Psycho!

Psycho Cat

Title : Psycho!

Author: Jung Wyn Ah

Genre: Thriller, Romance(dikit), horror (mungkin…)

Cast:

-Jessica Jung

-Kris Wu

Other cast:

-Krystal

A/N: Sebelumnya aku mau minta maaf semaaf-maafnya sama gorjess spazzer dan penyuka Kris :( Kenapa aku minta maaf? Kalian bisa cari sendiri nanti di ceritanya.. Tapi aku bener-bener minta maaf, dan inget, ini hanya fanfiction karanganku dan bukan kenyataan loh :) Ah, dan disini gaada Jessica pov’s ato Kris pov’s  resmi author yang ceritain ^^

Disclaimer: No Bash, No Plagiat and please comment. Yah kalian bayangin aja kalo kalian itu bikin cerita terus ada yang baca, tapi gaada yang koment itu kan nyesek banget, makanya itu tuh yang bikin banyak author kadang males bikin ff, aku juga begitu:/

Happy reading yah!

————————————————————————————————————————————————————————

Gadis kecil itu, melihat bagaimana tingkah beberapa orang yang mengobrak-abrik rumahnya dengan ganas. Rumah sederhana milik gadis kecil itu, kini sudah sangat berantakkan, bahkan beberapa kaca terlihat pecah disana-sini. Sambil berteriak-teriak memanggil nama appa gadis itu. Bahkan dengan butanya beberapa orang itu melewati gadis kecil yang sedang membekap mulut adikknya yang menangis ketakutan agar tidak membuat suara. Mereka bersembunyi di bawah ranjang besarnya, tempat persembunyian yang bahkan kedua orangtua mereka tidak tahu.

Setelah beberapa menit, tiba-tiba terdengar suara orang-orang mendobrak pintu dengan paksa diiringi suara teriakan dari appa gadis kecil itu.

“M-m..Mianhe tuan Wu..” ucap appa dari gadis kecil itu saat beberapa orang tadi menemukannya di ruang kerja appa itu.

“Kau.. Anakku hanya menggambar didepan toko dagingmu! Itu justru memperbagus toko dagingmu yang jelek ini kan?! Tapi apa yang kau lakukan pada anakku?! Kau menendang dan mengusirnya!!” ucap tuan Wu sambil menyuruh beberapa anak buahnya memukuli appa gadis kecil itu.

“Jebal!! Jangan kau pukuli lagi suamiku!” kali ini eomma gadis itu muncul dari persembunyiannya dan berlari mendekat ke arah tuan Wu.

“Ne?! Suami mu yang tidak berguna ini sudah menendang anakku!” kali ini terdengar suara erangan kesakitan dari eomma gadis itu saat tuan Wu memukulinya.

“Sajangnim, kira-kira apa yang harus kita lakukan dengan pasangan suami-istri tolol ini?” tanya anak buah dari tuan Wu yang ikut serta atas aksi pengobrakkan rumah itu. Tanpa membalas, tuan Wu mengeluarkan pistol dari saku bajunya dan segera menembaki suami-istri Jung dengan brutal, bahkan beberapa dari mereka dengan tega memotong-motong anggota tubuh dari suami-istri itu.

“Biarlah mereka seperti potongan daging yang mereka jual setiap hari. Kajja, kita pergi.” setelah mengucapkan itu, beberapa menit kemudia terdengar suara hentakkan kaki beberapa orang itu seperti menjauh dari rumah sederhana milik gadis kecil itu. Setelah merasa dirinya aman untuk keluar sebelum keluar, gadis kecil itu menyuruh adikknya untuk diam dikamar mereka sampai dia kembali dan mengunci adikknya dari luar, setelahnya gadis kecil itu berlari dengan berlumuran airmata ke tempat dimana appa dan eommanya di tembaki dengan brutal.

Tapi anehnya saat gadis kecil itu melihat potongan darah dari orangtuanya, bukan tangisan yang keluar, justru cengiran bengis yang menggantikan airmata gadis itu.

“Daddy.. Kenapa matamu keluar dari kelopak mata daady? Bahkan paru-paru dan usus daddy tidak ada di perutmu lagi” ucap gadis itu sambil memunguti potongan mata serta usus dari lantai menyebabkan tangan serta bajunya berlumuran cairan kental berwarna merah.

