a Thousand One Roses

Title                 : a Thousand One Roses

Author             : Flawless Jung

Main Cast        : Luhan (EXO) – Jessica (SNSD)

Other Cast       : Exo – SNSD Member

Genre              : Drama , Romantic

Rate                 : PG15

Length             : Fluff

Disclaimer       : the story is mine . The cast isn’t mine (but belongs to me❤ ) . and the biggest thanks for Pearlshafirablue for the cover of the story . I Love it ! Gomapta chinguu~~~

Author Note    : annyeong~ author kembali mencoba membuat FF fluff yang dijamin ga romantis sama sekali . Jadi , sebelum baca cerita ga jelas ini , author minta maaf dulu yaa .. Mianhamnidaa *bow*

Summary         :  Hiduplah dengan seseorang yang membuatmu hidup . Dengan orang yang bersyukur memilikimu . Mencintaimu dalam setiap denyut nadinya . Maka , Kau akan bahagia .

 ===

Jessica POV

Aku menyukai mawar . Bahkan mencintai sipemilik kelopak merah itu . Wanginya , indahnya , dan anggun dari bunga itu membuat aku jatuh cinta pada setiap helaian kelopaknya yang berwarna merah bergairah itu . Tapi jangan lupa , mawar juga bisa melukai jika tidak hati-hati . Duri yang berada disepanjang tangkai bisa melukaimu kapan saja .

Tapi duri sebanyak apapun pada tiap tangkai mawar tidak akan membuatku jera untuk menyukai mawarku . Bahkan tidak ada yang tidak tau kecintaanku pada bunga satu ini . Termasuk Nampyeonku . Yah , suamiku . Xi Luhan . Ia tau betul kalau aku ini pecinta mawar sejati .

***

Pagi ini setelah mandi dan membuat sarapan untuk suamiku aku beranjak keruang tengah sendirian . Yah tentu saja , ini hari minggu , dan tentu saja suamiku akan lebih bahagia jika bisa tidur lebih lama . Suamiku juga perlu istirahat setelah sering lembur beberapa hari ini .

Aku meraih gunting taman yang terletak didalam laci diruang tengah . Setelah itu , aku membawanya ketaman rumah . Rumah kami memang tidak besar , tapi kami memiliki taman yangbesar . Yah , taman mawar . Aku dan suamiku yang merawatnya . Mawar sudah menjadi bagian terindah dari kami .

Ternyata hari ini lumayan banyak mawar yang mekar . Aku ingin memotong beberapa dan meletaknya di ruang tamu karena mawar yang disana sudah hamper layu . lalu aku juga akan memberinya sebagai hadiah untuk mertuaku . Dan tentu juga menghadiahkannya kepada kedua orang tua ku .  Lalu , kepada siapa lagi yah harus kubagikan mawar ini ?

Ah , nanti baru dipikirkan . Sekarang aku harus focus pada mawar ini . Jika tidak hati-hati bisa saja mawar cantik ini melukaimu . Aku meraih tangkai yang paling tinggi dan memotongnya kira-kira 50cm dari ujungnya . Kucium sebentar wanginya . Wangi yang tak akan pernah berubah .

===

Luhan POV

Aku menggerakkan tubuhku . Aku masih ingin tidur , tapi aku tak mendapatinya disebelahku . Ini membuatku sadar dari rasa kantuk . Yah bagaimanapun walaupun aku ini sudah memiliknya , mencumbuinya setiap saat adalh narkoba , candu yang sangat meransang system tubuhku .

Aku melangkah kearah toilet , tapi nihil . aku tidak menemukan apa yang aku ingin . kakiku menuntunku menuju jendela kamar . Jendela kamar kami sangat besar . Aku dan Jessica sengaja mendesignnya begini besar karena jendela ini langsung menyambung kearah taman mawar , tempat favorit aku dan istriku .

Ah , itu dia , pujaan hatiku . Ternyata dia sedang sibuk mengurusi mawar-mawar yang selalu menggodanya itu . Aku beranjak tanpa alas kaki kearahnya mengendap-ngendap . Setelah sampai dibelakangnya , ternyata ia masih saja belum sadar . Sebegitu seriusnya kah ia hingga tak menyadari kehadiranku ?

Aku melingkarkan kedua lenganku kepinggang rampingnya , tampak ia kaget . Hampir saja ia melemparkan gunting rumputnya kearahku . Tapi wajah takut dan kagetnya berubah menjadi senyum hangat yang mendamaikan hatiku .

Sekarang ia kembali sibuk mengurus setiap mawar yang melambai ditiup angin didepannya itu . Dan aku tetap melingkarkan lenganku pada pinggangnya dengan dagu yang bertumpu pada pundaknya . Sesekali angina berhembus meniupkan rambutnya dan aku bisa merasakan wanginya yang benar-benar membuatku candu . Wangi tubuhnya bahkan bisa mengalahkan wangi mawar .

“berjanjilah satu hal padaku ..” kataku seraya memainkan daguku di bahunya . Ia menggeliat sedikit geli dengan perlakuanku .

“mwoya ? aishh luhanie .. kau membuatku geli .. berhenti ..” racaunya tak jelas disela-sela ia menggeliatkan tubuhnya .

“berjanjilah , maka aku akan berhenti ..” kataku sambil terus memainkan daguku . Wajahnya memerah karena menahan sensasi geli yang kutimbulkan . Semakin cantik .

