[Freelance] (Between Two Hearts) (1)

Title                 : Between Two Hearts

Author             : Flower Girl

Length             : Chaptered

Rating             : PG15+

Genre              : Romance, Friendship, Angst

Main cast         :

  • Jessica Jung
  • Kim Myungsoo (L)
  • Lu Han

Other cast        : find in the story🙂

Disclaimer       : My original storyline. Don’t be a PLAGIATOR!!

Backsound      :

  • Infinite – Man In Love
  • Jung Sister – Butterfly
  • Hello Venus – Romantic Love

 

_________________________________________________________________________________________

 

 

“Mengapa lemas? Pagi-pagi sudah keriput” ujar seorang namja manis tanpa menatap lawan bicaranya.

 

Lawan bicaranya yang kebetulan yeoja itu berhenti berjalan lalu menatap tajam namja disampingnya.

Yeoja itu ingin sekali memukul kepala namja itu saat ia malah diabaikan dan terus melanjutkan jalannya.

“Yak! Myuncy!”

 

Yeoja itu mengejar sang namja yang bernama Myungsoo lalu menarik tas namja itu dari belakang. Ia sangat ingin menonjok Myungsoo sekarang karena namja itu memasang wajah yang sangat innocent.

“Aku lemas karena kau! Masih pukul 6 sudah meninggalkan aku! Aku jadi tidak sarapan, pabbo!”

 

Myungsoo tersenyum innocent lalu membalikkan badannya dan melanjutkan jalannya.

“Ok, sorry

 

Yeoja tadi memutar matanya jengah lalu mengikuti Myungsoo dari belakang. Ia menjambak kecil rambutnya sendiri saking kesalnya pada sahabatnya itu.

 

***

 

Suasana Dongguk High School mulai ramai mengingat sekarang sudah pukul 7 pagi. Dan berarti 10 menit lagi bel masuk akan berbunyi.

 

Di lorong kelas tingkat 2 berjajar loker-loker besi yang tingginya setara dengan lemari pakaian.

Di depan salah satu loker tersebut, berdiri seorang namja dan yeoja yang nampak tengah berbincang.

 

CKLEK

Saat sang yeoja membuka pintu lokernya, selembar kertas melayang jatuh dari atas lokernya.

Yeoja tadi hanya tersenyum sekilas, lalu membungkuk untuk memungut kertas tersebut.

 

“Hmm.. surat penggemar rahasia lagi”  ucap Myungsoo- sang namja.

 

Jessica-sang yeoja- melirik sinis Myungsoo lalu mulai membaca coretan-coretan pada kertas tersebut.

Seulas senyum kembali terukir tatkala telah selesai membaca surat tersebut.

“Wah~ My secret admirer

 

Myungsoo dengan cepat menyambar kertas yang di pegang Jessica. Ia pun membaca surat penggemar rahasia Jessica tersebut.

 

 Hai..

Nanti aku ingin bertemu denganmu langsung.

Tunggu aku di taman dekat kantin sepulang sekolah ne..

Annyeong🙂

                                                                                                            Secret

 

 

Myungsoo hanya menggeleng-geleng setelah membaca surat tersebut. Ia pun menggembalikannya pada Jessica, namun saat ia menengok, yeoja itu sudah menghilang dan hanya menyisakan suara nyanyiannya di sepanjang lorong-lorong kelas.

 

Myungsoo hanya tersenyum lalu berjalan menuju ke kelasnya. Entah mengapa, senyumannya terlihat aneh.

 

***

 

Secara tiba-tiba, hari ini seongsaenim kelas 2 C mengadakan ulangan harian mendadak. Hal itu sontak membuat seisi kelas panik bukan main. Ada yang mulai membuat contekan rumus di kertas, di tangan, di meja, hingga di tembok kelas.

Namun, salah satu murid namja yang duduk disamping seorang yeoja terlihat santai-santai saja.

 

“Kau tidak ingin membuat contekan rumus, Cy?”  tanya Jessica pada Myungsoo yang terlihat sedang membaca buku bertuliskan SAINS tersebut.

