[Oneshoot] Namja Chingu

namja chingu

Title : Namja Chingu

Author : veronica cen

Main Cast : Jessica Jung | D.O kyungsoo

Support cast : Im yoona

Genre : romance, sad

Length : oneshoot

Rating : PG-15

nb : Don’t Be Silent Readers nde? warning typo! selamat membaca ~~~

 

AUTHOR POV

Gadis itu—jessica—untuk ke sekian kalinya menarik nafas panjang. Dia duduk disofa diapartement milik nya dan namja chingunya—kyungsoo— . yah, mereka memang tinggal disatu apartement, tapi tidak melakukan hal-hal yang lebih. Kakinya mulai melangkah mendekati bingkai foto. Air mata yang sedari tadi ia bendung mulai mengalir, isakan kecil mulai terdengar dari mulut mungil Jessica. Ia melihat foto itu, fotonya dengan kyungsoo di taman tempat biasa Jessica dan kyungsoo menghabiskan waktu . Disana, kyungsoo terlihat sedang merangkul Jessica dengan sangat bahagia, keduanya menatap kearah kamera yang difoto oleh yoona—sahabat terbaik jessica—

“sudahlah jess”kata yoona yang mulai tidak tahan melihat tingkah laku sahabatnya, Jessica. Jessica menggeleng sambil menangis

“aku tidak bisa, dan tidak akan bisa”kata Jessica disela-sela tangisnya. Yoona menarik nafas panjang. Jessica memeluk bingkai foto itu dengan sangat erat, seakan tidak merelakan semua ini terjadi

“wae? Wae? Kyungsoo-ah, wae?”katanya sambil menangis dan memeluk bingkai itu. Perlahan ia berjalan memasuki kamar kyungsoo masih sambil memeluk bingkai itu, yoona hanya mengikuti sahabatnya dari belakang

“kyungsoo-ah, kajja kita makan malam”kata Jessica sambil berdiri diambang pintu kamar kyungsoo

“baiklah noona, tunggu sebentar aku bereskan pekerjaan ku dulu”jawab kyungsso. Jessica melangkah masuk dan duduk ditepi ranjang sambil memandangi kyungsoo, tunangannya, merapikan pekerjaannya

“apakah kau sangat sibuk ?”Tanya Jessica

“tentu saja, dan aku akan terus berusaha keras, agar bisa lebih mapan lalu melamar yeoja chingu ku ini”kata kyungsoo sambil menatap manik mata Jessica lembut

“kau tidak usah seperti itu. Dirimu seperti sekarang saja aku sudah sangat cukup kyungsoo-ah yang terpenting kita selalu bersama ”kata Jessica sambil mengelus pipi kyungsoo dengan lembut. Kyungsoo tersenyum lalu mengecup bibir Jessica dengan lembut, tak lama ia melepaskan ciumannya lalu membisikan sesuatu ditelinga Jessica

“kajja kita pergi noona, sebelum aku kehilangan akal sehat ku dan aku..AWW, noona, ini sangat sakit lembut sedikitlah pada namja chingumu”kata kyungsoo sambil mengelus kepalanya yang tadi dijitak oleh Jessica. Yang menjitak hanya mejulurkan lidahnya lalu mengaitkan lengannya di lengan kyungsoo dan mengajak namja chingunya keluar makan malam karna perutnya sedari tadi minta diisi.

