[Freelance] (A Regret) (Chapter 5)

Title : A Regret

Author : Jung Yoo Rey

Leght : Chaptered

Rating : PG 15

Genre : sad, friendship, tragedy, hurt, angst

Cast : Jessica Jung, Xi Luhan, Im Yoona, Oh Sehun

Support Cast : All Member SM, etc

Disclaimer : all cast do not belong to me but everything is my bias especially jessica jung. This fanfiction is mine completely!

prev chap 6.

“kau… aku sudah bilang kan, jika terjadi apa-apa pada jessica, kau harus bertanggung jawab!” desis tiffany sambil mencengkram rahang yoona. Yoona meringis kesakitan.

“a-appo” lirih yoona. Tiffany menajamkan matanya.

“apa? sakit? Sakit mana dengan hati jessica, huh?! Kita sudah hidup bersama lebih dari 7 tahun, yoona-ah! Kenapa kau tega sekali pada jessica?! jessica bahkan telah berkorban banyak padamu!” teriak tiffany sambil terisak. yoona hanya bisa diam sambil menangis.

“fany-ah, sudahlah.” taeyeon berusaha melepaskan tiffany dari yoona. Tiffany langsung menghempaskan yoona hingga yoona hampir terjengkal kebelakang.

Tiffany terisak. matanya sudah bengkak menangis sejak kemarin.

Yoona menoleh ke arah luhan. luhan menangis. Untuk yeoja lain. Dengan cepat yoona mengambil kesimpulan kalau luhan mencintai jessica. ya, mencintai jessica.

Yoona tidak peduli lagi dengan perasaan namja itu. dia sekarang ketakutan dengan keadaan eonnie kesayangannya itu diluar sana. Yoona sekali lagi menoleh kesekelilingnya. Semua menangis. Bahkan kris yang dikenal sebagai namja es itu ikut meneteskan air mata. Yoona merasa ditohok.

Yoona masih terisak kecil. Dia takut tidak ada yang membelanya. Dia takut sendirian. Dia takut akan dikucilkan. Yoona mengepalkan tangannya. dia berjalan ke depan tiffany. tiffany mengernyitkan keningnya.

Bruk

Yoona langsung menjatuhkan dirinya dibawah kaki tiffany. dia berlutut didepan kaki tiffany membuat tiffany tersontak begitu pula member SM lainnya.

“maaf… maafkan aku…” lirih yoona pelan. isakan yang dikeluarkannya makin keras.

“maafkan aku… aku minta maaf.. hiks” lirih yoona lagi. air mata membasahi pahanya yang tertutup jeans bludru. Bahunya terguncang hebat.

Tiffany tertegun. dia terdiam begitu pula dengan member SM lainnya. Dia tak menyangka kalau yoona akan meminta maaf sambil berlutut didepan semua member SM.

“apapun akan kulakukan demi sica unnie… jadi tolong maafkan aku… aku salah…”

Tiffany tidak bisa berkata-kata. Bagaimanapun sekarang ini dia sangat kecewa pada yoona. Sangat sangat kecewa.

unnie-ah, berdirilah…” lirih seohyun sambil mencoba menarik lengan yoona. Yoona yang nampak linglung itu mengikuti arah tangan seohyun. Seohyun memeluk yoona. Dia tidak tega melihat yoona yang nampak menyedihkan.

Krek.

Pintu ruang rapat terbuka dan muncullah 2 namja dan 2 yeoja. Taeyeon menghela nafasnya melihat manager SNSD dan manager jessica.

“taeyeon-ah, suho-ssi, kris-ssi, ikut aku.” Panggil yeoja berumur 30-an yang diketahui taeyeon sebagai sora unnie, manager jessica.

Taeyeon dengan langkah pelan berjalan ke arah sora sambil menunduk diikuti dengan suho dan kris yang juga pasrah berjalan ke arah sora, lalu mereka semua menghilang dibalik pintu.

—-

“aku heran dengan kalian. Bagaimana bisa kalian saling menghianati satu sama lain?” gumam hyonsung, salah satu manager SNSD yang paling senior. Taeyeon hanya bisa menunduk sambil terisak kecil. Suho dan kris juga hanya bisa menunduk.

“kau tau kan bagaimana pengorbanan jessica jika dia sudah menyayangi sesuatu? Setidaknya kalian harus mengerti satu sama lain.” Tambah hyonsung lagi.

Taeyeon meremas tangan telapak tangannya. dalam hati ingin rasanya dia berteriak kalau dia juga tidak menginginkan hal ini terjadi.

“soo man sajangnim sedang mengadakan rapat besar yang mengundang semua CEO, dan bahkan pemegang saham hanya untuk kekacauan yang kalian buat. Kami masih bisa mentolerir jika kalian hanya membuat kekacauan sebatas saling memukul, menghina, atau berpacaran sesama member SM. Tapi kekacauan yang kalian lakukan ini mengorbankan salah satu teman kalian!” bentak taejoon sambil mengacak rambut cepaknya. Taeyeon sedikit tersontak tapi dia lebih memilih diam. Suho dan kris tidak jauh beda dengan taeyeon.

“kalian tahu, jessica sangat menyayangi kalian, tapi kenapa kalian malah membalasnya seperti itu? apa kalian menganggapnya sampah?” lirih sora sambil menyeka air mata yang sudah mengalir di pipinya. Bagaimanapun dia terpukul mendengar jessica, yang sudah dia anggap sebagai adik kandungnya itu, diculik dan bahkan diperkosa.

