[Freelance] (A Regret) (chapter 4)

Title : A Regret

Author : Jung Yoo Rey

Leght : Chaptered

Rating : PG 15

Genre : sad, friendship, tragedy, hurt, angst

Cast : Jessica Jung, Xi Luhan, Im Yoona, Oh Sehun

Support Cast : All Member SM, etc

Disclaimer : all cast do not belong to me but everything is my bias especially jessica jung. This fanfiction is mine completely!

Prev chap 4.

“KYAAA!! SEHUN-AH! OH SEHUN!” jerit jessica ketakutan. Air matanya mulai mengalir dengan deras saat lelaki kurus itu menyeretnya kebelakang papan besar.

“LEPASKAN JESSICA! KUMOHON! LEPASKAN DIAAA!!!” teriak sehun juga sambil tangannya sibuk mengiris tali yang mengikat pada tangannya. dia tidak sadar kalau cutter itu mengiris tangannya beberapa kali hingga mengeluarkan darah.

“SEHUN-AH!!! JEBAL LEPASKAN AKU! YAAAK! Apa yang kau lakukan, nappeun namja?! akh!” sehun tau jika jessica sedang kesakitan dan berusaha melepaskan diri dari namja kurus itu. “KYAAA! SEHUN-AAH!!! SEHUN!!! JEBAL!!” jeritan-jeritan jessica sangat mengiris hati sehun. Air mata sehun mulai keluar.

“JESSICA! SICA-AH! JESSICA!” teriak sehun. Dia tidak menggunakan embel-embel ‘noona’ lagi saking kalang kabutnya. Air matanya mengalir deras. Ya, sehun menangis.

“arkh… jebal… jebal…” gumam sehun sambil terus mengiris tali yang mengikat tangannya. darah terus mengalir dari tangannya karena cutter sehun selalu mengenai kulitnya sendiri.

“AKH! KYAAA! LEPASKAN AKU! AKH!!!” air mata sehun mengalir semakin deras saat mendengar jeritan kesakitan milik jessica.

“jessica… jessica noona… ANDWAE! ANDWAEEE! JESSICA-AH! SICA!!!” histeris sehun saat mendengar desahan(?) yang dikeluarkan oleh lelaki kurus itu beserta jeritan kesakitan jessica.

“ANDWAE!!! JEBAL! LEPASKAN JESSICA!!! ANDWAEEE! ANDWAE!” teriakan sehun menggelegar di ruangan kotor itu. sehun dapat mendengar jessica menangis kesakitan. Hatinya ikut menangis. Sehun menggenggam erat cutter ditangannya sampai tangannya berdarah. Tidak sakit, hatinya lebih sakit mendengar jeritan jessica.

Sehun menangis keras sambil menendang-nendang kasar udara kosong didepannya. Sekarang dia tidak nampak seperti ‘oh sehun’ exo. Keadaannya sekarang benar-benar mengerikan.

Sehun terus berusaha memotong tali itu. sebenarnya kalau dia tenang, tali itu akan terpotong dengan cepat. Tapi sehun lebih memilih kalang kabut.

Bruk! Sehun mendengar suara seseorang dijatuhkan berbarengan dengan jeritan kesakitan jessica. Sehun langsung panik dan langsung mengerahkan seluruh tenaganya untuk memotong tali yang mengikat tangannya. alhasil, tali itu langsung terpotong dan sehun langsung berlari ke belakang papan itu.

Krek, brak! Bad Timing! Tepat saat sehun datang ke belakang papan itu, si lelaki kurus langsung keluar dan mengunci pintu besi itu dari luar. Sehun tidak peduli, matanya sekarang menatap nanar ke arah jessica yang awut-awutan.

Sehun jatuh berlutut di depan jessica yang mengerang kesakitan sambil terus terisak.

Mata sehun tertuju kearah selangkangan jessica yang berdarah. Menandakan kalau lelaki kurus itu… memperkosanya.

Sehun menatap yeoja blonde yang dicintainya itu tengah terkulai lemas sambil menangis terisak. sedetik kemudian sehun dapat merasakan ribuan ranjau menusuk kedalam dadanya.

“je-jessica…” gumam sehun dengan suara bergetar.

“urkh… se-sehun-ah… hiks”

Tes. Air mata sehun kembali mengalir saat mendengar suara lemah dan isak tangis jessica. Dadanya serasa dihantam oleh batu berkali-kali. Sesak dan sakit.

“noo-noona-ah… a-apa ya-yang dilakukan oleh namja itu pa-padamu?” tanya sehun pelan.

“sehun-ah… aku takut….” bukannya menjawab, jessica malah kembali terisak.

Air mata sehun menetes dengan keras. Terserahlah orang mau mengatainya namja cengeng atau apa, yang jelas perasaannya saat ini sangat sakit.

Perlahan sehun menarik pinggang jessica dan menariknya kepelukannya. Walau jessica sempat merintih kesakitan tapi saat sehun memeluknya, rasa sakitnya tiba-tiba menghilang diganti menjadi rasa hangat.

“aku… aku akan melindungimu noona. Apapun yang terjadi… aku akan terus melindungimu.” Ucap sehun pelan sambil mengelus rambut blonde jessica pelan. mencoba membuat jessica tenang.

