Childhood

tumblr_msiyfnocRG1qe8ix7o1_500

1146681_3416876917769_1135432656_n

 Minseok and Sooyeon

.

Bertubuh kecil, memiliki kulit yang putih, rambut cokelat, dan juga pipi yang chubby seringkali membuat orang-orang yang melihat gadis itu merasa gemas. Ditambah lagi dengan wajah polosnya. Gadis berumur lima tahun itu hanya celingak-celinguk dengan tangan kanan yang digenggam oleh sang ibu.

 

Dengan tas punggung bergambar barbie seperti yang anak perempuan seumurannya suka, dia berdiri disamping sang ibu. Jika dilihat, tingginya hanya sepinggul ibu-nya.

 

“Sooyeon sayang, ini sekolahmu” sambil berjongkok, ibu-nya mengusap pipi merah anaknya. Sekaligus menyamarkan bedak agak Jessica tidak terlihat terlalu putih.

 

Sooyeon tidak berkata apapun, dia lebih memilih memperhatikan tangan ibunya yang kini beralih ke dasi ungu yang melingkar di lehernya. Dia tidak mengerti, mengapa semua anak yang seumuran dengannya memakai pakaian yang sama?

 

“Eomma, kenapa semua pakai baju sa—“ omongannya terpotong karena tiba tiba ada tubuh seorang anak laki-laki yang menghantam tubuhnya hingga keduanya terjatuh.

 

Melihat pakaiannya kotor terkena pasir, dia langsung menangis. Dan laki-laki kecil itu juga menangis, karena dahinya terluka. Spontan kejadian itu menarik perhatian orang orang yang ada disekitar.

 

“Mianhamnida” ibu dari laki laki berpipi gembul itu menunduk berkali kali sebagai tanda permintaan maaf.

 

Ibu Sooyeon tersenyum sambil menggendong putri kecilnya, “Ah tidak apa. Ini ketidak sengajaan”

 

Setelah dahi anak lelaki itu diobati, ibunya kembali menemui ibu Sooyeon. Hingga mulailah terjadi percakapan diantara keduanya. Konversasi antara ibu rumah tangga yang membuat  Sooyeon dan laki-laki kecil itu tidak mengerti.

 

Lalu muncul seorang wanita dengan wajah penuh semangat dan rambut cokelat yang dikuncir kebelakang. Di dadanya terpasang name tag ‘sunny’ dengan gambar matahari kuning yang disukai anak-anak. Tentu saja dia tak lain adalah guru yang mengajar disana,

 

“Anak-anak, ayo berbaris!”

 

Para ibu menggiring anaknya untuk berbaris. Meskipun ada beberapa anak yang nangis karena tidak ingin ditinggal oleh orang tuanya, tetapi anak laki laki itu tidak. Dia malah tampak tersenyum dan bersemangat karena memang sejak kecil dia ingin sekolah. Sementara Sooyeon masih seperti anak yang lain, menangis, meminta kepada ibunya untuk tetap disisinya.

 

Tapi sepertinya balon kuning bisa membuat anak anak diam dan tidak perduli lagi, ada atau tidaknya orang tua mereka disisi mereka.

 

Sampai sekitar 15 menit mengatur barisan hingga rapi, dan mereka memasuki kelas dengan memegang bahu teman yang ada didepan mereka.

 

“Tunggu” kebetulan laki-laki itu memegang bahu Sooyeon, dan mereka berdua berada dibarisan paling akhir. Laki laki itu berhenti dan membuat Sooyeon ikut berhenti pula, lalu memutar badannya.

 

“Apa?” dengan polosnya Sooyeon menatap manik mata laki laki bername-tag ‘Minseok’ tersebut.

 

“Aku, ma-maaf. Sudah buat kamu jatuh, sakit kan?” dengan hati hati Minseok meminta maaf atas kejadian 2 jam silam.

 

Sooyeon tersenyum dan menggeleng, “Enggak apa apa kok. Aku gak sakit, tuh gak luka” dengan ekspresi lucunya, Sooyeon memperlihatkan kedua kaki dan tangannya untuk meyakinkan bahwa dia benar benar tidak apa.

 

Tangan Minseok memperlihatkan bunga matahari yang ia petik didekat gerbang sekolah, “Ini, maaf dariku”

 

Dengan tangan kanannya, Sooyeon meraih bunga itu dan tersenyum, “Kamu tidak salah. Dan terima kasih bunganya”

 

“Iya. Sooyeon jangan nangis lagi ya. Mama Sooyeon tidak pergi kemana mana. Minseok ada disini bersama Sooyeon” dengan bahasa anak kecil, dia berusaha mengutarkan bahwa dia ingin menjaga Sooyeon.

 

Perlahan semburat pink menghiasi pipi Sooyeon.

Ini pertama kalinya jantungnya berdebar begitu cepat.

Sekalipun dia tidak mengerti apa maksud dari perkataan Minseok

19 thoughts on “Childhood

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s