Embraced (Chapter 1)

Title                       : Embraced

Cast                       : Jessica Jung ; Kris Wu ; Lu Han

Genre                   : Romance , Drama , School Life

Rating                   : Teen

Length                  : Chapter

Poster                   : @icydork

Author Note      : This is surely my idea. All of the casts belongs to the God, their family and their agency. I just own the story. Don’t be plagiator. Sho your support by Like and Comment in the end of reading. Thanks for the reader who always support my Fanfiction

Summary             : When you hoping all of this shit just in your dream, but in the fact you should face it. You can’t change the rule. This is your way. Will you still hope to move?

Flawless Jung Present

a new series Fanfiction

EMBRACED

Author POV

                Wanita dengan tas bahu berwarna hitam dan rambut bergelombang coklatnya memasuki pelataran aula kampus. Hari ini ia akan menjadi hari pelantikannya sebagai satu dari ribuan mahasiswi University of Seoul. Kampus terbesar dan terlengkap di Korea Selatan. Siapa yang tak bangga tika bisa memasuki kampus ini dengan test yang sangat ketat?

Kembali lagi, wanita itu memasuki barisan yang sudah terbentuk. Ia merapikan sedikit rambutnya yang tampak kacau karena berlari tadi. Ia mengatur nafasnya yang tersenggal-senggal. Pagi ini ia berbekal kemeja putih, celana jeans berwarna orange dan sneakers yang berwarna hitam.

“kau hampir saja terlambat dihari pertamamu Jung Jessica.” Ucap wanita itu pada dirinya sendiri. Ia lalu merogoh tasnya untuk mencari ikat rambut. Saat menemukan barang yang ia cari, ia meraih setiap helaian rambutnya. Mengumpulkannya menjadi satu dan menggulungnya dipuncak kepalanya.

“kau melewatkan ini Nona Jung.” Ucap seorang pria manis yang mengambil helaian rambut Jessica yang tertinggal. Jessica lalu menatap kebelakang, pria itu masih dengan senyum terbaiknya. Ia menunjukkan rambut yang ia maksudkan.

“igeo.. akan tampak aneh jika kau melewatkan juntaian rambut ini nona Jung.” Ucap pria itu lagi

“bagaimana..”

“kau mengatakannya sendiri tadi. APa kau lupa, Jung Jessica?” kini pria itu tampak menang. Ia terkekeh kecil saat melihat tatapan Jessica yang kebingungan.

“ah.. ah! Nee~ Gomapseumnidaa.. err.. ireumi mwoye-yo?” Jessica meraih juntaian rambut yang diambil pria tadi lalu mengumpulkannya pada sisa rambut yang telah digulung tadi.

“Lu Han imnida. Bagapseumnida Jessica-ssi”

Jessica POV

“Lu Han imnida. Bagapseumnida Jessica-ssi” ah . namanya Luhan. Aksen yang sangat aneh, apa ia bukan orang korea asli? Aku mengernyitkan keningku, menatapnya heran. Dan sepertinya ia mengerti arti tatapanku.

“ah! Aku adalah orang China, aku berasal dari Beijing.” Ucap pria manis itu. Ah, benar ternyata. Aku tersenyum kepadanya lalu membungkuk sedikit sambil mengucapkan terimakasih.

“gomapseumnida Luhan-ssi”

“cheonmaneyo Jessica-ssi”

Hanya sampai disitu percakapan kami karena perhatian kembali tercurahkan pada prosesi ospek yang akan segera berlangsung. Aku sangat berharap agar ospek yang dilaksanakan selama 2 hari ini segera berakhir. Aku paling tidak suka keramaian. Dan saat ospek kami mahasiswa dari segala jenis jurusan harus selalu berkumpul. Astaga, kami seperti ikan asin yang dijemur dibawah terik matahari.

Pria itu, Luhan. Ia berbaris tepat dibelakangku. Oh, ya. Ngomong-ngomong aku ceroboh sekali. Bagaimana aku merutuki diriku sendiri begitu keras hingga orang disekitarku mendengarnya? Memalukan. Mati kau Jessica.

Aku mengetuk kepalaku kecil tetapi berkali kali. Sebuah kepalan tangan menghentikan aksi bodohku.

“ya! Ada apa dengan otakmu? Ini sedang pra-ospek dan kau tidak memperhatikannya?”

Suara berat disertai tegas yang berasal dari seorang pria yang menahan tanganku tadi. Kurasa semua mata tertuju padaku sekarang. Bagaimana ini, ini hari yang buruk! Kau akan benar-benar mati sekarang Jessica Jung!

Mengapa aku dibawa kesini. Aku tidak berbuat kesalahan yang berat dan mengganggu. Tapi kenapa aku dibawa keruang dosen? Apakah riwayatku akan tamat pada hari pertama aku kuliah?

“namamu Jessica Jung?” Tanya seorang wanita yang kulihat dari name-tagnya bernama Miss Choi.  Dari wajahnya, ia terlihat masih sangat muda. Kurasa , ia hanya berapa tahun diatasku.