Jessica tertegun dengan perkataan sehun. Jantungnya berdetak lebih cepat. Jessica langsung balas memeluk sehun sambil menangis dikemejanya.

“menangislah sepuasmu noona. Aku ada disini, melindungimu.” Gumam sehun sambil air matanya ikut turun. Isakan jessica mampu membuat oh sehun yang terkenal dingin menjadi oh sehun yang cengeng.

Sehun mengelus rambut jessica. dia mungkin tidak tahu seberapa sakit hati jessica, tapi yang sehun tahu hanyalah dia harus menjadi penyembuh dari rasa sakit di hati noona yang sangat dia cintai itu. tapi bisakah dia menggantikan posisi luhan? akankah jessica mencintainya? Maukah jessica melupakan luhan untuk dirinya? tapi sehun yakin, hati jessica hanya untuk luhan. jessica yang selalu tersenyum bahagia ketika mennyebut nama luhan, jessica yang selalu tersenyum manis ketika melihat luhan, jessica yang selalu tersenyum lembut ketika berbicara dengan luhan, dan jessica yang tidak akan mengalihkan pandangannya pada luhan sedetikpun. Sehun tahu itu, dan dia biarkan dirinya merasa sakit ketika melihat senyum yang sangat dia sukai itu dimatanya. Namun sayangnya senyum itu hanya selalu untuk luhan. bukan dirinya yang bahkan sukarela tersenyum setiap detiknya hanya untuk yeoja blonde itu. karena hanya seorang xi luhan yang dapat membuat seorang jessica jung merasa hancur seperti sekarang ini. dan hanya seorang xi luhan lah yang mampu membuat seorang jessica jung menjadi seorang ratu yang sangat cantik dimata semua orang. Namun luhan salah, dia menyia-nyiakan sang ratu yang tanpa sadar telah membuat sang ratu kembali menjadi rakyat biasa.

Selang berapa menit, tiba-tiba pintu besi itu terbuka dan seorang pria besar dan pria kurus yang memperkosa jessica masuk.

Sontak jessica langsung mengeratkan pelukannya pada sehun. Sehun langsung menatap namja kurus itu dengan tatapan siap membunuh.

“bodoh! Kalau kau membuatnya menangis seperti itu, bos yoo akan menghajar kita! Apalagi kau memperkosanya. Dasar bodoh!” bisik pria besar ke pria kurus itu sambil memukul kepalanya.

“cih, tidak apa. bos yoo tidak menginginkan badannya, kan? Hahaha!” tawa namja kurus itu. sehun yang mendengarnya langsung naik darah.

“APA YANG KAU LAKUKAN PADA JESSICA?!” teriak sehun keras membuat jessica makin takut. Dia memeluk sehun semakin erat.

“wah, anak ingusan ini berani juga. Tapi sayangnya aku hanya bisa bermain sedikit padamu, karena aku masih punya banyak tugas penting, bocah.” Ejek namja kurus itu.

“hey, cepat bawa yeoja itu pergi. Biar aku yang mengurus bocah ingusan ini.” lanjutnya ke namja besar disampingnya.

Sehun yang mendengar itu langsung memeluk jessica dengan erat. jessica sendiri terus berdoa dalam hati.

“mau kau bawa kemana jessica?!” tanya sehun yang lebih ke membentak.

“jangan ladeni pertanyaannya. Cepat bawa saja! Kau ingin kita dihabisi oleh bos yoo jika tidak membawanya cepat-cepat?!” bentak namja kurus itu ke namja besar disampingnya. Dengan cepat namja besar itu mendekati jessica dan menariknya.

“jangan sentuh jessica!” teriak sehun sambil menepis tangan namja besar itu.

Namja kurus itu langsung mendekati sehun dan menariknya dari jessica. Jessica langsung terlepas begitu saja dari sehun.

“se-sehun-ah!” pekik jessica sambil mencoba menggapai sehun yang ditahan oleh namja kurus itu.

Namja besar itu langsung menarik jessica dengan paksa. Jessica yang masih lemas dengan cepat langsung terseret oleh namja besar itu.

“jessica!!! Tunggu aku, arrasseo?! Aku sudah berjanji untuk melindungimu! Jadi tunggu aku! Saranghaeyo noona!!!” teriak sehun bertepatan dengan jessica yang menghilang dibalik pintu.

Jessica tertegun dengan kata terakhir sehun. Dengan ganas jessica segera memberontak untuk melepaskan tangannya dari namja besar itu.

“lepaskan aku!” teriak jessica sambil menghentakkan tangannya. namja besar itu menyeringai dan mengeluarkan sapu tangan dari kantong celananya dan menempelnya ke mulut jessica. Lima detik kemudian jessica sudah tidak sadarkan diri.

Sementara itu sehun dalam keadaan tidak berdaya karena namja kurus itu terus memukulnya dan tidak memberinya kesempatan untuk melawan.

“cuih, bocah ingusan sepertimu dengan tangan kosong pun bisa.” Ejek namja kurus itu sambil menendang perut sehun untuk terakhir kalinya. Dan lebih keras sampai sehun mengeluarkan darah dari mulutnya.

