Hot Game | Chapter 3 |

Hot game

 

Title : Hot Game

Author : Жin Genie

Cast : Jessica Jung

Xi Luhan

Suport Cast : Tiffany Hwang

Kwon Yuri

Rating : PG-15

Genre : Romance

Length : Chapther

Backsound : A-Jax – Hot Game

***Hot Game by Жin Genie ***

 

 

Part 3

 

 

 

“Luhan-ah kenapa kau baru pulang?”tanya Victoria ketika melihat Luhan memasuki rumahnya dengan wajah muruh yang terus menunduk ke bawah.

 

Mendengar suara Victoria membuat Luhan terkejut dan mengangkat wajahnya, “Ah mianhae ahjumma”ucap Luhan seraya membungkukan badanya kepada Victoria. Luhan melirik Jessica yang duduk di sebelah Victoria. Jessica terlihat mengulum senyum seraya memakan cemilannya. Tidak merasa bersalah atau kasihan kepadanya yang baru pulang dari tadi siang setelah ia mengerjainya habis-habisan.

 

“Kau darimana saja? Kenapa kau tidak menjawab panggilan telpon dari ahjumma dan kemana mobilmu itu Luhan-ah? Kenapa tidak terdengar suara mobilmu”tanya Victoria khawatir seraya menghampiri Luhan. Luhan tersenyum kecil ke arah Victoria. “Aku habis jalan-jalan mengelilingi Seoul ahjumma, sendiri”jawab Luhan seraya menekan kata terakhir. Luhan kembali melirik Jessica yang masih asik menonton televisi yang menampilkan acara music itu seraya memakan cemilannya dengan santai, seolah Luhan tidak pernah ada.

 

Baiklah nona Jung kau yang memulainya. Ucap Luhan dalam hati.

 

Tiba-tiba saja Luhan memasang wajah sedihnya. “Ponselku hilang ahjumma, ada yang mencurinya”ujar Luhan dengan nada suara pilu. Berusaha membuat Victoria kasihan padanya.

 

Mworago? Bagaimana bisa?”seru Victoria terkejut. Biar bagaimana pun selama di Korea Luhan menjadi tanggung jawabnya.

 

Luhan mengangguk kecil. “Tadi saat aku di parkiran di sebuah restoran di daerah Gangnam tiba-tiba saja ada yeoja yang berpura-pura jatuh dan dia memelukku. Aku tidak tahu kalau ternyata dia adalah pencuri kecil”cerita Luhan kepada Victoria seraya kembali melirik Jessica dan kali ini Jessica memberikan reaksinya. Ia melilrik Luhan tajam.

 

“Dia mengambil semuanya ahjumma, dompet, ponsel serta kunci mobilku”tambah Luhan sedikit melebihkan cerita kepada Victoria. Victoria mengelus kepada Luhan—kasihan.

 

“Nanti ahjumma akan mengganti ponselmu dan juga semua barang-barangmu yang telah dicuri itu”ucap Victoria.

 

Jessica tersedak mendengar perkataan mommynya itu. “Uhuk uhuk”seru Jessica seraya memukul kecil dadanya. Ia melirik Luhan tajam.

 

“Licik”gumam Jessica pelan dengan mata yang masih menatap Luhan tajam.

 

“Luhan bohong mom!”seru Jessica seraya menunjuk lurus pada Luhan.

 

“Bohong bagaimana maksudmu Jessi?”tanya Victoria menyelidik. Ia menatap Luhan yang kini tengah memasang wajah sedihnya, lalu kembali menatatap Jessica yang tengah menatap Luhan tajam. Victoria mulai curiga dengan keduanya.

 

“Tadi saat aku lewat di depan kamar Luhan aku mendengar suara ponselnya, kurasa ponselnya tidak dicuri tetapi hanya tertinggal saja di kamarnya, mungkin saja dia lupa membawa ponselnya”jawab Jessica lantang. Membuat Victoria bingung antara Luhan atau Jessica—anaknya yang sedang berbohong.

 

“Kurasa pencuri itu sudah mengembalikan ponselku, mungkin juga dompet serta kunci mobilku”timpal Luhan cepat seraya menekan kata pencuri. Luhan terus melirik Jessica ketika mengatakannya, seolah memberi tanda kepada Victoria bahwa Jessica lah pencurinya.

 

“Jika ahjumma tidak percaya dengan ceritaku ahjumma bisa datang ke resto tempat tadi aku makan karena aku membayar tagihan disana menggunakan jam kesayanganku yang merupakan hadiah ulang tahunku yang ke-17 dari almarhum mama”tambah Luhan meyakinikan Victoria dan sedikit melebihi ceritanya. Jam tangan hitam itu memang salah satu jam kesayangannya namun bukan hadiah dari almarhum mamanya.

