[Freelance]Mistake

Title:Mistake

Author:Jiminpark103/Nfs_Nabila @Nabilafhebryana

Rating:Teen

Length:

Genre:Sad

 

Jessica-Kris

FF ini Pernah aku post di:

http://Jiminparkyoong.com/

Http://Yoongexo.com/

 

Poster for:

http://icydork.wordpress.com/

 

 

Halo!Nabila Imnida Salam kenal semua ,,FF ini FF pertama yang aku kirim Ke sini …Ff ini punya kakaku Tapi Degan maincast Oc Aku ubah Jadi dua versi Yoona Ver dan Jessica Ver.Semoga Suka Dan Maaf Kalau Gaje!

 

 

 

Happy Reading All!

 

Jessica, wanita yang baru beranjak dewasa. Ia baru memasuki Sekolah Menengah Atas di salah satu sekolah terkenal di Seoul. Ia melihat sekitarnya. Tak ada satu pun yang ia kenal di sini. Jessica berjalan memasuki gerbang sekolah barunya itu dengan muka tertunduk. Tanpa sengaja ia hampir menabrak seseorang yang berjalan di dekatnya. “Mian” kata Jessica, orang itu berbalik menatap Jessica  yang berdiri di belakangnya. “ng?” Jessica  kehilangan suaranya. Orang itu pergi meninggalkan Jessica  tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.

 

Hari pertama sukses Jessica lewati tanpa masalah. Jessica berdiri diam di depan gerbang sekolah, menunggu sang supir menjemputnya. Tiba tiba seseorang berdiri di sebelahnya. “kamu masuk sini” tanyanya basa basi. “ng? eh.. iya” jawab Jessica canggung. “aku kira kamu udah gak inget sama aku” kata Jessica lirih. “gak lupa. cuma canggung” katanya datar. “nunggu pak uun?” tanya orang itu menatap Jessicasekilas. “ng? iya..” jawab Jessica tersenyum kecil. “kamu sendiri?” tanya Jessica. “aku bawa kendaraan sendiri” jawab orang itu masih tak acuh. “enggak nyangka ya bisa satu sekolah sama kamu” kata orang itu mengalihkan pembicaraan. “enggak kerasa ngeliat kamu udah pake seragam SMA” jawab Jessica. “kamu enggak berubah” kata orang itu datar. “ketemu kamu ko kaya ketemu orang baru ya” tanya orang itu pada diri sendiri. “oke, kalo gitu kita kenalan lagi aja?” gurau Jessica sambil tertawa kecil. “Kris” kata orang itu sambil mengulurkan tangan kanannya. “Jessica” jawab Jessica sambil menjabat tangan Kris. mereka tertawa kecil.

 

“kamu inget gak Kris?, waktu kita masih pake seragam putih merah” kata Jessica setelah diam sesaat. “masa masa yang lucu banget ya” jawab Jessica tersenyum kecil. “pengen ngulang lagi” terusnya. “apa yang paling kamu kangenin?” tanya Kris tanpa menatap Jessica. “main bareng kamu” jawab Jessica mengejutkan Kris. “kalo kamu?” tanya Jessica. “bikin kamu nangis” jawab Kris tertawa kecil. “semenjak kamu punya temen baru, dunia kita berasa beda banget” kata Jessica. “iya, kamu jadi jarang main gitu” kata Kris. “kamu yang jarang nyamper aku lagi” jawab jessica menatap Jessica sekilas. “kamu inget ga…” Jessica terdiam sejenak. “udah lama ga main bareng, pas SMP adik kamu bilang ke adik aku kalo…” Jessica terdiam sejenak. Senyumnya mengembang mengingat masa itu. “bilang kalo aku suka kamu?” terus Kris. Jessica menatap Kris penuh tanya. “malem itu, Seo bilang ke nana. ‘Nana panggilin kakak kamu dong’ terus aku keluar”  Jessica menatap Kris yang menunduk. “kak Jessica kata Kris, mau ga jadi pacarnya? terus minta nomer kak Jessica” mereka bertatapan. “kamu tau ga? saat itu kita masih kelas satu SMP dan kita enggak PDKT sebelumnya. tiba tiba kamu nyatain perasaan kamu lewat adik kamu yang baru kelas lima SD. kamu tau ga sih betapa bodohnya itu?” mereka tertawa. “aku canggung banget ketemu kamu sekarang. kamu tau? aku malu ditolak sama kamu” Jessica mengerutkan alisnya. “aku patah hati” terus Kris. Jessica menahan tawanya. “selama tiga tahun, aku galauin kamu. aku berharap…. kamu sms aku, kamu nembak secara langsung. enggak lewat Seo. tapi kamu enggak” Jessica tersenyum kecut. “aku takut ditolak lagi” jawab Kris datar. “kita sama sama takut” jawab Jessica.