“uhuk!” sehun memegangi perutnya yang ditendang habis-habisan oleh namja kurus itu. sehun merasa namja kurus itu menajuhinya dan berjalan kearah pintu.

Krek, brak. Namja kurus itu menghilang dari pandangan sehun. Sehun berusaha mengumpulkan tenaganya sampai dia mendengar suara deru mobil. sehun membulatkan matanya dan berdiri sekuat yang dia bisa. Dia berlari terpincang menuju pintu dan melihat mobil yang membawa jessica sudah berbelok ditikungan.

“jessica… tunggu aku.” Lirih sehun.

Luhan’s side.

Luhan sedari tadi hanya berdiri di ambang pintu dorm snsd karena mendengar percakapan didalam sana. Wajah luhan nampak memar akibat pukulan heechul.

“apa yang harus kulakukan sekarang…” gumam luhan sambil mengacak rambutnya. Dia memutuskan untuk berbalik tapi seseorang yang dikenalnya mengahadangnya.

“do-donghae hyung, heechul hyung…” lirih luhan. luhan membungkukkan badannya.

“tidak usah terlalu formal luhan-ssi. Aku hanya ingin bertanya padamu.” Kata donghae.

“bicara apa hyung?” tanya luhan.

“apa yang kau lakukan pada jessica?” tanya heechul cepat. Tapi donghae meliriknya kesal.

“hyung-ah! Jangan menyerobot! Kita ini mau bertanya baik-baik. Dan awas kalau kau memukulnya!” delik donghae. heechul hanya memonyongkan bibirnya kesal. seandainya yang berbicara begitu bukan donghae, heechul sudah pasti memukulnya.

“eng, luhan-ssi, aku, eh kami ingin bertanya. Apa yang kau lakukan pada jessica hingga.. terjadi masalah seperti ini?” tanya donghae hati-hati.

“aku…” luhan pun mulai menceritakan semuanya ke donghae dan heechul yang hanya bisa melongo mendengar cerita luhan. luhan juga menceritakan bagaimana perasaannya yang menolak perkataan yoona.

“… jadi begitu hyung. Tapi sebenarnya aku tidak mengerti kenapa aku sekarang sangat mengkhawatirkannya. Aku takut terjadi apa-apa padanya. aku bahkan ingin sekali berada dipihaknya, tapi sekarang aku adalah ‘orang yang bersalah’.” Cerita luhan.

“kau mencintainya, lu.” Komentar donghae ketika luhan memberitahu perasaannya saat ini.

“mwo?!” pekik luhan dan heechul.

“ya. bagaimana perasaanmu saat kau dan jessica jalan bersama?” tanya donghae.

“waktu itu entah kenapa aku merasa senang. Aku merasa enjoy karena jessica noona menyenangkan dan tidak terlalu formal. Dia bertingkah kekanak-kanakan dan membuatku merasa tenang bersamanya.” jawab luhan.

“apa yang kau rasakan ketika jessica memutuskanmu?” tanya donghae lagi.

“waktu itu… aku merasa tidak terima. Hatiku berkata kalau aku harus mempertahankannya dan melepaskan yoona. Tapi egoku berkata kalau aku harus mengakhiri permainan ini.” jawab luhan lagi.

“apa yang orang butuhkan jika ingin mencintai seseorang?” tanya donghae lagi.

“yang orang butuhkan untuk mencintai? Hem tentu saja orang membutuhkan hati!” jawab luhan lagi.

“bingo! Hatimu berkata kalau kau harus mempertahankan jessica, kan?”

Kali ini luhan tertegun. sekarang dia tahu. Dia sadar kalau dia sekarang mencintai jessica, bukannya yoona yang selalu mengekang dan memaksanya layaknya bos dan anak buah!

“aku… aku tahu sekarang… aku mencintai jessica noona…” lirih luhan.

“nah! Apa kubilang! Oh ya, apa kau..—”

“yak donghae-ah! Apa kau sedang menginterogasi luhan? kenapa dari tadi kau bertanya terus? Aku jadi bosan!” sela heechul kesal karena sejak tadi donghae bertanya terus ke luhan.

“hyung, jika aku membiarkanmu bertanya, aku yakin memar diwajah luhan akan bertambah.” Kata donghae malas.

“ck.” Decak heechul sambil meninggalkan donghae dan luhan.

“jadi lu, kau sudah tahu tentang jessica?” tanya donghae.

“dia… keluar dari snsd?”

“belum. Dia belum mengatakannya pada soo man sajangnim. Aku yakin soo man sajangnim tidak menyetujuinya.”

“aku juga berpikir begitu.” tanggap luhan.

“YAAAK!!!” donghae dan luhan langsung menoleh ke arah heechul yang jatuh terduduk sambil menghadap ke lift. Donghae dan luhan segera berlari ke arah heechul.

“a-ada apa hyung?” tanya donghae sambil menyentuh punggung  heechul. Heechul langsung menunjuk kedalam lift. Luhan dan donghae mengikuti arah tunjuk heechul. Luhan dan donghae membulatkan matanya.

“oh sehun!”

