[Freelance] drabble : In Yourself


Title.

In Yourself

Author

Fadila Setsuji

Genre

Romance,Sad,Little Angst(?)

Rating

T

Length

Drabble

Cast

Kris-Jessica-Chanyeol

Support cast

Baekhyun-Yuri-Seohyun-Luhan-Sehun-Kai

-Happy Reading-

Dia mengalami keadaan tak sadarkan diri hampir setahun ini… Mungkin juga karena dia mengalami stress yang cukup berat

Sebaris kata yang baru saja terucap dari dokter Jang itu bagaikan petir yang menyambarku tiba tiba. Dia yang selalu tersenyum saat menatapku…ternyata menyimpan derita yang hanya dia biarkan terpendam bersama lembaran catatan waktu. Kau membentengi dirimu dengan senyuman itu. Senyum yang kupikir tak ada apapun yang ter’kubur’ didalamnya…

“Lalu… Apakah kekasihku akan sadar kembali, dokter?”

“Semoga saja…”

Hanya kata kata itu yang diucapkan dokter Yeo padaku. Lirih dan sarat akan sebuah pengharapan. Apa sebegitu beratnya kondisi kekasihku?

“Maaf… Aku bukan kekasih yang baik untukmu…”

Kata kata itu mewakilkan suara hatiku saat ini,dan sukses memancing liquid bening yang tak terbendung lagi di pelupuk mataku. Bulir bulir itu berdesak keluar hingga menciptakan aliran kecil bak anak sungai kecil.

‘Ambil aku…jangan dia’

.

.

.

“Kau tidak sibuk mengurusi pekerjaan pentingmu lagi?”

Dengan nada dingin Chanyeol menanyaiku. Namja berpenampilan sporty itu menatapku tajam seraya menyandarkan tubuh bagian belakangnya tepat pada pintu ruangan ini. Dan aku hanya membiarkan hal itu,mengingat ucapan ber’bau’ sindiran itu memanglah pantas untuk kudapat

“Kau biarkan noona yang aku cintai selalu menangis. Kau dimana saat dia membutuhkanmu?!”

Ucapan itu terdengar tak kalah menekan dibanding sebelumnya. Amarahnya meluap tiap kali dia mengucap sesuatu yang dia tujukan untukku. Aku takkan marah,apalagi membencinya. Dia benar dan aku salah. Aku benar benar yang bersalah untuk semua…

“Maaf…”

“Jika maafmu bisa mengembalikan kesadaran noona,maka teruslah mengucapkan itu”

Aku akan terus membenarkan apa yang diucap namja ini. Dia begitu tahu semuanya,bahkan melebihi aku… Kekasih Jessica. Dia sepertinya benar benar mengerti… Karena perasaannya terhadap kekasihku.

“Jika saja… Kau yang bersama Jessica,dia pasti sekarang sedang tertawa riang”ujarku

“Hanya kau alasannya untuk tetap tersenyum,babo”ujar namja itu dingin,membuatku mengalihkan pandangan kepadanya.

“M-mwo?”

“Aku adalah tempatnya berbagi. Tapi kau… Adalah ‘dunia’ baginya”

Jess… Sebesar itukah arti diriku untukmu?

Wajah yang masih terdapat jejak jejak basah oleh airmata kembali dialiri oleh zat cair tersebut. Pria yang telah membuatnya begini justru tengah menangisinya. Ya,pria itu adalah aku…

=In Yourself…=

“Jess… Aku sibuk sekarang”

Perlahan pergelangan tangan Jessica yang mengalung di leher Kris menjauh. Gadis itu menghembuskan nafas dan kembali menduduki sofa yang terletak di sudut ruang kerja Kris,mengamati Kris yang masih berkutat dengan setumpuk dokumen yang menunggu untuk dibubuhi tanda tangan oleh namja itu.

“Jess…”

Panggilan Kris membuat sudut bibir gadis itu terangkat. Sebuah senyum indah tercetak di wajah cantiknya hanya dengan suara pelan sang kekasih yang memanggilnya

“Waeyo,Kris?”Tanya Jessica

“Eum… Maaf aku lupa. Nanti saja begitu aku ingat”

Kris baru saja berubah menjadi seorang pemberi harapan palsu. Dipikir Jessica,Kris akan mengucap sesuatu untuknya. Apalagi,besok adalah hari istimewa untuknya. Hari yang hanya datang setiap setahun sekali. Hari ulangtahunnya.

‘Kau tidak berubah…iya kan Kris?’ Tanya Jessica dalam hatinya

=In Yourself…=

“Ke- Jeju?”

Jessica hampir saja menjatuhkan handphone pink yang kini berada dalam genggamannya tersebut manakala di dengarnya penuturan Kris yang kini telah berada di bandara.

“Iya. Dan aku kembali mungkin minggu depan”

“K-Kris… Tapi hari…”

“Mian Jess,aku sudah harus berangkat. Sampai jumpa”

Tuuut. Kris memutus sambungan telpon yang menjadi satu satunya penghubung mereka saat ini. Membuat Jessica kembali harus menelan angannya itu. Rasanya bagai menelan sebuah pil pahit. Pupus sudah angannya tentang Kris dan ulangtahunnya. Bahkan namja itu tak lagi menjadi yang pertama memberinya ucapan selamat atas perayaan waktu kelahiran yeoja itu. Kris bukan lagi si pria dingin namun romantis. Ikut berubah bersama dengan  waktu. Dia berubah menjadi seorang workaholic. Dan resiko memiliki kekasih workaholic adalah kita -harus- bersiap diri untuk menjadi ‘nomor dua’ baginya

Drrrttt… Jessica merogoh ponselnya begitu dia merasakan getaran di bagian saku. Layar handphone miliknya itu memperlihatkan sebuah pesan yang baru saja menambah isian kotak masuk di handphonennya.

From     : Chanyeol

Noona,saengil chukkae. Aku tidak sempat mengirimi mu sms semalam karena aku tertidur😦 aku cukup sedih karena bukan menjadi yang pertama yang mengucapkan selamat untukmu. Tapi sudahlah,itu juga karena salahku😀

Kau tahu noona… Aku sedang berlatih untuk tampil di ajang festival band di sekolah Yoong noona. Aku harap noona akan datang,agar aku bertambah semangat😀

Sebaris pesan di layar handphonenya itu membuat Jessica berubah menatap sendu pada layar handphonenya. Bayang bayang masa lalu saat mereka-dia dan Kris- merayakan ulangtahun bersama kembali terbesit. Satu demi satu kenangan itu berputar bak film. Terus hingga satu bagian menyakitkan secara tiba tiba mengganggui kenangan indah itu. Itu adalah percakapan yang baru saja terjadi antara dirinya dan Kris.

“Chanyeol pun ingat jika hari ini-“.

Prrannggg… Suara benda pecah mau tak mau membuat Jessica untuk sejenak melupakan kesedihannya dan mengalihkan pikirannya pada suara itu.

“Mereka… Apa bertengkar lagi?”