 

Myungsoo menjawab pertanyaan Jessica dengan gelengan tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang ia baca.

Hal itu membuat Jessica geram dengan temannya yang satu ini.

 

“Aish~ Bisa-bisanya aku mempunyai sahabat seperti es batu ini”

 

Yoo seongsaenim memasuki ruang kelas 2 C. Beliau duduk sejenak di mejanya seraya memperhatikan gerak-gerik aneh dari para murid di kelas tersebut. Ia lantas membagikan lembar-lembar soal ulangan SAINS.

Don’t cheating!

 

 

Jessica tak bisa menutup mata dan mulutnya. Baru saja menerima soal, ia sudah memelototi soal tak berdosa tersebut. Aku belum belajar..

Dengan kemampuan otak semampunya, yeoja itu akhirnya mengangkat pensil lalu mulai mengerjakan soal tersebut.

 

Menit-menit pertama dirasa tenang-tenang saja dalam ulangan mendadak ini, namun menginjak menit-menit akhir, para murid kelas 2 C sudah kebingungan bertanya-tanya jawaban pada teman-teman yang lain.

 

“Ah~ Selesai”  Myungsoo merentangkan tangannya keatas.

Ia bersiap akan mengumpulkan lembar jawabannya, namun seseorang menahan tangannya. Myungsoo menoleh merasa ada yang menghalanginya.

 

“Jangan dikumpulkan dulu. Aku ingin melihatnya. Jebal, Myuncy~”  rengek Jessica setelah Myungsoo menatapnya.

 

“Ish~ Shireo!”  Myungsoo menyingkirkan tangan Jessica lalu berdiri dari kursinya.

 

“Jebal, Myungie~”  Jessica merengek lagi seraya menarik-narik jas sekolah Myungsoo.

Jessica mempoutkan mulutnya lalu memasang puppy eyes andalannya untuk merayu sahabatnya yang sedingin es batu itu.  “Myung~”

 

Sikap dingin Myungsoo leleh seketika melihat perilaku Jessica sekaligus Jessica yang memanggil nama asli Myungsoo.

Entah kenapa, Myungsoo lebih menyukai Jessica yang memanggilnya dengan nama aslinya.

Myungsoo pun kembali duduk lalu menyerahkan lembar jawabannya pada Jessica.

“Geurae, geurae”

 

Dengan wajah berbinar, Jessica menerima kertas jawaban Myungsoo lalu menyalin semua jawaban Myungsoo pada kertas jawabannya.

Dalam hatinya Jessica ingin sekali memeluk sahabatnya yang telah menolongnya itu, namun Jessica sangat hafal bahwa Myungsoo tidak suka dipeluk yeoja selain ibunya walaupun itu sahabatnya sendiri.

“Gomawo, Myungsoo~”

 

Myungsoo tersenyum seperti biasanya. Senyum yang bisa membuat seluruh yeoja di dunia meleleh seketika.

Kecuali Jessica, yang sudah sering melihat senyum yang menurutnya aneh itu.

 

“Jangan tersenyum seperti itu. Kau tau aku tidak suka kan?”

 

Myungsoo merubah mimik wajahnya langsung setelah mendengar perkataan Jessica. Ia kembali menjadi Kim Myungsoo dengan wajah dingin dan manisnya.

 

***

 

 

Bel istirahat berbunyi. Semua murid berhambur keluar kelas untuk me-refresh pikiran mereka setelah menerima pelajaran di kelas.

Banyak dari mereka yang menuju kantin untuk makan, ada juga yang pergi ke taman, bermain basket atau sepak bola, ada juga yang sekedar mendengarkan lagu sambil membaca buku. Seperti Myungsoo sekarang.

 

Jessica terlihat bosan duduk disamping Myungsoo yang sedari tadi hanya menatap ribuan kalimat dalam buku yang ada di tangan namja itu.

