[Freelance] (Promise) (Twoshoot) (Chapter 1)

Judul: Promise (1/2)

Author: Jung Eun Gi

Rating: T

Length: Twoshots (1/2)

Genre: romance,angst,family

Main cast: Jessica Jung, Taecyeon

Support cast: Krystal Jung,Tiffany Hwang

Author’s note: anyeong^^ this is my first ff. mian kalo banyak salah dan terlalu    mendramatisir hehe hope you like it! Enjoy! Also posted on my own wordpress J

 

Prolog

Jessica memasuki kelasnya yang baru di kelas 1 SMA. Entah kenapa ia merasa tidak tertarik dengan sekolahnya itu. Ia hanya ingin cepat-cepat lulus,segera kuliah dan mendapat pekerjaan.

 

Ia berjalan memasuki kelas ke arah pojok belakang kelas dan duduk di bangku paling belakang dekat jendela. Ia sengaja memilih tempat duduk yang dekat dengan jendela. Ia memang menyukai cahaya matahari yang suka menembus masuk melalui jendela dan jika sedang bosan dengan pelajaran pun, ia bisa menolehkan kepalanya ke arah jendela dan bisa berpikir macam-macam.

 

Perkenalan dan pelajaran pun telah berlangsung di kelas itu. Di tengah-tengah pelajaran, tiba-tiba pintu kelas terbuka dan seorang laki-laki masuk dengan cengiran tak berdosa di wajahnya. Ia menghampiri guru dan membungkuk minta maaf. Guru itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan menyuruh laki-laki itu duduk. Laki-laki itu menggaruk-garuk pelan kepalanya dengan sebelah tangan, terlihat bingung mau duduk dimana.Laki-laki itu mengidari pandangannya ke seluruh kelas dan menangkap sekilas bangku kosong yang berada di sebelah Jessica. Sedetik kemudian, ia melangkahkan kedua kakinya ke arah tempat duduk Jessica, menarik bangku yang masih kosong itu dan duduk di sana. Ia pun langsung sibuk mengeluarkan buku-bukunya dari tas dengan tatapan Jessica yang mengikuti tiap tindakannya.

 

Telat di hari pertama masuk sekolah? Dasar gila. Telat berapa menit dia? 20? 30? Pikir Jessica dalam hati.

Jessica sedang mengamati laki-laki yang duduk di sebelahnya saat tiba-tiba laki-laki itu menolehkan kepalanya ke arah Jessica lalu tersenyum lebar ke arahnya. Jessica hanya memasang muka datar ke arah laki-laki itu,terlalu kaget untuk membalas senyumannya karena tertangkap basah sedang memperhatikan laki-laki di sebelahnya dari tadi.

“Namaku Taecyeon. Siapa namamu?”,Tanya laki-laki itu setengah berbisik.          Jessica terlihat tersentak dari lamunannya dan diam sejenak, Sudah telat, memulai percakapan saat pelajaran, lucu sekali orang ini pikirnya. Ia pun tersenyum dan menjawab,”Jessica. Jessica jung”

 

“Baiklah, salam kenal Jessica jung. Semoga kita bisa berteman dengan baik”, balas Taecyeon tersenyum.

***

Jessica melamun cukup lama. Entah sudah berapa lama ia duduk di situ. Ia duduk di tempat favoritnya, berlatar jendela besar dengan cahaya matahari masuk menembus kaca jendela. Ia duduk dengan satu tangan menopang dagu dan beberapa helai rambut lurus cokelat tuanya terjuntai di dekat pipinya. Ia terlihat anggun sekali dengan rambut coklat tuanya yang seakan bersinar terkena cahaya matahari.

Meskipun saat itu sedang musim dingin, namun matahari tetap bersinar cerah, melelehkan salju di pinggir-pinggir jalan.

Jessica terlihat bosan. Ia terus-terusan memandangi cangkir kopinya yang mengepul dan bahkan belum ia sentuh sama sekali.

Pagi itu banyak orang berlalu lalang di jalan dan tidak sedikit orang-orang yang melewati café itu menolehkan kepalanya ke arah Jessica. Tatapan mereka terpaku pada gadis itu dan sepertinya mereka agak terpesona dengan Jessica. Jessica memang bisa dibilang cantik dengan rambut panjang melewati bahu yang berwarna cokelat tua, mata-agak-besar,kulit putih mulus dan hidung yang agak mancung. Meskipun ia tidak setinggi model-model di runway,namun ia mempunya tinggi badan yang ideal. Namun sepertinya ia tidak sering pergi berkencan dengan banyak laki-laki padahal sejak ia SMA dulu, banyak yang menaksirnya hanya saja ia selalu menolak, entah apa alasannya.

Setiap kali pintu cafѐ terbuka, Jessica selalu tersentak dan menengok ke arah pintu. Sepertinya ia sedang menunggu seseorang. Setelah berkali-kali menengok ke arah pintu cafѐ, Jessica berhenti menengok begitu pintu kembali terbuka. Ia sudah lelah menanti-nanti sehingga ia menghentikan aktivitasnya itu.