 

Seketika Jessica tercekat. Jika mommynya datang ke resto itali itu akan ketahuan kalau dirinya mengerjai Luhan dan Jessica tidak bisa membayangkan hukuman apa yang akan ia dapatkan dari mommynya itu. Tapi disisi lain Jessica merasa iba kepada Luhan, ia yang menyebabkan hadiah ulang tahun dari almarhum mama Luhan sebagai bayaran untuk makanan yang ia pesan.

 

Victoria melirik Jessica. “Tadi siang saat mommy pulang Park ahjussi bilang kalau kau pergi dengan Luhan lalu kenapa kau pulang terlebih dahulu Jessi?”tanya Victoria menyelidik dengan tangan yang ia lipat di dada tanda ia serius.

 

“Ah itu..ya memang aku pergi bersama dengan Luhan tadi siang….namun aku hanya menumpang di mobil Luhan sampai halte bus untuk menuju rumah Yuri karena aku lupa meletakan kunci mobilku mom”jawab Jessica terbata dan seratus persen bohong.

 

Victoria melirik Jessica tajam, ia tahu anaknya itu sedang berbohong. “Sungguh mom, kalau tidak percaya tanya saja kepada Luhan”ucap Jessica seraya menunjuk Luhan.

 

“Ah benar itu ahjumma”timpal Luhan cepat setlah mengerti kode yang Jessica berikan. Luhan melirik Jessica yang kini tengah menghela napas pelan.

 

Mom, bagaimana kalau aku buatkan green tea? Sepertinya mommy sangat lelah hari ini”bujuk Jessica mengalihkan Victoria dari masalah Luhan.

 

Victoria menghela napas pelan. “Baiklah”ucapnya setuju.

 

Jessica melirik Luhan. “Apa kau mau Luhan-ssi?”tanya Jessica basa-basi.

 

“Tidak ada racunnya kan?”tanya Luhan seraya menatap Jessica jahil.

 

“Ah baiklah kalau tidak mau, aku tidak akan memaksa”jawab Jessica santai seraya berjalan menuju dapur.

 

“Kau berhutang lagi padaku karena aku sudah menyelamatkanmu”bisik Luhan ketika Jessica melewatinya. Luhan tersenyum melihat Jessica yang kini tengah menggerutu tidak jelas.

 

“Maafkan Jessica, Luhan-ah”ucap Victoria ketika hanya ada dirinya dan Luhan.

 

“Eoh?”seru Luhan berpura bingung.

 

Ahjumma tahu, Jessica pasti mengerjaimu kan?”tanya Victoria.  Luhan hanya diam.

 

“Aku ini adalah mommynya, jadi aku tahu saat dia sedang berbohong atau tidak”ucap Victoria lalu menghela napas pelan. “Ahjumma harap kau mau memaafkannya”tambah Victoria tulus mewakili anaknya yang sudah mengerjai Luhan.

 

“Ne ahjumma”balas Luhan seraya tersenyum manis.

 

 

 

>>>

 

 

“Kau mau kemana Jessi?”tanya Yunho—daddy Jessica. Jessica tersenyum kepada daddynya itu.

 

Supermarket”jawab Jessica singkat.

 

Yunho mengerutkan keningnya, ia tidak yakin dengan yang Jessica katakan. “Memangnya apa yang ingin kau beli?”tanya Yunho menyelidik.

 

“Tugas kampus. Ya tugas kampus!”jawab Jessica bohong. Jessica tidak mungkin bilang kalau ia ingin pergi ke resto itali untuk menebus jam Luhan yang Luhan pakai untuk membayar biaya makan karena dompet dan pponselnya ia ambil. Itu sama saja bunuh diri ditempat. Pasti daddynya itu akan marah besar padanya.

 

“Perlu daddy antar?”tawar Yunho khawatir.

 

“Tidak, aku bisa sendiri”tolak Jessica cepat.

 

“Kau  yakin?”

 

Jessica memutar matanya malas.  “Ayolah dad, hanya supermarket. Aku bisa sendiri”ujar Jessica meyakinkan Yunho.

 

“Baiklah, dalam satu jam kau harus sudah kembali”

 

Ok!”

 

 

>>>

 

 

“Jessie bangun~!”teriak Victoria dari luar kamar Jessica.

 

Hening..tidak ada jawaban.

 

“Haistt, anak itu”geram Victoria dengan kelakuan anaknya yang sangat susah untuk dibangunkan.

