That Eyes (Sequel of Thorn)

Title                       : That Eyes (Sequel of Thorn)

Author                  : Flawless Jung

Poster                   : Icydork (mani-mani gomawoyoo <3)

Main Cast            : Jessica Jung as Jung Sooyeon

Suho as Kim Joonmyun

Chanyeol as Park Chanyeol

Son Naeun as Son Naeun

Length                  : Drabble

Genre                   : Drama , Hurt , Bittersweet , Fluff

Rate                       : PG13

Author note       : The story is mine  . Untuk beberapa readers yang bingung , mungkin bisa baca cerita sebelumnya disini part1 dan part2 . Jangan lupa tinggalin jejak yaa ^^ . Hilangkan sifat siders-mu itu kawan . Menulis FF bukan hal yang mudah . ^^

Summary             : Kau tau rasanya sakit ketika orang lain memilih pergi tapi ia meninggalkan jejak yang begitu membekas pada setiap inci memorimu ? Berharap bisa melupakannya, tapi itu bukan perkara mudah. Tapi, kenangan tetap hanya kenangan, bukan?

===

Author POV

Wanita bersurai hitam panjang bergelombang itu baru saja dibukakan perban pada matanya . Ia mengerjapkan matanya berkali-kali untuk membiasakan matanya menerima cahaya yang selama ini ia nantikan didunianya. Tampak simpul kecil menghiasi wajahnya . Jari lentiknya meraba setiap inci wajahnya, dari keningnya, lalu mata, lalu turun ke pipinya . Perlahan, ia memutar badannya menghadap kedua manusia yang sedang berdiri tak jauh dari ranjang rawatnya.

“an..nnyeong.. Jessica-ssi, Chanyeol-ssi” sapanya sambil sedikit membungkuk hormat.

“annyeong Naeun-ahh, selamat lahir lagi kedunia.”balas lelaki jangkung iyu. Sedangkan wanita disebelahnya hanya tersenyum getir . Ia tidak tau harus bagaimana sekarang. Perasaannya terlalu kacau.

“ah, gomapseumnida Chanyeol-…”

“oppa , panggil saja aku begitu , akan terlihat lebih akrab bukan?”

Pria itu memamerkan senyum terbaiknya yang dipagari giginya yang putih. Seakan sadar ada seorang lagi yang belum bersuara, Chanyeol menepuk pelan bahu Jessica, wanita dismapingnya.

“Sica-ah..”

“ah.. ne?” Wanita itu tersadar dari lamunan singkatnya. Ia menatap Chanyeol dan Naeun bergantian. Seakan mengerti tatapanChanyeol, Jessica berbalik arah menatap Naeun sambil berkata , “Chukkhae Naeun-ah”

===

Chanyeol POV

Sore itu setelah pulang dari rumah sakit tempat Naeun dirawat aku dan Jessica pergi kesuatu tempat. Tempat dimana seseorang yang teramat dicintainya beristirahat.

Sebelum kami memasuki area pemakaman, Jessica menyinggahi sebuah toko bunga yang terletak diseberang jalan. Ia membeli setangkai bunga matahari yang sedang mekar-mekarnya. Warna kuning yang sangat kontras itu sangat cantik.

Setelah sampai di depan makam Joonmyun, ah tidak Suho, kurasa nama itu lebih cocok untuknya, Jessica meletakkan bunga matahari tersebut diatas gundukan tanah yang masih basah. Ia merangkapkan kedua belah tangannya lalu berdoa didepan makam Suho.

Aku hanya bisa menemaninya seperti ini. Semenjak kepergian Suho, Jessica semakin menjadi pendiam. Dia tidak lagi menangis parah atau merengek, dia hanya menjadi sangat pendiam, dan itu bukan dirinya.

“Joonmyun-ah~ apa kabar?” perkataan Jessica membuyarkan lamunanku. Ia sedang berbicara dengan pria yang masih menjadi nomor 1 dihatinya.

“kau pasti baik-baik saja kan? Pasti banyak malaikat yang menjadi temanmu. Kau beruntung sekali. Dasar orang baik. Hehe” Jessica muali menaikan tangannya . Meraih nisan Suho dan mengelusnya sayang dan ditemani senyuman yang terlihat terpaksa.

