[OneShoot]Weird Guy I Love You!

Weird Guy I Love You Krisica

Main Cast Are :

Kris (EXO)

Jessica Jung ( SNSD )

Other Cast :

Park Chanyeol (EXO)

Oh Sehoon (EXO)

SNSD Member (Sooyoung, Im Yoona, Kwon Yuri, Taeyeon, Seohyun)

Title : Weird Guy, I Love You!

Author And Artwork : Park Rae Kyo

Genre : Romance, Comedy

Lenght : OneShoot

Desclaimer : ini pure dari otak kecilku sendiri , bila masih ada kesamaan mohon dimaafkan..
For Cast itu milik orang tuanya serta managernya saja..

Sebelumnya ini dipublish dengan cast Park Chanyeol With Yoo Ara

“The Day When We Together ?”

_____

#Jessica Jung POV

Liburan panjang yang menyenangkan ini pantas untuk dijadikan waktu yang tepat untuk bertamasya bukan? Aku Jessica Jung dan biasa dipanggil Sica ini baru saja lulus dari kelas 1 Sma..

So? Aku sudah hampir berumur genap 17 tahun bukan ? Serta aku juga bebas pergi bertamasya dengan teman-temanku benar kan?

Hari ini kami bertamasya keliling-keliling kota gangnam dengan mobil milik Yoona, kami terkadang mampir sebentar ke kedai – kedai sekedar membeli minuman kecil pelepas dahaga lalu melanjutkan perjalanan..

Saat kami asyik berbicara, tiba-tiba saja seorang namja yang tengah terburu-buru itu lewat dan membuat Yoona yang mengendarai mobil menginjak pedal rem tiba-tiba..

“Tin..Tin!! Kau bisa hati-hati atau tidak sih!” Teriak Yoona ke namja itu getir lalu namja itu hanya menunduk-nunduk minta maaf..

Saat Yoona ingin menginjak pedal gas tersebut ,seketika mobil itu mati dan saat dinyalakan mesin tersebut tetap saja tidak mau nyala..

“Ahk! Sial..” Ucap Yoona seraya memukul stir mobil tersebut..

“Lalu kita bagaimana bisa sampai di rumah?” Tanya Seohyun yang berada dibelakang..

“Kita akan terbang Seohyun..” Ucap Sooyoung sambil melambai – lambai kan tangannya layaknya orang yang ingin terbang..

“Jinjja? Apa bisa?” Tanya Seohyun lagi..

“Tentu saja tidak bisa Seohyun-ah” Ucap Taeyeon sambil memukul kening Seohyun pelan..

“Hey kalian ! Cepat bantu aku” Ucap Yoona sambil menunjuk ke arah Yuri dan Jessica yang sedang mendorong mobilnya..

“Kita harus mendorongnya?” Tanya Sooyoung, Seohyun serta Taeyeon serempak..

“Ne, memangnya kalian tidak ingin pulang ?” Ucap Yuri yang terus mencoba mendorong mobil tersebut..

“Ah.. Ne.. Ne ” Ucap mereka bertiga lalu membantu yang lain mendorong mobil tersebut..

“Ayo lebih kuat!” Ucap Yoona yang kedengarannya seperti memakai microphone yang ditambah dengan suara yang berteriak..

“Ya sedikit lagi..!!” Ucap Yoona hingga akhirnya mobil itu pun dapat bergerak lagi..

“Horee!!” Teriak kelima yeoja tadi sambil melompat – lompat namun tanpa sadar mereka lupa kalau Yoona tengah berjalan jauh dengan mobil tersebut..

“Yoona Tunggu!!” Teriak kelima yeoja itu..
_____

Akhirnya kami pun sampai ke rumah masing – masing , Aku beranjak ke kamarku dan mempersiapkan pelajaran untuk besok serta seragam yang harus di gunakan besok..

Besok aku resmi menjadi siswi kelas 2 SMA..

Ya~ banyak siswa yang mengatakan bahwa menjadi kelas 2 SMA itu sangatlah menyenangkan, entahlah apa alasannya, aku tidak tahu..

Aku pun beranjak dari meja belajar dan berlari untuk membersihkan diri, setelah selesai aku pun mengambil piyama lalu memilih untuk mengakhiri hari ini yaitu tidur..

06.30 Kst

“Sica, Bangun!” Ucap suara bising yang membuat aku terbangun..

