Eternity (Final Parse!)

eternity-final-parse

 

–| ETERNITY – Final Parse |–

written by pearlshafirablue

Main Casts: Byun Baekhyun (EXO-K), Jessica Jung (GG), Yoon Bora (Sistar) || Minor Casts: revealed as time goes by || Genre: Fantasy, Friendship, Mystery, a bit Romance || Rating: PG-15 || Length: Multichapter (Final Parse/6)

Disclaimer
All of the characters belong to God and themselves. They didn’t give me any permission to use their personality in my story. Once fiction it’ll be forever fiction. I don’t make money for this.

Previous Chapter
1 . 2 . 3 . 4 . 5 . 6-Preview . 6-Unfinal . Final Parse [NOW]

A/N
Setelah dipikir-pikir lebih baik saya membuat Final Parse dari Series Eternity ini. Final Parse adalah sebuah chapter dari sebuah cerita yang berupa uraian terakhir sang penulis—perspektif pengarang. Kebetulan saya belajar tentang hal ini ketika membaca FF 48Hours (recommendation! You should read this mind-fucking story guys! EXO as main casts).

-o0o-

            Nyaris 30.000 kata, Eternity, sebuah kisah tentang seorang remaja belia yang masih belum mengerti apa itu cinta. Setiap orang memiliki presepsi sendiri mengenai cerita ini, bagaimana dengan milikmu?

Ya, semua peristiwa yang Baekhyun rasakan itu nyata. Bukan ilusi, bukan juga mimpi. Tentang guardian, demon, dan segala macam mahkluk-mahkluk asing yang tak pernah terpikirkan olehnya ternyata berada di sekelilingnya.

Baekhyun yang malang, sejak kecil tidak pernah diperhatikan orangtuanya. Mr. Byun dan Mrs. Byun begitu sibuk mengurusi berbagai macam urusan di luar negeri. Hingga akhirnya mereka terlena dengan segala macam kemewahan kota Paris. Menetap disana, tanpa ada niat untuk kembali ke Seoul—tempat anak semata wayang mereka tinggal.

Baekhyun tidak menyadari, saat tubuh mungilnya itu keluar dari rahim sang Ibu, ada seorang gadis mengintip dari balik pintu kaca ruang bersalin itu. Gadis itu memiliki rambut ikal yang menjuntai sampai bahunya, senyum yang menawan, dan rupa yang sangat sempurna. Gadis itu Jessica Jung.

Byun Baekhyun terus beranjak dewasa, seiring dengan waktu yang tidak pernah berhenti berputar. Tidak dengan Jessica. Gadis itu tetap dengan tubuh balitanya. Hingga akhirnya mereka dipertemukan takdir—atau lebih tepatnya The Lord Guardian of Heaven—di sekolah dasar. Dengan kepolosan Baekhyun, mereka akhirnya bisa menjadi sahabat baik.

Waktu terus bergulir seolah-olah ingin menguak kebenaran yang berusaha ditutupi oleh dunia. Baekhyun dan Jessica tumbuh bersama. Tidak ada yang tahu bahwa Jessica selalu melindungi Baekhyun. Ketika ia jatuh dari sepeda, dipukuli anak nakal di sekolah, termasuk saat ia berada di alam bawah sadar—ya, Jessica juga melindungi Baekhyun dalam mimpinya. Ia tidak akan sudi membiarkan mimpi buruk mengisi tidur Baekhyun.

Akhirnya Baekhyun dan Jessica masuk sekolah menengah atas. Mereka sudah tidak bisa disebut anak kecil lagi. Mereka sudah menginjak masa remaja. Masa dimana pikiran seorang insan masih begitu labil, dipengaruhi dengan lingkungan sekitarnya. Masa ini yang dibilang orang adalah masa yang paling membahagiakan.

Perlahan-lahan, entah karena pengaruh lingkungan atau memang datang dari hatinya sendiri, Baekhyun berubah. Dari sosok lelaki polos yang setia dan baik hati menjadi sosok cassanova yang tidak kenal ampun. Ia tidak segan-segan menghancurkan hati wanita. Wanita berbagai kalangan. Mulai dari yang pintar dengan kacamata setebal pantat botol hingga wanita jago taekwondo.

Jessica sudah berulang kali memperingatkan Baekhyun. Tapi Baekhyun seolah tidak bisa jera. Ia tidak mendengarkan peringatan Jessica—malah menganggapnya sebagai angin lalu.