 

Jessica melihat jam tangannya, sudah setengah jam dia dan Kris flashback akan masa kecilnya. ini adalah saat saat yang Jessica tunggu. “Kris.…” kata Jessica ragu. kris menatap Jessica tanpa menjawab. “kan kita udah tau…” belum sempat Jessica meneruskan kata katanya, seorang wanita berjalan menghampiri Kris sambil tersenyum manis. “udah?” kata Kris pada wanita itu. “udah, yu?” jawab wanita yang tersenyum manis di depan Kris. “hayu” jawab kris. “Sic… duluan ya” kata Kris tersenyum ramah pada Jessica sambil pergi meninggalkan Jessic yang membeku tercengang. Baru saja ia akan bilang “kalo sekarang kamu bilang ‘mau enggak kamu jadi pacar aku?’ tanpa mikir lagi aku akan jawab iya. tapi aku tau Kris… itu emang cinta monyet. itu emang masa masa polos kita” kata Jessica dalam hati. Jessica memejamkan matanya. menarik nafas dalam dalam dan ia hembuskan dengan kesal.

 

 

 

 

 

Sudah satu tahun. Jessica dan Kris sudah kelas dua SMA. Selama Mereka satu sekolah ini, selama Jessica lihat Kris dari Kejauhan , jauh di dalam hati Jessica, ia sangat hancur. Ia sadar akan cinta monyetnya. Tapi ini terlalu menyakitkan. Jessica hanya bisa melihat diam diam, mencari tau diam diam dan menangis diam diam. Hari ini, mereka pembagian rapot akhir semester. Walau Jessica dan Kris tidak sekelas, Jessica berharap kelas dua Nanti ia akan sekelas dengannya.

Jessica melihat kesekitarnya. Mencari sosok Tinggi Seorang Kris wu. “Sica” sapa salah satu temannya. “eh, hay” jawabnya. “lo tau Kris  pindah?” tanyanya. “HAH?!” Jessica membelalakan matanya. “kata siapa? Kemana?” tanya lirih. “ke Busan. Papahnya dines di sana” tulang Jessica melunglai. “oh” jawab Jessica lirih. “eh Sica, mau ikut gak kita hang out” Jessica tersenyum kecut. “enggak. Lain kali aja” jawab Jessica lalu pergi berlalu. Kris pindah? Kenapa?

 

Jessica duduk di tempat tidurnya. Memeluk lututnya sambil menatap kosong di depannya. “dia gak tanya perasaan aku” kata Jessica pada dirinya sendiri. Ia menahan air mata yang mengenang di kelopak matanya. Ingin teriak, ingin meledak, ingin menangis, aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah. Tangisya memecah. Bahunya berguncang. Nafasnya sesak.

Pintu kamar Jessica terketuk. Ia menghapus air matanya. Lalu berjalan ke arah pintu kamar lalu memutar gagang pintu. “Unnie ada Sehun ” kata Nana. “gak lucu” kata Jessica sambil berjalan ke kasurnya. “yaudah kalo enggak percaya” Nana berjalan menuruni anak tangga. Jessica memejamkan matanya. Ia menangis tanpa suara. Tak sadar ia mulai terlelap.

“Sica…” seseorang memanggil Jessica. Setengah sadar, jessica kembali memejamkan matanya. “Sica!” Jessica membuka matanya. “apa sih bu?” tanya Jessica kesal pada Ibunya yang berdiri di pintu kamarnya yang terbuka. “itu Kris udah nunggu dari setengah jam yang lalu!” Jessica membelelakan matanya. Jessica bangun, sadar Jess. Ini Cuma mimpi. “cepet kasian” ibu Jessica turun menuruni anak tangga. Jessica menampar pipinya. Sial! Ini bukan mimpi. Jessica merapihkan rambutnya lalu berlari menuruni anak tangga. Kris duduk manis di kursi ruang tamunya. Langkah Jessica melunglay.