Tiba-tiba seorang laki-laki mucul di hadapannya dan langsung duduk di bangku yang satunya lagi dengan senyum-manis-tak-bersalah yang terpasang di wajahnya. Ia menyengir jahil seakan-akan ia menikmati wajah cemberut Jessica.

Orang yang Jessica tunggu-tunggu dari tadipun akhirnya datang juga. Ternyata orang yang ia tunggu-tunggu adalah temannya, Taecyeon. Laki-laki dengan tubuh yang agak berisi,tinggi dan rambut jabriknya serta senyum manis-jahilnya yang khas. Mereka sudah berteman sejak di bangku SMA dan keduanya sudah bisa dibilang dekat. Mereka juga kuliah di universitas yang sama hanya saja berbeda jurusan. Mungkin orang-orang yang tidak mengenal mereka akan menyangka mereka berdua berpacaran.

Jessica hanya cemberut dan menghela napas kesal serta menyenderkan punggungnya ke bangku dengan tangan terlipat di depan dada dan ekspresi kesal namun entah mengapa malah terlihat menggemaskan bagi Taecyeon.

“Sudah hampir 1 jam aku menunggumu!”,tegur Jessica.

“Maaf. Tadi aku menunggu Nickhun-hyung untuk memberiku tumpangan. Ia akan menjemput Victoria-noona, makanya aku sekalian menumpang saja. Aku bahkan menunggunya begitu lama hanya untuk memilih baju apa yang akan ia pakai”,jelas Tacyeon panjang lebar.

Taecyeon menunggu Jessica untuk mengatakan sesuatu. Namun sepertinya ia tak kunjung bicara.

“Oh ayolah! Apakah kau akan benar-benar mendiamiku seharian? Aku benar-benar minta maaf sudah membuatmu menunggu begitu lama. Begini saja, aku akan menemanimu kemanapun kau ingin pergi hari ini dan tentu saja aku juga akan mentraktirmu makanan apa saja yang ingin kau makan. Bagaimana?”, tawar Taecyeon.

Jessica terlihat sedang menimbang-nimbang tawaran tersebut dan akhirnya berkata,”Benarkah?  Kemanapun aku ingin pergi dan apapun yang ingin kumakan? Call!”

Taecyeon pun merasa lega dengan jawaban gadis itu dan sudah bisa merelaxkan dirinya. Ia pun menyenderkan punggungnya ke bangku dan angkat bicara,”Jadi, ada apa memanggilku ke sini?”

Heol! Yang benar saja kau. Sudah seminggu aku tak melihatmu dan kau menghilang tanpa kabar begitu saja. Dan sekarang kau bertanya ada apa? Sulit dipercaya.”, jawab Jessica .

“Jadi kau mengkhawatirkanku?”,tanya Taecyeon.

Jessica hanya mengerlingkan matanya dan menjawab, ”ya ya aku tahu kau pergi ke Amerika minggu lalu namun kau tidak memberi kabar apapun dan aku tak tahu kau akan kembali tanggal berapa. Kau tahu? Pikiranku sudah memikirkan hal yang tidak-tidak. Kukira kau mengalami kecelakaan,amnesia atau apa.”

Taecyeon  terdiam beberapa detik sebelum akhirnya tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban Jessica. Beberapa pengunjung cafѐpun menengok ke arah mereka untuk mengetahui apa yang terjadi.

Jessica yang merasa tak nyaman dengan perhatian orang-orang yang tertuju padanya segera memukul lengan Taecyeon yang terletak di meja untuk menyuruhnya diam.

“Ah maaf maaf.”,kata Taecyeon.

“Aku tidak tahu kau akan berpikir yang aneh-aneh seperti itu. Maaf aku tak sempat mengabarimu selama aku di sana. Aku sibuk mengurusi kepindahan orang tuaku. Oh iya ngomong-ngomong mereka akan pindah ke Korea bulan ini.”

“Tak tahukah kau berapa banyak aku telah menghubungimu dalam waktu seminggu ini? Aku merasa lega bukan main begitu kau mengangkat telponmu pagi ini dan masih dapat melihatmu hidup-hidup. Jangan pernah kau sekali-kali menghilang tanpa kabar lagi,Taecyeon-ssi”, balas Jessica.

Taecyeonpun hanya terkekeh melihat Jessica mengomel pagi-pagi seperti ini. Ia pun berusaha mengalihkan pembicaraan karena ia tahu Jessica, gadis yang biasa dipanggil Sicca itu, adalah tipe orang yang keras kepala dan berdebat dengannya pun adalah hal yang sia-sia.

“Ehem. Jadi, ada kabar apa selama aku tak berada di sini? Kau sedang sibuk apa?”, Tanya Taecyeon.

“Ehmm. Minggu lalu aku ada pemotretan majalah dan minggu ini aku sedang musim ujian di kampus. Mungkin aku akan lebih sering pulang malam selama 2 minggu kedepan karena aku juga masih harus mengejar materi kuliah.”, jelas Jessica.

Diam-diam Taecyeon merasa lega karena perhatian Sicca teralihkan.

“Baiklah. Jadi hari ini kita mau kemana?”, Tanya Taecyeon.