“aku tidak habis pikir, kalian tega-teganya melakukan hal keji yang mempermainkan perasaan teman kalian sendiri. kalian tahu kan kalau jessica itu sangat menyayangi kalian? Bahkan dia adalah sunbae kalian! Dia bahkan lebih dulu menjadi trainee di SM daripada kalian! Kalian harus tahu bagaimana perjuangannya sebagai salah satu trainee terlama di SM! Dan kalian membalasnya seperti ini?!” bentak hana dengan bahu bergetar.

Kemudian hening. Hanya terdengar isakan-isakan kecil dari taeyeon, sora, dan hana. Sampai akhirnya hyonsung angkat bicara.

“krystal… apa kalian bisa memikirkan perasaannya saat tahu kalau unnie kandungnya sendiri diperkosa oleh lelaki asing?” lirih hyonsung serak. Matanya memerah.

“dilihat sekilas saja kita bisa langsung tahu kalau krystal sangat menyayangi jessica melebihi apapun. Dia selalu pamer pada teman-temannya disekolah, managernya, dan unnienya di F(x), kalau dia sangat bangga memiliki unnie seperti jessica yang mampu bertahan sangat lama demi mengejar cita-citanya. Kalian tahu kan, jessica sangat berharap jika nanti ada SM town world tour USA lagi, dia akan mengundang orang tuanya untuk duduk dikursi paling depan dan melihat pertunjukannya dan krystal bersama kalian semua. Dia sangat ingin membuat orang tuanya bangga. Tapi kenapa kalian malah menghancurkan impiannya itu?” lirih hyonsung lagi. setetes air bening meluncur dari pelupuk matanya.

Taeyeon menggigit bibirnya mengingat beberapa bulan lalu saat mereka bermain tell me your wish bersama semua member SNSD dan manager mereka.

“nah kita mulai putar botolnya, ne?” tanya hyonsung sambil mengambil ancang-ancang untuk memutar sebuah botol ditengah lingkaran para member SNSD dan manager SNSD juga.

“ne!” seru semua member SNSD senang. Hyonsung tersenyum dan mulai memutar botol ditengah lingkaran itu dan langsung berlari kembali ketempat duduknya disamping hyoyeon.

Semua mata terus mengikuti kemana mulut botol itu menuju. Dan akhirnya berhenti di yuri.

“aaa!” sorak para member SNSD.

“nah, yuri-ah, tell me your wish!” seru hyonsung dan taejoon bersamaan.

“Sowoneul malhaebwa!” para member SNSD menyanyikan sepotong kalimat dari lagu mereka, genie.

Yuri berdehem lalu menarik nafas. “eum, aku selalu berharap dapat menjadi lebih baik, orangtuaku bangga padaku, fans-ku semakin banyak, mempunyai teman sebaik kalian, dan aku juga berharap menemukan jodoh yang tepat kelak nanti.” Ucap yuri malu-malu.

“aigoo, uri black pearl sudah dewasa, eoh? Hahaha!” celeteuk hana diikuti tawa yang lain. Yuri hanya merengut.

Hyonsung kembali memutar botol. Dan beberapa detik kemudian mulut botol itu menunjuk ke arah hyoyeon.

“sowoneul malhaebwa!” member SNSD kembali melantunkan sepotong kalimat dari lagu mereka itu.

Hyoyeon tersenyum lebar. “ah, aku tidak punya keinginan yang berlebihan. Aku hanya ingin bisa terus bersama kalian hingga tua nanti. Dan jika ada SNSD tour lagi nanti, aku berharap aku dapat melakukan perform dance solo-ku dan melihat para sone maupun hyounnie mengangkat banner bertuliskan namaku.”

Para member SNSD dan manager mereka sedikit terharu mendengar permohonan hyoyeon. Kemudian hyonsung kembali memutar botol. Botol itu berhenti tepat menunjuk jessica.

“sowoneul malhaebwa!”

Jessica mengulum senyumnya dan menarik nafas. “okay, aku punya banyak permohonan. Tapi untuk saat ini aku benar-benar berharap dapat meneruskan karirku diiringi oleh kalian semua. Dan oh ya, aku juga berharap jika ada SM  world tour di USA, aku akan mengundang orang tuaku untuk duduk paling depan agar dia dapat dengan bangga melihat pertunjukanku nanti.”

“aigoo, kenapa harus SM world tour? Kenapa tidak SNSD world tour saja?” tanya sora.

Jessica tersenyum lebar. “aku bekerja di SM, jadi aku ingin orang tuaku melihat teman-teman seperjuanganku yang sudah kuanggap saudaraku itu juga berada satu panggung denganku. dan tentunya aku ingin orangtuaku melihat penampilanku bersama krystal.”

Taeyeon tersenyum miris mengingat kenangan mereka itu. air matanya mulai mengalir deras. Bahunya terguncang. Jessica benar-benar meninggalkan kenangan yang begitu besar baginya dan yang lain.

“sekarang bagaimana cara kita memberi tahu orangtuanya?” tanya hana sambil mengusap matanya. taeyeon menunduk. tidak mungkin dia berani memberitahu orangtua jessica kalau jessica telah diperkosa dan sekarang hilang entah kemana.

“apakah kau berani, taeng?” celetuk taejoon yang membuat taeyeon spontan mengangkat wajahnya kaget.

“a-aku ti-tidak… ah ani, aku be-belum siap…” lirih taeyeon dengan wajah yang tetap terkejut.

“baiklah. aku juga bila disuruh tidak akan mau. sekarang kris, tolong kau panggil siapa saja yang terlibat dalam permainan ini. dan ya, tolong panggil sehun juga.” Perintah taejoon pada kris.

Kris menghela nafas dan segera keluar menuju ruang rapat kembali.