 

“Ada apa ahjumma ?”tanya Luhan penasaran, kebetulan letak kamarnya dengan Jessica bersebelahan. Luhan keluar kamarnya karena mendengar teriakan Victoria.

 

Victoria menatap Luhan yang sudah rapi itu dengan tatapan sulit di artikan”Andai Jessie sepertimu”keluh Victoria.

 

“Eh? Maksudnya?”tanya Luhan tidak mengerti.

 

“Lihat saja anak ahjumma itu seorang yeoja , tapi sudah siang seperti ini masih belum bangun”jawab Victoria lemas. Ia menghela napas kesal karena kelakuan Jessica yang susah dibangunkan.

 

Luhan tersenyum kikuk. “Bagaimana kalau aku saja yang membangunkannya?”tawar Luhan seraya tersenyum, tersenyum penuh arti yang sayangnya tidak terbaca oleh Victoria dari wajah Luhan. Mata Victoria langsung berbinar.

 

“Apa tidak merepotkanmu?”tanya Victoria memastikan dengan senyum yang merekah di wajahnya.

 

Luhan menggeleng. “Tentu saja tidak, ini bukan hal sulit”jawab Luhan enteng dengan sedikit menyombongkan dirinya kepada Victoria.

 

Victoria menggeleng pelan. “Kau belum mengenal Jessie Luhan, kau tidak tahu betapa sulitnya ia dibangunkan”sergah Victoria cepat.

 

Luhan hanya tersenyum kecil mendengar perkataan Victoria. Kalau yang membangunkannya adalah Xi Luhan tentu saja ia akan bangun. Ucap Luhan dalam hati.

 

“Biarkan aku mencobanya ahjumma”ucap Luhan berusaha meyakinkan Victoria.

 

Victoria mengangguk “Ahjumma tunggu di ruang makan saja, urusan Jessica biar aku yang tangani”ujar Luhan kembali meyakinkan Victoria.

 

“Baiklah, semoga anak itu tidak merepotkanmu”ucap Victoria lalu meninggalkan Luhan di depan kamar Jessica.

 

Luhan tersenyum kecil melihat Victoria meninggalkannya lalu mengalihkan pandangannya ke arah pintu kamar Jessica yang tertutup rapat.

 

“Ceklek”

 

Luhan membuka pintu kamar Jessica yang tidak di kunci itu. Ia melihat Jessica yang masih asik dengan dunia mimpinya—tertidur tanpa merasa terganggu dengan kehadirannya. Seperti yang sudah ia duga sebelumnya.

 

Luhan menggelengkan kepalanya. “Tidak belajar dari pengalaman”gumam Luhan pelan lalu sebuah seringai muncul di wajah tampannya. Luhan berjalan perlahan menghampiri Jessica yang masih asik di tempat tidurnya.

 

“Sedikit bermain sepertinya menyenangkan”ucap Luhan pelan takut membangunkan Jessica.

 

“Hey bangun”ucap Luhan.

 

Tidak ada reaksi dari Jessica.

 

Luhan mengeluarkan seringainya. “Bangun yeoja nakal fuhh”ucap Luhan tepat di telinga Jessica lalu meniupnya.

 

“Nghhh”lenguh Jessica lalu menggaruk telinganya yang terasa geli karena perbuatan Luhan.

 

Melihat itu Luhan tersenyum, “Fuhh”Luhan kembali meniup telinga Jessica dan kali ini ia meniupnya lebih lama.

 

Jessica yang merasa terganggu akhirnya membuka matanya denngan kesal.

 

Terkejut!

 

Bagaimana tidak terkejut, katika Jessica bangun Luhan sudah ada di hadapannya dengan jarak yang sangat dekat. Jessica mengerjapkan matanya beberapa kali, memastikan bahwa pengelihatannya masih berfungsi dengan baik dan bukan ia yang sedang bermimpi. Melihat Jessica yang diam saja membuat seringai Luhan semakin lebar.

 

“Kyaaaaaa”teriak Jessica kencang ketika ia sadar bahwa yang ia lihat bukan sebuah khayalan konyolnya lalu secara refleks ia menjambak rambut Luhan dengan sekuat tenaga.

 

“Awww!!”ringis Luhan kesakitan seraya berusaha melepaskan kepalanya dari jambakan Jessica yang sangat brutal itu.

 

“Apa yang kau lakukan di kamarku eoh?”seru Jessica kesal dengan tangan yang masih menjambak rambut Luhan.

 

“Aww, lepaskan dulu nona Jung!”ujar Luhan emosi.

 

“Tidak mau!”tolak Jessica tegas, ia semakin menguatkan jambakannya.