Ku tatap lekat jam yang ada disebelah tempat tidurku dan mengucek-ucek mataku perlahan-lahan..

“Andwae!! Aku bisa terlambat!!” Teriakku tidak kalah hebohnya dari pada eomma yang tadi membangunkanku..

Aku pun dengan cepat berlari kekamar mandi dan membilas tubuhku dengan durasi hanyalah 5 menit saja, di tengah terburu – buru itu aku serta eomma kalang kabut seperti rumah yang tersambar angin topan alias berantakan..

“Eomma, appa aku berangkat dahulu..” Teriakku terhadap kedua orang tuaku itu dan dengan cepat ku berlari ke arah sekolahku yang berjarak sekitar 300 Meter dari rumah..

Dengan keadaan yang berantakan serta rambutku yang tergerai lurus kebelakang tersebut membuatku risih, Ya~ aku lupa untuk mengikat rambutku tadi..

Ku tatap lekat jam yang berada di jam tanganku..

“06.57?” Batinku yang sudah hampir sampai ke sekolah namun pada saat aku ingin masuk ke gerbang, diriku tertabrak oleh namja yang..

“Kau kan namja yang kemarin!” Teriakku tanpa sadar dan membuat pintu gerbang itu tertutup..

“Yak! Buka pintunya aku tidak terlambat tahu..” Ucap ku yang akhirnya dibukakan pintu namun mendapat hukuman..

“Karena kau terlambat satu menit maka kau harus berlari mengitari lapangan sebanyak 10 kali..” Ucap satpam yang berkumis tebal dan Menyebalkan..

“Ne..” Ucapku serempak dengan namja yang tadi menabrakku..

“Kau tahu ? Karena kau aku jadi terlambat tahu!” Ucapku yang membuat ia meminta maaf sambil menunduk – nundukan kepalanya..

“Kau tidak aku maafkan..” Ucapku terakhir kalinya saat aku dan dirinya sudah selesai mengelilingi lapangan..

Aku pun berlari kekelasku dan masuk dengan izin kepada seongsaenim karena terlambat. Untung saja seongsaenim ini sedang tidak marah, jika marah mungkin aku akan dibawanya ke lapisan luar matahari, lalu dibanting – banting. Ah.. Sudah lah aku tidak ingin memperpanjang semua ini..

Aku pun duduk di tempat yang telah diatur oleh seongsaenim dan duduk sendiri di bangku tersebut..Tiba – tiba saja terdengar ketukan yang membuat seongsaenim berhenti menjelaskan lalu beralih ke arah pintu untuk melihat siapa yang mengetuk..

“Permisi Seongsaenim, Aku membawa anak baru” Ucap seorang yeoja yaitu pengurus masuk atau pindahnya siswa..

Yeoja itu pun masuk dan diikuti seorang namja yang tinggi dibelakangnya, tunggu ! Itu namja yang kemarin..dan tadi menabrakku

“Silahkan perkenalkan namamu namja..” Ucap yeoja itu..

“Anyeong..Kris Imnida..” Teriak namja itu sambil melambai – lambaikan kecil tangannya di bawah kepalanya..

“Baiklah, hanya itu saja, silahkan duduk kris..” Ucap yeoja itu lalu berlalu dari kelas..

Namja itu pun mencari bangku yang kosong dan ternyata ada disebelah yeoja, dengan senang hati ia pun duduk lalu menaruh tasnya di dekat bangku lalu tersenyum kearahku..

“Namamu siapa?” Tanya-nya yang membuatku menolehkan kepala lalu menjawab dengan santai “Sica , Jessica Jung” ucapku cuek seraya mengetuk – ngetuk pensil di meja..

“Ohh, senang bertemu denganmu..” Ucapnya yang aku balas dengan senyuman sinis dan itu hanya sekilas..SEKILAS..

Lalu kami pun memperhatikan seongsaenim yang terus berkomat – kamit didepan kelas dan itu membuat diriku pusing..

“Gwenchana?” Tanya-nya yang tiba – tiba melihatku membaringkan kepalaku di atas meja..

“Gwenchana, aku hanya ngantuk saja..Hoamzz” Ucapku santai sambil menutup mulut ku saat menganga lebar..

Bel istirahat pun berbunyi, seluruh murid pun berkeliaran keluar kelas kecuali namja disebelahku ini yang duduk diam ditempatnya..

“Kau tidak, ke kantin?” Tanyaku yang disambut nada bingung darinya..