“nee.. arrasseo . mau aku berjanji apa ?” katanya . Aku lalu berhenti melakukan hobiku itu . Lalu kupererat pelukanku di pinggang kecilnya sambil menopang daguku pada bahunya yang lembut .

“berjanjilah , Xi Sooyeon .. Jangan pergi dariku . Sedetikpun . Aku melarangmu pergi dariku .”

“…..”

Jessica atau Sooyeon terdiam , ia juga menghentikan gerakannya pada tanaman berduri yang sedari tadi menyita perhatiannya dariku .

“kau tidak mau berjanji ?” aku kembali bertanya dengan suara yang dibuat seolah-olah sangat menyedihkan .

“Xi Luhan , kau sudah tau kan ? Aku tidak pernah bisa menolak permintaanmu .”

“jadi apa jawabanmu ..?”

“apa yang kau harapkan ?” dan sekarang Jessica malah menggodaku . Ia tidak menjaab pertanyaanku malah bertanya balik terus menerus . Sedikit membuatku gemas dengan kelakuannya . Terlintas sebuah ide dikepalaku . Aku tersenyum jahil alaupun dia tidak bisa melihatnya karena posisinya yang membelakangiku .

“yak ! apa yang kau lakukan ?” Jessica berteriak dan menjatuhkan gunting rumputnya ke tanah , karena aku mengangkat tubuhnya tiba-tiba ala bridal style . Ia menatapku , mungkin kesal karena aku seenaknya menggendongnya .

“nyonya Xi , kurasa kalau aku meminta melakukan itu , kau juga tidak menolaknya kan ?”

Aku memperlihatkan senyum jahilku padanya , sontak ia menatapku ngeri . Sepertinya ia bisa membaca maksudku .

“m..mwoya ? kau mau apa ?” dia terbata-bata karena saking gugupnya .

“kau sudah tau , jangan berlaga polos jagiya..” wajahnya sontak semakin merah , dan aku semakin senang melihatnya . Menggodanya adalah salah satu hobiku . Mukanya yang merah tomat itu terdiam , dia seolah tak ingin memancing perkataanku . Mencari jalan aman rupanya .

Aku berjalan meninggalkan taman , menggendongnya sampai kekamar kami . Sampai dikamar , aku merebahkan tubuhnya perlahan dikasur . Kemudian aku memajukan mukaku , memperkecil jarak antara kami . Ku singkirkan poninya agar bisa lebih leluasa menikmati wajah cantiknya itu .

Aku semakin memajukan badanku dan CHU~ .

Sepertinya dia tau apa yang ingin kulakukan sehingga ia sudah menutup matanya . Aku mengecup singkat bibirnya . Lalu tersenyum . Aku menyukainya . Sangat menyukainya . Langsung kurebahkan tubuhku diatasnya . Menyingkirkan surai indahnya lalu menhirup dalam aroma yang muncul dari lehernya . Sungguh , ini memabukkan .

Syarafku seolah hanya diciptakan untuk merasakan setiap jengkal dari tubuhnya , aromanya  dan semuanya . Semua yang terpancar dari tubuhnya , dari jiwanya . Walaupun hanya dengan begini saja , ini sudah membuatku benar-benar nyaman .

Jessica mengalungkan lengannya dileherku , ia ikut menghirup dan menghembuskan nafasnya ditengkukku . Itu membuat aku sedikit geli . Bisa kurasakan giginya yang menancap pada piyama tidurku . Ia menggigitku . Aku biarkan saja , karena ini adalah hobinya . Lagipula , selama ia tidak menggigit pria lain , aku rela ia gigit setiap detik walaupun akan meninggalkan bekas biru pada keesokan harinya .

Aku meraih kedua betis kecilnya , mengangkatnya sehingga keduanya menggantung sempurna di pinggangku . Untuk kesekian kalinya ku ciumi bibirnya . Ia menurut dan menyeimbangkan permaikanku .  Kedua tanganku sudah tidak bisa diam lagi . Sepertinya , sesuatu juga sudah tidak bisa ditahan lagi .

“bagaimana ? posisi apa yang kau inginkan untuk ronde kali ini ?” bisikku jahil pada salah satu telinganya . Wajahnya langsung seperti kepiting rebus . Dia tidak membalas . Wanita manapun akan begini jika ditanya pada poinnya langsung , yah terkecuali wanita yang ..ah sudahlah ..

Pagi ini kulewatkan lagi-lagi dengan saling menikmati satu sama lain . Dia adalah canduku . Bagaimanapun , walau disuguhi wanita dengan tubuh yang lebih menggoda , tetap hanya Jessica yang akan memberiku rasa aman dan nyaman . Kenapa ? Love . Mungkin kalian akan merasakannya suatu saat nanti . Disaat hanya ‘orang itu’ yang bisa membuatmu bahagia bagaimanapun caranya .

===

Oke oke . aku ga mau tulis END atau TBC pada akhir cerita . Ini FF lama sebenarnya , tapi aku kehilangan ide untuk lanjutinnya . Sebenarnya jalan ceritanya bukan begini sih , tapi apa daya . maafkan kegajean author yang tiba-tiba kumat .

Bagaimana ? masih butuh sekuel kah ? atau mau dibikin FF berseries saja ? Author bingung .. L

Oh ya , jangan lupa komentarnya . Belakangan semakin banyak readers yang jahil . Kalau begini terus mungkin saja semua FF disini akan di protect karena banyaknya readers tak bertanggung jawab >.<

Jadi jangan lupa komentarmu readers ^^

35 thoughts on “a Thousand One Roses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s