Jessica kembali terisak mengingat hal itu

“kyung.. soo-ah”isaknya. Yoona mulai tidak tahan, ia mendekati sahabatnya dan memeluknya sambil menepuk pundak Jessica lembut. Jessica terisak dipelukan yoona. Sakit…. Itu yang dirasakan olehnya. Ia tidak tahu harus bagaimana melampiaskan rasa sakit hatinya itu, yang bisa ia lakukan hanya menagis,menangis dan menangis

“sudahlah sica-ah. Aku sangat sedih melihatmu seperti itu”kata yoona. Tiba-tiba ponsel yoona berdering disakut celanannya. Jessica melepaskan pelukannya membiarkan yoona dapat mengangkat telfonn tersebut

“yaebseo? Wae? Bisakah kau jangan menelfonku sekarang?”kata yoona

“mwoya????”teriak yoona terkejut. Jessica memandang sahabatnya dengan tatapan bingung

“arraseo”kata yoona panic lalu memutuskan panggilan, ia kemudian menatap Jessica

“sica, mianhae, aku sangat ingin menemanimu disini, tapi aku ada urusan jadi aku tidak bisa menemanimu”kata yoona panic

“ada apa yoong?”Tanya Jessica

“ommaku, masuk rumah sakit”kata yoona lalu melesat keluar dari apartement Jessica. Jessica merapikan dirinya dan keluar dari apartementnya. Ia memberhentikan sebuah taksi, ia bukan pergi kerumah sakit untuk melihat omma yoona tapi pergi ke taman yang biasa ia pergi dengan kyungsoo

“aku merindukanmu”kata Jessica sambil duduk dibangku yang biasa ia tempati dengan kyungsoo

“apakah kau merindukan ku juga kyungsoo-ah?”Tanya Jessica lalu mulai terisak lagi. Ia memengani dadanya, sakit…perih,..sedih… itu yang Jessica rasakan. Ia beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan mendekati sebuah pohon, ia mengorek tanah dekat akar pohon itu, terlihat sebuah kotak berukuran sedang, Jessica membersihkan kotak itu dari tanah, lalu ia membukanya 2 buah surat. Surat yang bewarna ungu itu miliknya dan surat berwarna kuning itu milik kyungsoo

“apa yang kau bawa noona?”Tanya kyungsoo heran

“aish, apakah kau mulai error karna pekerjaanmu dikantor?tidak bisakah kau melihatnya bahwa ini sebuah kotak”kata Jessica sambil mengetuk kepala kyungsoo

“maksudku untuk apa kau membawa kotak ini noona?”Tanya kyungsoo sambil mengelus kepalanya yang diketuk Jessica. Yeoja chingunya tersenyum menangapi pertanyaan kyungsoo. Jessica membuka kotak tersebut, ada 2 buah bolpoint dan 2 buah surat berwarna ungu dan kuning. Kyungsoo mengambil benda itu lalu melihatnya heran

“pilihlah satu dari surat itu”kata Jessica. Kyungsoo menurut, ia mengambil surat berwarna kuning itu kemudian Jessica merebut surat yang berwarna ungu dari tangan kyungsoo. Jessica lalu memberikan bolpoint pada kyungsoo dan kyungsoo menurut tanpa berkomentar meskipun ia masih sangat bingung

“tulislah permintaanmu disurat itu dan saat kita anniversary 6 tahun 3 minggu lagi, kita melihat isi surat masing-masing bagaimana?”kata Jessica. Kyungsoo mengangguk

“kalau begitu kajja kita tulis permintaan kita”kata kyungsoo. Jessica dan kyungsoo lalu menulis permintaan mereka masing-masing disurat itu

“apa yang kau tulis noona?”Tanya kyungsoo berusaha mengintip apa yang Jessica tulis. Jessica segera menutup suratnya dengan tangannya

“rahasia”jawab Jessica sambil menjulurkan lidah lalu kembali menulis

“sudah”kata Jessica ketika ia selesai menulis permintaannya

“ayo taruh suratmu dikotak ini”kata Jessica sambil menaruh suratnya didalam kotak diikuti kyungsoo

“sebaiknya disimpan dimana ya?”gumam Jessica

“didalam tanah dekat akar pohon itu saja, bagaimana noona?”Tanya kyungsoo. Mata Jessica berbinar-binar sambil mengangguk. Kyungsoo kemudian mulai mengorek tanah dengan tangannya setelah ia rasa cukup, ia memasukan kotak tersebut lalu menutupinya dengan tanah lagi