Sinar mentari mulai menyinari kota seoul. Sinar ultraviolet halus mulai menyusup kedalam jendela dorm snsd. Membuat puluhan mata terbuka. Puluhan? Yup. sekarang dorm snsd sudah seperti dorm untuk anak SM. Member F(x), exo, Super Junior, dan SHINee semua berada disana. Tapi member F(x) tidur dikamar para member snsd. Dan member exo, Super Junior, dan SHINee tidur di ruang tengahnya. Mereka rela saling menindih(?), tentunya karena jessica yang hilang dan sehun yang pingsan didalam lift kemarin malam.

“eugh…” gumam suho sambil merentangkan tangannya.

Bug! tanpa sengaja tangan suho menghantam(?) kepala lay dan langsung membuat lay tersontak.

“akh! Yak hyung!” pekik lay sambil memegang kepalanya. Suho hanya cengingiran sambil mencoba untuk bangun. Tapi tidak bisa, ada beberapa tangan yang menunmpunya.

“urkh. Kenapa mereka senang sekali menjadikanku bantal…” gerutu suho sambil menggoyang-goyangkan badannya. Tapi tidak ada perubahan.

Suho meratapi nasibnya yang dijadikan bantal oleh para namja namja itu. chanyeol memeluknya(?) disisi kiri, baekhyun memeluknya dari sisi kanan, eunhyuk tidur dikakinya, dan onew memeluk kakinya.

Disisi lain, taemin sedang berperang dengan minho dengan mata tertutup. Bagaimana tidak, minho terus saja menendang taemin layaknya taemin adalah bola. Dan dimimpi taemin dia sedang bermain taekwondo(?) dan terjadilah aksi perang dengan kaki mereka(?).

Donghae tertidur dengan pulas dipunggung leeteuk. Heechul mengikuti donghae dengan tidur dikaki leeteuk.

Ryeowook, sungmin, kyuhyun, chen, dan tao adalah pemilik posisi ternyaman. Di atas sofa ruangan itu mereka tidur sambil berselojor(?) kaki di atas meja.

Xiumin, kris, kai, kang in, siwon, dan jonghyun dengan bijaksananya memilih tidur sambil duduk bersandar di rak buku.

Kyungsoo, shindong, dan yesung selojoran di dapur dorm. Mereka lebih memilih tidur di dapur daripada harus saling menindih di ruang tengah.

Sementara sehun dan luhan? mereka tidur di kamar jessica. Sooyoung lebih memilih tidur bersama tiffany, sulli, krystal, di kamar tiffany..

Sehun tentu harus berbaring diranjang karena tubuhnya yang penuh memar. Luhan memilih untuk menemani dongsaeng kesayangannya itu.

“lay-ah… bantu aku mengangkat namja namja ini.” gumam suho sambil terus menggoyangkan badannya.

“zzrkh… zzrkh…” lay membalasnya dengan dengkurannya yang menandakan dia kembali tertidur. Suho mendecakkan lidahnya.

Dengan paksa dia menggoyangkan badannya hinga 4 namja yang bertumpu padanya itu terlepas darinya. Dengan cepat suho langsung loncat bangun saat tangan chanyeol siap untuk memeluknya lagi. alhasil, sekarang baekhyun lah yang terkurung dalam pelukan menyesakkan chanyeol. Dan bukannya melepaskan diri, baekhyun malah balas memeluk chanyeol(?).

Jinjja… baekyeol is real… gumam suho dalam hati sambil menahan tawanya.

“joonmyun, sudah bangun?” suho membalikkan badannya dan mendapati leeteuk yang sedang memperbaiki letak tubuh donghae dan heechul agar kepala dua dongsaengnya itu tidak menghantam lantai jika dia tiba-tiba mengangkat badannya.

Benar-benar hyung yang baik. Batin suho kagum.

“eh, ne. Waeyo hyung?” tanya suho.

“kau mau menemui sehun, eoh?” tanya leeteuk lagi.

“sehun? Oh ya, aku harus mengecek keadaannya dulu. Ada apa hyung?”

“aku ikut. Aku rasa sehun tau sesuatu.”

Suho mengangguk dan dengan sengaja dia menendang kaki taemin dan minho yang sedari tadi berperang agar dia bisa lewat.

Leeteuk mengikuti suho masuk kekamar jessica dan sooyoung untuk menemui sehun dan luhan.

Setelah menutup pintu, leeteuk dan suho langsung mengedarkan pandangannya dan melihat sehun yang masih terkulai lemas dan luhan yang tidur di kasur sooyoung.

Dalam hati suho dan leeteuk, mereka sebenarnya menggerutu karena sehun dan luhan dapat tidur dengan nyaman di atas kasur dengan penghangat ruangan. Sedangkan mereka? Harus menjadi sasaran teman-temannya. Mana harus tidur di lantai yang dingin pula.

Suho dan leeteuk mendekati sehun. Mereka berdua duduk di sofa samping kasur itu.

“hyung…” lirihan sehun membuat suho dan leeteuk tersontak. Mereka berdua langsung menghambur ke arah sehun yang ternyata sudah bangun itu.

“apa yang terjadi sebenarnya, sehun-ah?” tanya suho lembut.

“jessica… jessica noona…” sehun membuka matanya yang memerah karena air mata. Sehun mengubah posisinya menjadi duduk walau kepalanya terasa pusing.

