Sequel of Beautiful Spring : Suckmmer (Part A) + Q&A about Suckmmer

suckmmer-krissica-ver-1

Suckmmer

By wolveswifeu

Starring

Kris | Jessica

Genre

Romance | Fluff

Rating

PG 13+

Length

Series

Wolveswifeu’s New Fiction, Suckmmer

Yes, I would.”

                Jawaban dari Jessica itu masih terekam jelas di otak Kris sampai sekarang. Hampir dua bulan mereka menjalani hubungan sebagai pasangan kekasih dan Luhan mengetahuinya. Tetap saja, respon Luhan sama. Tetap diam, ntah dia sakit hati atau tidak peduli.

                “Kris.” Panggil Jessica. Lelaki yang berparas tampan itu menengok ke asal suaranya.

                “Apakah tiket pesawat itu jauh lebih menarik dibanding aku?” Tanya Jessica. Kris langsung terkekeh pelan dan tertawa canggung.

                “Aniyo, aku hanya senang.” Jawab Kris.

                “Kalau senang seharusnya berbagi denganku.”

                “Hahaha, bukankah aku sudah membaginya setiap hari?” Tanya Kris.

                “Masih kurang.” Jawab Jessica ketus.

                “Baiklah, aku tahu apa maksudmu. Tunggu kita menikah, ne? Saat-saat itu kita bisa membagi kesenangan bersama. Benarkan?” Tanya Kris. Jessica langsung terkekeh pelan.

                “Ne, kau benar.” Jessica mengetuk-ngetukkan kakinya ke lantai bandara itu lalu berfikir sesuatu tentang Kris. Dia merasa ada yang berubah. Dia menoleh ke Kris. Memegang kedua pipi Kris yang agak cekung itu.

                “Kris, kau sakit?” Tanya Jessica. Dia memegang pipi Kris yang benar-benar terlihat lebih kurus dari sebelumnya. “Kau bertambah kurus.” Lanjut Jessica.

                “A-aniyo.”

                “HONOLULU!!!” Teriak Jessica keras-keras dari dalam mobil tak beratap yang disewa oleh mereka di Hawaii ini. Sebuah mobil yang berwarna pink soft itu melaju dengan kencang. Krisn bertema pantai yang dipegang Jessica itu berjibaran tertiup angin.

                “HONOLULU!!” Teriak Jessica sekali lagi.

                “Jess, duduklah.” Suruh Kris yang sambil menyetir.

                “Huh, baiklah.” Jessica duduk di jok mobil itu dengan hati-hati.

                “Oh iya, kita menginap di hotel mana?” Tanya Jessica sambil melipat Krisn yang digenggam.

                Kenapa Jessica harus menanyakan hal ini?

                “Bukan di..”

                “Di hotel Oh Luhan.” Potong Kris.

                “Kris! Kenapa harus di hotel dia?!” Tanya Jessica dengan suara yang keras.

                “Tapi, paket liburan yang aku dapatkan begitu Jess.”

                “Aku mau pulang!” Kris terdiam mendengar perkataan Jessica. Nada dingin yang sudah lama Kris tidak dengar itu muncul begitu saja.

                “Hentikan mobilnya!” Ucap Jessica. Kris menurutinya, Kris menghentikan mobilnya. Jessica meraih handbag-nya sedangkan Kris langsung menahan lengan Jessica.

                “Jangan pergi, Jess.” Pinta Kris. Jessica menggeleng.

                “Kau tahu bukan betapa sakitnya disakiti oleh Luhan? Kamu mengenalku dengan baik, Kris.”

                “Aku juga tidak tahu kalau paket dengan hotel yang aku dapatkan seperti ini.” Jessica terdiam mendengar perkataan Kris. Kris benar. Bukan salah Kris. “Kumohon, Jess.” Lanjut Kris.

                Jessica tersenyum dan melepaskan handbag-nya. “Baiklah, kajja!

                Kris dan Jessica memasuki kamar yang sudah dipesan. Keduanya langsung merebahkan tubuh mereka. Menghempaskan rasa lelahnya di ranjang masing-masing.

                “Hhhhh..” Keduanya membuang nafas secara bersamaan. Mereka memandangi wajah mereka satu sama lain lalu tertawa bersama.