Dan seperti apa yang dipikirkan Jessica,kedua orangtuanya sibuk melempar makian juga umpatan yang tak jarang membuat sang wanita-ibu Jessica- harus menerima sakitnya pukulan dan tamparan dari sang pria-ayahnya-

“Hentikan kalian berdua!!!”

Suara pekikan Jessica menginterupsi gerakan tangan ayahnya yang saat itu tengah bersiap untuk menambahi bekas kemerahan di wajah ibunya. Keduanya melempar tatapan tajam kearah Jessica dan berikutnya ibu Jessica berjalan pergi dari ruangan tersebut

“Lihat kan? Kami jadi begini karenamu!”

“Jika kau tak ada,akan jauh lebih baik untukku dan ibumu!”

Pria itu mendengus dan Brak terdengar suara bantingan pintu yang begitu keras.

“Apa aku… Tidak berharga di dunia ini?”

Liquid bening yang sejak tadi membendung di pelupuk matanya itu kini merembes keluar,menciptakan aliran kecil di wajah cantiknya itu.

Jessica kemudian berlari menuruni beberapa buah anak tangga sebelum akhirnya berlari dengan kaki kaki jenjangnya tersebut. Pergi menuju tempat yang merupakan ‘rumah’ bagi gadis itu. Studio musik….

=In Yourself…=

“Noona?”

Park Chanyeol,namja bertubuh jangkung itu dibuat tercengang dengan kehadiran Jessica dengan wajah berderaikan airmata.

“Aku benci semuanya…hiks”Jessica terisak ketika dirinya berada tepat dalam dekapan Chanyeol. Namja itu mengelusi puncak kepala Jessica,membuat yeoja itu semakin terisak. Elusan lembut itu bagai bentuk ekspresi rasa sayang yang memang hampir tidak pernah dirasakan Jessica,selain dari Chanyeol. Mengapa hanya Chanyeol? Karena memang hanya namja itulah pemberi kasih sayang untuk seorang Jessica. Bukan Kris apalagi kedua orangtuanya.

“Appa dan umma…mereka… Membenciku”

Apa yang baru saja diucapkan Jessica membuat Chanyeol tertegun juga sedih hampir bersamaan. Bagaimana bisa gadis dalam dekapannya ini mengalami masalah yang datang bak hujan meteor. Menghujami gadis itu hampir bersamaan. Apakah seberat ini hidupmu Jess? Itu yang Chanyeol terus tanyakan dalam hatinya

“Lalu Kris?”Nama itu melintas begitu saja dalam benak Chanyeol hingga namja itu langsung menanyai sang pemilik nama tersebut pada Jessica “dia kemana?”

“Ke Jeju…”Ujar Jessica lirih. Direnggangkannya dekapannya pada tubuh Chanyeol,hingga namja itu kini dapat menatap langsung kedalam manik mata yang dipenuhi cairan bening milik Jessica

“Dia…sedang mengurusi proyek,sepertinya”

“Ck,lagi lagi”

Chanyeol menghembus nafasnya dengan berat seraya menatapi sosok yang dimatanya begitu rapuh itu. Chanyeol sudah cukup sering menjadi pendengar cerita sedih  seorang Jessica Jung. Namun betapapun sering Chanyeol menyimaknya,hatinya selalu akan sakit. Takkan ada satupun lelaki yang sanggup menyaksikan deraian airmata wanita,terlebih jika wanita itu memiliki kedudukan ‘istimewa’ dalam hati.

Jessica  mendudukkan tubuhnya pada sofa yang biasa digunakan Chanyeol untuk mengistirahatkan tubuhnya dimalam hari. Namja itu setiap harinya berlatih hingga kadang membuatnya harus menginap. Namja itu menarik lembut pergelangan tangan Jessica hingga yeoja itu kini duduk tepat disebelah Chanyeol

“Noona…”Panggil Chanyeol lembut,namun Jessica tak menyahuti Chanyeol. Yeoja itu bergerak mendekat dan kemudian menyandarkan kepalanya di pundak milik Chanyeol

“Kris… Dia bahkan lupa hari ulangtahunku”ujar Jessica dengan begitu lirihnya. Rasanya tercekat hati seorang Park Chanyeol manakala Jessica menyebut nama itu.

‘Bahkan walaupun dia melupakanmu, kau… Tetap terus mengingatnya…’Ujar Chanyeol dalam hatinya

.

.

.

“Kris…”

Sebuah suara baru saja membuat namja itu terjaga. Kris,namja itu kini (harus) membuka kelopak matanya yang menutup dan menatap sosok yang baru saja menggangguinya itu. Kwon Yuri

“Wae? Aku lelah Yul”ujar Kris seraya memberi pijatan lembut pada dahinya

“Yak! Kau tidak menelpon Sica?”Tanya Yuri

“Tadi sebelum berangkat”

“Lalu?”

“Sebenarnya apa yang ingin kau katakan,Yul? Ayolah,aku mengantuk”ujar Kris dengan malas. Namja itu kembali akan memejamkan matanya,namun Yuri dengan segera memukuli bagian lengan atas Kris hingga kembali namja itu harus terganggu tidurnya.

“Yak!” Bentak Yuri”Kau tidak memberinya ucapan selamat?!”

“Mwo?”

“Kau ini cerdas dan bukan tipe yang mudah melupakan sesuatu,tapi bisa bisanya melupakan kekasihnya yang tengah berulangtahun”cibir Yuri. Yeoja itu menampakkan ekspresi kesal dan langsung menyumpal telinganya dengan sebuah headset. Tak mengindahkan Kris yang masih terpaku diam.

Aku akan selalu menjadi yang pertama mengucapkan selamat ulangtahun untukmu,Sica

Baru saja sebaris kata kata yang pernah terucap dari mulut Kris kembali memutari kepalanya. Bisa bisanya dia melupakan hal itu…

“Sica…”Gumam Kris. Raut wajah namja itu kini berubah menjadi sedih. Begitu ingatannya dipenuhi Jessica,namja itu seperti begitu menyesali kesalahan yang baru saja dia sadari.melupakan ulangtahun kekasihnya

“Pesankan saja tiket ke Jeju,lalu rayakan ulangtahunnya berdua”celetuk Yuri. Yeoja itu ternyata memperhatikan raut wajah Kris yang berubah,sehingga dia menggagaskan pemikirannya itu. Dia-Yuri- tak ingin rekan kerjanya itu sedih lebih lama.

“Yul…”

“Ayolah,aku juga ingin bertemu Sica”pinta Yuri. Yeoja itu terus saja membujuki Kris dengan tatapan memelasnya,membuat Kris akhirnya memilih untuk menuruti Yuri. Tidak akan merugikan dirinya,toh juga dia sebenarnya mengingingkan keberadaan Jessica di dekatnya sekarang ini.

