[Freelance] (A Regret) (chapter 6)

Title : A Regret

Author : Jung Yoo Rey (@jessvior)

Leght : Chaptered

Rating : PG 15

Genre : sad, friendship, tragedy, hurt, angst

Cast : Jessica Jung, Xi Luhan, Im Yoona, Oh Sehun

Support Cast : All Member SM, etc

Disclaimer : all cast do not belong to me but everything is my bias especially jessica jung. This fanfiction is mine completely!

A/N : new poster!^^ baca note paling bawah ya🙂.

[backsound : BoA – Not Over U]

 

*

 

“jessica-ah…”

 

Lirihan kecil keluar dari bibir tipis seorang namja yang tidak lain adalah xi luhan. matanya nampak memerah dan wajahnya menjadi sangat kusut.

 

“dimana kau?” lanjutnya dengan suara serak. Matanya menerawang kedalam indahnya pemandangan seoul dari atas gedung SM. Tapi tetap tidak dapat menenangkan hatinya.

 

“aku… aku mencintaimu…” lirihnya lagi.

 

Tes

 

Setetes cairan bening kembali keluar dari matanya. dadanya benar-benar sesak.

 

“aku akui aku adalah namja paling cengeng dan kau boleh mengataiku namja banci. Tapi ini kenyataannya. Aku sadar aku mencintaimu.” Luhan menghapus air matanya. rasanya begitu berat.

 

Siapa yang sangka kalau hanya sebuah permainan dapat membuat kekacauan yang luar biasa? Walau sebenarnya kasus penculikan dan pemerkosaan jessica itu sudah diluar kendali mereka, luhan tetap merasa sangat bersalah. Benar-benar sangat bersalah sampai luhan bahkan sangat sesak walau hanya untuk bernapas tanpa jessica disampingnya.

 

“aku merindukanmu jess. Kenapa kau harus mengalami hal itu?”

 

“aku ingin melindungimu. Tolong kembalilah dan izinkan aku mengungkapkan perasaanku yang sesungguhnya..”

 

Luhan menarik napasnya dalam-dalam dan meejamkan matanya merasakan hembusan angin malam di seoul.

 

“aku menyesal. Benar-benar menyesal telah mengabaikanmu.”

 

Penyesalan yang terlambat.

 

*

 

Casting room, SM Entertainment, 20.30 KST

 

Taeyeon duduk gelisah ditengah silaunya kamera yang tanpa henti menyorot dengan blitz menyilaukan. Bibirnya membentuk senyuman manis untuk menutupi rasa gelisahnya yang tidak berhenti meliputi dadanya ketika mengingat jessica.

 

Soo man yang duduk disamping taeyeon pun mulai berbicara.

 

“annyeonghaseyo. Hari ini saya membawa para leader dari semua group yang telah saya bentuk di SM. Bukan untuk sebuah concert, tapi untuk sebuah pengumuman penting.”

 

apa itu?” tanya seorang wartawan yang sedari tadi menyodorkan micnya.

 

“saya akan langsung ke inti. Saya selaku direktur utama star museum entertainment, akan menghiatuskan semua group yang berada di bawah naungan SM dari semua acara.”

 

Jawaban tegas dari soo man membuat para wartawan yang sedang berebutan untuk menangkap suara soo man itu berbisik-bisik terkejut.

 

alasan apa yang membuat anda menghiatuskan semua group anda?

 

Soo man menarik nafas. “salah satu member SM sedang mempunyai masalah yang sangat besar dan mengharuskan saya untuk menghiatuskan semua group.” Jawab soo man sesingkatnya. Bagaimanapun, dia tidak boleh membocorkan tentang peristiwa yang menimpa jessica.

 

siapakah member SM itu? dan kenapa harus menghiatuskan semua group?

 

“tentang siapa orang itu, saya tidak akan memberitahunya kepada publik karena ini adalah masalah privacy. dan kenapa harus menghiatuskan semua group itu karena jika saya tidak menghiatuskan mereka, saya yakin semua acara yang mereka jalankan tidak akan memuaskan.”

 

sampai kapan anda akan menghiatuskan para group anda?

 

“tentang itu, saya belum tahu pasti. Yang jelas jika masalah di entertainment kami telah selesai, saya yakini jika semua group akan kembali aktif untuk menghibur para masyarakat.”

 

apakah masalah itu begitu berat?

 

apakah anda tidak takut jika akan jatuh bangkrut?

 

bagaimana dengan drama yang akan dibintangi oleh para member di group-group anda?

 

bukankah super junior akan melakukan SS5, apakah konser itu akan ditunda?

 

bagaimana dengan iklan yang akan dibintangi oleh kwon boa?

 

jika benar haitus, apakah comeback dong bang shin ki akan kembali ditunda?

 

Rentetan pertanyaan membuat soo man dan para anak didiknya yang dia bawa itu terdiam. Bingung untuk menjawab apa. akhirnya soo man angkat bicara.

 

“saya rasa konferensi pers hari ini telah selesai. terima kasih atas kerja samanya. Pertanyaan kalian akan dijawab oleh sekretaris saya esok hari. Kami mohon pamit. Annyeonghaseyo.” Tutup soo man lalu bangkit berdiri diikuti oleh para leader dari setiap group.

 

Para wartawan yang berniat mengejar soo man dan anak didiknya itu langsung ditahan oleh para bodyguard.

 

Membuat para wartawan diselimuti oleh ribuan kebingungan dan tanda tanya yang besar dikepala mereka.

 

*

 

Yoona berjalan melewati setiap etalase-etalase pakaian, sepatu, maupun tas tanpa berniat untuk masuk. Syal biru itu menutupi permukaan wajah dari hidup sampai leher sehingga tidak ada yang sadar jika seseorang yang sedang berjalan lunglai itu adalah im yoona.

 

eonnie-ah… mianhae…” lirih yoona sambil terus berjalan lunglai. Matanya kembali basah oleh air mata. Dia meremas kuat tangannya. rasanya dia ingin memotong tangannya sendiri karena telah menampar wajah jessica. dia ingin agar rasa sesak didadanya hilang.

 

nan baboya…” lirih yoona lagi sambil sesenggukan pelan. kakinya terus berjalan melewati setiap etalase yang berada dijalan kota seoul. Kerlap-kerlip cahaya lampu maupun hiasan-hiasan di pohon-pohon kota seoul menemani langkah kaki yoona.

