siapa ini? jangan-jangan… dia ini… yang-namanya-tidak-boleh-disebut ?. Aduh, bagaimana ini?

“Soo, kau kenapa? Kenapa tegang?”suara ini suara…

“Soo?” ya, aku benar.

“Sooyeon noona?” aku berbalik. Dan benar, Dia adalah… Tao.

“Kyaaaaaa. Taooooo”

“Noonaaaaaa”

Aku dan Tao berpelukan melepas rindu. Tidak peduli dengan tatapan orang-orang disekitar. Sudah 3 tahun kita tidak bertemu. Dan aku sangaaaaaat merindukannya. Aku sudah menganggapnya seperti adikku sendiri.

“huaaa Taooo. Kau jadi tinggi dan manis. Kyaaa” pujiku seraya mencubit pipinya gemas. Ia tersenyum lebar dan balas mencubit pipiku. Akhirnya kami saling cubit-mencubit pipi.

“hey. Kalian ini memalukan sekali. Seperti anak kecil saja” desis seorang yang aku yakin dia adalah Lay. Siapa lagi jika bukan Lay?. Diakan selalu menganggu acaraku dan Tao. Huh.

“Ugh, Lay. Kau sungguh mengganggu, kau tau itu?” kami lepaskan pelukan dan aku berkacak pinggang. Tao tertawa pelan.

“Sudahlah, jiejie. Gege memang tidak bisa mengerti kita.” Aku menatap Tao heran. “Bukankah sebelumnya kau memanggilku noona? Lalu kenapa kau jadi memanggilku jiejie?”

Belum sempat ia menjawab. Lay sudah menarik kami berdua. Kami yang tidak tau arah tujuannya memilih diam dan mengikuti. Aku pikir ia akan membawa kami ke kantin, mengingat aku sudah sangat lapar. Tetapi ia malah membawa kami menuju perpustakaan. Musuh bebuyutanku.

“Ya! Lay! Kau tau aku tidak suka pepustakaan, bukan?” Namun tidak ia gubris dan tetap menarik kami. Sungguh menyebalkan. Apa ia tidak tau bahwa aku benci perpustakaan? Tetapi kenapa ia tidak tau? Bukankah seharusnya ia tau? Jka ia tidak tau, seharusnya ia mencari mencari tau!

“Lay~ Kumohon padamu. Tolong jangan bawa aku ke tempat terkutuk itu” Pintaku pada Lay sambil menarik ujung lengan bajunya. Hah! Seharusnya seorang Jessica Jung tidak melakukan hal seperti ini. Tetapi jika aku tidak melakukan ini, aku yakin aku sudah membusuk disana. Terdengar berlebihan memang.

“Tidak. Besok kita akan ada ulangan biologi. Kau tidak mau nilai dan reputasimu hancur, bukan?” Demi merlin! Aku lebih baik kehilangan reputasiku daripada harus berurusan dengan tempat itu.

Kini kami sedang berada di depan perpustakaan. Dan bersiap untuk masuk. Ini sungguh terdengar aneh. Aku memang anak yang rajin belajar, baik hati, tidak sombong, rajin menabung, dan rajin minum susu. Tunggu dulu. Jika aku memang suka minum susu, kenapa tinggiku tetap 163 cm? Ini tidak adil. Kembali ke topik awal. Tetapi kenapa harus perpustakaan? Apa tidak ada tempat lain? Kenapa tidak lapangan saja? Atau kamar? Taman? Kenapa harus perpustakaan sebagai tempat orang belajar? Opps. Aku sudah banyak bertanya. Maaf. Kalian tau sendiri bukan, ada pepatah yang mengatakan “Malu bertanya, sesat dijalanauthor-nya kali yang sesat. Kalian mengerti apa maksudku? Jika kalian tidak mengerti, anggap saja kalian itu mengerti^^

“Lay ge. Apa kau tidak kasihan pada Sooyeon Jiejie?” Tanya Tao. Huaaaa, Tao. Kau adalah penyelamatku >.<

“Diam kau. Kau tidak tau apa masalahku”

“Jadi gege menantangku?” Tao menyingsingkan lengan bajunya. Lay yang tidak mau kalah ikut menyingsingkan lengan bajunya.

“Kau berani pada gegemu eoh?” Tanya Lay memicingkan matanya. Tao-pun ikut memicingkan matanya, “Iya. Kenapa? aku bisa saja menendang bokongmu itu”

Opps. Aku baru ingat kalau Tao sangat hebat dalam bidang bela diri. Wushu lebih tepatnya. Bahkan ia adalah Runner up di kompetisi di Amerika. Wow bukan?