Jessica menoleh sebentar pada Myungsoo. Yeoja itu memperhatikan namja yang telah menjadi temannya selama 5 tahun itu. Dalam hati Jessica berkata..,

Aku baru sadar bahwa Myuncy tampan

 

“Apa yang kau lakukan?”

 

Jessica terkejut mendengar Myungsoo yang tiba-tiba bicara tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun dari buku.

Jessica tak menghiraukan perkataan Myungsoo, ia kini malah mengeluarkan ponselnya lalu bersiap memfoto sahabatnya itu.

 

“Yak! Dolphin!

Myungsoo melepas headsetnya lalu menutupi wajahnya dengan buku yang tadi ia baca.

Wajahnya nampak kesal karena Jessica memfotonya tanpa ijin.

“Sudah kubilang, jangan foto aku disekolah, Phin! Kau ini suka sekali membuatku kesal.”

 

Jessica tertawa keras mendengar cerocosan Myungsoo.

Walau namja itu terlihat sangat dingin, namun jika ia kesal, ia akan mengeluarkan apa yang ada di pikirannya.

“Aku sangat suka membuatmu kesal, Myuncy~

Jessica mencubit kedua pipi Myungsoo lalu menarik-nariknya.

 

“Yak! Yak! Yak! Appo~!”

Myungsoo menyingkirkan tangan Jessica dari pipinya. Ia mengelus pipinya yang terlihat memerah.

Namja itu menutup bukunya lalu beranjak melangkahkan kaki meninggalkan Jessica yang masih menertawainya.

 

“Hahahaaa~   Jangan marah, Myung~!”

Jessica menyelesaikan tawanya dahulu lalu berlari mengejar Myungsoo yang berjalan menuju ke kantin. Yeoja itu merasa sangat puas mengerjai sahabatnya yang sangat cuek itu.

Sudah lama aku tidak mendengarnya memanggilku ‘Dolphin’

 

 

***

 

 

Jessica celingukan di kantin yang terlihat ramai. Sesekali yeoja itu menggaruk kepalanya walau tak terasa gatal. Entah apa yang membuatnya menjadi seperti anak hilang yang ditinggal eommanya di pasar.

“Nah~ Itu dia”

Jessica berjalan menuju sebuah meja dimana ada seorang namja disana.

Ternyata yeoja itu mencari sahabatnya yang baru saja meninggalkannya karena kesal telah dikerjai. Siapa lagi jika bukan Myungsoo?

 

“Myung~”

 

Myungsoo tak mengalihkan pandangannya dari jus yang ia minum.

Ia sudah cukup kesal dengan Jessica hari ini. Mulai dari secret admirer sampai pencubitan pipi yang sangat menyakitkan baginya.

 

Myuncy-ah~ Kau marah ya?”

Jessica menggembungkan pipinya di depan wajah Myungsoo seraya beraegyo. Ia terus merayu sahabatnya walau ia tau Myungsoo sulit meleleh jika sudah kesal.

 

“Aku akan membelikanmu pizza nanti. Maafkan aku, ne?”  Jessica merayu Myungsoo dengan makanan kesukaan namja itu.

 

“Itu tidak cukup”

Akhirnya Myungsoo mengeluarkan suaranya. Jika sudah menyangkut pizza, Myungsoo memang susah menolak. Namun ia masih ingin yang lain, apakah itu?

 

“Ok ok, aku akan memberikan apa yang kau minta. Tapi, maafkan aku untuk yang tadi ne?”

Jessica tersenyum cerah setelah Myungsoo berbicara.

 

“Hmm..  aku akan memaafkanmu setelah kau memberikan yang aku inginkan”

 

Jessica menggembungkan pipinya lalu mengubah mimik wajahnya.

“Aish, Myungie~”

 

 

*****

 

 

Jam sudah menunjukkan pukul 3 sore KST. Namun seseorang yang Jessica tunggu tak kunjung datang.

Sudah 1 jam yang lalu yeoja itu duduk di bangku taman dekat kantin, dimana secret admirernya ingin bertemu dengannya.