“Omo.. Mommy! Harusnya tanganmu berada disini, dan lagi kenapa perut dan kakimu terpisah?” kali ini gadis kecil itu berjalan kearah eommanya dan menendang kaki dan perut itu agar menyatu.

“Daddy, apa aku boleh memakai dagingmu? Kita kehabisan daging untuk besok jadi apa yang harus aku gunakan untuk berjualan?” gadis itu melihat ke sekelilingnya, penuh dengan darah dimana-mana serta potongan tubuh dari kedua orangtuanya.

“Mommy, apa aku boleh menggunakan pisau? Kalau tidak boleh pun aku akan memakainya, untuk meminta daging kalian. Aku harus hidup, iyakan mom?” gadis kecil itu mulai memotongi daging-daging milik eomma dan appanya sambil terseyum bahagia. Entah apa yang dipikirkan oleh gadis itu, yang dia tahu adalah dia harus segera memasukkan potongan-potongan badan appa dan eommanya kedalam kulkas dimana mereka menyimpan daging segar dan segera membersihkan darah itu, sebelum pegawai toko dan pembantu toko daging mereka datang besok pagi.

—|||—

10 tahun kemudian.

“Nyonya Jung, kita kehabisan stok daging di toko, eotokkheyo?” tanya pegawai toko itu sambil masuk kedalam toko daging yang terkenal itu.

“Jjinja? tenang saja, aku masih punya beberapa stoknya, kau tunggu disini yah sementara aku mengambil beberapa dari rumah..” ucap nyonya Jung yang bernama Jessica itu sambil tersenyum manis dan berjalan kearah pintu yang selalu dikuncinya. Pintu yang menghubungkan antara toko dan rumahnya.

“Aigo! Daging dari daddy dan mommy bahkan sudah habis. Kalau menggunakan daging biasa, pasti rasanya tidak enak. Eotokkhe?” baru saja Jessica selesa mengucapkan itu, tiba-tiba ada suara pintu terbuka dan bisa Jessica lihat sekarang, pegawai yang tadi memanggilnya sudah menampilkan tampang sangat syok.

“Ny-n-nyonya…..” ucap pegawai itu sambil gemetaran saat melihat Jessica berjalan kearahnya dengan senyum manisnya.

“Mianhe pegawai Kim. Kau memang pegawai paling setia bahkan saat aku kecil, tapi karena kau sudah melihat ini jadi lebih baik dagingmu yang aku pakai.” ucap Jessica sambil menusuk bagian jantung dari pegawai Kim dan membekap mulutnya dengan erat agar teriakkan yang dia keluarkan tidak keras.

Setelah melihat pegawai itu tergeletak tak berdaya, dengan cepat Jessica memotong-motong anggota tubuh dari pegawai itu, entah apa yang merasuki Jessica, tapi setiap kali dia memotong ata melihat darah, perasaan takutnya selalu hilang, bahkan dengan senyuman dan tawa kecil dia bisa memotong daging-daging itu serta mengorek-ngorek isi tubuhnya.

“Okey, pertama daging dari pahamu yang terlihat gemuk dulu yah..” ucap Jessica sambil mulai menggiling potongan daging itu menjadi beberapa gilingan panjang.

“Mian, tapi kepalamu itu tidak berguna, bahkan dipipimu itu tidak ada daging, kau hanya gemuk dibadan” lanjut Jessica sambil membuang kepala pegawai itu disembarang tempat.

Setelah beberapa potongan Jessica bisa melihat darah segar yang kini menutupi dirinya serta lantai bersih di rumahnya, jari telunjuk Jessica mencoel darah itu dan menaruhnya dimulutnya.

“Uwah! Darah ini sungguh segar, bahkan lebih enak dari darah mommy dan daddy” Jessica lalu emlanjutkan memotong ginjal dan daging diperut pegawai itu. Tapi sebelum itu Jessica mencongkel serta mematahkan tulang rusuk yang menghalangi kerjaannya itu, bahkan dia dengan tampang senang, menarik keluar usus yang berada didalam perut pegawainya.

