[Freelance] (A Regret) (Chapter 2)

 A regret

Title : A Regret

Author : Jung Yoo Rey

Leght : Chaptered

Rating : PG 15

Genre : sad, friendship, tragedy, hurt, angst

Cast : Jessica Jung, Xi Luhan, Im Yoona, Oh Sehun

Support Cast : All Member SM, etc

Disclaimer : all cast do not belong to me but everything is my bias especially jessica jung. This fanfiction is mine completely!

*author pov*

Brak!!! Jessica langsung mendobrak masuk ke make up room SNSD dan menemukan semua member SNSD –kecuali jessica, sedang bermain bersama kris, chanyeol, kai, dan err.. luhan.

Mereka terkejut dengan kedatangan jessica yang tiba-tiba menggerebek dengan berlinang air mata.

Taeyeon bangkit dari kursinya dan mendekati jessica sambil menyentuh bahunya.

“waeyo? Ada apa denganmu?” tanya taeyeon khawatir. Tapi jessica mengabaikannya dan langsung melesat kedepan yoona yang duduk disamping luhan yang menunduk.

“eng.. unnie wa-wae—” PLAAK! Tamparan jessica yang cukup keras melayang dipipi kanan yoona. Yoona terbelalak dan bangkit dari kursinya. Sementara para member SNSD dan exo hanya bisa melongo.

“yak! appo unnie-ah!” teriak yoona sambil mengelus pipi kanannya dengan mata berkaca-kaca.

“hajima. Berhenti beracting yoona-ah. Jebal.” Tandas jessica pelan dengan suara bergetar. Yoona tertegun. tangan jessica akan melayang lagi tapi seseorang menahannya. Ya, luhan menahan tangannya. jessica terbelalak.

“jangan memukulnya lagi atau aku akan menghajarmu!” ucap luhan tajam sambil menghempaskan tangan jessica kasar. Jessica terdiam melihat itu. hanya air matanya yang bergerak.

“jessica-ah, ada apa?” tanya taeyeon yang masih shock melihat kejadian itu.

“xi luhan… aku tahu kau mempermainkanku…” hanya itu jawaban jessica. Tapi dapat membuat semua yang terlibat dalam permainan itu menegang.

“ma-maksudmu?” tanya luhan pura-pura tidak tahu.

“aku ini bahan mainan kalian, kan?! Jujur saja! Aku sudah tahu semuanya dari sehun! Kenapa kalian tega melakukan ini hah?! kenapa..? kenapa? Hiks…” teriak jessica pelan sambil jatuh terjongkok sambil menutup wajahnya dan menangis sesenggukan.

Yoona, luhan, kris, chanyeol, kai, dan yuri mematung. Mereka saling bertatapan. Akhirnya luhan mengangguk pelan.

“mi-mianhaeyo jessica noona…” gumam luhan yang diselimuti rasa bersalah. Jessica berdiri pelan dan mengangkat kepalanya.

“kenapa harus kau? Kenapa harus aku?” tanya jessica pelan. tidak ada jawaban.

“kau pikir aku suka?! kau pikir aku mainan, huh?!” teriak jessica tepat didepan wajah luhan dan yoona.

Yoona mengepalkan tangannya. kesabarannya sudah habis.

“hey! Kau pikir aku juga suka?! baguslah itu kau dijadikan bahan mainannya daripada tidak sama sekali! kau selalu bilang padaku kalau kau suka luhan, bukan? Beruntunglah kau jadi bahan mainannya!” teriak yoona dengan keras didepan wajah jessica.

Jessica terkejut. Dadanya sesak mendengar perkataan yoona. Dia tidak percaya dengan apa yang keluar dari mulut yoona. Tiba-tiba dia merosot jatuh kelantai.

Luhan pun terkejut dengan perkataan yeojachingunya itu. entahlah, dari hatinya yang paling dalam dia sangat tidak setuju dengan perkataan yoona, dia sangat ingin membela jessica, tapi posisinya sekarang adalah ‘orang yang bersalah’.

“yoona! Shut up your mouth!” tiba-tiba tiffany berteriak keras sambil menunjuk yoona. Yoona tampak terkejut karena baru kali ini tiffany membentaknya.

“unnie! jaga perkataanmu!” teriak seohyun juga sambil berjongkok disamping jessica yang sedang mematung.

“kau kejam, im yoona.” Desis hyoyeon dan ikut berjongkok bersama seohyun.