 

“apa kau baik-baik saja eonnie? apa kau kesakitan disana? Apa kau sangat kecewa padaku?” isak yoona lagi. wajahnya memerah akibat dinginnya angin dan isakan tangisnya. beberapa orang yang dilewatinya menatapnya bingung dan ada pula yang menghiraukannya.

 

“aku ingin menggatikanmu eonnie.. aku rela jika kau ingin bertukar posisi denganku..”

 

“tapi bisakah kau kembali?”

 

hiks aku sadar aku sangat bodoh. Aku adalah dongsaeng paling kejam yang pernah ada.. tapi izinkan aku untuk meminta maaf padamu eonnie-ah…”

 

Bruk

 

Kaki yoona tidak dapat lagi menopang tubuhnya yang terasa makin berat. Akhirnya dia jatuh terduduk didepan sebuah billboard mini yang dipajang didinding bagian atas etalase toko pakaian. Begitu menyakitkan saat melihat gambar di billboard mini itu. yup, gambar yang dipasang di billboard mini yang sekarang dilihatnya adalah fotonya bersama jessica, taeyeon, tiffany, dan hyoyeon yang tengah menggenakan pakaian dari merk toko itu. mereka menjadi model untuk mempromosikan baju-baju di toko itu. foto itu membuat isakan yoona mengeras, pasalnya pada gambar itu, jessica tengah merangkul dirinya dan mereka tersenyum bahagia.

 

“aku sungguh menyesal telah menamparmu. Aku sungguh menyesal telah membentakmu. Aku sungguh menyesal telah menghinamu eonnie-ah..”

 

Yoona menutup kedua wajahnya dan menangis sekeras yang dia bisa membuat beberapa orang yang mendengar isakannya ikut iba dan ada pula yang terganggu.

 

ne unnie… aku menyesal.. benar-benar menyesal… hiks

 

But it’s too late.

 

*

 

ge…?”

 

Luhan yang tengah menerawang kedalam seluk kota seoul sontak menoleh saat mendengar suara yang sangat dikenalnya memanggilnya. Oh sehun.

 

“ah sehun-ah. Waeyo?” tanya luhan sambil memperbaiki suaranya.

 

Sehun berjalan kesamping luhan dan ikut menerawang ke bangunan-bangunan yang menimbulkan kerlap-kerlip ditengah kegelapan malam kota seoul.

 

“aku mencintai jessica noona.”

 

Deg

 

Luhan merasa ditohok mendengar pengakuan sehun yang secara langsung itu. matanya menatap sehun yang sedang menatap lurus kedepan.

 

“maksudmu?”

 

Sehun terlihat menghela nafas. “aku ingin kau menyesali perbuatanmu itu ge.”

 

Luhan tersenyum tipis dan kembali menerawang kedepan. “aku sudah sangat menyesali semuanya, sehun-ah.”

 

“tidak. Kau belum benar-benar menyesalinya.”

 

Luhan terdiam menunggu lanjutan perkataan sehun yang dia rasa belum selesai itu.

 

“sebenarnya kata menyesal itu mempunyai ribuan makna. Dan aku rasa, menyesal itu belum benar-benar menyesal jika seseorang yang kau sakiti itu belum mempercayai penyesalanmu.”

 

Luhan mencerna perkataan sehun. apakah jessica tidak akan mempercayainya? Apakah jessica tidak akan memaafkannya? Atau apakah jessica akan menjahuinya? Sekelebat pertanyaan menyelimuti pikiran luhan.

 

“aku tidak akan membiarkan jessica noona kembali padamu ge

 

Deg

 

Luhan kembali merasa ditohok mendengar ucapan sehun.

 

“sejak kapan kau mencintainya?” tanya luhan pada akhirnya.

 

“kau tidak usah tahu dari kapan. Anggap saja aku yang lebih duluan mencintainya sebelum kau ‘merebutnya’.” Jawab sehun sambil menekankan kata ‘merebutnya’.

 

“jessica noona mencintaiku.” Elak luhan cepat dengan penuh percaya diri. Entah kenapa dia merasa kalau jessica pasti akan lebih memilihnya daripada sehun. dia sangat yakin.

 

“cih. Kalau dulu memang aku juga yakin kalau jessica noona akan memilihmu daripada aku. tapi apa masih yakin setelah kau membuatnya sangat hancur?”

 

Skakmat!

 

*

 

“apa yang anak-anak itu lakukan eoh sampai jessica harus mengalami hal seperti itu?” tanya yunho pada leeteuk yang sedang berada dihadapannya. Mendengar kabar bahwa SM tengah dihiatuskan, dua member dong bang shin ki yang tidak lain adalah u-know yunho dan max changmin, langsung terbang dari beijing ke seoul. Mereka lebih terkejut lagi setelah mendengar peristiwa yang ditimpa oleh jessica.

 

molla, hyung. Nan molla.” Lirih leeteuk sambil mengelus keningnya. Sudah cukup dia pusing karena tour mereka yang terpaksa dibatalkan, dan sekarang dua sunbaenya itu menanyakannya lagi tentang jessica.

 

“apa boa sudah tau tentang hal ini?” tanya yunho lagi.

 

Leeteuk mengangguk. “dia sudah tahu hal ini dan dia sedang menyelesaikan urusannya di tokyo.”

 

“kalau begitu, apa usaha yang dilakukan soo man sajangnim untuk menemukan jessica?” tanya changmin.

 

“pertama-tama, kita harus menjelaskan pada orang tua jessica. lalu setelah itu kita melakukan pencarian dalam negeri maupun diluar negeri.” Jawab leeteuk.

 

Yunho dan changmin berpandangan. apa maksud perkataan leeteuk? Mengapa dia menyebut kata ‘kita’? apa itu artinya mereka harus ikut menjelaskan?

 

Oh tidak.

 

*

 

SNSD’s Dorm

 

Wanita paruh baya berama suaminya memasuki pintu berwarna cokelat yang sekarang ini adalah tempat tinggal anaknya. Wajah keduanya terlihat tersenyum walau terbersit rasa bingung. kenapa mereka tiba-tiba dipanggil ke korea? apalagi yang meminta mereka datang adalah manager SNSD. Oleh karena itu, mereka berinisiatif jika dipanggilnya mereka ini berhubungan dengan jessica. jadi dari bandara mereka langsung kedorm SNSD.