Perlahan tapi pasti, Jessica mulai membuka dan membaca isi suratnya terlebih dahulu

            “Tuhan, permintaanku ada 3, aku berharap engkau tidak keberatan dengan permintaanku

  1. tolong biarkan aku dan kyungsoo bersama dalam keadaan apapun, didunia ini maupun disurga nanti
  2. panjangkan umur kami berdua Tuhan, jangan biarkan salah satu dari kita pergi duluan. Jika ada yang pergi duluan, buatlah kami akan bertemu kembali dikehidupan yang akan datang
  3. lindungi dan berkati kyungsoo selalu, karna dia adalah sesuatu yang sangat berharga melebihi apapun. Hanya dia yang ku punya Tuhan, berkati dia. Kumohon

Jessica jung always love kyungsoo”

Airmatanya semakin deras

“Tuhan, tolong kabulkanlah permintaanku”kata Jessica. Kemudian ia mulai membaca surat kyungsoo

            “Tuhan, permintaanku tidak banyak. Aku hanya ingin engkau terus menjaga wanitaku, Jessica jung. Tolong katakan padanya Tuhan, bahwa aku akan selalu ada disampingnya sampai kapanpun. Sampai aku sudah tidak ada didunia ini pun, aku akan tetap berada disampingnya. Aku mencintainya, dan aku yakin Tuhan juga mengetahuinya. Tolong ampuni aku Tuhan jika aku pernah membuatnya tersakiti dan menangis karna kesalahanku. Aku melakukan itu secara tidak sengaja, aku juga tidak ingin melihat air matanya keluar, terlalu sakit hatiku jika melihat airmatanya

                                                                        Saranghae Jessica jung,

 

                                                                                                            D.O Kyungsoo”

Airmata Jessica semakin deras, ia semakin terisak. Banyak pasang mata menatapnya bingung tapi mereka tetap menganggap Jessica tidak ada disana

“nado,.. nado saranghae kyungsoo-ah.. nadooo”kata Jessica disela tangisnya. ia sudah lelah, ia lelah menangis terus, ia berusaha tegar. Ia menarik nafas panjang untuk berusaha menenangkan dirinya. Ia mulai mengetik sesuatu diponselnya. Ia hendak mengirim pesan pada yoona tapi nanti…. Yah, nanti,,, baru ia kirimkan, ketika semuanya telah siap… Jessica bangkit sambil memengang kotak itu, ia memberhentikan taksi lalu pergi menuju rumah sakit untuk menjenguk omma yoona dan untuk melihat yoona, terakhir kalinya, mungkin. Ia bertanya pada resepsionis dimana kamar omma yoona. Ia mengatakan nama omma yoona, lalu resepsionis memberi tahunya. Jessica mulai menaikki lift rumah sakit, menuju kamar dimana omma yoona dirawat. Ia berdiri didepan pintu kamar omma yoona, ia menarik nafas lalu masuk kedalam

“Jessica”kata omma yoona yang terbaring lemah diranjang. Jessica tersenyum tipis, wajahnya terasa sangat kaku sekarang karna sedari tadi menangis, bukan lebih tepatnya sedari 2 hari yang lalu ia menangis

“bagaimana keadaanmu imo?”Tanya Jessica

“aku sangat baik, hanya saja yoona sangat bandel tidak mau membiarkana ku pulang rumah”jawab omma yoona

“omma masih belum sembuh benar”kata yoona lalu berjalan mendekati sahabatnya yang terlihat sangat kacau itu meskipun Jessica telah merapikan diri

“gwaenchana?”Tanya yoona sambil mengelus pundak Jessica. Jessica mengangguk sambil memaksakan seulas senyum. Jessica kemudian memeluk yoona dengan sangat erat dalam diam. Mereka tidak berbicara sama sekali, omma yoona melihatnya pun diam. Ia tidak mau ikut campur dalam urusan anak muda

