[Freelance] (A Regret) (Chapter 1)

Title : A Regret

Author : Jung Yoo Rey (@atqhzkr)

Leght : Chaptered

Rating : PG 15

Genre : sad, friendship, tragedy, hurt, angst

Main Cast : Jessica Jung, Xi Luhan, Im Yoona, Oh Sehun

Support Cast : All Member SM, etc

Disclaimer : all cast do not belong to me but everything is my bias especially jessica jung. This fanfiction is mine completely!

 

 

“oh sial! Kau telat lagi xi luhan!!!” pekik jessica jung saat baby faced exo itu muncul tepat dihadapannya dengan tergesa-gesa.

i’m sorry my ice princess, jalanan barusan sangat macet!” elak luhan sambil mencoba menarik jessica kepelukannya. Tapi jessica menepisnya.

“cih. Aku tahu kau sibuk dengan yoona, kan?” perkataan jessica membuat luhan tersentak.

“m-mwo?”

“kalian itu duo deer yang tidak bisa dipisahkan memang. Aku pergi dulu.” Kata jessica lalu beranjak dari depan luhan –namjachingunya. Baru selangkah, jessica bisa merasakan luhan memeluk lehernya dari belakang.

“mi-mianhaeyo. Tadi yoona lupa membawa dompetnya saat kesalon, jadi dia meminta bantuanku.” Jelas luhan. tapi penjelasannya membuat jessica semakin geram. Dengan kasar jessica menepis tangan luhan dari lehernya.

“yak! apa kau bilang? Disalon? Kau membantunya? Dan membuatku menunggu lebih 3 jam?! Yak xi luhan, kau keterlaluan! Mana ada orang yang sekedar membantu membayarkan ongkos salon sampai 3 jam? Bahkan aku saja yang minta diantar ke toko buku kemarin malah beralasan sedang lelah! Apa kau mencintai yoona?!” teriak jessica dengan bahu naik turun menahan amarahnya. Wajahnya memerah.

“noo-noona.. jangan bilang beg—”

we have to break up.” Mata luhan membulat. Mulutnya tertutup.

“aku ada jadwal. Aku pergi dulu.” Kata jessica dingin. Luhan ingin menarik tangannya lagi tapi jessica memberinya death glare yang paling mengerikan yang pernah dia lihat. Seakan ada kilat disana(?).

Luhan hanya bisa mengepalkan tangannya kesal sambil memandang bahu kecil jessica yang mulai menghilang dari pandangannya. Tapi sudut bibirnya sedikit terangkat. Dia tersenyum.

SNSD Make Room.

“jessica unnie, bagaimana kuku baruku? Yeppeo?” tanya yoona sambil memamerkan kukunya yang diberi cat berwarna pelangi abstrak dengan sedikit manik. Yah, bisa diakui, sangat cantik. tapi jessica lebih memilih tersenyum dan mengangguk lalu kembali memainkan ponselnya. Yoona kesal melihatnya.

“yak unnie! ada apa denganmu? Apa kau punya masalah dengan luhan?”

Jessica menoleh dan menatap mata yoona. “anieyo. Kami sudah putus.” Jawab jessica singkat.

“mwo? Kau dan luhan putus?!” teriak yoona kaget. Sontak semua yang ada dimake up room itu menoleh ke arah jessica dan yoona. Jessica langsung memberi yoona tatapan ‘bisakah-kau-tidak-berteriak?’ dan yoona membalasnya dengan cengiran khasnya.

“kau putus dengan luhan?” tanya taeyeon dengan wajah terkejut.

Jessica menghela nafas malas lalu memutar matanya. “like what yoona’s say, sist.”

“kenapa?” pertanyaan sooyoung membuat jessica bingung harus menjawab apa. masa dia harus bilang kalau luhan menyukai yoona? Hei! Luhan bahkan belum tentu menyukai yoona.

it’s our secret, soo-ah.” Jawab jessica akhirnya lalu berjalan keluar make up room meninggalkan eonnie dan dongsaeng-dongsaengnya menatapnya heran. Satu satunya tujuan jessica sekarang adalah tempat terbuka. Ya, lantai paling atas gedung SM.