Tapi Jessica juga tidak menyerah. Ia berusaha sekeras mungkin untuk bertoleransi dengan ketua The Lord Guardian of Heaven—yang sudah muak dengan tingkah laku Baekhyun.

Bahkan, Jessica sudah sengaja mengarang cerita. Cerita tentang seorang flamboyan yang kena imbas perilakunya. Ia menceritakannya kepada Baekhyun, lewat sebuah novel. Padahal siapa saja tahu novel apa yang dibaca Jessica. Itu novel Twilight-—novel menakjubkan karya Stephenie Meyer. Tulisan-tulisan Cina itu hanya manipulasi yang dilakukan Jessica.

Dan tentu saja, Baekhyun yang bukan novel-addictor itu percaya.

Waktu kembali bergulir. Jarum jam menit dan detik berlomba-lomba untuk berputar. Hingga akhirnya The Lord Guardian of Heaven sudah tidak sabar. Akhirnya mereka mengirimkan seorang utusan untuk menindaklanjuti Baekhyun—tepat ketika Sulli bunuh diri. Seorang Dvazz-deamon-reaper, Yoon Bora.

Jessica yang bersikeras untuk tetap membiarkan Baekhyun hidup seperti sedia kala, belakangan baru tahu kalau Bora adalah utusan dari atas. Ia tahu ketika mengikuti Bora pulang—setelah pelajaran ke-5 berakhir. Dan tiba-tiba saja dirinya menghilang di ujung lorong. Sama seperti dirinya.

Akhirnya 1 pertanyaan Baekhyun terjawab sudah, mengapa mereka tidak pernah menunjukkan rumahnya kepadaku?

Mimpi buruk, dan seluruh kesialan yang dialami Baekhyun adalah sebuah peringatan. Agar ia bertobat dan berusaha memperbaiki sikapnya. Tapi tampaknya tidak ada yang berubah dalam diri lelaki itu. Ia bahkan berusaha menggoda Bora, yang sudah jelas diutus untuk mengeksekusinya.

Siapa penyebar berita bahwa Baekhyun adalah pembunuh Sulli?

Pertanyaan ini membawa kita ke sebuah peristiwa. Peristiwa dimana Bora mengirimkan e-mail melalui GashMail[1] kepada seluruh murid di Gyeongju High School mengenai kasus bunuh diri Sulli disertai 2 lembar foto saat mereka tampak sedang bertengkar. Dan Kyungsoo sama sekali tidak bersalah. Ia adalah seorang pembual yang tidak pernah dipercayai siapapun.

Tentu saja, demon bisa melakukan apa saja.

Jessica sudah mengetahui hal ini. Termasuk penyebab kecelakaan Baekhyun. Ya, Yoon Bora dalang dari semuanya. Bahkan sosok yang terakhir Baekhyun lihat sebelum kesadarannya menghilang di perempatan jalan Myunghee itu adalah Yoon Bora, yang memandang Baekhyun dengan tatapan bengisnya.

Dan apa yang terjadi saat Choi Siwon memukuli Baekhyun?

Seorang guardian—atau demon sekalipun—bisa merubah diri mereka menjadi mahkluk lain. Tidak hanya manusia—hewan, alien, siluman, serangga, bahkan hantu. Dan kemampuan inilah yang dilakukan Jessica saat Choi Siwon berusaha menghabisi Baekhyun. Secara perlahan—tanpa diketahui Baekhyun—ia merubah rupa wajahnya menjadi wajah seekor anjing. Tidak ada seorangpun yang tidak takut saat orang di hadapan kita merubah wajahnya menjadi seperti anjing.

Kenapa anjing? Mungkin hanya hewan itu yang terlintas di otaknya. Entahlah. Hanya Jessica dan Tuhan yang tahu.

Bagaimana cara Jessica masuk ke dalam mobil Baekhyun?

Pertanyaan ini terlalu mudah untuk dijawab. Seorang guardian, bisa menghilang dan muncul di tempat lain—sekalipun jauhnya 10.000 kilometer. Masuk ke dalam mobil Baekhyun? Itu bukan hal yang sulit.

Mengamati perilaku Baekhyun yang tidak semakin membaik, akhirnya The Lord Guardian of Heaven mulai mengatur jadwal untuk mengeksekusi Baekhyun. Ketua para Guardian dan Demon ini sudah membicarakannya dengan seluruh pengurus di langit. Termasuk dengan Bora.