“gomawo”kata Jessica akhirnya menyudahi keheningan mereka. Yoona menyeritkan keningnya bingung, gomawo? . ia ingin melepaskan pelukan Jessica, tapi Jessica semakin erat memeluknya

“sica~~”panggil yoona

“gomawo yoong-ah. Gomawo kau sudah mau menjadi sahabat terbaikku. Kau dengan perjuangan yang cukup keras berhasil melelehkan ice princes agar menjadi sahabatmu”kata Jessica lalu tertawa kecil sambil mengingat betapa bekunya dirinya dulu sampai yoona orang pertama yang berhasil melelehkannya.

“tidak usah mengatakan terima kasih, bukankah disuatu persahabatan tidak perlu mengatakan terima kasih?”kata yoona. Jessica menggeleng, meskipun yoona tidak melihatnya tapi ia bisa merasakannya karna dagu Jessica yang bergerak-gerak

“aku sangat beruntung mempunyai sahabat sepertimu yoong, kau berbeda. Kau istimewa. Kau berteman denganku bukan karna ingin hartaku atau ingin memanfaatkanku. Kau berteman denganku karna ketulusanmu. Kau istimewa”kata Jessica. Perlahan air matanya kembali turun, ia mengulangi kata kyungsoo, ketika kyungsoo menyatakan cintanya pada Jessica, meskipun Jessica ada sedikit merubah kata-kata kyungsoo

“noona, maukah kau menjadi yeoja chinguku? Aku tahu, kamu pasti terkejut. Tapi yang kamu perlu tahu noona, aku sangat mencintaimu. Aku selalu menganggumu itu supaya aku bisa mendapat perhatianmu. Agar kamu bisa sedikit meleleh padaku. Tapi, semakin aku dekat denganmu, semakin besar cintaku padamu. Mungkin kamu hanya mengangapku sebagai seorang namja yang hanya menganggu hidupmu. Aku mencintaimu noona, aku mencintaimu”kata kyungsoo sambil berlutut dan menggengam tangan kanan Jessica. Jessica mematung, ia tidak dapat berkata apa-apa, ia terlalu terkejut. Namja yang ia sukai ternyata mencintainya juga.

“tapi.. aku tidak pantas”hanya kata itu yang bisa Jessica keluarkan. Kyungsoo berdiri lalu menggeleng

“tidak noona, kau pantas. Apa yang membuatmu merasa tidak pantas? Karna sifat pendiam dan dinginmu itu yang membuat semua murid mengangapmu aneh? Tidak,tidak,tidak. Kau berbeda noona, kau berbeda, kau istimewa. Sifat pendiam dan dinginmu itulah yang menjadi daya tarik dirimu yang membuat aku sangat mencintaimu. Mereka semua salah, meskipun kau adalah seorang ice princes, jika kamu dikenal lebih dalam kau adlah sebuah ice yang hangat dan ceria. Dulu aku pernah bingung dengan yoona noona yang begitu berharap agar, ia bisa berteman dengamu dan sekarang aku tahu jawabannya. Kau berbeda dan kau istimewa”kata kyungsoo. jessica terperangah mendengar perkataannya, begitu menyentuh.

“lalu, apakah kau mau menerimaku noona?”Tanya kyungsoo penuh harap. Jessica kemudian menganguk dengan tersipu. kyungsoo tertawa kecil lalu memeluk jessica

“gomawo noona, saranghae”kata kyungsoo memeluk jessica semakin erat

“sica?” kata yoona sambil menepuk punggung Jessica pelan, karna sahabatnya itu melamun

“oh? Ah, gomawo yoong, gomawo, kau selalu ada disisiku meskipun terkadang aku lebih mementingkan kyungsoo. Kau tetap sabar dan tidak marah, kamu sudah seperti sosok seorang omma bagiku. Saranghae yoong, sebagai sahabat”kata jessica lalu mengirup aroma yona untuk, terakhir kalinya.