“sorry” kata Jessica lirih. “aku kira Nana bercanda” Jessica duduk di depan Kris. “nih” Kris memberikan Boneka Rilakkuma kesukaan Jessica. “aku punya waktu satu jam, tapi tinggal setengah jam lagi aku berangkat ke Busan” kata Kris datar. “Sica, sebelum aku pergi… aku Cuma mau bilang..” Kris menundukan kepalanya. “aku mau kamu nunggu aku tiga tahun lagi” Jessica terdiam. tenggorokannya kering nafasnya sesak. “aku suka sama kamu” Jessica menatap Kris dengan berkaca kaca. “kamu jangan nangis…. kalo aku balik, aku mau kamu jadi pacar aku” Kata Kris sambil tersenyum manis. Jessica hanya tersenyum lemah. “aku gak tau harus sedih atau seneng, aku sayang sama kamu. Aku mau nunggu kamu!”

 

 

 

 

 

Tiga Tahun Kemudian

Jessica baru saja menyelesaikan Sekolah Menengah Atasnya. Dua bulan lagi, ia akan berangkat ke Paris . Meneruskan kuliahnya di salah satu Universitas. Selagi menunggu dua bulan, jessica menyibukan diri dengan GirlBandnya. Sejak Kris pergi, ia memilih untuk menyibukan diri. Tak perduli lagi kapan  kris akan kembali dan apakah kris benar benar akan kembali. Yang sekarang Jessica pikirkan hanyalah Cita citanya yang di depan mata.