“Entahlah. Banyak tempat yang sedang ingin kukunjungi hari ini, ayo!”, jawab Sicca sambil menarik lengan Taecyeon dari bangku dan langsung keluar dari café.

***

 

 

Jessica adalah murid universitas jurusan music dan tahun ini adalah tahun terakhirnya di kampus yang artinya ia akan segera lulus sebentar lagi. Ia memang tidak terlalu pintar namun bakatnya di bidang music sudah tidak diragukan lagi.

Taecyeon pernah bertanya kenapa Sicca tidak menjadi penyanyi saja karena suaranya memang indah. Sicca pun menjelaskan bahwa menjadi penyanyi membutuhkan training selama beberapa tahun dan ia sudah agak terlambat saat itu karena biasanya training dijalani seseorang saat masih kecil. Ia juga menjelaskan bahwa saat itu ia sedang mengalami banyak masalah dan rasanya tak mungkin meminta restu orang tuanya untuk mengikuti training.

Meskipun begitu, ia tak menyia-nyiakan bakatnya. Jessica ingin menjadi pelatih vocal di sebuah entertaiment. Ia juga ingin menjadi seorang composer.

Tadinya Jessica tidak menjelaskan pada Taecyeon masalah apa yang ia alami saat itu. Namun, setelah beberapa tahun mengenalnya, ia pun menceritakan pada Taecyeon apa masalahnya. Ia memang tidak bisa lama-lama merahasiakan kisah hidupnya dari Taecyeon.

Dari kecil, Jessica dan adiknya,Krystal tinggal dengan kakek dan neneknya. Ayahnya sudah lama meninggal dan ibunya menikah lagi dengan pria lain dan menolak untuk merawat mereka. Sicca mendengar kabar dari pamannya kalau ibunya sudah menikah dengan seorang pengusaha dan mempunyai anak perempuan yang bernama Tiffany Hwang yang lebih muda dari Jessica 4 tahun. Makanya ia dan Krystal sudah biasa hidup mandiri agar tidak membebani kakek dan neneknya. Itulah alasan Jessica tidak mau menjadi seorang penyanyi karena ia sibuk mencari nafkah dan belajar sehingga ia tidak punya banyak waktu.

Setelah kakek dan nenek mereka meninggal, Jessica dan Krystal sudah bisa mencari uang sendiri sepulang sekolah dengan bekerja sambilan entah sebagai model majalah remaja atau penjaga kasir di café-café dan toko.

Jessica tidak ambil pusing dengan ibunya yang tidak mau merawat ia dan adiknya. Malahan ia sudah menganggap bahwa ibunya sudah hilang dari dunia ini.

Dulunya, Jessica dan Krystal tinggal di rumah kakek dan neneknya yang kecil. Namun belakangan ini mereka telah pindah ke apartemen yang lokasinya cukup strategis dan biaya sewanya juga tak terlalu mahal, sedangkan rumah kakek dan neneknya ia kontrakkan untuk biaya kehidupan tambahan.

***

 

 

“waah! Hari ini menyenangkan sekali. Di traktir ini itu, benar-benar mengasikkan! Taecyeon-a sering-seringlah berbuat baik padaku seperti ini.”, seru Sicca.

Nee. Bisa-bisa aku bangkrut jika harus mentraktirmu sering-sering. Kau makan banyak sekali. Aku bingung dimana kau menyimpan semua makanan itu di perutmu. Apa kau tidak takut gemuk? Kau ini seorang model, Sicca-ya.”, kataTaecyeon.

“Tidak juga. Meskipun aku makan sebanyak apapun aku tak akan gemuk-gemuk. Aku juga bingung kenapa bisa seperti itu. Tapi aku menikmatinya kok.”, jawab Sicca enteng.

Mereka pun melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki dari halte bus menuju ke apartemen barunya Sicca. Ia baru pindah ke sana bulan lalu dengan Krystal. Lokasinya strategis dan biaya sewanya juga tak begitu mahal.

Hari sudah menjelang gelap saat mereka sampai di depan apartemen Sicca.

“baiklah. Kita sudah sampai. Aku antar sampai sini saja ya? Aku masih harus menemui wooyoung. Dia meneleponiku terus dari tadi.”, kata Taecyeon.

“Kau tidak mau masuk dulu? Baiklah kalau begitu. Titipkan salamku padanya. Hati-hati di jalan, dan terima kasih atas traktirannya. Aku senang sekali hari ini”

Ne. sukses ya ujiannya! Jaga kesehatanmu. Kalau ada apa-apa hubungi aku saja. Anyeong!”, balas Taecyeon.

Ia pun berjalan dan Jessica terus melihatnya sampai sosok Taecyeon menghilang di kejauhan dan masuk ke apartemen.

 

***

 

 

Jessica hampir terjungkal saat ia mendapati Krystal di balik pintu apartemen. Saat ia memutar kenop pintu dan membukanya, tiba-tiba saja wajah Krystal sudah berada tepat di balik pintu dengan cengiran yang lebar.

Omo! Ya! Apa yang kau lakukan?”, teriak Sicca.