 

Wanita paruh baya bersama suaminya yang tidak lain adalah orang tua jessica itu melangkahkan kakinya menuju ruang tengah.

 

annyeonghaseyo yeorobeun~” sapa orang tua jessica ketika melihat ketujuh teman segrup jessica sedang berkumpul diruang tengah sambil menatap lurus kearah televisi.

 

Sejurus kemudian, ketujuh member SNSD itu menoleh dan merasa nafas mereka tercekat. Orang tua jessica saling berpandangan bingung. kenapa wajah tujuh yeoja itu terlihat sangat lesu?

 

Eomma jessica mendekati semua member SNSD dan duduk disamping taeyeon membuat taeyeon merasa akan mati ditempat.

 

“taeyeon-ah, ada apa ini? kenapa kalian terasa lesu sekali?” tanya eomma jessica sambil menggenggam tangan taeyeon yang terasa dingin.

 

Taeyeon tersenyum kikuk. “e-eh? aaniya ahjumma. Euhm, seohyun-ah, tolong bautkan ahjumma dan ahjussi teh hangat. Pasti kalian mereasa kedinginan bukan?” suruh taeyeon. Seohyun langsung mengambil langkah seribu menuju dapur sambil menghela nafas lega.

 

Appa jessica dan eomma jessica kembali berpandangan bingung. terlihat jelas dari raut wajah taeyeon yang sangat tegang. Menyadari sebuah kejanggalan, appa jessica mengernyitkan keningnya tidak menemukan putrinya itu disana.

 

“dimana jessica?”

 

Deg

 

tamatlah kita…’ batin para member SNSD sambil meneguk ludah mereka.

 

“taeyeon-ah, dimana jessica? apa dia tidur dikamarnya?” tebak eomma jessica.

 

Taeyeon melirik member SNSD lainnya yang hanya diam menunduk. taeyeon memilih untuk tidak membuka mulut. Dirinya sangat takut sekarang.

 

Appa jessica menyipitkan matanya. dia merasa ada yang tidak beres dengan tujuh yeoja itu. appa jessica langsung berjalan menuju kamar jessica dan sooyoung. para member SNSD menghela nafas berat. Tamatlah mereka setelah ini.

 

“tiffany? kenapa kalian diam, huh?” tanya eomma jessica sambil menatap tiffany bingung. tiffany langsung mengalihkan pandangannya.

 

Drap drap drap

 

Kedelapan yeoja diruang tengah itu menoleh saat mendengar derap langkah kaki yang terdengar buru-buru. Kemudian muncullah wajah appa jessica dengan wajah merah.

 

“tolong jelaskan kenapa barang-barang jessica tidak ada dikamarnya dan jelaskan juga tentang surat ini.”

 

Taeyeon dan para member SNSD yang lain hanya bisa diam membatu.

 

*

 

WHAT?!”

 

Baik soo man, manager SNSD, dan para member SM tersontak mendengar pekikan 7 oktaf dari mulut eomma jessica.

 

“kami membutuhkan persetujuan anda berdua selaku orang tua jessica untuk melakukan pencarian.” Ucap soo man dengan suara berat.

 

no way… no way…” lirih eomma jessica sambil menutup mulutnya shock. Bulu kuduknya berdiri membuat tubuhnya menegang. Cairan bening sudah tergenang di pelupuk mata yeoja paruh baya itu.

 

“BAGAIMANA BISA JESSICA DIPERLAKUKAN SEPERTI ITU?!” bentakan keras dari appa jessica membuat soo man dan semua yang berada di ruang rapat itu terkejut.

 

ahahjussi, kita harus membicarakan hal ini dengan tenang.” Ujar sora sambil berusaha menenangkan appa jessica yang nampak sangat emosi.

 

“KAU MENYURUHKU TENANG SEMENTARA ANAKKU HILANG DILUAR SANA?!” teriakan menggelegar appa jessica membuat sora menunduk takut.

 

“tuan jung, tenanglah. Apa dengan kau berteriak-teriak seperti ini membuat jessica kembali, huh?” tegas soo man yang membuat appa jessica menoleh dengan mata memerah.

 

Dengan sigap appa jessica maju kehadapan soo man dan menarik kerah bajunya. “temukan dia. temukan anakku.” Desis appa jessica dengan suara serak.

 

Para member SM dan manager SNSD terkejut begitu pula eomma jessica.

 

ahjussi, tenanglah!” lerai hyonsung sambil menarik appa jessica dari soo man. Eomma jessica berdiri dari duduknya dan menarik tangan suaminya.

 

“jangan seperti ini. kita harus tenang untuk memikirkan cara menemukan jessica.” lirih eomma jessica parau membuat appa jessica terdiam. Tangannya yang menggenggam kerah baju soo man terlepas.

 

Bruk

 

Kakinya terasa lemas membuatnya jatuh berlutut didepan istrinya. Matanya memandang pilu karpet biru yang menjadi alas lantai diruang rapat itu.

 

Tes Tes Tes

 

Air mata appa jessica menetes begitu cepat. “jessica… anak daddywhere are you, honey?” lirih appa jessica parau sambil meremas tangannya sendiri.

 

Tidak lama, eomma jessica ikut jatuh terduduk disamping suaminya. Dada mereka terasa benar-benar sesak. Para yeoja di ruang rapat itu sudah terisak melihat orang tua jessica yang nampak benar-benar hancur.

 

“kenapa jessica? kenapa bukan aku saja? Hiks..” ucap eomma jessica sambil menekan dadanya yang terasa sakit.

 

“aku bukan daddy yang baik untuknya… kutuklah aku tuhan…” lirih appa jessica dalam sambil menarik istrinya kedalam pelukannya.

 

“jessica… anak mommy… kau sudah janji pada mommy untuk membuat mommy tersenyum terus bukan? Kenapa kau membuat mommy menangis? Hiks hiks” isak eomma jessica pilu.

 

Keduanya masih saja menangis. Menangis yang benar-benar histeris membayangkan nasib anak sulung mereka. Ingatan akan jessica kecil di san fransisco menggandrungi pikiran keduanya.