                “Sepertinya liburan ini akan menyenangkan, chagiya.” Kata Jessica. Kris hanya mengangguk dan tersenyum kepada Jessica.

                Semoga Jess, semoga.

                Jessica memajukan wajahnya, dia ingin mendaratkan bibir munglinya itu di pipi mulus Kris. Perlahan namun pasti, Jessica memejamkan matanya. Pipi Kris juga merasakan deru nafas yang keluar dari hidung Jessica.

                “Maaf, Jess.” Jessica berhenti ketika mendengar perkataan yang keluar dari mulut Kris. Jessica tercengang, matanya melebar.

                “Kenapa?” Tanya Jessica. Kris menggeleng.

                “Gwaenchana.

                Jessica mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil di tangannya di balkon hotel. Tiba-tiba ada pelukan yang muncul dari belakang, Kris memeluk Jessica.

                “Kris!” Kata Jessica dengan ketus. Kris langsung terkekeh pelan.

                “Aku ingin mencium wangi rambutmu, deer. Apakah aku salah?” Tanya Kris.

                “Tidak kok. Tidak salah.” Jawab Jessica. Kris langsung terkekeh pelan.

                “Hm, puncak malam ini aku ada acara. Mungkin ini makan malam yang sama seperti biasanya, tapi topik pembicaraannya lah yang berbeda.”

                “Apa itu?”

                “Pernikahan.”

Aku menunggumu di pantai jam tujuh malam. Ah yah, jangan lupa tampil cantik dan wangi ya! Aku tidak mau melihat Jessica yang tomboy malam ini!

– Kris-

                Jessica tersenyum sambil melihat kertas putih dengan tulisan acak-acakkan Kris itu. Dia menyuKris seluruh yang ada pada diri Kris. Dia sudah membaca tulisan itu sebanyak tiga kali. Bahkan Jessica sudah siap dan sudah tampil cantik.

                “Aku siap!” Seru Jessica dengan semangat lalu mengambil dompet panjangnya dan mengenggamnya dengan kuat. Dengan dress sepanjang lutut dan tanpa lengan, dia keluar dari kamarnya.

                Jessica berjalan keluar dari gedung hotel ini. Dia menyelipkan beberapa helai rambutnya ke belakang telinganya karena menghalangi wajahnya. angina malam bertiup dengan kencang. Sebenarnya tidak baik bagi seorang yeoja berada di malam hari seperti ini dengan paKrisan yang agak terbuka.

                Jessica memeluk kedua lengannya, berniat menghangatkan tubuhnya yang tertiup angin sedate tadi. Tiba-tiba ada sebuah jaket berwarna hitam yang menutupi paKrisan Jessica yang agak terbuka itu.

                “Seorang wanita di malam hari sendirian dengan paKrisan seperti itu tidak baik.” Nasehat seseorang dari belakang. Jessica tercengang, dia mengingat dengan betul milik siapa suara cempreng ini.

                “Xi Luhan?” Jessica menoleh ke belakang dan benar. Ada Oh Luhan disana. “Bagaimana bisa?” Malah sebuah pertanyaan bodoh yang Jessica lontarkan dari mulutnya. Sudah sangat jelas mengapa Luhan berada disini. Dikarenakan dialah yang mempunyai hotel ini.

                “Kau tidak tahu?” Tanya Luhan balik.

                “A-aku tahu.” Jawab Jessica dengan gagap.

                “Apa?” Tanya Luhan dengan nadanya yang agak tinggi. Nampaknya dia sedikit menantang Jessica.

                “Kau pemilik—“

                “Salah besar! Aku sedang menikmati liburanku dengan Tiffany.” Potong Luhan. Hati Jessica remuk seketika. Bagaimana bisa Luhan mengatakan hal seperti itu di depan mantan kekasihnya? Jessica melepas jaket yang diletakkan oleh Luhan tadi lalu mengembalikan kepada Luhan.

                “Terima kasih, aku harus menemui Kris-ku.” Ucap Jessica sambil menekan nada nya di nama Kris lalu pergi meninggalkan Luhan.

                “Pasangan bodoh.”

                Kris duduk di atas meja makan yang sudah ada santapan lezat dihadapannya yang dihadang dengan tudung saji yang tembus pandang itu. “Jessica pasti akan sangat senang!” Kata Kris.

                Tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya, “Maaf, aku telat.” Ucap orang itu –Jessica. Kris melihat arlojinya dan tersenyum.