Saat masuk ke lift jessica berpapasan dengan krystal dan sulli yang kebetulan berada didalam lift. senyum jessica mengembang melihat yeodongsaeng tercintanya ada dihadapannya.

“soojung-ah!” pekik jessica lalu memeluk adik semata wayangnya itu. krystal dan sulli yang tengah menikmati bubble teanya terkejut.

“e-eonnie-ah…” gumam krystal sambil balas memeluk jessica setelah mengode sulli untuk memegangkan bubble teanya.

i miss you my sweetie krystal~” gumam jessica sambil tersenyum lembut.

i miss you too my ice sister, jessica~” balas krystal. Sulli hanya tersenyum melihat jung sibling itu. jessica melepas pelukannya itu.

“annyeong jinri-ah!” sapa jessica ke sulli sambil tersenyum. Sulli menundukkan sedikit kepalanya.

“annyeong sooyeon unnie!”

“ckck, you must call me, jessica, okay?” ucap jessica sambil mengedipkan mata kanannya lalu tertawa.

Ting! Pintu lift terbuka di lantai 7. Baik jessica maupun dua hoobaenya tidak keluar karena lantai 7 bukan tujuan mereka. Tapi 3 namhoobaenya yang ikut masuk kedalam lift itu membuat jessica terbelalak. Oh ralat, hanya salah satu dari 3 namhoobaenya itu yang membuatnya terbelalak.

Siapa lagi kalau bukan xi luhan?

“annyeong oppa!” sapa krystal sambil menundukkan kepalanya sopan.

“annyeong oppa, sehun-ssi!” sapa sulli juga. Ketiga namja itu tersenyum. Sementara jessica nampak tidak peduli melainkan terus menatap angka angka yang bergerak di atas pintu lift. Sudah dilantai 9.

“annyeong sica noona,” sapa sehun dan kai. Luhan hanya terus menatap lekat pada sosok jessica yang nampak tidak peduli.

“eh? a-annyeong kris, sehun.” Balas jessica juga sambil tersenyum manis.

Setelah itu tidak ada yang bicara. Krystal dan sulli berbicara lewat mata(?) dan saat sudah berada di lantai 15 krystal menggamit tangan sulli.

sist, i must go now. See you, ice princess! Love ya!” pamit krystal pada jessica sambil mencubit pipi jessica pelan lalu meninggalkan jessica dengan cepat.

“yak!” pekik jessica sambil mengelus pipinya. Pintu lift kembali tertutup menyisakan jessica dan 3 namhoobaenya. Suasananya semakin canggung.

“luhan-ah, aku melihatmu jalan dengan yoona tadi, ada apa?” pertanyaan polos kris mendapat tatapan tajam dari luhan. tatapan yang mengartikan ‘apa-kau-bodoh? Disini-ada-jessica-pabo!’.

Mendengar pertanyaan itu membuat sehun merasa kedinginan. Kenapa? Ya, dia bisa merasakan aura dingin jessica yang berdiri disampingnya semakin kuat. Tiba-tiba dia bergidik ngeri membayangkan akan mati membeku(?).

Kris segera menutup mulutnya saat menyadari tangan jessica terkepal kuat. Kris meneguk ludahnya saat luhan menatapnya dengan tatapan akan membunuh. Pintu lift kembali terbuka di lantai 20 dan masuklah chanyeol dan donghae. jessica merasa aman saat melihat donghae, bisa dibilang mantan kekasihnya, itu masuk kedalam lift.

“hai sica noona!” sapa chanyeol ceria –seperti biasa. Jessica tersenyum untuk membalas sapaannya. Donghae mengikuti langkah chanyeol dan berdiri diantara jessica dan sehun. Sehun bernapas lega karena dia tidak akan mati membeku(?).

“hai, glace!” sapa donghae sambil mengacak rambut jessica pelan. jessica menepis tangan donghae dan mencubitnya pelan.

“yak, rambutku bisa rusak, poisson!” kesal jessica. Glace? Poisson? Itu panggilan untuk mereka berdua. Bahasa french yang berarti es dan ikan. Itu panggilan sayang mereka berdua.