 

*flashback on*

 

“daddy~ tebak ini siapa!” tangan mungil yang menggemaskan itu menutup permukaan mata appa jessica. appa jessica yang sedang membaca koran itu langsung tersenyum penuh arti.

 

“hem… biar daddy tebak… pasti je—”

 

“jessica!”

 

Pekikan riang dari belakang jessica membuat jessica mengerucutkan bibirnya dan melepas tangannya dari mata appanya.

 

“huh, krystal, kau mengganggu! Aku baru saja ingin memberi daddy kejutan.” Dengus jessica sambil duduk di samping appanya dan melipat kedua tangannya didepan dada diikuti krystal yang duduk disisi lain appanya sambil nyengir jahil.

 

Appa jessica yang melihat anak sulungnya itu cemberut langsung mencubit kecil hidungnya. “ckck, jangan cemberut begitu, honey. Kau akan terlihat jelek.”

 

Jessica membulatkan matanya dan menoleh ke appanya kesal. “daddy!” pekik jessica kesal.

 

“kalian ini, sudah malam masih saja ribut. Tetangga kita bisa saja mendengar keributan kalian.” Tegur eomma jessica sambil menaruh tasnya dan duduk disamping krystal dan menyalakan televisi.

 

“darimana saja kalian?” tanya appa jessica pada istrinya yang sibuk memindahkan channel televisi.

 

“ladies secret, daddy.” celetuk jessica dan krystal bersamaan kemudian cekikikan lucu.

 

Appa dan eomma tergelak mendengar celetukan kedua putrinya.

 

“what? kalian belajar darimana jawaban seperti itu?” ujar appa sambil menggelitiki pinggang jessica dan krystal membuat dua putrinya itu tertawa kegelian.

 

“daddy stop! Ini menggelikkan! Hahaha daddy!” pekik jessica dan krystal kegelian.

 

“ayo bantu aku memberi dua princess ini pelajaran, honey.” Ajak appa pada eomma. Eomma mengerling nakal dan ikut menggelitiki pinggang kedua putrinya. Keempatnya tertawa penuh bahagia menikmati aksi saling gelitik-menggelitik itu dihiasi dengan pekikan kegelian dari jessica dan krystal.

 

Siapapun yang melihatnya akan menegaskan kalau mereka adalah keluarga paling bahagia yang pernah ada.

 

*flashback off*

 

“jessica…” suara eomma jessica tersendat. Nyawanya terasa ditarik paksa keluar dari tubuhnya. Sangat menyakitkan.

 

Appa jessica menoleh ke arah soo man yang nampak menunduk dikursinya. Kemudian memegang kedua kakinya membuat para member SM dan eomma jessica terkejut. Begitu pula soo man.

 

“tolong… tolong temukan jessica… kumohon temukan putriku.. hiks temukan dia…” permohonan pilu dari appa jessica membuat semua yang berada diruang rapat itu menegang. Mereka tidak bisa bayangkan bagaimana sakitnya perasaan kedua orang tua jessica saat ini, namun mereka tahu jika keduanya pasti benar-benar hancur.

 

Eomma jessica menyadari hal yang dilakukan suaminya dan ikut memegang kaki soo man. “kami mohon… tolong jessica… dia pasti ketakutan diluar sana hiks. dia pasti ketakutan, aku yakin hiks… tolong dia, kumohon..”

 

Soo man mengeratkan kepalannya. Dua orang yang memohon sambil memegang kakinya saat ini benar-benar membuatnya merasa sangat sulit bernafas. Tangannya terulur untuk menarik kedua orang tua jessica berdiri.

 

“tenang saja. Kami akan melakukan pencarian untuk menemukan jessica. bagaimanapun jessica sudah kuanggap anakku sendiri. dia bagian dari kami. Dan kami juga akan temukan pelaku yang membuat jessica seperti ini.” tegas soo man.

 

*

 

International Tokyo Hospital

 

Yeoja bersyal biru itu mengatupkan kesepuluh jarinya dan menaruhnya didepan wajah. Matanya nampak berkaca-kaca. Hatinya tidak berhenti mengucapkan doa untuk keselamatan yeoja blonde yang ditemukannya beberapa jam lalu di jalan raya tempatnya akan mengambil bus. Yeoja yang hampir berlumuran darah itu benar-benar membuat jantungnya terasa hampir copot.

 

Sedetik kemudian ingatan tentang perkataan jessica tadi terngiang dikepalanya.

 

“JESSICA!”

 

Boa memekik melihat hoobae yang sedang dikabarkan hilang itu berada diseberang jalan sambil berteriak dengan kaki terpincang-pincang.

 

“who are you? Help me, please!” teriakan jessica dari seberang sana membuat boa langsung menyeberangi jalanan yang lagi sepi kendaraan. Jantungnya berdegup kencang.

 

“jessica! ini boa eonnie!” ucap boa sambil memegang kedua bahu jessica saat dirinya berada dihadapan jessica.

 

Tangis jessica meledak. Dirinya benar-benar merasa sangat lega saat itu.

 

“boa unnie—hiks hiks—boa unnie…” lirih jessica sambil memeluk boa dengan erat. yeoja blonde itu menangis dengan keras dalam pelukan boa. Menyalurkan rasa takut dan lega yang teramat sangat.

 

Boa menggigit bibir bawahnya dan membalas pelukan jessica untuk menenangkan hoobaenya itu. “tenanglah, kau aman bersamaku. Sekarang kau harus kerumah sakit, jess.”

 

Jessica mengangguk pelan dalam pelukan boa. Bahunya terguncang. Rasa takut, cemas, sedih, marah, dan kesal telah hilang sekarang setelah bertemu dengan boa. Semua dia buktikan dengan tangisan lega yang keluar dari matanya. dadanya terasa sangat lega seakan semua beban telah dicabut dari tubuhnya.

 

“lu-luhan—hiks..”

 

Boa menajamkan pendengarannya. Luhan?

 

“luhan? dia kenapa, jess?” tanya boa bingung.

 

“luhan.. nan… jeong—mal sa-saranghae..”

 

Bruk

 

Boa tersontak saat tubuh jessica melemah dan terasa sangat berat. Yeoja itu pingsan!

