Embraced (Chapter 5)

Title                       : Embraced

Cast                       : Jessica Jung ; Kris Wu ; Lu Han

Genre                   : Romance , Drama , School Life

Rating                   : Teen

Length                  : Chapter

Poster                   : @icydork

Author Note      : This is surely my idea. All of the casts belongs to the God, their family and their agency. I just own the story. Don’t be plagiator. Show your support by Like and Comment in the end of reading. Thanks for the reader who always support my Fanfiction

Summary             : When you hoping all of this shit just in your dream, but in the fact you should face it. You can’t change the rule. This is your way. Will you still hope to move?

Flawless Jung Present

a new series Fanfiction

EMBRACED

Author POV

“apa karena anak kurang ajar itu lagi? Apa yang telah ia lakukan pada mama? gao su wo, ma ! (Katakan padaku ma!)”

“tidak Lu, mama hanya mengenang persahabatan mama, papa dan wanita ini.” Tunjuknya pada salah seorang yang berasa didalam foto.

“tha shi sei? (dia siapa?)” Tanya Luhan penasaran.

“Yifan de mama (mamanya Yifan)”

Pagi ini seperti pagi-pagi sebelumnya. Taka da bedanya. Sang mama sedang menyiapkan sarapan untuk orang terkasih dirumah mewah itu. Tidak udah membayangkan para koki yang sibuk menyiapkan sarapan ala barat yang super mewah dan menggiurkan, karena sang ibu cantik ini lebih senang melakukannya sendiri tanpa bantuan koki handal kelas satu ibu kota.

“zao an ma (pagi ma)” sapa seorang pria muda pada sang mama.

“zao an, Lu..” balas sang mama singkat.

Pria yang diketahui bernama Luhan itu sudah rapi dengan kemeja birunya dan celana berwarna senada. Tak lupa rambut yang disisir naik dengan bantuan sedikit gel rambut dan beberapa semprotan parfum yang khas.

“aigoo.. anak mama pagipagi sudah rapi. Kelas pagi-kah?” Tanya Seohyun pada putranya.

“ani.. kelasku masih dimulai 2jam lagi” balas Luhan sambil mencomot beberapa helai roti yang sudah dipanggang Sohyun.

“lalu, angin apa yang membangunkanmu sepagi ini? Tidak biasanya..” Seohyun menatap Luhan dengan ekor matanya. Sebagai seseorang yang pernah muda, ia menangkap sesuatu yang tak biasa dari perubahan anaknya. Luhan seorang raja tidur tiba0tiba bangun secepat ini. Pasti ada sesuatu yang menjadi alasannya.

“Jessica.. Jung Jessica” balas Luhan sambil tersenyum. Dari gelagatnya, Seohyun tau bahwa putranya sedang jatuh cinta pada nama yang disebutkannya barusan.

“Ju-Jung Jessica?” balas Seohyun sambil terbata-bata. Luhan menangkap hal aneh dari intonasi mamanya.

“nee.. apa mama mengenalnya?” Luhan menatap mamanya penuh selidik.

“ti..tidak. Bagaimana mama bisa mengenalnya? Dasar. Lain kali, kenalkan ia pada mama ya”

“tentu saja.. tak lama lagi..” balas Luhan.

Ia mengambil beberapa helai roti lagi dan mengantungnya dimulut dengan cara digigit. Ia mengenakan ranselnya dan  mengambil kunci mobilnya. Dengan terburu-buru ia menyiumi pipi kanan sang mama dan pamit untuk berangkat.

“aku pergi dulu,maa..Bye-bye”

“nee.. hati-hati sayang”

Kris POV

Alarm sudah berbunyi untuk kesekian kalinya, tetapi mataku tetap saja tak ingin dibuka. Hahh~ kenapa pagi datang secepat ini? Hari ini ada kelas pagi. Kelas dimulai satu jam lagi dari sekarang. Aku langsung bangun dan menyambar handuk yang tergantung di tembok dekat pintu kamar mandi. Dan membawanya serta kedalam kamar mandi.

Seorang pria tak butuh waktu lama untuk mandi. Aku sudah siap dengan kemeja putih dan celana hitam. Tak lupa dengan laptop berserta tas-nya. Aku mengamati diriku disebuah cermin, memastikan tampilanku sudah benar-benar baik dan sehat untuk mata. Karena seorang Kris Wu tidak pernah cacat akan hal penampilan.