“Hey, sudahlah. Bisakah kita pergi ke kantin? Aku sangat lapar~” ujarku dengan puppy eyes andalanku. Tao mencubit pipiku gemas.

“Ya sudah. Lagipula aku lapar. Ayo, tinggalkan saja Lay gege” Yay. Akhirnya aku bisa makan \^o^/

>>>

Lay’s POV

Lagi-lagi aku hanya bisa mengelus dada. Mereka makan banyak sekali! Dan sekarang mereka pergi meninggalkan aku begitu saja. Tanpa membayar makanannya. Yang itu berarti aku yang harus membayarnya. Benar-benar manyusahkan!

Aku berjalan sempoyongan kearah kelas. Bagaimana tidak? Uang jajanku minggu ini habis untuk mentraktir mereka. Seharusnya yang mentraktis itu Tao, bukan aku!. Kulihat Jessica dan Tao sedang berdiri didepan kelasku sambil mamasang cengiran ditambah dengan aegyo.

“Lay-ah”

gege

Aku tidak bergeming sama sekali. Terlalu malas untuk meladeni mereka. Mereka mengikutiku yang berjalan kedalam kelas. Tunggu. ‘Mereka’, katamu?

Aku membalikkan badan dan dapat kulihat mereka masih saja memasang wajah konyol. Aku terkikik pelan. Namun kembali menjaga imej dan menatap mereka– lebih tepatnya Tao. “Apa yang kau lakukan dikelasku? Kembali kekelasmu.” Usirku.

“Baiklah.” Dengan lunglai Tao melangkah menuju kelasnya. Tidak jauh sih. Hanya 5 langkah dan ia segera duduk di kursinya. Aku melongo melihatnya. Jessica segera mengapit lenganku dan menariknya mendekati Tao. “Lay-ah. Sekarang ini kita sekelas dengan Tao. Jadi kau tidak bisa mengusirnya.”

Ia melepaskan tanganku dan duduk disamping Tao. “Dan mulai sekarang juga aku akan duduk bersama Tao.”

Bagaikan tersambar petir, aku terdiam ditempat. Bagaimana bisa aku sekelas dengan Tao? Apa yang akan dikatakan yang lain jika aku sekelas dengan adik sepupuku. Kenapa Jessica justru terlihat senang? Apa dia tidak takut jika reputasinya rusak? Apa mereka tidak peduli dengan perasaanku? Kejam sekali mereka >.<

“Lay-ah, apa kau tidak senang jika Tao sekelas dengan kita?”

Aku tersadar dari lamunanku. “Ah? bukan begitu. Hanya saja, aku terkejut^^a”

“Duduk. Sebentar lagi bel masuk berbunyi.” Suruh Tao. “Berani sekali kau menyuruhku. Aku lebih tua darimu.“

“Cih. Tua saja bangga.” Sahut lelaki berwajah seperti security tetapi memiliki hati hello kitty.

“Apa kau bilang?” Ujarku yang sudah terpancing emosi.

“Sudah. Kalian tidak sadar jika kalian diperhatikan?”

Akhirnya aku memilih duduk. Tetapi masih dengan rasa kesal yang sepertinya ingin meledak ini. Tapi aku segera membalikan badan. “Jess, kenapa kau tahu Tao akan sekolah disini?”

“Tadinya ia ingin memberitahumu dulu sebelum aku. Tapi sepertinya suasana hatimu sedang tidak bagus. Dan saat kau sedang ke toilet saat di kantin, ia memberitahukan berita bahagia itu padaku.”

Berita bahagia? Kurasa tidak. Ha Ha Ha Ha.

“Lay-ah. aku mau menginap dirumahmu. Bolehkan?”

Aku hanya mengangguk lemas dan kembali keposisi awal saat Guru Park datang.

“Noona, apa ‘dia’ masih belum tahu soal rahasia-mu itu?” Bisik Tao. Karena penasaran, aku memilih berpura-pura baca, walaupun aku sedang mendengar pembicaraan mereka ._.

“Tidak. Dan kuharap ‘dia’ tidak tahu. Aku takut jika ‘dia’ tahu.”

“Ah, Jiejie, kenapa tidak kau beritahu saja?”

“Tidak. Aku tidak mau. Biarkan ia tahu dengan sendirinya.”

“Baiklah. Terserah kau saja, Noona.”

Siapa yang mereka maksud dengan ‘dia’? apakah itu aku?

-oOo-

Jika ada yang sama, tolong dimaafkan, karna saya tidak tau akan hal itu *bow*

Apa ini udah panjang?

21 thoughts on “This Is My Secret (1/2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s