“Maaf maaf. Eonni kau dari mana saja seharian ini? Apakah kau membawakanku sesuatu untuk dimakan? Aku lapar sekali dan bahan makanan sudah habis semua.” Kata Krystal sambil terkekeh.

“Taecyeon membelikan makanan kesukaanmu. Hari ini saja ia mentraktirku banyak makanan. Sepertinya ia merasa bersalah sudah membuatku khawatir.”, jawab Sicca.

Krystal pun segera menyambar kantong makanan yang Sicca tenteng dan sibuk bersiap-siap untuk menyantapnya.

Apartemen mereka memang tidak terlalu besar. Hanya ruang persegi sederhana dengan 2 kamar tidur yang tidak besar dan 1 kamar mandi serta dapur yang menjadi satu dengan letak meja makan dan ruang tamu yang menghadap tv. Meskipun begitu mereka nyaman tinggal di situ.

Jessica segera mandi dan setelah selesai mandi, ia mendapati Krystal yang sedang melahap makanannya di depan Tv. Ia pun ikut duduk di sofa sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk.

Eonni.”,panggil Krystal membuka percakapan.

“Ada apa?”

“Apa benar kau tidak punya perasaan apa-apa terhadap Taecyeon oppa?” ,tanya Krystal.

“Apa? Kenapa tiba-tiba kau bertanya seperti itu?”

“Aku hanya ingin mengingatkan. Jika suka dengan seseorang kau harus bertindak cepat sebelum direbut orang lain.”

Ya! Kurasa kau terlalu banyak menonton drama,Krystal-ya”, tegur Sicca sambil melirik ke tv.

“Entahlah.Aku hanya tidak ingin melihat kakakku satu-satunya patah hati karena tidak terus terang.”, jawab Krystal.

“iya iya”, kata Sicca sambil mengibas-ngibaskan tangannya di udara dan mereka pun menghabiskan malam itu dengan nonton k-drama bersama.

***

Taecyeon-a. Kau dimana?” kata Sicca dengan telepon genggam di telinganya sambil berjalan di sekitar halaman kampus. Ia masih harus menghadiri kelas sampai malam makanya ia kelihatan sibuk dan mau meminta pertolongan Taecyeon. Entah mengapa Taecyeon selalu menjadi penyelesai masalah baginya.

“Aku masih berada di rumah. Ada apa?”, jawab Taecyeon di seberang sana.

“Apa? Jangan bilang kalau kau baru bangun tidur. Memangnya kau tidak ada kelas hari ini?”

“memangnya kenapa? Bukankah aku memang selalu dibangunkan olehmu? Aku tidak ada kelas hari ini makanya aku nyantai dikit. Memang ada apa meneleponku pagi-pagi? Kau sedang ada dimana Sicca-ya?”

Heol. Jinjja! Taecyeon-ah apa kau ada acara malam ini? Bisakah kau menjemputku di kampus? Aku harus pulang malam hari ini dan aku malas pulang sendirian. Jemput aku ya?”, pinta Sicca.

“Sepertinya aku tidak ada acara apa-apa mala ini. Baiklah,kau mau kujemput jam berapa?”

“Benarkah? Yay! Jemput aku jam 9 ya? Aku kira-kira selesai sekitar pukul 9”,jawab Sicca sambil tersenyum meskipun ia tahu Taecyeon tak dapat melihat senyumannya di seberang sana.

“Baiklah sampai jumpa nanti”,balas Taecyeon mengakhiri pembicaraan.

 

***

          Jarum jam sudah menunjuk pukul setengah sepuluh malam. Jessica terus-terusan melihat pergelangan tangan kirinya yang terbalut jam tangan sambil menenteng buku-buku pelajaran dan tangan kanannya yang mengenggam ponsel miliknya.

Ia terus-terusan menengok kiri kanan menunggu Taecyeon untuk menjemputnya seperti yang dijanjikan Taecyeon tadi siang. Ia kesal selalu dibuat menunggu dan merasa khawatir pada Taecyeon. Ia juga telah berkali-kali menghubungi Taecyeon tapi panggilannya tak juga diangkat-angkat. Ia cemas jangan-jangan Taecyeon mengalami kecelakaan lalu lintas atau apa.

Kalau malam itu tidak hujan,Sicca sudah pasti pulang sendiri dengan bus. Namun malam itu sedang hujan deras dan sialnya,ia lupa membawa payung.

Setelah lama menunggu, akhirnya terdengar dering ponsel Jessica yang membuatnya tersentak dari lamunan dan ia langsung buru-buru mengangkatnya.

“Sicca-ya”,kata seseorang di telepon.

Jessica merasa lega bukan main mendengar suara Taecyeon di seberang sana namun emosinya langsung memuncak gara-garanya.

YA!  Di mana kau?! Tahukah kau sudah berapa lama aku menunggumu dari tadi?!”,sembur Sicca.

“Sicca-ya, maafkan aku karena ada urusan mendadak aku tidak bisa menjemputmu. Maaf karena aku sudah membuatmu menunggu begitu lama dan baru memberi kabar sekarang. Aku benar-benar minta maaf.

