Project Fanfiction

Hai. Aku dateng mau ngasih kabar nih. Karena Social Media Love Story masih dalam proses penulisan sambil mencari diksi yang menarik dan feeling yang bisa disampaikan lewat tulisan. Aku rencananya mau bikin fanfiction. Ini ada dua. Masing masing aku kasih cuplikan atau apasih namanya lupa.

***

Que Espera

Kyungsoo—Jessica

“Jess,  kuperingatkan. Kita baru sampai di tempat ini.Dan kita belum tahu apapun tentang tempat ini. Jangan mendengar gossip dari anak-anak, apalagi tentang misteri” gadis berambut hitam panjang dengan mata sipit yang berada dibelakang Jessica terus mengoceh dengan suara yang dia harap kecil tapi tetap saja terdengar lantang.

“Shht.  Kau diam saja” Jessica tetap melangkah namun dengan hati-hati.

“Oh ayolah. Bagaimana bias aku diam? Tempat ini gelap dan aku benci itu. Aku tidak akan berhenti mengoceh sampai—Krek” sepertinya kaki Tiffany menginjak salah satu kayu tua yang sudah renyot.

Jessica hanya meruntuki dirinya dalam hati, menyesal mengapa dia harus memilih Tiffany sebagai orang yang menemaninya untuk ke rumah tua tersebut?

Satu-satunya cara teraman adalah menggunakan jurus maju seribu langkah atau lebih dikenal dengan lari terbirit-birit. Namun sayang, langkah Jessica tertahan karena mendengar pintu terbuka. Terdapat pria bermata besar dan duduk disebuah kursi roda.

“J-jess.L-le-lebih b-baik k-kita” suaranya sudah terputus-putus saat melihat ada pria asing dihadapan keduanya.Ya, Tiffany memang sangat takut dengan hal-hal yang berbau mistis. Apalagi dia sudah mengambil kesimpulan bahwa pria itu merupakan makhluk gaib.

Kaki jenjang Jessica seakan tertancap kuat di lantai kayu itu. Entah apa yang membuatnya tidak ingin pergi, meskipun sebenarnya rasa takut itu ada.

“Jung Sooyeon” bisik pria itu parau. Wajahnya yang kotor dan pakaian yang lusuh membuatnya tampak semakin misterius.

Jessica tersentak saat mendengar pria itu memanggil nama koreanya. Padahal tidak semua orang mengetahui nama tersebut. Tiffany sendiri baru ia beri tahu akhir-akhir ini. Itu membuatnya semakin penasaran dengan sosok lelaki dihadapannya.

“Jung Sooyeon”dia menghela nafas panjang, “akhirnya kau kembali”

***

Dominoes

“I’ll fall for you, you’ll fall for another”

Donghae—Jessica—Myungsoo

 

Lampu di ruangan itu telah dipadamkan sejak 30 menit yang lalu. Namun, wajah kedua insan manusia ini masih diterangi oleh sinar dari televisi yang masih menyala. Memutar film My Heart dengan volume kecil. Keduanya duduk dengan tubuh yang ditutupi oleh pakaian tidur dan selimut pink milik Jessica. Kepala Jessica memberati bahu kanan pria yang ada disebelahnya, Lee Donghae.

“Film ini, gambaran dari kisah kehidupanku. Bagaimana aku diposisikan sebagai Rachel, hanya seorang sahabat yang memiliki rasa lebih terhadap sahabatnya” suara Jessica sangat lembut saat membisikan kalimat tersebut.

Donghae mulai memasang telinga. Dia tahu, ini akan menjadi malam yang panjang dalam sejarah hidupnya.

“Aku mencintai sahabatku. Tapi dia mencintai gadis lain. Dia belajar terbang dengan burung untuk menemui burung di puncak gunung. Dia tidak menyadari bahwa selama ini yang mengajarinya, dan berada disisinya merupakan burung juga” lama-lama suaranya sedikit meninggi, dan diakhiri dengan helaan nafas panjang.

Dengan lengan kirinya, Donghae merangkul Jessica dan mengelus lengan kiri gadis tersebut. Dia harus tampak baik-baik saja meskipun kenyataannya tidak demikian.

Sebenarnya dia yang lebih tersakiti.

Donghaelah yang menanggung sakit yang paling hebat.

“Donghae, apa kau pernah merasakan seperti apa yang kurasakan?” Jessica menengadahkan kepalanya. Menatap mata Donghae yang masih lurus menatap televisi.

Untuk sejenak dia terdiam, “Ya. Aku pernah”

Sesungguhnya aku sedang merasakannya, bukan pernah.

“Dengan siapa? Seorang sahabatmu?” tampaknya omongan Donghae menarik perhatiannya.

“Seorang gadis. Kami layaknya domino. Aku jatuh cinta padanya, dia jatuh cinta kepada yang lain”

“I fall for you, you fall for another” Jessica menatap mata sahabatnya itu dengan lembut. Tanpa menyadari bahwa tatapan yang dibalas oleh pria berambut hitam itu bukan hanya tatapan yang menyiratkan kasih sayang sebagai sahabat. Namun lebih.

Yes, you’re right Jessie. I fall for you, You fall for Myungsoo.

***

Jadi, pilih yang mana?

5 thoughts on “Project Fanfiction

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s