Freelance: Love Hurts (Chap 3)

poster by: http://firaanastasya27.wordpress.com/

Author: Lee Yae Jin

Tittke: Love Hurts

Cast: Jessica Jung dan Kris Wu

Genre: Sad

Rating: PG-15

Disclamer: ff ini asli punya saya, dan juga jalan ceritanya punya saya. So, jangan plagiat oke  Mian lanjutnya lama, minggu ini saya sedang sibuk-sibuk nya disekolah, jadi belum sempat buat ff. Dan semoga untuk chapter yang ini kalian puas yah

—–

Ia tau semua ini salah nya. Rasa cintanya yang besar terhadap istri membuatnya menjadi seperti ini. Selalu mengekang Jessica putrinya. Ia masih ingat ketika terakhir kali Dana, istrinya itu berbicara padanya, saat itu adalah masa kritisnya. Mobil yang Dana tumpangi menabrak sebuah truk besar ketika Dana pulang dari mengantar Jessica kesekolah. Ia ingat, bahkan sangat ingat ketika Dana berbicara padanya bahwa ia harus menjaga Jessica putri kecilnya, dan juga Yonghwa putra nya yang saat itu masih kecil, Dana juga berkata berikan yang terbaik pada Jesssica dan Yonghwa. Dan disitulah yang ia tak mengerti. Semua yang ia berikan pada Yonghwa dan Jessica menurutnya sudah baik, bahkan sangat baik. Yonghwa bisa menerimanya, tapi mengapa Jessica sama sekali tidak bisa menerima apa yang ia berikan padanya.”Apa yang harus aku lakukan… Dana?” Suara Yunho yang lirih pun terdengar diseluruh penjuru ruangan sepi ini. Ia hanya bisa memandangi sebuah figura berukuran besar yang didalam nya terdapat sebuah foto seorang wanita cantik yang sangat mirip sekali dengan Jessica dan mungkin juga dengan Yonhwa. Tentu saja, wanita yang ada difoto itu adalah Dana, wanita yang sangat Yunho cintai sampai detik ini. Ia memandangi foto Dana dengan pandangan yang lirih.
“Apa semua yang aku lakukan salah? Kenapa ia masih saja sangat membenciku? Padahal aku hanya mencoba memberikan yang terbaik untuknya?” Yunho memegangi dadanya yang sangat sesak, dan kini air mata telah bercucuran dikedua matanya. Dadanya sangat sakit, membayangkan kembali betapa anak yang paling ia cintai membencinya. Sakit, tentu saja sangat sakit. Dulu mereka adalah keluarga yang sangat harmonis, bahagia, tapi semenjak perginya Dana, keadaan berubah 180 derajat. Miris, matanya yang biasa menampakkan sorot mata tajam dan penuh kewibawaan seorang pemimpin kini semakin menyendu, air mata nya terus saja mengalir dari kedua mata nya. Siapa yang sangka seorang Jung Yunho, yang dipandangan orang-orang adalah lelaki berwibawa, ternyata setiap malam selalu saja menangis. Semua pasti tidak akan menyangka.

Krieettt

Yunho mengahapus air mata nya dengan cepat, ia tau siapa yang datang, maka dari itu ia segara membalikkan badannya, dan langsung tersenyum.
“Kau sudah pulang? Bagaimana dengan boyband baru yang kau tangani saat ini hemm?”
Seorang yang ditanya hanya diam saja. Ia tau apa yang baarusan dilakukan oleh appa nya.
“Yonghwa, gwenchana? Kenapa ka..
“Bukankah harusnya aku yang bertanya seperti itu?” Yonghwa memotong omongan Yunho dengan cepat, ditambah dengan nada bicaranya yang sangat dingin. Tapi kemudian, ia langsung memeluk erat ayanh yang sangat dicintainya itu, ia tau pasti ayahnya ini menangis lagi, dan ia juga tau apa alasan ayahnya itu menangis. Yonghwa semakin mempererat pelukan nya itu, setelah ini ia harus bertemu dengan Jessica, dan mungkin akan membicarakan ini dengan nya, ya, dia harus.