“ada apa dengan jessica?” tanya leeteuk yang mulai diliputi rasa takut.

“aku…” sehun menceritakan semuanya pada leeteuk dan suho yang hanya bisa terdiam. Mereka berdua tidak tahu harus bagaimana menanggapi cerita sehun tersebut. Yang jelas apa yang dikatakan sehun pasti benar.

“aku… aku tidak tahu harus bagaimana hyung… hiks” lirih sehun sambil menangis. Suho menatap sehun prihatin dan menepuk punggung sehun untuk menenangkannya.

“bukan salahmu. Tenang saja.” Kata leeteuk bijkasana. Suho mengangguk mantap. Sehun hanya terus menunduk dan terisak. kejadian kemarin masih terputar jelas diotaknya. Dimana jessica berteriak memanggil namanya, dimana dia memeluk jessica, dan dimana jessica harus menghilang dari hadapannya.

Leeteuk dan suho saling bertatapan dan mengangguk. hati mereka berdua ikut sesak meratapi nasib jessica.

Tanpa 3 namja itu sadar, luhan sedari tadi mencerna semua yang dikatakan oleh sehun. Dadanya sesak. Dia tidak tahu harus berbuat apa sekarang. Dan tiba-tiba saja setetes air turun dari kelopak matanya.

Tok tok tok.

“masuk.” Terdengar suara berat dari ruangan yang bertuliskan ‘president’s room’. Leeteuk dan suho saling melempar tatapan dan mengangguk. leeteuk memegang gagang pintu dan membukanya diikuti suho yang menutup pintu.

“oh, ada apa jungsoo-ssi, joonmyun-ssi?” tanya soo man sambil menutup sebuah map biru.

“eng… saya ingin memberitahu hal penting pada sajangnim.” Kata leeteuk diikuti dengan anggukan suho.

“kalau begitu duduklah dulu disini.” suruh soo man sambil mempersilahkan leeteuk dan suho untuk duduk di kuris depannya duduk.

Leeteuk dan suho pun duduk di depan soo man. Keduanya tidak ada yang berani untuk membuka mulut.

“jadi apa hal penting itu?” tanya soo man yang melihat anak didiknya itu tidak ada yang memulai percakapan.

Suho menatap leeteuk seakan mengatakan ‘kau-saja-yang-bicara-hyung, aku-akan-mendukungmu-saja’. Leeteuk menghela nafas dan menatap soo man.

“begini sajangnim. Mungkin sajangnim sudah dengar tentang heechul yang memukul luhan?”

“ah ya! aku hampir lupa, aku juga ingin menanyakan ini padamu. Kenapa heechul memukul luhan?”

“sebenarnya… ini tentang jessica, sajangnim.”

“mwo? Ada apa dengan sooye—eh maksud saya jessica?”

“saya tidak tahu pasti karena sebenarnya ini masalah tentang para member exo dan member so nyuh shi dae, sajangnim.” Jawab leeteuk. Soo man menatap suho yang berstatus ‘member exo’ itu.

“ada apa dengan membermu dan member so nyuh shi dae, joonmyun-ssi?”

Suho meneguk ludahnya. “begini… sebenarnya luhan gege dan yoona noona menjalin hubungan khusus dari sebulan yang lalu. Dan 2 minggu lalu luhan ge, kris ge, lay, kai, dan chanyeol memainkan sebuah permainan, dan yang kalah harus diberi hukuman. Luhan ge kalah dalam permainan dan diberi hukuman untuk berpacaran dengan jessica noona selama 2 minggu. tepatnya kemarin, jessica noona memutuskan luhan ge entah karena apa. dan sepertinya sehun menjelaskan semuanya pada jessica noona. Jessica noona langsung marah dan menampar yoona noona. Yoona noona juga melawan jessica noona. Setelah itu jessica pergi keluar bersama heechul sunbae dan sepertinya jessica noona menceritakannya pada heechul sunbae. Lalu tiba-tiba heechul sunbae mencari luhan dan memukulnya habis-habisan.”

Soo man terbelalak dengan cerita suho. Jadi ini semua karena… permainan?

“mwo?! Terus sekarang luhan bagaimana?” tanya soo man sambil tetap mengerutkan keningnya.

“semua member exo, super junior, shinee, dan f(x) menginap di dorm so nyuh shi dae, sajangnim. Keadaan luhan sudah cukup baikan.” Jawab suho.

“kenapa kalian berkumpul disana?”

“itu… jessica noona diculik…” lirih suho sambil menundukkan kepalanya.

Mata soo man membulat. “MWOO?!!”

“kalian ini benar-benar!” brak! Soo man melempar buku yang ada dihadapannya kelantai. Sementara itu para member sm yang dipanggil oleh soo man hanya dapat menunduk ketakutan.

“apa yang ada di otak kalian semua huh?!”

“aku tidak habis pikir kenapa kalian dapat melakukan ini… kalian membuatku kecewa…” lanjutnya lagi.

“luhan-ssi, yoona-ssi, kalian tahu kan kalau aku melarang kalian untuk berhubungan? Aku bahkan sudah membuat rencana skandal untukmu, yoona-ssi! Tapi bukan dengan luhan!”