Namja itu akhirnya mengaktifkan ponselnya begitu pesawat mendarat dan dia baru saja turun. Tak lama,namja itu terdengar menghubungi seseorang…

=In Yourself…=

From : My Dear

Sica,maaf melupakan hari penting bagimu. Baekhyun akan segera menjemputmu untuk ke Jeju. Aku akan menunggumu🙂

Aku mencintaimu,Sica-ya

Pesan singkat yang baru saja dikirimkan Kris untuknya sontak menciptakan rona bahagia di wajahnya. Yeoja itu seperti baru saja merasakan hembusan angin yang menyejukkan. Beberapa jam lalu hidup Jessica dirasanya bak telah kiamat. Tak ada kebahagiaan yang tersaji untuknya. Namun ‘kiamat’ itu segera terganti manakala Kris mengiriminya pesan tersebut

“Ke Jeju?”

Chanyeol yang tak sengaja membaca pesan itu segera menatap Jessica. Dilihatnya yeoja itu mengangguk seraya tersenyum. Membenarkan hal ini -yang Chanyeol tidak ingin- itu rasanya menyakitkan. Sesak memikirkan apa saja yang –mungkin- akan dilakukan dua insan yang notabene sepasang kekasih tersebut. Ingin sekali Chanyeol menahan yeoja itu agar tetap di sisinya-minimal agar tidak ke Jeju- . Namun itu takkan bisa. Kenapa? Karena kebahagiaan yeoja itu bukanlah dirinya,melainkan Kris.

“Aku akan pergi menemuinya di Jeju,Chanyeol-ah”ujar Jessica. Yeoja itu memeluk Chanyeol sekilas sebelum akhirnya berlalu dari tempat tersebut. Meninggalkan Chanyeol dan rasa ketidak relaan yang hanya dia pendam dalam hati

“Andai aku Kris… Aku pasti akan membuatmu selalu bahagia,noona”

Chanyeol,namja itu mendesah dan kemudian memilih untuk membereskan studio tersebut. Beberapa hari latihan keras membuat Chanyeol tak menyadari jika sampah plastik mengisi hampir tiap sudut ruangan minimalis tersebut. Belum lagi debu debu yang menempel,cukup mengganggu rasanya.

BRAKK. Terdengar suara pintu studio itu menghantam permukaan dinding. Dan tepat ketika tatapan Chanyeol mengarah ke depan pintu,dilihatnya sosok namja yang dia panggil si cadel.

“CHANYEOL!!!”

“Mwo? Kenapa kau membanting pintu?!”Chanyeol menatap kesal si pria cadel bernama Oh Sehun itu. Namun namja itu sepertinya tak mempedulikan tatapan itu dan justru berlari mendekati Chanyeol

“Lihat ini”Sehun memberikan selembar surat yang baru saja diterimanya tadi pagi. Dan segera,Chanyeol menyusuri satu demi satu apa yang tertulis dalam secarik kertas itu. Wajahnya berubah kaget begitu dilihatnya kata yang bertuliskan Jeju di antara deretan kata kata yang tersurat tersebut

“Hun… Pastikan kita akan tampil di Jeju hari ini”ujar Chanyeol

“Eum. Aku akan menghubungi Kai dan yang lain”Sehun ikut tersenyum menatapi raut kebahagiaan di wajah sahabatnya tersebut. Wajah yang bisa dibilang cukup langka untuk bisa terlihat dari wajah seorang Chanyeol yang dingin dan selalu serius.

“Aku… Juga akan ke Jeju,noona”

=In Yourself…=

“Baekhyun-ah… Benarkah Kris yang menyuruhmu menjemputku?”

Dengan suara lirihnya Jessica menanyai Baekhyun yang duduk tepat di sampingnya. Dan Baekhyun,namja berwajah  imut itu melempar senyum manisnya pada Jessica dan akhirnya menjawab pertanyaan yang dilontarkan yeoja tersebut

“Eoh. Kris hyung yang memintaku datang memjemputmu”

“Tapi… Bagaimana kau bisa tau aku…”

“Aku tau tentang kekasih gelapmu itu,Jess”

“Mwo?! Yak!”Jessica melayangkan tinjunya hingga membuat namja itu mengerang karena efek dari sakit yang dirasakannya”kekasihku itu hanya Kris!”

“Oh… Kupikir”

“Kupikir apa?!”

“A-aniyo. Lupakan saja”

Baekhyun menggaruki tengkuknya dan memalingkan pandangannya kearah jalanan yang kala itu cukup ramai oleh sejumlah kenderaan yang sedang melaju. Dia-Baekhyun-tak berani menatap Jessica karena takut akan membuat Jessica bereaksi lagi jika dia secara tak sengaja nanti akan mengatakan tentang Chanyeol dan perasaannya terhadap Jessica. Mengapa Baekhyun bisa mengetahuinya? Karena Baekhyun adalah adik Tiffany,kekasih Chanyeol yang telah meninggal. Dan Baekhyun pernah sekali memergoki Chanyeol yang menatap Jessica dengan tatapan yang sama saat bersama kakaknya dahulu. Tatapan yang Baekhyun artikan sebagai bentuk pengekspresian seorang Park Chanyeol ketika dia mencintai seseorang.

Dan taxi yang mereka tumpangi itupun melaju,membelah jalanan di Kota Seoul menuju bandara

.

.

.

“Baekhyun-ah…

“Wae?”

“Aku lupa membawa barang barangku…”

“Tenang,Yuri noona katanya sudah menyiapkan semuanya”

“Jinjja?”

“Eoh. Ayo kita pergi”

Jessica,gadis itu kemudian berjalan di belakang sosok Baekhyun. Dan sebuah senyum kecil tanpa dia sadari terukir diwajahnya.

“Kau sepertinya benar benar mencintai Kris hyung yah,noona”

Senyum itu kemudian menghilang dan berganti dengan wajah penuh tanya seorang Jessica Jung terhadap  yang baru saja Baekhyun ucapkan.

=In Yourself…=

“Malam ini tuan harus menghadiri pertemuan”

Chen,asisten Yuri baru saja memasuki ruang kerja yang disediakan untuk Kris itu langsung memberitahu namja itu hal yang membuat namja tersebut tertegun. Namja itu bak patung bernyawa

“M-malam…ini?”

“Ne,sajangnim”

“Apa tidak bisa diwakilkan saja oleh nona Kwon?”

“Nona Kwon dan anda harus menghadirinya bersama sama”

“Ah,n-ne…”

Tak mendengar apapun terucap dari mulut Kris,Chen langsung membungkuk dihadapan namja itu dan kemudian sosok itu tak terlihat lagi setelah benda persegi panjang itu menutup

Dan Kris… Pikiran namja itu kini terfokus pada sosok gadis dengan surai berwarna cokelat bergelombang. Jessica Jung. Karena Jessica,akhirnya dia pun memutuskan untuk menghubungi seseorang

.

.

.

“Mwo?”

Baekhyun baru saja dikejutkan dengan ucapan Kris yang baru saja menelponnya.