“nee Miss.” Jawabku sekedarnya.

“apa kau tau kesalahanmu?”

“aku tidak memperhatikan latihan pra-ospek saenim”

“bagus jika kau tau. Dan satu lagi, jangan berurusan dengan pria yang membawamu kesini tadi.”

Maksudnya pria yang menyerupai tiang berjalan itu? Yang menangkap basah aku sedang memukul kepalaku di lapangan tadi?

“Kris Wu. Jangan berusan dengan dia jika kau ingin hidup tenang. Mengerti?”

Aku menganggukkan kepalaku ringan. Walaupun aku tidak mengerti arah tujuannya. Lagipula siapa yang berniat mendekati pria tiang itu? Cih.

“kembali keruanganmu. Kita akan segera melaksakan survey terhadap mahasiswa baru.”

“nee saenim. Gomapseumnida” aku membungkukkan tubuhku sedikit lalu berjalan kearah luar ruang dosen. Sekarang aku harus segera kembali kekelas. Aku tak ingin hariku bertambah buruk jika aku terlambat masuk kelas. Sudah cukup untuk kesialan hari ini.

Luhan POV

Kulihat pintu kelas terbuka. Dan seorang wanita yang kutemui dilapangan muncul. Kepalanya terangkat dengan leher yang bergerak-gerak. Sepertinya ia membutuhkan tempat duduk.

“Nona Jung, disini!” aku memanggilnya sambil menaikkan tanganku agar ia melihatku. Benar saja. Mata kami bertemu dan ia tersenyum. Senyum paling indah yang pernah aku temui. Ah, apa aku jatuh cinta pada pandangan pertama dihari pertama menginjak kampus?

“gomawo Luhan-ssi” ucapnya saat sampai pada bangku yang terletak disebelahku. Aku mengangguk sebagai balasan. Kulihat ia menggunakan punggung tangannya untuk menghapus keringat yang bermunculan di dahinya. Kulit putih susu dan dengan V-line mukanya dari samping benar-benar cantik. Aku menatapnya terus hingga tidak sadar ia telah menatapku heran.

“Lu..Luhan-ssi.. apa ada yang aneh dengan wajahku?’

Aku kaget saat mendengar ucapannya. Dengan keras kukontrol raut wajahku. Aku menggeleng kecil dan tersenyum.

“tidak ada apa-apa Jessica-ssi. Kau masih cantik kok”

Dia menatapku dengan kedua mata yang mebulat. Apa yang sedang ia pikirkan? Aku tidak menggombal. Dia benar-benar cantik. Hei! Perhatikan saja kalau kalian tidak percaya.

“ah, nee. Gomawo Luhan-ssi”

Atmosfer disekitar kami berubah dingin. Mungkin karena perkataanku tadi membuat ia menjadi tak nyaman. Bodohnya aku.

Author POV

Kelas sudah dimulai. Survey pertama adalah tentang lingkungan kampus, lalu ke perlengkapan kampus, dan segala yang berusan dengan perkuliahan. Kedua orang yang sedari diam itu sekarang sedang bersiap-siap menuju kantin. Ini sudah waktunya istirahat. Perut mereka sudah berontak untuk diisi.

“Jessica-ssi.. Kau mau makan bersama?” tawar si pria pada wanita yang baru saja berdiri dari kursinya.

“emm. Boleh. Kajja Luhan-ssi”

“Luhan. Panggil saja begitu. “

“baiklah Luhan. Ayo, sebelum kantin penuh dan sesak”

Pria itu tersenyum. Ajakan pertamanya sukses berat. Ia menyeimbangi langkah si wanita yang berjalan duluan didepannya. Sepanjang perjalanan, mereka membahas tentang apa saja yang bisa mereka bahas. Dari asal mereka, teman-teman, dan lingkungan kampus ini.

“apa kau punya hobi Jess?”

“tentu saja! Aku suka sepak bola!”

“mwo?”

Pria itu terkaget dengan jawaban si wanita. Matanya membulat dan tak lupa juga bibirnya yang sekarang membentuk huruf ‘O’ itu.

“wae? Sepakbola adalah hobiku. Apakah itu aneh?”

“cukup aneh untuk seorang yeoja feminim sepertimu”

“yak! Apa maksudmu!”

Jessica memukul Luhan dnegan tas bahunya. Pukulannya mengenai lengan kanan Luhan. Luhan berlari duluan agar pukulan itu tak membuatnya harus menempelkan koyo nanti malam. Sedangkan wanita itu mengejarnya dari belakang sambil mengangkat tas bahunya.

                Jessica POV

“enakkah?” Tanya Luhan. Yah , kami berdua sedang menyantap makanan yang kami pesan dikantin. Aku memesan JJajangmyeon dan Luhan memesan JJambong.