Aku mengambil kunci mobil yang terletak meja dekat kasur. Lalu membuka pintu kamar dan langsung menuruni tangga menuju dapur. Kulihat wanita itu sedang duduk sendirian menikmati sarapannya.

“tumben sekali, biasanya ia pasti sarapan dengan putranya” pikirku.

Aku tak ingin ambil pusing. Ku Tarik kursi diseberangnya dan duduk diatasnya. Aku meraih jug yang berisi susu putih dan beberapa helai roti panggang. Ku oleskan selai kacang diatasnya tipis-tipis, tapi pekerjaanku berhenti saat wanita itu membicarakan topic yang tak ingin kudengar.

“Kris, papa masih menunggu keputusanmu. Mama tau itu bukan keputusan yang mudah..” katanya terpotong saat ia mendengar dengusan nafas dan tawa kecilku.

“hhh~ ha..ha.. Mama? Mama kau bilang?” balasku sengit. Sebenarnyaaku bisa saja bersikap baik kalau ia hanya duduk diam dan tidak berkata apapun. Moodku berubah cepat sekali kalau dia membuka mulut.

“maksudku, aku tau itu bukan keputusan yang mudah. Tapi papa memilihmu, Kris. Pikirkanlah. Ia akan pulang nanti sore. Kuharap, kau tidak mengecewakannya”

Aku tak ingin lagi mendengar omongannya yang menyebalkan. Tanpa menyentuh susu yang kutuang tadi aku langsung beranjak dari kursi menuju pintu utama. Tujuanku adalah pergi dari rumah ini sebelum aku mengamuk.

Flashback

“Yi fan, papa ingin kamu melakukan sesuatu untukku.”

Pria yang duduk didepanku mulai membuka suara. Hangeng Wu. Pebisnis elektronik China nomor 2 yang berhasil membuka pasar di Korea Selatan. Dia papaku.

“apa? Katakana saja, tidak usah berbasa-basi.Kau tau aku tak suka itu.” Balasku. Kutatap tajam kedua mata beningnya. Kadang, tanpa sadar aku membencinya. Rasa benci dan sayang yang sangat kental mengalir begitu jelas.

Seohyun, wanita yang mendampingi papa dalam sepuluh tahun terakhir hanya duduk diam disamping papa tanpa berani membuka suara. Ia hanya menunduk dengan sebelah tangannya mengelus punggung papa, mungkin mencoba menenangkannya.

“tak lama lagi, posisi direktur utama akan menjadi milikmu..”

“lalu?” potongku

“menikahlah. Papa sudah menjodohkanmu pada seseorang. Putri dari pemilik toko emas, Stonehenge Collection, Jung Yunho..”

Tanpa basa basi aku meninggalkan ruangan. Aku tak ingin mendengar lebih lanjut tentang itu. Tentang hal apapun yang mereka ingin aku lakukan untuk mereka. Cukup. Aku tak ingin kebahagianku dimasa depan juga diatur dari sebuah perjodohan bodoh seperti itu.

“yi fan !” aku bisa mendengar teriakan papa dari balik pintu ruangan yang kutinggalkan. Kubiarkan saja. Ini bentuk protesku. Karena menurutku, percuma saja mengomel dan merengek meminta perjodohan dibatalkan, itu akan membuang energiku. Jadi kupikir lebih baik keluar dari ruangan itu.

Flashback End

TINNNN!

Suara klakson mobil membuyarkan lamunanku. Kuliaht rambu lalu lintas yang sudah berubah menjadi hijau. Pantas saja mobil dibelakangku menglakson(?) begitu keras.

Aku membawa mobilku sampai kearea kampus. Lalun memarkirkannya disudut halaman parkir yang ditumbuhi pohon diatasnya. Setidaknya mobilku tidak akan sangat pengap jika kumasuki saat hendak pulang nanti.

Kubuka pintu mobil dan keluar dari situ beserta tas laptop ditanganku. Kukunci mobilku dan menghidupkan pengamannya. Kemudian meneteng tas laptop-ku bersama menuju kelas hari ini.

“KRIS!”

Sial, dia lagi.