“Done! Tinggal mengawetkanmu maka kau akan bisa dimakan oleh para pelanggan selama 5 minggu..” ujar Jessica sambil membersihkan sisa-sisa tulang serta alat-alat kelamin yang berada di beberapa bagian pegawai itu.

“Eonnie, apa kau didalam?” ucap seorang yeoja sambil masuk kedalam ruangan milik Jessica.

“Ne Krystal eonni didalam. Bisa bantu eonni lagi? Tolong bereskan ini dan buang ditempat biasa yah..” tanya Jessica sambil tersenyum melihat Krystal masuk, sementara Krystal langsung tersenyum senang dan mulai melakukan tugasnya. Kenapa? Karena Krystal sama seperti Jessica, bedanya Krystal sangat senang melihat apa yang eonninya lakukan dan dia juga senang membersihkan sisa-sisa kerjaan eonninya itu.

Setiap malam, Jessica selalu berburu mangsa baru untuk dijadikan daging serta untuk diminum darahnya. Bahkan para pegawai yang mencurigai Jessicapun turu menjadi korban selanjutnya, bahkan beberapa namjachingu dari Jessica pun ikut menjadi korban. Dan sudah pasti Krystal selalu ikut membantu kerjaan Jessica. Lalu bagaimana cara Jessica lolos dari inspeksi kebersihan untuk toko makanan? Tentu saja Jessica mempunyai taktik tersendiri, dia membeli beberapa daging hewan asli dan memajangnya serta menaruhnya didalam kulkas dan pura-pura memasak daging hewan itu menggantikan daging manusia yang selalu dipakainya. Tentu saja hal itu tidak bertahan lama, setelah inspektur itu pulang, Jessica langsung mengganti daging hewan tadi dengan daging manusia dengan bantuan Krystal tentunya.

———-

“Annyeonghaseyo, apa benar ini toko daging yang terkenal itu?” ucap seorang namja dengan parah rupawan serta tubuhnya yang tinggi.

“Eh? Ne, ini toko daging itu dan aku yang menjadi pemilik disini, ada yang bisa dibantu?” ucap Jessica dengan ramah dan tersenyum, sehingga membuat namja itu terdiam beberapa saat.

Dalam hati namja itu terus bergumam tentang kecantikkan serta keramahan yang Jessica punya, bahkan betapa hebatnya yeoja ini karena mengurus toko itu hanya bersama yeodongsaengnya saja.

“Tuan?” Jessica melambai-lambaikan tangannya didepan wajah namja itu, setelah sadar namja itu seperti salah tingkah.

“A-ah, mianhe, namaku adalah Yi Fan, aku bukan orang korea asli, dan saat mendengar ada toko daging, aku ingin membelinya..” ujar Yi Fan sambil tersenyum kaku dan memberikan sejumlah uang dengan jumlah besar, padahal toko Jessica baru buka dan belum ada uang kembaliannya.

“Ne, tapi kau tidak usah membayar yah. Tenang saja, ini bonus untukmu karena sudah menjadi orang pertama yang membeli di tokoku saat toko ini buka” jawab Jessica sambil tertawa kecil dan berjalan ke arah dapur dan mulai mengemasi daging segar yang sudah dicincang itu.

Yi Fan yang melihat itu semakin menjadi kagum terhadap Jessica, bukan karena wajanya tetapi karena keramahan serta kebaikan Jessica. Dengan langkah pelan dia berjalan ke arah bangku-bangku dimana biasanya parah pelanggan toko itu duduk untuk menunggu pesanan daging mereka.

“Cha, ini dagingmu, sudah ku cincang terlebih dahulu..” ujar Jessica sambl memberikan sekantung daging yang terpotong dengan rapih serta sudah dibumbui olehnya.

“Geundae, aku tidak enak kalau tidak membayar.. Jadi bagaimana kalau kau ku traktir es-krim? Kapan kira-kira tokomu libur?” tanya Yi Fan dengan malu-malu dan gugup takut kalau Jessica menolaknya.

“Jjinja? Bagaimana kalau besok? Toko kami selalu tutup saat besok hehe” balas Jessica sambil terkekeh kecil melihat tingkah Yi Fan.

Semenjak saat itu Yi Fan selalu datang ke toko daging milik Jessica bahkan walau hanya sekedar bertemu satu sama lain tanpa membeli daging.