—-

“yoona. Aku tidak percaya apa yang sudah kau lakukan.” Lirih hyera, manager yoona. Yoona terus menunduk. dia menggigit bibir bawahnya.

“kalian mengecewakan.” Sinis sora. Yoona semakin takut.

“dan untuk kalian, aku tidak tahu kenapa kau harus menjadikan sunbae kalian sendiri sebagai mainan.” Kecewa gyul, manager EXO.

Luhan, kris, kai, chanyeol, dan lay hanya bisa menunduk.

“kris, kau itu sudah ditunjuk oleh soo man sajangnim agar menjadi big leader dari EXO agar menjaga para membermu, tapi nyatanya? Kau mengecawakan, kris.” Lanjut gyul lagi.

“sekarang bagaimana kita dapat menjelaskan hal ini kepada keluarga jessica?” tanya hyonsung. Semuanya diam, tidak ada yang berani menjawab.

“JAWAB AKU!” teriak hyonsung keras membuat semuanya terlonjak termasuk para manager.

“tenanglah, sungie.” gumam hana. Hyonsung mengusap wajahnya kasar.

“sehun-ssi, apakah kau masih ingat wajah yang memperkosa dan menculik jessica?” tanya taejoon pada sehun yang sedari tadi diam.

Sehun merasa ingin menangis lagi saat mengingat kejadian kemarin malam. “a-aku… aku tidak bisa me-mengingatnya…” lirih sehun. Dia bukannya tidak bisa mengingatnya, tapi saat dia mencoba untuk mengingat, yang terlintas diotaknya adalah teriakan jessica yang kesakitan. Itu membuatnya tersiksa.

gwaenchana.” Sahut sora.

Lalu semuanya diam. sampai akhirnya hyonsung kembali berbicara.

“jujur saja. Sebenarnya aku juga tidak berani untuk memberitahu keluarga jessica tentang hal ini. jadi, aku minta kejujuran kalian. Siapa yang ‘tidak’ berani untuk memberitahu keluarga jessica?” tanya hyonsung. Tapi semuanya masih tetap diam. mereka takut disemprot lagi oleh hyonsung.

“baiklah. artinya kalian semua berani. Dan sekarang aku akan mengirim tiket ke orang tua jessica agar mereka kemari dan… aku akan biarkan kalian yang menjelaskan semuanya. ‘secara detail’.” Putus hyonsung yang membuat taeyeon, luhan, yoona, sehun, kris, chanyeol, kai, lay, yuri, dan suho terperanjat.

—-

“sebenarnya aku mengundang kalian semua kemari untuk membicarakan hal yang penting.” Kata soo man sambil mengatupkan kesepuluh jarinya didepan mulut.

“kau ingin membicarakan apa memangnya?” tanya youngmin, CEO SM.

“jung sooyeon atau jessica jung, salah satu member SNSD.” Jawab soo man datar.

“si ice princess itu?” celetuk park joo, salah satu pemegang saham terbesar di SM. Soo man mengangguk.

“dia diculik.” Lirih soo man. Youngmin, park joo, sanggyul—salah satu pemegang saham, dan hanbyuk—ketua staff terbesar SM, terlonjak.

“maksudmu?” tanya youngmin.

“aku tidak tahu apa yang dilakukan oleh anak-anak itu sampai jessica memutuskan untuk keluar dari SNSD dan berujung pada dia diculik.” Jelas soo man singkat.

“jika dia keluar dari SNSD, dia harus membayar denda, bukan? Dan sisa kontraknya bahkan masih ada 5 tahun.” Ujar hanbyuk.

“tapi siapa yang menculiknya?” gumam sanggyul.

“itu yang harus kita cari tahu. Bagaimanapun, sesuai dengan kata hanbyuk, kontrak jessica masih tersisa 5 tahun, dan sampai 5 tahun yang akan datang, kitalah yang bertanggung jawab atas apapun yang terjadi padanya.” kata soo man.

“Kurasa itu ada hubungannya dengan masalah keluarganya. Kudengar ayahnya mempunyai masalah dengan saingannya dalam bidang politik, apa mungkin saingan ayahnya yang menculik jessica?” duga park joo.

Soo man mengernyitkan dahinya. “maksudmu?”

“aku berteman dengan ayah  jessica dan ayahnya pernah bercerita kalau dia punya musuh dalam bidang politik karena musuhnya itu tidak rela jika ayah jessica memimpin sebuah sidang besar. Yah, secara ayah jessica adalah pengacara, kalian tahu bukan?” jelas park joo.

“tidak. Berpikirlah lebih rasional, ayah jessica tinggal di san fransisco, untuk apa dia menculik jessica yang tinggal di korea?” sahut youngmin.

“kenapa tidak? Bukankah jessica hanya mempunyai satu adik yang juga tinggal di korea? masa dia mau menculik ibu jessica? tidak ada yang tidak mungkin untuk orang kaya seperti musuh ayahnya itu.” balas park joo sengit.

Soo man menghela nafas. “sepertinya yang youngmin katakan ada benarnya. Tidak mungkin dia hanya menculik jessica jika dia punya dendam yang begitu besar sampai rela jauh-jauh dari san fransisco ke korea, dia harusnya menculik krystal juga.”

“jadi maksudmu, seharusnya krystal ikut diculik? Ada apa dengan otakmu, soo man-ssi?” celetuk sanggyul bingung.

“maksudku. Dia pasti punya alasan tersendiri untuk menculik jessica.” jelas soo man.

“kalau begitu, coba kau tanyakan pada manager jessica, apa jessica punya masalah dengan seseorang?” usul hanbyuk.