“berhenti menyudutkan yoona.” Kata luhan membela yoona. Yoona tersenyum karena luhan masih berada dipihaknya. Walah dalam hati luhan tidak tahu kenapa dia merasa sakit melihat jessica seperti patung dibawah kaki yoona.

“apa kau bilang?! Hey! Kau tidak lihat kalau disini kalianlah yang salah! Dan kau, yoona, aku benar-benar tidak percaya dengan omonganmu!” teriak tiffany melengking. Chanyeol menatap tiffany –yeojachingunya dengan takut-takut. Bagaimanapun dia juga terlibat permainan itu dan sangat takut jika tiffany memutuskannya.

“siapa saja yang ikut permainan ini, huh?” tanya taeyeon pelan. tidak ada yang mau membuka mulut. Semuanya takut.

“AKU TANYA SIAPA YANG IKUT PERMAINAN INI?!” teriakan keras taeyeon mampu membuat semua yang ada diruangan bergidik ketakutan. Jika taeyeon sudah berteriak dengan keras, itu artinya kemarahannya sudah melewati maksimal.

“a-aku, kai, kris, chanyeol, dan lay.” Jawab luhan cepat. Tiffany sontak menatap chanyeol kaget. Bagaimana bisa namjachingunya terlibat permainan keparat ini? sementara yang ditatap hanya bisa bersembunyi dibelakang kris dengan takut-takut.

“mwo? Terus apa hubungannya dengan yoona?” tanya taeyeon.

“aku dan yoona berpacaran 1 bulan lalu. Dan tentang permainan ini… yoona dan yuri tahu tentang semuanya.” Jawaban luhan membuat taeyeon, sunny, hyoyeon, tiffany, sooyoung, dan seohyun menatap ke yuri yang sedari tadi menunduk disofa.

Dengan cepat sunny yang berdiri disamping sofa yuri berdiri langsung menarik lengan yuri kasar lalu mendekatkannya ke taeyeon. Sementara yuri memberontak ketakutan melihat kilatan dimata taeyeon.

“kau… mengetahui tentang semua ini?” tanya taeyeon. Yuri hanya menunduk. “kau sengaja tidak memberitahu kami atau… ada yang menyuruhmu?” lanjut taeyeon.

Tiba-tiba yuri mengangkat kepalanya dan melihat kearah yoona. Seketika semua pandangan terarah ke yoona.

“ada apa dengan yoona?” tanya sooyoung. Yuri kembali menatap taeyeon.

“eonnie-ah… a-aku tidak sengaja mendengar percakapan yoona dan luhan oppa saat lewat didepan ruang latihan kita. Dan… aku iseng mendengarnya karena kulihat yoona menangis, tapi tiba-tiba mereka berdua tertawa dan… aku mendengar semuanya. Ta-tapi… saat aku akan memberi tahu jessica eonnie, yoona melihatku dan me-mengancam akan merebut peran utamaku di fashion king ka-kalau aku membocorkannya… mianhae….” jelas yuri sambil menghapus air matanya. sekarang taeyeon benar-benar geram. Dia tidak percaya kalau ternyata dongsaeng-dongsaengnya itu punya masalah yang sangat mematikan. Tiba-tiba taeyeon berbalik dan duduk didepan meja rias sambil menutup wajahnya.

Bahunya terguncang dan isakan demi isakan mulai terdengar. Semua yang ada disana tertegun, termasuk jessica. Dia tidak menyangka masalah ini akan membuat eonnie kesayangannya menangis. Dengan pelan dia melepas tangan seo dan hyo yang ada dibahunya dan berjalan kearah taeyeon. Jessica mengulurkan tangannya dan memegang bahu taeyeon.

“mi-mianhae unnie-ah…” gumam jessica pelan sambil menghapus air matanya. semua member SNSD ikut menangis melihat leader mereka menangis. Untuk pertama kalinya mereka membuat leader mereka menangis karena ulah mereka sendiri.

Krek. Pintu make up room terbuka dan disana ada leeteuk, eunhyuk, dan yesung. Ketiganya dengan tampang polosnya masuk sambil membawa terompet, kue, dan topi.

“CHUKKAE URI SO NYUH SH—i-ige mwoya?!” leeteuk yang baru masuk dan baru saja akan meniup terompetnya langsung terkejut melihat betapa suramnya ruangan itu.

“oppa!” hyoyeon langsung berlari kepelukan eunhyuk dan terisak disana. Eunhyuk yang memegang kue spontan mengopernya ke kai yang berada dihadapannya.