 

“Aww, aku disuruh membangunkanmu oleh Vic ahjumma”ucap Luhan menjelaskan sebelum rambutnya habis karena jambakan Jessica.

 

“Jadi, sekarang lepaskan rambutku”seru Luhan kesal. Rencananya untuk mengerjai Jessica gagal total malah ia yang terkena jambakan dari Jessica.

 

“Ahh begitu”gumam Jessica pelan lalu melepaskan kepala Luhan.

 

“Argghh rambutku”seru Luhan panic ketika melihat beberapa helai rambutnya lepas dari kepalanya karena ulah Jessica, tapi Luhan langsung terdiam di tempat ketika melihat Jessica yang hanya mengenakan baju tidur tipis tanpa lengan.

 

“Glek”

 

Luhan menelan salivanya dengan susah payah.

 

Jessica memalingkan wajahnya dari Luhan, ia malas menatap namja mesum itu“Salahmu sendiri selalu masuk ke dalam kamar orang lain tanpa ijin”ucap Jessica santai seperti tanpa dosa telah membuat rambut Luhan terlepas dari kepalanya dengan kasar. Ia tidak sadar jika kini Luhan tengah memperhatikannya dengan tatapan bernapsu karena pakaian tidur yang ia kenakan. Tidak ada reaksi dari Luhan membuat Jessica mengalihkan tatapannya ke arah Luhan dan mendapati Luhan tengah menatapnya tanpa berkedip, Jessica mengikuti arah tatapan Luhan yang lurus mengarah pada dadanya.

 

Seketia mata Jessica membulat sempurna. “Kyaaaa dasar namja mesum!”teriak Jessica lalu kembali menjambak rambut Luhan dan kali ini lebih kencang dari sebelumnya.

 

“Aww, ampun Jess ampun”seru Luhan kesakitan sambil meminta Jessica untuk mengampuninya.

 

“Tidak ada ampun untuk namja mesum sepertimu”amuk Jessica.

 

“Aaaa aaawww itu bukan sepenuhnya salahku, kau sendiri yang memberiku pemandangan indah itu dan aku hanya mengikuti naluri laki-laki ku saja”bela Luhan. Mendengar pembelaan Luhan malah membuat Jessica semakin kencang menarik rambut Luhan.

 

“Aaaa ampun Jess, sakittt”ucap Luhan terus  meminta ampun.

 

Victoria yang mendengar suara kesakitan Luhan dan teriakan marah Jessica pun akhirnya kembali naik ke lantai dua untuk melihat apa yang terjadi. “Ada apa i—Jessica apa yang kau lakukan kepada Luhan?”seru Victoria kaget melihat anaknya yang berbuat anarkis kepada Luhan.

 

Momommy?”seru Jessica terkejut mendapati mommynya berdiri di depan pintu kamarnya dengan tatapan membunuh ke arahnya. Sesaat ia mengikuti arah tatapan mommynya dan segera sadar dengan apa yang ia perbuat kepada Luhan. Dengan reflek Jessica melepaskan jambakannya di kepala Luhan.

 

“I—ini tidak seperti yang mommy pikirkan”ujar Jessica panic. Jessica langsung melepaskan kepala Luhan. Ia berusaha menjelaskan apa yang terjadi kepada mommynya yang sudah salah paham.

 

“Setelah mandi temui mommy di ruang makan”seru Victoria tegas lalu berlalu dari kamar Jessica.

 

Jessica mendesah kasar, tamat sudah riwayatnya jika sudah seperti ini. Jessica melirik Luhan sinis. “Ini semua salahmu, namja mesum”ujar Jessica lalu berjalan ke arah kamar mandinya.

 

 

 

 

14:33 WIB

Senin, 04 November 2013

 

 

 

 

***Hot Game by Жin Genie ***

 

 

 

 

61 thoughts on “Hot Game | Chapter 3 |

  1. Haha…. aku suka…😀
    Namja mesun dan yeoja mesum wah serasi😀 untung luhan ga cerita apa yg sebenarnya terjadi..

  2. Wah jalan cerita.a menarik nie jadi pensaran akhirnya gmna… Chaoter ke 3 za dah ngakak kyak gni… Good job thor…

  3. yahh kependekan thor😦 ya ampun aku suka bgtt sma ceritanya .. seru deh luhan ama sica yg bales dendam”an gtu😀 ntar lama” jdi cinta
    . wkkwkwk😀

  4. Haduuh luhan kasian bgt pulang jalan kaki tuh?? Hahaha sica sama luhan kocak berantem mulu >< duh rontok tuh rambut😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s