[Freelance] (Between Two Hearts) (2)

Between-two-hearts--

Title                 : Between Two Hearts

Author             : Flower Girl

Length             : Chaptered

Rating             : PG15+

Genre              : Romance, Friendship, Angst

Main cast         :

  • Jessica Jung
  • Kim Myungsoo (L)
  • Lu Han

Other cast        : find in the story🙂

Disclaimer       : My original storyline. Don’t be a PLAGIATOR!!

 

Note                :

Thank you so much, buat readers yang udah comment di chapter 1. Aku jadi semangat buat lanjutin FF ini.

Maaf ya gabisa bales semua.  Author orang sibuk *wehh

Oke deh..

Enjot it and leave a comment ^_~

_________________________________________________________________________________________

 

 

>>Preview..

 

Jessica menghela nafas senang. Namun helaan nafas itu menjadi tegang seketika setelah Myungsoo menarik kepala Jessica lalu mencium kedua pipi Jessica.

 

“Mmuch~ Mmuch~  good night”

 

Jessica melotot seraya membuka lebar mulutnya. Ia sangat terkejut dengan tindakan Myungsoo barusan.

“M-myungsoo?!”

 

____________________________________________________

Chapter 2

 

 

Jam masih menunjukkan pukul 5.30 pagi. Tidak seperti biasanya, Jessica si ratu tidur sudah bangun. Wajahnya nampak tak tenang ketika bangun tidur.

Bagaimana tidak, ia tidur satu kamar dengan seorang namja. Bahkan satu ranjang.

 

“Oh my, mengapa ia jadi gila seperti ini”  gumam Jessica.

Ia menatap Myungsoo yang tidur memunggunginya. Dalam hatinya Jessica terpesona dengan tubuh gagah Myungsoo. Walau hanya nampak dari belakang, Jessica tau Myungsoo memiliki tubuh yang bagus.

 

“Ish~ mengapa pikiranku jadi begini”  Jessica menoyor kepalanya sendiri. Ia menggeleng-geleng tak jelas lalu beranjak turun dari ranjang Myungsoo.

Aneh tapi nyata, Jessica si tukang tidur mandi pagi pukul 5.30

 

*****

 

Seperti biasa, Jessica berangkat sekolah bersama Myungsoo. Namun hari ini, rasanya berbeda dengan hari-hari yang lalu.Jessica merasa sedikit canggung setelah Myungsoo menciumnya kemarin. Ia bingung sendiri karena dulu Myungsoo juga pernah mencium pipinya beberapa kali dan rasanya biasa saja. Tapi hari ini Jessica merasa aneh. Sangat aneh. Ia merasa malu jika mengingat kejadian semalam itu.

 

Sepanjang perjalanan dari halte menuju sekolah, tak ada seorang pun yang membuka pembicaraan. Mereka berdua asyik dengan pemikiran masing-masing.

Jessica yang masih merasa malu, dan Myungsoo yang entah memikirkan apa.

 

Setelah sekitar 5 menit berjalan, mereka berdua sampai di sekolah. Hari ini memang sangat canggung bagi keduanya. Buktinya mereka yang setiap hari masuk gerbang bersama sekarang malah berjalan sendiri-sendiri.

Terutama Jessica yang sekarang berlari masuk ke gerbang dahulu tanpa mengucapkan sepatah katapun.

 

“Ada apa dengannya? Mengapa ia tak secerewet biasanya?”

Myungsoo bingung dengan tingkah Jessica hari ini. Ia hanya bisa menaikkan bahunya tak tau lalu bergegas masuk ke sekolah.

 

***

 

Hari ini murid kelas 2 C sedang dalam mata pelajaran olah raga. Mereka semua pergi ke lapangan basket untuk melakukan pelajaran olah raga.

Setelah 60 menit penuh mereka olah raga, sang sengsaenim mempersilahkan mereka berolah raga bebas atau beristirahat.

 

Jessica yang duduk beristirahat di tepi lapangan basket merasa risih karena sejak tadi Myungsoo menatapnya. Entah mengapa ia merasa malu jika menatap Myungsoo sekarang.