“Jinjja?” Tanyanya..

“Ini waktu istirahat Kris- ah” Ucap Yuri yang tiba – tiba muncul dari sebelah kananku..

“Ohh.. Gomawo telah mengingatkanku..” Ucapnya lalu berjalan keluar, namun langkahnya berhenti lalu kembali ke arahku..

“Dimana letak kantin?” Tanyanya polos yang membuat kami tertawa..
_____

Dengan sedikit terpaksa aku pun mengantarkan dirinya ke kantin, sebagai anak baru cenderung tidak memiliki banyak teman bukan? Tapi beda dengan dirinya yang tiba – tiba didekati oleh namja – namja yaitu Chanyeol serta Sehun yang adalah namja idola dari seluruh kelas..

Dibandingkan dengan Kris yang rambutnya yang panjang bersamaan dengan warnanya yang coklat itu pasti berbeda dengan Chanyeol serta Sehun bukan , Namun mengapa Kris cepat memiliki banyak teman?

Hari – hari pun aku lewati dengan perasaan kesal yaitu setiap aku bertemu dengan namja ini yaitu Kris aku selalu sial..

seperti apa? Aku pernah ditanyai oleh seongsaenim tentang sesuatu dan itu semua berawal dari Kris , Aku pernah jatuh dari tempat duduk karena Kris dan juga aku pernah ketumpahan air karena.. Kris juga kan?

Rasanya saat itu adalah suatu penyiksaan khusus terhadap diriku, namun entahlah mengapa ia terkadang memperdulikanku tapi aku hiraukan..

Kali ini aku sudah habis kesabaran Kris , aku membenci kau..

“Anyeong Sica-ya..” Ucap Kris

“Waeyo?” Tanyaku terhadapnya tanpa melihat sedikitpun kearahnya..

“Hmm, nanti temani aku ke perpustakaan Ne? Kau tahu kan kalau besok kita harus mengumpulkan tugas kelompok kita” Ucap Kris.. Oh Tuhan, Mengapa aku mendapat tugas yang sangat berat sekali..

“Ne” ucapku singkat sambil memberi senyumnya sinis sedikit kearahnya..

Istirahat pun datang, aku dan Kris pun pergi ke perpustakaan untuk mencari buku tentang keperluan tugas kelompok kami..

Aku pun mencoba meraih buku yang ada di paling atas, namun..

“Bruk!!” Semua buku di lemari itu jatuh berserakan bersamaan dengan lemarinya..

“Mmmianhae..” Ucap Kris sambil membantuku untuk berdiri..

“Sudah cukup Kris-ah! Aku sudah cukup sial hari ini, setiap hari aku bersamamu, aku selalu mendapat kesialan yang membuat aku malu, Sekarang dan mulai besok tolong jangan ganggu aku! Dan pergi dari hadapanku” Ucapku Keras terhadapnya lalu berlari keluar perpustakaan

Hari ini pun berjalan mulus tanpa ada gangguan sama sekali, aku pun denga santai masuk kekelas dan berjalan ke arah tempat dudukku, belum sampai ke tempat duduk, tiba – tiba saja aku terpeleset hingga menyadari seseorang yang menahanku dari belakang..

Namja?

Kyaaa~ Tampan sekali..

“Kris-ah” teriak si suara berat yaitu Chanyeol yang membuat aku terkejut setengah mati..

“Kk..Kris?” Tanyaku yang disambut anggukan darinya lalu meninggalkanku..

Untung saja ini masih pagi benar , kau tahu ini pukul 6.15 bukan? dan dengan santai ku lihat dari atas kalau Kris , Sehun serta Chanyeol dikerumuni oleh yeoja-yeoja yang membuat Kris ling-lung kebingungan..

Ada yang ingin diminta foto layaknya artis , ada juga yang meminta tanda tangan dan ada juga yang memberikan bekal , Ku saksikan dengan detail kalau penyuka Kris lebih banyak dari Chanyeol serta Sehun dan itu yang membuat aku agak marah..

“Sejak kapan aku benci jika aku melihat Kris di suka banyak yeoja?” Batinku..

“Ya, Sica!” Teriak Yuri sambil mengejutkanku..

“Waeyo , Yuri-ya?” Tanyaku kearahnya..

“Anio, kajja kebawah..” Ucap Yuri seraya berlari menarikku kearah kerumunan Kris , Sehun Dan Chanyeol..