“Aish~ pantatku terasa panas duduk selama 1 jam!”

 

Jessica berdiri lalu berjalan-jalan sebentar untuk menghilangkan rasa panas di pantatnya. Sebenarnya ia ingin sekali pulang mengingat ia harus meminta maaf pada Myungsoo. Namun demi bertemu penggemar rahasianya, ia rela mengorbankan waktunya sebentar.

 

“Mengapa belum pulang?”

 

Jessica terkejut merasakan seseorang menyetuh bahunya seraya berucap padanya. Jessica mengira seseorang itu adalah secret admirernya, ternyata itu malah namja yang tadi ia kerjai.

“Bukannya kau sedang marah padaku, Myuncy?

 

Myungsoo memutar bola matanya lalu beranjak meninggalkan Jessica, namun tangan yeoja itu malah menahannnya.

Myungsoo menatap Jessica malas dengan wajah dinginnya.

 

Just kidding, Myung. Temani aku sebentar ne?”

Jessica berusaha tersenyum seikhlas mungkin agar sahabatnya itu mau menemaninya yang telah berdiam diri di taman selama 1 jam.

 

Tanpa menjawab, Myungsoo mensetujuinya dengan duduk di bangku taman. Hal itu membuat Jessica tersenyum senang seraya menepuk-nepuk tangannya seperti anak kecil.

 

Jessica hendak duduk disamping Myungsoo, namun ia mengurungkan niatnya saat melihat seorang namja berperawakan imut tengah berjalan kearahnya. Dengan sebuket bunga di tangan namja itu, Jessica yakin bahwa itulah secret admirernya.

 

Semakin namja itu mendekat, membuat jantung Jessica berdebar semakin cepat. Ia sangat penasaran dengan namja yang wajahnya mulai terlihat dengan jelas itu.

 

Kurang 2 meter lagi namja itu sampai di hadapan Jessica, ia malah berhenti.

Dan saat namja itu berhenti, Jessica merasakan jantungnya yang seperti berhenti juga.

Ia memperhatikan wajah namja dihadapannya yang terlihat sangat jelas. Jessica menganga menatap namja itu.

 

“Hai, Jess..”

 

Jessica tidak tau ingin berkata apa saat ini. Ia bahkan tidak tau harus bernafas atau tidak untuk sekarang.

Kejadian 1 tahun yang lalu pun berputar di otaknya.

 

 

FLASHBACK

 

 

Acara panggung seni telah usai. Para murid yang telah dinyatakan lulus bersorak gembira seraya berfoto-foto bersama teman-temannya.

 

Jessica merasa canggung berada diantara sunbae-sunbaenya, sementara ia hanya sendiri sebagai murid kelas 1.

Yahh.. karena Jessica memiliki suara yang indah, ia ikut pada panggung seni di pesta kelulusan sunbaenya. Ehm.. tidak ikut mungkin, tepatnya diikutkan.

 

Jessica sama sekali tidak mengenal sunbae-sunbaenya, mengingat ia baru saja masuk 1 minggu yang lalu. Ia hanya mengenal satu dari sunbaenya yaitu orang yang membuatnya menyanyi di acara ini. Sunbae yang siap naik ke kelas 2, yang menjadi panitia panggung seni tersebut.

 

“Jess, kau tidak pulang?”

 

Jessica terkejut mendengar suara itu. Ia berbalik lalu tersenyum sungkan pada satu-satunya sunbae yang ia kenal.

“Ah, ne? a-aku, mungkin nanti, sunbae.”  Jawab Jessica kikuk.

Ia terlalu gugup berbicara pada sunbaenya yang sangat imut dan tampan itu.

 

“Sekarang kan sudah malam. Semua juga sudah banyak yang pulang. Kenapa menunggu nanti?”

 

Jessica menggiggit bibirnya. Ia bingung harus menjawab apa.

 

Tiba-tiba Jessica merasakan sebuah genggaman di tangannya. Ia terkejut melihat sunbaenya tadi menggandeng tangannya lalu menariknya keluar dari make up room.