“ta-tapi sajangnim…” yoona menggantung kalimatnya. Dia melirik luhan agar luhan membantunya. Tapi luhan terlihat hanya terus menunduk seolah tidak peduli.

“sudah! aku kecewa pada kalian.” Gumam soo man.

“sekarang jessica dimana?” pertanyaan soo man membuat semua member sm itu terdiam.

“sehun-ssi, dimana jessica?” tanya soo man. Sehun hanya terus menunduk sambil memikirkan bagaimana bisa dia membawa jessica kembali.

“baiklah. Sehun, leeteuk, suho, luhan, kris, lay, chanyeol, kai, yoona, onew, taeyeon, victoria, krystal, yuri, tiffany, sunny, taemin, dan heechul. Kalian tetap berada disini dan yang lainnya keluar.” Kata soo man sambil kembali duduk di kursinya.

(note:tiffany emang gak terlibat, tapi setau soo man, tiffany itu sahabat jessica yang paling dekat jadi dia juga disuruh tinggal. Kalo sunny, kalian pasti tau kenapa kan? Hehehe._.)

18 member sm itu hanya bisa diam. kecuali krystal yang sedari tadi ditenangkan oleh victoria karena dia tidak berhenti menangis.

“sehun-ssi, ceritakan lah.” Pinta soo man singkat. Sehun hanya bisa diam karena dia tidak tahu mau menceritakannya dari mana.

“tenangkanlah dirimu. Lalu cerita. Aku tidak akan marah padamu, sehun-ssi.” Ucap soo man pelan. sehun mengangguk.

Sehun menceritakan semuanya pada soo man dan otomatis 14 member sm yang disuruh tinggal—kecuali luhan, leeteuk, dan suho yang emang udah tau—itu terkejut bukan main.

Brak! Semua mata langsung tertuju pada krystal yang menggebrak meja.

“geotjimal! Maldo andwae! Maldo andwae!!! Jessica unni tidak mungkin… hiks… tidak mungkin!” teriak krystal sambil terus menangis.

“soojung-ssi, tenangkan dirimu.” Perintah soo man sambil menatap krystal nanar. Dia juga tidak percaya dengan semua cerita sehun. Tapi yang membuatnya percaya adalah air mata sehun yang menetes. Dan sehun tidak mungkin bohong karena sehun bukan tipe pembohong.

“je-jessica… tidak mungkin kan? Sehun-ah, jangan main-main!” teriak taeyeon sambil menahan isakannya.

“mianhae… aku tidak bisa melindungi jessica noona… jeongmal mianhae…” lirih sehun sambil bahunya berguncang. Yap, sehun menangis untuk kesekian kalinya.

“andwae…” taeyeon menutup mulutnya dengan punggung tangannya. dadanya berkecamuk dengan liar. Air matanya merembes keluar bersamaan dengan isakannya.

Kris, chanyeol, kai, dan lay hanya bisa menunduk tidak percaya. Mereka tidak menyangka kalau permainan mereka mampu membuat kekacauan seperti ini.

“andwae…” gumam tiffany sambil menggigit bibir bawahnya. Chanyeol tersiksa melihatnya. Bagaimanapun, jika dilihat lebih detail, chanyeol sendiri lah yang menyebabkan tiffany menangis.

Bruk! Semua yang berada di ruang rapat itu terkejut karena tiba-tiba krystal jatuh pingsan.

“krystal-ah!” pekik victoria sambil memeluk tubuh krystal yang tengah tidak sadarkan diri.

“jungsoo cepat bawa soojung ke rumah sakit! Victoria temani dia!” perintah soo man.

“ne!” dengan cepat leeteuk langsung menggendong krystal dan membawanya keluar diikuti oleh victoria.

“ayo kita cari jessica!” teriak heechul tiba-tiba sambil berdiri. Matanya memerah.

“heechul, kita tidak boleh tergesa-gesa. Kita bahkan tidak tahu dimana jessica sekarang. Lebih baik kalian semua mengatur diri kalian masing-masing, aku akan mengurus semuanya. Dan aku akan membatalkan semua jadwal kalian sampai jessica kembali.” Putus soo man sambil meninggalkan para anak didiknya itu.

15 member sm itu tidak ada yang bergerak. Tidak ada yang berani bicara. Tidak ada yang berani untuk pergi keluar. Yang terdengar hanya isakan.

“hiks….” tangan yoona bergetar. Dia menggigit jari telunjuknya dengan kencang agar rasa sakitnya teralihkan. Taeyeon yang duduk disamping yoona merasa iba. Tangannya terulur untuk memeluk yoona. Yoona tertegun.

“aku tahu ini bukan kemauanmu.” Lirih taeyeon yang membuat air mata yoona langsung merembes turun bak air terjun.

Brak! Pintu rapat itu terbuka dan masuklah semua member sm yang lainnya.

Seohyun, sooyoung, dan hyoyeon langsung menghambur ke arah taeyeon yang memeluk yoona.

“unnie! apa benar… jessica unnie…?” tanya seohyun sambil terus menghapus air matanya yang tidak berhenti turun. Taeyeon menatap seohyun nanar dan air matanya turun semakin deras.