“kau aneh sica”komentar yoona. Yoona kemudian melepaskan pelukan sica, ia menatap wajah Jessica lekat-lekat

“tolong jangan melakukan hal bodoh setelah ini sic”kata yoona. Jessica terdiam, bagaimana yoona bisa mengetahuinya?

“tidak mungkin”kata Jessica sambil tertawa sumbang. Dan hal itu membuat yoona semakin curiga terhadap sahabatnya

“kau janji?”kata yoona pelan. Jessica terdiam dari tawanya, ia meggigit bibir bawahnya

“nde”kata Jessica

‘mianhae yoong’ kata Jessica dalam hati

“baguslah, tolong tepati janjimu itu”kata yoona. Jessica hanya mengangguk kecil lalu berjalan mendekati omma Jessica

“aku pergi ke supermarket terdekat dulu ya, sic, tolong jaga omma”kata yoona. Jessica mengangguk. Yoona kemudian pergi. Jessica menatap omma yoona

“omma”panggilnya, omma yoona menatap jessica heran, lalu ia tersenyum lembut

“mianhae imo, aku.. aku.. aku hanya merindukan ommaku, aku …”kata Jessica terisak

“gwaenchana sica, imo juga sudah menganggap kamu itu anaknya imo”kata omma yoona sambil mengelus kepala Jessica pelan. Jessica menangis terisak lalu memeluk omma yoona

“gomawo imo, aku mencintaimu dan juga yoona. Tolong sampaikan padanya permintaan maafku karna tidak bisa menepati janjiku, aku harus pergi.. pergi ketempat yang jauh ..”kata Jessica menerawang. Omma yoona menatap Jessica bingung

“maksudku, aku sudah membeli tiket pesawat untuk pergi ke san fransisco, untuk menenangkan diriku”kata Jessica memperbaikki kalimatnya. Omma yoona tersenyum dan mengangguk

“miahae imo, aku tidak bisa menjagamu. Aku harus pergi sekarang”kata Jessica lalu bergegas pergi, tapi ketika ia di ambang pintu, langkahnya terhenti, ia menoleh kearah omma yoona lagi. Ia berlari memeluk omma yoona sambil menangis

“tolong,,. Tolong.. sampaikan maafku pada yoona.. aku sangat bersalah padanya”kata Jessica

“aku mecintai kalian dan aku pasti akan merindukan kalian”kata Jessica lalu segera berlari keluar sebelum omma yoona berbicara

“nde, aku pasti merindukan kalian ketika aku sudah berada di surga bersama kyungsoo”

kata Jessica dalam hati sambil berlari terus. Ia berlari sampai kakinya sudah tidak bertenaga, ia terjatuh. Ia menangis sambil terjatuh, penampilannya semakin kacau. Ia bangkit lalu mulai berjalan pelan, ia melewati sebuah supermarket, ia melihat sekilas kedalam, ada yoona yang sedang membayar barangnya. Jessica segera berjalan pergi sebelum yoona melihatnya dan sebelum ia semakin berat meninggalkan mereka. langkah kaki Jessica membawa Jessica kejalan raya, tempat kyungsoo tertabrak mobil dan pergi meninggalkan Jessica selamanya. Jessica berdiri ditrotoar, kakinya belum melangkah menuju tengah jalan. Ia masih berdiri. Ia memejamkan matanya sambil menangis. Memorinya dulu terputar kembali diotaknya

“Im yoona, kau Jessica jung bukan? Bagaimana kalau kita berteman?”kata yoona sambil mengulurkan tangannya pada Jessica yang sedang duduk sambil menatap yoona dengan tatapan dinginnya. Jessica berdiri, yoona tersenyum, ia pikir Jessica hendak membalas jabatan tangannya. Tapi ia salah, Jessica pergi meninggalkannya dengan kondisi tangan masih mengantung diudara

~~~

“kau tidak apa-apa sica-ah?lihatlah lututmu berdarah, kajja kita ke UKS”kata yoona ketika Jessica terjatuh saat mereka pelajaran olahraga. Jessica menatap yoona dengan tatapan dinginnya yang bisa membuat nyali siapapun menciut, tapi beda dengan yoona, ia malah semakin berusaha untuk bisa menjadi sahabat Jessica