Jessica berjalan memasuki Cafe Kona Beans  di kawasan Gangnam-gu, Seoul, South Korea . Ia mencari tempat kosong di pojok ruangan, memesan secangkir kopi cappuccino dan cake. Lalu ia mengeluarkan Laptopnya. Tak lama kemudian, pelayan datang membawa pesanannya. Ia menghirup aroma khas kopi itu yang selalu membuat ia lebih tenang. Tiba tiba seorang wanita cantik menghampirinya. “Jessica?” Jessica terdiam, sepertinya ia mengenal siapa orang ini. Ah, Iya. Dia adalah  Je wa, wanita yang waktu itu menghampiri Kris di gerbang sekolah saat Jessica sedang berbicara dengan Kris. “boleh duduk di sini gak?” tanpa menunggu jawab Jessica, Je wa duduk di depannya. “Jess, udah ketemu Kris?” Jessica membeku “Kris?” katanya lirih. “iya, hari ini dia pulang ke Seoul.…” Jessica terdiam. “kenapa… kenapa aku harus ketemu Kris?” Je wa  mengerutkan alisnya. “Jess.. kamu kan pacaran sama Kris?Wajar dong kamu ketemu kris” Jessica tersedak. “hah?” tanyanya kaget. “apa maksdunya?” Je wa semakin bingung. “oh, kamu sama Kris…..” kata Je wa lirih. “enggak ko. Aku sama Kris gak pacaran. Malah aku kira kamu sama Kris pacaran” Je wa tertawa, saat tertawa Je wa benar benar manis. Lalu Je wa terdiam sesaat. “sebelum Kris pergi ke Busan, kris mutusin hubungannya sama aku” kata Je wa  tersenyum kecut. Tanpa sadar, Jessica menahan nafasnya. “Kris bilang ‘Je wa, kita putus. Jangan tanya kenapa, kamu tau jawabannya. Walau tiga tahun lagi aku bakal ke Seoul, aku harap kamu enggak tunggu aku. aku mau saat aku kembali, kamu udah punya cowo yang lebih baik dari aku’ hahaha dan aku baru tau… setelah itu Kris datang ke rumah kamu dan bilang ‘Jess aku suka sama kamu, mau gak kamu tunggu aku tiga tahun lagi” je wa tersenyum kecil, namun tak dapat membohongi matanya yang berkaca kaca. “Je wa….” Jessica menatap Je wa dengan tatapan bersalah. “kamu gak usah khawatir Jess… sekarang, Kris kembali. kembali buat kamu” Jessica membeku, hatinya terpukul sesuatu. “Je wa… Mianhae ” kata Jessica lirih. “kenapa kamu harus minta maaf?” tanya Je wa sambil membalas tatapan Jessica. “kamu gak salah, mungkin emang kamu udah di takdirin buat jadi Cinta Pertama dan Cinta Terakhir Kris” Je wa menundukan kepalanya. “kami…. itu cuma cinta monyet” kata Jessica lirih. “Je wa… kamu nunggu Kris?” tanya Jessica hati hati. “harus itu ditanya Jess?” tanya Je wa datar. “kamu masih sayang sama Kris?” tanya Jessica lagi. “kalo boleh sih enggak, tapi sayang…. masih” Jessica memejamkan matanya.

~~~~~

     Mengigat pembicaraanya dengan Je wa  satu minggu yang lalu, dan mengingat Kris yang sampai detik ini tak kunjung datang, Jessica membulatkan tekat mempercepat kepergiannya ke Paris sebelum Kris mengunjunginya. Atau, Kris memang tak akan mengunjunginya? Entah kenapa, Bertemu  Kris menjadi hal yang paling ia hindari. Jessica duduk di teras rumahnya, membaca sebuah majalah  fashion langganannya. Tiba tiba sebuah mobil Jazz Putih berhenti tepat di depan rumahnya. Jessica mengerutkan alisnya. Lalu seseorang keluar dari pintu pengemudi. Membuat Jessica membeku, jantungnya berdetak dengan cepat, nafasnya menyesak. Jessica bangkit dari kursi yang ia duduki. Berjalan menuju Pagar rumahnya, menghampiri seseorang yang tersenyum ramah padanya. Tulang Jessica melemah. Ya Tuhan…..

“hey” sapanya dengan manis. Jessica tersenyum lemah “masuk” kata Jessica sambil membuka pagar rumahnya. “apa kabar Sica?” kata Kris sambil berjalan memasuki halaman rumah Jessica. “baik, kamu sendiri” jawab Jessica yang berjalan di sebelah Kris. “Baik, gimana sekolah kamu? mau kuliah di mana?” tanya Kris yang sedang duduk di kursi ruang tamu rumah Jessica.”Hemm..Mau minum apa ? Tanya Jessica Bermaksud  megalihkan pembicaraan.Kris Megerutkan aliasnya sedetik kemudian ia tercoba terseyum sambil berkata “Apa ajah” Jessica mengagukan kepalanya tanda ia megerti dan berkata”Baik tunggu sebentar”Lalu berlalu kedapur.Jessica kembali degan membawa cemilan dan  Tiga Gelas  jus.Kris megerutkan aliasnya melihat Tiga gelas Jus yang Jessica bawa tapi ia tidak mau ambil pusing”Gomawo,,Jadi Kamu mau kuliah di mana ,Sica?” Jessica terdiam selama berberapa detik tapi akhirnya memutuskan untuk memberi tahu Kris ,Cepat atau lambat Kris akan tau pikirnya. “mm… aku mau kuliah di Paris” jawab Jessica datar. Kris terdiam. “Paris?” tanyanya tak yakin. “kapan?” tanya Kris lirih. “lusa” jawab Jessica yakin. Kris terdiam agak lama.