Seohyun langsung membalikkan badannya dan menutup mulutnya. isakan seohyun membahana di seluruh ruangan diikuti isakan member lainnya. Sooyoung meremas kuat jari-jarinya sampai berdarah karena kukunya. Dia menahan air matanya tapi tidak bisa, air matanya malah langsung meluncur keras.

Grep. Hyoyeon yang nampak akan meloroh langsung ditarik oleh hyuk ke pelukannya. Membiarkan yeojanya itu menangis sepuasnya.

Yuri kini hanya bisa terus menangis sesenggukan dengan yesung yang terus mengelus kepalanya. Taeyeon menenangkan yoona walaupun dirinya sendiri rapuh. Sunny berada dipelukan sungmin.

“oppa… jessica unnie, hiks…” lirih sulli sambil terus menangis. Walau sulli tidak begitu dekat dengan jessica, tapi dia sudah menganggap jessica sebagai unnie-nya.

Taemin menggenggam tangan sulli erat. memberi ketenangan yang luar biasa pada sulli.

“hyung tenanglah…” gumam ryeowook sambil menepuk pundak donghae yang kelihatan sangat hancur. Siapa yang tidak hancur kalau tau ternyata mantan kekasihnya yang masih dicintainya sampai sekarang telah diperkosa oleh orang tidak dikenal?

“kau.. tidak mengerti ryeowook-ah…” lirih donghae sambil mengusap wajahnya kasar.

“ANDWAE!” semua member SM tersontak karena tiba-tiba tiffany berteriak histeris.

“ini semua karena kalian! Seandainya kalian tidak bermain permainan konyol itu jessica tidak mungkin… hiks…” tiffany tidak melanjutkan kata-katanya. Dia langsung menangis keras sambil menutup wajahnya. Chanyeol merasa dadanya ditohok.

“noona… mianhae… jeongmal mianhae. Kami tidak mengira akan jadi seperti ini…” gumam kris. Tiffany membuka tangannya dan langsung menatap tajam ke arah kris. Kris langsung mati kutu.

Cih, luarnya saja yang dingin, dalamnya seperti kapas. Batin kai.

“mwo?! Dimana kau taruh otakmu, huh?! Kau tidak mengira akan terjadi hal seperti ini? harusnya kau memikirkan apa akibat dari permainan konyol kalian itu!” bentak tiffany tajam. Dia setengah mati meremas ujung bajunya untuk menahan isakannya.

Kris tidak berkutik. Kata-kata tiffany menusuk dadanya.

“noona, sepertinya ini sudah diluar jangkauan tanggung jawab kita.” Tiffany langsung menoleh ke arah chanyeol. Chanyeol mengutuk mulutnya yang seenaknya saja berbicara.

“huh? Maksudmu apa, park chanyeol?!” tanya tiffany keras. Chanyeol merasa emosi karena tiffany meneriakinya. Chanyeol langsung berdiri dan menatap tiffany tajam.

“maksudku, kami hanya memberi hukuman pada luhan ge, tinggal luhan ge yang menentukan apakah dia sanggup atau tidak. Dan seandainya jessica noona dapat menahan emosinya dan tidak memberitahukan ini semua pada heechul sunbae, mungkin heechul sunbae tidak akan memukul luhan ge, dan yoona noona tidak akan menampar jessica noona yang membuat jessica noona memilih untuk pergi. jadi ini tidak sepenuhnya salah kami. Ini juga karena jessica noo—!” omongan chanyeol terhenti saat tas tiffany melayang kearahnya.

Bug! tas tiffany mendarat tepat di wajah chanyeol yang membuat semua para member SM itu terkejut. Chanyeol terperangah sambil memegangi hidungnya.

“arkh…” rintihnya.

“jaga omonganmu park chanyeol. Kurasa kau harus menulis perkataanmu tadi dan bacalah berulang-ulang. Sudah jelas ini berawal dari permainan bodoh itu! seandainya kau tidak membuat permainan konyol itu, jessica tidak mungkin marah besar pada yoona! Dia tidak mungkin memberitahu heechul! Dia juga tidak mungkin memilih pergi! jadi semua ini berawal dari PERMAINAN mu!” teriak tiffany dengan nafas terengah-engah.

“jadi kau mau apa?!” chanyeol yang diliputi amarah langsung membentak tiffany.

“aku mau kita berakhir. Aku kecewa padamu. Benar-benar kecewa padamu, park chanyeol.” Lirih tiffany. Chanyeol langsung membeku ditempat. Perasaan menyesal meliputi dirinya. sangat menyesal.

Semua yang menyaksikan pertengkaran tiffany dan chanyeol ikut diam. sampai akhirnya sehun berdiri.

“noona, ini salahku. Seandainya aku tidak menceritakan ini pada jessica noona, dia tidak mungkin seperti ini… mianhae…” katanya.

Tiffany menatap sehun nanar dan menutup mulutnya dengan punggung tangannya.

“a-aku… aku merindukan jessica… aku takut, aku sangat takut terjadi apa-apa lagi padanya…” lirihnya dan jatuh terduduk di kursinya sendiri. sehun memalingkan wajahnya dari tiffany agar dia tidak ikut menangis.

Luhan yang sedari tadi hanya terus diam sambil menunduk. dia masih shock dengan semua yang terjadi ini.