Sooyoung POV

“KRIS” pekikku sambil mengaitkan kedua tanganku pada lengan panjangku. Aku tau ia membenci tindakanku. Tapi aku tak bisa tidak melakukannya. Karena aku sudah cinta mati pada pria jangkung ini.

“lepaskan!” hardiknya keras.

“wae? Bukankah kita berpacaran? Seorang couple seperti kita sudah sewajarnya begini, Kris” tolakku manja. Tampangnya yang sangat kesal begitu ketara tergambar jelas.

Selama perjalanan menuju kelas banyak pasang mata menatap kami. Aku tau Kris membencinya. Tapi biar saja. Aku tau ia masih mencintaiku. Bagaimanapun, aku cinta pertamanya.

“Hei Bro! wah, kalian pagi-pagi begini sudah sangat romantic” Chanyeol yang sudah duduk manis dibangkunya menatap kami jahil.

Kris hanya membuang muka. Tampangnya yang memang sudah dingin, bertambah dingin dengan aura yang terpancar jelas. Aku menarik dagunya agar menatapku dan berjinjit sedikit. Sampai tindakan ku berhenti karena tegurannya.

“jangan mempermalukan harga dirimu sendiri, Choi Sooyoung!” hardiknya. Tapi kali ini lebih tegas. Ia melepaskan paksa tanganku tang menggelayut di lengannya. Lalu ia duduk di kursinya, tepat disebelah Chanyeol. Ia mengeluarkan ponsel dan menatapnya. Aku hanya bisa mendengus kesal karena perlakuannya padaku.

“sudah taka da harapan lagikah?” batinku.

Author POV

“yah! Kau kenapa menolaknya?” Tanya chanyeol pada teman sebangkunya.

“maksudmu?”

“ayolah Kris, kau tau maksud Sooyoung tadikan? Ia hampir saja menciummu tadi. Tapi kau malah menghindarinya. Ka tau? Dia itu pintar, cantik, seksi, apalagi yang kurang ?”

“dia tidak punya hati. Jika kau mau, kau ambil saja dia.” Balas Kris sengit.

“dasar. Yang kutau, dia adalah cinta pertamamu bukan?”

Kris hanya diam saja. Ia tak berminat dengan topic kali ini.

“lalu, kalian berpisah karena Sooyoung harus sekolah di Jepang selama 3 tahun. Tapi sekarang kalian bertemu lagi! Ini takdir Kris!”

Kris sama sekali tidak membalas ucapan temannya. Ia lebih memilih diam daripada memperpanjang masalah. Ia tau, jiak ia membalas perkataan Chanyeol, bisa memakan waktu satu hari untuk mendengar perkataanya yang membosankan.

Akhirnya Kris memutuskan untuk menenggelamkan kepalanya didatas kedua lipatan tangannya dan memejam matanya sebentar. Masih ada waktu 15menit yang berharga untuk tidur daripada mendengar wejangan Chanyeol yang tidak bermutu.

“Kau sudah sarapan Lu?” kali ini Luhan berada diapartment Jessica lagi. Mereka hanya berdua, karena Krystal sudah berangkat pagi-pagi sekali.

“sudah, tapi mama membuatkan roti panggang untukku.” Balas Luhan sambil memangku dagunya dengan kedua tangannya sambil menatap Jessica yang duduk dihadapannya.

“sayang sekali, padahal aku sudah menyiapkan bento untukmu. Tapi karena kau sudah makan, jadi kumakan saja..” ucap Jessica sambil membuka kembali bento yang sudah ia kemas tadi pagi. Tapi dengan cepat Luhan menahannya dan menarik bento itu kedalam pelukannya.

“an..ndwaeyo! ini buatku kan? Berarti hanya aku yang boleh memakannya.” Bela Luhan.

“cih, dasar. Bilang saja masih lapar..” dengus Jessica sambil menatap Luhan tajam.

“hehe.. anyway, gomawo ice princess..”

“nee.. Cheonmaneyo Lu”

“ngomong-ngomong apa kau tinggal berdua saja dengan dongsaengmu? Maksudku, kalian tidak serumah dengan orangtua kalian?”

“hmm.. sebenarnya kami punya rumah dipinggiran Seoul. Tapi karena eomma dan appa-ku lebih sering ke California untuk mengurusi bisnis, aku dan Krystal memutusi untuk tinggal diapartment kecil ini daripada dirumah appa.”

