Thorn – Twooshoot (1)

Title                       : Thorn

Author                  : Flawless Jung

Main Cast            : Jessica Jung as Jung Sooyeon

Suho as Kim Joonmyun

Chanyeol as Park Chanyeol

Son Naeun as Son Naeun

Length                  : Twoshoot

Genre                   : Drama , Hurt , Bittersweet , Fluff

Rate                       : PG13

Author note       : The story is mine ! tetapi basicly terinspirasi dari beberapa manga yang baru-baru ini saya baca .

Jessica POV

Sore ini aku masih menggunakan kereta pada jam yang sama selama 3 bulan terakhir ini . Hari ini sekolah seperti biasa , sangat membosankan . Taka da alasanku kesekolah , hanya lelaki itu . Lelaki dengan wajah malaikat dan berambut hitam . Dia satu-satunya alasanku untuk tetap kesekolah . Kim Joonmyun .

Akhirnya kereta express yang kutunggu datang juga . Pintu terbuka . Beberapa manusia masuk dan keluar . Rutinitas yang membosankan . Jika bukan karena alas an itu tidak akan melakukannya . Membiarkan diriku berdesak-desakan dengan banyaknya  orang-orang . Aku bias saja menelfon YongHwa oppa untuk menjempitku , tapi karena dia aku lebih memilih menunggu kereta ekspress setiap hari .

Aku menemukan tempat yang biasa kududuki . Disebelahnya seperti biasa , ada dia . Bukan , bukan si malaikat Joonmyun . Disebelahku , seorang wanita dengan rambut hitam panjang agak bergelombang . Paras yang cantik , bulu mata yang lentik , dan tidak tinggal sebuah tongkat sebagai matanya . Yah .. Gadis ini buta .

Setiap hari , hampir setiap hari aku memperhatikannya . Tak butuh alasan rumit , hanya karena Kim Joonmyun , maka aku mengikutinya . Aku memperhatikan rambutnya yang memang berkilau , apalagi karena terpaan matahari yang masuk melalui jendela kereta . Semakin membuatnya terlihat canti . Aku iri , terlebih karena aku merasa ia special unutk si malaikat Joonmyun .

Kereta sampai pada stasiun tujuan kami , Gadis itu beranjak dari tempatnya dan meraih tongkatnya . Menggerak-gerakkannya pada lantai yang kasar .  Aku mengikutinya . Memperhatikannya dari jarak yang mungkin cukup aman . Gadis itu lalu memilih untuk duduk disalah satu kursi stasiun . Menunggu seseorang seperti biasanya .

Kim Joonmyun . Ia dating . Ia menghampiri gadis itu . Mengelus kepala sigadis pelan dan sayang .

“Naeun-ah ..”

Naeun .. Mungkin nama perempuan itu .

“Suho oppa !”

Suho ? Itu joonmyun ! bukan Suho , siapa Suho ?

“sudah lama menunggu ?”

“belum oppa ..”

“ayo pulang . Aku akan mengantarmu .”

“nee oppa , gomawo ..”

Mereka pergi . Hilang ditelan kerumunan orang-orang yang berlalu-lalang . Sedangkan aku masih terpaku pada tempatku berdiri saat menatap kedua orang itu .

PUKK

“sedang apa kau disini ?”

Aku merasa seseorang menepuk puncak kepalaku dan mengajakku berbicara . Aku membalikkan badanku . Menatap seseorang yang mengajakku bicara . Pria dengan paras imut tetapi suara berat diiringi dengan postur tubuh yang menjulang .

“Park Chanyeol ..”

“yah ! Aku Tanya kau sedang apa ?”

“a..aku ..”

“memperhatikan si malaikat itu ? Ini hari ke 87 kau mengikutinya hingga kesini . Aku tau rumahmu di statiun berikutnya . Tapi kau malah berhenti disini . Siapa lagi kalau Joonmyun sebagai alasanmu ?”

Aku terdiam . Bisa apa ? semua yang ia katakana benar . Aku menatap mukanya yang berjarak jauh dariku . Tapi kenapa ia bias mengrtahui bahkan menghitungnya ?

“mau pulang ? atau kau mau disini dan menunggu diusir ?”

Seperti disihir , aku melangkahkan kakiku . Dan Chanyeol mengikutiku disamping . Berjalan beriringan . Kami masuk kedalam kereta menuju stasiun berikutnya . Masing-masing kami hanya diam , mungkin begini lebih baik .