“tidak. Seminggu sekali aku selalu diberi laporan pada para manager yang mengurus salah satu member SM begitu pula manager grup itu sendiri. dan tidak ada yang bermasalah.” Kata soo man.

“lalu apa yang harus kita lakukan?” gumam youngmin.

“biarkan semua member SM mengambil hiatus sampai jessica ditemukan.” Kata soo man cepat.

Brak!

Youngmin memukul meja tiba-tiba. “tidak. Kau ingin jatuh bangkrut?!” bentaknya.

Soo man menghela nafas kasar. “youngmin-ah, kau masih peduli pada jessica? kau tidak tahu bagaimana hancurnya krystal saat tahu kakaknya diculik? Perasaan teman segrupnya?” lirih soo man.

“aku peduli pada jessica. tapi tidak mungkin kita hanya mengurus jessica. kita akan gulung tikar jika begini!” bentak youngmin lagi.

“aku akan tetap menghiatus-kan mereka walau harus jatuh bangkrut. Dan kau pikir, bagaimana perasaan orang tuanya saat tahu putri mereka diperkosa oleh lelaki yang tidak dikenal?” tanya soo man sacrastic.

Youngmin, park joo, sanggyul, dan hanbyuk menegang.

“ma-maksudmu?” tanya park joo terbata.

Soo man berdiri dan merapikan ujung jasnya.

“tidak hanya diculik. Jessica juga diperkosa.”

Kemudian soo man berjalan ke arah pintu meninggalkan 4 orang penting SM itu yang hanya bisa tertegun.

 

 

“dengan ini, semua jadwal SM dihiatus-kan!”

Tuk tuk tuk

Soo man memukul palu yang biasa dipakai oleh hakim untuk meresmikan sesuatu.

Para member SM menghela nafas.

“sekarang kalian pulang dan istirahatlah. Dan untuk para leader, berkumpullah di casting room malam ini karena akan diadakan konferensi pers. Annyeong.” Kemudian soo man berjalan keluar diikuti dua pengawalnya.

“sekarang ayo kita pulang.” Ajak taeyeon membuka pembicaraan diantara semua member SM. Leeteuk yang sudah kembali dari mengantar krystal, langsung menggamit tangan taeyeon.

“taeng, aku ingin mengajakmu kesuatu tempat. Aku ingin bicara sesuatu padamu.” Ajaknya pada taeyeon. Taeyeon menghela nafas.

“kurasa jangan sekarang oppa. aku masih punya banyak urusan.” Tolak taeyeon secara halus. Dia tidak mau menyakiti hati namja itu.

Leeteuk mengangguk mengerti dan mengelus rambut taeyeon. “gwaenchana. Kau tidak usah takut, jessica pasti baik-baik saja.” Hibur leeteuk.

Taeyeon tertegun. kemudian dia tersenyum tipis. “gomawo, oppa…”

Kemudian para member SNSD—kecuali jessica—berjalan keluar lebih dulu lalu disusul para member F(x)—kecuali krystal yang masih pingsan di rumah sakit—, SHINee, Super Junior, dan EXO.

Krystal merasa kepalanya pusing. Tapi dia segera bangkit dari tidurnya saat mengingat tentang jessica.

“unnie-ah!” pekiknya. Dia menoleh kesekelilingnya mencoba mencari keberadaan jessica, tapi nihil, yang dia temukan hanya dinding berwarna putih pucat khas kamar rumah sakit.

Krystal menunduk. cerita sehun tentang jessica yang diperkosa oleh lelaki asing kembali terngiang dikepalanya. Air matanya mulai menggenang dan jatuh di pipi putihnya.

“unnie… bogoshippeo, kembalilah…” lirihnya sambil sesenggukan.

“aku ja-janji tidak akan membantahmu lagi. aku janji tidak akan mengerjaimu lagi. aku janji akan jadi adik yang baik. Aku janji akan… akan terus menyayangimu apapun yang kau lakukan, jadi kumohon kembalilah hiks hiks..”

“apapun unnie, kau bisa memintaku melakukan apa saja asal kau berada didepanku sekarang. Kumohon unnie hiks hiks”

Sehun terus berperang dengan pikirannya. Dia masih terus bergelut dengan wajah jessica kemarin malam. tekadnya benar-benar bulat sekarang untuk menyelamatkan jessica. tapi bagaimana? Dia bahkan tidak bisa mengingat penculik jessica.

Bahkan dia sendiri tidak tahu siapa nama yang memper—tunggu. Nama?

Sehun langsung memutar otaknya lebih keras. Seingatnya, 2 namja yang menculik jessica itu sempat menyebut nama bos mereka. Tapi… siapa?

“kang? Han? Goo?” lirih sehun mencoba mengingat nama bos dari 2 namja yang menculik jessica itu.

Sehun menenangkan dirinya dan menutup matanya perlahan. dia melempar ingatannya kembali secara perlahan.

“bodoh! Kalau kau membuatnya menangis seperti itu, bos yoo akan menghajar kita! Apalagi kau memperkosanya. Dasar bodoh!” bisik pria besar ke pria kurus itu sambil memukul kepalanya.

“cih, tidak apa. bos yoo tidak menginginkan badannya, kan? Hahaha!” tawa namja kurus itu.

Sehun spontan membuka matanya saat dia berhasil mengingat nama bos 2 namja itu.

“yoo… aku pasti membunuhmu.” Desisnya tajam.

“fany-ah, ayo kita bicara.” Ajak chanyeol saat dia melihat tiffany duduk sendirian di kantin SM.

Tiffany mendongak dan membuang muka. Dia tidak mau melihat muka namja itu.