“bisnis? Di California? US?” Luhan menatap Jessica penuh Tanya. Karena jujur saja, ia belum begitu mengenal keluarga Jessica.

“nee.. Stonehenge Collection. Orangtua kami pemilik toko emas itu.” Balas Jessica santai sambil menyeruput tiramisunya.

“woah, daebak!” ucap Luhan sambil membulatkan kedua matanya.

“tidak lebih besar dari papamu, Hangeng Wu seorang pebisnis elektronika Lu~”balas Jessica merendah.

“ia.. tetapi tetap saja, dia bukan papa kandungku. Papa kandungku sudah disurga sekarang Jess..” Luhan tiba-tiba menjadi sendu dan airmukanya berubah muram. Jessica merasa tidak enak karena tidak tau hanya bisa menatap prihatin.

“mianhae Lu, aku-ak..”

“tidak apa-apa Jess.. Kau sudah siap kekampus? Kelas akan dimulai setengah jam lagi”

“sudah, ayo berangkat..”

“hallo.. Yi fan-ah.. kau dimana?”

“….”

“hari ini langsunglah pulang. Aku menunggumu dirumah”

“….”

“tidak ada penolakan KRIS WU!”

PIPP

Pria paruh baya yang dikenal bernama Hangeng Wu melempar ponselnyab kesal keatas sofa dan memijit keningnya sebentar. Emosinya selalu saja meledak jika ia berurusan dengan putra sulungnya. Seohyun yang berada disebelahnya hanya bisa mengelus pelan punggung suaminya.

“ottheo? Apa dia akan menurutimu?” Tanya Seohyun apda suaminya

“molla Seo, kuharap ia akan berpikir lebih dewasa. Ini semua kulakukan untuk kebaikkannya.”

“sudahlah.. kalau ia tidak menginginkannya lebih baik tidak usah dipaksakan. Yang penting kebahagiaannya bukan?”

“Kau benar Seo, ternyata aku tepat memilih ibu untuk Yi Fan. Kau sungguh baik setelah apa yang ia lakukan padamu” puji sang suami, Hangeng Wu sambil mengecup kening sang istri mesra.

Sore sudah mulai datang. Kris memarkirkan mobilnya tepat didepan pintu utama. Tanpa menatap kearah belasan pelayan yang menunudukkan kepala kearahnya, ia hanya berjalan lurus menuju ruangan yang bisa ia pastikan aka nada papa-nya.

“ada apa? Cepat katakana, jika masalah perjodohan itu, lupakan saja. Aku tidak akan menyetujuinya” ucap Kris tegas, tepat setelah ia membuka pintu ruang baca dan menemukan Hangeng sedang duduk sambil membaca Koran hari ini.

“duduk dulu Kris. Kau tidak rindu padaku? Hehe” balas sang papa sambil tersenyum.

“cepat katakan apa maumu?” Kris tetap pada pendiriannya. Ia bahkan berpura-pura tidak mendengar gurauan papanya. Hangeng tampak mendengus kasar sebelum akhirnya mengambil sebuah amplop dan meletakkannya diatas meja.

Kris menatap amplop tersebut dengan kening berlipat. Penasaran. Ia meraih amplop itu dan membukanya. Matanya terbelalak sempurna saat mengetahui isi amplop itu. Ada tiga lembar foto dengan seseorang sebagai objek utamanya.

“ma..mama..” ucap Kris terbata.

“benar. Itu Victoria. Mama-mu”

“dimana mama? Katakan !” bentak Kris. Emosinya menjadi meluap-luap saat melihat seseorang yang sudah ingin ia temui semenjak sepuluh tahun lalu.

“kau akan mengetahuinya, setelah kau menyetujui perjodohan itu.”

“mwo? Sudah kukatakan kalau aku tidak akan pernah menyetujuinya” balas Kris tegas.

“kalau begitu, lupakan juga soal bertemu dengan Victoria”

“apa kau bilang? Brengsek!” Kris sudah maju dan mencengkram kerah kemeja Hangeng dan mengepalkan tangan satunya lagi. Dan Seohyun datang menahan tangan Kris yang hendak meninju suaminya.