“wa-waeyo hyoyeon-ah?” tanya eunhyuk lembut sambil mengelus rambut hyoyeon. Hyoyeon hanya menggelengkan kepalanya lalu kembali menangis. Eunhyuk mengedarkan pandangannya dan matanya bertemu dengan kris. Kris langsung menunduk.

“ta-taeyeon-ah… waeyo? Kenapa menangis, huh?” tanya leeteuk dan duduk disamping taeyeon. Jessica memilih untuk kesamping tiffany. Membiarkan tiffany menggenggam tangannya.

Taeyeon membuka matanya yang belepotan air mata. Leeteuk tersontak tapi dia malah mengusap mata taeyeon dengan ibu jarinya.

“uljima. Sejak kapan leader kid ini menangis? Coba cerita ada apa, ne?” bujuk leeteuk. Taeyeon menggeleng dan memeluk leeteuk. Leeteuk menatap seohyun meminta penjelasan.

“kita bicarakan diluar saja oppa.” kata seohyun serak. Akhirnya leeteuk, taeyeon, dan seohyun keluar dari make up room SNSD itu.

Yesung yang mencari-cari dimana yeojachingu—yuri langsung terlonjak saat yuri tengah berjongkok disudut ruangan. Yesung segera melewati semua hoobaenya dan berjongkok didepan yuri.

“yul, waeyo? Gwaenchana?” yesung langsung memeluk yuri ketika yuri hampir meloroh. Yesung segera merogoh celananya dan menelpon seseorang. Kim heechul.

yeoboseyo, heechul sunbae? … bisakah kau kemake up room snsd di lantai 5? … ne… aku, leeteuk hyung, dan eunhyuk. … anieyo. Disini ada masalah. Ppalli kesini! … ne.” Tut. Yesung kembali memasukkan ponselnya kedalam kantongnya dan kembali mengelus rambut hitam legam milik yuri.

“ada apa ini sebenarnya?” tanya yesung sambil menatap sooyoung.

“aku susah menjelaskannya, oppa. biarkan saja nanti leeteuk oppa yang menejelaskannya padamu.” Jawab sooyoung. Kemudian semua kembali diam.

Tiba-tiba jessica menelepon seseorang.

“kau menelpon siapa, eoh?” tanya tiffany yang membuat semua menatap mereka berdua.

“sehun.” Mendengar nama sehun tiba-tiba luhan mengepalkan tangannya erat.

“ada apa denganmu, oppa?” tanya yoona sambil menyentuh bahu luhan. jessica melirik luhan sejenak, tapi luhan tiba-tiba membuang muka dan mengelus rambut yoona.

“gwaenchana.” Jawabnya singkat. Jessica yang melihat pemandangan itu langsung menggertakkan giginya. Ditambah lagi dengan ponsel sehun yang diangkat oleh operator itu. jessica memutuskan untuk mematikan ponselnya.

“aku rasa… aku harus mencari seseorang.” Kata jessica sambil melepas tangan tiffany.

“nugu?” tanya tiffany sambil kembali menahan tangan jessica.

“mungkin donghae oppa? yunho oppa? baekhyun? Jonghyun? Atau krystal saja deh.” ucap jessica sambil menyebut nama-nama orang yang sangat dia butuhkan jika sedih itu.

“kutemani.” Kata tiffany sambil mengambil tasnya. Tapi jessica menahannya.

“ani. Aku… sedang ingin sendirian.” Kata jessica sambil menekankan kata ‘sendirian’ dengan melirik luhan dengan ujung matanya. yang dilirik hanya membuang muka.

“ta-tapi— heechul sunbae!” semua menoleh ke arah pintu saat melihat lelaki dengan rambut cepak ala peserta wamil berada disana. Senyum jessica mengembang melihatnya. Dia langsung berlari ke arah heechul.

“oppa, temani aku.” Ucap jessica dan tanpa ada persetujuan dari heechul, jessica langsung menariknya keluar dari make up room.

Dan lagi-lagi luhan sesak melihatnya. Dia lebih sesak lagi karena dia tidak tahu kenapa dia bisa sesak begini melihat jessica megandeng lelaki lain.

“ada apa? kulihat taeyeon dan seohyun menangis tadi. Apa kalian semua bertengkar?” tanya heechul saat keduanya berada di atap gedung SM.

“ani. Hanya sedikit masalah.” Ungkap jessica sambil menerawang kedepan. Tiba-tiba heechul ikut berdiri disampingnya.