Jessica hanya bisa menarik napas dalam-dalam dan memejamkan matanya sambil berkata,”Baiklah. Aku akan mendengar penjelasanmu selanjutnya besok siang di kampus. Aku akan mencari taksi saja. Bye”

Taecyeon belum sempat berkata apa-apa lagi karena Jessica langsung memutuskan sambungan telepon seusai berbicara. Taecyeon langsung merasa bersalah karena sudah mengingkari janjinya pada Sicca dan ia tahu bahwa Sicca pasti marah padanya. Namun apa boleh buat, ia benar-benar tidak bisa pergi karena kehadiran seseorang yang dirindukannya yang tiba-tiba muncul di depan pintu rumahnya bersama orang tua Taecyeon sendiri. Teman masa kecil Taecyeon yang sudah ia anggap seperti adik sendiri,Tiffany.

 

***

 

Jessica merasa kesal bukan main. Ia nekat berlari cepat-cepat menerobos hujan untuk mencari taksi dengan jengkel dan bergumam sendiri,”Apa-apaan orang itu? Jika memang tidak bisa menjemput,kenapa tidak mengabari daritadi? Menyebalkan”.

Meskipun akhirnya Jessica mendapat taksi untuk ditumpangi,namun ia telah basah kuyup dari ujung kepala sampai ujung kaki. Begitu sampai apartemen,ia mendapati Krystal yang sudah terlelap dan ia langsung mandi dengan air hangat.

Sambil menunggu rambutnya kering,ia duduk dengan menekuk kedua lututnya di sofa sambil menatap kosong ke layar tv yang menyala. Ia sedang bertanya-tanya apa yang terjadi pada Taecyeon sampai-sampai ia tidak jadi menjemputnya.

***

 

Taecyeon sudah menunggu Jessica untuk menjelaskan alasannya di bangku taman kampus yang lumayan luas dengan pepohonan yang rindang dan terawat dengan sinar matahari yang menembus melalui celah-celah dedaunan pohon.

Saat melihat sosok Jessica di kejauhan yang sedang berjalan ke arahnya dengan langkah gontai,Taecyeon langsung berdiri dari bangku yang dari tadi ia duduki dan berlari-lari kecil ke arah Sicca dengan senyuman di wajahnya, meskipun ia ragu Sicca akan membalas senyumannya mengingat ia telah membuat Jessica kesal semalam.

Saat ia sampai di hadapan Jessica, ia memperlebar senyumannya dan benar saja gadis itu tidak meladeninya dan malah mengalihkan pandangan agar tidak bertemu mata dengannya.

Taecyeon yang melihat hal itu hanya bisa memakluminya dan segera menarik lengan Sicca dan agak menyeretnya dengan paksa ke arah bangku taman yang tadi ia duduki.

Jessica pun mau tak mau mengikuti Taecyeon karena ia sudah tidak punya tenaga untuk melawan Taecyeon. Jessica memang sudah merasa tidak enak badan dari ia bangun pagi yang mungkin merupakan efek kehujanan kemarin malam.

Saat duduk pun, Jessica masih tidak mau memandang Taecyeon dan terus memandang ke depan yang membuat Taecyeon tambah merasa bersalah. Karena keheningan yang berlangsung agak lama di antara keduanya, Taecyeon menjadi tidak tahan lagi dan memutuskan untuk menggoyang-goyangkan lengan Sicca.

Jessica yang merasa terganggu dengan hal itu langsung menolehkan kepalanya ke arah Taecyeon dan berkata dengan nada memekik tinggi,”Ah, ada apa?!” dan langsung mengalihkan pandangannya lagi.

Taecyeon pun langsung mendekap kepala Sicca dengan kedua tangannya dan memutar kepala Sicca dengan kedua tangan agar dapat menatapnya dan sepertinya cara itu cukup berhasil.

“Sicca-ya, dengarkan aku dulu. Eh? Badanmu sepertinya agak panas. Apa kau demam? Kau sakit?”,Tanya Taecyeon khawatir.

Jessica yang masih kesal dengannya langsung menepis tangan Taecyeon dan berkata,”Tidak. Kau mau bilang apa? Cepat katakan. Aku masih ada kelas setelah ini.”

“Baiklah. Ehem. Pertama-tama aku mau minta maaf karena sudah mengingkari janjiku. Aku benar-benar tidak bisa pergi karena tiba-tiba orang tuaku datang ke rumah tanpa memberi tahu lebih dulu. Kau ingat kan aku pernah memberitahumu bahwa mereka akan pindah ke Korea? Dan ternyata mereka datang lebih awal dari yang kuduga. Aku benar-benar minta maaf Sicca-ya”, jelas Taecyeon panjang lebar.

“Tapi kan setidaknya kau bisa mengabariku dulu. Kau sering sekali membuatku cemas, Taecyeon-ah”,balas Sicca sambil cemberut.

“Baiklah. Aku janji takkan seperti itu lagi. Aku berjanji tidak akan membuat Jessica Jung khawatir lagi”, janji Taecyeon sambil tersenyum. Mereka pun mengaitkan jari kelingking satu sama lain.

“Oh iya! Sicca-ya, kau tahu? Kemarin orang tuaku tidak datang sendirian. Mereka mengejutkanku dengan kehadiran seseorang dan aku akan memperkenalkanmu dengan orang itu sekarang”, kata Taecyeon tiba-tiba.