“Sica-ya.. Bantu aku untuk mendapatkan tanda tangan asli Chanyeol Ne?” Ucap yuri seraya memberi kaos kearahku..

“Disini?” Tanyaku lalu Yuri mengangguk,

Aku pun berjalan ke arah Chanyeol lalu dengan santai aku mengatakan bahwa ingin meminta tanda tangannya di baju milik Yuri..

Tanda Tangannya lucu sebab ada sesuatu yang menggantung di tengahnya , tidak lupa juga aku mengucapkan sesuatu yang akan ku buat Yuri marah , mungkin..

“Chanyeol-ah , Yuri menyukaimu” ucapku santai lalu berbalik dan memberikan kaos itu terhadap Yuri..

“Gomawo sica-ya..” Ucapnya sambil memelukku..

“Ne, tidak usah se-bagagia itu yuri-ya” Ucapku sambil berjalan ke ruang kelas, melewati yuri yang tengah kegirangan kala mendapat tanda tangan dari namja yang ia cintai itu

“Tapi..” Ucap Yuri terputus saat aku memotongnya..

“Tapi apa? Yang penting sudah dapat kan?” Ucapku jutek lalu berbalik kembali , tapi sekilas aku melihat adanya pemandangan buruk..

Kris dipeluk oleh seorang yeoja.. DIPELUK?!

Aku pun melihat kesumber pemandangan buruk itu..mengapa aku marah saat melihat Kris dipeluk?

Apa aku Cemburu?

Dan

mencintainya?
_____

Waktu istirahat pun akhirnya datang , aku pun mengambil kotak makanku yang berisi 2 bulgogi , dengan cepat aku mengambil sumpit dan melahap satu bulgogi tersebut..

Namun belum sempat aku mengambil satu bulgogi tersebut tiba-tiba saja sepasang sumpit yang tidak diketahui pemiliknya datang dan mengambil bulgogi itu dan pada saat aku melihatnya..

Itu Kris..

Ya..Wu Yi Fan.. Dia adalah orang China yang pergi ke Korea..

Aku ingin sekali memarahinya karena mengambil bulgogi itu namun entahlah , lidahku kelu untuk mengucapkan kalau aku ingin memarahinya..

“Ini kau yang buat?” Tanya Kris..

“Mmm..” Entahlah lidahku kelu untuk menjawab kalau itu memang buatanku tadi pagi..

“Ah..mianhae aku harusnya pergi dari hadapanmu” Ucap Kris berdiri lalu berjalan keluar kelas..

Mengapa aku kelu untuk menjawab jangan pergi..

Tapi..

Aku memang menginginkannya bersamaku..

Ah..ahn.. ahni..

Kau harus membenci namja ceroboh itu..
_____

Bel Pulang sekolah pun akhirnya datang, aku pun membereskan seluruh bukuku yang ada di meja dengan langkah cepat aku berjalan keluar kelas, sekilas ku lihat Kris yang tidak berbicara maupun melihatku sekali pun..

Kulihat dirinya memegang pensil lalu memasukannya kedalam tas, tiba – tiba saja ia dipegang oleh yeoja dan berbincang bersama..

Entahlah

Aku merasa sedih atau kesal

Aku tidak tahu..

Dengan cepat aku berlari dari tempat itu dan tanpa sadar menabrak seorang namja..

Oh Sehoon..

“Mianhae..” Ucapku cepat sambil menahan air mata yang sedikit ku keluarkan tadi..

“Hey..” Ucap sehun yang memanggilku , aku pun terdiam dan ia berlari kearahku..

“Waeyo?” Tanyaku singkat..

“Hmm..Ahni , Aku mencintaimu , apa kau ingin menjadi yeojachinguku..” Ucap Sehun sekilas..

Apa yang harus ku jawab?

Apa aku harus bilang Ya?

Atau tidak?

“Ne..” Ucapku singkat lalu ia pun tersenyum dan menggandeng tanganku..

Mianhae..

Aku memilih untuk menerimanya..Karena aku percaya aku dapat melupakan perasaan yang aneh -aneh ini..Apa aku salah?

” Aku antar kau pulang Ne?” Ucap Sehun disebelahku yang membuatku terkejut..

“Mm..Ne” Ucapku singkat..

“Kajja..” Ia pun menarikku..

“Gomawo..” Ucapku singkat sambil mengikuti tangannya yang menarikku..

Tanpa mereka sangka , seseorang menatap mereka dengan tatapan sendu..