“Ya,hyung!!!” Bentak Baekhyun. Namja itu hanya bisa tercengang dengan apa yang baru saja diucapkan Kris “kau…”

Baekhyun… Bantu aku

“Hfftt… Arraseyo”

Tit. Baekhyun memutus sambungan telponnya dengan Kris dan langsung beralih memandang Jessica. Gadis itu kini menatap Baekhyun dengan tatapan penuh tanya.

Hyung… Katanya dia harus menghadiri pertemuan penting malam ini”

Kini berganti Jessica yang tercengang. Dia bak patung bernyawa.

“L-lalu?”

Baekhyun tampak memikirkan sesuatu dan akhirnya namja itu tersenyum memandang Jessica

“Daripada kembali,bagaimana… Jika kita jalan jalan saja?”

“Mwo?”

=In Yourself…=

“Jadi kita akan tampil di festival?”

Sehun,berikut Chanyeol dan lainnya kini tertegun menatap panggung besar yang berdiri kukuh di hadapan mereka. Panggung itu bisa dikatakan panggung terbesar ‘mereka’ selama beberapa kali melakukan atraksi diatas panggung.

“Eum”gumam Chanyeol bersamaan dengan wajahnya yang kini menampakkan senyum.

“Pukul aku”ujar Sehun dan…

Buk.  Terdengar bunyi timbukan karena kepala Sehun yang baru saja menjadi sasaran kepalan tangan Seohyun,sang vokalis band tersebut. Tentu saja Sehun merenggut karena pukulan itu

“Yak! Appo!!!” Bentak Sehun

“Katanya ingin dipukul?”Tanya Seohyun”lalu kenapa membentakku?!”

“Siapa yang menyuruhmu memukuliku?!”

“Kau sendiri kan yang memintanya?!”

“Tapi kan aku me-“

Pertengkaran yang-mereka yakin-takkan mengenal kata selesai itu akhirnya harus mengikutkan Luhan,namja yang juga mengisi posisi vokal band tersebut.

“Diamlah,atau kalian akan mengacaukan hari yang indah ini”ujar Luhan datar

“Yak! Memangnya kami bisa merusak hari ini? Kami kan hanya bertengkar tuan Xi”ujar Seohyun ketus. Ditatapnya Luhan dengan kilatan mata yang memancarkan kekesalan. Sayang,namja itu ‘kebal’ dengan tatapan Seohyun tersebut. Tak terlihat ekspresi apapun di wajahnya

“Yak! Jangan acuhkan ak-“Seohyun tertegun begitu Luhan menatap tepat kearahnya.

“Wae? Kau yang bilang tidak ingin diacuhkan, bukan?”Tanya Luhan

“A-aku…”

“Yak,sudahlah kalian berdua… Kita fokus saja untuk perform kita nanti”

“Eum,baiklah”jawab Seohyun dan Luhan bersamaan

“Kompak”ujar Sehun dengan disertai senyumnya itu

“Yak!”

“Kajja,kita harus latihan”ajak Chanyeol. Dan mereka pun melangkah dibelakang Chanyeol

.

.

.

“Baekhyun… Aku ingin pulang saja”

“Aniyo! Kita saksikan festival dulu,Jess”

“Tapi…”

“Ayolah”bujuk Baekhyun “jarang jarang bisa menonton festival seperti ini,Jess”

Gadis itu tampak menimbang nimbang,dan tak lama gadis itu pun mengangguk

“Yes,kita menonton festival!!!”

Jessica tersenyum kecil menyaksikan tingkah Baekhyun tersebut. Yeoja itu benar benar tak terpikir jika seorang yang telah dewasa seperti Baekhyun ternyata memiliki sisi yang eum…cukup kekanakkan “dasar Baekhyun”

.

.

.

“Jadi pertemuan itu dipindah lokasi?”Tanya Kris. Dan Yuri yang menjadi lawan bicaranya hanya mengangguk seraya menyesap minumannya. Mereka saat itu sedang berada di sebuah kafe

“Iya. Dan kudengar,tempat itu bersebelahan dengan tempat diadakannya festival”

“Mwo?!”

“Kris,aku tahu kau benci keramaian… Tapi ini permintaan para investor asing itu”

“Ck,baiklah”

“Oh iya”Yuri menghentikan kegiatan menyesap dan langsung menatap Kris dengan mata memicing “Bagaimana rencanamu dengan Jessica?!”

“Aku membatalkannya”

“MWO???!!!”

“Jessi sudah kembali ke Seoul bersama Baekhyun”

“YAK!!!”

“Lalu aku harus membatalkan pertemuan penting ini juga?!”

“Ah…kau benar”

Yuri kembali menggenggam cangkirnya,bersiap untuk kembali menyesap minumannya,namun sayang…

“Aish,habis!”

Gadis itu lantas merengut kesal

=In Yourself…=

  Udara yang mulai terasa menusuk,langit yang tadinya cerah kini menjadi gelap. Hanya pendaran cahaya redup dari lentera malam raksasa yang menyinari bumi saat ini. Namun,meski begitu,di sebuah tempat yang berada di Jeju itu terlihat cukup ramai. Disana,akan diselenggarakan festival khusus yang menjadi event khas pulau tersebut setiap setahun sekali. Jadi,beruntunglah para pelancong yang berkunjung tepat dihari ini. Dan itu termasuk didalamnya Baekhyun dan Jessica yang kini berdiri diantara beberapa orang yang berada disana

“Baek… Apa tidak sebaiknya kita-”

“Jess,nikmati saja dulu. Lagipula sebentar lagi akan tampil band dari Seoul”ujar Baekhyun setengah berteriak. Namja itu kini berbaur dengan. Beberapa orang di sekitar mereka yang telah membentuk kerumunan kecil. Sedangkan Jessica? Yeoja itu justru tampak tidak peduli dengan apapun yang ada disekitarnya. Hanya Kris yang memenuhi pikirannya

“Oppa…”Ujar Jessica lirih. Yeoja itu menatap sebuah gelang yang baru saja dia ambil dari dalam sakunya

“Aku merinduka-”

“KITA SAMBUT BAND THE STAR”

Alunan musik mulai terdengar bersamaan dengan hiruh pikuk orang orang tersebut. Jessica sendiri ikut memandang kearah fokus para kerumunan tersebut. Awalnya memang tak terlihat peduli,namun begitu dilihatnya sosok yang tengah memainkan gitar tersebut,Jessica langsung terfokus padanya yang tidak lain adalah namja yang begitu dia kenal. Park Chanyeol…

“C-Chanyeol?!”Ujar Jessica. Dan telinga Baekhyun tak sengaja mendengar Jessica menyebut nama Chanyeol. Hal itu membuatnya terkejut dan ikut memandang kearah fokus netra Jessica saat itu

“Chanyeol?!”Pekik Baekhyun

Musik yang terus mengalun itu kini telah selesai tanpa disadari oleh Jessica dan Baekhyun. Mereka terlalu memfokuskan diri pada sosok Park Chanyeol.

“KALIAN MENIKMATINYA?!!!”Tanya Seohyun dengan microphone di tangannya.

“NE!!!”