Hari ini aku bangun dan berlanjut aktifitas yang sama , sekolah . Aku menuju kelas . Dan orang pertama yang aku cari adalah Joonmyun . Aku menemukannya sedang tertidur dimejanya .Mungkin ia kurang tidur dehingga harus menambah jam tidurnya . Tak kusadari aku mengeluarkan ponselku , memotretnya . Aku tidak tau bagaimana yang kutau aku mendapatkan banyak fotonya yang sedang tertidur dengan wajah malaikatnya itu .

“joonmyun-ah , Sooyeon memotretmu diam-diam” suara berat itu , Park Chanyeol membuyarkan aktifitasku . Aku melihat joonmyun menggeliat kecil dan kemudian membuka matanya . Mengerjapkannya berkali kali lalu menatapku . Aku hanya berdiri , tidak bias berpindah . Mata kami bertemu , dan ia tersenyum .

“tidak apa-apa chanyeol-ah , aku yakin Sooyeon tidak akan menyalah gunakan fotoku . Lagipula kita temankan ?”

Teman . yah memang . kami teman , teman sekelas . Mungkin hanya aku yang beranggap lebih . Aku memasukkan ponselku kembali kedalam tas lalu menuju mejaku , tepat berada dibelakang Park Chanyeol .

“katakan saja kalau kau menyukainya , dengan begitu bukankah lebih baik daripada kau terus diam-diam mengikutinya ?”

Chanyeol POV

“katakan saja kalau kau menyukainya , dengan begitu bukankah lebih baik daripada kau terus diam-diam mengikutinya ?”

Apa yang baru saja kukatakan ? Sepertinya ada yang salah dengan lidahku , atau mungkin otakku , Aku lihat gadis yang kuajak bicara itu biasa saja , apa ia tidak mendengarkanku ? atau hanya pura-pura ?

Rambut coklat bergelombangnya tergerai indah . Beberapa helainya terselip dibelakang telinganya . Pipi putih tirusnya , mata foxynya , aura dinginnya dan perasaan hangatnya yang tak kilas mata . Cantik . Adakah yang lebih sempurna dari ini ?

Sayangnya mata dan hatinya hanya memandang Kim Joonmyun , teman sekelasku . Aku mulai menyadarinya karena aku diam-diam mengikutinya . Apakah aku kalah cepat ? huh .. Kasian sekali . Padahal aku sudah terpikat pesonanya sejak penerimaan siswa baru tahun lalu .

Beruntungnya kami sekelas dan bahkan ia duduk dibelakangku , tapi ia malah terpikat pada si malaikat Joonmyun . Dan aku baru saja menyuruhnya untuk menyatakan perasaannya kepada Kim Joonmyun itu . Jika mereka bersama , bukankah aku sendiri yang paling sakit . Dasar Park Dobi!

“sooyeon-ah ..”

Aku memanggilnya dan ia merespon . Kepalanya terangkat dan mata foxynya menatapku .

“nee , wae Chanyeolah ?”

“mau pulang bersama ?”

“ah .. baiklah”

Responnya dingin sekali . Bukannya aku ingin ditolak , tapi aku ingin dia menatapku . Aku yang selama ini memperhatikannya , dan menyayanginya .

Joonmyun POV

“KIM JOONMYUN”

“hadir!”

Absen kelas dimulai . Pertanda guru kali ini sudah siap memulai harinya dengan mengajar . Hari ini Kim Saem terlihat lebih feminism dengan blouse yang diikat pita pada bagian lehernya . Aku mengeluarkan buku dan alat tulis sembari memperhatikan pelajaran kali ini .

Kelas berakhir dan ini saatnya pulang . Aku kembali mengambil jalan pulang seperti biasa , lalu bertemu dia dan mengantarnya pulang . Ya , dia . Gadisku satu-satunya Naeun . Sepertinya kali ini aku harus membelikannya hadiah kesukaannya . Mawar .

Aku berhenti di toko mawar langganan di seberang stasiun . Pemilik toko sudah terbiasa dan bahkan sudah menghapal pesananku sehingga aku tidak membutuhkan waktu yang lama di toko itu .