“kenapa orang baik selalu pergi secepat ini, huh? Kau sebenarnya jahat Joonmyun-ah. Kau pergi sebelum aku menyatakan perasaanku. Kau pergi tanpa memperdulikan aku, teman macam apa kau?”

Sekarang ia tampak kesal dengan berperangai seolah-olah nisan itu hidup dengan meninju-ninju kecil nisan itu, seolah melampiaskan perasaanya yang sudah terlalu berat ia tahan sendiri.

Kepalanya sekarang ia tundukan, tak lama lagi ia pasti akan menangis. Bahunya mulai bergetar, isakan kecil mulai terdengar. Aku hanya bisa melihat dan mendengar tanpa bisa membantu sama sekali. Tapi hei , aku bukannya jahat, aku hanya tidak tau harus bagaimana bersikap.

“Joonmyun-ah, setelah tau kau oppanya Naeun, tapi mengapa hati ini masih sakit saat mengingat kau menciumnya? Taukah kau , aku cemburu. Sangat. Dan sekarang kau pergi tanpa menjelaskan kepadaku apa arti ciuman itu, kau..hiks..kau jahat.. hiks”

Pertahanannya roboh, sekarang ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, lalu menangis seperti anak kecil. Aku merapatkan tubuhku kesampinya. Meraih kepalanya, lalu meletakkannya pada dadaku, aku tidak bisa membantu banyak. Mungkin dengan begini ia akan lebih tenang. Setidaknya ia menyadari, bahwa aku ada disetiap detik untuknya.

Kuelus pelan puncak kepalanya, membantunya untuk lebih tenang. Perlahan akun merasa guncangan akibat nangis itu terhenti. Kuangkat kepalanya, dan mendapati ia sedang tidur. Cih, selalu saja seperti ini. Dasar.

Flashback

“jauhkan ! Jauhkan benda aneh itu dariku!” Jessica sedang berlari didalam kelas.

“apa ada yang aneh dengan ini? Ini hanya Timun Jess” aku mengancungkan benda itu kearahnya

“ya! Park Chan Yeol! Jauhkan !! Aku benci itu!” Ia sekarang terpojok disudut kelas. Siswa lain hanya melihat kami sambil menggelengkan kepala mereka. Pemandangan seperti ini sudah seperti sinetron yang tidak ada habisnya.

Aku menyentuhkan timun pada telapak tangannya. Wajahnya memerah. Kurasa ia akan segera meledak. Tak puas hanya begitu kembali kusentuhkan timun itu pada pipi kirinya . Sontak ia berteriak keras.

“KYAAA!!!”

“hei, slow Jess..”

Perkataanku berhanti ketika melihat kedua mata indahnya berair. Ya Tuhan, aku membuatnya menangis.

“hiks..hikss.. kau jahat..”

Aku hanya bisa menonton dengan bodoh, tanpa bisa berbuat apapun. Wajah cantiknya sudah pucat. Kurasa, aku benar-benar keterlaluan.

BRUK!

Suara apa itu? Kupicingkan mataku, semoga aku tidak salah lihat, Jessica pingsan!

“ya! Park Chanyeol! Kau apakan Jessica?” Suara itu. Suara Joonmyun, siketua kelas. Dengan sigap ia mengangkat tubuh ramping Jessica dan membawanya keruang UKS. Sekarang perasaan bersalah menyelimutiku.

===

Ini sudah saatnya pulang. Tapi Jessica dan Suho masih belum kembali dari UKS. Apa terjadi hal yang parah sehingga mereka begitu lama didalam sana? Aku meraih task u serta tas Jessica dan Suho. Membawa 2 tas itu ke UKS, sekalian aku ingin minta maaf pada Jessica.

Dari jauh tampak pintu UKS yang terbuka. Aku hendak masuk kedalam, tapi perbincangan akrab mereka menghentikan niatku. Aku memilih berdiri didepan pintu dulu, sambil menguping.

“Maafkan Chanyeol ya Jessica..” itu suara Suho

“tidak akan , dia sudah keterlaluan Joonmyun-ah..” ah, rupanya Jessica sudah sadar. Syukurlah.

“Mungkin itu adalah caranya untuk mendekatimu, haha”

“bicara apa sih kamu?”