 

“Ada apa denganmu?”

 

Jessica menoleh mendengar sebuah suara. Ia terkejut mendapati Myungsoo yang tiba-tiba sudah berada disampingnya. “A-aku? Aku tidak apa-apa”

 

Myungsoo menatap mata Jessica menyelidik. Ia tau Jessica menyembunyikan sesuatu. Ia sudah berteman dengan Jessica selama 5 tahun. Ia sangat kenal dengan yeoja itu. “Kau menyembunyikan sesuatu dariku?”

 

“Ani”

 

Jawaban singkat Jessica membuat Myungsoo diam. Ia memilih menyerah dari pada nanti ia berdebat dengan Jessica di depan teman-temannya. Myungsoo lebih memilih menjadi dingin di sekolah.

“Geurae~”

 

Jessica menatap punggung Myungsoo yang menjauh darinya. Ia menghela nafas lega seraya mengelap keringatnya. Mengapa aku jadi begini padanya?

Jessica memukul-mukul kepalanya sendiri.

 

*****

 

Jessica menyeruput milkshakenya seraya membolak-balik majalah yang ia baca. Ia merasa ada yang kurang sekarang. Yaitu Myungsoo.

Setiap hari, setiap jam, Myungsoo selalu menemaninya kemanapun ia pergi begitu juga sebaliknya. Namun sekarang, Myungsoo menghilang entah kemana. Bahkan setelah jam pelajaran olah raga tadi, namja itu sudah tak menunjukkan batang hidungnya.

“Sepi juga tidak ada dia”

 

“Tidak ada siapa?”

 

Jessica mengerutkan dahinya. Ia berusaha mengenali suara yang baru saja ia dengar.

Itu tidak mungkin suara Myungsoo. Aku sangat kenal dengan suara anak itu..

 

Jessica membalikkan badannya dan terkejut melihat seseorang yang berdiri di belakangnya seraya mengumbar senyum padanya.

“L-luhan sunbae?”

 

Namja yang ternyata Luhan itu berjalan lalu duduk disamping bangku yang ditempati Jessica. Ia tersenyum manis pada yeoja itu.

“Siap memberi jawaban?”

 

Jessica mengumpat dalam hati. Bagaimana ia bisa lupa harus memberikan jawaban pada sunbae imut tersebut.

Ia tersenyum kaku pada Luhan sambil meletakkan milkshake dan majalahnya.

“N-ne”

 

“Jangan gugup, Jess. Ini hanya aku. Aku tidak akan memakanmu”

Luhan mencubit hidung Jessica gemas lalu melanjutkan perkataannya, “Aku tidak makan yeoja secantik dan semanis dirimu”

 

Semburat merah tergambar jelas di wajah Jessica. Yeoja itu menundukkan kepala lalu menutup kedua pipinya dengan tangan.

“Sunbae~”

 

Luhan tertawa melihat reaksi Jessica yang menurutnya sangat lucu. Ia pun menarik tangan Jessica lalu menatap yeoja yang masih menunduk tersebut.

“Sudah-sudah. Sekarang apa jawabanmu? Aku sudah tidak sabar”

 

Jessica mendongak perlahan. Menatap Luhan yang tersenyum padanya.

Ya, Tuhan. Dia sangat sempurna!

Jessica tak mengeluarkan sepatah katapun. Ia hanya mengangguk-angguk malu pada Luhan.

 

“Gomawo~” Luhan menarik tubuh Jessica lalu membawa yeoja itu dalam pelukannya.

Jessica yang terkejut hanya bisa membeku seraya tersenyum. Perlahan ia membalas pelukan namja yang sekarang telah resmi menjadi namjachingunyaitu.

 

Oh, God! Jeongmal gamsahabnida~!

 

Jessica merasakan jantungnya berdebar tak beraturan dan darahnya berdesir. Semburat merah yang tadi muncul kini semakin nampak jelas.