Chanyeol mendesah kasar. Dia langsung mengambil tempat duduk didepan tiffany tidak peduli jika soo man mengetahui hubungan mereka nantinya. Toh, mereka sudah putus.

“tatap aku jika aku sedang ingin bicara.” Tegas chanyeol. Tiffany meliriknya sinis.

“apa hakmu? Tidak ada dikamus hidupku untuk menuruti perintahmu. Dan ya, panggil aku sunbae, aku lebih senior dan bahkan lebih tua darimu.” Balas tiffany sinis.

“jangan begini, fany-ah, aku tau aku tadi kelewatan, tapi bisakah kau memaafkanku?”

Tiffany tertawa hambar. “cih, jangan memasang wajah seperti itu setelah kau menghina sahabatku, chanyeol-ssi. Aku jadi berpikir kalau kau menjilat ludahmu sendiri.”

Chanyeol terhenyak. “aku belum menyetujui keputusanmu tadi. Dan itu berarti kita masih terikat hubungan.”

“jadi kau mau apa? kau mau kita kembali berpacaran setelah kau menghina jessica, begitu?”

“dengar dulu, fany-ah. Aku bisa menjelaskannya pada—”

“jika aku memberimu kesempatan untuk menjelaskan, maukah kau menjelaskan semuanya? Apakah kau bisa menjelaskan kenapa kau sampai menghina jessica? apakah kau bisa menjelaskan kenapa kau memilih jessica sebagai korban ‘permainan’mu? Dan apakah kau bisa jelaskan kenapa kau malah menyalahkan jessica padahal sudah jelas kalau semua ini berawal dari ‘permainan’ konyolmu?”

Chanyeol terdiam.

see? Kau tidak bisa menjelaskannya bukan?”

Chanyeol menunduk. benar apa yang dikatakan tiffany, dia tidak bisa menjelaskannya.

“baiklah. aku akan memberimu kesempatan untuk menjelaskannya karena kau bilang kau bisa menjelaskannya, bukan?”

Chanyeol mengepalkan tangannya. tiffany benar-benar memancing emosinya.

Tiffany menatap chanyeol dengan pandangan kecewa. “kau membuatku kecewa. Kau harus mengintropeksi dirimu terlebih dahulu, lalu perhatikan, apakah kau masih pantas mengajakku bicara?” kemudian tiffany beranjak dari tempat duduknya.

Meninggalkan chanyeol yang tertegun ditempatnya.

“luhan, kurasa kita harus mengakhiri hubungan ini.” lirih yoona saat mereka berdua berada di cafe disamping gedung SM.

Luhan mengangguk cepat.

Yoona tersenyum miris. Dihatinya yang paling dalam, dia merasa dia memang harus melepas luhan walau memang dia masih mempunyai rasa pada namja itu. tapi melihat luhan yang telah mencintai jessica, apa yoona masih berhak merebut kebahagiaan keduanya? Dia tidak mau lagi.

“maafkan aku.”

Luhan mendongak menatap yoona bingung. “maksudmu?”

“selama kita berpacaran, aku selalu mengekangmu. Aku bahkan telah menampar yeoja yang kau cintai. Dan aku juga salah satu penyebab perginya yeoja yang kau cintai itu.” jawab yoona dengan suara bergetar. Hatinya diliputi rasa lega karena sudah mengatakannya pada luhan dan rasa takut akan tanggapan luhan.

Luhan menghela nafas dan menepuk kepala yoona. “sudahlah. ini semua bukan hanya salahmu. Ingatlah, aku yang mengambil peran bersalah yang paling banyak diantara kita berdua.” Hibur luhan sambil tersenyum kecut.

Yoona tidak bisa menahan air matanya. air matanya turun begitu saja. Rasa takut yang menghinggapi hatinya tadi memudar saat tahu kalau luhan masih mau memaafkannya.

go-gomawo” lirih yoona sambil menghapus air matanya.

Luhan tersenyum kecil. Dia tidak pernah berpikir kalau akhirnya dia akan mencintai jessica dan diputuskan oleh yoona. Tidak pernah sedikitpun.

Tapi sebenarnya kata ‘tidak pernah’ itu bukan dibuktikan lewat kata-kata maupun pikiran. Buktinya sekarang sudah terjadi bukan?

3 namja di practice room EXO itu terlihat frustasi. Mereka tidak berhenti merutuki diri masing-masing.

“arkh!” erang kris frustasi. Dia menengadahkan kepalanya mencoba mendinginkan wajahnya. Tapi tidak bisa, wajahnya terasa panas.

“kenapa harus jadi seperti ini, sih?!” teriak kai sambil mengacak rambutnya. Matanya nampak memerah.

“huh, seandainya kita tidak memainkan permainan itu..” lirih lay sambil menutup wajahnya dengan kesal.

“sekarang apa yang harus kita lakukan?” tanya kai cemas.

Kris menatap kai dengan tatapan tidak kalah cemas. Wajah cool-nya sudah hilang. “aku tidak tahu, kai…”

“jujur. Aku takut menjelaskan semuanya pada orangtua jessica noona.” Jujur lay pelan.

Kris dan kai memandang lay. “jika aku bohong, tidak mungkin aku kalang kabut seperti ini.” lirih mereka gusar.

Japan, Tokyo, 23.15

Yeoja blonde dengan kemeja putih yang nampak lusuh itu merasa sangat lelah. Tangannya diikat kebelakang dan kakinya diikat dikaki kursi. Belum lagi dirinya bahkan belum makan ataupun mandi sejak 2 hari yang lalu dia diterbangkan dari seoul ke tokyo. Ah tidak, dia diberi makanan oleh seorang namja berbadan kekar, namun dia menolak mentah-mentah karena bahkan makanan yang diberikan padanya seperti tidak layak dimakan oleh hewan sekalipun.