“Benarkah? Siapa?”,Tanya Jessica.

“Ayo ikut aku. Aku akan memperkenalkanmu dengannya. Ia adalah teman masa kecilku dan sudah aku anggap seperti adik sendiri. Ia tinggal di Amerika dan tiba-tiba saja kemarin ia datang bersama orang tuaku. Hebat bukan?”, jelas Taecyeon sambil menarik lengan Sicca dan berjalan menuju suatu café dekat kampus.

***

          Jessica bertanya-tanya dalam hati yang makin membuatnya tambah penasaran. Entah kenapa perasaannya jadi tidak enak dan was-was. Apakah orang itu seorang perempuan atau laki-laki? Ia hanya pasrah mengikuti Tacyeon.

Tak lama kemudian mereka berdua sudah sampai di suatu café tidak jauh dari kampus. Jessica melihat seorang perempuan beramput panjang hitam yang terlihat cantik seperti seorang model yang mengenakan dress berwarna pink dan juga kuteks dengan warna sama, sedang membaca majalah fashion di dalam café dekat jendela. Entah kenapa ia mempunyai perasaan tidak enak dengan ini semua.

“itu dia! Ayo kita masuk!”,kata Taecyeon antusias sambil menunjuk ke arah perempuan tadi.

Jessica pun mengikuti Taecyeon masuk ke dalam café untuk menemui perempuan itu. Entah kenapa ia merasa ragu untuk menemui gadis itu.

“Fanny-ya!”,panggil Taecyeon.

Apa? Fanny? Tidak, tidak. Tidak mungkin ‘fanny’ yang itu kan? Masih banyak orang lain yang bernama Fanny di dunia ini, kata Sicca dalam hati berusaha menenangkan dirinya.

Eo oppa, kau sudah datang?”,kata perempuan yang bernama Fanny itu.

“Fanny-a, lihat oppa datang dengan siapa. Ini Jessica yang sering oppa ceritakan. Sicca-ya, Fanny adalah temanku dari kecil.”

Anyeonghasseo, Tiffany Hwang ibnida”,sapa gadis itu memperkenalkan diri dengan senyuman manisnya.

Apa dia bilang? Tiffany? Tiffany hwang? Mungkinkah? Pikir Jessica dalam hati.

Anyeonghasseo, Jessica Jung ibnida”,balas Sicca.

Mereka pun duduk dan Taecyeon mulai asyik mengobrol dengan Tiffany sedangkan Jessica masih berkutat dengan pikirannya sendiri. Saat Jessica sibuk berpikir, ia melirik ke arah Taecyeon dan Tiffany. Mereka kelihatan asyik sendiri dan seakan-akan tidak menganggap Jessica yang ada di situ. Jessica tidak suka melihat pemandangan itu.

Eonni”,panggil Tiffany tiba-tiba.

“Ya? ada apa?”

“Aku tahu ini konyol,tapi mungkinkah kau ingat aku?”,tanya Tiffany hati-hati.

Jessica mulai tidak menyukai arah pembicaraan ini. Ia terkejut tiba-tiba Tiffany bertanya seperti itu. Ia pun terlihat berpikir sejenak dan menjawab pertanyaan itu.

“Apa? Apa maksudmu Fanny-ah? Bukankah kita baru bertemu hari ini?”

Tiffany menggelengkan kepalanya dan menjawab,”Tidak Eonni. Kita memang baru bertemu hari ini. Tapi kukira ibu kita sudah memberitahumu.”

“Apa? Ibu kita?”

Eonni  kau tahu kan kalau kita saudara tiri?”,Tanya Fanny ragu.

“Memang kenapa kalau kita ternyata adalah saudara tiri? Kau mau apa? Aku tidak mau berurusan dengan orang-orang sepertimu dan ibu. Taecyeon-ssi, mungkinkah kau ikut terlibat dengan semua ini?”, kata Sicca ketus sambil menolehkan kepalanya ke arah Taecyeon.

“Tenang dulu, Sicca-ya. Dengarkan dulu penjelasannya. Aku hanya ingin membantu kalian berdua. Itu saja”,kata Taecyeon berusaha menenangkan Sicca.

Heol. Tidak mungkin. Bisa-bisanya kau Taecyeon-ssi. Benar-benar sulit dipercaya. Ah maaf, aku masih ada urusan. Aku tidak mau membuang-buang waktuku dengan orang sepertimu,Tiffany-ssi. Jangan pernah muncul di hadapanku lagi dan jangan sekali-kali mengganggu Krystal dengan dramamu”

Sicca pun langsung beranjak dari tempat duduknya dan berjalan keluar café. Saat sedang berjalan cepat kembali ke kampus dengan perasaan yang campur aduk. Tiba-tiba kepalanya terasa benar-benar pusing gara-gara kehujanan kemarin malam ditambah dengan masalah yang tiba-tiba datang padanya. Langkahnya menjadi goyah dan ia memperlambat langkahnya. Hal terakhir yang ia tahu, pandangannya seketika menjadi gelap dan ia tak ingat apa yang terjadi setelah itu. Jessica tak sadarkan diri.