“Ternyata kau menjauhiku karena dirinya..”
_____

Keadaan didalam mobil sungguh membuatku terdiam sejuta pikiran..Ia mengajakku sesekali berbicara lalu aku menjawabnya singkat..Ia baik namun..

Tidak sebaik Kris terhadapku..Entahlah apa yang aku pikirkan saat bersama Sehun ini..Aku memikirkan Kris..

“Apa kau mencintaiku?” Tanya Sehun.. Oh Tuhan, Mengapa kau memberiku pertanyaan yang sangat sulit…

“Haha, kenapa kau menanyakan seperti itu? Kita baru kenal bukan?” Ucapku sambil menahan tertawa..

Mianhae , aku jujur untuk itu..

“Oh iya..” Ucap Sehun yang dibalas tertawaan kecil olehku..

“Biarkan seiring waktu berjalan aku akan mencintaimu Ne?” Ucapku polos sehingga ia terlihat diam untuk menjawab..

“Sudah sampai tuan puteri..” Ucap Sehun mengalihkan pembicaraan..

” Gomawo sehun-ah..” Ucapku singkat lalu melambaikan tangan kearahnya..

Mianhae ini semua adalah aktingku..Aku pun masuk kedalam rumah dan melihat seluruh orang tuaku yang berada di dalam rumah dengan seorang namja di tengah itu..

“Chanyeol?!” Kejutku saat melihatnya duduk manis di bangku sofa..

“Sica?” Kejut Chanyeol sambil berdiri..

“Kalian sudah sama-sama kenal rupanya?” Tanya appaku..

“Ne.. Aku sudah tahu dirinya..” Ucapku singkat..

“Baiklah, ini akan mempermudah kita untuk melangsungkan perjodohan ini..” Ucap Appa Chanyeol yang membuat aku dan Chanyeol membulatkan mata..

“No.. Andwae!” Ucapku singkat..

Aku pun mengetik pesan kepada Kris untuk pergi kerumahku secepat mungkin, Ya~ walaupun aku membencinya, aku adalah stalkernya lambat hari ini..

“Kris-ah , datanglah kerumahku.. Jebalyo..”

Aku pun disuruh mengganti bajuku lalu kembali ke sofa bersama orang tuaku..

Mungkin terlihat aneh aku mengajak Kris untuk bertemu denganku.. Tapi aku tidak ingin mencari masalah baru dengan sehun yang aku bohongi..

Aku pun berjalan kebawah dengan perlahan – lahan sambil menunggu kedatangan Kris..

Tapi..Kris belum juga datang..

Aku pun duduk lalu hanya tersenyum-senyum biasa saat di bicarai.. Tiba – tiba saja Chanyeol meminta izin terhadap orang tuanya untuk berbicara dengan diriku sebentar..

Orang tua nya Chanyeol pun mengangguk begitu juga pun orang tuaku ,Chanyeol pun mendekat kearahku dan menarik tanganku pelan , aku yang ingin menghindari tatapan orang tua ku yang terlihat tersenyum bahagia itu hanya mengikuti tangan Chanyeol yang menarikku.

Kami pun berjalan ke ruang privasiku yaitu kamarku , ia bicara padaku kalau ia sudah pacaran dengan temanku sindiri yaitu Yuri, maka dari itu Chanyeol tidak mengingini perjodohan ini..

Apalagi aku..

“Baiklah kita harus bagaimana?” Tanyaku terhadapnya..

“Kau tahu Sehun?” Ucap Chanyeol yang membuat aku terkejut

Deg..

Deg..

“Ne, memangnya waeyo?” Tanyaku..

“Coba hubungi dirinya , apa kau punya nomornya?” Tanya Chanyeol kembali..

“Ada , tunggu sebentar” ucapku sambil mengutak -atik handphone-ku lalu langsung mematikannya..

“Tidak dapat terhubung Chanyeol-ah” ucapku berbohong..

“Coba Kris..” Ucapnya lagi..

Deg..

Deg..

Deg..

“Sebentar..” Ucapku singkat..

“Kris-ah?” Tanyaku setelah telepon itu terhubung..

“Ne sica-ya , waeyo?” Tanya chanyeol..

“Jebalyo kerumahku Ne?” Ucapku penuh khawatir..

“Waeyo?apa ada masalah?” Bicaranya diseberang sana dengan tenang..

“Jebal kerumahku..” Ucapku penuh rasa khawatir..