Menangis. Hanya itu yang bisa dilakukan oleh jessica—si yeoja blonde yang tengah disekap. Berkali-kali dirinya berteriak agar dilepaskan, tapi yang dia dapat adalah tamparan dari namjanamja yang mengurungnya. Sangat sakit. Namun tidak akan sebanding dengan dirinya yang telah dilecehkan.

“luhan-ah… hiks

Luhan. sebagaimanapun bencinya dirinya pada luhan, bibirnya terus saja mengelukan nama luhan. dia sangat berharap namja itu datang menyelamatkannya. Atau… sehun?

cobaan apa ini? ini sudah sangat menyakitkan… kumohon izinkan aku pergi dari sini…’ batin jessica sambil menggigit bibirnya kuat.

“engh… hiks” jessica mencoba melepaskan ikatan ditangannya. Namun tidak bisa. Ikatannya sangat kuat. Beberapa kali dirinya meronta, namun ikatan itu tidak bergerak sama sekali. sangat menyakitkan.

Krek

Jessica mendongak cepat ke arah pintu. Namja dengan tubuh tinggi mendekatinya membuat jessica bingung. ya, dia bingung. namja yang sekarang mendekatinya itu bukanlah namja yang biasa membawakannya makanan. Namja itu pun tidak nampak membahayakan. Kaos biru, jeans hitam, dan hoodie hitam membuat namja itu nampak seperti orang baik.

wh-who are you?” tanya jessica takut. Namja tinggi itu berjongkok dihadapan jessica dan mengeluarkan sapu tangan putih dari kantong celananya kemudian membersihkan air mata diwajah jessica. jessica terbengong.

“kau ingin bebas kan, noona?” balas namja itu lembut.

Jessica melongo. Namja tinggi itu memperlakukannya sangat lembut. Namun siapa dia? Kenapa dia bisa berbahasa korea dengan fasih? Dan kenapa dia memanggil jessica dengan noona?

“ka-kau orang korea?”

Namja tinggi itu terkekeh. “naneun lee jungyoo-imnida, aku lahir tahun 92. Jadi tidak apa kan jika aku memanggilmu ‘noona’?”

Jessica mengerjapkan matanya. “to-tolong aku..” lirih jessica sambil menggigit bibir bawahnya. dirinya merasa bahwa jungyoo akan menolongnya.

“aku akan melepaskanmu, tapi kau harus tau siapa yang melakukan ini padamu.”

Jessica menatap jungyoo dalam. matanya mulai basah kembali.

“aku. Aku yang melakukan ini padamu, noona.” gumam jungyoo sambil menatap jessica dengan tatapan psikopat. Jessica merasa nafasnya tercekat. Jantungnya terasa berhenti beroperasi.

w-waeyo…?” tanya jessica dengan suara bergetar.

Seringaian tipis menghiasi wajah tampan jungyoo membuat bulu kuduk jessica berdiri. Atmosfir aneh mulai menghinggapi dirinya. tatapan lembut dari jungyoo tadi berubah menjadi tatapan serigala yang siap menerkam mangsanya.

Jungyoo berdiri yang membuat jessica terlonjak. Matanya menatap jessica dengan tajam.

“karena kau! Kenapa kau tidak pernah melihat ke arahku, huh?! Kenapa kau berpacaran dengan luhan?!”

Deg

Mata jessica siap untuk mengeluarkan air matanya lagi. dirinya benar-benar sangat takut sekarang.

“kau bingung huh kenapa aku bisa tau kau berpacaran dengan luhan EXO itu?”

Jessica menunduk. bahunya terguncang. Dia benar-benar takut sekarang. Tadinya dia berpikir jungyoo akan menyelamatkannya, namun nyatanya? Jungyoo lah yang membuatnya seperti ini.

“aku adalah fansmu noona-ah. Mungkin kau mengingat ini.” ucap jungyoo sambil menaruh sebuah baju putih dengan tanda tangan miliknya disana. Mata jessica membulat. Ya, dia ingat dengan jungyoo sekarang.

“ka-kau…”

“benar. Aku adalah namja yang waktu itu mendapatimu berpelukan dengan luhan. dan aku pula namja yang disuruh agar tutup mulut oleh kalian berdua dengan tanda tanganmu.”

Jessica merasa membeku. Nafasnya benar-benar berhenti saat ini.

“sejak saat itu, aku sangat sakit hati. aku berniat merebutmu dari luhan. tapi sepertinya kau sangat mencintai namja itu, eoh? Sampai akhirnya aku berpikir untuk menculikmu. Dan… gotcha! Aku mendapatkanmu sekarang, jessica-ah~”

Air mata jessica mengalir deras. Jungyoo benar-benar seperti psikopat yang menatapnya seakan ingin memakannya.

“kenapa? kenapa kau lakukan ini padaku?” lirih jessica.

“o o o o, jangan menangis noona~ kau akan aman bersamaku. Kita akan membuat keluarga yang bahagia, dan… anak yang banyak. Hahaha!”

Jessica menutup matanya keras saat wajah jungyoo mendekat kearahnya. Hatinya terasa sangat sakit. Ternyata seorang fanboylah yang tega melakukan hal ini padanya. dirinya merasa sangat dilecehkan saat ini.

ANDWAE!”

Jeritan 7 oktaf jessica membuat jungyoo tersontak dan menjauhkan wajahnya. Jessica meronta kuat.