“kau habis menangis kan?” tebak heechul.

“mwo? Tau dari mana?”

“hei jelas! aku ini kembaranmu, heesica!” canda heechul. Jessica terkekeh pelan.

“apa kau tau aku dan luhan berpacaran dua minggu lalu, oppa?” tanya jessica.

“iya. Donghae memberitahuku lewat surat. Ada apa?”

“kau tau? Sebenarnya dia dan yoona sudah berpacaran 1 bulan yang lalu.”

“mwo?!” teriak heechul kaget. Jessica mendelik kesal.

“oppa, telingaku bisa tuli jika kau berteriak seperti itu.”

“ta-tapi, apa maksudnya?”

“makanya jangan menyelaku dulu oppa.” heechul mengangguk.

“mereka berpacaran dan hanya member exo saja yang tahu. Dan kau tahu oppa? dua minggu lalu luhan kalah dalam sebuah permainan dan teman-temannya memberinya hukuman yaitu memacariku selama 2 minggu. tepatnya tadi. Dan entah, sepertinya ini semua rencana tuhan, aku memutuskannya lebih dulu karena aku tahu dia memilih yoona daripada aku. Dan bodohnya aku, sudah jelas kalau luhan lebih memilih yoona karena yoona itu pacarnya, sedangkan aku bahan mainannya. Yuri yang tidak sengaja mendengar pembicaraan luhan dan yoona, langsung diancam oleh yoona agar tidak memberitahuku…” cerita jessica. Heechul disebelahnya menganga dengan mata melotot tak percaya.

“ba-bagaimana bisa… yoona melakukan hal itu?” tanya heechul tidak percaya. Jessica hanya tersenyum kecut. Dia merasa heechul disebelahnya mengepalkan tangannya.

“o-oppa, apa yang mau kau lakukan?” tanya jessica sambil menahan tangan heechul yang akan beranjak dari atap.

“aku harus memberi pelajaran pada namja brengsek yang telah mempermainkan kembaran seorang heechul.”

Jessica kalang kabut dan menelepon sunny.

“sunny? Yak! heechul oppa akan memukul luhan oppa! … iya, tadi aku bercerita padanya, dan sepertinya dia sangat marah. … ottohkae? Aku tidak mau luhan kenapa napa… … ne, ppalli!” jessica menyelesaikan pembicaraannya dan segera menyusul heechul.

Bug! bug! bugh! Heechul tengah sibuk meninju luhan yang kini tidak berdaya dibawah tubuh heechul. Heechul terus memukulinya walau para member, staf, dan beberapa tamu sudah menahannya. Heechul benar-benar marah karena luhan telah mempermainkan jessica, seseorang yang sangat penting baginya. Ya, dan ‘orang penting’ yang dimaksud heechul adalah seseorang yang lebih dari sekedar keluarga, kerabat, dan sahabat. Dan dalam kategori ‘orang penting’ itu, heechul Cuma memilih jessica, donghae, kibum, hankyung, leeteuk, taeyeon, krystal, sulli, onew, taemin, suho, dan sehun saja. Dan itu berarti tidak ada yang boleh menyakiti ‘orang penting’ itu atau heechul sendiri yang akan turun tangan.

“heechul! Berhenti!” teriak leeteuk untuk kesekian kalinya. Tapi heechul sudah kalap dan terus memukuli luhan yang sudah sangat babak belur. Semua tahu kalau heechul sudah seperti itu, artinya ada dari salah seorang dari ‘orang penting’nya yang disakiti. Sama seperti saat sulli menangis karena minho memutuskannya, heechul langsung kalap memukul minho sampai mereka berdua dihiatuskan dari SJ dan SHINee selama 3 bulan.

“jebal oppa! hajima! Jangan pukul luhan lagi!” teriak yoona sambil terus menangis. Tapi sooyoung dan hyoyeon menahannya.

“OPPA!!!” kali ini heechul benar-benar berhenti saat terdengar jeritan dari belakangnya. Heechul berbalik dan mendapati jessica tengah berteriak. Heechul bangkit dari atas tubuh luhan dan berdiri dengan terengah-engah. Saat dia akan berjalan menuju jessica, tiba-tiba yoona mendahuluinya.

PLAK! Yoona menampar jessica sampai sudutu bibir jessica mengeluarkan darah dan langsung jatuh terduduk di lantai. Jessica terkejut. Begitu pula dengan semua yang berada disana, SNSD, exo, SuJu, F(x), SHINee, staff-staff SM, dan beberapa office.