Dia tidak menyangka akhirnya akan seperti ini. dia tidak tahu kalau akibat permainan itu orang yang dicintainya menjadi hancur.

Matanya mulai mengkilap menandakan bahwa ada air tergenang disana. Ya, luhan ikut menangis. Baekhyun yang duduk disamping luhan langsung menepuk pundak hyungnya itu sambil ikut menghapus air mata yang juga jatuh dari matanya.

Tiffany masih belum bisa terima. Dia tidak bisa terima jessica yang sekarang sudah hancur. Tapi dia sudah tidak peduli lagi, yang dia pikirkan sekarang adalah sosok jessica. sosok yang selalu ada untuknya. Yang paling mengerti dirinya. sosok yang menggantikan ibunya yang telah meninggalkannya sewaktu kecil.

Tiffany berjalan ke arah yoona dan menarik tangan yoona agar terlepas dari taeyeon.

“akh!” pekik yoona sambil meringis kesakitan. Taeyeon ikut berdiri.

“fany-ah, ada apa denganmu?” tanya taeyeon sambil menatap tiffany yang matanya sangat sembab.

Tiffany tidak menggubris taeyeon. Dia menarik tangan yoona lagi agar menatapnya. Yoona masih saja terisak sambil menatap mata tiffany.

“kau… aku sudah bilang kan, jika terjadi apa-apa pada jessica, kau harus bertanggung jawab!” desis tiffany sambil mencengkram rahang yoona. Yoona meringis kesakitan.

a-appo” lirih yoona. Tiffany menajamkan matanya.

“apa? sakit? Sakit mana dengan hati jessica, huh?! Kita sudah hidup bersama lebih dari 6 tahun, yoona-ah! Kenapa kau tega sekali pada jessica?! jessica bahkan telah berkorban banyak padamu!” teriak tiffany sambil terisak. yoona hanya bisa diam sambil menangis.

“fany-ah, sudahlah.” taeyeon berusaha melepaskan tiffany dari yoona. Tiffany langsung menghempaskan yoona hingga yoona hampir terjengkal kebelakang.

Tiffany terisak. matanya sudah bengkak menangis sejak kemarin.

Yoona menoleh ke arah luhan. luhan menangis. Untuk yeoja lain. Dengan cepat yoona mengambil kesimpulan kalau luhan mencintai jessica. ya, mencintai jessica.

Yoona tidak peduli lagi dengan perasaan namja itu. dia sekarang ketakutan dengan keadaan eonnie kesayangannya itu diluar sana. Yoona sekali lagi menoleh kesekelilingnya. Semua menangis. Bahkan kris yang dikenal sebagai namja es itu ikut meneteskan air mata. Yoona merasa ditohok.

Yoona masih terisak kecil. Dia takut tidak ada yang membelanya. Dia takut sendirian. Dia takut akan dikucilkan. Yoona mengepalkan tangannya. dia berjalan ke depan tiffany. tiffany mengernyitkan keningnya.

Bruk

Yoona langsung menjatuhkan dirinya dibawah kaki tiffany. dia berlutut didepan kaki tiffany membuat tiffany tersontak begitu pula member SM lainnya.

“maaf… maafkan aku…” lirih yoona pelan. isakan yang dikeluarkannya makin keras.

“maafkan aku… aku minta maaf.. hiks aku menyesal..” lirih yoona lagi. air mata membasahi pahanya yang tertutup jeans bludru. Bahunya terguncang hebat.

Tiffany tertegun. dia terdiam begitu pula dengan member SM lainnya. Dia tak menyangka kalau yoona akan meminta maaf sambil berlutut didepan semua member SM.

“apapun akan kulakukan demi sica unnie… jadi tolong maafkan aku… aku salah… hiks aku menyesal…  jebal hiks hiks”

 

TBC

 

Annyeong chingu^^ sebelumnya aku pengen minta maaf karena ff ini pasti makin mengecewakan😦 apalagi pada banyak yang gak setuju. Jujur aja, aku juga sebetulnya kurang tega nulis gitu, tapi temen-temen aku nyuruh tulis, toh aku juga sebenernya udah bikin sampai chapter 6, tinggal di post aja._.

Dan soal scene terakhir di a regret chapter 3 itu, aku emang keinspirasi dari drama korea i miss you, chingu. Dan oh ya, kalo ff ini makin terasa aneh dan gak sesuai harapan chingu, chingu ataupun eonniedeul/saeng boleh untuk gak ngebaca lagi. Aku seneng kok^^

Mianhae kalo makin berbelit-belit, mengecewakana, dan typo  masih bertebaran._.

Gomawo^^!

95 thoughts on “[Freelance] (A Regret) (chapter 4)

  1. gak kuat bacanya thor sampe nangis-nangis dr chap 1-4,,ceritanya bikin merinding,,sumvah!!! nasib Sica eonni kok di bikin mengenaskan gini T_T
    berharap di next chapt eonniku ternyata gak diperkosa yah,,ngenes bacanya thor
    4 jempol deh wat author yg dah bkin cerita kece kayak gini ^0^

  2. Thor chapter 5 nya buruan T.T udh kepo akut~ Aku jg nunggu somebody elsenya~ Keren” bngt ceritanya. Daebak! Keep writing thor!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s