“S-sunbae~!”

 

“Aku akan mengantarmu pulang”

 

***

 

Jessica turun dari motor merah sunbaenya lalu melepas helm. Ia tersenyum seraya memberikan helm kembali pada pemiliknya.

Suasana menjadi hening sejenak, karena tidak ada yang bicara satu pun.

Jessica diam ditempat sambil memandang ban motor sunbaenya.

 

“Hati-hati. See you soon..

 

Jessica mendongak menatap sunbaenya itu. Ia mengangguk kaku ditambah senyumannya yang kikuk.

“N-ne.”

 

Sunbaenya tadi mengacak rambut Jessica lalu menyalakan kembali motornya. Jessica merasa meleleh saat sunbaenya menutup kaca helm transparannya lalu tersenyum padanya.

 

“Gomawo, Luhan sunbae~”

 

 

FLASHBACK END

 

 

 

Jessica masih tak berkedip menatap namja tadi. Ia tak menyangka namja itu masih ingat padanya setelah setelah satu tahun yang lalu mereka jarang bertemu.

“L-luhan sunbae?”

 

Myungsoo menaikkan sebelah alisnya menatap Jessica yang terlihat aneh. Myungsoo bingung dengan perubahan sikap Jessica setelah seorang namja datang padanya. Ia semakin bingung menyadari ia tak pernah mengenal namja yang sekarang berjalan mendekat pada Jessica itu.

 

 

“Hai, Jess. Lama tak bertemu..”

 

Jessica tersenyum kaku seperti dulu. Ia merasa membeku sekaligus meleleh saat melihat senyuman Luhan-sunbaenya-.

Jessica menerima sebuket bunga yang Luhan berikan padanya. Entah apa yang Jessica rasakan sekarang hingga membuat yeoja itu melupakan Myungsoo yang tengah memperhatikannya dengan ekspresi aneh.

“Hai, sunbae”

 

Luhan menggenggam tangan Jessica yang tak memegang bunga. Ia menautkan tangan Jessica dengan tangannya.

“Aku ingin memberitahumu sesuatu”

 

Jessica sangat berharap Luhan adalah penggemar rahasianya. Jika memang itu kenyataan, ia sudah bersumpah dalam hati akan mentraktir Myungsoo pizza sebanyak-banyaknya.

“Ne? Silahkan..”

 

Luhan mengacak rambut Jessica lalu meniup poni yeoja itu.

I’m your secret admirer

 

Jessica ingin meloncat setinggi-tingginya mendengar kalimat itu. Ia ingin mendengarnya sekali lagi.

“Ne?”

 

Bukannya mengulangi kalimatnya, Luhan malah berlutut di depan Jessica seraya menggenggam tangan yeoja itu. Lagi-lagi ia menunjukkan senyuman mautnya yang sangat mempesona pada Jessica.

Will you be my girlfriend?

 

Jessica melongo. Ia masih mencerna kalimat yang baru saja diucapkan oleh sunbaenya. Sebagai yeoja yang memiliki darah Amerika, seharusnya ia bisa menangkap dengan cepat maksud kalimat tadi. Namun saking bahagianya, otak Jessica sulit mencerna kalimat Luhan tadi.

 

Melihat Jessica hanya diam, Luhan berdiri dan menatap Jessica dengan seksama.

Tangannya bergerak mendekatkan punggung tangan Jessica ke bibirnya. Luhan tersenyum lagi lalu mengecup punggung tangan Jessica cukup lama.

 

Ya, Tuhan..

Haruskah aku pingsan sekarang? Kakiku benar-benar sudah lemas..

Itulah setidaknya teriakkan bahagia Jessica dalam hati.

 

 

“Bagaimana?”

 

Jessica mengalihkan padangannya pada Luhan yang tengah memandanganya juga.

“Ehmm.. mungkin aku akan menjawabnya besok”

Entah ada apa, tapi mulut Jessica mengeluarkan kata demikian.