——

Jessica kini meatap pantulan dirinya yang ada dicerimin besar dihadapannya kini. Sempurna, dengan tampilan seperti seorang wanita biasanya. Memakai dress pendek ditambah dengan celana yang akan tampilkan kepada orang-orang sambil menyanyikan lagu The Boys, lagu yang saat ini menjadi tenar dikalangan masyarakat, dan satu lagi jangan lupakan senyum palsu yang harus Jessica berikan kepada orang-orang diluar sana nanti. Jessica tersenyum miris kini, ia lebih suka berpakaian ala laki-laki, dari pada harus berpakaian seperti ini, mengingat betapa cintanya ia terhadap sepak bola, tapi lelaki yang ia cintai suka terhadap basket. Ia juga kembali tersenyum membayangkan cara Kris menedang bola, bukan nya menendang bola, ia malah melampar sepatunya. Bodoh Gumam Jessica, senyuman kecil tetap saja nampak pada wajah cantiknya itu.

“Sica, acaranya akan dimulai!.” Tiffany yang diperintahkan oleh manager nya memanggil Jessica kini, Jessica yang dipanggil langsung menolehkan kepalanya kemudian tersenyum kecil pada Tiffany.
“Ya. Aku mau minum dulu Tiffany!” Jessica kini berjalan kearah tas nya, tempat botol minuman yang biasa Jessica bawa pun kini ia ambil, kemuadian ia meminum nya. Setelah botolnya itu tertutup, suara dari handphone Jessica berbunyi. Jessica mengambil handphone nya kemudian melihat pemberitahuan yang masuk. Kris gumam Jessica, Jesssica hanya bisa menatap tidak percaya. Kris? benarkah ini Kris? setau Jessica Kris sangat membencinya sampai-sampai Kris tidak mau bertemu dengan Jessica. Tapi dengan gerak cepat Jessica membuka isi pesan itu.

From: Kris

Temui aku ditaman biasa setelah jadwalmu selesai. Fighting

Jessica kembali memasang wajah anehnya. Kris mengiriminya pesan, lalu berkata bahwa Kris akan memnemui Jessica. Bukankah itu sebuah keajaiban? Mata Jessica hampir saja mengeluarkan air mata. Penantian nya selama ini tidak sia-sia. Kris, semoga saja Kris akan menerima Jessica kembali dihatinya.

“Ya! Jessica! Cepat keluar, sekarang giliran kita yang tampil.” Jessica menengokkan kepalanya cepat, kemudian mengangguk dengan sangat cepat. Jessica segera menaruh handphone nya, kemudian menarik Hyoyeon yang saat itu disuruh untuk memanggilnya keluar, dan masih dengan senyum besar diwajah Jessica. Hyoyeon hanya dapat memandang bingung sahabat anehnya ini. Baru saja kemarin ia menangis selama 2 jam, tapi sekarang ia sudah tersenyum bahagia. Itu aneh, sangat aneh, ia harus bertanya pada Jessica setelah acara ini selesai.

—-

Baru saja Hyoyeon akan menarik tanagn Jessica untuk meminta penjelasan kenapa Jessica banyak tersenyum hari ini seseorang telah menarik nya. Hyoyeon sangat ingin melepaskan genggaman tangan orang itu dari tangan nya, tapi setelah melihat siapa yang menariknya Hyoyeon langsung diam. Ia tidak berani pada leader EXO yang satu ini. Lelaki yang ada dihadapan nya saat ini terlalu bahaya, jika ia terus-terusan berada didekatnya bisa-bisa semua rahasia Jessica kan terbongkar. Ia beranggapan demikian karena ia tau apa yang akan terjadi saat ini. Suho, leader EXO ini pasti akan bertanya apa hubungan antara Jessica dan Kris, ia yakin, pertanyaan nya tidak jauh dari situ.