“unnie!” tiba-tiba krystal langsung berteriak dan langsung berjongkok disamping jessica yang terdiam.

“kau! Gara-gara kau! Kenapa harus ada kau?! Lebih baik kau mati, dasar wanita murahan!!!” teriak yoona sambil menunjuk jessica dengan berlinang air mata.

PLAK! Kali ini yoona yang terperangah saat taeyeon menamparnya. Dia memegang pipinya yang terasa panas dan menatap taeyeon tidak percaya.

“aku kecewa padamu, yoona.” Desis taeyeon. Yoona terdiam sambil memegangi pipinya.

“YAK! kenapa kalian selalu membela wanita murahan itu huh?! Ap–kyaa!” tiba-tiba teriakan yoona terhenti saat tiffany menekan rahangnya. Semua terkejut dengan perilaku tiffany yang tidak pernah semarah itu.

“sekali lagi kau mengatai jessica wanita murahan, tidak segan-segan aku merobek mulutmu, im yoona.” Kata tiffany lalu menghempaskan yoona dengan kasar.

Jessica yang sedari tadi Cuma bisa diam dalam pelukan krystal, langsung berdiri dan menahan tiffany.

“tiff, sudah cukup.” Semua yang berada disana terkejut dengan sikap jessica. Jessica mendekati yoona yang hanya bisa diam.

“im yoona. Aku benar-benar tidak percaya padamu. Apa kau membenciku? Apa kau tidak suka padaku? jika memang benar, aku rela keluar dari so nyuh shi dae.” Perkataan lembut jessica yang terakhir membuat yoona dan semua yang berada ditengah gedung itu terbelalak.

“andwae!!!” teriak seohyun sambil menangis. Kyuhyun menenangkannya dan membawa seohyun pergi dari sana. Kyuhyun bahkan tidak percaya dengan apa yang dia lihat kini.

“aku akan menemui soo man sajangnim dan membatalkan semua kontrak ku asal itu membuat kita kembali seperti dulu.” Lanjut jessica. Yoona terdiam.

“aku pergi dulu.” Tandas jessica lalu segera berlari dari sana. Dia sempat melirik ke arah luhan yang terkulai lemas tanpa ada yang berniat membawanya pergi dari sana. Tapi dengan segera jessica mengalihkan pandangannya dan berlari ke dorm. Dia benar-benar tidak percaya dengan apa yang terjadi hari itu. dimana masanya telah berakhir.

Jessica menulis sesuatu dikamar dorm nya dan meninggalkannya di mejanya. Saat menulis surat itu, wajahnya diliputi oleh air mata yang tidak kunjung berhenti. Jessica menelusuri kamar para member satu-satu dan tangannya bergetar saat memasuki ruang keluarga. Jessica jatuh terduduk di ruang keluarga itu. dia kembali teringat saat pertama kali bersama sebagai member so nyuh shi dae. Mereka canggung sekali karena baru mengenal satu sama lain. Dan satu-satunya yang pertama kali mendekatinya adalah tiffany dan yoona. Setelah itu mereka menjadi akrab satu sama lain dan menjadi dekat juga dengan semua member. Jessica tidak pernah bisa lupa saat dia ulang tahun yang ke 17, semua member SNSD dan member dari grup lain mengerjainya habis-habisan dan memberinya surprise tepat jam 12 malam.

Jessica terisak dalam diam mengenang semuanya. Dia tidak menyangka kalau perjuangannya selama bertahun-tahun harus kandas karena hal ini. jessica menghapus air matanya dan berdiri lalu berjalan ke sebauh pigura yang sangat besar di atas televisi. Jessica tersenyum miris dan menangis. Dia mengacak rambutnya dan menangis sekeras yang ia bisa.

Dipigura itu tampak abstrak karena foto itu diambil diam diam. dan uniknya, walau diambil diam-diam, foto itu nampak indah. taeyeon dan sunny yang sedang berebutan boneka kelinci, tiffany yang diajar dance oleh hyoyeon yang tampak kesal karena tiffany selalu salah gerakan, seohyun yang mengejar yoona yang membawa lari remote tv padahal dia ingin menonton kodok hijaunya –keroro, yuri yang sedang yoga dan dikepalanya ditaruh vas bunga(?) untuk menjaga keseimbangan, sooyoung yang dengan iseng menaruh berbagai macam barang mulai dari piring, gelas, boneka, bunga, dan beberapa makanan disekeliling jessica yang tertidur diatas sofa. Dan yang memotretnya adalah krystal dan sulli yang numpang main disana.