“pukul! Biarkan saja ia memukulku Seo-ah” ucap Hangeng sambil tetap menatap kedua manik mata Kris tanpa rasa gentar. Kris yang sadar akan emosinya yang meluap mulai melonggarkan cengkramannya. Bagaimanapun, ia masih punya  hati dan menyadari bahwa pria yang hampir ia tinju adalah ayahnya.

“bagaimana? Tawaran yang bagus bukan? Lagipula, aku tidak akan menjodohkanmu dengan sembarang wanita Kris. Dia adalah putri Jung Yunho, tamanku semasa SMA. Bukan karena ikatan bisnis atau keuntungan lainnya. Tapi kami sudah berjanji untuk menjodohkan kalian dari dulu..” jelas Hangeng.

Kris yang sekarang sudah melepaskan cengkramannya itu menatap lembaran foto diatas meja baca Hangeng. Ia tidak ada pilihan lain sekarang. Lebih baik menyetujuinya dan setelah ia mengetahui dimana Victoria, ia bisa membatalkan perjodohan itu., Itu hal yang mudah.

“baiklah. Segera pertemukan aku dengan wanita yang kau bangga-banggakan itu.” Ucap Kris pasrah. Ia benar-benar taka da pilihan lain sekarang.

“kau menyetujuinya? Bagus. Kau bnear-benar anak baik Yi fan-ah. Papa bangga padamu. Segera. Aku akan segera mempertemukan kalian.”

Hangeng tersenyum puas karena rencanaya berhasil. Sedangkan Kris hanya memfokuskan tatapannya pada lembaran foto yang berisi wajah mamanya. Dan Seohyun, ia seperti sedang risau.

Jessica POV

Hari ini tidak ada kelas. Jadi sudah pasti waktu akan sangat berjalan lambat. Aku tidak tau harus bagaimana hari ini. Luhan tidak bisa menemuiku, karena katanya dia aka nada acara keluarga malam ini. Kurasa aku akan mati bosan.

“Sooyeon-ah!”

Sepertinya aku berhalusinasi suara eomma. Apa karena aku terlalu kesepian hingga mendengar suara eomma? Eomma dan appa kan sedang berada di California.

“Jessii!” kali ini suara appa. Heuh. Kurasa daya halusinasiku sangat besar.

Kutarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhku. Aku memutuskan untuk tidur lagi agar rasa bosan dan halusinasi ini hilang.

“YAK JUNG SOO YEON!” seseorang meneriakiku sambil menarik selimutku paksa. Mataku terbuka lebar karena melihat seseorang itu. Ku usap mataku memastikan yang dihadapanku adalah nyata.

“APPAAAAA!” teriakkub keras sambil memeluk sosok didepanku.

“bogoshipoo appaaa!” sambungku.

“yah kau, belum mandi. Sudah jam berapa. Dasar gadis pemalas” balas Jung Yunho sambil menjitaki kecil anak sulungnya.

“appha~ lagi pula hari ini aku tidak ada jadwal kuliah” rengek Jessica.

“sudahlah, sekarang bersihkan badanmu. Kita akan pergi kesuatu tempat jam 6 malam nanti. Eomma akan mendandanimu. Kajja!” appa menarik tanganku. Dan mendorongku kearah kamar mandi lalu melempar handuk kearahku.

Aku masih bingung belum bisa mencerna perkataannya. Hanya menatapnya bingung dan melaksanakan perintahnya.

“sebenarnya ada apa?” batinku.

To Be Continue

Haihai…. Mian lama update >< . author belakangan disibukkan dengan interview dan test . dan sekalian mau jelasin kepada readers kenapa fanfictku setiap chapternya ga lebih dari 2000+ kata. Pertama jika kepanjangan akan hilang adegan intinya. Karena kalo bikin kepanjangan, point pentingnya  kadang tak sengaja ter-skip. Dan alasan keduanya authornya akan bosan ._. . kekeke.. mian yaa ><

Dan untuk part kali ini sangat sedikit adegan manisnya . mian mian >< . semoga kalian ga bosan yaa.. tetap RCL-nya ditunggu..

Annyeong~~

 

 

73 thoughts on “Embraced (Chapter 5)

  1. Yang dijodohin sama kris itu jessica ya thor?
    Apa kris gak menolak tunangan itu? Apa kris akan ketemu sama victoria mamanya?
    Penasaran nih thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s