Ia masih dalam keadaan yang sama. Yaitu berpelukan dengan Luhan.

 

Di seberang taman, sepasang mata yang biasanya terlihat berkarisma kini menatap pemandangan dihadapannya dengan mata sayu.

Pemilik mata tersebut meremas buku yang ia bawa lalu bergegas meninggalkan tempat itu.

 

***

 

Jessica terlihat berbeda hari ini. Bukan karena penampilannya, melainkan karena tingkahnya. Sejak istirahat tadi, yeoja itu sangat suka tersenyum sambil memegangi kedua pipinya yang nampak merah. Hal itu membuat teman sebangkunya gerah untuk tak bertanya padanya.

 

“Kau gila ya?”

 

Jessica menatap Myungsoo masih dengan senyumannya. “Aku sangat gila hari ini”

 

Myungsoo menaikkan sebelah alisnya. Ia bingung dengan tingkah Jessica hari ini, ia juga tambah bingung mengingat tadi pagi Jessica masih nampak kaku padanya.

Namja itu menggaruk kepalanya lalu mengalihkan pandangan pada seongsaenim yang sedang mengajar.

Dasar yeoja aneh!

 

*****

 

Myungsoo sangat risih dengan tingkah Jessica hari ini. Bayangkan saja, sejak keluar dari gerbang sekolah sampai sekarang mereka ada di depan rumah masing-masing, Jessica masih saja tersenyum seperti orang gila. Myungsoo jadi merasa malu berjalan bersama Jessica.

 

“Yak! Jessi, kau ini kenapa sih? Sejak tadi tersenyum seperti orang gila. Kau tak tau semua orang menatapku. Dikira aku berjalan dengan orang gila!”

 

Jessica yang masih tersenyum menatap Myungsoo tajam. Namun tatapan itu berubah ceria seperti biasa setelah ia melihat wajah kesal Myungsoo. “Mianhae, Myuncy. Kau pulang dulu, aku akan ke rumahmu dan menceritakan semuanya”

Jessia menepuk pundak Myungsoo lalu berlari ke rumahnya.

 

Myungsoo menatap kepergian Jessica dengan tatapan sayu. Ia tersenyum kecut lalu membalikkan badan menuju rumahnya yang berhadapan langsung dengan rumah Jessica.

 

***

 

Seperti yang ia katakan, Jessica datang ke rumah Myungsoo. Seperti kebiasannya setiap hari, yaitu bertamu ke rumah Myungsoo untuk apa pun. Entah untuk belajar, bermain, bertemu anjing kesayangan Myungsoo, atau pun mengganggu Myungsoo belajar.

 

Jessica mengetuk pintu rumah Myungsoo. Ia terlihat mengenakan kaos berwarna hijau dan hot pants abu-abu. Membuatnya tampak imut ditambah rambutnya yang dihiasi bandoearcat.

Pintu rumah terbuka, menampakan sosok yeoja dengan pakaian pelayan.

 

“Nona Jessica, silahkan. Tuan sedang ada di kolam renang”  ujar pelayan Myungsoo pada Jessica.

 

“Gomawo, Min Ahjumma.”

Setelah mengucapkan kata itu, Jessica berjalan masuk ke rumah Myungsoo.

Ia sudah sangat hafal dengan rumah orang yang telah bersahabat dengannya selama 5 tahun itu. Ia tidak akan pernah tersesat di rumah mewah milik Myungsoo itu.

Tak sampai 1 menit, Jessica sampai di tempat dimana Myungsoo berada.

 

“Ah~ dia sedang berenang rupanya”

Jessica berjalan ke tepi kolam renang lalu memperhatikan Myungsoo yang tengah berenang.

Terselip rasa malu melihat Myungsoo yang topless. Namun Jessica segera mengilangkan perasaan itu, ia ingat ia sudah punya namjachingu.

 

“Myungie~”

Jessica mencelupkan setengah kakinya ke dalam air lalu menciprat-cipratkan airnya pada Myungsoo yang masih konsen berenang.