 

Boa menghela nafas berat. Rasanya semua yang terjadi seperti didalam sebuah film dimana jessica menjadi gadis yang paling sial didalam film itu. benar-benar menyedihkan.

 

“boa-ah!”

 

Teriakan dari sisi kanan membuat boa tersontak dan menoleh cepat. Pupilnya menangkap managernya tengah berlari-lari kearahnya dengan cepat.

 

oppa~” lenguh boa panjang dan langsung memeluk managernya itu. dirinya merasa takut dengan keadaan jessica.

 

“kau sudah memberitahu soo man sajangnim?” tanya managernya sambil mengelus punggung boa.

 

Boa menggeleng pelan.

 

“baiklah. keadaan jessica bagaimana?” tanya managernya lagi.

 

molla. Tadi dia bersimbah darah dan membuatku takut terjadi apa-apa padanya, oppa-ah… aku takut terjadi apa-apa pada jessica…” lirih boa sambil menggigit bibirnya menahan isakannya.

 

Manager boa menjilat bibir atasnya. “tenanglah, jessica pasti baik-baik saja. Aku yakin.”

 

boa terdiam. Kemudian melepaskan pelukannya pada managernya. “luhan. aku harus menghubungi luhan, oppa.”

 

*

 

Tiffany memandang keluar mobil. tetesan hujan memenuhi tepian jendela seakan menandakan langit pun ikut bersedih atas jessica. tiffany tersenyum kecut. Para member SNSD sudah terlelap dibelakangnya. Hanya dia dan seorang supir yang masih terjaga didalam van putih itu.

 

Merasa bosan, tiffany memainkan tab-nya dan membuka internet. Iseng, tiffany mencari fakta-fakta tentang JeTi—JessicaTiffany. Bibirnya tersenyum sedih membaca berbagai fakta akan dirinya dan jessica. matanya sempat berkaca-kaca saat melihat terdapat banyak JeTi moment yang terabadikan di salah satu fanblog.

 

Tiffany mengernyit saat mendapati sebuah artikel yang sepertinya baru-baru saja dimuat diinternet. Matanya bergerak membaca kata demi kata, kalimat demi kalimat, paragraf demi paragraf.

 

(130313) SNSD at SM Building without Jessica

Mengagumkan, aku bertemu dengan So Nyuh Shi Dae di SM Building! Mereka nampak sangat cantik namun mereka nampak tergesa-gesa sehingga aku hanya mendapat 3 buah foto mereka. Namun setelah aku memperhatikan foto yang kudapatkan, aku tidak melihat jessica eonnie disana. Dimana dia? Aku sedikit ragu saat melihat foto-fotoku, mungkin saja jessica eonnie tidak masuk kedalam lensa kameraku.

Namun sebuah hal yang cukup meyakinkanku adalah karena aku berteman baik dengan salah satu fans jessica eonnie, woorissica. Aku bertemu dengannya di SM Building tadi dan dia mengatakan kalau tidak ada jessica eonnie disana. Ada apa dengan jessica eonnie?

Apakah salah satu member SM yang mempunyai masalah besar itu adalah jessica eonnie sehingga dia tidak bersama dengan para membernya di SM Building? Jika benar jessica eonnie mempunyai masalah besar, sekarang dimana dia? dan jika memang benar, kami berharap masalah jessica eonnie dapat terlewati dengan mudah!

Jessica eonnie, FIGHTING!^^

 

Tiffany menggigit bibir bawahnya. rasanya sangat sakit. Dengan cepat tiffany mematikan tab-nya dan mendengar lagu dari headphone pinknya. Tangan dan matanya sibuk memilh lagu dari ipodnya dan akhirnya ada sebuah lagu yang nampak menarik baginya. tanpa banyak pikir, tiffany langsung memutar lagu itu dan mencoba terhanyut dengan lagu itu. tangan kirinya menggenggam pergelangan tangan kanannya yang terlingkari sebuah bracelet besi putih. Bracelet yang diberikan oleh sebuah stasiun radio—arirang kepadanya dan jessica karena jessica mengatakan kalau tiffany adalah teman terbaiknya. Oleh karena itu dia dan jessica mempunyai sebuah friendship bracelet.

 

Jess. aku merindukanmu… cepatlah kembali… batin tiffany lirih.

 

*

 

Luhan berbaring di kasur miliknya di dorm. Keadaannya sudah sangat mengerikan dan err… menjijikkan. Luhan bahkan belum mandi dari kemarin. Mungkin orang akan menjulukinya namja bau dan menjijikkan. Tapi, dijuluki orang gila pun dia rela jika itu dapat membuat jessica kembali.

 

noona… kau ingat saat kencan pertama kita di lotte world? Kau seperti anak kecil yang baru pertama kali dibelikan sebuah mainan.” Lirih luhan sambil tersenyum miris. Ingatannya kembali saat dirinya dan jessica melakukan kencan pertama mereka di lotte world dengan status berpacaran.

 

*flashback on*

 

“AAAAAAAAAAA~!!!”

 

Luhan bergidik ngeri saat mendengar dolphin scream milik ice princess SNSD yang tak lain dan tidak bukan adalah jessica jung, yeojachingunya saat ini.

 

“AAAARGH!!”

 

Dolphin scream itu kembali menyerang gendang telinga luhan yang duduk disamping jessica. pasalnya, sekarang dirinya dan jessica berada didalam roller coaster. Baru saja luhan ingin ikut berteriak, teriakan jessica disampingnya langsung menahan teriakannya. Membuat luhan lebih memilih menggenggam erat sabuk pengaman pada roller coaster sambil menikmati putaran roller coaster yang diiringi oleh dolphin scream milik jessica.

 

“fuwah~ serunya!” pekik jessica sambil melingkarkan tangannya dilengan luhan saat mereka turun dari roller coaster. luhan hanya tersenyum manis sambil melangkahkan kakinya menuju wahan lainnya.

 

“kau ingin naik apa lagi?” tanya luhan lembut. Entah kenapa, hatinya terasa sangat nyaman bersama jessica. dia tidak pernah merasa senyaman ini bila bersama yoona.

 

“hem… bagaimana kalau kita masuk ke rumah hantu?” seru jessica sambil menunjuk sebuah wahana yang dimana para pengunjungnya tidak memakai transportasi apapun melainkan dengan kaki.