“Gamsahamnida”ujar Seohyun dan yang lainnya. Mereka lantas membungkuk hormat,dan kemudian Seohyun mengarahkan microphone pada Chanyeol yang berdiri tepat di sebelahnya

“Ketua band ini… Akan sedikit membagi cerita tentang lagu yang kami bawakan”

Dengan ragu,Chanyeol mengambil microphone tersebut dan namja itu pun akhirnya mulai berbicara

“Terimakasih untuk kalian yang telah datang dan mendengarkan lagu kami. Aku harap kalian menyukai lagunya,karena lagu itu aku menciptakannya dengan segenap perasaanku untuk seorang gadis”

Baru saja apa yang dikatakan Chanyeol mengundang banyak perhatian. Kecuali Baekhyun,mereka-termasuk Jessica-masih dibuat bertanya tanya siapa kiranya sang gadis tersebut

“Aku harap… Dia ada disini agar dia tahu perasaanku terhadapnya”

Chanyeol menarik nafas sejenak,sebelum akhirnya melanjutkannya

“Jessica Jung… Saranghae”

.

.

.

“Jessica Jung… Saranghae”

Pernyataan cinta itu terdengar hingga ke beberapa area di tempat tersebut. Festival itu diselenggarakan terbuka sehingga memungkinkan untuk bisa terdengar oleh orang orang yang berada di sekitar.

Dan tepat ketika terungkap pernyataan tersebut,mobil yang ditumpangi Kris dan Yuri melintas

“Jessica Jung?”

Yuri mengernyitkan keningnya dan menatap Kris yang kini menatapi jendela mobil yang tertutupi kaca

“Yul,aku akan menyusul kesana”Kris langsung menuruni mobil itu begitu selesai mengucap kata kata tersebut.

“Yak,Kris!”

Yuri mencoba untuk menahan Kris,namun yeoja itu tak cukup cepat untuk menghalangi pergerakan Kris. Akhirnya yeoja itupun ikut turun menyusul Kris

“KRIS!!!”

Yuri terus saja mengejar Kris hingga namja itu menghentikan kegiatan berlarinya

“Jessi!”

Yuri terbelalak begitu di dengarnya namja bertubuh jangkung yang tadi ia kejar itu kini menyerukan nama sang kekasih,Jessica Jung. Ditambah dengan Jessica yang dia lihat setelahnya makin membuat matanya membelalak

“K…kris?!”

 

=In Yourself…=

“K…kris?!”

Keduanya-Jessica dan Kris- akhirnya saling bertemu. Baik Jessica maupun Kris tak menyangka tempat di pulau Jeju ini yang akan mempertemukan mereka

“Kenapa kau…”

Baru saja Jessica berniat menanyai Kris,namja itu langsung menggenggam pergelangan tangannya dan menuntun Jessica agar mengikutinya,pergi dari tempat festival itu berlangsung

“K-Kris…”Panggil Jessica lirih,namun Kris justru makin mempererat cengkramannya hingga mau tak mau Jessica harus memaksakan dirinya menyamai langkah dengan Kris yang notabene namja itu

“Y-yuri noona?!”

Baekhyun tak begitu menyadari keberadaan gadis pemilik nama Kwon Yuri itu,karena terhalang tubuh jangkung Kris.

“Baekhyun… Kau dan Jessica…”

“Kami belum kembali,karena aku mengajaknya untuk menonton festival ini”ujar Baekhyun “tapi… Aku janji setelah ini…”

“Sudahlah,itu tidak penting. Yang ingin kutanyakan padamu adalah…”Yuri menggangtungkan kata katanya seraya mengusapi tengkuknya. Kemudian yeoja itu memutuskan untuk melanjutkannya “tentang lelaki yang baru saja menyatakan cinta pada Jessica”

“Eum… Baiklah. Tapi… Aku harap noona takkan menceritakan pada Kris setelah aku menceritakannya pada noona”mohon Baekhyun

“Eoh. Aku mengerti”ujar Yuri seraya tersenyum

“Tunggu aku di kedai kopi yang ada di gedung Lim corporation,Baekhyun”

Yuri kemudian berlari…karena dia sudah terlambat untuk menghadiri pertemuan

.

.

.

“Kris…sakit”

Jessica merintih akibat sakit yang mulai terasa dibagian pergelangannya. Dan Kris akhirnya menghentikan langkahnya kemudian menghempas tangan jessica agak kasar

“Jess,apa namja itu selingkuhanmu?!”Tanya Kris dengan dingin. Ditatapnya Jessica dengan tatapan yang mengisyaratkan kemarahan dari dalam diri namja itu. Dan Jessica… Yeoja itu justru menatap sendu kekasihnya tersebut

“Aniyo… Aku tidak pernah berseling-”

Baru saja Jessica ingin menjelaskan apa yang terjadi,datang Yuri yang kemudian langsung menarik Kris pergi

“Yak,Yul”

“Tak ada waktu! Kita terlambat!!!”

“Mwo?!”

“Aigo! Aku lupa!”

Yuri menghempas lengan Kris yang ditariknya dan menghampiri jessica

“Saengil chukkae,Jessi. Maaf aku terlambat mengucapkannya padamu”ujar Yuri

“Nanti tunggulah kris bersama Baekhyun. Kami akan menghadiri pertemuan dulu”

Yuri kembali berlari menghampiri Kris. Dan lagi,yeoja itu menarik lengan Kris hingga tepat keduanya berada di depan mobil. Tak lama,kedua sosok itu tak lagi terlihat,menghilang bersama mobil hitam yang baru saja mereka naiki. Menyisakan kepulan asap yang cukup bisa dilihat Jessica dengan matanya

“Kris…”

Puk,terasa oleh Jessica sebuah tepukan lembut pada pundaknya. Membuat yeoja itu menoleh dan mendapati sosok Chanyeol yang kini berada di hadapannya

“Annyeong,noona”

.

.

.

“C-Chanyeol?!”

Jessica tersentak kaget begitu dirinya mendapati sosok bertubuh jangkung tengah tersenyum seraya menatap kearah gadis itu. Kejadian yang baru saja terjadi membuat keduanya saling beradu pandang selama sejenak. Hingga akhirnya Jessica tersadar dan segera mengalihkan pandangannya dari mata Chanyeol.

“Aku benar ternyata”ujar Chanyeol “noona ada disini”

“Ah-eoh… Eum… Aku-“jessica tampak ragu,terlihat saat yeoja itu menggaruki tengkuknya. Dan gerak tubuh Jessica itu membuat Chanyeol terkekeh

“Noona sangat manis”ujar Chanyeol seraya mengusapi puncak kepala Jessica,membuat yeoja itu tertegun. Kembali teringat olehnya kejadian yang baru saja terjadi,tepatnya saat Chanyeol menyatakan perasaan padanya. Memang tidak secara berhadapan,namun tetap saja Jessica mendengar semuanya

Hal ini yang mungkin menciptakan ke’canggung’an diantara keduanya

“Kris… Meninggalkanmu lagi,noona?”