 

Myungsoo memunculkan(?) kepalanya ke permukaan setelah mendengar suara Jessica. Ia melepas kacamata renangnya lalu menatap Jessica yang tengah mencipratkan air padanya. Sekilas ia tersenyum melihat Jessica tersenyum padanya.

 

“Myungie~ Sini~”

 

Myungsoo berenang memenuhi panggilan Jessica. Dengan cepat ia sudah berada di hadapan Jessica yang tadinya ada di seberang tempat ia berdiri.

“Wae?”

 

Jessica mengeluarkan kakinya dari air lalu mengulurkan tangan pada Myungsoo.

“Kau mau dengar ceritaku tidak?”

 

Myungsoo menatap Jessica dan tangan yeoja itu bergantian. “Ya aku mau dengar ceritamu, tapi aku tak yakin dengan tanganmu.”

 

Jessica menatap tangannya bingung. “Wae?”

 

“Kau tidak akan kuat mengangkatku”

 

Jessica cemberut mendengar jawaban Myungsoo yang terdengar meremehkan.

“Yak! Aku ini suka tinju. Aku pasti kuat! Sudahlah ayo keluar!”

 

“Aku sudah memberitahumu, Jessi”

Myungsoo menerima uluran tangan Jessica. Ia berusaha menarik dirinya agar bisa keluar dari kolam.

Namun yang terjadi..

 

BYUR~

Seperti yang Myungsoo duga, Jessica pasti tidak kuat menarik tubuh kekarnya. Dan Jessica pun berakhir basah di kolam renang bersama Myungsoo.

 

“Yak! Myungsoo~~!!”  Jessica berteriak seraya memeluk Myungsoo dari belakang. Jessica sangat takut jika tenggelam di kolam renang 2 meter itu.

 

Myungsoo terkekeh puas lalu menggendong Jessica di punggungnya menuju tangga kolam. Ia senang bisa membalas kekesalannya pada Jessica. Entah kekesalan karena apa.

 

Jessica menoyor kepala Myungsoo setelah ia keluar dari kolam. Yeoja itu menggembungkan pipinya lalu mengalihkan pandangan dari Myungsoo.

“Aku tidak jadi menceritakannya padamu. Aku kesal padamu, Myung!”

 

Myungsoo tetap terkekeh. Ia tak menghiraukan Jessica yang kesal padanya. Pura-pura kesal tepatnya.

Namja itu berjalan ke arah kursi di tepi kolam lalu mengambil handuk untuk mengeringkan badannya. Ia menatap Jessica yang masih duduk di tangga kolam. Ia pun menghampiri yeoja itu lalu membungkus(?) Jessica dengan handuk.

“Ayo keringkan badanmu, Dolphin!”

 

***

 

Jessica menatap Myungsoo tetap dengan pandangan kesal. Karena namja itu menariknya ke kolam, ia harus memakai baju namja itu lagi.

“Myung, aku tidak suka bajumu!”

 

Myungsoo yang masih mengancingkan bajunya menatap Jessica dari pantulah cermin. Ia tersenyum mengejek lalu membalikkan badannya.

“Aku sudah memperingatkanmu, Jung. Lain kali dengarkanlah Ice Princemu ini.”

 

Jessica melemparkan bantal pada Myungsoo dan tepat mengenai kepala namja itu. “Ish~~!!”

 

“Ayo ceritakan apa yang akan kau ceritakan”

Myungsoo duduk di sofa disamping Jessica duduk. Ia menatap Jessica yang tengah meminum teh hangat.

 

“Oke, tapi kau tidak boleh menyela”

Jessica meletakkan tehnya di meja. “Aku baru saja memiliki first boyfriend” Jessica mengucapkannya dengan nada bangga dan bahagia. Ia menatap Myungsoo sejenak yang terlihat mendengarkan dengan baik.

 

“Orang itu adalah penggemar rahasiaku. Yang kemarin sore itu”

 

Myungsoo menatap Jessica datar. Berlagak seolah ia mendengarkan dengan serius. Padahal.