“Ada sehun bukan? Hubungi saja dirinya..” Ucapnya santai lalu memutuskan hubungannya..

“Hey Kris..Kris..” Teriakku namun hubungan itu terputus..

“Bagaimana sica-ya..” Tanya chanyeol..

Aku pun menggelengkan kepala lalu menangis kecil , “mereka tidak dapat kuhubungi..” Ucapku parau..

“Baiklah , kita kebawah dan sebaiknya kita mengucapkan semuanya..” Ucap chanyeol sambil memegang bahuku..

Aku pun tersenyum lalu memeluk singkat dirinya..” Gomawo..”

Kami pun berjalan kembali kebawah dan menceritakan semuanya kepada orang tuaku, mereka pun terkejut setelah mendengar perkataan yang kami keluarkan bersama..
_____

Hari-hari pun berlalu tanpa kris tapi Sehun , ia baik dan perhatian terhadapku yang membuatku benar – benar tidak sanggup kalau aku akan mengucapkan perpisahan terhadapnya..

Namun jujur aku memang tidak dapat membohongi perasaanku..

Setiap aku bersama Kris, rasa itu berbeda dengan sehun..

Aku rasa aku mencintai Kris..Tapi bagaimana aku dapat bersamanya dalam waktu-waktu ini..Bahkan untuk berbicara dengannya aku tidak memiliki keberanian sedikitpun..

Terutama lagi saat – saat itu..Akh! Paboya, kenapa kau harus mengatakan semua itu..

Kris, bogoshipoyo..

“Sica-ya..” Teriak seorang namja yang berada di belakangku..

“Waeyo sehun-ah?” Tanyaku terhadapnya yang membuat ia tersenyum..

“Nanti mau ke bioskop?” Tanya sehun ke arahku..

“Baiklah…” Ucap aku menyerah..

“Nanti aku jemput kau jam 7 Ne? Berpakaianlah yang cantik”puji sehun sambil berlari menjauh dari sica ke kantin..

Diam? Aku benar-benar terdiam mendengar perkataannya barusan..

Cantik?..

Aku pun berjalan dengan gamang ke arah kantin dan melihat Kris serta sehun tengah berbincang dengan seorang yeoja..

“Yoona-ya?” Kejutku setelah melihat salah satu yeoja yang ada disana , ia pun tersenyum kecil dan melambaikan tangan kearahku yang mengartikan aku disuruh untuk menghampirinya..

Aku pun berjalan kecil kearahnya dan duduk di bangku yang kosong disebelah Kris, ” Waeyo?” Tanyaku sambil melipat tangan didepan dada..

“Tidak, aku hanya ingin memanggilmu untuk ikut bersama kami saja..”Ucap Yoona sambil tersenyum..

Tapi tidak denganku..Aku tidak sanggup duduk dekat Kris..Walaupun..Aku juga sebangku dengannya saat dikelas..
_____

Selepas pertemuan singkat tadi, mataku menyipit saat melihat yeoja disebelah Kris, mereka terlihat akrab dan sesekali tersenyum sumringah..

Aku takut..

Apa ia yeojachingu Kris?

Aku pun bangkit berdiri lalu berlari dari mereka , mungkin mereka akan terkejut dengan perlakuanku barusan , namun..

Ya.. Sudahlah

Aku cukup tersiksa melihat pemandangan barusan..Melihatnya saja sudah membuatku tertusuk pisau dari belakang..

Tapi..

Mungkin aku tidak boleh merusak kebahagiaan seseorang..

Aku butuh Kris..Ya~ hanya Kris seorang..

“Anyeong haseyo..” Ucap seorang namja yang berdiri didepanku..

“Kkau siapa?..” Tanyaku..

“Kau pantas ikut ke pesta topeng , maukah?” Tanya orang itu..

“Mau? Pesta Topeng?” Otakku cukup terkejut dengan perkataan barusan , namun mungkin dengan ini aku dapat melupakan Kris..

“Ia , kau mau ikut pesta topeng besok?” Tanya orang itu..

“Baiklah , apa yang harus ku lakukan?” Tanyaku santai sambil melipat tangan didepan dada lalu mengikuti kemana arah ia pergi..
_____

#Kris POV

“Pesta topeng? Apa sica akan ikut?” Batinku sambil memegang selebaran yang ku ambil tadi..

Aku pun mencari ide dan melihat seorang namja yang tengah termangu diam..