***

            Krystal berlari terengah-engah di lorong rumah sakit menuju meja resepsionis. Ia benar-benar panic ketika mendapat telepon dari satpam kampus yang menggunakan handphone kakaknya itu. Satpam itu mengabarkan bahwa Jessica ditemukan tak sadarkan diri tak jauh dari kampusnya dan tengah di bawa ke rumah sakit. Ia pun bolos kelas dan langsung ke rumah sakit.

Krystal menatap pintu kamar rumah sakit yang bernomor 232 dan membukanya perlahan. Ia melihat kakanya terbaring lemah tak sadarkan diri di tempat tidur dan ia segera mendekatinya.

Eonni, kau ini kenapa? Kenapa kau bisa sakit seperti ini?”,kata Krystal sambil menggenggam tangan kakaknya yang masih belum sadarkan diri.

Tak lama kemudian, dokter masuk ke ruangan itu dan menjelaskan kepada Krystal bahwa Jessica demam tinggi dan perlu dirawat di rumah sakit selama bebarapa hari agar tidak menimbulkan sakit yang lain seperti tipes,dll. Dokter juga mengatakan bahwa Jessica kurang beristirahat makanya jadi seperti ini. Setelah dokter keluar dari ruangan, Krystal berpikir sejenak dan langsung menelepon Taecyeon.

Oppa, kau dimana?”

Krystal? Ada apa? Aku sedang di jalan.”

Oppa, cepatlah kemari”

“Apa? ‘kemari’ kemana?”, Tanya Taecyeon bingung.

“tentu saja ke rumah sakit! Mau kemana lagi?”,jawab Krystal ga sabaran.

“Apa? Rumah sakit? Memang siapa yang sakit? Krystal-ya, kau masuk rumah sakit?”

Oppa, Sicca eonni kan masuk rumah sakit! Kau tidak tahu?”

APA?! Benarkah?!Rumah sakit mana? Aku akan segera menyusul”,kata Taecyeon memutuskan sambungan telepon.

Krystal tetap menggenggam handphone nya sambil berpikir, Taecyeon oppa tidak tahu eonni masuk rumah sakit? Aneh sekali. Bukankah mereka selalu bersama? Apa mereka sedang bertengkar?

Tidak lama kemudian Taecyeon sampai di rumah sakit tempat Jessica dirawat dan langsung menghampiri Krystal. Krystal pun menjelaskan apa kata dokter tentang Jessica dan ia baru menyadari bahwa Taecyeon tidak datang sendirian.

“Oppa, siapa wanita itu?”,Tanya Krystal setengah berbisik.

“Krystal-ya, aku ingin bicara sebentar. Kita bicara di kantin rumah sakit saja ya?”,jawab Taecyeon.

Mereka pun meninggalkan ruangan itu dan duduk di kantin. Krystal duduk berhadapan dengan Taecyeon dan perempuan itu.

“Krystal-ya, perkenalkan, dia Tiffany. Tiffany Hwang, teman masa kecilku dan juga saudara tirimu”,kata Taecyeon membuka pembicaraan.

***

 

Kepala Jessica terasa sakit sekali. Ia juga mengalami mimpi yang aneh-aneh. Ia berusaha membuka kelopak matanya yang berat itu, namun matanya terasa berat sekali untuk di buka. Ia mencoba lagi mempuka kelopak matanya pelan-pelan dan langsung tertutup kembali karena melihat sinar yang terang. Ia mengedipkan matanya berkali-kali dan akhirnya kedua mata itu mau membuka juga.

Dimana ini? Ini sepertinya bukan kamarku, pikir Jessica dalam hati. Jessica baru akan membuka mulut namun suaranya tak mau keluar. Tenggorokannya terasa sakit dan kering. Ia pun berusaha mencerna semuanya dan berpikir, namun percuma saja! Kepalanya sedang tidak bisa di ajak bekerja sama saat ini. Ia pun mengamati kamar itu dan ia baru sadar bahwa daritadi tangannya diinfus. Jessica melongo dan mengangkat tangannya yang diinfus dan berkata dalam hati, daebak! Baru pertama kali tanganku dimasukkan jarum seperti ini. Apakah sakitku separah itu?

          Jessica berusaha mencari-cari handphone nya namun tidak ketemu-ketemu dan ia menjadi lelah sendiri. Dimana semua orang? Kenapa di sini tidak ada orang yang menemaiku?  Pikir Sicca sambil cemberut. Tak lama kemudian,ia pun tertidur lagi.

 

***

            Taecyeon dan Tiffany sudah selesai menjelaskan semuanya kepada Krystal dan setelah diam selama beberapa menit, Krystal tidak juga memberi reaksi apa-apa.

“Krystal, Krystal-ya”,panggil Taecyeon sambil melambaikan tangannya di depan muka Krystal.

“kenapa?  Kenapa kau dan ibu baru mencariku sekarang? Apa mau kalian?”, jawab Krystal sambil memandang tepat ke mata Tiffany.