 

“Baiklah, aku akan menunggu jawabanmu. Dan, cepatlah pulang. Kasihan temanmu itu”

Luhan berbicara seraya menunjuk Myungsoo yang tercengang melihat drama di hadapannya.

 

*****

 

 

Disaat-saat bahagianya ini, Jessica bingung dengan sikap Myungsoo. Sejak ia mengerjainya di sekolah tadi, Myungsoo jadi sangat dingin padanya. Walau biasanya namja itu memang dingin di sekolah, namun di rumah ia tak pernah mencuekkan Jessica seperti sekarang ini.

 

Jessica yang kesal diabaikan, berjalan ke arah Myungsoo lalu duduk di depan TV yang sedang ditonton Myungsoo.

“Yak! Myuncy~!”

 

Myungsoo menatap Jessica datar. Sangat datar. Bahkan terkesan malas dan dingin.

“Wae?”

 

“Seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu! Wae geurae? Mengapa kau dingin seperti ini?”

Jessica berusaha menyembunyikan kesedihannya.

Jika suasana sudah seperti ini, ia sangat takut Myungsoo benar-benar marah padanya. Ia takut Myungsoo tidak mau berteman dengannya lagi.

 

“Memang biasanya aku seperti ini kan?”

 

Jessica menarik nafas panjang. Ia tau Myungsoo menyembunyikan sesuatu darinya. Ia tau Myungsoo sedang benar-benar marah padanya.

Yeoja itu berdiri lalu duduk di belakang Myungsoo. Ia menempelkan punggungnya dengan punggung Myungsoo.

Setidaknya ia ingat hal ini yang membuat Myungsoo bisa berbicara jujur padanya.

“Wae? Katakan padaku jika aku salah. Aku tau kau marah, Myung”  Jessica menghaluskan nada suaranya.

 

 

Myungsoo menarik nafasnya. “Pertama, kau belum memenuhi janjimu menuruti semua permintaanku. Kedua, kau tidak pernah menceritakan padaku tentang namja yang tadi sore menembakmu”

 

Jessica lega mendengar itu. Ia segera berbalik lalu menghadap Myungsoo.

Sahabatnya ini memang aneh. Ia sangat dingin dan cuek di luar, namun terkadang ia kekanak-kanakan.

“Baiklah aku akan menceritakanmu tentang Luhan sunbae..”

 

Jessica mulai bercerita panjang lebar tentang Luhan pada Myungsoo. Mulai dari A sampai Z tentang namja itu. Ia tak lupa menceritakan tentang perasaan lamanya yang sekarang tumbuh lagi pada namja itu.

“Sudah ku ceritakan, kan? Sekarang apa permintaanmu?”

 

Myungsoo menguap setelah Jessica selesai bercerita. Sebuah ide jail terlintas dipikirannya.

Setelah tadi Jessica mengerjainya, sekarang ia ingin mengerjai yeoja itu.

“Aku punya 2 permintaan”

 

“Aish~ mengapa banyak sekali? Aku sudah membelikanmu pizza tadi~”

 

Myungsoo menggeleng-geleng seraya menggoyangkan telunjuknya. Ia mengeluarkan smirknya yang aneh sambil menatap Jessica.

“Kau bilang kau mau menuruti semuanya kan?”

 

Jessica mengangguk lemas lalu kembali menatap Myungsoo.

 

“Pertama, aku mau kau menginap di rumahku. Tidur di kamar ini, bersamaku. Tidak ada penolakan!”

 

Jessica melotot mendengar permintaan gila Myungsoo. Yeoja itu siap melempar bantal ke sahabatnya yang mengatakan sesuatu yang terdengar mesum itu.

“Yak! Kau gila? Sekamar katamu?”

 

Myungsoo tersenyum jail seraya menaik-turunkan alisnya. “Kita sudah lama tidak tidur sekamar seperti dulu”

 

“Yak! Itukan dulu saat masih kecil. Sekarang kita sudah dewasa, Myungsoo!”

Jessica berbicara dengan wajahnya yang memerah.