“Jadi.. Apa namamu hanya Yi Fan saja?” tanya Jessica saat mereka sedang menikmati es krim dari sebrang toko daging Jessica.

“Eh? Tentu saja tidak, nama panjangku adalah Wu Yi Fan.” setelah mengucapkan kata ‘wu’ tiba-tiba Jessica tersedak sehingga Yi Fan menepuk-nepuk pelan pundaknya,

“Gwenchana?” tanya Yi Fan dengan nada khawatir.

“Ne. Tadi kau bilang Wu? Apa nama appamu juga Wu?” tanya Jessica dengan senyuman mautnya.

“Wu adalah nama keluarga, jadi tentu saja nama appaku juga Wu bahkan dikorea hanya kami keluarga yang bermarga Wu..” cerita Yi Fan dengan bangga, tanpa dia sadari Jessica melihat kearah Yi Fan sambil tersenyum bengis.

“Jadi aku telah menemukan anakmu tuan Wu, apa yah yang harus aku lakukan terhadap Yi Fan..” gumam Jessica sambil tersenyum bengis dan menatap wajah Yi Fan yang sedang asik bercerita tentang appanya.

———

“Jes..” panggil Yi Fan saat Jessica sedang asik dengan lamunannya.

“Ne?”

“Apa kau mau menjadi yeojachingguku?” tanya Yi Fan sambil memegang tangan Jessica,

“…” Jessica hanya terdiam sambil berfikir sementara Yi Fan terus-terusan mendesakknya.

“Ne.. Tentu saja Wu Yi Fan..” jawab Jessica dengan senyum, sedangkan Yi Fan langsung memeluknya erat, Jessica kini tersenyum bengis saat Yi Fan memeluknya, bahkan tadi saat menjawab ucapan Yi Fan, Jessica sengaja menekankan kata ‘Wu’.

“Jadi, apa aku boleh memanggilmu chagi?” tanya Yi Fan saat melepaskan perlukkannya.

Hell no. Aku sangat benci dengan hal-hal yang cheesy..” jawab Jessica sambil mengekpresikan dengan tangannya.

“Lalu, bagamana dengan sweetie?”

“Andwae..”

“Sweetheart?”

“No”

“Gurae! Yeobo?” ucap Yi Fan pasrah

“Apa kau pernah kucincang?!” jawab Jessica sambil refleks menutup mulutnya karena takut ketahuan oleh Yi Fan.

“Eh?”

“Ma-ma-maksudku, apa kau pernah aku pukul? hehe” ulang Jessica sambil memberikan cengiran khasnya.

“Tenang saja Jess, kau hanya terlalu lama memotong daging..” jawab Yi Fan sambil memngacak-acak rambut Jessica sementara dalam hati Jessica tertawa senang karena kebodohan namja didepannya ini.

“Jadi, karena aku sudah menjadi namjachingu-mu, bolehkan aku melihat isi rumahmu?” tanya Yi Fan lagi sambil menatap Jessica,

Awalnya Jessica agak ragu dan hanya terdiam, tapi akhirnya dia menganggukkan kepalanya pertanda kalau Yi Fan boleh melihat rumahnya dan dengan segera Yi Fan tertawa senang melihat jawaban Jessica. Padahal sedari tadi Jessica sudah memperlihatkan senyuman bengisnya, “Mungkin hari ini adalah hari terakhirmu Wu Yi Fan..” gumam Jessica sambil melanjutkan melihat aksi senang dari Yi Fan.

—|||—

“Wow Jess! Rumahmu memang sangat sederhana, tapi didalamnya penuh dengan hal-hal mengenai kebudayaan korea!” ujar Yi Fan sambil menatap takjub isi rumah Jessica yang sangat nyaman dan penuh dengan kebudayaan korea.

“Tentu saja, itu peninggalan dari daddy dan mommy..” jawab Jessica singkat.

“Kau tau, aku jadi semakin ragu saat kau bilang kau juga bukan orang korea asli. Aksenmu sangat fasih bahkan kau mengerti tentang kebudayaan disini.” ucap Yi Fan lagi.