Tiffany menunduk lesu dan menjawab,”tahukah kau dari dulu ibu selalu ingin melihat kau dan Sicca? Namun selalu ditolak dan diusir oleh kakek dan nenekmu? Kau tidak tahu kan? Kau tidak tahu yang sebenarnya,eonni

“dari dulu, ibu selalu menceritakan tentang kau dan Sicca eonni padaku. Aku selalu ingin punya kakak dan ingin bertemu dengan kalian. Semenjak kakek dan nenekmu meninggal, aku mulai berusaha mencarimu kemana-mana dan ternyata Taecyeon mengenal kalian”, jelas Tiffany sambil melirik sekilas ke arah Taecyeon.

“Apakah Sicca eonni juga mengetahui semua ini?”,Tanya Krystal.

Tiffany menggeleng dan berkata,”Sicca eonni orang yang keras kepala. Ia tidak mau mendengar penjelasanku. Tolonglah eonni, aku tidak mau kau dan Sicca eonni membenciku dan ibu.”

Krystal diam sejenak dan akhirnya berkata,”entahlah. Akan kucoba untuk menjelaskannya pada Sicca eonni.”

“terima kasih eonni. Terima kasih sudah mau mendengar penjelasanku dulu”,kata Tiffany sambil tersenyum.

***

Jessica membuka matanya perlahan dan melihat siluet Krystal di sampingnya. “Eonni, kau sudah sadar? Eonni”,panggil Krystal.

“Mmmm. Krystal-ya, aku haus,”jawab Sicca.

Krystal langsung mengambil gelas di meja dan menyuguhkannya pada Sicca dan langsung meneguk habis satu gelas. “Kau mau lagi, eonni?”, Tanya Krystal. Sicca pun menggeleng.

“Krystal-ya, apa yang terjadi? kenapa aku bisa dirawat di sini?”,Tanya Sicca.

“harusnya aku yang bertanya seperti itu! Kenapa kau bisa pingsan di jalan? Berbahaya tau. Kau tahu? Aku tiba-tiba menerima telepon dari satpam kampus yang bilang bahwa kau pingsan. Aku panic sekali saat itu dan langsung berlari ke sini. Aku bahkan bolos kelas karena mencemaskanmu”, jelas Krystal panjang lebar.

“maafkan aku Krystal-ya, aku sudah merepotkanmu”

“Eyy, kau ini ngomong apa eonni? Tidak perlu minta maaf segala. Lain kali kau jaga kesehatan baik-baik ya!”, jawab Krystal sambil mengibas-ngibaskan tangannya di udara.

“Eonni, kau lapar? Aku suapin ya?”, Tanya Krystal tiba-tiba.

Apa? Kau pikir aku ini anak kecil? Aku bisa makan sendiri tahu?”

“sudahlah eonni,kau jangan bawel. Turuti saja kata-kataku.”jawab Krystal tak mau kalah.

Setelah selesai makan, mereka mengobrol dan tertawa dan Jessica angkat bicara, “Krystal-ya, kau tidak pulang? Ini sudah malam.”

“Apa? Kalau aku pulang, siapa yang akan menemanimu?”

“sudahlah aku tidak apa-apa. Lebih baik kau pulang sekarang dan beres-beres rumah. Lalu besok kau ke sini lagi membawakanku buku atau apa biar aku tidak bosan di sini. Bagaimana?”

Krystal terlihat berpikir sejenak dan tiba-tiba pintu kamar terbuka. Taecyeon masuk sambil tersenyum ke arah Sicca dan Sicca langsung membuang muka. Ia sedang tidak ingin melihat Taecyeon saat ini.

Krystal yang menyadari hal tersebut langsung berkata pada Sicca, “Eonni, malam ini kau ditemani Taecyeon oppa saja ya? Besok pagi aku akan ke sini lagi. Tidak apa-apa kan,Oppa?

“ya, Tentu saja”,jawab Taecyeon sambil tersenyum lebar.

“Baiklah. Eonni, aku pulang dulu ya? Sampai jumpa besok! Oppa, tolong jaga Eonni ya? Anyeong”, kata Krystal.

“Hati-hati, Krystal-ya”,balas Jessica.

Begitu Krystal pergi, keadaan di ruangan itu menjadi hening. Jessica masih tidak mau melihat Taecyeon. Ia pun membalikkan badannya ke arah jendela dan memejamkan matanya.

Kedua orang itu sedang sibuk dengan pikirannya masing-masing. Taecyeon melangkah ke arah tempat tidur Jessica dan berdiri di samping tempat tidurnya.

“Sicca-ya, kenapa kau bisa sakit seperti ini? Maafkan aku”, kata Taecyeon.

Jessica hanya bergeming dan tidak membalas kata-kata Taecyeon. Taecyeon hanya menarik napas dan menyalakan lampu di meja lalu mematikan lampu di kamar itu dan berkata, “Tidurlah yang nyenyak,Sicca-ya. Istirahatlah” lalu mengecup kepala gadis itu pelan.

 

TBC

16 thoughts on “[Freelance] (Promise) (Twoshoot) (Chapter 1)

  1. Duh taecyeon kebanyakan ingkar janji ya huhu aku bingung mau komen apa TT^TT yg penting fighting dan cepet dilanjut ya thor~~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s