~~~

“YA!! Jessica, untuk apa kamu berdiri disana menantang hujan?”teriak yoona saat melihat Jessica berdiri ditengah lapangan dan ditengah hujan sambil merentangkan tangannya lebar-lebar. Yoona takut jika Jessica nantinya akan sakit, ia kemudian berlari kelapangan dan langsung menarik Jessica, tapi Jessica menepis tangan yoona dengan kasar

“pergi dan jangan ikut campur dalam hidupku”kata Jessica dingin

“ani.. aku tidak akan tidak ikut campur dalam hidupmu. Karna aku sangat ingin berteman dengamu. Aku tidak tahu mengapa aku berubah menjadi sangat ambisius, yang jelas aku yakin kita bisa berteman baik”kata yoona. Jessica tertawa sinis mendengar kata yoona

“kau hanya segelintir orang yang berpura-pura ingin menjadi temanku padahal kalian memiliki maksud lain dibalik itu semua”kata Jessica

“kau salah sica-ah, aku tidak sama dengan mereka, aku…”kata yoona

“jangan sok akrab dengan ku dengan memangilku sica-ah, sudahlah yoona-ssi, kau tidak perlu berakting didepanku. Aku tahu, kamu sangat pintar dalam acting. Kau menyukai acting, bagimu acting merupakan bagian hidupmu”kata Jessica dingin, yang malah membuat yoona tersenyum kemenangan

“kau mencari tahu tentangku dan itu berarti kamu mau menjadi temanku. KYA~~~ aku sangat bahagia,dan kau jangan menolaknya lagi. Karna aku akan semakin menganggu hidupmu jika kamu menolak untuk menjadi temanku”kata yoona

Jessica tertawa kecil mengingat awal ia dan yoona bisa berteman, ia kemudian menutup matanya lagi

“noona, kau tahu aku sangat mencintaimu”kata kyungsoo sambil memelukku dari belakang