“Aku sudah disini sedari kecil, bahkan mommy adalah orang korea asli”

“Aku sedari kecil juga disini, bahkan aku sering ke toko dagingmu dulu, eh maksudnya di toko daging pemilik sebelummu, aku hanya memperbagus toko mereka, tapi mereka malah menendangku. Kata appa orang jahat pemilik toko itu sudah keluar dari Korea.” cerita Yi Fan sementara Jessica hanya melihatnya sinis,

“Keluar dari Korea? Cih, appamu itu sudah membunuh kedua orangtuaku, dan lagipula gambarmu itu sangatlah jelek! Aku saja tidak akan suka saat ada gambar itu didinding tokoku” gumam Jessica sambil kembali menatap Yi Fan dengan bengis.

“Ah, apa kau mau minum? Tunggu yah, aku ambilkan air dulu” ucap Jessica sambil berlari kearah dapurnya dan menyiapka minuman untuk Yi Fan, tanpa diketahui olehnya, Jessica memasukkan obat tidur kedalam minumannya. Setelah beberapa menit Jessica kembali dan memberikan minuman berisi obat tidur kepada Yi Fan.

“Uugh.. Rasanya kepalaku sangat sakit.. Dan aku mengantuk sekali..” ucap Yi Fan sebelum akhirnya dia terlelap.

“Tentu saja.. Tidur lah yang tenang karena ini hari terakhirmu Yi Fan” jawab Jessica kecil sambil mengikat Yi Fan yang tidak sadar dengan erat, serta menarik badannya kedalam dapur khusus terpencil yang dia gunakan untuk mengeksekusi para korbannya.

1 Jam kemudian.

“Aawh.. Kepalaku masih pusing, Eeh?! Kenapa aku diikat begini?! Dan dimana ini?! Kenapa banyak darah berceceran?!” ucap Yi Fan dengan kaget saat melihat badannya diikat dan dia berada di ruangan aneh yang penuh darah dengan bau amis yang menyengat.

You are awake dear? Good, i’ve been waiting for you so long..” ucap seseorang sambil berjalan kearah Yi Fan dengan membawa tas besar berisi sekumpulan pisau dan alat-alat lainnya, siapa lagi kalau bukan Jessica.

“Do! Apa yang mau kau lakukan denganku?!!” teriak Yi Fan panik saat melihat Jessica mengeluarkan pisau dengan ukuran lumayan besar.

“Aku? Tentu saja membuatmu menjadi daging, apa lagi?” ucap Jessica dengan santai.

TOK! ( anggep aja bunyi suara motong..)

“AARRGH!!” teriak Yi Fan dengan keras saat Jessica memotong kakinya denga bengis.

“Sebelum kau mati, aku ingin kau melihat akan jadi apa anggota tubuhmu honey..” ujar Jessica sambil mengeluarkan daging  serta tulang di kaki Yi Fan dari kulit yang menutupinya dan kini disekitar Yi Fan, cairan kental berwarna merah mulai keluar dengan deras, bahkan Yi Fan harus bersusah payah menahan erangan dari sakit dikakinya.

“Selesai, kini kau lihat apa yang akan aku lakukan dengan daging ini” Jessica berjalan ke arah mesin penggiling sosis otomatis, dan mulai memasukkan daging kaki Yi Fan sehingga sekarang daging itu berbentuk menjadi potongan sosis-sosis.

“Ja..jadi.. Se..selama ini.. k-kau.. menjual.. da-daging.. manusia?” tanya Yi Fan dengan lemas karena kekurangan banyak darah.

“Tentu saja! memangnya selama ini daging apa yang kau makan? Daging hewan? Come on Yi Fan! Tentu saja itu daging manusia..” Jessica mulai mendekat ke arah Yi Fan setelah tertawa puas melihat daging itu sudah menjadi sosis.

“Dan kini, aku harus menggunakan tanganmu, jadi kau harus dicincang dulu..” ucap Jessica sambil berbisik dengan senyuman sinis didekat kuping Yi Fan, sementara Yi Fan bergidik ngeri karena Jessica, kini tatapannya menjadi tatapan jijik terhadap Jessica,

Dengan kuat Jessica menarik Yi Fan mendekat kearah mesin cincang yang ukurannya lumayan besar, sangat cocok digunakan untuk mencincang Yi Fan.