“kau bajing*n! Kenapa kau melakukan ini, huh? Kau psikopat! Go to hell!” umpat jessica sambil terisak. kata-kata kasar keluar dengan lancar dari mulutnya membaut jungyoo geram.

“berani sekali kau mengataiku, noona-ah. Kau harus mendapat balasan. Aku akan memberi bibirmu itu pelajaran.” desis jungyoo sambil menekan rahangan jessica dan menariknya kasar. Jessica meronta hebat saat bibir jungyoo dengan kasar melumat bibir tipisnya. Kakinya terus saja menendang udara kosong yang membuatnya ingin berteriak histeris.

“andw—hmmphh—ae!” jerit jessica tidak jelas karena jungyoo terus saja melumat bibirnya penuh nafsu.

Tolong aku… siapapun kumohon tolong aku…

BUG! BRUK!

Jessica kembali terperangah saat jungyoo terhempas kebelakang. Jessica melihat ke arah namja yang juga tinggi tengah menaiki badan jungyoo dan memukul wajah tampan jungyoo tanpa ampun.

“berhenti melakukan hal seperti ini jungyoo-ah! Kau membuat hidupnya menderita! Jika kau menyukainya, biarkan dia bahagia meski itu dengan namja lain!” geram namja tinggi itu sambil memukul wajah jungyoo tanpa ampun sampai akhirnya jungyoo tak sadarkan diri dengan darah yang berceceran diwajahnya.

Jessica shock dengan pemandangan dihadapannya. Namja tinggi itu menoleh padanya dan berjongkok dihadapan jessica membuat jessica menahan nafasnya.

“aku kakak tiri jungyoo. Lee hyunwoo. Kumohon maafkan sikapnya yang sangat keterlaluan itu…” lirih hyunwoo sambil menatap jessica sendu.

Maaf? apa semudah itu mengatakan maaf? setelah berbagai macam sakit dan derita yang dia lewati, sekarang dia diminta agar memaafkan jungyoo? Apakah tidak terlalu mudah?

Namun jessica tetaplah jessica. sebagaimanapun dirinya disakiti, dirinya pasti akan memaafkan orang itu.

“aku.. aku memaafkannya..” gumam jessica sambil terisak. hyunwoo nampak menghela nafas.

“aku tau hal ini pasti sangat menyakitimu. Namun… kau harus tau, jungyoo mempunyai cacat temperamental. Dia akan menyakiti siapa saja jika hal itu dia rasa membuatnya juga tersakiti. Termasuk menyakiti orang yang dia sukai sekalipun. Oleh karena itu, dia berubah menjadi psikopat saat tahu kalau kau dan luhan berpacaran. Berbagai macam cara dia lakukan, dan puncaknya yaitu menculikmu. Kumohon maafkan dia.” Jelas hyunwoo sambil menunduk.

Jessica tidak menjawab apapun. Dirinya sudah sangat tersakiti saat ini.

“le-lepaskan aku..” pinta jessica yang membaut hyunwoo tersadar.

“ah mianhae.” Dengan cepat hyunwoo melepas ikatan tangan dan ikatan dikaki jessica membuat jessica bernafas lega.

“ayo, kuantar kau kerumah sakit.” Ajak hyunwoo sambil mengulurkan tangannya.

Dengan ragu, jessica mulai menyambut uluran tangan hyunwoo. Namun…

“j-jungyoo!”

Hyunwoo berbalik dan… BUG! dirinya jatuh tersungkur ditanah.

“hyunwoo-ssi!” jerit jessica tertahan saat jungyoo memukul hyunwoo dengan kayu balok. Jessica menutup mulutnya shock. Jungyoo mengarahkan kayu itu pada hyunwoo namun hyunwoo dengan cepat bangkit dari jatuhnya dan memukul jungyoo. Keduanya saling memukul bak kesetanan.

“jessica! cepatlah pergi keluar dari sini dan cari bantuan! ppalli!” teriak hyunwoo ditengah hajaran yang dia berikan pada jungyoo.

Dengan spontan jessica berlari keluar dari ruangan gelap itu. namun dirinya semakin kalang kabut saat menemukan pintu menuju jalan raya tertutup oleh kawat-kawat berduri.

otthokae?” panik jessica sambil celingak-celinguk mencari jalan keluar yang lain.

“jessica~”

Deg

Jantung jessica siap keluar dari rongganya saat mendengar suara yang baru saja dia dengar tadi. Lee jungyoo.

“jessica~ mau kabur kemana hem?” panggil jungyoo. Jessica semakin kalang kabut walau jungyoo belum muncul. Namun suara jungyoo terdengar dekat. Tapi dimana hyunwoo? Apakah namja itu dikalahkan oleh jungyoo? Oh tidak…

Jessica menoleh kebelakang. Bayangan jungyoo mulai tertangkap oleh matanya. nafas jessica tercekat.

“jessica?~” panggil jungyoo lagi.

Jessica serasa ingin berteriak. Tidak ada pilihan lain, dia harus melewati kawat berduri itu. tangan mungilnya mulai memanjai kawat berduri itu walau duri-durinya mulai menusuk telapak tangannya dengan kuat.

hiks..” jessica terisak. rasa perih membuat tubuhnya merinding. Namun segera ditepisnya dan melanjutkan memanjat kawat berduri itu.

“jessica? apa yang kau lakukan?”

Deg

Jessica berhenti memanjat. Jungyoo tepat berada dibawahnya membuatnya ingin menangis keras-keras. Tanpa memperdulikan rasa perih ditangannya, jessica dengan cepat memanjat dan melompat ke seberang. Dia berhasil melewati kawat berduri itu.