“Permisi, anda kenapa?” Tanyaku terhadap namja itu, ia diam dan sesekali menggaruk kepalanya dengan kedua tangannya frustasi..

“Uangku hilang, aku tidak dapat kembali ke rumahku..” Ucap namja itu..

“Baiklah, kau tahu yeoja yang itu.. ” Ucapku sambil menunjuk keseorang yeoja..

“Ne, memangnya waeyo?” Tanyanya lagi…

“Bisakah kau memohon kepada dirinya atau menyuruhnya untuk ikut ke pesta topeng ini ? Jika ia mau , aku akan memberimu uang ini..” Ucapku sambil memberi selebaran dan uang sekitar 5000 Won..

“Baiklah , sebentar Ne?” Ucapkunya lalu berjalan ke arah yeoja itu..

Ku tatap ia dari jauh, ku lihat perubahan wajahnya yang membuatku tertawa sedemikian kali . Aku pun tersenyum saat ia mengangguk dan mengikuti namja itu..

Aku pun memberi tahu namja itu untuk kearahku sebentar dan bilang kepada yeoja itu untuk tunggu sebentar di dekat bangku yang kutunjuk..

Ku lihat ia menyuruh sica untuk duduk ditempat yang aku tunjuk lalu ia berjalan kearahku secara mengumpat – umpat dan berterima kasih kearahku setelah mendapat uang yang aku berikan terhadapnya..
_____

Keesokan harinya..

Aku pun memakai kemejaku lengkap dengan jasku, dengan gerak cepat aku mengambil topeng yang telahku beli dan menyelipkannya di kantongku..

Mungkin inilah harinya..

Ku akan mengungkapkan seluruh perasaanku..

Ku ambil kunci mobilku yang berada di atas meja lalu berjalan ke arah garasi tempat mobilku terparkir..

Dengan gerak cepat aku masuk dan mulai mengendarai mobilku dengan kecepatan tinggi menuju tempat tersebut, alasannya agar aku tahu sica memakai topeng yang mana..

Sesampainya ditempat tersebut, aku mencari seseorang yang membuatku terpaku, Sica memakai gaun berwarna putih dengan balutan kain satin yang menyelimutinya, Cantik? Ne..

Namun semua itu tidak berjalan dengan sesuai saat seorang namja dengan rambut yang berwarna blonde menggenggam tangannya..

Itu Oh Sehoon..

Namjachingunya Sica..

Seketika aku melepas pandanganku dari mereka, aku tidak boleh merusak kebahagiaannya, ia pantas bahagia dengan sehun bukan dengan diriku..

Mungkin suatu saat nanti aku akan menemukan..Seseorang selain dirinya..

Aku pun berjalan ke arah luar gedung itu dan duduk menyendiri di taman..Mungkin aku harus melupakannya..Sudah tidak ada waktu lagi Kris..

Kau pernah di suruh untuk pergi dari hadapannya bukan?Ia selalu sial denganku bukan?Tapi..

Ia tidak tahu yang sebenarnya terjadi..

Andai saja ia tahu saat – saat itu..

Saat ia ditanya oleh seongsaenim saat itu, itu berawal darinya sendiri, ia tidak membawa pulpen hingga harus meminjam denganku, lalu tiba – tiba saja kami dianggap berbicara oleh seongsaenim. Berarti aku tidak ada sangkut pautnya bukan?

Saat – saat ia jatuh dari bangku, itu karena di bangku ada paku yang menepel disana, maka dengan cepat aku menendangnya agar ia tidak tertusuk paku itu dan dirinya lah yang jatuh, apa aku harus biarkan ia terkena paku itu?

Ingat saat ia kejatuhan air ? Itu karena ada seseorang yang menyenggol dua benda secara bersamaan yaitu ember berisi air serta vas yang terbuat dari kaca, dengan sontak aku mendorongnya hingga terkena air dan vas bunga itu jatuh pecah ke bawah..Apa aku masih salah?

Dan yang terakhir adalah soal lemari yang jatuh mengenainya, sebenarnya itu bukan karena diriku, namun karena seseorang, saat ia mengambil buku, tanpa sadar ia mendorong lemari itu hingga terjatuh namun orang itu sudah berlari duluan, lalu ? Tinggal akulah yang berdiri sendiri disana dan diomeli oleh Ara..

Apa semua salahku?
_____

#JesSica POV

“Sehun-ah..” Ucapku terhadap sehun..