“Changkkaman! Apa salahku?!” teriak Yi Fan saat Jessica mulai meletakkan Yi Fan diatas mesin cincangan itu,

“Salahmu? Kau punya 2 kesalahan didalam hidupmu.. Yang pertama, kau telah membuat daddy dan mommy-ku mati dibunuh dengan bengis oleh appamu, dan yang kedua adalah kau masuk kedalam rumahku. Aturannya adalah, siapapun yang masuk ataupun sekedar melihat isi rumahkuselain aku dan Krystal pasti akan menjadi korban, jadi kau adalah korban berikutnya.” setelah mengucapkan hal itu, Jessica menekan tombol untuk mengaktifkan mesin itu.

“ARRGH!! JESSICA!! STOP IT!! ARRGHH………!!!” setelah beberapa iris potongan serta teriakkan dari Yi Fan, mesin itu berhenti saat mesin itu baru saja memotong bagian kaki Yi Fan.

“Jadi, apa kau mau aku yang memotongmu? Itu lebih sakit loh dan rasa sakitnya akan sangat lama hahaha” suara tawa setan keluar dari mulut Jessica yang sudah siap memegang pisau dan mendekat kearah Yi Fan yang sudah sekarat.

SRET..

Jessica mulai membeset daging di perut Yi Fan dengan kasar, sehingga darah mulai bercipratan kemana-mana, bahkan kini hampir semua baju Jessica tertutupi darah. Dengan kasar pula Jessica menarik usus-usus Yi Fan keluar dari tempatnya sementara Yi Fan mulai mengerang kesakitan lagi.

“Eotokkhe? Sakit bukan? Don’t be afraid honey, it was my feels when your dad kill my parents” ucap Jessica lagi sambil mencium bahkan menggigit kasar bibir Yi Fan sehingga kini bibir Yi Fan menjadi robek dan darah mulai mengalir lagi.

Setelah itu, Jessica mulai memotong bagian jantung Yi Fan yang daritadi sudah lebih dulu dibuka oleh Jessica, dengan perlahan Jessica menarik jantung itu keluar sambil melihat Yi Fan yang terus mengerang kesakitan sementara Jessica hanya tersenyum dan tertawa melihat ekspresi ketakutan dan kesakitan yang Yi Fan rasakan. Setelah merasa puas, Jessica menarik kasar Jantung dan detik itu juga suara teriakan Yi Fan menghilang.

“Jantungmu ini akan aku simpan di tempat seharusnya, jadi kau tenang saja ya..” Jessica lalu mengambil toples yang sudah berisi cairan kimia dan pengawet, lalu mencelupkan jantung milik Yi Fan di toples itu dan menutupnya rapat-rapat, setelah itu Jessica menempelkan nama Yi Fan di toples itu, lalu menaruhnya di dalam lemari yang berisi penuh dengan jantung-jantung lainnya. ‘Mommy’, ‘Daddy’, ‘pegawai Kim’, dan beberapa nama dari korba Jessica semuanya berada disitu, itu adalah Jantung dari korban-korban Jessica atas permintaan Krystal pastinya, dan kini nama ‘Wu Yi Fan’ turut menemani jantung-jantung itu didalam lemari yang tertutup rapat.

“Yeoboseyo? Krystal, do eoddiya? Ne, ada kerjaan lagi untukmu. Dan kali ini koleksi jantung-jangtungmu sudah bertambah..” ucap Jessica sambil tersenyum mendengar adiknya sangat senang mendengar koleksi jantung-jantung itu sudah bertambah.

———————————————————————————————————————————————————————

Cerita ini terinspirasi dari kartun Happy Tree Friends, Kalian tau kan animasi itu? Yah.. Aku inspirasinya dari sana.. Maaf banget kalo ini ga terlalu ngeri buat kalian, soalnya level ff thriller aku belom sampe ngeri banget sih ._. Mohon di comment yah ^^

44 thoughts on “Psycho!

  1. Horror-nya terasa banget. Gaya berceritanya juga bagus. Ya, meski masih banyak typo. Oh, unsur thriller-nya mana? Karena dalam cerita thriller itu pasti ada protagonis yang menghalangi aksi si antagonisnya. Daisuke desu (y) keep writing, Onee-chan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s