Tapi entah kenapa, beliau sama sekali tidak membicarakannya dengan Jessica.

Beliau mendapati bahwa akhir-akhir ini banyak hal aneh yang dilakukan Jessica. Ia sangat over-protective pada Baekhyun. Dan entah kenapa ia selalu bersikeras untuk membiarkan Baekhyun tetap hidup nyaman—tanpa ada gangguan dari Dvazz-demon-reaper.

Beliau tidak akan pernah menyadari dan tidak akan pernah mengerti bahwa Jessica sedang ada dalam lingkupan perasaan aneh,

…yang bernama cinta.

Jesica menyadari bahwa sajangnim-nya mulai curiga. Hingga akhirnya ia menyulut kemaran Baekhyun dan mengatur seolah-olah tali persahabatan mereka putus saat itu juga. Tidak ada yang pernah mengetahui maksud Jessica di balik pertengkaran ini. Tidak ada. Tidak Baekhyun, maupun Bora. Tidak seorangpun.

Dan kalau begitu, siapa yang tersenyum saat Jessica dan Baekhyun bertengkar?

Yoon Bora. Tidak ada lagi jawaban yang lebih logis daripada ini.

Setelah pertengkaran tersebut, Jessica selalu mengamati dan mengawasi gerak-gerik Baekhyun dari jauh. Setiap malam ia menjelma menjadi seekor burung hantu yang bertengger pada salah satu jendela kamar Baekhyun. Ia memandangi Baekhyun hingga lelaki itu benar-benar tertidur lelap.

Akhirnya sang sajangnim mendatangi Jessica di Gyeongju High School sore itu. Seolah tidak peduli dengan risiko-risiko yang bisa terjadi jika ia turun ke bumi.

Sang sajangnim memberitahu Jessica soal kejanggalan tingkahnya belakangan ini. Inilah yang membuat Jessica berkata, “jeosonghabnida, sajangnim.”—kata-kata yang didengar Baekhyun saat itu.

Selanjutnya mereka membicarakan eksekusi Baekhyun, yang diprotes habis-habisan oleh Jessica. Tapi bagaimanapun juga ia hanya seorang guardian. Ia gagal membuat Baekhyun menjadi sosok yang diinginkan oleh The Lord Guardian of Heaven. Ia gagal. Ini kesalahannya.

Dan ia berniat untuk memperbaiki semua ini.

Ia tahu soal Bora dan Baekhyun yang akan pergi ke Seoul untuk memenuhi tugas sejarah. Dan ia juga tahu apa maksud semuanya. Eksekusi Baekhyun.

Ia berusaha untuk menghubungi Baekhyun—menggagalkan rencananya itu—yang juga pada akhirnya digagalkan oleh Bora—yang tiba-tiba saja meminta Baekhyun untuk menjadi namjachingu­-nya.

Mengapa Bora menolak untuk makan sushi?

Tidak ada demon yang makan makanan manusia. Ayolah.

Waktu terus berjalan hingga akhirnya malam haripun tiba. Waktunya mengeksekusi Baekhyun.

Bora sengaja memesan kamar reservasi yang jauh di tengah hutan untuk memudahkan eksekusi ini berlangsung. Hutan adalah tempat yang sangat cocok.

Mengapa tiba-tiba Bora berhenti dan kembali ke langit?

Karena tiba-tiba saja ia mendapat pesan dari sang sajangnim untuk kembali, dan tidak melanjutkan eksekusi ini. Bora tahu mengapa hal ini bisa terjadi. Tentu saja, karena ada seorang guardian yang melanggar aturan.

Dan tentu saja, Bora tahu bahwa The Lord Guardian of Heaven memiliki hukuman yang lebih berat untuk Jessica dan Baekhyun.

Apa yang terjadi dengan Jessica?

Ini ada hubungannya dengan hukuman yang telah dijelaskan tadi. Seorang guardian tidak bisa menolak atau menggagalkan pengeksekusian. Tidak ada satupun guardian yang berani melakukan hal itu. Pasalnya, hukuman yang akan dijatuhkan kepada guardian itu tidak hanya sekedar pengeksekusian.

Mungkin guardian itu akan dikutuk menjadi manusia biasa—dengan segala penyiksaan di dunia nyata.

Dan tentu saja, hal inilah yang terjadi pada Jessica.