Hening panjang di anatara mereka, akhirnya memecah saat Ibu Jessica menyapa kedatangan Kris. “Kris, aku tinggal bentar ya” kata Jessica  sambil bangkit berdiri. Sehun hanya mengangguk lalu kembali mengobrol dengan Ibu Jessica. Jessica berjalan ke kamarnya di lantai dua. mengambil handphonenya lalu menelfon sebuah nomer. Setelah panggilanannya di angkat oleh seseorang yang di sebrang sana, “halo, Je Wa?”

“ya? ada apa SIc?”

“Je wa kerumah aku dong?” semejak pembicaraan mereka di cafe, hubungan Jessica dan Je wa menjadi sangat dekat.

“sekarang?”

“iya, bisa gak?”

“oh… oke. aku Prepare dulu ya”

“oke” Jessica mengakhiri panggilannya. Lalu ia berjalan kembali ke ruang tamu. “yaudah, Ibu tinggal ya” kata ibu Jessica sambil berjalan ke arah dapur. “Jess… jangan pergi ke Paris dong” kata Kris lirih. “kenapa?” tanya Jessica datar. “aku baru aja pulang masa kita harus ke pisah lagi” Jessica tersenyum kecut. “Kris-a…” mereka saling bertatapan. “kamu pergi ke Busan aja aku enggak bisa larang, kok sekarang aku yang mau ke Paris dilarang?” tanya Jessica sambil tersenyum manis. “tapi… aku gak mau jauh jauh dari kamu lagi” kata Kris . “kamu biarin aku nunggu bertahun tahun” kata jessica lirih. “tapi…” “dan” kata Jessica memotong pembicaraan Kris. “dan kamu biarain aku nunggu tanpa alasan yang jelas” sambung jessica. “kamu gak tanya perasaan aku kaya gimana” jessica menatap kris lebih dalam. “Aku tau perasaan kamu kaya gimana” jawab kris. “kamu so tau” jawab Jessica tersenyum manis. “Kris… kamu terlalu Egois. Kamu enggak pikirin gimana perasaan aku, kamu gak pikirin apa yang ada dalam hati aku, kamu gak perduli gimana susahnya perasaan ini tapi kamu pergi dan suruh aku nunggu sekian lama. Dan… saat kamu kembali, kamu masih enggak tanya perasaan aku” Kris menundukan kepalanya. “aku sayang sama kamu” kata Kris lirih. Jessica hanya terdiam. kris menatap jessica yang hanya terdiam dengan pandangan bingung. “jess …..” kata Kris kesal. “apa?” tanya jessica bingung. “kok kamu gak jawab?!” kata kris kesal. “kris-a….” jessica menatap kris dengan lembut. “tuhkan… kamu gak tanya perasaan aku. aku harus jawab apa?” kata Jessica datar. kris memejamkan matanya. “oke. Jess, mau gak jadi pacar aku?” Jessica terdiam sesaat lalu tersenyum kecil. “gak bisa” jawab jessica datar. kris terdiam sesaat. “tuhkan! apa yang gue takutin benerkan?! akhirnya sama! lo jawab enggak!” kata Kris dengan nada suara meninggi. “hal yang paling aku impiin adalah ini, kamu dateng dan bilang kata kata itu. Tanpa lewat Seo. Tapi sekarang udah beda. Aku terlalu nunggu lama Hun. Jadi, Sekarang biarain aku pergi” mereka saling bertatapan. “Sic ?” tiba tiba seseorang muncul dari balik pintu ruang tamu. “Je wa?” tanya Kris kaget. “hay Je, sini duduk” Je wa membeku menatap Kris. “sini….” Jessica menarik tangan Je wa agar duduk di sebelahnya. Je wa duduk di sebelah Jessica, di depan Kris dengan tulang melemas. “Je wa maaf ya aku gak bilang kalo disini ada kris… maaf ya” kata jessica dengan nada bersalah. “kamu ngapain nyuruh aku ke sini?” tanya Je wa datar. “ini… Kris kangen sama kamu” kata kris sambil tersenyum manis pada keduanya. Kris mengerukan alisnya. “ng?” ingin mengelak namun suaranya menghilang. “Sic, aku pulang ya” kata Je wa lirih. “aku aja yang pulang” kata Kris nada suaranya meninggi. “jangan dong….” Yoona menahan keduanya. “Kris, kamu suruh aku nunggu kamu, tapi aku gak bisa. Dan kamu suruh Je wa gak nunggu kamu, tapi Je wa juga gak bisa” dengan bersamaan, Je wa  dan  kris  menatap Jessica dengan tatapan kaget dan aneh. “Kris-a, aku sayang sama kamu, tapi sayang itu terlalu lama dan menguap oleh waktu. Tapi Je wa? Je wa bener bener sayang sama kamu dan rasa sayang Je wa masih bisa di kembaliin kaya dulu kalo kamu mau” kata Jessica datar. “Sic…” kata Je wa lirih. “Mian Je, tapi ini emang harus kita omongin bertiga” kata Jessica dengan menyesal. “aku gak ngeti arah pembicaraan ini kemana” kata kris  tak acuh. “tapi kalo kamu mau, rasa sayang kamu juga bisa di perbaikin Sic” kata Je wa  pada Jessica. Jessica hanya tersenyum kecil. “enggak Je, jangan bikinaku berubah pikiran. Udah terlalu susah buat aku kembaliin rasa sayang yang ilang, kalo kamu…. buat kembaliin perasaan kamu jadi utuh lagi itu lebih mudah” Kris menatap Jessica dengan tajam. “aku enggak akan minta kamu nunggu aku pulang dari Paris” kata Jessica pada kris. “karna kau tau, saat aku pulang dari Paris, akan banyak yang berubah. Lima tahun hidup kamu bukan hanya buat nunggu aku. Begitu pula aku kemarin” kata jessica sambil tersenyum manis. “kamu bener Sica, aku egois minta tiga tahun dari hidup kamu cuma buat nunggu aku yang enggak tentu, aku minta maaf”