“kyungsoo-ah”kata Jessica. Kyungsoo mempererat pelukannya

“noona, saranghae.. saranghae.. saranghae.. rasanya aku sangat ingin setiap hari mengatakan hal seperti itu padamu”kata kyungsoo

~~~~~

“noona, kau mau ice cream?”Tanya kyungsoo. Jessica menganguk dengan mata yang berbinar-binar

“tunggu sebentar disini dan jangan pergi kemana-mana”kata kyungsoo sambil mengelus rambut jessica dengan lembut lalu pergi membelikannya ice cream disebrang jalan. Setelah kyungsoo membeli ice cream, ia melambaikan tangan pada Jessica sambil menunjuk ice cream yang ada ditangannya. Jessica melirik kerambu lalu lintas, waktunya untuk pejalan kaki menyebrang sudah mau habis. Jessica menyuruh kyungsoo untuk tetap disebrang jalan, tapi kyungsoo tidak mengerti apa yang Jessica katakan, kyungsoo lalu menyebrang menuju arah Jessica. Jessica sangat khawatir, dan hal itu pun terjadi begitu aja…. Kyungsoo pergi meninggalkan Jessica, selamanya.

Mata Jessica terbuka, lampu tanda kendaraan boleh lewat berderang. Jessica mengambil ponselnya lalu mengirim pesan yang tadi sudah ia ketik kepada yoona. Lalu ia menghirup nafas panjang

“aku datang kyungsoo-ah~~~~”kata Jessica dalam hati

“mianhae yoong, selamat tinggal, aku mencintaimu sebagai sahabat yoong. Semoga dikehidupan kelak, kita dipertemukan kembali untuk menjadi sahabat ataupun keluarga”kata Jessica dalam hati lagi. Ia memejamkan mata dan menarik nafas, ia berjalan menuju tengah jalan yang banyak mobil ataupun motor melaju dengan cepat. Ia mengigit bibirnya dengan kuat dan,….

BRUKKK!!!

“mianhae, aku tidak dengaja”kata yoona sambil membungkukan badan karna telah menabrak seseroang sampai barangnya dan barang orang itu terjatuh. Yoona segera membantu mebereskan barang orang itu sambil meminta maaf. Setelah orang itu pergi, ia membereskan barangnya. Perasaannya tiba-tiba tidak enak

“jessica~~~~”katanya yang ia sendiri tidak sadar. Ia berlari dengan kencang kembali kerumah sakit meninggalkan barangnya dijalan tadi

“osshh…hossh,,, omma, …shshh.. mana Jessica?”Tanya yoona dengan nafas terhengah-hengah

“Jessica?ah, katanya ia akan pergi ke san fransisco, ia ingin menenagkan diri. Ia juga meminta maaf padamu karna tidak bisa menepati janjinya. Tapi ia agak sedikit aneh, omma jadi khawatir dengannya. Ia terus menangis lalu memanggil omma dengan sebutan omma juga. ia kemudian berkata bahwa ia akan merindukan kita”jawab omma yoona. Yoona terduduk lemas dilantai, tenaganya seketika habis. Ponselnya tiba-tiba berdering. Yoona mengangkatnya

Jessica calling

“yaebseo? YA!! Sica-ah, kau dimana? Mengapa pergi tiba-tiba? Kau…”kata yoona terputus

“mwo? Tidak.. tidak mungkin,. Jangan bercanda, tolong katakan padaku bahwa kau hanya orang suruhan Jessica untuk mengerjaiku”kata yoona dengan bibir bergetar

“dimana dia sekarang?”Tanya yoona dengan air mata yang mulai mengalir

“khamsaramida”kata yoona lalu menutup ponselnya. Ia melihat ada satu kotak masuk, tapi ia belum sempat melihatnya karna terlalu panic. Ia menyimpan ponselnya disaku celananya

“omma,tunggu disini sebentar, aku harus ke ruangan ICU karna Jessica ada disana”kata yoona lalu berlari menuju ruang ICU. Ia duduk dibangku panjang rumah sakit dengan perasaan tidak menentu. Ia sangat khawatir. Seorang dokter diikuti 2 orang suster keluar. Dengan sigap yoona langsung menghampiri mereka

“bagaimana dengan keadaan Jessica dok?”Tanya yoona. Dokter menggeleng

“dia tidak bisa diselamatkan lagi. Ia terlambat dibawa kesini”kata dokter lalu menepuk pundak yoona lalu berjalan meninggalkan yoona. Yoona terduduk dilantai, tenaganya benar-benar terkuras hari ini. Ia berjalan masuk kedalam ruang ICU, ia melihat Jessica yang terbaring sambil ditutupi selimut putih. Yoona mendekat, tangannya sangat gemetaran, perlahan ia membuka selimut itu, terlihat wajah Jessica yang tertidur pulas dengan sangat tenang. Bibir yoona bergetar hebat, ia menutup mulutnya dengan tangannya. Ia menangis.

“ini ada barang pasien, sebelum ia meninggal seorang saksi mata mengatakan bahwa pasien meminta barangnya diberikan kepada Im Yoona. Apakah kau Im Yoona?”tanya suster. Yoona mengangguk lalu menerima pemberian suster

~~~~~

Jessica dikuburkan disamping makam kyungsoo. Yoona dan ommanya menangis, hanya mereka berdua yang datang kemakam itu, tidak ada yang lainnya

“sica-ah, kau pasti sangat bahagiakan sudah bertemu dengan kyungsoo disana?”Tanya yoona