“A-aniyo… Kris  hanya…”

“Apa… Kau mendengarnya?”Tanya Chanyeol tiba tiba. Jessica memutar mutar otaknya,berusaha mencari tahu apa yang dimaksudkan pemuda bertubuh jangkung dihadapannya.

“Pernyataanku padamu… Apa kau…”

Chanyeol menghentikan kata katanya begitu dilihatnya Jessica yang sedang mengedarkan pandangan kesana kemari,mengalihkan pandangannya dari mata Chanyeol.

“Noona…”Chanyeol menghembus nafasnya sejenak dan kemudian melempar kembali senyum indahnya pada Jessica “aku memang menyukaimu… Tapi aku tidak berharap kau akan membalas perasaanku ini. Tetaplah dengan perasaanmu yang sekarang. Baik itu terhadapku maupun Kris”

“Chanyeol…”

“Aku akan selalu menjadi yang kau perlukan noona”

“Mwo?!”

“Carilah aku jika kau sedang sedih. Aku pasti akan ada untukmu,noona”

Jessica mengangguk pelan disertai isakan yang mulai terdengar dari gadis itu.

“Ne,aku… Akan selalu mengingat itu”ujar Jessica

Keduanya saling menatap dan kemudian terkekeh. Terus begitu hingga Baekhyun menghampiri mereka.

“Ayo pergi”ujar Baekhyun. Chanyeol yang -tentu saja-mengenal Baekhyun itu sontak tertegun.

“Mwoya?”Tanya Baekhyun datar “kau tidak ingin mengunjungi makam noonaku lagi?”Sambungnya

“Maaf… Tapi aku pasti akan mengunjunginya”Chanyeol membungkuk hormat tepat dihadapan Baekhyun. Dan namja berwajah imut itu hanya tersenyum tipis.

“Eum”

Hanya gumaman yang diperdengarkan Baekhyun sebelum namja itu menarik Jessica bersamanya,menjauh dari tempat tersebut. Seulas senyum nampak di wajah imutnya. Sedangkan Jessica? Yeoja itu masih dengan tanya yang memenuhi benaknya. Tentang Chanyeol dan Baekhyun…

=In Yourself…=

Sepanjang rapat berlangsung,Kris tak memfokuskan pikirannya pada agenda rapat. Pikirannya justru tengah tertuju pada sosok Jessica dan peristiwa yang baru saja terjadi. ‘Apa mungkin… Dia dan jessica…’ Kira kira hal itulah yang dipikirkan namja bernama Kris itu.

Dan Yuri sepertinya menyadari hal itu

.

.

.

“Yak,Baekhyun..!”Jessica secara mendadak menarik lengan Baekhyun hingga mau tak mau namja itu menghentikan langkahnya.

“Wae?”

“Kau… Dan Chanye…”

“Kami saling mengenal”ujar Chanyeol “dia mantan kekasih noonaku,Hwang Tiffany”

Tak ada kata kata yang terucap dari Jessica. Yeoja itu kini membiarkan dirinya ditarik Baekhyun,menuju tempat yang Jessica tak tau dimana itu.

-In Yourself-

Baekhyun ternyata membawa Jessica menuju ke sebuah kedai kopi. Mereka mengambil tempat yang tepat berada di sudut ruangan yang bergaya khas Eropa itu. Disana mereka sibuk dengan pikirannya masing masing. Tak ada yang mereka perbicangkan sehingga terasa ‘sepi’. Terus dengan keadaan yang seperti itu hingga terdengar lonceng kecil yang dipasang di depan pintu kedai itu terdengar bergerincing. Menandakan seseorang baru saja memasuki kedai tersebut. Dan hal itu menjadikan pemilik wajah imut tersebut mengalihkan diri’nya’ dari pikirannya dan sejenak menatap sosok yang baru saja masuk tersebut.

“Noona… Hyung?”

“Maaf membuat kalian menunggu”ucap seseorang yang ternyata adalah Yuri dan Kris. Keduanya lantas membuat jessica beranjak dari pikirannya dan menatap mereka.

“K-kris..?” Pekik Jessica. Lantas wajah cantik itu kini dihiasi sebuah lengkungan tipis yang membuat kedua sudut bibirnya tertarik keatas

“Waeyo?”Tanya namja itu datar. Wajah tampan namja itu tak memperlihatkan rasa senang sedikitpun. Dia-Kris- kemudian menyegerakan diri menduduki kursi yang berada di hadapan Jessica.

“Yak! Kris!!!”Yuri memperlihatkan senyum kikuknya pada Jessica seraya mencubiti Kris

“Yak,appo!!!”Kris mengerang begitu Yuri memelintir pinggangnya. Sakit,sudah tentu

“Diamlah. Cepat bicarakan masalah kalian,aku dan Baekhyun akan pergi”

Dengan sedikit bersusah payah Yuri mendorong bahu Kris hingga namja itu tepat menduduki kursi yang berada di hadapan Jessica. Lantas Yuri menarik Baekhyun yang pada saat itu akan menyesap kopi mocachinonya.

“He-hei!”Protes Baekhyun,namun Yuri tak mengindakannya dan terus menarik Baekhyun hingga keduanya tak lagi berada di kedai tersebut

Kepergian Yuri dan Baekhyun itu membuat Jessica dan Kris akhirnya berada dalam kondisi dimana mereka layaknya pasangan. Hanya berdua. Namun keduanya sibuk mendiamkan diri dan membiarkan diri mereka dikuasai alam pikiran masing masing,hingga kebisuan akhirnya mendominasi suasana kala itu. Terus begitu hingga akhirnya Kris lebih dulu ‘mengembalikan’ kesadarannya dan mulai menatap Jessica

“Kau dan namja itu… Ada hubungan apa?”Tanya Kris datar

“Kris… Yeol dan aku hanya berteman”ujar Jessica lirih

“Aku tidak bisa mempercayai itu,Sica. Jika…”

Bagai dijatuhi bongkahan batu besar,hati Jessica rasanya tertohok. Kris… Pria yang dia cintai berkata tidak mempercayainya?

“Geurae,dengan begini hubungan kita berakhir”

Kris tertegun mendengar apa yang baru saja diungkapkan Jessica. Namun itu tak lama karena Kris dengan cepat menahan langkah Jessica yang baru saja akan bergerak menuju pintu.

“Jess…”

“Sudahlah Kris,kau…”

“Dengarkan aku sampai aku selesai bicara”

“Eum”

“Aku tak akan mempercayai kata katamu jika…” Kris menggantungkan kata katanya dan menampakkan seulas senyum indah diwajahnya

“Kau menolak untuk menikah denganku”

Mimpi ataukah kenyataan?

Semua rasa kini teraduk menjadi satu ketika mendengar pernyataan Kris itu. Namja itu kini bersimpuh dihadapan Jessica,hingga membuat beberapa pasang mata menjadikan mereka objek menarik untuk ditonton

“Kris…”

“Sica,would you marry me?”