“Waeyo?”

“Mianhae , kita akhiri hubungan ini Ne?” Ucap Sica sambil menunduk..

“Baiklah kalau itu maumu sica-ya..” Ucap Sehun lirih..

“Mianhae..” Ucapku sekali lagi..

“Maukah kau memelukku terakhir kalinya?” Tanyanya lalu aku hanya menganggukan kepala..

Ia pun mendekap tubuhku erat, mianhae sehun-ah, aku tidak boleh membohongi perasaanku sendiri..

Setelah itu aku berbalik lalu berlari keluar gedung, aku pun berjalan kearah taman dan menemukan seorang namja yang tengah duduk di bangku yang berada disebelahku kini..

“Kau kenapa?” Tanya ku sambil duduk disebelahnya..

“Anio..” Ucapnya santai..

“Hmm.. Baiklah..” Ucapku lagi lalu bangkit berdiri, namun tiba – tiba tangannya menarikku untuk duduk kembali..

“Waeyo?” Tanyaku sambil menghadap kearahnya..

“Duduklah disini..” Pintanya..

Aku pun duduk lalu melihat pemandangan disekitar taman ini, walaupun hari sudah gelap namun aku takjub dengan lampu yang membuat tempat ini menjadi menarik..

“Mengapa kau tidak dengan sehun?” Tanyanya yang membuatku membulatkan mata..

“Aku sudah putus dengannya…” Ucapku datar..

“Karena apa?” Tanyanya lagi..

“Anio , kau akan tertawa setelah mendengarnya..” Ucapku sambil mengulas wajah cemberut..

“Jujur saja..” Ucap Kris..

“Aku selalu mengingatmu Kris-ah..” Ucapku tenang dan melihat kearah depan..

“Sama..aku juga selalu teringat denganmu Sica-ya..” Ucap Kris sambil menunduk..

Aku pun terdiam mendengar perkataannya barusan..

Ia teringat denganku?Hahaha, apa ini lelucon?

“Maukah kau menjadi yeojachingu-ku Sica-ya?” Tanya Kris tiba-tiba sambil memegang tanganku..

“A..aku..” Ucapku terbata saat ingin menjawab iya , Ya.. IYA..

“Apa?” Tanyanya lagi..

“Aku mau..” Ucap ku sambil tersipu malu..

“Jinjja?” Tanya ia lagi dan aku mengangguk. Sedetik kemudian ia pun memelukku erat..

“Saranghae Sica-ya..”

“Nado..” Kami pun tersenyum sumringah lalu kembali masuk kedalam pesta tersebut..

Ku Lihat Sehun yang tengah berada dipojok dengan seorang yeoja , Seohyun? Ia menyatakan perasaannya?
_____

Epilogue

Ini adalah hari dimana kami tepat sebulan…

Aku membawakannya sebuah cake yang bertuliskan “I love Sica”

Ku lihat ia yang melihatku dibawah sedang memanggilnya..

Ia pun membukakan pintu dan menyuruhku untuk masuk, namun betapa terkejutnya diriku saat melihat rumahnya yang sungguh berubah..

Kapal hancur..

Bukan , rumah hancur tepatnya..

Aku pun berjalan kearah dapur diikutinya ku sengaja membuka kue tersebut dan terus mengikuti sica , saat ia berbalik kearahku tiba – tiba saja kaki ku tergelincir sesuatu yang membuat diriku kehilangan keseimbangan hingga..

‘Bruk’

Wajahnya terkena kue..

Omona!!

“Kris-ah!!!!” Teriak Sica..

Semua ini berawal dari dirinya sendiri bukan? Ia menaruh lap basah dibawah yang membuat aku terjatuh dan kue itu mengenai wajahnya..

“Sica Jelek” Ucapku sambil memeletkan lidah lalu mencolek wajahnya yang penuh dengan kue..

“Kau juga ” Ucapnya sambil mencolekan kue tersebut ke mukaku
_____

Kuharap ini bukan hanya sementara , tapi untuk..

Selamanya..
_____

Gimana ffnya, menyenangkan gak? Kalo enggak mianhae, Mianhae juga kalau masih ada typo😥

36 thoughts on “[OneShoot]Weird Guy I Love You!

  1. childish couple^^ bener” bikin senyum sendiri bacanya apalagi dengan karakter jessica disini :* kris juga gimana gitu. hehe bagus kok chingu🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s