                “Tidak, kau beluim terlambat.” Kris berdiri dan berjalan ke bangku kosong yang ada dihdapannya, bangku Jessica. Dia menarik bangku tersebut, memberikan ruang agar Jessica bisa duduk.

                “Silahkan.” Ucap Kris. Jessica tersenyum lalu duduk. Kris pun berjalan ke tempat-nya dan duduk lagi.

                “Malam ini akan jadi malam terindah.” Kata Kris.

                “Haha, sejak kapan kau menjadi se-romantis ini?” Tanya Jessica.

                “Hei, tidak salah kan?” Tanya Kris balik lalu dia membuka tudung saji tembus pandang itu lalu menyingkirkannya.

                “Special dinner for us.” Ucap Kris.

                “Haha, makan bersama, ne?

                Mereka mengunyah makanan itu dengan semangat. Makanan ala eropa di pinggiran pantai Honolulu bersama ornag yang kita sayangi. Bisakah kalian bayangkan betapa rasa senangnya itu?

                Jessica memerhatikan orange juice milik Kris. Nampaknya orange juice itu sangat membuat Jessica tergiur dengan sangat. Jessica meraih orange juice tersebut, berniat untuk mencobanya. Tapi, tangan Kris jauh lebih cepat dibanding Jessica.

                “Tidak boleh!” Ucap Kris. Jessica mengerutkan alisnya.

                “Kok?” Respon Jessica.

                “Tidak, tidak boleh!” Tegas Kris.

                “Aku tidak alergi dengan jeruk, ayolah! Aku sudah ingin orange juice dari kemarin.”

                “Biarkan aku pesan yang baru.”

                “Kris! Kenapa? Kau terlalu protective pada diriku! Aku ini kekasihmu!” Oceh Jessica.

                “Bukan begitu.” Ucap Kris dengan tenang.

                “Bohong, aku tahu kau menyembunyikan sesuatu.” Tebak Jessica. Kris menggeleng, dia memegang gelas orange juice itu dengan keras.

                “Maaf, Jess..” Ucap Kris menggantung.

                “Kenapa? Untuk apa?” Tanya Jessica dengan penasaran.

                “Aku mengidap AIDS.”

Next Chapter : Suckmmer (Part B-END)

Q&A Session about Suckmmer

                Aku buat ini agar menghilangkan rasa penasaran readers sekalian. Jadi, aku buat Question and Answer tentang Suckmmer!😀

                Q : AIDS-kan nggak menular dengan cara berciuman di pipi, minum di gelas yang sama, atau semacamnya. Kok, Kris kayak gitu?

                A : Kris itu sayang sama Jessica. Gak salah dong kalau dia protective banget? Intinya, dia gak mau Jessica kenapa-kenapa.

                Q : Kenapa penyakitnya bahaya banget?

                A : Maaf, untuk membuat jalan cerita menjadi menarik dan jarang ditemui. Aku buat seperti ini. Ini hanya fiksi kok, tenang saja!

                Q : Asal usul Kris bisa AIDS apa yah? Gak dijelasin.

                A : For your information, FF ini ber-alur cepat karena aku samakan dengan musim-musim yang berada di Korea. Sekarang mereka di Honolulu jadi Musim Panas lebih cocok😀

Hanya sekedar info, yang kemarin aku post itu Part A dikarenakan belum KLIMAKS menurutku. Jadi aku akan buat Part B dan akan di post besok atau lusa. Maaf gak bisa janji sebelumnya!

Ada info lain. Demi FF ini aku rela baca artikel tentang AIDS dengan latar belakang anak IPS. So, jangan buat kecewa dengan STATS yang tinggi tapi respon yang rendah!

Oke, itu aja, thank you❤

28 thoughts on “Sequel of Beautiful Spring : Suckmmer (Part A) + Q&A about Suckmmer

  1. Eon bagus ceritanya , walopun sedih n agak bngung bisa2nya kris pnya penyakit AIDS . Hehe
    Ini cast awalnya kai ama sehun yah ? Soalnya bnyak kata2 kayak menyukris dan pakrisan , jd eonni ganti kai nya lgsg replace ama kris yah ? Makanya menyukai dan pakaian jd ikut keganti . Trus masi ad yg Oh Luhan . Hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s