Hanya deraian airmata yang kini Kris dapati dari seorang Jessica

“Jess…”

“tentu saja aku takkan menolak,Kris…”

Gadis itu berhambur memeluk Kris. Dan adegan bak drama romantis itu menciptakan suasana yang sedikit riuh disana. Tepukan tangan tanda menyelamati dan sorak sorak menggodai pasangan itu hampir memenuhi kedai tersebut.

Dan ternyata bukan hanya mereka-di dalam kedai- yang menyaksikan hal itu,namun juga tiga pasang mata yang berada di luar pun sedang menyaksikannya.

“Aku harap… Jessica dan Kris bahagia”ujar Yuri

“Eum”

Baekhyun dan Yuri saling memandang selama beberapa saat,kemudian terkekeh pelan. Tanpa mereka sadari jemari mereka saat itu bertautan

Dan pemilik sepasang mata yang lain… Tengah berdiri mematung,memandangi dua sejoli yang berada di dalam kedai.

“Noona… Semoga kau bahagia”

Namja yang ternyata adalah Chanyeol itu lantas pergi dan membiarkan dirinya berjalan dengan hatinya yang kini rapuh

Dan apakah cerita sedih Jessica Jung akan berakhir disini? Tentu tidak… Karena ini bukanlah titik tertinggi dimana gadis itu merasakan derita dalam hidupnya

=In Yourself…=

Setelah Kris melamar Jessica di hari itu,dia-Kris-se segera mungkin mempertemukan Jessica dan kedua orangtuanya. Sambutan hangat dirasakan Jessica manakala mengunjungi kediaman keluarga Wu di Seoul.

“Panggil aku eomma,menantuku”ujar nyonya Wu-ibu Kris- dengan senyum yang menghiasi wajah yang mulai terdapat garis halus itu

“N-ne aj…ah maksudku eomma”ujar Jessica dengan kikuknya. Kris dan appanya lantas berbisik dan akhirnya Kris mengangguk setelah menatap appanya.

“Jess… Ayah dan ibuku ingin berkenalan dengan orangtuamu”

Apa yang baru saja dikatakan Kris,membuat Jessica tertohok. Mereka ingin mengenal orangtua yang bahkan tak menganggapnya anak? Apa mungkin mereka akan menerimaku jika tau kondisi orangtuaku? Pikir Jessica.

“Eum… Aku…”Belum sampai Jessica menyelesaikan ucapannya,nyonya dan tuan Wu langsung tersenyum

“Orangtuamu pasti mendidikmu dengan baik. Aku jadi tidak sabar untuk segera menemui mereka”ujar nyonya Wu. Dan hal itu semakin membuat Jessica panik.

“Aku yakin ayah dan ibumu pasti orang yang baik”timbal tuan Wu-ayah Kris-

“Bagaimana Sica,apa kau tidak keberatan?”Tanya Kris

“Eum… A-aku…”

“Aku yakin Jessica takkan keberatan. Benar kan?”Ujar nyonya Wu seraya menatap Jessica

“I-iya…”Ujar Jessica dengan lirih. Yeoja itu kembali membayangkan memori memori yang lalu dimana kedua orangtuanya yang selalu mempermasalahkan dirinya. Kehadirannya saja tidak diharapkan.

“Besok kami akan berkunjung”ujar tuan Wu

“Ne?”

“Bersiaplah Jessica,jangan lupa beritahu orang tuamu”

“N-ne”

.

.

.

=In Yourself…=

Jessica yang baru saja kembali dari rumah Kris memutuskan untuk mendatangi studio musik,tempat dimana Chanyeol biasanya berada. Dan tepat ketika Jessica akan mengetuk pintu,Chanyeol ternyata baru saja membukakan pintu.

“Noona?”

“Yeol…aku harus bagaimana?”

Belum sempat Chanyeol menanyai Jessica,yeoja itu langsung berhambur memeluk tubuh jangkung tersebut.

“Noona..?”

“Yeol… Aku harus bagaimana?”.

Tak ada kata yang mampu diucap Chanyeol. Hanya membiarkan Jessica mendekap tubuhnya

.

.

.

“Lalu orangtuamu?” Tanya Chanyeol

“Molla. Aku tidak tau harus bagaimana”ujar Jessica

“Jujur saja,noona. Itu lebih baik”

“Tapi… Aku takut jika Kris…”

“Kau takut ditinggalkan? Begitu?”Tanya Chanyeol

“Eum… Iya”ujar Jessica lirih “aku sangat menyukainya…”

“Noona! Jangan biarkan cinta membutakanmu! Kau…”

BRAK. Suara bantingan pintu terdengar ketika sebuah sosok muncul dari balik pintu yang terbuka tersebut.

“Ternyata benar kau disini”ujar seseorang yang ternyata adalah Kris

“K-kris?”

Bugh. Suara pukulan terdengar ketika kepalan tinju Kris menghantam tepat dipipi dan bagian perut Chanyeol hampir bersamaan. Membuat sudut bibir namja itu dialiri darah segar.

“Kris!!!”Terdengar Jessica memekik sembari menahan tubuh jangkung itu agar tidak menghantamkan kepalan tangannya ke wajah Chanyeol lagi

“Sica,jangan hentikan aku!”Titah Kris,namun Jessica masih saja menahan gerak tubuh kris

“Noona,sudah-”

“Kris! Aku yang salah,bukan Chanyeol!!!”

Pembelaan Jessica itu sontak menghentikan gerak tubuh Kris. Namja itu dengan wajah sendunya menurunkan kepalan tangannya dan segera pergi setelah menatapi Jessica.

“Aku berharap… Aku takkan mempercayaimu lagi,Sica”

Kemudian Jessica berlari meninggalkan Chanyeol. Dan hampir saja Jessica menabrak raga bernyawa lain yang akan masuk ke dalam studio tersebut

“Eoh… Annyeong eonni”ujar Seohyun

“Annyeong”ujar Jessica “tolong bantu Chanyeol,dia terluka…aku mohon”Jessica menunduk sebelum kembali mengejar Kris

“Ta-”

Seohyun tak sempat mencegah Jessica ketika yeoja itu akan pergi. Membiarkan Jessica tak lagi terlihat dalam pandangannya

“Astaga,Chanyeol!”

Sehun terlonjak begitu dilihatnya sosok Chanyeol yang melangkah tertatih dengan sebelah tangannya memegangi bagian perut. Ditambah dengan darah yang mulai mengering pada sudut bibirnya.

“Yak,gwenchana?!”Tanya Luhan dan Seohyun hampir bersamaan. Mereka lantas memandang cemas Chanyeol,namun dengan langkah tertatihnya Chanyeol terus melangkah kearah dimana Seohyun terakhir kali melihat Jessica.

“Aku… Harus…”

Brraaakkk. Terdengar suara dua benda yang bertubrukan. Chanyeol merasakan firasat yang begitu tidak mengenakkan tentang Jessica.

“Noona…”

.

.

.

“Jess… Ireona!!!”

Suara berat nan lirih yang terdengar dari mulut seorang Wu Yi Fan. Namja itu tengah menangisi raga bernyawa yang kini terkapar dengan bersimbah darah.