 

Luhan menoleh ke jessica bingung. “bukankah kau sangat takut dengan hantu?”

 

Jessica mengerucutkan bibirnya marah. “mwoya? Aku ini pemberani, tahu! Setan mainan seperti itu sih kecil!” pede jessica.

 

Luhan rasanya ingin tertawa terbahak-bahak melihat tingkah jessica saat ini. tingkah jessica membuatnya teringat dengan tetanggannya dulu saat di china, anak kecil berusia 5 tahun yang selalu pede dalam melakukan hal apapun walau pada akhirnya dia tidak bisa melakukannya. Dan jessica benar-benar mirip.

 

Tapi… tidak ada salahnya mengerjai jessica sedikit, kan?

 

*

 

“luhaan! Hiks hiks..” jessica terus memanggil nama luhan sambil terisak didalam rumah hantu itu. pasalnya, dirinya tersesat saat sebuah hantu mengagetkannya dan spontan jessica melepas genggaman luhan dan berlari kesembarang arah. Alhasil dirinya tersesat didalam rumah hantu itu.

 

“luhan-ah… hiks.” jessica mengeratkan jaketnya dan mengenggelamkan wajahnya dilututnya lalu terisak keras. Suasana didalam rumah hantu itu membuatnya tidak bisa bergerak. Gelap, suara-suara aneh, sempit, dan banyak hiasan-hiasan mengerikan disetiap dinding.

 

“luhan-ah neomu baboya.. hiks hiks” isak jessica. yeoja itu benar-benar ketakutan sekarang.

 

“noona?”

 

Jessica mendongak saat mendengar suara luhan yang sudah sangat dihapalnya. Dengan berlinang air mata, jessica langsung melompat dalam pelukan luhan untuk menyalurkan rasa takutnya.

 

“luhan-ah, aku takut.. hiks hiks… kau darimana saja? Aku takut disini lu..” isak jessica sambil memeluk luhan dan mengenggelamkan wajahnya didada luhan.

 

Luhan langsung diserbui rasa bersalah. Pasalnya, dia bekerja sama dengan seorang hantu yang tadi mengagetkan jessica. luhan ingin mengerjai jessica dengan membuat yeoja itu tersesat. Awalnya dia kira jessica tidak akan terisak seperti ini, tapi nyatanya keadaannya lebih dari perkiraan luhan.

 

“mi-mianhae noona… aku tadi mengerjaimu…” lirih luhan sambil melepas pelukan jessica dan menatap mata hazel milik jessica yang dihiasi air mata.

 

Jessica membulatkan mulutnya. jadi… jadi luhan mengerjainya?!

 

“MWO?! NEO PABOYA?!” teriak jessica kesal sambil menjauh dari luhan dan menghapus air matanya kasar.

 

Luhan mendekati jessica sambil cengengesan. “habis kau bilang kau itu pemberani. Jadi aku mengetesmu. Tapi naytanya kau sangat jauh dengan kata ‘pemberani’.” Ledek luhan.

 

Jessica menggigit bibir bawahnya. “siapa bilang?! Aku.. aku tadi hanya sedang ber-acting. Mana mungkin seorang jessica jung ketakutan hanya karena hantu bohongan? Menggelikkan.” Pede jessica sekali lagi sambil mengibaskan rambutnya. Rasa gengsinya benar-benar menghancurkan segalanya.

 

“jinjja? Baiklah. hyung, temani noona cantik ini, eoh? Aku rasa aku akan keluar lebih dulu. Bye noona~”

 

Jessica terbelalak saat luhan berbalik badan dan berjalan cepat meninggalkannya. Sedetik kemudian jessica dapat merasakan ada seseorang disebelahnya. Dengan perlahan jessica menoleh dan matanya membulat selebar-selebarnya saat mendapati hantu yang tadi mengagetkannya sekarang berada beberapa centi disampingnya.

 

“LUHAN-AH! TUNGGU AKU!!!”

 

*flashback off*

 

Luhan tersenyum miris mengingat hari itu. dimana hari dia dan jessica bercanda sepuas mereka. Bermain sepuas mereka. Tertawa sepuas mereka.

 

Dadanya terasa sakit. Dimana jessica? bagaimana keadaannya? Apa dia baik-baik saja?

 

Sekelebat pertanyaan kembali menghinggapi pikiran namja china itu membaut air matanya terpancing keluar. Rasa bersalah itu masih ada, bahkan berbekas sangat dalam didadanya. Ditambah dengan sehun. namja yang sudah dia anggap dongsaeng itu juga mencintai jessica.

 

luhan-ah~ nan neomu saranghae~ wo ai ni! Hihihi.. luhan-ah~ nan neomu saranghae~ wo ai ni! Hihihi—

 

Luhan terlonjak saat mendengar sebuah suara yang hanya dimiliki oleh yeoja dingin yang tidak lain adalah jessica itu. namun sedetik kemudian dia sadar, ponselnya lah yang berbunyi. Luhan sengaja menjadikan rekaman suara jessica sebagai ringtone ponselnya.

 

Tanpa membaca siapa yang menelpon, luhan langsung mengangkatnya.

 

Pik

 

luhan-ah!

 

Luhan mengernyitkan keningnya. Suara yeoja yang tidak asing ditelinganya. Luhan melirik nama yang tertera dan makin bingung saat sunbae-nya lah yang menelpon. Kwon Boa.

 

waeyo, sunbaenim?” tanya luhan.

 

“ke tokyo sekarang! Ppalli!”

 

Luhan semakin bingung. kenapa boa menyuruhnya ke tokyo? Apa boa ingin menyuruhnya menggantikannya dalam sebuah CF?

 

mimianhaeyo sunbae. Jika sunbae menyuruhku menggantikan sunbae dalam sebuah CF, aku tidak bis—”

 

neo baboya?! Jangan banyak bicara! Cepat ke tokyo sekarang juga!” desak boa dari seberang sana.

 

Luhan memutar matanya. “memangnya ada apa sunbae? Aku sedang tidak dalam mood yang bagus. Maafkan aku jika tidak sopan.”

 

jessica! jessica sedang dirawat di rumah sakit internasional tokyo! Cepat kemari!

 

Bagai disambar petir, luhan menjatuhkan ponselnya ke lantai. Pikirannya mendadak kosong. Hanya satu yang ada dipikirannya saat ini.