Aku kembali beranjak kea rah stasiun sebelum ketinggalan kereta . Syukurlah , masih 2 menit sebelum kereta tujuanku sampai distasiun . Aku memegang mawar untuk naeun di tangan kananku . Dan tangan kiriku ku gunakan untuk memencet tombol pada ponselku . Lalu aku men-dial nomor yang sudah tertera .

“yeoboseyo .. omma , aku akan pulang telat lagi hari ini”

“…”

 

“ada pelajaran tambahan”

“…”

“nee, gwenchana omma. Annyeong”

Aku menutup sambungan telefon . berbohong lagi . Jika omma tau aku menemui Naeun , ia pasti akan marah besar . Lebih baik berbohong , mungkin .

Kereta datang . Aku masuk kedalamnya . Rupanya hari ini ramai hingga tidak ada tempat kosong untukku .

Son Naeun POV

Hari ini oppa akan mengantarku pulang lagi seperti biasa . Walaupun belum pernah melihatnya secara langsung , aku merasa aman . Sentuhan dari telapak tanganku pada wajahnya bisa membayangkan wajahnya . Rasanya dia adalah malaikat yang dikirimkan Tuhan untukku .

Kurang dari 15 menit lagi aku akan bertemu Suho oppa . Suho yang artinya guardian . Memang pantas . Nama yang bagus .  Kereta mulai bergerak meninggalkan stasiun . Seperti biasa , aku duduk di kursi dekat gerbong , karena ini akan memudahkanku .

Lalu , seseorang perempuan kurasa . Perempuan yang sama setiap harinya duduk disampingku . Auranya yang dingin , tapi entah kenapa kadang terasa hangat . Kupikir , dia adalah orang baik , sama seperti Suho oppa .

“Naeun-ah~”

Itu suara Suho oppa . Aku tersenyum , walaupun aku tidak pasti bagaimana tanggapannya . Kemuadian kurasa ia membelai pelan puncak kepalaku . Aku paling menyukai saat-saat seperti ini , usapan kepalanya membuatku merasa nyaman . Ada rasa familiar pada setiap sentuhannya .

Aku mengangkat tanganku dan meraih parasnya . Meraba setiap senti tanpa terlewatkan sedikitpun . Matanya , alisnya , hidung , bibir , bahkan telinga . Sempurna . Tak sadar aku kembali tersenyum karena ini .

“ayo .. kita pulang” Terdengar suara Suho oppa membuyarkan lamunanku . Tangan besarnya menggenggam tanganku . Sangat pas , apa memang tangan kami diciptakan untuk saling melengkapi ? Ini sangat pas . Mungkin . Apa aku boleh berharap lebih ?

Entah sejak kapan aku dan Suho oppa mulai dekat . Seingatku , kami pertama kali bertemu 6 bulan lalu . Saat itu aku sedang mencium aroma mawar disalah satu taman dekat rumah . walaupun tidak bisa melihatnya , aku yakin bunga ini pasti cantik . Dari wanginya sudah sangat menggoda .

Saat itu jariku tertusuk duri dan aku berteriak kaget , mungkin oppa mendengar teriakanku dan mendekatiku . Itulah mengapa kami bisa dekat sekarang . Duri itu menjadi alasan pertemuan kami .

“Naeun ..”

Suho oppa berhenti . Ia menahan tanganku yang masih tergenggam erat . Lalu aku merasa ia membuka tasnya dengan tangan yang lainnya . Apa yang sedang ia cari ?

“ini , untukmu Naeun-ah”

Aku meraba barang yang dikatakannya untukku . Ada kelopak . Tangkai . Dan duri . Ini mawar . TAnpa bisa kukendali aku langsung mendekatkannya pada hidungku dan menghirupnya kuat . BAunya sudah seperti oksigen buatku .

GREP

Sekarang aku merasa ada dua telapak tangan hangat yang menggenggam erat kedua pipiku . Hangatnya menjalar keseluruh saraf . Aku mengangkat kepalaku menatapnya , meski bukan benar-benar menatap .

“jika aku mati dulu , mataku jadi milik Naeun . Itu janjiku .”

TBC ! yak yak yak .. ada yang sukaaaa ?? lanjut atau tidak ya ? >.<

Komen jangan lupa loh readers tersayang . dan soal kelanjutannya masih dalam proses pencarian ending . Kira-kira bagaimana ya ?? Stay tune ^^

15 thoughts on “Thorn – Twooshoot (1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s