“kau orang china, tapi tak menyukai JJajangmyeon? Aneh sekali”

“yah! Bukan begitu. Hanya saja itu sedikit asam dan warnanya hitam. Aku seperti sedang meilhat kau memakan lumpur”

Aku menatapnya tajam, memberikan foxy glareku. Seakan mengerti ia langsung membekap mulutnya dengan kedua belah tangannya secara otomatis. Aku tau ia sedang menahan kikikan tersembunyi dari matanya yang membentuk bulan sabit itu.

Aku manatap JJambongnya yang masih banya itu. Dengan sedikit ide usil aku menyumpit JJambongnya dalam ukuran besar dan menyuapinya kemulutku. Mata Luhan terbelalak, hingga kikikannya berhenti mendadak. Sekarang ia tampak kesal.

“JJambongku!” ucapnya memelas. Aku hanya melihatnya dengan tatapan tak berdosa lalu melanjutkan makananku. Tak perduli jika ia akan marah nantinya. Siapa suruh ia mencari masalah duluan. Dasar.

“itu itu ! itu dia Kris Wu !”

“yak ! dia tampan sekali. Tinggi lagi!”

“ku dengar bahasa inggrisnya benar-benar bagus!”

“dan orang tuanya juga berada! Dia benar-benar sempurna”

Telingaku penuh dengan seruan para siswi wanita yang duduk didekatku dan Luhan. Otomatis aku menaikkan kepalaku dan mencari sumber keributan. Ketemu. Pria tadi yang membuatku malu setengah mati dilapangan, Kris Wu.

Ah, masa bodoh. JJajanmyeonku lebih penting daripada tiang listrik berjalan itu. Kulihat Luhan masih bersemangat menghabiskan JJambongnya yang tinggal setengah itu dengan sesekali menyeruput pelan jus alpukatnya.

“apa kau tak pernah melihat pria tampan?”

Sial! Luhan menyadari tatapanku. Sekarang wajahk sudah pasti seperti kepiting rebus. Malu sekali rasanya. Daripada membalas perkataanya aku memilih untuk melahap JJajangmyeonku.

“Jess..” panggil Luhan. Kepalaku terangkat. Seketika dua buah tangan menahan kepalaku. Salah satu jari jempolnya menyusap pelan ujung bibirku. Itu tangan Luhan dan jari itu miliknya !

“Kau makan seperti anak kecil saja. Pelan-pelanlah sedikit”

Aku menatapnya tak berkedip. Senyumnya itu. Kenapa bisa semanis ini? Ah~ Jika ia memperlakukan aku setiap hari seperti ini aku akan mati karena meleleh!

“ah! Nee. Gomawo Luhan” Aku segera menarik badanku agar pipiku terlepas dari cengkraman dua telapak tangan Luhan. Ia menurukan tangannya lalu meraih sumpitnya lagi, tapi masih diiringi senyum manisnya itu. Sepertinya aku akan benar-benar meleleh, Tuhan.

“boleh aku duduk disini?”

Suara itu lagi. Astaga. Mengapa suara itu terdengar begitu dekat. Aku mencoba untuk mebiarkannya.

“hei nona, aku berbicara padamu!”

Aku mengangkat kepalaku, ternyata ia berbicara padaku dan mata kami bertemu. Angry Bird. Itu kesan pertamaku padanya. Alis yang tebal dan tatapan yang tajam sangat identic dengannya.

“duduk saja bodoh! Ini tempat umum, siapa saja boleh duduk!” balasku dingin.

Dan detik itu juga aku merasakan aura membunuh yang berasal dari seluruh kampus. Tatapan siswi lain yang seakan bisa masuk hingga kekulit. Apa ada yang salah padaku? Pada Luhan? Apa pada si bodoh, ah maaf , maksudku Kris wu?

To Be Continue~

How about my new project?? Kali ini aku mohon untuk comment dan likenya. Walaupun FF ini tidak bagus, katakana sejujurnya. Karena aku sangat sangat sangat payah dalam urusan FF series. Jadi kali ini mohon bantuannya seperti biasa. Jika respon bagus dari setiap pembaca, aku akan melanjutkkannya. Jika tidak mungkin akan berakhir pada part 1 saja. TT.TT

Sudah-sudah. Segera like dan comment yaa^^

Annyeong~~

 

70 thoughts on “Embraced (Chapter 1)

  1. aduh… aku suka yang genrenya school life kyk gini….
    apalagi aku suka karakter kris yang cold city boy gitu…makin suka ^^

  2. Annyeong thor , aku readers baru🙂
    Aku suka sama cerita nya , mngkinkah Luhan / Kris menyukai Jessica ? ><
    Pertama aku nemu blog ini aku lngsung baca ff ini , faighting untuk lanjut'n cerita nya🙂
    Salam kenal ya thor😉

  3. ouh my prince kris kebayang deh tampannya errr…luhan udah jatuh cinta lagi tuh sama sica, kris sebelum sica merespon perasaan luhan, cepatlah ambil perhatian seorang jessica jung hehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s