“tuh , pipimu mulai memerah. Ketahuan kau nona Jung”

“yah! Pipiku memang merah dari sananya. Kau ini. Sini! Mau kucubit ya?”

“hahaha.. ampun ampun Ice Princess . hahaha . hentikan, itu geli”

“rasakaaannnn.. hiyaaaaa. Hahahaa”

“hahahaha..”

Kuhembuskan nafas beratku. Mereka sangat dekat. Sangat cocok malah. Kadang aku iri pada Joonmyun yang disukai setiap orang, termasuk Jessica.

===

BUKK!

“appoooo~ Yak Jessica!” kuelus kepalaku yang terasa ditimpuk berapa kilo buku yang berada ditangan tersangka, siapa lagi kalau bukan Jessica.

“mehrong~” dia menjulurkan lidahnya untuk mengejekku.

“yak!!” aku menatapnya marah. Tapi sepertinya itu tidak berpengaruh

“anyway, thanks ya Yeoliee~”

Huh? Thanks ? Terimakasih?

“untuk apa? Karena membuatmu pingsan kemarin?” Aku menatapnya heran

“BINGO!”

“eh? Dasar yeoja aneh. Berterima kasih setelah dibuat pingsan? Ckck”

“bukan itu titik pentingnya! Kau tau, karena aku pingsan Joonmyun menjagaku hingga aku sadar. Kau tau rasanya dijaga oleh seseorang yang kau sukai? Kami hanya berdua di UKS saat itu, berdua! Kau bayangkan! Haha.. Aku harus memintamu untuk membuatku pingsan setiap hari agar aku bisa berduaan lagi dengan Joonmyun. Hhaha”

Ternyata benar. Jessica menyukai Joonmyun. Aku tidak merespon perkataanya yang cerewet itu. Entah kenapa, rasanya pedih. Aku memilih untuk berjalan tanpa merespon ucapannya.

“Dan kau tau , semalam dia mengantarku pulang dengan motornya. Itu sangat romantic . Aku bahkan memeluk pinggangnya. Joonmyun pria yang baik. Yah! Kau juga harus seperti Joonmyun. Bukannya malah sibuk mengerjaiku”

Aku benar-benar panas sekarang. Aku berhenti melangkah dan menatap iris matanya.

“Jangan samakan aku dengan dia, Jess. Dan, jika aku bisa memperlakukanmu seperti Joonmyun memperlakukanmu, apa kau bisa menyukaiku juga? Huh? Bisa?”

Kurasa aku lepas kendali kali ini . Setelah menyadari ucapanku aku beranjak dari situ, meninggalkan ia yang bingung sendiri

Flashback END

===

Jessica POV

Aku mengerjap-kerjapkan mataku. Aku rasa mungkin mataku bengkak karena terlalu banyak menangis tadi. Kulihat sekelilingku. Sekarang aku ada didalam mobil. Ugh.. aku memperjelas mataku, ternyata Park Chanyeol yang sedang menyetir.

“kau sudah sadar?”

“eungh.. yaa.. thanks”

“hilangkan kebiasaanmu yang sering pingsan itu, jika aku orang jahat, kaun pasti sudah celaka Miss Jung”

“n..nee”

Seorang Chanyeol mengkhawatirkanku. Ini bukan pertama kalinya. Sudah sering ia memperhatikanku, tapi entahlah. Mungkin aku terlalu buta pada cintaku terhadap Joonmyun.

Kami diam disepanjang jalan. Dia focus pada jalanan dan aku hanya menyenderkan tubuhku dengan malas. MAsih terekam jelas detik terakhir seorang Kim Joonmyun. Aku merindukannya.

“Gwenchana Jess?”

Tanpa terasa aku kembali menangis. Chanyeol menyadarinya. Dia bahkan mengetahui setiap detail perasaanku. Termasuk rasa cinta ini pada Joonmyun.

“nee, nan gwenchana..”

===

“bersiaplah, sebentar lagi aku akan sampai”

“nee..”

“ok. Bye”

“bye..”

Pip

Aku mematikan sambungan telefon. Hari ini hari minggu. Aku dan Chanyeol akan mengunjungi Naeun untuk yang kesekian kalinya. Aku menuju cermin, meraih sisir dan merapikan rambutku. Mengumpulkannya menjadi satu dan mengepangnya.