“astaga jessica, kau menyakiti dirimu sendiri. cepat kemari, aku akan mengobatimu.” Ucap jungyoo dari belakang kawat saat melihat jessica jatuh terduduk sambil merintih. Telapak tangannya berdarah. Jessica tidak menghiraukan panggilan jungyoo melainkan mencoba berdiri.

“kau mau kemana?” tanya jungyoo tajam saat melihat jessica berbalik.

Jessica tidak menjawab. Yang paling penting saat ini adalah mencari bantuan dan menjauh dari jungyoo. Jangan hiraukan rasa sakit karena masih dapat diobati. Itulah yang ada dalam pikirannya.

“KAU MAU KEMANA?!” jungyoo nampak berteriak keras yang membuat jessica makin cepat melangkahkan kakinya.

“JANGAN KEMANA-MANA! AKU AKAN MENYUSULMU! TUNGGU AKU JESSICA! AKU AKAN MEMBUATMU MAKIN SENGSARA SETELAH INI!” teriak jungyoo lagi yang membuat air mata jessica menetes deras. Kakinya terasa ngilu untuk berlari, namun rasa takutnya membuatnya memutuskan untuk berlari.

Teriakan-teriakan jungyoo masih kedengaran membuat jessica makin cepat berlari. Sampai akhirnya dia menemukan jalan raya.

hiks hiks hiks” isakan jessica mengeras. Dirinya merasa benar-benar lega karena menemukan jalan raya. Dia harus meminta bantuan!

 

 

Japan, Tokyo, 00.35

Yeoja cantik dengan balutan syal merah muda itu terus menutupi wajahnya. Bagaimanapun dirinya adalah seorang artis besar dan dia harus menutupi identitasnya.

Langkahnya tergesa-gesa setelah mendapat telpon dari sang direktur tentang salah satu kejadian yang menimpa salah satu hoobaenya di SNSD.

Kwon boa, yeoja itu masih saja memikirkan peristiwa yang diceritakan oleh managernya lewat email. Kenapa bisa? Kapan itu terjadi? dan kenapa dia baru diberitahu sekarang? Ditambah dengan trending topic di dunia entertainment yang membahas tentang hiatusnya semua para member SM. Boa masih saja bingung, dirinya yang tengah melakukan shooting untuk CF terbarunya di tokyo, malah mendapat kabar kalau dirinya tidak usah melanjutkan shooting itu lagi karena dirinya telah resmi dihiatuskan.

“aish, kenapa jessica harus mengalami hal seperti itu?” lirih boa sambil menghembuskan nafasnya kuat-kuat mencoba mendapatkan rasa hangat dari dinginnya angin kota tokyo yang sedang dalam durasi musim dingin itu.

argh aku akan menanyakan pada manager oppa sebentar.” Rengutnya sambil melanjutkna perjalanan menuju cafe dimana managernya telah menunggu.

sst aku sepertinya mengenal yeoja itu

jinjja? Ahh aku sepertinya tahu. Bukankah itu… kwon boa?

benar juga, bukankah boa sedang melakukan shooting disini?

Boa tersontak saat mendengar suara yeoja yang sepertinya orang korea yang membicarakan dirinya. boa segera mempercepat langkahnya menjauh dari 3 yeoja korea yang tadi membicarakannya.

hosh hosh hosh” boa terduduk disebuah kursi halte yang nampak sepi. Matanya menelusuri jalan berharap sebuah bus datang. Salahkan dirinya yang lupa menaruh kunci mobilnya dimana sehingga mengharuskannya berjalan kaki. Untung saja boa tahu rute bus yang menuju ke cafe tempat managernya berada.

tolong aku! Siapapun tolong aku! kumohon!

Boa tersontak saat mendengar jeritan dengan bahasa korea dari seberang jalan.

someone please help me! Please!!

Boa menajamkan mata dan telinganya untuk memastikan orang yang sedang berteriak diseberang sana. Seorang yeoja berambut blonde yang nampak berlari dengan pincang yang nampak sangat familiar.

“JESSICA!”

.

.

TBC

 

Annyeong! Disini aku mau ngejelasin beberapa hal’-’ tentang nama manager dan para nama yang mungkin tidak dikenal, itu adalah OC. Aku gak begitu tau sih tentang nama manager, pemegang saham, dan kepala staffnya._. jadi aku ngarang deh hihi.

Dan tentang jungyoo dan hyunwoo itu, mereka juga OC. Jadi kayaknya kurang ngefeel gitu ya?._.  dan aku Cuma mau ngingatin sekali lagi, FF INI 100% FIKTIF ALIAS TIDAK NYATA.

Dan tentang chapter, aku rasa ff ini gak sampai chapter 10 ._. mungkin bakal tamat di chapter 7 atau 8.

Overall, Mianhae kalo typo bertebaran, feel-nya gak dapet, ceritanya makin gaje, dan kurang memuaskan. see you in next chapter!^^ don’t forget RCL!^^

Wanna read my another ff? Visit my blog guys at www.jungyoorey18.wordpress.com

Lets be my friend at http://twitter.com/atqhzkr

 

81 thoughts on “[Freelance] (A Regret) (Chapter 5)

  1. ff ini selalu sukses buat air mataQ mengalir trus😥 sedih bgt banyagin keadaan Jessica
    Next thor jgn lama ya ! Hwaiting…

  2. Thor jangan menyiksaku terus” an T.T Lanjutannya kapan keluar?! Udah kepo nih smpe bayangin macem”/? bayangin Boa ikutan diculik sgala -_- Jgn lama” jebal!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s