Luhan yang melihat pemandangan entah kenapa merasa kesal. Chanyeol yang cukup blak-blakan langsung melabrak luhan.

“lu-ge, kenapa kau kelihatannya sedang kesal? apa karena jessica noona dan donghae hyung?” pertanyaan chanyeol yang blak-blakan tanpa bisik-bisik itu membuat semua yang berada didalam lift terkejut dan sontak menatap chanyeol dan luhan. pandangan jessica bertemu dengan luhan tapi jessica segera membuang mukanya.

“aish, chanyeol-ah, jangan salah sangka. Aku dan jessica hanya bersahabat, lagi pula jessica kan sudah dengan luhan. benar kan, luhan-ssi?” tanya donghae sambil tersenyum ramah.

Luhan menggaruk kepalanya bingung. Akhirnya mulutnya terbuka untuk bicara. Dan jawabannya membuat jessica terkejut setengah mati.

“aku dan jessica noona tidak pernah terjalin hubungan apa-apa kok, hyung.”

Ting! Tepat saat luhan mengatakan itu, pintu lift terbuka di lantai 25. Dengan cepat jessica berlari keluar tanpa memperdulikan tujuannya ke atap gedung. Entah kenapa jawaban luhan tadi membuatnya sesak. ‘tidak pernah’.  Bagaimana bisa luhan bilang ‘tidak pernah’ padahal mereka barusan menjalin hubungan selama 2 minggu? apa luhan tidak menganggap jessica?!

Sementara itu 5 namja di dalam lift itu bingung melihat jessica yang langsung berlari keluar.

“waeyo?” tanya chanyeol polos. Bug! kris menjitak kepala chanyeol.

“ini semua karenamu, bodoh!” kata kris. Chanyeol baru akan protes tapi kris menatapnya dingin dan membuatnya lebih memilih diam.

Luhan mematung melihat jessica yang tiba-tiba berlari keluar.

“aigoo, dasar jessica.” Gumam donghae sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Ting! Pintu lift kembali terbuka dilantai 27 dan donghae keluar dari lift.

“yak luhan-ge! Bagaimana bisa kau bilang ‘tidak pernah’?!” bentak sehun yang sedari tadi ingin menyemprot hyung kesayangannya itu.

“m-mwo?”

“kau bilang ‘tidak pernah terjalin hubungan apa-apa’, neo michyeosseo?!” bentak sehun lagi. luhan terdiam. Ah, rupanya memang dia salah jawab.

“lalu?” tanggap luhan santai. Sehun hanya menatapnya tajam lalu langsung berlari keluar saat pintu terbuka dilantai 28.

Luhan hanya membuang napas kesal. entah kenapa dia ingin ikut mengejar jessica tapi itu tidak mungkin. Karena…

Jessica’s side.

“mwoya? Kenapa dia bisa bilang tidak terjadi apa-apa? apa dia marah? Ah! Anieyo! Harusnya aku yang marah!” kesal jessica sambil menendang kerikil-kerikil yang dilewatinya. Ya, entah kenapa karena saking kesalnya dia tidak sadar kalau dia sudah menuruni 25 lantai dengan ratusan anak tangga. Sekarang dia berada di luar gedung lengkap dengan penyamarannya yang lengkap. Kacamata, syal, sweater, topi, dan masker.

“harusnya tadi kau bilang pada donghae oppa kalau kita sedang ada masalah! Eh, tidak! Kalau kita sudah putus maksudku!” lanjutnya. Dia merutuki dirinya sendiri yang selalu salah bicara jika sudah marah.

“buahahaha! Yak, noona, kau itu marah-marah atau melucu sih? haha!” jessica menoleh saat mendengar suara yang tidak asing ditelinganya. Didapatinya sehun tengah tertawa sambil memegang dua gelas coffee.

“aish.” Jessica lebih memilih untuk mengacuhkan hoobaenya itu lalu kembali berjalan menjauhi gedung SM. Tapi dia merasa seseorang menghalangi jalannya.

“noona! Mau kemana?” tahan sehun sambil menghadang jessica. Jessica memutar matanya.