 

“Lu Han. Luhan sunbae yang sangat manis dan tampan. Sangat baik hati dan perhatian.”  Jessica tersenyum lalu ia melirik pada Myungsoo lagi.

“Tidak seperti dirimu yang dingin, menyebalkan, dan tidak peka”

 

Myungsoo kini menautkan dua alisnya saat Jessica melontarkan perkataan itu. “Hey, bukannya kau yang tidak peka?”

 

“Kapan aku tidak peka padamu?”  Jessica balik menautkan alisnya sambil menatap Myungsoo.

 

“Aniya”

 

Jessica berdecak lalu kembali tersenyum mengingat kejadian yang tadi ia alami di sekolah.

“Aku harap aku bisa selamanya bersama Luhan”

 

“Semoga saja”

 

*****

 

Hari ini Jessica nampak berbeda dengan penampilannya. Ia yang biasanya menguncir rambutnya kini menggerai rambut emasnya. Ia yang biasanya memakai aksesoris serba pink sekarang merubahnya menjadi netral seperti putih, hitam, dan abu-abu. Dan yang mengejutkan, ia yang biasanya berangkat naik bus bersama Myungsoo, kini memilih diantarkan sopirnya.

 

Myungsoo menghampiri Jessica yang datang lebih pagi darinya. Namja itu bingung dengan Jessica hari ini. Sangat bingung.

“Ada apa denganmu?”

 

Jessica menatap Myungsoo. “Maksudmu?”

 

Myungsoo meletakkan tasnya di kursi sebelah Jessica, namun tangan Jessica menahannya.

“Wae?”  tanya Myungsoo

 

“Hari ini aku ingin duduk dengan yeoja. Yahh.. jaga-jaga agar namjachinguku tidak cemburu kan?”

 

Myungsoo melongo mendengar jawaban Jessica. Ia terkejut dengan perkataan itu. Baru kali ini Jessica menolak duduk satu meja dengannya.

Myungsoo akhirnya menarik kembali tasnya lalu memindahkannya ke meja sebelah meja Jessica.

Ada apa lagi dengannya?

 

***

 

Saat bel istirahat berbunyi, Jessica bergegas meninggalkan kelasnya. Ia berjalan menuju kantin untuk menemui seseorang. Siapa lagi jika bukan namjachingunya?

Yeoja itu membenahi poninya sebentar setelah melihat Luhan sedang berkumpul bersama teman-temannya. Setelah merasa lebih baik, Jessica menghampiri Luhan dkk.

 

“Annyeonghaseyo~”  sapa Jessica manis pada Luhan dkk.

 

Luhan yang melihat Jessica segera turun dari meja yang tadi ia duduki. Ia menarik kursi untuk Jessica duduk.

“Hai, Princess”  balas Luhan seraya mempersilakan Jessica duduk.

 

“Wow wow~  manis sekali”  ujar salah satu teman Luhan.

Jessica tersenyum malu seraya memperhatikan satu per satu teman Luhan. Ia menghitung semua teman Luhan yang berjumlah dua belas ditambah Luhan. Sangat banyak untuk sebuah geng.

Apa mereka dari handsome community? Tidak ada yang jelek satu pun!

 

“Kenalkan, dia yeojachinguku. Jessica Jung dari 2C”  Luhan memperkenalkan Jessica pada teman-temannya.

 

“Annyeonghaseyo, Sunbaenim. Jessica imnida”  ujar Jessica manis.

Ia sadar beberapa yeoja menatap tajam padanya karena ia berada diantara 12 handsome communiy. Namun ia tak peduli itu. Ia telah terhipnotis dengan kedua belas namja tampan dihadapannya. Terutama Luhan.

 

“Jess, di sebelahmu Kai, Chanyeol, Sehun, Baekhyun, dan Chen. Di depanmu Kris, Tao, Lay. Di sebelahku Suho, Minseok, dan Kyungsoo.”

 

Mendengar nama Kyungsoo, Jessica teringat seseorang.

“Kyungsoo?”