Tak lama, suara klakson mobil terdengar. Itu pasti Chanyeol.

“eomma.. aku keluar bersama Chanyeol . Jangan khawatir, aku akan pulang sebelum jam 9 malam. Bye Bye”

“nee sweetheart, hati hati.” Teriak eomma dari dapur.

Aku meraih sandal flatshoesku yang berwarna biru. Mengenakannya lalu membuka pintu dan menuju gerbang depan. Dan benar, itu mobil Chanyeol.

“maaf menunggu lama Yeolie..”

“tidak apa-apa”

Hari ini dia tampan. Dengan rambut yang sudah ia potong sedikit pendek dan rapi seakan menunjukkan sisi maskulinnya. Dengan Kemeja putih bersih dan celana bahan berwarna abu-abu , ia bagaikan member sebuah grup idola.

Huh! Apa aku bodoh? Apa yang sedang aku pikirkan? Dasar!

===

Kami sudah sampai dikamar Naeun, sebelumnya kami sudah membeli beberapa buah-buahan segar di kantin rumah sakit. Saat masuk kekamarnya kami mendapati Naeun sedang menonton TV. Ia tersenyum senang saat menyadari kehadiran kami.

“annyeong naeun-ah” sapa kami kompak.

“annyeong eonni, oppa !!”

“ini ada beberapa makanan untukmu”

Naeun langsung melompat dari kasur dan meraih bungkusan makanan dan sekeranjang buah-buahan tadi.

“aigoo, tidak usah serepot ini. Gomawo oppa, Gomawo Eonni”

Matanya menatapku. Mata itu. Mata Joonmyun. Aku masih belum terbiasa. Rasanya, setiap mata itu menatapku, seakan terasa Joonmyunlah yang menatapku. Spontan tubuhkun menegang. Chanyeol dan Naeun menyadari gelagat anehku. Mereka bertatapan menatapku.

“e..eonni gwnchana?”

Mata itu . lagi lagi mata itu lagi . Aku sudah tidak sanggup. Aku menutup mulutku dengan telapak tanganku dan berbalik kearah pintu kamar. Aku melangkahkan kakiku. Aku berlari meninggalkan Chanyeol dan Naeun.

===

Author POV

Wanita itu menghentikan langkahnya pad ataman belakang rumah sakit. Ia membuka telapak tangannya yang sedari tadi ia gunakan untuk menahan isakannya. Ia ingin menangis sepuasnya dulu disini.

“igoo..”

Seseorang menyodorkan sebuah sapu tangan berwarna abu-abu. Pria itu Park chanyeol. Ia menyusul Jessica setelah tau yeoja itu melarikan diri. Sekarang  mereka duduk disebuah kursi panjang secara berdampingan. Chanyeol masih diam, sedangkan Jessica sedang berusaha menghentikan tangisannya.

“apa kau tidak capek, Jess?” pria itu muali membuka suara.

“mak..maksudmu?” sedangkan wanita itu hanya menatapnya heran

“berhentilah untuk lari dari kenyataan. Joonmyun sudah tidak ada Jess. Itu , itu memang mata Joonmyun, tapi ia menyerahkannya pada satu-satu dongsaeng yang dimilikinya. Berhentilah berfantasi bahwa yang menatapmu adalah Joonmyun. Kau harus belajar untuk itu. Lupakan perasaanmu.”

Jessica hanya bisa tertunduk lemas. Otaknya masih bisa mencerna perkataan Chanyeol. Ia selama ini hanya lari dari kenyataan. Pelarian yang tak berujung, seperti seorang pengecut.

Sekarang Chanyeol mengarahkan duduknya untuk menghadap Jessica. Ia memegang bahu wanita itu dan mearik dagu Jessica keatas, agar ia bisa menikmati manik indah dari mata Jessica.

“tidak bisa kah kau tatap aku kali ini Jess? Aku tau ini terlalu cepat, tapi aku tidak bisa menahannya lagi. Kau berada sangat dekat denganku. Tapi aku tidak bisa menyentuhmu, aku tak bisa memelukmu. Aku merasa tubuhmu terbentengi sesuatu. Kumohon Jessica, berikan aku satu kesempatan untuk menggantikan posisi Joonmyun dihatimu”

Jessica manatap tajam kearah Chanyeol, ia sedang berusaha mencari kebohongan dari manik mata pria tersebut. Nihil. Ia tidak menemukannya. Tampak sekali pancaran kesungguhan dari pria itu.