“kenapa memang? Apa luhan menyuruhmu menguntitku?”

“mwo? Anieyo! Aku sependapat denganmu noona.” Ujar sehun sambil memberi jessica segelas coffee dari tangan kanannya. Jessica menatap coffee itu lalu menatap sehun. Sehun menaikkan alisnya yang berkata ‘ini-untukmu-noona’. Jessica mengambil coffee itu dengan ragu.

“ma-maksudmu? Sependapat apa?”

“hem, maksudku tentang jawaban luhan ge tadi di lift.”

“oh itu. …. oh! Yak! bagaimana bisa dia menjawab tidak pernah menjalin hubungan denganku?!” sehun hampir tersedak saat tiba-tiba jessica berteriak.

“yak noona! Kau membuatku hampir tersedak!” kesal sehun sambil melap mulutnya yang terkena coffee.

“mianhae. Tapi benar kan?! Kenapa dia bilang tidak pernah? Padahal aku dan dia baru saja putus!” jessica kembali melanjutkan kekesalannya. Sehun tertawa kecil lalu memasukkan tangan kirinya ke saku jaket dan berdiri disamping jessica.

“hem. Sekedar ingin tahu, apa yang membuatmu memutuskan luhan ge?” tanya sehun hati-hati. jessica meliriknya sedikit lalu berjalan pelan sambil menatap keatas. Sehun mengikutinya tepat disampingnya.

“kau mau tahu?” sehun mengangguk. “asal kau juga beritahu aku sesuatu. Bagaimana?” tawar jessica sambil menatapnya tajam.

“be-beritahu apa, noon?”

“apa yang terjadi antara yoona dan luhan?”

*sehun pov*

“apa yang terjadi antara yoona dan luhan?” damn! Kenapa harus aku ditanya seperti itu oleh jessica noona? Kenapa tidak kris ge saja? Atau chanyeol hyung?

Baiklah, sekarang aku sangat bingung ingin menjawab apa. bisakah aku tiba-tiba pingsan saja? Atau tiba-tiba datang seorang peri yang membantuku menjawabnya? Atau mungkin jessica noona tiba-tiba lemot dan mengalihkan pertanyaannya? Yang jelas aku tidak ingin menjawab pertanyaan ini!

“hello?” aku membuyarkan lamunanku saat dia mengayunkan jemarinya didepan wajahku.

“eh? ne? Apa tadi kau bilang, noon?” tanyaku ulang. Biasanya seseorang akan menjawab ‘ah tidak jadi.’ Atau ‘sudahlah. Tidak usah dipikirkan.’. tapi ‘biasa’nya.

“kau pasti tahu kalau yoona dan luhan ada apa-apa kan?” thanks, god! Kau merubah pertanyaan jessica noona tapi jawaban yang akan kukeluarkan pasti sama! Urkh… Damn.

Aku menarik napas. Mungkin ini saatnya jessica noona tahu apa yang terjadi. aku tidak bisa lagi menyembunyikannya. Ini sama saja menyiksa jessica noona. Dan aku tidak ingin yeoja yang kucintai tersiksa. ‘yeoja yang kucintai’? ya. aku mencintai jessica noona jauh sebelum luhan ge mendapatkannya. Tapi ada istilah ‘siapa cepat dia dapat’ bukan?

Oke. Kembali ke inti masalah. Apa harus aku memberitahu jessica noona? Aku takut dia terluka. Semua wanita pasti tidak suka dipermainkan. Dan sekarang saatnya aku menyelesaikan permainan keparat ini.

Aku memegang bahu jessica noona dan memfokuskan matanya untuk menatap mataku.

“a-ada apa?” gumamnya. Walau aku tidak sepenuhnya melihat wajahnya yang tertutup masker dan kacamata, tapi dapat kurasakan wajahnya memerah.

“noona. Aku hanya akan mengatakan ini satu kali. Jadi dengarkan aku. Perhatikan aku. Dan hanya percaya apa yang aku katakan. Jangan menyela sedikitpun. Atau kau akan menyesal.” Kulihat jessica noona terdiam. Aku menarik napas panjang. Mulutku terasa bergerak sendiri.