Setelah Hyoyeon dan Suho sampai pada parkiran mobil tempat mobil Suho di parkirkan, Suho segera membuka pintu mobilnya dan memasukkan Hyoyeon kedalam nya, setelah itu barulah ia yang duduk dibangku kemudi.

Baru saja Suho menundukkan pantatnya di jok mobilnya ia langsung menatap Hyoyeon. Hyoyeon hanya bisa menunduk ditatap seperti itu. Suho diam memperhatikan Hyoyeon yang menunduk saat ini. Jujur saja, sejak awal ia bertemu dengan Hyoyeon, perasaan aneh langsung menyergapi Suho. Ketika berdua dengan Hyoyeon seperti ini, ia pasti tidak akan bisa bicara apa-apa. Sial, kenapa selau seperti ini sih jika hanya berdua? God!! Rutuk suho dalam hati. Ia memalingkan wajahnya dari Hyoyeon kemudian mengatus pernapasannya.
“Kau tau hubungan apa yang terjadi antara kris dan Jessica kan?” Ucap Suho. Tapi tetap, wajahnya sama sekali tidak memandangi Hyoyeon yang ada disampingnya. Bukan nya berlaku sombong, tapi ini benar, jantung nya sama sekali tidak bisa diajak kompromi saat ini.
“Hah? A.. Aku.. Aku…”
“Jawab saja, aku yakin kau tau.” Suho masih mencoba menetralkan suara dan juga detak jantungnya. Tapi itu malah menambah kesan dingin suho dimata Hyoyeon.

Hyoyeon menundukkan kepalanya, jika sudah seperti ini apalagi yang bisa ia lakukan? Suho sudah tau, dan ia yakin Suho bukan orang yang mudah menyerah.
“Hahhh,,, Jadi…….”

—–

Jessica sangat tidak sabar menunggu Kris yang tadi mengajaknya untuk bertemu. Ia sudah berada disini sejak 5 menit yang lalu, tapi kris belum juga muncul. Ia menggerak-gerakkan kedua kaki yang terayun bebas itu ditanah, kemudian melihat lihat kearah kana dan kiri nya berharap Kris akan segera datang. Ketika ia menengokkan kepalanya ke arah kiri, tidak sengaja pandangan nya menatap seorang lelaki dengan kemeja biru dan juga celana jeans sedang melangkan menuju kearahnya. Ia memfokuskan titik perhatiannya itu, dan benar saja, itu Kris. Jessica segera berdiri ketika menyadari bahwa itu adalah Kris. Sebuah senyuman tersungging diwajah cantikya.

Kini Kris berhenti tepat dihadapan Jessica. Mata Kris dan Jessica kini saling menatap satu sama lain, dan tidak lama sebuah senyuman muncul diwajah kedua manusia itu.

—–

Mata indahnya masih setia melihat langit yang kini sudah mulai gelap. Sejak pertemuanya dengan Kris tadi, ia tidak henti-hentinya menyunggingkan senyuman diwajahnya. Entah apa yang mereka bicarakan, tapi itu bia membuat Jessica seperti orang gila yang terus saja tersenyum sendiri. Kini ia memasuki kamarnya yang ia tempati bersama Hyoyeon. Sedari tadi ia sama sekali tidak melihat Hyoyeon, bahkan nomornya pun tidak aktif. Kemana anak itu?Gumam Jessica. Ia kemudian melihat pantulan dirinya di cermin besar yang ada dihadapannya kini. dan kembali senyuman terhias dibibir Jessica.
“Aku tidak akan melepaskanmu. Aku akan berjuang.”

To Be Continued

akhirnya chapter ini selesai juga. Maaf jika kalian kurang puas, mungkin ff ini hanya akan tinggal 2 atau 1 chap lagi, tapi itu kemungkinan yah.Sorry for typo, jangan lupa komen yah🙂

8 thoughts on “Freelance: Love Hurts (Chap 3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s