Jessica menjadi manusia biasa. Tidak dapat berpindah tempat dan berubah wujud. Sendirian, tanpa satupun kerabat di dunia (kecuali Baekhyun). Tidak punya rumah, pakaian, dan sepersenpun uang. Yang lebih parah, dia tidak dapat melihat.

Ya, Jessica telah buta.

Bagaimana cara Jessica mengembalikan penglihatannya dan hidup normal bersama Baekhyun?

Bagaimana cara Baekhyun meminta uang kepada orangtuanya bahwa ada seorang mantan guardian buta yang butuh sandang, papan dan pangan?

Mungkinkah The Lord Guardian of Heaven membiarkan mereka hidup dengan nyaman?

Apakah Bora akan muncul lagi dalam kehidupan mereka?

Apakah yang akan terjadi selanjutnya?

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas mungkin akan dijelaskan di cerita selanjutnya.

-o0o-

Ini adalah sebuah kisah tentang seorang lelaki bernama Byun Baekhyun, yang tidak menyadari bahwa disisinya ada sesosok gadis yang begitu peduli dengannya. Begitu menyayanginya. Rela melakukan apapun demi dirinya.

Ia tidak pernah menyadari bahwa kebahagiaan yang ia cari selama ini ada di sampingnya. Ia tidak menyadari bahwa 20 mantan kekasihyang telah ia campakkan itu tidak ada artinya.

Sesungguhnya orang yang ia cari selama ini ada di dekatnya.

Dan orang itu adalah Jessica Jung.

Ia terlambat menyadarinya. Dan memang penyesalan selalu datang terlambat.

Maka dari itu, coba kau tolehkan kepalamu ke belakang, ke sekitarmu.

Siapa tahu ada seseorang yang menunggumu disana. Yang selalu melindungimu dari belakang. Yang berusaha mengisi hatimu.

Sesungguhnya bahagia itu sederhana. Dan hal yang paling indah dalam hidupmu sedang kau alami sekarang. Dikelilingi orang yang menyayangimu.

Tanpa perlu meminta lebih, Tuhan sudah tahu apa yang kau butuhkan.

-o0o-

Setiap cerita memiliki akhir, begitu juga dengan Series Eternity ini.

Dan cerita ini berakhir sampai sini.

Terimakasih atas segalanya, kontribusi dan review yang para readers berikan hingga series ini bisa berakhir sampai disini. Semuanya sangat berharga untuk saya pribadi. Dan, harapan saya, semoga cerita ini bisa menjadi cerita yang cukup bisa dikenang di benak kalian.

THE END

Dictionary:
[1] GashMail adalah salah satu dari server gelap yang bisa digunakan jika seseorang ingin mengirim e-mail tanpa nama dan tidak ingin dilacak keberadaannya. Banyak penjahat menggunakan ini dalam dunia maya. Termasuk para hacker.

P.S:
Waaah akhirnya cerita ini “bener-bener” abis :’D Semoga dengan adanya parse ini, jalan cerita Eternity bisa semakin dimengerti ya :’) Oiya, aku juga ingin berterimakasih pada komentar seorang user bernama Lee Hyura yang membuat aku terdorong untuk membuat Final Parse ini. Terimakasih juga untuk 辛辛息, author dari 48HOURS yang telah memberikan saya inspirasi tentang Final Parse. Your fanfictioon is really amazing!^^ Aku juga pengen ngucapin terimakasih buat readers, yang selalu setia untuk memberikan komentar xD Yah, siders juga gak masalah deh. Makasih udah baca~^^

Ya Allah, ini kok kayak penerimaan award sih banyak makasih-makasihnya?-_-a #gubrak

Ditunggu aja sequel-nya ya all~~~^^

Oiya, aku nggak baca ulang dan nggak ngedit ulang, maaf kalo banyak typo :B

 

22 thoughts on “Eternity (Final Parse!)

  1. Sedih ya kalau di fikir-fikir lagi jalan ceritanya Sica demi Baek. Dan Baek baru nyadar setelah semuanya telah terjadi dan terlambat.
    AKu tunggu sequelnya dan karya-karyamu yang lain min^^ dan kalau bisa aku request untuk sequelnya happy end aja ya, untuk ending eternity nya udah bikin nyesek. Kalau bisa baek dan sica hidup bahagia selamanya. Tanpa gangguan satu apapun termasuk Bora sekalipun.^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s