“luhan dan yoona berpacaran 1 bulan lalu. 2 minggu lalu di dorm exo, luhan ge, kris ge, kai, chanyeol hyung, dan lay ge bermain game dan luhan ge kalah dalam permainan itu dan harus menerima hukuman. Pertama kai menyuruhnya untuk mengerjai yoona dengan kado teror, tapi luhan menolak. Kris ge menyuruhnya untuk menari half naked di dorm f(x) tapi suho hyung memarahinya. Jadi kris ge, kai, chanyeol hyung, dan lay ge berdiskusi. Dan.. hasil diskusi mereka adalah… pacaran denganmu selama 2 minggu setelah itu kau diputuskan. Dan luhan menyanggupinya.” Jelasku cepat.

*sehun pov end*

*jessica pov*

“luhan dan yoona berpacaran 1 bulan lalu. 2 minggu lalu di dorm exo, luhan ge, kris ge, kai, chanyeol hyung, dan lay ge bermain game dan luhan ge kalah dalam permainan itu dan harus menerima hukuman. Pertama kai menyuruhnya untuk mengerjai yoona dengan kado teror, tapi luhan menolak. Kris ge menyuruhnya untuk menari half naked di dorm f(x) tapi suho hyung memarahinya. Jadi kris ge, kai, chanyeol hyung, dan lay ge berdiskusi. Dan.. hasil diskusi mereka adalah… pacaran denganmu selama 2 minggu setelah itu kau diputuskan. Dan luhan menyanggupinya.”

Deg.

Jadi aku… bahan mainan mereka?

Tes… air mataku jatuh dengan perlahan. aku tidak percaya. Benar-benar tidak percaya kenapa mereka tega melakukan ini kepadaku.

“a-apakah yoona tahu hal ini?” tanyaku dengan suara yang kubuat sedatar mungkin. Tapi tidak bisa… suaraku tetap bergetar.

“ne. Yoona noona dan yuri noona yang tahu tentang hal ini.”

Jadi yoona dan yuri tau? Kenapa mereka tidak memberitahuku?! Kenapa?! Apa mereka membenciku? Apa aku begitu mengerikan? Kenapa yoona dan yuri tega melakukan hal ini padaku tuhan?

Bahuku bergetar hebat dan tanpa terasa coffee yang kupegang jatuh ketanah.

Set! Aku melepas pegangan sehun dan segera berlari kembali ke gedung tanpa memperdulikan sehun yang terus saja memanggilku. Sunguh… aku tidak percaya mereka setega itu padaku…

.

TBC

 

Aku udah gak tau lagi mau ngelanjutnya gimana=_= yang jelas commant+like dari para readers itu berharga buat aku^^ mianhae kalo kependekan, ceritanya gaje, atau kalau ceritanya jelek, mohon dibilang saja ya^^ gomawo^^

Mianhae kalau typo berrberan chingu~

 

By jessica’s daughter{}

78 thoughts on “[Freelance] (A Regret) (Chapter 1)

  1. JESSICA SAMA SEHUN AJA DOH! NGGA USAH SAMA LUHAN, MENDING LUHAN TENDANG AJA, JAUH JAUH DARI SICA. HUSH HUSH! /NGGA SANTAI
    ITU, KRIS, KAI, CHANYEOL, LAY PENGEN BANGET ANE GANTUNG!!! -_______-
    OKE THOR, HUNSICA AJA YA? FF NYA JUGA JARANG THOR .__. /NGELES
    OKE, NEXT CHAPTER ANE TUNGGU DENGAN SETIA DAN MAAF, CAPS ANE LAGI BERAKSI/?

  2. kok member exo pada jahat, kno harus sica?.
    knp mreka g memikirkan perasaan sica?.
    JAHAATTT…
    sehun semngatin sica ya…
    sehun truslah disisi sica🙂
    lanjut
    keep writing
    Fighting (Y)

  3. minta dicekek pada ngerjain my sica..#jahatamat
    tega..tega…memainkan perasaan mamih cicaaahh..huuu..
    lanjut ke chap selanjutnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s