“aku tidak memaksakan untuk melupakan Joonmyun, bagaimanapun ia adalah bagian dari masa lalumu . Kenanganmu. Tapi kenangan hanyalah kenangan,bukan? Aku.. Aku menyayangimu , ani.. aku mencintaimu Jessica , aku ..”

GREP

Perkataan pria itu terhenti karena sosok wanita itu tiba-tiba memeluknya. Pria itu terkejut dengan perlakuan wanita itu. Ia hanya diam membiarkan wanita itu memeluknya.

“bantu aku.. bantu aku untuk melupakan perasaanku. Bantu aku untuk mencintaimu..”

Pria itu berkedip beberapa kali. Ia memastikan bahwa indra pendengarnya tidak rusak tiba-tiba. Seulas senyum terpancar setelah ia berhasil meyakinkan dirinya sendiri . Wanita itu , Jessica memberikannya kesempatan untuk menggantikan Joonmyun, dan ia ingin Chanyeol membuatnya mencintainya.

“nee.. nee.. aku bersedia Sica-ah” pria itu lantas membalas pelukan yeoja-nya. Yah, yeojanya.

===

EPILOG

“joonmyun-ahhh~ aku bawa kejutan untukmu”

Wanita itu tersenyum jahil pada gundukan tanah dan nisan didepannya, seakan ia sedang berbicara pada empunya.

“tadaaaa! Ini dia kejutannya!”

Seketika wanita itu mendorong seorang pria, sehingga pria itu jatuh berlutut didepan nisan yang bertuliskan nama KIM JOONMYUN.

“yah! Wae?” pria itu tampak kesal sambil menatap balik ke wanita yang mendorongnya.

“yak! Kau harus berjanji pada Joonmyun bahwa kau tak akan mengerjaiku lagi” seru si wanita sambil melipat kedua tangan didepan dada. Sedangkan sipria kembali menatap nisan yang beberapa bulan terakhir ini mereka kunjungi.

“annyeong Junmahao! Hahaa . maaf maaf . Hmm. Aku dan Jessica berpacaran , ini sudah bulan ketiga. Dan kau tau apa? Wanita itu susah dimengerti , galak dan kasar” kata Chanyeol pada nisan Joonmyun sambil berbisik.

“yak! Jangan mengataiku Park Chanyeol!”

“hahaha.. nee .. ehm.. Pertama-tama , apakah kau baik-baik saja disana? Tentu kau baik-baik saja, kau kan dikelilingi malaikat. Aku disini ingin berjanji padamu, bahwa aku Park Chanyeol, akan berhenti mengusili si ice princess Jessica Jung. Aku juga akan membuang segala jenis barang berbentuk timun, melon dan semacamnya. Dan, aku akan menjaga dia yang kau tinggalkan. Aku akan mencintainya, menjaganya, dan bahkan mempertaruhkan nafasku untuknya, untuk Jessica Jung. Terima kasih Joonmyun-ah atas doa-mu, meski aku tak tau apakah kau pernah mendoakan kami. Kekeke. Pokoknya terimakasih telah menyisakan satu malaikat untukku, malaikat yang paling cantik, Jessica Jung. Sekali lagi, terimakasih”

===

END

Bahahahahaa .. Fanfict ini hampir kadaluarsa kalau tidak dikeluarkan dari hardisk-ku. TT^TT #poormyfanfict

Dan bagi para readers, menurut kalian ini bagamana ? ada yang kurangkah ? ><

Ah , maaf jika ada typo bersileweran, karena aku tidak membaca ulang setiap FF yang selesai kuketik. Dan jangan lupa komentar yaa^^

Don’t be SIDERS please ! bikin FF itu susah ! ok thanks .

Salam Damai

13 thoughts on “That Eyes (Sequel of Thorn)

  1. Aigo .. Jessica eonni sampai pingsan karena timun😀 sedih baca nya😦
    Author nya paling bisa klu udh buat readers nya sedih😦 DAEBAK :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s