 

 

“Kau tidak mau ku maafkan? Okay”

 

Jessica mengerang lalu menjambak rambutnya sendiri. Ini gila. Sangat gila. Tapi mau tak mau ia harus menurutinya. Jika tidak, ia akan terus dicuekan oleh sahabatnya ini.

“Ish~ geurae geurae! Permintaan terakhir apa? Ppali!”

 

Lagi-lagi Myungsoo tersenyum jahil. Sepertinya ia sudah sangat merencanakan mengerjai sahabatnya itu.

“Yang kedua. Nanti saat akan tidur, kau harus memberiku good night kiss

 

Jessica yang tadinya duduk di atas ranjang langsung jatuh mendengar permintaan kedua yang jauh lebih gila dari permintaan pertama.

Yeoja itu bangkit dari posisinya lalu melemparkan guling tepat ke wajah Myungsoo.

“Yak! Myungsoo! Mengapa kau bisa sangat mesum seperti ini? Siapa yang mengajarimu, hah?!”

Jessica berteriak keras dengan wajahnya yang semakin memerah.

 

“Tidak mau? It’s okay..

 

Jessica menoyor kepala Myungsoo dengan sandal rumahnya. Ia bingung mengapa sahabatnya bisa berubah menjadi pervert seperti ini.

“Myungsoo-ya! Dulu aku mengorbankan first kissku untukmu, apa sekarang kau mau aku memberikan second kissku juga untukmu?”

 

Myungsoo teringat kejadian 4 tahun yang lalu setelah mendengar perkataan Jessica. Dimana saat mereka masih duduk di kelas 1 Junior High School.

Saat itu Jessica terpeleset dari tangga dan ia ingin menolongnya. Karena saat itu badannya belum terlalu kuat, akhirnya Myungsoo jatuh saat menangkap Jessica. Finally, Jessica jatuh tepat di atas Myungsoo dengan bibir mereka menempel satu sama lain.

 

“Hahahahaaaaa… kejadian itu sangat sulit dilupakan!”

 

Jessica meremas bantal yang ia pegang. Ia hendak menoyorkan bantal itu, namun tangan Myungsoo menahannya. “Aku tidak menyuruhmu mencium bibirku. Aku hanya ingin kau memberiku night kiss disini”

Myungsoo menunjuk pipinya dengan santai.

 

“Aish~”

Jessica menghela nafas panjang lalu membaringkan tubuhnya di ranjang empuk Myungsoo. Tentu saja ia berbaring di sebelah Myungsoo yang sekarang tengah tertawa puas dengan kemenangannya mengerjai Jessica.

 

10 minutes later~

 

Jessica menguap panjang seraya mengucek matanya. Ia menatap Myungsoo yang sedari tadi masih menonton TV.  “Myuncy, aku tidur dulu”

 

“Yah yah tunggu. Kau belum menciumku..”

 

Jessica menyesali perkatannya berpamitan tidur tadi.  Pabbo!Seharusnya aku langsung tidur saja!

Yeoja itu menatap Myungsoo kesal. “Aish~ Ppaliwa! Aku sudah mengantuk”

 

Myungsoo mendekatkan wajahnya pada Jessica. Ia tersenyum jail lalu menutup matanya.

Ready

 

Chup~

Jessica menempelkan bibirnya ke pipi Myungsoo. Entah mengapa ia ingin menutup matanya, sama seperti Myungsoo sekarang. Namun ia tak sempat, karena Myungsoo sudah menjauhkan kepalanya.

 

Jessica menghela nafas senang. Namun helaan nafas itu menjadi tegang seketika setelah Myungsoo menarik kepala Jessica lalu mencium kedua pipi Jessica.

 

Mmuch~ Mmuch~  good night

 

Jessica melotot seraya membuka lebar mulutnya. Ia sangat terkejut dengan tindakan Myungsoo barusan.

“M-myungsoo?!”

 

 

 

TBC..

_________________________________________________________________________________________

 

43 thoughts on “[Freelance] (Between Two Hearts) (1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s