 

Namja bernama Kyungsoo menatap Jessica heran. “Ada apa? Kau pernah mengenalku sebelumnya?”

 

“Aniya. Namamu hampir sama dengan nama temanku.”  Jawab Jessica.

 

Luhan yang penasaran langsung bertanya. “Siapa? Namja yang bersamamu tempo hari itu?”

 

Jessica mengangguk. “Ne. Namanya Myungsoo.”  Jessica mengedarkan pandangannya ke seluruh kantin. Dan ia pun menemukan sosok Myungsoo yang sedang makan di meja yang tak jauh dari mejanya.

“Itu dia”  Jessica menunjuk ke arah Myungsoo.

 

Kedua belas pasang mata pun mengikuti arah telunjuk Jessica. Menampakkan sesosok namja tampan yang sedang makan ramyun dengan headset yang menancap di telinganya.

 

“Ooh~”  ujar teman-teman Luhan bersamaaan.

 

***

 

“Hari ini saya akan memberikan tugas kelompok”

 

Seluruh murid kelas 2C mendengus mendengar perkataan Song seongsaenim. Selalu saja memberikan tugas yang aneh-aneh.

 

“Satu kelompok dua orang. Jika bisa satu meja saja”

 

Jessica dan Myungsoo melirik kursi kosong disamping mereka masing-masing. Yah.. mereka sama-sama duduk sendiri di bangku belakang.

Teman-teman tidak ada yang mau duduk dengan Jessica karena Jessica terkenal bodoh dan cerewet. Dan tidak ada yang berani duduk bersama Myungsoo karena Myungsoo tidak suka duduk dengan siapapun kecuali Jessica.

 

“Jessica satu kelompok dengan Myungsoo”

 

Myungsoo dan Jessica saling berpandangan. Jessica menyengir tak berdosa seraya menunjuk kursi disebelahnya, sementara Myungsoo memasang ekspresi datar seperti biasa.

 

“Kalian harus menganalisis tentang Musik Tradisional negara lain. Tugas dikumpulkan 2 hari setelah hari ini yaitu hari Jum’at. Tidak ada yang boleh terlambat dan tidak ada yang protes. Selamat mengerjakan. Annyeong”

 

Para murid mendengus lagi setelah Song seongsaenim keluar dari kelas. Beberapa dari mereka bahkan ada yang melemparkan buku ke lantai saking kesalnya dengan seongsaenim itu.

 

 

“Aish~ orang itu selalu saja!” keluh Jessica seraya memasukkan buku-bukunya ke dalam tas.

 

“Hari ini kita harus membeli buku tentang musik itu”  ujar Myungsoo datar.

 

Jessica menatap sahabatnya sejenak lalu kembali sibuk dengan kegiatannya.

“Musik dari negara mana?”

 

“Indonesia saja. Ada beberapa musik Tradisonal disana”

 

Jessica menatap Myungsoo lagi. “Meksiko saja. Sepertinya Indonesia membosankan”

 

Myungsoo mengalihkan pandangannya dari tabnya ke Jessica.

“Kau belum tau. Di Indonesia ada musik gamelan yang sangat enak di dengar. Disana juga ada penyanyi yang suaranya hampir seperti seriosa namun bukan seriosa”

 

Jessica mendengarkan perkataan Myungsoo dengan seksama.

“Jinjja?”

 

“Ini” Myungsoo menunjukkan tabnya pada Jessica.

“Ada banyak alat musik di pertunjukkan seni gamelan. Dan ini yang paling aku sukai, namanya rebab”

Myungsoo menunjuk gambar pada tabnya.

 

Jessica menggaruk kepalanya. “Apa? Kebab?”

 

“Ish~ R E B A B. Kau harus tau tentang musik Indonesia. Jadi kita harus membeli bukunya nanti”

 

Jessica mengangguk mengerti. “Oke. Terdengar menarik”

 

*****

 

Jessica meraih ponsel dari sakunya yang terasa begetar. Ia pun mengusap layar ponselnya yang otomatis menampilkan sebuah pesan masuk.