“Noona!!!”

Chanyeol dengan langkah tertatihnya itu mendekati raga bernyawa yang ternyata adalah Jessica. Bau  khas liquid merah kental itu tak dipedulikan Chanyeol. Yang menjadi fokusnya hanyalah Jessica,tepatnya manik mata Jessica

“Noona…” Ujar Chanyeol lirih “jangan pergi…”

Wajah Chanyeol mulai dialiri liquid bening dari pelupuk matanya. Direngkuhnya tubuh sang wanita tercinta dengan begitu lembut.

Dan Kris..? Namja itu justru terpaku diam,memandangi darah yang melekat di telapak tangannya. Rasa bersalah menghinggapinya kini.

“Seo,hubungi ambulans”titah Luhan yang masih memandangi para tokoh menyedihkan dihadapannya.

“E-eum…baik”

Dengan lincahnya jemari jemari lentik Seohyun menekan tombol pada handphone dan mulai menghubungi pihak rumah sakit…

=In Yourself…=

 

Kris POV

Biarkan aku yang menggantikannya…

Penyesalanku kini tak berarti. Jessica,wanita yang seharusnya kujaga justru terbaring dengan begitu banyak alat alat medis-yang aku tidak tau apa saja itu- yang membantu kelangsungan hidupnya,sejak kecelakaan itu terjadi.

Aku berkata tidak mempercayainya. Padahal seharusnya aku berkata sebaliknya. Aku… Seharusnya percaya dengan cintaku,dengan suara hatiku… Bukan dengan bisikan iblis yang menggelorakan api cemburu dalam diriku.

“Noona… Hari itu dia ingin menanyaiku tentang masalah orangtuamu yang ingin bertemu dengan orangtuanya. Padahal orangtua noona tidak lagi utuh. Mereka bahkan ingin noona mati”jelas Chanyeol panjang lebar. Namja itu…mengapa dia mengetahui kisah pilu dalam hidup kekasihku? Sementara aku… Sama sekali tidak

“Noona… Bukan tidak ingin bercerita padamu,tapi… Noona hanya ingin berbagi kebahagiaan saja denganmu. Dia tidak ingin membebanimu dengan kisah sedihnya”

Benarkah itu..? Jess,aku tidak tahu apapun… Maafkan aku

“Noona sangat mencintaimu”

Liquid bening yang seharunya berada di dalam pelupuk mataku justru mengalir,membentuk sungai kecil disekitar wajahku. Ini gambaran segenap rasa sesalku terhadapnya…

“K-Kris…”

Aku mendengar suara lembut namun sedikit parau,yang begitu kukenal. Mungkinkah…

“Jess…”

Chanyeol bergegas menghampiri kami dan menatap Jessica penuh harap,sama sepertiku. Kami berdua,sama sama mencintai gadis ini…

“Noona/Jess sadarlah”

Dan mata itu… Mulai membuka perlahan… Kemudian manik di dalamnya menatap tepat kearahku…

“Jess…”

“Kau… Siapa?”

.

.

.

#Jessica POV

Kupikir hidupku tetaplah sama. Kedua orangtuaku yang masih tak mempedulikanku,Chanyeol yang masih setia menjadi teman berbagiku. Aku yang masih mengemban ilmu di Cheonsa University…

Tapi mengapa aku merasa ada yang kurang?

Apa yang tak ada?

Atau

siapa yang hilang?

Walau aku menyuri jalanan yang sama,walau aku memikirkannya hingga esok… Aku tidak menemukan jawabannya

.

.

.

#Author POV

Jessica,gadis itu selalu menuntun sepedanya ketika dirinya berada di taman. Membiarkan kaki kakinya yang beralaskan sepatu kets itu menapaki jalanan kecil yang membentang sepanjang taman.

Banyak dedaunan maple yang jatuh. Warna merah yang mendominasi beberapa bagian taman. Nuansa autumn yang begitu kental terasa…

“Musim gugur yah…”

Gadis ini terus menampakkan lengkungan tipis yang menghiasi wajah cantiknya. Sembari memandangi pemandangan khas autumn di sekitarnya,Jessica memikirkannya… Yang hilang dari hidupnya…

“Siapa?”

Gadis itu masih berusaha mengingat ingat. Kembali dia jalankan memori memori di ingatannya. Namun tak kunjung dia mengetahuinya…

Tap Tap Tap

Derap langkah yang lain terdengar dari arah berlawanan. Membuat Jessica terhenti dan lantas pandangannya terfokus pada sosok yang kini berdiri tak jauh darinya.

Dan namja itu semakin dekat. Membuat desiran darah ditubuh Jessica begitu hebat rasanya. Jantungnya berpacu dengan tempo yang tak lagi normal. Jessica masih terdiam dengan kondisi yang seperti itu, bahkan ketika namja itu berjalan melewatinya…

“N-nuguya?”Pertanyaan itu meluncur begitu saja dari bibir Jessica yang mengatup. Dia lantas menoleh dan mendapati namja di hadapannya tengah menatapnya

“Wu Yi Fan imnida…”

Desiran angin yang berhembus melenyapkan suara berat dan dalam pemuda bertubuh jangkung itu. Namun angin tak cukup kuat menyapu suara itu dari ingatan gadis itu… Yang kini bak patung bernyawa.

=END=

Akhirnya kelar juga ff aneh ini*lapkeringat*🙂

Aneh kan? Gaje kan? Emang iya,karena yang bikin juga lagi error(?) ._. Jadinya bukan ff bagus malah ancur lebur. Dan untuk judul… Kenapa aku ngasih judulnya In Yourself? Jujur aku dapat inspirasi bikin FF ini berawal dari kata In Yourself yang gak sengaja melintas di otak. Tapi plot malah lari jauh dengan judulnya. -__-

Kalo readers ada yang mau bantu ngasih judul yang-menurut kalian-lebih sesuai bisa koq sekalian nulisnya di kolom komentar😀

Di beberapa bagian gak aku perjelas,karena udah kebingung ama jalan ceritanya. Kehilangan plot(?)-_-#dasar

Please komentar yah karena aku butuh kejelasan tentang ff ini. Baguskah atau malah absurd…😀

Oh iya,gak lupa aku ngucapin terima kasih buat kalian (readers) yang udah ninggalin komentar (_ _)#DeepBOW

 

16 thoughts on “[Freelance] drabble : In Yourself

  1. wuaduh pengen tau endingnya sama siapa malah end masa?kekekee,,gantung thor,,
    truz gimana sama nasibnya abang chanyeol yah?baek banget ni abang hehehe
    abang kris udah jahad si sama sica eonni jdi di ilangin deh tuh di memori otaknya eonni qiqiqiiqiqi..
    boleh gak yua minta sequel sama author ^0^ #penasaran

  2. Ceritanya sedih banget.
    Orang tua jessica membencinya.
    Jessica sentiasa tersenyum bersama dengan kris.
    Walaupun hatinya banyak terluka.
    Daebak chingu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s