“aku berharap kalian berdua bahagia dialam sana dan tolong jangan lupakan aku sica-ah”kata yoona, kemudian matanya berahli kemakan sebelah Jessica, kyungsoo

“YA!! Kyungsoo-ah, kau harus menjaga Jessica disana dengan baik. Jika ada apa-apa dengan Jessica, aku tidak akan diam dan aku akan terus mengejarku dikehidupan kelak”kata yoona. Airmatanya perlahan mengalir dengan deras, ommanya mengelus pundak anaknya. Omma yoona juga menangis

“sica, kau itu anak baik. Imo, bukan, omma berdoa semoga kamu bahagia dengan namjachingu mu disana. Jangan kupakan omma ya, kau bilang, kamu akan merindukan omma dan yoona. Kami juga merindukanmu sica”kata omma yoona

~~~~~~

Setelah pulang dari pemakaman Jessica, yoona duduk disofa rumahnya. Ia teringat akan barang peniggalan Jessica. Kotak yang berisi 3 buah surat, satu berwarna ungu, satu berwarna kuning dan satunya berwarna putih bersih. Jessica membaca surat berwarna putih itu, yoona yakin bahwa itu tidak lama ditulis oleh Jessica

“yoong, saat kamu membaca suratku ini, pasti aku sudah dialam sana dengan kyungsoo. Aku hanya ingin kamu tahu, aku sangat menyayangimu. Terimakasih atas persahabatan kita, terimakasih atas kasih sayangmu padaku. Sebelumnya tidak ada yang sebaik ini padaku kecuali kamu dan kyungsoo. Aku dan kyungsoo akan merindukanmu yoong.. annyeong”

Yoona menangis membacanya, ia kemudian teringat dengan ponselnya. Ia membaca kotak masuk itu, dari Jessica.

“Yoong, mianhae aku tidak bisa terus didunia ini. Kau tahu bukan, jika aku terus disini tanpa kyungsoo aku bisa gila. Mianhae juga karna aku tidak bisa menepati janjiku padamu. Aku janji, jika kita bertemu dikehidupan kelak, aku akan menepai janjimu itu. Kau tau? Kau harus segera menikah dengan Kai, aku dan kyungsoo sangat menantikan penikahan kalian. Aku janji, dipernikahanmu dengan Kai nanti, aku akan hadir bersama kyungsoo”

3 tahun kemudian….

“maka dengan begitu, Im yoona dan Kim Jongin sah menikah dimata hukum maupun agama”kata pendeta. Yoona sangat bahagia, kemudian kai mencium bibirnya lembut. Riuh tepuk tangan terdengar. Yoona dan kai tersenyum sambil melihat para undangan. Mata mereka berdua tertuju pada sepasang kekasih, yeoja itu mengenakan gaun putih indah dengan rambut terurai kebelakang dan poni samping dan namjanya mengenakan tekodo berwarna putih juga. sepasang kekasih itu tersenyum pada yoona dan kai, yoona dan kai saling berpandangan lalu membalas senyuman sepasang kekasih itu. Sepasang kekasih itu pelan-pelang menghilang dari pandangan mereka. yoona dan kai saling berpandangan lagi

“Jessica, kyungsoo. Mereka datang”kata kai. Yoona mengangguk

“mereka terlihat sangat bahagia, semoga mereka terus bersama”kata yoona. Kai lalu merangkul yoona

“mereka akhirnya sudah menikah chagi”kata Jessica pada namja chingunya

“ne, aku sangat bahagia melihatnya’kata kyungsoo

“aku juga, meskipun kita tidak bisa seperti mereka tadi, tapi aku bahagia kita tetap bersama”kata Jessica

“saranghae chagi”kata kyungsoo lalu memeluk Jessica

“nado saranghae namja chingu~~~”jawab Jessica lalu membalas pelukan kyungsoo dengan erat

—END—

19 thoughts on “[Oneshoot] Namja Chingu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s