 

Fr         :  Luhaney

 

Tunggu aku di depan gerbang, Jess. Aku ingin kencan denganmu..

 

 

Jessica tersenyum setelah membaca pesan singkat dari Luhan. Ia pun segera mengetik balasan untuk namja itu.

 

To        : Luhaney

Geurae..

 

 

Saking asyiknya menatap layar ponsel, Jessica lupa di depannya ada Myungsoo yang tengah berjalan. Dan tanpa sengaja ia menabrak namja itu.

 

Dugh~

 

“Mian mian, Myuncy

Jessica meminta maaf pada Myungsoo tanpa menatap namja itu. Bahkan ia tetap berjalan mendahului Myungsoo.

 

 

Saat telah sampai di depan gerbang sekolah, Jessica berhenti sejenak. Ia menatap kanan dan kiri jalan. Menunggu namjanya.

 

“Mengapa berhenti? Kita harus segera ke toko buku”  ujar Myungsoo yang sudah ada di belakang Jessica.

 

Jessica menepuk kepalanya spontan.

“Oh My God! Myungie Mianhae. Aku ada janji dengan Luhan. Bisakah ke toko bukunya besok saja?”

 

“Ha? Jessi, 2 hari lagi harus sudah selesai!”

 

Jessica memutar matanya seraya memegangi keningnya. “Kalau begitu kau ke toko buku sendiri bagaimana?”

 

Myungsoo membulatkan matanya mendengar jawaban Jessica. Ia ingin berkata sekali lagi, namun sebuah mobil yang berhenti di hadapannya dan Jessica mengunci mulutnya.

 

Jessica berlari ke arah mobil itu lalu membuka pintu depan mobil tersebut. Yeoja itu masuk ke dalam mobil lalu membuka kaca jendela mobil audy putih tersebut.

“Mian, Myung. Besok saja kita kerjakan bersama. Sementara kau cari sendiri bukunya, ne? Annyeong!”

 

 

Mobil Luhan melesat meninggalkan Myungsoo dengan segala umpatan dalam hatinya. Terpaksa ia pun pergi ke toko buku sendiri tanpa Jessica.

“Sejak bertemu namja itu, dia jadi menyebalkan”

Tangan Myungsoo mengepal erat seiring dengan langkahnya yang sedikit menghentak.

 

Ia kesal? Ia marah? Pada siapa?

 

***

 

Myungsoo menghentikan langkah kakinya di depan sebuah bangunan berwarna kuning dengan tulisan ‘Book Store’  diatasnya. Ia pun meraih gagang pintu toko buku tersebut lalu masuk ke dalam.

 

Myungsoo menatap jajaran rak buku yang tertata rapi dengan malas. Aneh memang seorang Kim Myungsoo si pintar malas melihat rak buku.

Namja itu berjalan menuju rak buku bertuliskan Arts.

 

“Mengapa aku jadi memikirkannya terus?”  Myungsoo menggumam tak jelas.

Tangannya beranjak meraih sebuah buku tebal berwarna biru. Tanpa melihat bukunya, Myungsoo langsung mengambil buku itu lalu membawanya ke kasir.

 

 

TBC..

_________________________________________________________________________________________

Waaaa.. ^O^

Awal konflik mucul. Eottae-eottae?

Siapa bisa tebak akan ada apa di chapter 3?

Maaf ya kalo ga sesuai harapan kalian. Ini sudah terencana dari dulunya._.V

 

Dear readers. Makasih banget buat comment kalian. Maaf aku cuma bisa bales sebagian.

Tapi semuanya aku baca kok. So jangan bosan comment di FF’ku ne.

 

Oh ya, FF ini juga aku publish di WP pribadiku

Di =>www.fgirlspazzer.wordpress.com  (sekalian promosi)

 

Sekali lagi, thank you so much :* ({})

Thanks juga buat author yang udah mau ngepost FF abal-abal ini😉

 

Annyeong~  *tebar kembang*

31 thoughts on “[Freelance] (Between Two Hearts) (2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s