 

JESSICA.

 

*

 

Brak

 

“sehun-ah! Ikut aku!”

 

Sehun yang tengah berbaring ditempat tidurnya langsung terlonjak bangun saat luhan langsung menerobos masuk dan berteriak padanya.

 

mwo?”

 

Tanpa banyak pikir, luhan langsung menarik sehun bangkit dari tempat tidurnya. “kita ke tokyo sekarang!”

 

Sehun terbelalak. “untuk apa?”

 

“jessica. jessica noona di tokyo.” Ucap luhan dalam yang membuat sehun terbelalak.

 

mwo?!”

 

“ayo cepat! Akan kujelaskan diperjalanan.” Tarik luhan. sehun mengerjapkan matanya. dan sedetik kemudian dia melepaskan pegangan luhan pada tangannya. luhan menoleh bingung.

 

“apa? cepatlah!” kesal luhan.

 

Sehun menggeleng pelan. “pergilah sendiri. jessica noona lebih membutuhkanmu daripada diriku.” Ucap sehun sambil tersenyum kecut.

 

“apa maksudmu, oh sehun?”

 

Sehun menggeleng lagi. “percuma aku menemui jessica noona bersamamu, ge. aku hanya akan sakit hati melihat kalian berdua.” Lirih sehun jujur.

 

Luhan menghela nafas berat. Dia benci mengambil keputusan dengan cepat. Menurutnya, sebuah keputusan yang cepat hanya akan membuahkan penyesalan di akhir.

 

“jangan begini sehun-ah. Jessica noona membutuhkan kita.” kata luhan sambil menatap sehun lirih. Jujur saja, luhan sangat takut jika akhirnya dia harus merelakan jessica untuk sehun.

 

“kita? siapa yang kau maksud dengan kita, huh? aku tahu kau mengajakku untuk memperlihatkan jessica noona yang berlari padamu, memelukmu, menangis dalam pelukanmu, dan—”

 

Bugh

 

Kepalan tangan luhan mendarat mulus dipipi sehun membuat namja berkulit susu itu mundur beberapa langkah sambil merintih kecil.

 

“jangan kau pikir aku melakukan ini untuk diriku sendiri, oh sehun! aku melakukan ini untukmu juga! Kau pikir jessica tidak akan memilihmu? Bisa saja dia malah berlari kedirimu dan memelukmu seerat-eratnya! Jangan berpikir kalau semua yang kulakukan hanya untuk diriku sendiri!” teriak luhan emosi. Tangannya terkepal kuat dan rahangnya menyatu.

 

Sehun menatap luhan tajam. “dan jika itu terjadi? jika jessica noona memilihku, apa yang akan kau lakukan?”

 

Luhan terdiam. Apa yang akan dia lakukan?

 

“aku…”

 

*

 

sajangnim, manager kwon boa ingin berbicara dengan anda.” Ujar sekertaris soo man sambil memberinya sebuah ponsel. Soo man yang sedang berada diruang kerjanya bersama orang tua jessica dan krystal mengangguk dan mengambil ponsel itu.

 

yeoboseyo.” Sapa soo man.

 

sa-sajangnim, bisakah anda ke tokyo sekarang juga?

 

Soo man mengernyitkan keningnya. “untuk apa?”

 

boa bertemu dengan jessica tadi dan sekarang jessica sedang dirawat di rumah sakit internasional tokyo.

 

Soo man tertegun. rasa lega langsung menyelimuti dinding dadanya. Matanya berkaca-kaca bahagia.

 

Tut

 

Soo man mematikan sambungan ponsel itu dan mengusap wajahnya lega.

 

Kedua orangtua jessica dan krystal memandang soo man bingung. “ada apa sajangnim?” tanya krystal.

 

Soo man menatap kedua orang tua jessica dan krystal dengan senyum lebar. “jessica, jessica berada di tokyo sekarang bersama boa.”

 

Kedua orang tua jessica dan krystal bagai tersengat listrik ribuan volt. Mata mereka membulat tidak percaya.

 

Bruk

 

Krystal jatuh berlutut didepan meja kerja soo man sambil menutup mulutnya tidak percaya. Rasa bahagia, lega, terharu, dan senang membaur jadi satu dalam dadanya. Air mata lega keluar dari pelupuk matanya.

 

unnie… jessica unnie…” lirih krystal sambil tersenyum bahagia ditengah air matanya yang terus mengalir.

 

Tidak jauh beda dengan krystal, kedua orang tua jessica ikut menutup mulutnya tidak percaya. Perasaan lega menyelimuti mereka. Bagai ribuan beban yang dicabut dari dalam tubuh mereka.

 

“jessica… jessica…” lirih eomma jessica sambil memeluk suaminya erat. appa jessica membalasnya dengan tidak kalah erat.

 

‘terima kasih tuhan..’ batin appa jessica terharu sambil meneteskan air matanya pelan.

 

*

 

“jessica berada di tokyo!”

 

Teriakan keras dari hyoyeon diruang tengah membuat para member SNSD langsung mengerubungi hyoyeon. Terlebih yoona yang langsung melompat dari tempat tidurnya dan berlari secepat angin menuju ruang tengah.

 

jinjja?!” pekik yoona sambil membulatkan matanya.

 

Hyoyeon mengangguk semangat dengan mata berkaca-kaca. “krystal baru saja memberiku pesan.”

 

Yoona menghela nafas panjang. Tidak lama kemudian dirinya jatuh terduduk disamping sofa dan memegang pinggiran sofa dengan erat. sedetik kemudian, matanya dihiasi cairan bening.

 

Begitu pula member lain. Tiffany sesegera memeluk taeyeon dan menangis bahagia bersama. Seakan mereka seperti seoarang mahasiswa yang lulus dengan lulusan terbaik dikampusnya. Seakan mereka terbang tanpa sayap dipunggung mereka.

 

eonnie…” lirih yoona sambil meremas pinggiran sofa dengan tangan bergetar. Rasanya seperti dirinya mendapat sebuah hadiah terindah yang pernah ada didunia, dan hadiah terindah itu adalah jessica.