Jessica terus mengacak rambutnya dan berteriak dengan keras. Dia tidak mau meninggalkan keluarganya itu, lebih baik dia mati daripada meninggalkan sahabat-sahabatnya itu.

Luhan. ya, lelaki itu. jessica mencintainya 3 bulan terakhir ini dan yang tahu hanya yoona sebagai teman sekamarnya dulu. Tapi 1 bulan yang lalu yoona bertukar dengan sooyoung. jessica selalu curhat pada yoona betapa senangnya ketika luhan menembaknya. Tapi ternyata dia tidak sadar kalau yoona lah yang dari awal mendapatkan luhan. jujur, jessica bahkan masih mencintai lelaki itu walau dia sudah tahu kalau dia ternyata Cuma bahan mainan.

Setelah puas menangis, jessica segera memperbaiki dirinya dan kembali masuk kekamarnya setelah menatap pigura itu cukup lama. Didalam kamarnya, jessica menghela napas sambil menarik kopernya dari atas tempat tidur. Setelah yakin tidak ada barangnya yang ketinggalan, jessica pun membuka pintu kamarnya dan dengan gontai dia meninggalkan dorm.

“kau yakin dia jessica jung?” tanya seorang pria yang berada didalam van hitam sambil terus menatap jessica yang berjalan menjauhi jessica.

“aku yakin. Cepat jalankan mobilmu sebelum kita kehilangan jejaknya! Aku tidak mau buang waktu dan akhirnya bos yoo memarahi kita.” Ujar pria yang duduk disebelah pria tadi.

“baiklah.” Ujar pria pertama dan mulai melajukan mobilnya itu dengan pelan kearah jessica.

“hahaha, malang sekali nasibmu jessica jung.” Ledek pria kedua tadi dan mengarahkan tangannya kebelakang. Sebuah kode untuk menyuruh beberapa anak buahnya yang duduk dibelakang untuk menyeret jessica masuk kemobil.

Jessica melangkah gontai. Dia masih kepikiran tentang hal tadi. Dia memegang sudut bibirnya yang terluka, agak perih. Jessica memutuskan untuk menelpon seseorang dengan asal.

“yeoboseyo. Ah taemin, kau dimana sekarang? … baguslah, bisa kau menjemputku di dorm ku? … aku ingin ke incheon. … aish sudahlah jangan banyak tanya! … jangan beritahu orang lain! … baiklah aku me—kyaaa! Humpt!” brak! Tiba-tiba ponsel jessica terjatuh begitu saja saat seseorang menariknya masuk kedalam sebauh van hitam dan langsung membiusnya.

“jessica noon—akh!!” samar-samar jessica dapat mendengar seseorang memanggilnya. Jessica membuka matanya sedikit dan melihat seseorang yang dikenalnya juga dibius dan dimasukkan dalam van yang sama dengannya.

Dan jessica tidak tahu apa lagi yang terjadi saat semuanya tiba-tiba menjadi gelap.

 

TBC

 

Aku seneng banget ngebaca commant kalianXD mianhae kalau aku gak ngebalas semuanya, tapi aku baca semua kok^^ gomawo yang udah commant di chapter sebelumnya^^ keep commant shingu!^^

80 thoughts on “[Freelance] (A Regret) (Chapter 2)

  1. keren ceritanya unnie….
    aku sampai di buat nangis… pengen labrak yoona.. sebel.. wah mati saja kau yoona.. #plak
    jessica unnie yang sabar yah, ada sehun yang masih mencintaimu…

    buat luhan oppa, gue tendang deh… #brakk. sadis.

    di tunggu cahpter ke 3

  2. Aku jujur, baru kali ini aku baca ff sampai nangis2 gak jelas ! Biasanya cuman mataQ berkaca2, tapi yg ini parah bgt>_<
    Pengen rasanya gue ngelabrak yoona & luhan
    Kurang ajar bgt seh mereka

  3. haaaaa….. YOONA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    berani sekali kamu mengatai Sica eon wanita murahan!!!
    #ngambil golok siap2 mau bunuh Yoona sama Luhan.. *KiDD*
    Wah… maaf baru comment thor, abis terlalu kesal sama tingkah Yoona!!! *gerogotin laptop*
    Daebak Thor!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s