~~~~~

Lima tahun kemudian.

Jessica berjalan dari kedatangan luar negri di bandara Incheon ,Korea Selatan . Jessica melirik tangan kanannya yang berada di dalam genggaman tangan seorang pria.Seorang  Pria Bermarga Lee yang menemani hari harinya di Paris selama empat tahun belakangan ini. Pria itu adalah teman kecilnya sendiri. Cinta pertamanya sebelum Kris. “Jessica, mamah sms aku… katanya Mamah ku sama Ibu mu lagi pergi bareng” katanya. “oh gitu” jessica melihat kesekitarnya. “Kita pulang  di jemput siapa Jess?” tanya lagi. “ng?” Jessica menatap pria yang lebih tinggi darinya itu. Pria yang selalu membuat ia jatuh cinta karna pesonanya, ketampanannya, dan kepintarannya. Pria yang selalu melindunginya, mengajarkannya banyak hal dan selalu menjaganya. “Sica!” mereka berdua melihat kesumber suara dengan bersamaan. “Kris? Je wa?” Jessica memeluk Je wa dengan penuh rindu. “kejutan!” kata Je wa  dengan riang.

Kedatangan Yoona Ke Negara kelahirannya ini dirindukan banyak orang. Je wa, keluarganya, keluarga sang kekasihnya, dan fansnya . Dan, setelah ia pulang, banyak hal yang berubah. Akhirnya Je wa dan Sehun sudah tiga tahun menjalani hubungan kembali. Jessica? finally, Move on is come true. huhh, sesusah susahnya Move, Life is Move. Hidup pasti berputar, kalo emang gak sekarang, percaya kok nanti pasti ada yang lebih baik dari Tuhan.

END

 

Hua~akhirnya selesai juga*lap keriget.Maaf jika Gantung Endingnya.Hehe .

Halo!Nabila Imnida Bagapta Bow.Hem..Ini pertamakali aku Buat FF yang main cast nya Jessica.Karna biasanya aku bikin Ff Yoona hehe .dan Kebetulan Aku lagi geship Kris-Sica Coulpe ini hehe.

 

Mian Gaje Bahasa tidak baku  ,Please Comment !Lest Be Friend J

 

7 thoughts on “[Freelance]Mistake

  1. Typonya msh bertebaran, ada nama Yoona & Sehun yg bikin aku agak kurang ngerti -_-”
    Trus penulisan bahasanya jg agak gimana gitu ya ! Alur ceritanya jg kecepetan
    Sorry for kritiknya, cuman mw ngebantu aja supaya next ffnya lebih baik lagi chingu, keep hawiting !

  2. haha..
    thor q ketipu. lari bget dr pkiran ku. wah ff u bgus. q pkir td bkal balik sm kris tryata gk? y udh ditggu ff krissica lain’a.
    oh y mnta diperbaiki lg kta2’a biar feel’a dpet.jgn pke kta2 shari2 kt.tp pke kta2 ff yg sering dibc itu biar nuansa’a hdup..

  3. alurnya kecepetan, trua banyak typo, dan bahasanya kurang enak dibaca karna pake bahasa sehari-hari.
    tapi ceritanya suka kok🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s