 

*

 

International Tokyo Hospital

 

Seorang yeoja blonde tengah terbaring disalah satu ruangan VIP di rumah sakit tokyo itu. tangannya yang diinfus membuatnya nampak sangat lemah. Namun bibir tipis yeoja itu tidak berhenti tersenyum bahagia. matanya beningnya memancarkan rasa lega yang luar biasa.

 

“jessica..”

 

Yeoja blonde yang bernama jessica itu menoleh dan tersenyum hangat. “annyeong sunbae~” sapanya.

 

Boa berjalan kearah jessica dan duduk dikursi disamping jessica berbaring. Tangannya meraih tangan jessica dan menggenggamnya lembut.

 

“bagaimana keadaanmu? Sudah merasa baik?” tanya boa lembut.

 

Jessica tersenyum manis. “sangat baik.”

 

Boa menatap jessica sedih. “apa aku boleh bertanya?”

 

Jessica mengernyitkan keningnya. “apa?”

 

Boa menarik nafas. Mencoba mengatur kata-katanya agar tidak menyakiti hati jessica. “apa benar kau… diperkosa?”

 

Jessica terdiam.

 

Boa merasa berslaah telah menanyakan hal itu pada jessica. dia tahu pertanyaannya pasti membuat jessica merasa sakit hati.

 

“jess? Aku tau pasti itu sangat berat untukmu, unnie hanya bisa mengatakan padamu kalau kau harus tegar menghadapi cobaan ini.” ucap boa sambil mengelus tangan jessica lembut dengan mata ingin berkaca-kaca.

 

Jessica menatap boa. “g-gwaencahakeundae..”

 

Boa mengernyitkan keningnya. “tapi apa?”

 

“siapa yang meberitahu unnie kalau aku diperkosa?”

 

Boa menatap jessica prihatin. “tenang saja, tidak ada yang tahu selain para mem—”

 

aniya, unnie. maksudku, siapa yang bilang seperti itu?” sela jessica.

 

Boa mengernyitkan keningnya. “eh? se-sehun yang bilang.”

 

mwoya? Aku tidak diperkosa siapapun, unnie-ah.”

.

.

.

TBC

 

Awawawawaw;3 Gimana kejutannya? Bukan kejutan kah? =_= wkwkwk. Masih pendek ya? aku bikinnya ditengah UTS, jadi lama baru bisa dipublish, mianhae ;-(( apalagi aku dapat 3 nilai merah x_x ortu jadi makin protect deh. dan yah, aku rasa peminat FF ini udah mulai berkurang ya? memang sih, FF ini mulai gaje, ngebosanin, aneh, dan of course selalu pendek. Aku sih terserah kalian aja kalau mau dilanjutin atau enggak, tapi aku tetap berterima kasih pada silent reader dan reader yang rajin ngomen atau like yang udah luangin waktunya buat baca FF gaje ini.

Dan sedikit bocoran, chapt selanjutnya adalah chapter terakhir dari A Regret. Oleh karena itu, aku butuh banyak support dari kalian supaya bisa cepet aku selesaiin dan cepet dipost juga🙂 jadi semuanya tergantung kalian, mau cepet dilanjut atau engga ^^

Kalau kalian mau pairing kalian kepilih(?), bilang aja. Jadi aku kayak ambil vote pairing terbanyak. But but but, semuanya tergantung vote kalian milih HanSica atau HunSica sebagai endingnya. Dan readers sekalian kalau misalnya pairing yang kalian vote itu gak menang(?) mohon untuk tetap dihargai ya :’) aku gak yakin rencana votevote ini bakal berhasil, tapi aku butuh kerjasama readers ataupun chinguchingu yang udah setia ngebaca FF gaje ini🙂.

Yang mau ngevote tapi gak bisa komen/vote lewat blog ini, bisa mention ke http://twitter.com/jessvior . atau SMS ke 089649907465.

Overall, mianhae kalau typo masih banyak bertebaran, masih kependekan, updatenya lama, dan makin gaje atau ngebosanin.

I Love All Readers in JenongKece! ^3^

115 thoughts on “[Freelance] (A Regret) (chapter 6)

  1. kelanjutan FFnya makin seru thor enggak sabar nunggu endingnya…
    kalau Jessica eonnie enggak diperkosa terus kenapa Sehun bisa kepikiran gitu? Ditunggu kelanjutannya…

  2. Akhirnya di post juga🙂 gregetan bgt bacanya … Itu emng jessica’a ga di perkosa yah? Kok sehun bilang’a di perkosa? Aihh daripada penasaran lanjutan’a jgn lama2 yah thor😉😀

  3. hhuhuhuuuuu😥
    sedih ngeliat appa sm eomma sica.
    yyeee…
    sica akhirnya ketemu juga sm boa.
    hip hip horeeee..
    mwo?.
    jd sica ga diperkosa?.
    hhhmmmmm ..
    gmn ceritanya?.
    kok bisa?
    lanjut
    keep writing
    fighting(Y)

  4. huwaaaa…untunglah jessica ga diperkosa….
    aq nangis lg bacanya!!!
    author jago bikin emosi berantakan….salut thor…
    pairingnya Luhan-Jessica….
    aq pengin liat luhan mnta maaf ma jessica…
    liat luhan ngejer2 jessica….
    liat luhan bertanggung jawab gitu….

  5. Aaaa~ and finally I can read this fic till chapt 6!^^ ur fic is so awesome,I can’t explain what I feel when I read the fic uooo TT , TT
    I luv ur fic so much!
    Meskipun sedikit gak tega baca jessica dan yoona yang selalu dinistakan/?,tpi aku bner2 udah jatuh cinta sama fic mu TT TT karena aku comment via hp,jadi gabisa log in ke wp.
    Tapi aku pgen voting ttg pairing fic ini. Aku pgennya pairingnya HunSica. Kenapa? Karena Hansica udah terlalu mainstream/? Wkwkwkkwkk.. Ga’kok mksud aku krena kasihan sehun dsini,dia udah mati2an buat ngelindungin jessica dari penculik,and I think if sehun is love jessica so much. Ketimbang Luhan yng udah nyakitin jessica,gak semudah itu cwek buat maafin orang yang udah nyakitin dia sekalipun dia orang yng dicintai.

    Oke thor,semoga nest chapt cpet di publish ne^^b maafkan readersmu ini karena terlalu cerewet ne^^ keep writing thor, FIGHTING!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s