Suckmmer (Part B-END)

SUCKMMER KRISSICA

Suckmmer (Part B-END)

By wolveswifeu

Starring

Kris | Jessica

Genre

Sad-Angst-Romance

Disclaimer

Also published in others blog with different casts

Poster by

Jung Ah Ra

Wolveswifeu’s New Fiction, Suckmmer (Part B)

“Aku mengidap AIDS.”

                “Bohong!” Tolak Jessica. Dia menggeleng tidak percaya, bagaimana bisa? Jessica menatap manik mata Kris dengan dalam. Mata milik Jessica sudah mulai membendung air matanya sendiri. Dia mengepal kedua tangannya kuat-kuat, seolah menahan amarah. Ya, Jessica marah. Dia merasa di bodohi oleh kekasihnya sendiri.

“Aku tidak—“

“Cukup! Cukup, Kris!” Balas Jessica. Dia berdiri, air matanya pun terjatuh. “Aku kecewa!” Lanjut Jessica lalu pergi dari hadapan Kris.

                Jessica berbaring di atas kasur yang terletak di kamar hotelnya tersebut. Dia memeluk bed cover yang berwarna putih tersebut sambil menggigit-gigitnya. Bed cover itu pun basah oleh air matanya. Masalah Kris mengidap penyakit seperti itu bukan hal penting bagi Jessica. Dia hanya merasa di bodohi, kenapa dia tidak menyadarinya?

Pintu kamar terbuka. Jessica menoleh sebentar. Ah, Kris, batinnya lalu membuang pandangannya lagi ke arah lain. Kris berjalan ke tempat Jessica lalu duduk di sebelahnya. Dia memegang pundak Jessica.

“Maafkan aku,” Ucap Kris. Jessica diam, diam seribu kata. Kris menghelakan nafasnya dan melepaskan pegangannya dari pundak Jessica. “Maaf, aku sudah membohongimu.” Lanjut Kris.

Jessica bangkit dari posisinya lalu duduk di sebelah Kris. “Mengapa berbohong?” Tanya Jessica.

“Aku tidak mau membuatmu,” Kris menggantungkan perkataanya. Sepertinya dia sedang berpikir.

“Apa?” Tanya Jessica.

“Kecewa?” Lanjut Kris yang jauh lebih terkesan sebagai pertanyaan.

“Asal kau tahu,” Kata Jessica yang terdengar dingin oleh Kris. “Aku jauh lebih kecewa ketika kau tidka memberi tahuku.” Lanjut Jessica lalu berdiri dan berjalan ke balkon. Kris mengikutinya.

                Jessica berdiri di balkon tersebut. Melihat pemandangan pantai  di malam hari, angina berhembus pelan membuat rambut lembut Jessica berterbangan pelan. Kris –yang sedari tadi sudah di belakang Jessica. Dia mengambil beberapa helai rambut Jessica dna menghirup harumnya.

“Jessica-ah.” Panggil Kris. Tidak ada jawaban, yang terdengar adalah isakan Jessica yang baru saja dimulainya.

“Sica?” Panggil Kris lagi, Jessica memutar tubuhnya sehingga berhadapan dengan Kris.

“Kita,” Ucap Jessica lalu menatap mata Kris. “Tetap akan menikah-kan? Kau sudah janji-kan?” Lanjut Jessica. Kris memeluk Jessica, mengelus-elus kepala belakang Jessica dan menciumi rambutnya.

“Iya, kita akan tetap menikah.” Balas Kris. Mendengar jawaban itu-pun Jessica membalas pelukan Kris. Dia memeluk Kris dengan erat sambil mengangis di bahunya.

“Sudah, jangan menangis.” Ucap Kris. Jessica mengangguk pelan.

                Jessica tertidur pulas di dada Kris. Kris masih belum tidur. Dia memerhatikan tembok putih polos di hadapannya. Bibirnya semakin pucat, tubuhnya semakin mengurus, hidupnya semakin berkegantungan kepada obat-obatnya. Sudah dua tahun belakangan ini Kris merasakan virus di tubuhnya mulai aktif.

Lahir dari rahim milik wanita malam itu bukanlah kemauan Kris. Sungguh sakit kenyataannya untuk mengingat seluruhnya, mengingat bagaimana caranya Kris tercipta di dunia ini oleh karena hubungan ibunya dengan seorang pria yang tidak dikenal yang ternyata memiliki virus tersebut.

Malangnya Kris.

Air matanya pun terjatuh diluar kendalinya. Mengalir di pipi milik Kris hingga dagunya. Kris mengelus kepala Jessica lagi. Kris betul-betul mencintai yeoja dihdapannya ini. Sangat.

                Tanpa terasa ini sudah hari terakhir mereka di Honolulu. Jessica membereskan seluruh barang bawannya ke dalam koper, begitupun Kris. Kris sedang mengambil tas kecilnya dan –BRUK! Ternyata tas tersebut memiliki lubang yang lumayan besari dibawahnya, seluruh barang yang berada di ta situ bertebaran di atas lantai. Kris menunduk dan mengambil barang-barangnya. Jessica yang melihat segera membantu Kris.

                “Sepertinya kita harus membeli yang baru, haha.” Canda Jessica.

“Tentu!” Balas Kris juga.

Gerakkan tangan Jessica memelan ketika hampir mengambil sebuah kotak merah yang berbahan bludru itu. Kris heran dan melihat arah tangan Jessica. Matanya melebar, ini bukanlah sebuah kejutan lagi. Dengan cepat Kris mengambil kotak itu dan memasukkannya ke dalam saku jaketnya.

“Kris?” Panggil Jessica.

“Kenapa? A—ada apa?” Tanya Kris dengan gugup.

“I—itu apa?”

“Hhhhh,” Kris menghelakan nafasnya dan memejamkan kedua matanya. “Jessica-ah, aku akan melamarmu setiba kita di Seoul nanti.”

END

NEXT SEQUEL (RED AUTUMN)

30 thoughts on “Suckmmer (Part B-END)

  1. Waaah, haru kkk~
    seneng aja gtu, pnyakit Kris g d.prmsLahkan n g jdi pnghaLang
    mantep,
    Fighting ya buat kmu n karya” kmu ^^

  2. wah trharu akhir’a pnyakit’a gk jdi pghlang bwd mreka ttep brsatu… tp ni kpendekan apa y thor… apa ada sequel…. smg ditgu loh..

  3. yaampun, semua rasa dapet saat baca ff ini._.b kereen. tapi knapa kris hrus pnya penyakit itu sih?-_- miriss. keep updating thor. i’m waiting forward for your fanfiction. thank you(:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s